You are on page 1of 10

ANALISA MASALAH

No Kriteria masalah Besarnya Kegawatan Kecenderunga Akibat Luas Total/ur


masalah(5) masalah n meningkat masalah(8) masalah( utan
(6) (7) 9)
1 Ada anggota 7x 5 7x6 8x7 8x8 8x 9 260/ I
keluarga yang
merokok
2 Kurangnya 8x5 9x6 8x7 7x8 7x9 278/ II
pengetahuan
personal hygiene
3 Kurangnya 7x5 7x 6 6x7 7x8 7x9 238 /III
pengetahuan
mengenai
Menopouse

I. PRIORITAS MASALAH
Dengan memprioritaskan masalah yang ada di keluarga Tn. S RT. 005/006 Desa Pudakpayung,
menggunakan metode Hanlon Kualitatif dengan membandingkan masalah satu dengan masalah lain
menggunakan kriteria USG. Adapun masalah yang ditentukan antara lain :
A. Ada anggota keluarga yang merokok
B. Kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene
C. Kurangnya pengetahuan mengenai Menopouse

PENENTUAN PRIORITAS MASALAH


DENGAN METODE HANLON KUALITATIF

URGENT (MENDESAK)
Masalah A B C Total Horizontal
A - + 1
B + 1
C 0
Total Vertikal 0 1 0
Total Horizontal 1 1 0
TOTAL 1 2 0

1
SERIOUSNESS (KEGAWATAN)
Masalah A B C Total Horizontal
A - + 1
B + 1
C 0
Total Vertikal 0 1 0
Total Horizontal 1 1 0
TOTAL 1 2 0

GROWTH (PERKEMBANGAN)
Masalah A B C Total Horizontal
A + - 1
B + 1
C 0
Total Vertikal 0 0 1
Total Horizontal 1 1 0
TOTAL 1 1 1

REKAPITULASI HASIL PRIORITAS MASALAH


Masalah U S G Total Priorotas
A 1 1 1 3 II
B 2 2 1 5 I
C 0 0 1 1 III

Setelah menentukan prioritas masalah dengan menggunakan metode Hanlon Kualitatif dengan kriteria
USG dapat diperoleh kesimpulan bahwa prioritas maslaah keluarga Tn. S RT. 002/003 Dusun Petet, Desa
Popongan adalah
I. Kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene
II. Ada anggota keluarga yang merokok
III. Kurangnya pengetahuan mengenai Menopouse

2
II. IMPLEMENTASI
Sesuai Prioritas Masalah
no Prioritas Kegiatan Tujuan Sasaran Rasionalisasi Metode, waktu, tempat Indikator kesehatan Evaluasi
masalah
1. Ibu lansia Memberikan Ny. S akan Ny. S Dengan diberikan Promosi Kesehatan, Mampu mengurangi  Tgl 25-11-2016
dengan gatal- promosi mengerti informasi maka Rumah Ny. S, keluhan Ny. S serta Ny. S mengerti tentang
gatal pada kesehatan tentang akan menambah Tgl 25–11-2017 dapat membuat Ny. materi vulva hygiene
area genetalia tentang pentingnya pengetahuan dan Pukul 15.30 WIB S menerapkan dengan mampu
personal menjaga merubah perilaku vulva hygiene yang menjawab pertanyaan
hygiene personal sehingga Ny S baik yang diberikan meliputi
meliputi vulva hygiene dapat kebersihan vulva
hygiene, khususnya menerapkan hygiene
kebersihan vulva personal hygiene
celana dalam, hygiene, dan yang baik dan  Tgl 26-11-2017. Ny. S
serta penyakit cara benar, kemudian mengganti celana dalam
yang bisa mengatasi mengurangi/meng 3x sehari
timbul. keluhannya hilangkan keluhan
Ny. S  Tgl 27-11-2017
Ny. S mengerti tentang
materi vulva hygiene

3
dengan mampu
menjawab pertanyaan
yang diberikan meliputi
penyebab keluhan gatal
di area genetalia Ny. S
dan cara menjaga
kebersihan vulva
hygiene setelah
dilakukan penyuluhan

4
2. Anggota Memberikan Tn. S Tn. S Dengan diberikan Promosi Kesehatan, Tn. S mampu  Tgl 15-08-2016
keluarga promosi mengerti informasi maka Rumah Tn. S, mengurangi Tn. S mengerti tentang
merokok kesehatan tentang akan menambah Tgl 15–08-2017 frekuensi merokok materi merokok dengan
tentang rokok bahaya pengetahuan dan Pukul 15.30 WIB serta dapat mampu menjawab
meliputi merokok. merubah perilaku merokok tidak di pertanyaan yang
tempat yang sehingga Tn. S dekat anaknya yang diberikan meliputi
sesuai untuk dapat merubah masih balita. bahaya merokok dan
merokok, cara perilaku merokok cara mengurangi
mengurangi terutama frekuensi merokok
kebiasaan frekuensi dan setelah dilakukan
merokok, serta tempat untuk penyuluhan
bahaya merokok  Tgl 17-08-2017.
merokok Tn. S sudah merokok
tidak di dekat orang lain
termasuk istrinya
misalnya merokok di luar
rumah

5
3. Kurangnya Memberikan Ny. M Ny. M Dengan diberikan Promosi kesehatan, Ny. M mampu  Tgl 15 -08-2016
pengetahuan promosi mengerti informasi, maka Rumah Tn. S, mengerti tanda- Ny. M mengerti tentang
tentang kesehatan tentang pra akan menambah Tgl 15-08-2017 tanda menopause informasi yang diberikan
menopause mengenai menopause poengetahuan Pukul 15.45 WIB dengan mampu
menopause, serta informasi menjawab pertanyaan
meliputi tanda sehingga Ny. M tentang tanda
dan gejala pra mengetahui menopause setelah
menopause, kondisinya dilakukan konseling.
ketidaknyama sekarang.  Tgl 17 -08-2016
nan dan cara Ny. M merasa terbiasa
menguranginy dengan keadaan
a. sekarang. Mampu
mengatasi sulit tidur
dengan banyak minum
air putih.

6
BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam bab Pembahasan ini, praktikan akan menguraikan hasil praktik pada Asuhan Kebidanan Keluarga dengan
menggunakan managemen kebidanan serta membandingkan hasil praktik dengan teori asuhan kebidanan menurut
Helen Varney secara komprehensif.
Dalam pengkajian, praktikan mengumpulkan data pasien baik data subjektif maupun objektif. Pada Kasus ini
praktikan melakukan pengkajian keluarga Tn. S Rt. 002/003 Dusun Petet Desa Popongan Kecamatan Bringin
Kabupaten Semarang.
Dari pengkajian yang dilakukan didapatkan tiga masalah yang ada di dalam keluarga Tn. S yaitu maslaah yaitu
adanya anggota keluarga yang merokok didekat balita, balita dengan gizi kurang, dan kurangnya pengetahuan
mengenai menopouse.
Masalah yang menjadi prioritas utama adalah adanya anggota keluarga yang merokok didekat balita, karena
masalah tersebut sangat berpengaruh terhadap balita yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Dampak jangka pendek dari menghirup asap rokok, yakni menderita batuk, mata pedas, kepala pusing, dan masalah
dalam pernafasan hidung. Begitu juga jika anak terpapar asap rokok (perokok pasif), anak akan menderita batuk-
batuk, mata pedas, dan kepala pusing pula. Jika anak terpapar lebih banyak asap rokok, anak bisa menderita
gangguan dalam pernafasan hidung., merokok dalam rumah merupakan faktor sindrom kematian mendadak pada
bayi (U.Z. Mikdar, 2006).
Intervensi yang dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2017 adalah dengan melakukan promosi kesehatan tentang
bahaya merokok yang dapat ditimbulkan jika dilakukan di dekat anaknya, tempat yang sesuai untuk merokok, dan
cara mengurangi kebiasaan merokok. Kemudian dilakukan evaluasi dengan memberikan jeda waktu dua hari,
hasilnya Tn. S sudah tidak lagi merokok didekat anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan dan
perkembangan.
Prioritas masalah kedua adalah balita dengan gizi kurang. Kondisi gizi kurang yang terus-menerus menyebabkan
kurang energi protein (KEP) yang merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan
energi maupun protein dalam proporsi yang berbeda-beda, pada derajat yang ringan sampai berat.
Intervensi yang dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2017 adalah dengan melakukan promosi kesehatan tentang
pemenuhan gizi seimbang pada balita dan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita. Kemudian dilakukan
evaluasi dengan memberikan jeda waktu dua hari, hasilnya Ny. S sudah mengetahui pentingnya pemenuhan gizi
seimbang pada balita dan bersedia untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya dengan memberikan makanan
tambahan (PMT)

7
Prioritas masalah yang terakhir adalah kurangnya pengetahuan mengenai menopouse. Minimnya pengetahuan
tentang menopouse dapat mempengaruhi pandangan mereka, sehingga tidak menutup kemungkinan berpotensi
menimbulkan permasalahan dalam diri individu baik hubungan dengan keluarga atau lingkup lebih luas.

Intervensi yang dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2017 adalah dengan melakukan promosi kesehatan tentang
menopause, meliputi tanda dan gejala pra menopause, ketidaknyamanan dan cara menguranginya. Kemudian
dilakukan evaluasi dengan memberikan jeda waktu dua hari, hasilnya Ny. M merasa terbiasa dengan keadaan
sekarang. Mampu mengatasi sulit tidur dengan banyak minum air putih.

8
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah dilakukan praktik asuhan kebidanan keluarga pada keluarga Tn. S dengan melakukan
pendekatan pemecahan masalah maka analisa data berupa prioritas masalah yang dapat ditegakkan
berdasarkan masalah yang ada di keluarga.
Dari pengkajian yang dilakukan maka didapatkan beberapa maslaah di keluarga Tn. S yaitu
adanya anggota keluarga yang merokok di dekat balita, balita kurang gizi, dan kurangnya
pengetahuan tentang menopouse.
Dari masalah tersebut maka praktikan melakukan intervensi pada keluarga Tn. S dengan
melakukan promosi kesehatan mengenai bahaya merokok yang dapat ditimbulkan jika dilakukan di
dekat anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, pemenuhan gizi seimbang
pada balita dan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita, dan menopause, meliputi tanda dan
gejala pra menopause, ketidaknyamanan dan cara menguranginya.
B. Saran
1. Untuk Bidan
Dalam membina kesehatan keluarga diharapkan menyertakan suami dan anggota keluarga
agar informasi yang diberikan dapat dimengerti dan diterapkan.
2. Untuk pasien
Agar dapat selalu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tidak merokok
didekat balita, dan lebih memperhatikan pemenuhan gizi anaknya.
3. Untuk institusi
Praktek PKK IV untuk tetap dilaksanakan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori ke
pelayanan nyata yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

9
Kusmiati, Yuni dkk, 2009, Perawatan Ibu Hamil Jogjakarta, Fitramaya.

Wikjosastro, Hanifa dkk,2009, Ilmu Kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Suprajitno.2010. Asuhan keperawatan keluarga.EGC:Jakarta

Anonim. 2003. Paduan Pengajar Guru/ Dosen. Pudiknakes dan JHPIEGO/MNH: Jakarta

Salmah, Rusmiati, Maryanah, Susanti. NN. 2006. Asuhan kebidanan Antenatal. EGC: Jakarta

Almatsier, Sunita, 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Nazir, moh. Metode penelitian. Ghalia Indonesia. 2005

Syafrudin.2009. Praktik Kebidanan Komunitas dengan Pendekatan PKMD. Trans Info Media: Jakarta

Wikjosastro, Hanifa dkk.2009, Ilmu Kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Suprajitno.2010. Asuhan keperawatan keluarga.EGC:Jakarta

Sugihartono, Nurjazuli. 2012. Analisis Faktor Risiko Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas

Sidorejo Kota Pagar Alam. Dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (Online), vol. 11 No. 1. Hal 82.

Diunduh dari ejournal.undip.ac.id pada 24 maret 2014.

10