You are on page 1of 2

2.

1 Profil Usaha
Industri tempe milik Pak Dalan yang terletak di Jl. Macan Lindungan Rt.06
RW.05 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan IB1 Palembang, merupakan sebuah usaha
industri rumahan yang memproduksi tempe. Pak Dahlan telah memulai usaha ini
sejak tahun 1990, akan tetapi usaha beliau sempat terhenti karena ia ingin mencoba
untuk bekerja dalam bidang lain. Setalah sempat terhenti, pada pertengahan tahun
2009, Pak Dahlan akhirnya memutuskan untuk kemabali kedalam bidang industri
tempe ini hingga sekarang.
Pada awalnya, Pak Dahlan hanya memproduksi tempe sebanyak 25 kg dan
seluruh kegiatan produksi sepenuhnya dijalankan sendiri oleh Pak Dahlan dengan
bantuan istrinya. Hingga sekarang, Pak Dahlan telah memproduksi tempe sebanyak
kg/hari, dengan bantuan 7 orang karyawan. Ada 2 jenis tempe yang di produksi,
yaitu tempe plastic dan tempe daun yang terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran.
Dahulu, Pak Dahlan memasarkan tempenya di pasar 16 Palembang, akan
tetapi saat ia memutuskan untuk memulai kembali usahanya, ia memilih pasar 26
Ilir sebagai lokasi pemasaran. Kegiatan pemasaran dilakukan mulai pukul 03.00
dan akan berakhir ± pukul 08.00 WIB.

2.4 Mutu
Dalam menjalankan usahanya, Pak Dahlan sangat mengutamakan mutu
produk. Menurutnya, mutu merupakan hal utama yang sangat penting untuk
menjaga agar konsumen tidak beralih pada produk tempe lain. Dalam menjaga
mutu poduk, ada beberapa hal yang dilakukan oleh Pak Dahlan, diantaranya ialah
penggunaan bahan baku yang berkualitas dan juga memilih tenaga kerja yang
kompeten.
Karena rendahnya kualitas kedelai domestik, Pak Dahlan lebih memilih
untuk menggunakan kedelai impor yang memiliki kualitas baik sebagai bahan baku
dari produksi tempenya. Sedangkan semua tenaga kerja yang bekerja dalam industri
tempe ini merupakan tenaga kerja yang berasal dari jawa. hal ini dkarenakan tenaga
kerja yang berasal dari sekitar tempat usaha memiliki disiplin yang kurang baik,
yang akan sangat berpengaruh terhadap mutu dari produk yang dihasilkan. Selain
kedua hal tersebut, Pak Dahlan juga tidak pernah menjual kembali sisa penjualan
kemarin untuk menjaga mutu produknya.