You are on page 1of 7

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Sesuai dengan rencana pengembangan bisnis PT J Resources Nusantara, pada
tahun 2018 akan dilakukan penambangan pada daerah Prospek D yang berlokasi
di Sulawesi Utara. Metoda penambangan yang akan dilakukan adalah metode
penambangan tambang terbuka (open pit mine) yang akan dilakukan di dua lokasi
yaitu Pit B dan Pit P (Gambar 1.1). Desain pit dilihat dari sisi samping
menunjukkan bagian lereng paling tinggi (Gambar 1.2) dengan kemiringan lereng
tunggal (bench) 60° ketinggian jenjang 15 m, kemiringan lereng keseluruhan
(overall) 39°, ketinggian lereng 330 m dan lebar berm 6 m.

Aktivitas penambangan pada tambang terbuka akan menghadapi masalah dengan


lereng, baik lereng kerja (working slope) maupun lereng akhir (final slope).
Lereng atau dinding tambang merupakan salah satu faktor yang penting dalam
menjamin keamanan dan kelancaran suatu operasi penambangan. Kegiatan
penambangan pada suatu lereng akan menyebabkan terjadinya perubahan gaya-
gaya pada lereng tersebut sehingga dapat menimbulkan runtuhan atau longsoran.
Timbulnya longsoran dikarenakan gaya penggerak yang lebih besar daripada gaya
penahan.

Kestabilan lereng dalam suatu pekerjaan terutama tambang terbuka sangat perlu
diperhatikan karena melibatkan kegiatan penggalian, penimbunan maupun
peledakan. Resiko terjadinya bahaya keruntuhan dan longsor dapat mengganggu
keselamatan manusia, peralatan dan bangunan yang berada di sekitar lereng
tersebut. Dampak terhadap longsoran juga dapat mengakibatkan gangguan
kegiatan operasi penambangan dan tentunya kerugian biaya. Fungsi utama dari
stabilitas kemiringan dalam penambangan open pit untuk nilai ekonomi yang
potensial dan meningkatkan keamanan.

Institut Teknologi dan Sains Bandung


Pada pembahasan tugas akhir ini, studi dan investigasi geoteknik mengenai
analisis kestabilan lereng tambang (“Overall Slope Angle”, “Inter-ramp Slope
Angle”,dan “Bench Face Angle”) yang akan digunakan dalam pembuatan desain
dan rencana penambangan sebelum kegiatan penambangan dilakukan. Studi
geoteknik dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan panambangan akan
berjalan dengan aman (dari sisi keselamatan, operasional, lingkungan) dan
ekonomis bagi perusahaan. Tema studi dan investigasi geoteknik ini adalah
“Analisis Kestabilan Lereng Tambang Pit B Sektor 180°-270°”.

Gambar 1.1. Desain Pit B dan Pit P (tampak atas).

Gambar 1.2. Desain Pit B lereng paling tinggi.

Institut Teknologi dan Sains Bandung


I.2 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
I.2.1 Maksud
Maksud dari pelaksanaan tugas akhir ini adalah syarat kelulusan studi kesarjanaan
Strata-1 pada Program Studi Eksplorasi Tambang, Institut Teknologi dan Sains
Bandung.
I.2.2 Tujuan
Menganalisis kestabilan lereng dinding selatan Pit B sektor 180°-270° daerah
prospek D Sulawesi Utara PT J Resources Nusantara dengan menentukan faktor
keamanan lereng serta potensi jenis longsoran yang akan terjadi.

I.3 Metode Penelitian


Penelitian ini dilakukan antara lain dengan:
1. Penyelidikan lapangan
Merupakan proses pengambilan data dan pengamatan langsung di lapangan.
Data yang diambil antara lain:
a. Data pemboran meliputi koordinat collar dan survey lubang bor.
b. Data geologi meliputi literatur kondisi geologi daerah penelitian, peta
geologi dan penampang geologi.
c. Data bidang diskontinu pada core yang meliputi kedalaman core, data
pengukuran bidang diskontinuitas atau struktur geologi (sudut α dan β),
tipe struktur, dan jenis material isi.
d. Data geoteknik berupa geometri lereng dan mekanika batuan yang
meliputi RQD (Rock Quality Designation), GSI (Geology Strength Index),
tingkat pelapukan, kekuatan batuan.
e. Data hidrogeologi dan seismik.
2. Pengujian laboratorium
Pengujian laboratorium dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan
mekanik batuan meliputi uji kuat tekan/Uniaxial Compressive Strength Test ,
uji cepat rambat batuan/Ultrasonic Velocity Test, dan uji sifat fisik batuan.
3. Studi literatur

Institut Teknologi dan Sains Bandung


Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan informasi-informasi dari
peneliti sebelumnya mengenai hal yang berhubungan dengan penelitian.
4. Pengolahan data
a. Sifat Fisik Batuan
Sifat fisik batuan diamati dari kenampakan fisik batuan dan pengujian
laboratorium. Dari kenampakan batuan secara fisik didapatkan infornasi
mengenai tingkat pelapukan batuan, indeks keutuhan batuan (mi), dan
kualitas permukaan batuan terhadap spasi rekahannya (GSI) dan
parameter .
b. Parameter Mekanika Batuan
Parameter mekanika batuan meliputi kekuatan batuan (UCS), tingkat
pelapukan, GSI dan RQD. Mekanika batuan diselidiki dengan melakukan
pengujian UCS di lapangan dan UCS di laboratorium. Data tersebut
diolah menggunakan Program Roclab dari Rocscience dengan input nilai
σc, GSI, mi (indeks keutuhan batuan) dan D (faktor gangguan batuan)
sehingga menghasilkan nilai kohesi dan sudut geser dalam. Pengolahan
data UCS ini dibantu menggunakan program Roclab dari Rocscience
untuk mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam yang merupakan
bagian dari properti material.
c. Bidang Diskontinu
Data bidang diskontinu didapatkan dari pengumpulan data struktur
geologi bawah permukaan pada core hasil pemboran. Pengolahan data ini
dengan mengklusterkan kelompok bidang diskontinu (set joint)
berdasarkan arah struktur dominannya (dip dan dip direction). Pengolahan
kluster menggunakan Program SPSS (Statistic Product and Service
Solution) dari IBM. Setelah terbentuk kluster maka hasil pengklusteran
diplotkkan pada stereonet untuk melihat arah dominasi set joint. Plotting
set joint pada stereonet menggunakan Program DIPS 5.0 dari Rocscience.
Hasil yang diperoleh dari pengolahan ini berupa jenis longsoran yang
telah dianalisis secara kinematiknya menggunakan stereonet.
d. Properti Material / Batuan

Institut Teknologi dan Sains Bandung


Properti batuan yang digunakan adalah litologi, berat unit, kohesi, sudut
geser dalam, pore water pressure dan seismic load. Pengolahan data
tersebut menggunakan Program SLIDE ver.6.0 dari Rocscience dan
Program Slope/W dari Geostudio 2012. Hasil yang ditunjukkan pada
pengolahan ini adalah nilai faktor keamanan lereng.

I.4 Batasan Masalah


a. Studi dan investigasi dilakukan pada Dinding Selatan Pit B (Sektor 180°-
270°).
b. Analisa kestabilan dilakukan pada dinding tambang yang secara geoteknikal
mempunya resiko paling tinggi (dinding tambang yang tinggi dan terjal).
c. Data bidang diskontinu atau set joint diperoleh dari orientasi core yang
dilakukan pada 28 lubang bor yang terletak di Dinding Selatan Pit B sektor
180°-270°.
d. Data pemboran yang digunakan mulai dari fase awal eksplorasi sampai April
2017 (pemboran dilakukan pada tahun 2010, 2012, 2016, 2017);
e. Menggunakan data geologi terbaru April 2017;
f. Data properti batuan menggunakan data uji laboratorium, dikombinasikan
dengan data lapangan;
g. Batuan yang diujikan berupa andesit;
h. Analisis kestabilan menggunakan dua metode yaitu;
• Analisis Kinematik / Stereographic Analysis.
• Analisis Batas Kesetimbangan / Limit Equilibrum Methods.
i. Menggunakan faktor kebertrimaan “acceptance criteria” yang mengacu pada
“GUIDELINES FOR OPEN PIT SLOPE DESIGN” (John Read and Peter
Stacey, 2009) dan batas faktor keamanan lereng yang ditentukan PT J
Resources Nusantara.

I.5 Waktu Pelaksanaan Penelitian


Pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Waktu
penyelidikan lapangan di Daerah Prospek D, Kecamatan Kotabunan,
Bolaangmongondow Timur, Sulawesi Utara adalah 2 bulan (Mei – Juni 2017).

Institut Teknologi dan Sains Bandung


Selain itu waktu pengujian di Laboratorium Mekanika Batuan, Program Studi
Teknik Pertambangan ITB dilakukan selama 7 hari (4-12 Juli 2017). Uji
laboratorium dilakukan dari tes sampel batuan sampai analisis hasil pengujian.
Rincian kegiatan dan lama pelaksanaan penyelidikan lapangan dapat dilihat pada
tabel 1.1 sebagai berikut:

Tabel 1.1 Waktu Pelaksanaan Penelitian.


No Waktu Pelaksanaan
No Kegiatan
Kegiatan Durasi Mei 2017 Juni 2017
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 1 Berangkat
Berangkatdari Jakarta
dari Jakarta 1 hari
2 2 Safety
SafetyInduction
Induction ++Presentasi
Presentasi TemaTema 1 hari
3 3 Studi Literatur
Studi Literatur 3 hari
4 4 Survei
Surveilokasi
lokasi penelitian (Panang
penelitian (Panang dan dan
Benteng)Benteng) 2 hari
5 5 Pengumpulan
Pengumpulan dan danpengambilan
pengambilan datadata
a Data Drilling
a Data Drilling (topografi, collar,
(topografi, collar, survey,
survey, litologi,
litologi, area prospek,
area prospek, pit design)pit design)
4 hari
b Data permukaan
b Data (struktur
permukaan (struktur surface
surface ) ) 3 hari
c Data orientasi
c Data orientasi core (sudut
core (sudut alfaalfa
betabeta dan filling
dan filling joint) joint) 2 hari
d Data BFA
d Data BFA(Bench FaceAngle
(Bench Face Angle) ) 1 hari
e Laporan
e Laporanterdahulu (hidrogeologi
terdahulu (hidrogeologi dan dan geoteknik)
geoteknik) 12 hari
6 6 Pengolahan
Pengolahan data data
a Analisis
a AnalisisKinematika (Dips)
Kinematika (Dips) 4 hari
b Equilibrum
b Equilibrumlimit (SLIDE)
limit (SLIDE) 7 hari
7 7 Analisis
Analisisdata
data
a Jenis longsoran
a Jenis longsoran 5 hari
b Factor
b Factorofofsafety (FoS)
safety (FoS) 5 hari
8 8 Pembuatan
Pembuatanlaporanlaporan
a Mingguan
a Mingguan perminggu

b Bulanan
b Bulanan perbulan
c Akhir
c Akhir 3 hari
9 9 Presentasi
Presentasi
a Awal
a Awal 2 hari
b Akhir
b Akhir 1 hari
10 10Pulang
Pulang 1 hari

I.6 Sistematika Penelitian


Tugas akhir ini tersusun dari enam bab, yakni:
1. Bab 1 Pendahuluan, berisi mengenai latar belakang penelitian dilaksanakan;
maksud dan tujuan dari penelitian; metode penelitian; batasan penelitian;
waktu penelitian; sistematika penulisan dan diagram alir penelitian.
2. Bab 2 Kondisi umum, menjelaskan tentang kondisi daerah penelitian secara
lokal dan regional ditinjau dari sudut pandang geologi daerah penelitian.
3. Bab 3 Teori dasar, merupakan penjabaran mengenai teori-teori yang
digunakan sebagai dasar penelitian.
4. Bab 4 Pengumpulan data, pada bab ini dibahas mengenai data-data yang
digunakan dan proses pengumpulannya.
5. Bab 5 Pengolahan dan Pembahasan, berisikan cara pengolahan data dan
pembahasan mengenai hasil penelitian sehingga dapat menjawab tujuan dari
penelitian.
1

Institut Teknologi dan Sains Bandung


6. Bab 6 Kesimpulan dan saran, merupakan penarikan kesimpulan dari seluruh
hasil analisis dan memberikan saran yang didapat selama proses penelitian
berlangsung.

I.7 Diagram Alir Penelitian


Berikut merupakan diagram alir dari penelitian dari awal sampai akhir:

Studi Pendahuluan

Pengumpulan Data:
- Literatur studi lapangan
- Data geologi
- Data geoteknik
- Data hidrologi dan seismik

Pemetaan Orientasi Core Penampang Penelitian Penyelidikan Kuat Batuan Uji Kuat Batuan di
di Lapangan Laboratorium

Analisis struktur geologi Geometri lereng σc, GSI Sifat fisik dan UCS
dengan stereografi

Jenis longsoran Sudut OSA, IRA,


BSA γ, c, dan ɸ

Analisis kestabilan lereng

Keterangan

: awal Lereng tidak


: input Tinjau kembali
Stabil ?
: proses
: output ya
: keputusan

Implementasi

Gambar 1.3. Diagram Alir Penelitian.

Institut Teknologi dan Sains Bandung