You are on page 1of 10

Tugas Makalah

MANAJEMEN BENCANA
Penilaian resiko dan kerentanan pada bencana

Diusulkan oleh :
Reski Amalia Darlin
J1A116326

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas


limpahan rahmat taufiq dan hidayah-Nya jualah sehingga makalah ini dapat
terselesaikan sebagaimana yang diharapkan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Hal ini
terjadi karena kemampuan kami yang terbatas. Oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-
MANAJEMEN BENCANA yang telah banyak memberi ilmu kepada kami
mengenai manajemen bencana, semoga dapat bermanfaat bagi kami dan
masyarakat luas, amin.
Akhirnya dengan selesainya makalah ini, penulis berharap makalah yang
sederhana ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak, amin

Kendari, Maret 2017

Penyusun,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................

DAFTAR ISI..........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang......................................................................

B. Rumusan Masalah..................................................................

C. Tujuan.....................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

1. Defenisi Penilaian Resiko.........................................................

2. Pentingnya penilaian resiko....................................................

3. Manfaat penilaian resiko.........................................................

4. Pengertian kerentanan bencana..............................................

5. Faktor yang mempengaruhi erentanan bencana...................

BAB III PENUTUP................................................................................

A. Kesimpulan........................................................................................

B. Saran..................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemberi kerja berkewajiban untuk menghilangkan segala jenis halangan


untuk dapat bekerja dengan aman. Penilaian internal adalah jalan pertama untuk
membuka resiko dalam lingkungan kerja. Penilaian risiko akan membuat mudah
bagi organisasi untuk meminimalkan resiko yang ada, dan cara mudah untuk
dapat memenuhi aspek keamanan lingkungan kerja dan juga menjaga lingkungan
kerja yang lebih sehat.

Organisasi harus berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang aman


dalam rangka menegakkan citra merek mereka. Ketika citra perusahaan ternoda,
akan sulit untuk dapat merekrut orang-orang yang hebat dan konsumen tidak akan
mau membeli produk atau jasa kita. Ketika karyawan menuntut bahwa kondisi
kerjanya tidak aman atau telah terjadi cedera dalam pekerjaan, hasilnya bisa
menjadi sangat mahal sekali karena telah melibatkan biaya hukum dan sosial.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

1. Apa Pengertian Penilaian Resiko itu??

2. Mengapa penilaian resiko itu penting ?

3. Apa manfaat penilaian resiko ?

4. Apa pengertian kerentanan bencana?

5. Apa saja faktor yang mempengaruhi kerentanan bencana?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk memahami lebih dalam
mengenai penilaian resiko dan kerentanan pada bencana.
BAB II

PEMBAHASAN

1. Defenisi Penilaian Resiko

Grup healthyworkinglives.com memberikan definisi yang lengkap tentang


istilah penilaian resiko ini:
Penilaian resiko adalah metode sistematis dalam melihat aktivitas kerja,
memikirkan apa yang dapat menjadi buruk, dan memutuskan kendali yang cocok
untuk mencegah terjadinya kerugian, kerusakan, atau cedera di tempat kerja.
Penilaian ini harus juga melibatkan pengendalian yang diperlukan untuk
menghilangkan, mengurangi,atau meminimalkan resiko.
penilaian resiko adalah potensi kerugian yang bisa diakibatkan apabila
berkontak dengan suatu bahaya ataupun terhadap kegagalan suatu fungsi.
Penilaian Resiko merupakan hasil kali antara nilai frekuensi dengan nilai
keparahan suatu resiko. Untuk menentukan kagori suatu resiko apakah itu
rendah, sedang, tinggi ataupun ekstrim dapat menggunakan metode matriks
resiko seperti pada tabel matriks resiko

2. pentingnya penilaian resiko


Merupakan suatu kewajiban untuk mengamankan semua pegawai saat
bekerja. Keamanan lingkungan kerja merupakan perhatian utama untuk para
pegawai, karena dapat merupakan sumber keluhan internal. Meskipun hanya ada
sebuah keluhan kecil dari pegawai, tetapi hal ini juga harus diinvestigasi. Jika ada
yang tidak peduli kepada resiko di tempat kerja, maka anda meletakkan diri anda,
pegawai anda, pelanggan dan seluruh organisasi dalam bahaya.

Jika ini untuk keamanan pegawai, maka kita merekomendasikan segal hal
untuk dapat memenuhi kondisi di atas standar minimal yang diperlukan untuk
menghilangkan segala jenis resiko yang ada dan mengurangi jumlah pelaporan
kasus keamanan.

Pengujian tempat kerja dan fungsinya harus dilakukan setidaknya sekali


dalam satu tahun untuk dapat memberikan data terbaru jika ada resiko-resiko baru
yang muncul atau untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk membantu
para para pegawai dalam pekerjaannya. Dalam setiap kesempatan yang
memungkinkan, sangat perlu proaktif daripada reaktif jika mengenai
permasalahan keamanan.

Penilaian yang proaktif dapat diterapkan dalam sistem investigasi, seperti


i-Sight, ke dalam tempat kerja anda untuk melakukan investigasi yang lebih baik
dan mengelola setiap jenis kejadian dengan lebih baik. Sistem ini tidak akan
membiarkan permasalahan keamanan lolos melalui kelemahan yang ada, system
ini juga akan membantu anda menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan
melakukan pengawasan terhadap keluhan dan membuat penyesuaian yang
diperlukan untuk menghilangkan permasalahan.

3. manfaat penilaian resiko

Berjuta-juta dolar telah dikeluarkan untuk kasus keamanan setiap


tahunnya. Banyak dari kasus-kasus ini juga mendapatkan banyak perhatian dari
media, yang dapat meletakkan nama anda di tempat yang sangat tidak diinginkan
sepanjang waktu. Ketika anda melakukan penilaian resiko, evaluasilah penemuan-
penemuan yang ada dan lakukan koreksi terhadap resiko yang ditemukan
sepanjang penilaian ini, maka anda akan dapat memperoleh keuntungan berikut
ini untuk perusahaan anda:

Produktivitas yang Optimal Bila Anda menghilangkan hambatan yang


dihadapi para karyawan ketika mencoba untuk menyelesaikan pekerjaan mereka
dan memberi mereka alat-alat kerja yang tepat untuk menyelesaikan tugasnya,
produktivitas dan kualitas pekerjaannya akan lebih tinggi. Ketika karyawan harus
berurusan dengan alat atau sistem yang rusak, waktu akan terbuang sia-sia karena
mereka akan berusaha untuk memperbaiki keadaan, sehingga banyak waktu dan
uang yang terbuang.

Investasi dengan melakukan upgrade fasilitas, menciptakan sebuah ruang kerja


yang ergonomis dan melatih karyawan tentang bagaimana melakukan pekerjaan
mereka dengan aman dalam rangka menyiapkan tingkat produktivitas yang
optimal.

Pegawai akan lebih Bahagia- Menyediakan tempat kerja yang aman, sehat dan
bebas stres akan menumbuhkan sikap positif karyawan, jarang sakit atau stres,
dan memiliki komitmen yang kuat terhadap tujuan perusahaan. Keselamatan di
tempat kerja merupakan masalah besar bagi karyawan. Ketika karyawan merasa
aman di tempat kerja, mereka lebih cenderung ingin tetap bekerja untuk Anda,
sehingga dapat mengurangi pergantian karyawan.
Pegawai berkualitas yang lebih baik- Ketika orang membuat keputusan
mengenai tempat untuk bekerja, bisnis yang telah dikenal memiliki komitmen
untuk keselamatan mereka di tempat kerja, maka akan cenderung menjadi pilihan
yang menarik bagi karyawan. Lebih baik ada banyak orang yang ingin bekerja
kepada Anda sebagai daripada tidak ada yang mau.

Menghemat uang- semakin sedikit cedera yang terjadi, akan lebih sedikit biaya
yang muncul. Karyawan yang bahagia akan menurunkan tingkat pergantian
karyawan dan biaya pelatihan. Semakin sedikit kecelakaan akan menyebabkan
rendahnya tuntutan hukum, denda atau hukuman serikat pekerja.

Anda pasti sudah mendapatkan gambaran tentang ini. Biaya untuk


melakukan penilaian risiko dan investasi dalam membuat perubahan pada tempat
kerja adalah sedikit jika dibandingkan dengan biaya jika telah terjadi situasi yang
disebutkan tadi.

Citra yang positif- Dengan menjauhkan diri dari publikasi negatif akan
menempatkan anda diposisi yang baik di mata publik. Ketika anda terlihat
memiliki komitmen terhadap keamanan, maka bisnis yang lain akan berusaha
untuk menjalin kerjasama dengan brand anda.

4. Pengertian kerentanan bencana

Bencana ( Disasters ) adalah kerusakan yang serius akibat fenomena alam


luar biasa dan/atau disebabkan oleh ulah manusia yang menyebabkan timbulnya
korban jiwa, kerugian material dan kerusakan lingkungan yang dampaknya
melampaui kemampuan masyarakat setempat untuk mengatasinya dan
membutuhkan bantuan dari luar. Disaster terdiri dari 2(dua) komponen yaitu
Hazard dan Vulnerability.

Kerentanan ( Vulnerability ) adalah keadaan atau kondisi yang dapat


mengurangi kemampuan masyarakat untuk mempersiapkan diri untuk
menghadapi bahaya atau ancaman bencana.

5. Faktor yang mempengaruhi Kerentanan bencana


Faktor yang berpengaruh timbulnya kerentanan antara lain: (1) berada di
lokasi berbahaya (lereng gunung api, di sekitar tanggul sungai, di daerah
kelerengan yang labil, dll) (2) kemiskinan, (3) perpindahan penduduk desa ke
kota, (4) kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan, (5) pertam bahan
penduduk yang pesat, (6) perubahan budaya, dan (7) kurangnya inform asi dan
kesadaran (UNDP/UNDRO, 1992).
Berdasarkan pengertian diatas ke rentanan m erupakan kondisi pra
bencana yang berpotensi m enjadi ben cana apabila bertemu dengan bahaya
(hazard). Jadi apabila dalam suatu wilayah rawan memiliki kerentanan tinggi
maka akan m engakibatkan elem en ris iko (elem ent at risk) untuk terpapar
bahaya menjadi semakin besar kemudian akan meningkatkan risiko bencana.
Elemen risiko merupakan segala obj ek yang ada dalam suatu wilayah bencana
dapat berupa perm ukiman, lahan pertanian, prasarana umu m (Sutikno, 2006).
Namun risiko bencana dapat dikurangi apabila dalam suatu wilayah m emiliki
kapas itas baik. Kapasitas dap at diartikan sebaga i se gala sumber daya yang dim
iliki masyarakat baik bersifat individu, kelom pok atau manajerial (leadership)
(UN/ISDR, 2005).
Jadi untuk memahami suatu bencana terdapat tiga hal penting ya ng saling
berkaitan yaitu kerentanan, kerawanan dan kem ampuan.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian materi diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

penilaian resiko adalah potensi kerugian yang bisa diakibatkan apabila


berkontak dengan suatu bahaya ataupun terhadap kegagalan suatu fungsi.
secara terus menerus sehingga membentuk daerah pantai.
Pengujian tempat kerja dan fungsinya harus dilakukan setidaknya sekali dalam
satu tahun untuk dapat memberikan data terbaru jika ada resiko-resiko baru
yang muncul atau untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk membantu
para para pegawai dalam pekerjaannya.

B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

http://www.articlesbase.com/human-resources-articles/the-importance-of-
workplace-risk-assessments-2474970.html#ixzz0pCmntFew
https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-
resiko-dan-penilaian-matriks.html
Boer, R. (2012). Analisis penilaian tingkat kerentanan.
Pelatihan Aplikasi Metode Kerentanan. CCROM-
SEAP IPB. Bogor.
https://jurnal.ugm.ac.id/mgi/article/viewFile/13420/9624