You are on page 1of 3

PENGUKURAN DIMENSI

1. TUJUAN
Melakukan pengukuran dimensi benda menggunakan alat ukur mekanik
2. ALAT DAN BAHAN
1. Jangka sorong
2. Benda yang akan diukur
3. LANDASAN TEORI
Pengamatan suatu gejala fisis umumnya belom lengkap jika belom memberikan informasi
kuantitatif. Proses tersebut memerlukan pengukuran suatu sifat fisis. Lord kelvin
mengungkapkan pengetahuan kita baru memuaskan hanya jika kita dapat menyatakan dalam
bilangan. Mengukur adalah hasil membandingkan suatu besaran baku yang diterima sebagai
satuan. Dalam pengukuran hendaklah diusahakan agar gangguan sekecil mungkin pada system
yang diukur sehingga diperoleh hasil yang lebih teliti.
Suatu pengukuran selalu terdapat ketidakpastian yang disebabkan oleh factor-faktor antara
lain adanya nilai skala terkecil, ketidakpastian acak atau keterbatasan pengamat. Setiap skala alat
ukur memiliki batasan skala terkecil yan dapat dibaca. Misalnya mistar nilai terkecilnya 1mm,
jangka sorong 0,1 sampai 0,2 mm dan micrometer sekrup skala terkecilnya 0.01mm sampai
0,001 mm. ketiga jenis alat tersebut merupakan alat ukur panjang.
JANGKA SORONG
Jangka sorong adalah salah satu alat untuk menentuksn dimensi dalam,luar dan kedalaman
suatu benda. Skala vernier / nonius jangka sorong meningkatkan akurasi pengukurannya. Jangka
sorong mempunyai dua skala yaitu skala utama dan skala nonius ( skala geser). Sebagaimana
ditunjukan pada gambar berikut
Jangka sorong terbagi dalam berbagai bagian yang masing-masing memiliki kegunaan,
berikut adalah bagian-bagian jangka sorong :
1. Batang
2. Rahang dalam
3. Rahang luar
4. Depth probe
5. Skala utama (cm)
6. Skala utama (inchi)
7. Skala nonius (mm)
8. Skala nonius (inchi)
9. Pengunci

Fungsi dari bagian-bagian jangka sorong adalah sebagai berikut :


1. Batang berfungsi sebagai badan jangka sorong. Pada batang ini terdapat semua bagian
jangka sorong lainnya.
2. Rahang dalam berfungsi untuk mengukur diameter luar benda. Pada rahang dalam ini
terdiri dari rahang geser dan juga rahang tetap. Rahang geser adalah rahang yang bisa
digerakkan atau digeser sementara rahang tetap adalah rahang yang permanen tidak dapat
digerakkan dan digeser.
3. Rahang luar berfungsi untuk mengukur diameter dalam benda. Pada rahang luar ini juga
terdapat dua bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser
4. Depth probe berfungsi untuk mengukur kedalaman.
5. Skala utama dalam bentuk cm berfungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk
cm
6. Skala utama dalam bentuk inchi berfungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk
inchi
7. Skala nonius dalam bentuk cm berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk
cm
8. Skala nonius dalam bentuk inchi berfungsi sebgagai skala pengukuran fraksi dalam
bentuk inchi
9. Pengunci berfungsi sebagai pengunci rahang geser agar tidak bergerak saat melakukan
pengukuran

CARA MENGGUNAKAN/MENGUKUR :
a. Mengukur diameter dalam :
a. Geser rahang jangka sorong sedikit kekanan.
b. Letakkan benda yang akan diukur sehingga kedua rahang jangka sorong dapat masuk ke
dalam benda tersebut.
c. Geser rahang kekanan hingga kedua rahang jangka sorong menyentuh kedua dinding
dalam benda yang diukur.
b. Mengukur diameter luar :
a. Geser rahang jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara
kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap).
b. Taruh benda yang akan diukur diantara kedua rahang.
c. Geser rahang kekiri sedemikian sehingga benda yang diukur terjepit oleh kedua rahang.

c. Mengukur kedalaman :

a. Taruh benda yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak. Contoh gelas.
b. Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka sorong ke permukaan tabung
yang akan diukur dalamnya.
c. Geser rahang jangka kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menyentuh
dasar gelas.
d. Catat hasil pengukuran.
D.Tingkat Ketelitian :
a. Ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian jangka
sorong adalah : Dx = x 0,01 cm = 0,005 cm.
E. Cara Membaca Skala dan Hasil :
a. Perhatikan skala utama, lihat nilai yang terukur yang lurus dengan angka nol di skala
nonius. dapat menunjukkan posisi berhimpit dengan garis pada skala utama bisa juga
tidak. Jika tidak ambil nilai skala utama yang terdekat di kirinya. Pada tahap ini anda
harus hitung dahulu baru mendapatkan ketelitian sampai 1 mm.
b. Amati Skala nonius, carilah angka pada skala nonius yang berhimpit dengan garis di
skala utama. Pengukuran ini memiliki ketelitian hingga 0,1 mm.
c. Lalu jumlahssskan Skala utama dengan Skala nonius.