You are on page 1of 5

JOURNAL Re-VIEW

Judul Aplikasi Metoda Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger Pada


Survey Gerakan Tanah Di Bajawa, NTT
Jurnal Geofisika (Geolistrik)
Volume & Halaman Vol 6 No 2, Hal :1-10
Tahun Agustus 2011
Penulis Imam Catur Priambodo, Heri Purnomo, Nana Rukmana, Juanda
Reviewer ABD ARRASYID M (1531001)
Tanggal 07 Oktober 2017

Tujuan Penelitian Mengidentifikasi Pergerakan lapisan dibawah permukaan tanah yang


rawan akan terjadinya logsor di permukiman warga
Subjek Penelitian Subjek Di bejawa diindikasikan adanya lubang yang cukup besar dan
dalam di jalan sekitar rumah warga, tepatnya di daerah liameo. Setiap
(Latar Belakang) terjadi hujan, air masuk ke lubang tersebut, namun tidak diketahui
kemana mengalirnya air tersebut.
Metode Penelitian Metode yang digunakan yaitu metode geolistrik dilakukan pada 6
lintasan. Setiap lintasan memiliki panjang 104 m dengan jumlah patok 23
buah dengan jarak antar patok 5 meter. Alat yang digunakan
(resistivitymeter buatan sendiri dan dibantu software Res2dinV LPPM-
ITB).
Alasan Dilakukan Untuk mengidentifikasi apakah daerah Liameo merupakan daerah yang
Penelitian rawan akan terjadinya longsor karna adanya rongga dan batuan di bawah
lapisan tanah sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah
daerah untuk mengambil keputusan apakah daerah tersebut berbahaya
bagi permukiman warga atau tidak.
Variabel Independen

Langkah-langkah Pengukuran geolistrik ini dilakukan pada 6 lintasan. Setiap lintasan


Terapi memiliki panjang 104 meter dengan jumlah patok 23 buah dengan jarak
antar patok 5 meter. Alat yang digunakan dalam pengukuran geolistrik
ini, yaitu resistivitymeter buatan sendiri dilengkapi dengan multimeter,
accu, kabel, porospot, dan injektor arus (Gambar 2). Waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pengukuran geolistrik untuk
setiap lintasan adalah 0,5 - 1 hari. Hal ini dikarenakan pengukuran
bergantung pada cuaca yang tidak menentu (hujan).
Penggunaan Resistivity yang mana memberikan nilai resistansi R = V/I
sehingga nilai resistivitas dapat dihitung dengan : = ( + 1) .
Nilai resistivitas ini dapat diketahui dengan menghubungkan battery
dengan sebuah Ammeter dan elektroda arus untuk mengukur sejumlah
arus yang mengalir ke dalam tanah, selanjutnya ditempatkan dua
elektroda potensial dengan jarak a untuk mengukur perbedaan
potensial antara dua lokasi.

Penggunaan Konfigurasi wenner Schlumberger yang mana


membandingkan jarak antara elektroda C1-P1 (atau C2-P2) dengan
spasi antara P1-P2 seperti pada Gambar 3. Jika jarak antar elektroda
potensial (P1 dan P2) adalah a maka jarak antar elektroda arus (C1 dan
C2) adalah 2na + a. Proses penentuan resistivitas menggunakan 4 buah
elektroda yang diletakkan dalam sebuah garis lurus

Hasil Penelitian

Pada lintasan ini:


a. Pada titik a, terlihat jelas hasil timbunan tanah sehingga lapisan tanah
pun menjadi keras.
b. Pada titik b, terlihat nilai resistivity yang rendah yang
mengindikasikan adanya kumpulan air yang terjebak di titik ini.
c. Pada titik c dan d, terlihat bahwa lapisan ini merupakan lapisan
dengan batuan keras (lempung) dengan resistivity yang tinggi. Kedua
batuan keras ini mengapit batuan lunak di tengah (titik b).
Pada lintasan ini,
a. Pada kedalaman permukaan (0-6m) terdapat konsentrasi air yang
cukup besar. Hal ini disebabkan pengukuran dilakukan setelah terjadi
hujan sehingga tanah masih menyimpan air dalam jumlah yang
cukup besar.
b. Kedalaman (6-10m) umumnya disusun oleh breksi vulkanik.
Sebagian rapuh dan lainnya lapuk menengah hingga rendah.
c. Kedalaman (10-12m) umumnya disusun oleh batu lempung tufaan,
kompak dan lunak.
d. Kedalaman (> 12 m) umumnya disusun oleh tanah lempung.

Pada lintasan ini,


a. Pada kedalaman permukaan (0-6m) umumnya disusun oleh breksi
vulkanik. Sebagian rapuh dan lainnya lapuk menengah hingga
rendah.
b. Kedalaman (6-8m) umumnya disusun oleh batu lempung tufaan,
umumnya kurang kompak dan kurang kuat.
c. Kedalaman (8-12m) umumnya disusun oleh tanah lempung.
d. Kedalaman (>12m) umumnya disusun oleh batuan yang sangat keras
dan kompak seperti alluvium.
Pada lintasan ini,
a. Pada kedalaman permukaan (0-4m) terdapat konsentrasi air yang
cukup besar.
b. Kedalaman (4-9m) umumnya disusun oleh breksi vulkanik. Sebagian
rapuh dan lainnya lapuk menengah hingga rendah.
c. Kedalaman (9-12m) umumnya disusun oleh batu lempung tufaan,
umumnya kurang kompak dan kurang kuat.
d. Kedalaman (12m) umumnya disusun oleh tanah lempung.

Pada lintasan ini,


a. Pada kedalaman permukaan (0-6m) umumnya disusun oleh breksi
vulkanik. Sebagian rapuh dan
lainnya lapuk menengah hingga rendah.
b. Kedalaman (6-9m) umumnya disusun oleh batu lempung tufaan,
umumnya kurang kompak dan kurang kuat.
c. Kedalaman (9m) umumnya disusun oleh tanah lempung.

Pada lintasan ini,


a. Pada kedalaman permukaan (0-4m) terdapat konsentrasi air yang
cukup besar. Hal ini karena pengukuran dilakukan di lapangan
rumput yang menyimpan cadangan air setelah hujan.
b. Kedalaman (4-6m) umumnya disusun oleh breksi vulkanik. Sebagian
rapuh dan lainnya lapuk menengah hingga rendah.
c. Kedalaman (6-9m) umumnya disusun oleh batu lempung tufaan,
umumnya kurang kompak dan kurang kuat.
d. Kedalaman (9m) umumnya disusun oleh tanah lempung.

Kelebihan Penelitian Dalam penelitian ini walaupun menggunakan alat buatan tetapi hasil
dari penelitian geolistrik terhadap pergerakan lapisan tanah telah
dijabarkan secara rinci .
Konfigurasi yang digunakan yaitu gabungan antara konfigurasi
Werner-schlumberger telah menghasilkan citra dimensi/anomaly grafik
dari penelitian tersebut yang diolah secara vertical dan
diinterpretasikan menggunakan software Res2dinV
Kekurangan Penelitian Dalam interpretasi datanya masih kurang dalam bentuk horizontal
sehingga penelitian lubang yang diindikasikan sewaktu-waktu dapat
longsor tidak tahu berapa kelebaran lubang yang diteliti , penelitian ini
hanya menentukan bahwasanya didaerah tersebut terdapat lubang yang
berdasarkan interpretasi data secara vertical.
Kontribusi Dari hasil penelitian tersebut para peneliti menghimbau agar berhati-hati
akan terjadinya longsor bila terjadi hujan deras/debit air yang berada di
lubang tersebut sudah terlalu besar dan tidak dapat ditampung oleh
lapisan tanah tersebut.
Persepi Sebaiknya dalam penelitian geolistrik menggunakan konfigurasi Werner-
Schlumberger harus dilengakapi dalam bentuk horizontal dan vertikel
hasil dari interpretasi datanya.