You are on page 1of 10

1.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu
awalnya disertai demam, namun sekarang sudah tidak demam. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan ronkhi pada kedua basal paru-paru. Pada pemeriksaan sputum didapatkan kuman
berbentuk bulat bergerombol berwarna biru. Apakah penyebab dari penyakt pasien ini:
A. Basil gram (+)
B. Basil gram (-)
C. Spheris gram (+)
D. Kokus gram (+)
E. Kokus gram (-)

2. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD rumah sakit dengan keluhan sesak.
Sesak dirasakan makin memberat dalam 1 minggu terakhir. Pasien biasa meminum obat asma
bila sesaknya kambuh. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 110
x/menit, RR 30 x/menit, t 37.8C. Dan pada auskultasi didapatkan wheezing di seluruh area
paru. Apakah obat yang tepat untuk diberikan dengan nebulizer pada pasien ini:
A. Formoterol
B. Terbutalin
C. Salmeterol
D. Tiotropium
E. Procaterol

3. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk lama dan
didiagnosis sebagai TB paru dengan BTA positif. Dokter memberikan pengobatan Strategi
DOTS kategori I. Hasil evaluasi BTA pada akhir bulan ke-2 setelah pengobatan: BTA positif.
Apakah penatalaksanaan selanjutnya yang paling tepat:
A. OAT Kategori I Fase Intermiten
B. OAT Kategori I Fase Interval
C. Pengobatan Sisipan
D. OAT Kategori II
E. OAT Kategori III

4. Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan panas
badan sejak 5 hari. Pasien juga mengeluh batuk dengan dahak putih kekuningan disertai sesak
napas. Pada pemeriksaan fisik paru didapatkan tanda-tanda keredupan disertai ronki sebelah
kanan bawah. Pada foto toraks didapatkan konsolidasi di kanan bawah. Pada pemeriksaan
laboratorium didapatkan leukosit 15.000 dengan peningkatan neutrofil. Pada pemeriksaan
spirometri didapatkan FEV1 yang menurun disertai FEV1/KV < 70. Apakah pemeriksaan
yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini:
A. Darah lengkap
B. Foto polos abdomen
C. Analisa gas darah
D. Kultur sputum
E. Kultur darah

5. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 3
minggu yll. Keluhan diawali pilek, bersin, demam beberapa hari sebelumnya. Batuk terutama
malam hari sampai sesak dan kadang muntah. Batuk pasien cepat, berkepanjangan diselingi
napas dalam inspirasi dengan nada tinggi. Hasil pemeriksaan muntah ditemukan kuman
coccobacil, Gram negative. Apakah kemungkinan kuman penyebab infeksi pada pasien ini:
A. Staphylococcus aureus
B. Mycobacterium tuberculosis
C. Bordetella pertusis
D. Haemophylus influenza
E. Neisseria meningitides

6. Seorang laki-laki berusia 68 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak napas. Keluhan
sesak sering kambuh-kambuhan dalam 5 tahun ini. Pasien juga mengeluh batuk berdahak
warna putih dan tidak disertai panas badan. Pasien adalah seorang perokok berat. Pada
pemriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 100 x/menit, RR 30 x/menit, temperature
37C. Pada pemeriksaan dada didapatkan bentuk dada barrel chest, stem fremitus normal,
hipersonor pada dada kiri dan kanan serta didapatkan bunyi wheezing dada kiri maupun
kanan. Apakah diagnosis pasien tersebut:
A. Asma bronkiale
B. Tuberkulosis paru
C. Empyema
D. Penyakit paru obstruksi kronis
E. Sindroma obstruksi pasca tuberculosis

7. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan sesak.
Keluhan sesak muncul saat pasien berolahraga, padahal pasien sangat senang berolahraga.
Dari anamnesa didapatkan pasien telah menderita asma sejak 10 tahun yll. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 20 x/menit, temperature 37C. Tidak
didapatkan kelainan pada pemeriksaan toraks. Apakah terapi yang tepat untuk profilaksis
pada pasien tersebut:
A. Teofilin
B. Cromolyn
C. Ipratropium
D. Salmeterol
E. Prednisolon

8. Seorang laki-laki berusia 32 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk. Batuk
dirasakan sejak 1 bulan yll, disertai demam ringan dan sering berkeringat di malam hari. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 80 x/menit, RR 24 x/menit, temperatur
37.5C. Pada pemeriksaan dada kanan didapatkan suara napas bronchial, perkusi redup, tactile
fremitus meningkat, dan suara napas tambahan ronkhi, sedangkan paru kiri dalam batas
normal. Pemeriksaan tambahan apakah yang paling tepat dilakukan pada pasien ini:
A. Darah lengkap
B. Laju endap darah
C. Test protein purified derivate
D. Dahak; pengecatan Ziehl-Neelsen
E. Foto thoraks posisi PA

9. Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan batuk berdahak
bercampur darah sejak 1 hari ini. Batuk dirasakan sejak 2 bulan yll, tapi tidak berdahak
banyak. Pasien mengeluh berat badannya berkurang 10 kg dalam 2 bulan terakhir. 1 bulan ini
pasien sering berkeringat di malam hari. Pasien adalah perokok berat dan selama ini tidak
pernah mengeluh sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak kurus dan
kesakitan, suhu 37.9C, RR 28 x/menit, HR 88 x/menit, TD 140/90 mmHg. Pada pemeriksaan
paru didapatkan penurunan suara napas secara difus. Pemeriksaan foto rontgen thorax
menunjukkan adanya infiltrate dan kavitas di lobus paru kiri atas. Apakah teknik pengecatan
yang paling tepat untuk mengidentifikasi organisme penyebab kasus di atas:
A. Pengecatan Gram
B. Pengecatan Metakromatik
C. Pengecatan Tahan Asam
D. Pengecatan Sederhana
E. Pengecatan Spora

10. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan kluhan nyeri perut kanan
atas. Keluhan dirasakan pasien sejak 2 minggu yll disertai warna kekuningan pada kulit.
Pasien telah didiagnosa TB Paru, mendapat pengobatan selama 3 bulan dan telah terjadi
konversi dahak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 80 x/menit, RR 24
x/menit, suhu 37C, dan pembesaran hati 3 jari bawah arkus kosta. Obat apakah yang paling
mungkin menyebabkan keadaan tersebut:
A. Isoniazid
B. Rifampicin
C. Ethambutol
D. Pirazinamid
E. Streptomisin

11. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke UGD RS Harapan Medika dengan keluhan sesak
napas sejak 6 hari ini. Sesak tidak hilang dengan istirahat dan kalau tidur lebih nyaman jika
miring ke kanan. Sesak disertai batuk tanpa dahak sejak 3 minggu dan badan tambah kurus
disertai keringat malam hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sesak, VS
dbN, RR 26 x/menit. Pada pemeriksaan fisik inspeksi tampak gerak napas tertinggal pada
paru kanan, palpasi ekspansi dinding dada kanan tertinggal, stem fremitus kanan menurun,
perkusi paru kanan redup mulai ICS IV kanan. Dari thorax foto tampak sudut phrenicocostalis
kanan tumpul. Apakah diagnosis yang paling mungkin:
A. Pneumonia paru kanan
B. Pneumonia dengan pleural effusion
C. TB dengan atelektasis
D. TB dengan pleural effusion
E. Pneumonia dengan pneumothorax

12. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke UGD RS Haji dengan keluhan sesak napas.
Keluhan disertai bunyi mengi. Sebelumnya pasien pernah mengalami keluhan seperti ini dan
dirasakan memberat 3 hari yll. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya wheezing di kedua
lapangan paru. Pada pemeriksaan toraks foto didapatkan adanya konsolidasi di paru kanan
bawah. Pada pemeriksaan darah didapatkan leukosit 15000 dan peningkatan eosinofil.
Apakah pemeriksaan lanjutan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien diatas:
A. Foto polos abdomen
B. Pemeriksaan darah
C. Tes alergi
D. Pemeriksaan spirometri
E. Analisa gas darah
13. Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 2 minggu
yll. Keluhan kadang disertai suara nafas. Pasien mengeluhkan sesak sejak 2 bulan yll terutama
bila beraktivitas dan makin lama makin parah. Pasien bekerja sebagai juru parkir. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan GCS 456, TD 120/80 mmHg, HR 100 x/menit, RR 25 x/menit,
suhu 36.2C. Bentuk dada normal, perkusi sonor, suara napas vesikuler di perifer.
Pemeriksaan lain dbN. Apakah diagnosis yang paling mungkin:
A. PPOK
B. Bronkitis kronis
C. Asma bronkiale

14. Seorang anak laki-laki berusia 7 bulan dibawa ke Puskesmas dengan keluhan demam, kadang
batuk sesak tanpa pilek. Bb 4,5 kg. Kakak pasien dengan riwayat serupa. Pemeriksaan apakah
yang dibutuhkan :
A. Foto thorax
B. Tes tuberculin
C. Led
D. Darah lengkap
E. Sputum

15. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk 4 minggu.
Pasien sering demam dan keringat malam. Pemeriksaan ditemukan pembesaran kelenjar leher
disertai erosi dan krusta. Apakah diagnosis pada pasien ini:
A. TB paru aktif
B. Tb parukronik
C. TB paru aktif (curiga) +extrapulmonal limfadenitis TB

19. Seorang laki-laki berusia 35 tahun mengeluh batuk berdarah selama 3 hari. Riwayat pernah
berobat tetapi tidak dilanjutkan (hanya 2 bulan). Pemeriksaan didapatkan tes BTA (+). Pasien
mempunyai tiga orang anak berusia 5,7, dan 8 tahun. Jika sang ayah sudah diobati, ?? apa
yang harus dilakukan terhadap keluarga pasien tersebut:
A. Tes BTA
B. Foto thorax
C. Tes mantaoux

20. Seorang laki-laki berusia 30 tahun mengeluh batuk berdarah selama 3 minggu. Riwayat
pernah didiagnosis menderita TBC dan mendapat pengobatan tetapi tidak dilanjutkan (hanya
2 minggu). Pemeriksaan didapatkan tes BTA (+). Pasien mempunyai tiga orang anak berusia
11,7, dan 2 tahun. Jika sang ayah sudah diobati, apa yang harus dilakukan terhadap anak-anak
pasien tersebut:
A. Terapi OAT D. Foto thorax
B. Terapi profilaksis E. Tes mantaoux
C. Pemeriksaan dahak

21. Anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke RS dengan keluhan batuk 1 bulan. Pengasuh anak
menderita TB dengan hasil pemeriksaan BTA +++/++/++, gambar uji tuberculin tampak
indurasi 1 cm kemerahan. Terapi apakah yang sesuai untuk anak tersebut:
A. Profilaksis TB D. OAT 2
B. Antibiotik profilaksis E. OAT 3
C. OAT 1

22. Anak laki-laki berusia 5 tahun tinggal dengan bapak, ibu, nenek. Bapak peroko 10 batang/
hari. Nenek meninggal 1 bulan yang lalu karena TB. Luas rumah 36 m2. Tindakan apa yang
perlu dilakukan:
A. OAT Profilaksis D. Tes mantoux
B. OAT 6 bulan E. INH 7 bulan
C. OAT sisipan

23. Anak laki-laki berusia 5 tahun tinggal dengan bapak, ibu, nenek. Bapak peroko 10 batang/
hari. Nenek meninggal 1 bulan yang lalu karena TB. Luas rumah 36 m2. Faktor resiko yang
paling berpengaruh adalah:
A. Nenek TB D. Faktor sosial budaya
B. Bapak perokok E. Faktor lingkungan
C. Faktor ekonomi

24. Seorang laki-laki berusia 50 tahun di diagnosis menderita TBC dan mendapat terapi OAT
kategori 1. Dua bulan kemudian dilakukan pemeriksaan BTA didapatkan BTA (+). Apa yang
akan dilakukan selanjutnya:
A. Terapi OAT sisipan C. Terapi OAT kategori 2
B. Terapi OAT kategori 1 D. Terapi OAT kategori 3

25. Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak sejak 1 hari yang
lalu. Sesak dialami sejak kecil terutama apabila terpapar debu dan terkena influenza.
Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah dalam batas normal, nadi 96x/menit, RR
32x/menit, suara nafas bronkovaskuler, wheezing (+), ronkhi (-). Diagnosis apakah yang
paling mungkin:
A. Bronkiektasis D. Bronkitis
B. Bronkiolitis E TBC.
C. Asma Bronkiale

26. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dating dengan keluhan sesak sejak 7 hari yang lalu. Sesak
dirasakan bertambah parah bila pasien miring kiri dan membaik saat miring kanan. Demam (-
), batuk (-), BAK dalam batas normal, RR 24x/menit, regular, hipersonor, pelebaran sela iga,
perkusi dullness mulai iga III ke bawah. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Bronkitis D. Efusi Pleura
B. Bronkopneumonia E. TB paru
C. Pneumothorax

27. Seorang anak perempuan berusia 6 bulan, dibawa dalam keadaan sesak nafas. Tiga hari yang
lalu, pasien tersebut mengalami demam, batuk berdahak, serta sesak yang semakin berat.
Pemeriksaan fisik paru didapatkan suara perkusi hipersonor dan pada auskultasi ditemukan
wheezing dan ronkhi basah basal. Tidak ada riwayat sesak sebelumnya. Diagnosis yang
paling mungkin adalah:
A. Efusi pleura D. Pneumothorax
B. Bronkiolitis E. Bronkopneomonia
C. Asma bronkiale

28. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada dan sesak nafas
mendadak setelah 1 jam sebelumnya mengalami Kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan
didapatkan vesikuler pada lapang paru kiri (-). Esogoni (-).Diagnosis apakah yang paling
mungkin:
A. Empiema dekstra D. TBC milier
B. Pneumotoraks dekstra E. Asma bronkiale
C. Efusi pleura dekstra

29. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun dibawa keluarganya dengan keluhan batuk lebih
dari 3 minggu. Riwayat kontak TB dalam keluarga (-). Skoring TB>6. Penanganan yang tepat
adalah:
A. Observasi 1 minggu
B. Cek BTA sputum
C. Beri antibiotik untuk ISPA biasa
D. Beri regimen OAT 2(HRZ)+ 4 (RH)
E. Beri regmen OAT 2 (HRZE)+ 4 (R3H3)

30. Seorang laki-laki berusia 23 tahun dating dengan keluhan sesak nafas sejak 2 jam yang lau.
Keluhan disertai batuk dan suara nafas yang berbunyi. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan
darah 170/100 mmHg, N 85x/menit, RR 28x/menit, suhu 36C. Pada auskultasi didapatkan
wheezing. Terapi apakah yang perlu diberikan pada pasien ini:
A. Kortokosteroid
B. Anti histamine non sedasi
C. Agonis beta adrenergic reseptor
D. Agonis adrenergic resseptor beta non selektif
E. Selektif agonis beta 2 adrenergik reseptor

31. Seorang laki-laki berusia 69 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk berdahak
kuning, perokok aktif. Pemeriksaan fisik didapatkan wheezing seluruh lapangan paru.
Pemeriksaan laboratorium normal. Diagnosis apakah yang paling mungkin:
A. Asma bronchial D. Bronkitis
B. Asma kronik E. Bronkiektasis
C. PPOK

32. Seorang perempuan berusia 45 tahun didiagnosis menderita gejala TB dan menerima
pengobatan TB 6 bulan tetapi obat tersebut hanya diminum selama 3 minggu karena merasa
baikkan. Pemeriksaan didapatkan BTA sputum (+)3. Termasuk kategori apakah sekarang
pasien tersebut:
A. TB putus obat D. TB relaps
B. TB kambuh E. TB drop out
C. TB baru

33. Seorang laki-laki berusia 40 tahun batuk berdahak selama 1 bulan, berat badan menurun
drastis, sering keringat malam. Pengobatan yang paling benar adalah:
A. RHZE D. RH
B. RHZES E. RZ
C. RHE

34. Seorang laki-laki berusia 40 tahun masuk dengan gejala-gejala TB dan BTA (+), sebelumnya
pernah pengobatan 6 bulan tapi baru 3 minggu berobat sudah berhenti karena merasa keluhan
sudah berkurang. Termasuk kasus apakah ini:
A. Kasus Baru D. Kasus putus obat
B. Kasus default E. Kasus drop out
C. Kasus relaps

35. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan gejala khas TB dan BTA (+), riwayat
pengobatan 6 bulan dan dinyatakan sembuh. Obat kategori berapa yg diberikan:
A. Kategori I D. Kategori IV
B. Kategori II E. OAT lini kedua
C. Kategori III

36. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang dengan keluhan batuk selama 3 minggu, berdahak
warna putih. Riwayat pengobatan TB selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh. Pemeriksaan
sekarang BTA(-). Bagaimana pengobatannya:
A. Kategori I D. Obat simtomatis
B. Kategori II E. Kategori IV
C. Kategori III

37. Seorang laki- laki berusia 69 tahun, datang dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu.
Batuk sejak 2 tahun terakhir. Perokok berat. Pemeriksaan fisik ditemukan wheezing pada
kedua lapang paru. Diagnosa yang paling mungkin adalah:
A. Asma bronchial D. TB
B. Asma cardial E. Bronkitis
C. PPOK

38. Seorang perempuan berusia 19 tahun, datang ke Puskesmas karena haid tidak teratur selama
tiga bulan. Enam bulan yang lalu didiagnosis TB dan mendapat regimen RHEZS. Obat
manakah yang dapat menimbulkan efek samping gangguan haid:
A. Rifampisin D. Ethambutol
B. Isoniazid E. Streptomisin
C. Pirazinamid

39. Seorang anak perempuan berusia 9 tahun diantar ibunya ke UGD RS dengan keluhan sesak
napas sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai batuk, tidak ada demam, pasien masih bisa
menceritakan keluhannya dalam kalimat yang terputus-putus. Keluhan yang sama sudah
dialami pasien 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anak gelisah, sianosis (-),
denyut nadi 120x/menit, frekuensi napas 44x/menit, retraksi suprasternal dan interkostal (+),
wheezing ekspresi dan inspirasi. Pasien sudah mendapat inhalasi 2 agonis 2x dan responsnya
parsial. Apakah diagnosis yang paling mungkin:
A. Asma persisten
B. Asma episodic sering serangan berat
C. Asma episodic sering serangan sedang
D. Asma episodic jarang serangan berat
E. Asma episodic jarang serangan sedang

40. Seorang perempuan berusia 22 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS dengan keluhan sesak
napas. Keluhan disertai dengan mengi sejak 1 hari yang lalu. Pasien telah berulang kali
merasakan keluhan yang sama dalam 1 minggu terakhir dan saat ini telah 5 kali
menyemprotkan obat inhaler anti asma yang dimilikinya tetapi tidak ada perbaikan. Pasien
sulit sekali untuk berbicara, bila menjawab pertanyaan terbata-bata. Pemeriksaan fisik
menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, frekuensi napas 32
x/menit, suhu 37 C. Apakah kategori serangan asma yang paling tepat:
A. Status asmatikus D. Intermiten berat
B. Persisten berat E. Intermiten sedang
C. Persisten sedang