You are on page 1of 16

KULTUR JARINGAN :

PENDAHULUAN

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa
diharapkan dapat mengetahui tentang
sejarah, terminologi dan aspek-aspek
penting dalam bidang Kultur Jaringan

1
Asas dan sejarah kultur jaringan
1839 Schwann & Scheilden: Setiap sel adalah suatu
unit hidup yang bebas. Melahirkan dasar postulat: bahwa
sel-sel yang telah berdiferensiasi mempunyai totipotensi,
yaitu suatu keupayaan sesuatu sel menghasilkan
organisme secara keseluruhan.
1889 G. Haberlandt (Jerman): membuktikan makna
totipotensi suatu sel tumbuhan. Haberlandt
mengkulturkan jaringan palisade daun Lamium
purpureum dan Eichornia rassipes, epidermis
Ornithogalum dan epidermis rambut Pulmonaria
mollissima dalam larutan Knop.
1922 Robins (US) dan Kotte (Jerman): mengkulturkan
meristem yang diisolasi dari akar kecambah rumput
dalam medium cair mengandung garam anorganik &
glukosa. Ujung-ujung akar tumbuh dan membentuk
sistem akar baru tetapi pertumbuhannya berkurang dan
akhirnya berhenti. 2
1922 Knudson (US) berhasil mengkulturkan
benih anggrek secara in vitro. Ini merupakan
kesuksesan yg sangat penting dalam
peranggrekan.

1934 White (US) dan Gautheret (Perancis)


White berhasil menumbuhkan akar tomat dlm
medium cair yg mengandung garam-garam
anorganik, ekstrak yis dan sukrosa dan dapat
tumbuh selama 28 tahun dengan 1600 kali
subkultur.
Gautheret (Perancis) berhasil menumbuhkan
jaringan kambium Salix caprea dan spesies
tumbuhan berkayu lainnya.
3
Tanaman organisme multiseluler kompleks
Kemajuan dalam ilmu fisiologi tumbuhan, sitologi dan
biokimia telah memungkinkan organisme multiseluler
dikembalikan pada ground state pada level sel dengan
semua potensi genetik yang sama.
Sel-sel yang tak terorganisir dapat dimanipulasi seperti
mikroba.
Sel-sel tersebut diatur menjadi tanaman lengkap
melalui manipulasi lingkungan tumbuhnya.
Bagaimana mengisolasi bagian-bagian tanaman (sel,
protoplasma, tepung sari, ovari, dsb) dan ditumbuhkan
secara tersendiri, dipacu untuk memperbanyak diri dan
akhirnya diregenerasikan kembali menjadi tanaman
lengkap dalam suatu lingkungan yang aseptik dan
terkendali dikenal dengan TEKNIK KULTUR
JARINGAN atau KULTUR IN VITRO
4
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi
bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel,
sekelompok sel, jaringan dan organ serta
menumbuhkannya dalam kondisi aseptik,
sehingga bagian-bagian tersebut dapat
memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi
tumbuhan utuh kembali.
Aspek-aspek penting dlm penerapan kultur jaringan:
1. Regenerasi dan perbanyakan mikro secara vegetatif dalam
jumlah besar dan waktu yang singkat.
2. Mempercepat pencapaian tujuan dalam pemuliaan tanaman.
3. Produksi persenyawaan2 skunder yg dibutuhkan manusia
(pewarna, farmasi, zat makanan) dgn tingkat produksi yg setara
atau lebih tinggi dari tanaman asalnya.
4. Sarana penelitian dalam bidang fisiologi & biokimia tumbuhan
5. Penelitian ke arah penyimpanan jangka panjang terhadap
sel/jaringan/organ tanaman.
5
Dalam Kultur Jaringan
Pertumbuhan eksplan atau inokulum dalam
lingkungan aseptik/steril dan terkendali.
Implikasinya Laboratorium
Didirikan pada kawasan bersih dan tidak banyak
polutan
Diperlukan penataan ruangan laboratorium
Kegiatan kultur jaringan dibagi dalam kelompok:
- Persiapan; persiapan media & bahan tanaman
- Isolasi dan penanaman
- Inkubasi dan penyimpanan kultur.

6
7
Bioteknoloi tanaman lebih kompleks dari biotek. mikroba
Memerlukan vektor yang tepat untuk regenerasi yang tepat.
Jika produksi tanaman harus melalui tanaman lengkap, Sel-
sel yang sudah mengalami perubahan genetik harus dapat
diregenerasikan kembali menjadi tanaman agar bernilai
dalam bidang agronomi dan industri, kecuali jika produksi
yang diharapkan adalah produksi bahan-bahan skunder
untuk industri atau farmasi.
Secara teoritis, semua sel hidup dalam tanaman berasal
dari 1 sel zigot dalam ovari dapat diregenerasikan.
Walaupun sel hanya berdiferensiasi membentuk daun,
batang, akar dan bunga tetapi mereka tetap mempunyai
informasi genetik yang sama dengan zigotnya. Hanya saja
tidak semua gen pada kromosom2 diekspresikan pada
waktu sama.
8
9
10
11
Maka dalam regenerasi diperlukan perlakuan yang
dapat memicu (triggering) ekspresi gen pada tingkat
perkembangan tertentu.
Dari kultur in vitro diketahui bahwa pertumbuhan dan
perkembangan sel tanaman dapat diubah dengan
pemberian fitohormon.
Efektifitas dari pengaturan growth dan development
dipengaruhi oleh
- jenis persenyawaan yg tepat, konsentrasinya,
perimbangan jumlah masing-masing jenis.
- bagian tanaman, genotip, umur fisiologis, dan
musim pengambilan.
- faktor lingkungan tumbuh, seperti hara yg
diberikan, pH media, cahaya, suhu dan
kelembaban.
12
Aplikasi dari teknik meregenerasikan sel tanaman
sesuai dengan keperluan dan kemampuan kita
adalah:
Untuk perbanyakan tanaman untuk keperluan industri:
tanaman tanpa biji, tanaman dengan pertumbuhan yang
lambat, tanaman hibrida, tanaman yang dieksploitasi
secara masal.
Untuk penyediaan stek tanaman yang bebas virus, seperti:
jeruk, anggrek, bawang putih, strawberry dan sebagainya
melalui kultur meristem.
Untuk membantu dalam pemuliaan tanaman
- Menyediakan tetua homozigot melalui kultur microspore.
- Menghasilkan variasi baru melalui variasi somaklonal
- Menghasilkan hibrida baru melalui fusi protoplasma
- Polyploid
- Mutasi
13
Selanjutnya,

Untuk membantu dalam fitofarmasi melalui:


- Kultur sel untuk produksi metabolit sekunder.
- Kultur organ seperti kultur akar rambut hasil
transformasi dengan Agrobacterium rhizogenes.
- Seleksi lini sel dengan potensi produksi yang
lebih tinggi.
Kemungkinan untuk preservasi plasma nutfah
jangka menengah dan jangka panjang dengan
memanfaatkan cryopreservasi.

14
Di Indonesia telah ada laboratorium skala
komersial untuk komoditi: anggrek, kelapa
sawit, kentang dan rami.
Untuk menunjang pertanian dan farmasi di
Indoneisa,
- Harus ditentukan komoditi yang sesuai
dengan kebutuhan kita, kemampuan kita
dan teknik reproducible.
- Komoditi yang dipilih haruslah yang menciri
dan tidak dilakukan oleh laboratorium lain
agar tidak terjadi persaingan dan tumpang
tindih yang tidak perlu.
15
TERIMA KASIH

16