You are on page 1of 12

RIZKI PURWANING WULAN

ANALISA KUALITATIF AIR PROSES INDUSTRI TEKSTIL

I. MAKSUD DAN TUJUAN


1.1 Maksud
Praktikan mengetahui dan memahami bagaimana cara menganalisis air contoh uji
secara kualitatif.

1.2 Tujuan
Praktikan mampu melaksanakan dan mengetahui hasil dari analisa air contoh uji secara
kualitatif.

II. TEORI DASAR


Industri tekstil merupakan industri yang memakai cukup banyak air dalam menghasilkan
produk. Dalam industri tekstil sebagain besar proses merupakan proses basah tekstil dimana
digunakan air dalam volume yang cukup besar, dari mulai proses awal pretreatment sampai
finishing.

Untuk memenuhi kebutuhan air proses pada bagian finishing umumnya digunakan air
dari sumber alam. Air dari sumber alam terdiri dari:

1. Air Hujan
Yaitu semua air yang berasal langsung dari atmosfer.

2. Air Permukaan (Surface)

Merupakan air hujan yang telah berkumpul dalam danaudanau atau sungaisungai.

3. Air Tanah Permukaan (Sub Soil)

Merupakan air yang telah meresap kedalam lapisan sub soil dan terkumpul dalam
sumur dangkal.

4. Air Tanah Dalam (Dref Weil)


Merupakan air yang terdapat pada lapisan yang lebih dalam yang terpisah ari air sub
soil oleh lapisan impermeable. Air jenis ini mengalir melintasi bumi samil mendapatkan
penucian alami.
RIZKI PURWANING WULAN

Air air dari sumber alam ini mengandung zatzat yang beraneka ragam jenis baik
jumlah ionion maupun kotorankotoran yang terkandung didalamnya, tergantung dari
sumbernya. Untuk keperluan proses pada bagian finishing, air yang digunakan memerlukan
persyaratan tertentu karena adanya ionion dan kotoran tertentu yang dapat mempengaruhi
hasil proses.

Beberapa faktor yang biasanya berpengaruh adalah :

1. Warna dan Kekeruhan


Warna air biasanya disebabkan oleh adanya zatzat organic yang terlarut dan
berikatan dengan Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Sedangkan kekeruhan disebabkan oleh
partikel yang tersuspensi, baik berasal dari bahan organik maupun anorganik misalnya
kotoran tumbuhan, lumpur dan sebagainya.

2. Derajat Keasaman (pH)


pH merupakan kadar asam atau basa didalam larutan dengan melihat
konsentrasi hidrogen (H+). Suasana asam dalam air akan mempengaruhi beberapa
proses dan akan merusak beberapa jenis bahan tekstil terutama bahan selulosa.
Suasana alkali misalnya Natium Hidroksida akan merusak pipapipa logam,
menyebabkan kerapuhan yang dikenal dengan istilah kerapuhan kostik.

3. Alkalinitas
Alkalinitas dalam air alam sebagian besar disebabkan oleh adanya bikarbonat
dan sisanya oleh karbonat dan hidroksida. Jika kadar alkalinitas terlalu tinggi akan
menyebabkan karatkarat pada pipa sehingga pada saat proses berlangsung, karat-
karat tadi akan terbawa air dan menodai bahan tekstil. Jika kadar alkalinitas terlalu
rendah dan tidak seimbang dengan kesadahan dapat menyebabkan kerak CaCO3 pada
dinding pipa dan dinding ketel uap sehingga tekanan menjadi lebih tinggi.

4. Besi (Fe)
Garam garam besi berpengaruh pada beberapa proses industri tekstil, pada
proses pemasakan dan pengelantangan, garamgaram besi selain dapat menyebabkan
noda noda-noda kuning coklat yang mengotori pada bahan tekstil juga dapat
memperbesar kerusakan bahan selulosa, karena logamlogam berat berfungsi sebagai
katalis dalam penguraian zat pengelantang.Senyawa besi juga dapat bereaksi dengan
RIZKI PURWANING WULAN

beberapa jenis zat warna, sehingga dalam proses pencelupan menghasilkan warna
celupan yang tidak sesuai dengan yang dikehendaki.

5. Silikat (Si)
Adanya silikat didalam air alami umumnya disebabkan adanya degradasi dari
batuan yang mengandung silikon. Hasil degradasi silikat tersebut berbentuk partikel-
partikel yang tersuspensi dalam koloidal. Pada umumnya kandungan silikat dalam air
berkisar 1-30 mg per liter. Dalam industri, adanya silikat sebaiknya dihindari karena
silikat ini sangat sukar dihilangkan terutama bila berbentuk endapan silikat dalam pipa-
pipa besi dari ketel uap yang bertekanan tinggi.

6. Klorida (Cl)
Kadar klorida yang terlalu tinggi akan menyebabkan kerusakan pada peralatan
yang terbuat dari besi, karena klorida bersifat korosif. Kandungan klorida di alam
berkisar kurang dari 1 mg/L hingga beberapa ribu mg/L didalam air laut. Air buangan
industri sebagian besar menaikkan kadar klorida air termasuk manusia dan hewan yang
membuang kotoran dimana umumnya memiliki kandungan klorida dan nitrogen yang
cukup tinggi.

7. Zat Organik
Adanya zat organik didalam air akan menyebabkan terjadinya bau dan warna
yang tidak dikehendaki dalam air proses. Zat organik dapat ditunjukkan dengan oksidasi
menggunakan kalium permanganat. Kalium permanganat ini akan mengoksidasi zat
organik, hal tersebut ditunjukkan dengan hilangnya warna ungu dari kalium
permanganat

Reaksi reaksi :

Pengujian Silikat :

SiO2 + (NH4)2(Mo12O10) H4 (Si Mo12O10)

Silikat silikat bereaksi dengan molibdat dalam larutan asam membentuk


kompleks berwarna kuning yang larut dalam air dan asam.

Pengujian Klorida:

Cl- + AgNO3 AgCl (endapan putih) + NO3-


RIZKI PURWANING WULAN

Pengujian Fe

Fe2+ Fe2+ + K3Fe(CN)6 KFe(Fe(CN)6) + 3K+

Fe3+ Fe3+ + KCNS Fe(CNS)3 (endapan merah darah) + K+

Pengujian SO42-

SO42- + BaCl2 BaSO4 (endapan putih) + 2 Cl-

Pengujian Ca2+

Ca2+ + (NH4)2C2O4 CaC2O4 (endapan putih) + 2 NH4+

Pengujian Zat Organik

KMnO4 Mn2+ (tak berwarna)

Adanya zat zat organic akan mereduksi ion Mn7+ menjadi io Mn2+ yang tidak
berwarna

Pengujian Mg

Mg2+ + O2N N=N OH alkali


O2N N=N OH + MgOH

Pengujian Al

Analisis Kuantitatif Kadar Klorida

Klorida di dalam air biasanya terdapat sebagai NaCl mungkin berasal dari limbah-
limbah atau dari lapisan-lapisan yang melapisi air. Jika NaCl terdapat dalam jumlah tertentu,
RIZKI PURWANING WULAN

hal ini berguna bagi pembasahan pada finishing. Kadar klorida di dalam air proses tekstil
dibatasi oleh standar karena klorida bersifat korosif.

Ada dua cara penentuan kadar klorida dalam air, yaitu cara Argentometri dan
Merkurimetri. Cara yang paling sering digunakan yaitu cara Argentometri yang dikenal dengan
cara Mohr. Pada metoda Mohr, klorida diendapkan oleh AgNO3 membentuk endapan AgCl
yang berwarna putih. AgCl yang terbentuk akan setara (equivalent) engan kandungan klorida
di dalam air.

Kalium Kromat digunakan sebagai indicator, semua AgCl akan terbentuk lebih dulu
sebelum endapan Ag-Kromat yang berwarna merah terbentuk. Kondisi titrasi harus
diusahakan dalam suasana netral sampai basa dengan pH antara 7-10. Jika dilakukan dalam
suasana asam maka konstanta ionisasi asam kromat kecil, sehingga kromat bereaksi dengan
hidrogen.

Metode ini dapat digunakan untuk konsentrasi klorida sampai 2000 mg/L, untuk
konsentrasi yang lebih tinggi sebaiknya dilakukan pengenceran.

Reaksi

HCl + AgNO3 AgCl + HNO3

2AgCl + K2CrO4 Ag2CrO4 (endapan merah bata) + 2 KCl

III. PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan:
a. Tabung reaksi
b. Rak tabung reaksi
c. Penjepit tabung reaksi
d. Penangas air

Pereaksi yang digunakan : Air contoh uji


RIZKI PURWANING WULAN

a. Analisis Kualitatif Kalsium


CH3OOH 10% (Asam Asetat 10%)
(NH4)2C2O4 (Ammonium Oksalat)

b. Analisis Kulitatif Magnesium


Quinalizarin alkali
NaOH 10% (Natrium Hidoksida 10%)

c. Analisis Kualitatif Ferro


HCl (Asam Klorida)
K3Fe(CN)6 (Kalium Ferisianida)

d. Analisis Kualitatif Ferri


HCl (Asam Klorida)
K4Fe(CN)6 (Kalium Ferosianida)
KCNS
e. Analisis Kualitatif Aluminium
CH3COONa (Natrium Asetat)
Aluminon

f. Analisis Kualitatif Mangan


H2SO4 4 N (Asam Sulfat 4 N)
KIO4 padat

g. Analisis Kualitatif Silikat


HCl (Asam Klorida)
(NH4)6Mo7O24.4H2O 5% (Ammonium Molobdat 5%)

h. Analisis Kualitatif Klorida


HNO3 4 N (Asam Nitrat 4 N)
AgNO3 0,1 N (Perak Nitrat 0,1 N)
RIZKI PURWANING WULAN

i. Analisis Kualitatif Sulfat


HCl 4 N (Asam Klorida 4 N)
BaCl2 0,5 N (Barium Klorida 0,5 N)

j. Analisis Kualitatif Zat Organik


H2SO4 10% (Asam Sulfat 10%)
KMnO4 0,01 N (Kalium Permanganat 0,01 N)

k. Analisis Kuantitatif Kadar Klorida


AgNO3 0,01 N
Indikator K2CrO4

l. Analisis Kuantitatif Total Suspention Solid (TSS)


Air contoh uji

3.2 Cara Kerja

a. Uji Silikat (Si)


Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Menambahkan 2-3 tetes HCl 4N (sebagai pengasam).
Menambahkan 2-3 tetes Amonium Molibdat 5%.
Memanaskan sebentar jika perlu, kemudian didinginkan.
Jika larutan berwarna kuning berarti mengandung silikat.

b. Uji Klorida (Cl)


Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Menambahkan 2-3 tetes HNO3 4N (sebagai pengasam).
Menambahkan AgNO3 0,1N.
Jika terjadi endapan putih yang larut dalam amoniak berarti contoh uji mengandung
klorida.
RIZKI PURWANING WULAN

c. Uji Besi (Fe)


Penentuan Fero (Fe2+)

Memasukkan 1 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.


Menambahkan 1 tetes HCl (sebagai pengasam).
Menambahkan 2-3 tetes K3Fe(CN)6.
Jika terjadi endapan yang berwarna biru trumbull berarti air mengandung Fe2+.
Penentuan Feri (Fe3+)

Memasukkan 1 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.


Menambahkan 1 tetes KCNS.
Jika larutan berwarna merah darah kemungkinan mengandung Fe3+.

d. Uji Sulfat
Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Menambahkan 5 tetes HCl 4N.
Menambahkan 5 tetes BaCl2 0,5N.
Jika terjadi kekeruhan (endapan) putih berarti contoh uji mengandung sulfat.

e. Uji Calsium (Ca2+)


Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Mengasamkan dengan menambah 2-3 tetes asam asetat 10%.
Menambahkan 5 tetes ammonium oksalat 4%.
Jika timbul endapan putih menunjukkan adanya ion Ca2+.

f. Uji Magnesium (Mg2+)


Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Menambahkan 5 tetes magneson akan timbul warna merah.
Menambahkan 5 tetes NaOH 10% warna merah akan berubah menjadi biru ungu.
Mendidihkan sebentar kemudian mendinginkannya.
Jika timbul endapan biru yang terpisah menunjukkan adanya ion Mg2+.
RIZKI PURWANING WULAN

g. Uji Aluminium (Al3+)


Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Mengasamkan dengan menambah 2 mL HCl 1N
Menambahkan 3 mL ammonium asetat 3N.
Menambahkan 3 tetes aluminon kemudian diaduk.
Jika timbul endapan merah terang menunjukkan adanya ion Al3+.

h. Mangan (Mn2+)
Masukkan 2 mL air contoh kedalam tabung reaksi
Tambahkan 2-3 tetes H2SO4 4 N)
Tambahkan sedikit KIO4 padat (bubuk), kemudian panaskan
Jika warna air berubah menjadi violet maka air contoh uji mengandung Mangan.

i. Uji Zat Organik


Memasukkan 2 mL air contoh uji dalam tabung reaksi.
Mengasamkan dengan 5 tetes H2SO4 10%.
Menambahkan 4 tetes KMnO4 0,01N.
Adanya zat organik ditunjukkan dengan hilangnya warna KMnO4.
RIZKI PURWANING WULAN

3.3 Data Pengamatan


NO PENGUJIAN Hasil Pengujian Warna Hasil
Analisis
2+
1 Analisis Kualitatif Calsium (Ca ) + Terdapat
endapan putih
2 Analisis Kulitatif Magnesium (Mg2+) + Terdapat
endapat biru
2+
3 Analisis Kualitatif Fero (Fe ) + Terdapat
endapat biru
3+
4 Analisis Kualitatif Feri (Fe ) Terdapat
+ endapat biru
5 Analisis Kualitatif Aluminium (Al3+) + Warna larutan
menjadi merah
terang
6 Analisis Kualitatif Mangan (Mn2+) - Warna air tidak
berubah
(warna bening)
7 Analisis Kualitatif Silikat (Si) + Larutan
berwarna
kuning
8 Analisis Kualitatif Klorida (Cl) + Terdapat
endapan putih
yang larut
dalam amoniak
9 Analisis Kualitatif Sulfat Terdapat
endapan keruh
+ putih
10 Analisis Kualitatif Zat Organik KMnO4 tidak
_ hilang
RIZKI PURWANING WULAN

IV. PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini, praktikan melakukan uji kualitatif dimana hanya mengecek
kandungan dari suatu sampel, dan sampel yang diuji adalah air berwarna sedikit kekuningan
dan ada sedikit endapan yang terlihat secara kasat mata praktikan. Setelah diuji kualitiatif
ternyata yang terkandung dalam sampel air tersebut adalah Calsium (Ca2+), Magnesium (Mg2+),
Fero (Fe2+), Feri (Fe3+), Aluminium (Al3+), Silikat (Si), Klorida (Cl) & Sulfat, Sisanya tidak
terdeteksi, ada juga terdeteksi namun pada saat uji penentuan tidak terdeteksi sehingga diambil
kesimpulan tidak terdeteksi.
Hal yang perlu dicermati adalah tidak terdeteksinya kandungan zat organik dalam sampel
air ini. Ini menjadi sedikit ganjil karena dari literature yang ada, air di daerah tropis pasti ada
kandungan zat organiknya walaupun kadarnya hanya sedikit. Akan tetapi dari pengujian zat
organik penentuan tidak terdeteksi. Praktikan mengasumsikan bahwa kadar zat organiknya
hanya sedikit, sehingga perlu beberapa kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Warna air sampel terlihat kekuningan, walaupun tidak sekuning sampel-sampel air yang
lainnya. Warna kuning pada air juga adalah salah satu indikator yang menandakan bahwa air
tersebut mengandung besi didalamnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata memang benar
Jika dalam air ini mengandung kadar besi yang cukup tinggi dan digunakan sebagai air proses
tekstil tentu akan menganggu bahkan tidak cocok. Air tersebut akan menghambat terutama
pada proses pemasakan dan pengelantangan. Noda-noda kuning kecoklatan yang ditimbulkan
oleh besi akan mengotori pada bahan tekstil juga dapat memperbesar kerusakan bahan
selulosa, karena logamlogam berat berfungsi sebagai katalis dalam penguraian zat
pengelantang. Senyawa besi juga dapat bereaksi dengan beberapa jenis zat warna, sehingga
dalam proses pencelupan menghasilkan warna celupan yang tidak sesuai dengan yang
dikehendaki.
Kemudian yang tidak terdeteksi lagi adalah Mangan, asumsi praktikan adalah kadarnya
sedikit. Ini juga bisa dikuatkan dengan sampel air yang mempunyai endapan relative sedikit
dibanding dengan sampel air lainnya. Karena endapan dalam air disebabkan oleh partikel yang
tersuspensi, baik berasal dari bahan organik maupun anorganik misalnya kotoran tumbuhan,
lumpur dan sebagainya.
Selain dari yang tidak terdeteksi, yang terdeteksi seperti Klorida (Cl), jika terlalu tinggi
akan merusak peralatan yang terbuat dari besi, Karena Klorida (Cl) bersifat korosif. Di alam
Klorida (Cl) kandunganya berkisar kurang dari 1 mg/L. Untuk sampel air ini sementara belum
RIZKI PURWANING WULAN

diketahui berapa kandungannya. Tapi akan dilakukan pengujian kuantitatif kadar klorida di
pengujian berikutnya.

V. KESIMPULAN

Secara kualitatif sampel air atas nama Rizki Purwaning Wulan 12050010 mengandung
Calsium (Ca2+), Magnesium (Mg2+), Fero (Fe2+), Feri (Fe3+), Aluminium (Al3+), Silikat (Si), Klorida
(Cl) dan Sulfat.