You are on page 1of 81

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris pada Perusahaan


Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2014)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)
pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Disusun Oleh:

ANNISA CHOLIL
B200 120 192

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
HALAMAN PERSETUJUAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN


AUDITOR (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di
BEI Tahun 2011-2014)

SKRIPSI

Oleh:

ANNISA CHOLIL

B 200 120 192

Telah diperiksa dan didetujui untuk diuji oleh:

Dosen Pembimbing

(Dra. Nursiam, MH, Akt, CA)

ii
HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN


AUDITOR

(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2011-
2014)

OLEH

ANNISA CHOLIL

B200120192

Telah Dipertahankan Di Depan Dewan Penguji

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pada Hari Sabtu, 22 Oktober 2016

Dan Dinyatakan Memenuhi Syarat

Dewan Penguji:

1. Dra. Nursiam, MH, Akt, CA


(Ketua Dewan Penguji)
2. Dra. Rina T, AK, M.Si, PHD
(Anggota 1 Dewan Penguji)
3. Fuzan, SE, M.Si
(Anggota 2 Dewan Penguji)

Mengetahui

iii
MOTTO

Barang siapa bersungguh-sungguh, sesungguhnya kesungguhannya itu

adalah untuk dirinya sendiri

(QS.Al-Ankabut : 6)

Sesungguhnya sesudah kesulitan akan datang kemudahan. Maka

kerjakanlah urusanmu dengan sungguh-sungguh dan hanya kepada Allah

kamu berharap...

(Q.S.Al-Insyirah: 6-8)

Mungkin kamu harus bertarung didalam pertempuran lebih dari satu

kali untuk meraih kemenangan

-Margareth Thatcher-

Saya menemukan bahwa semakin keras saya bekerja, semakin

beruntung saya didalam hidup ini

-Thomas Jefferson-

Everything will be good as long as you do your best. Because if you do,

there will be no regrets.

-Tifanny Hwang-

v
PERSEMBAHAN

Dengan mengucap syukur atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-

Nya, hingga terselesaikan skripsi ini, sebuah karya ini penulis persembahkan

untuk :

1. Allah SWT, yang telah memberikan anugrah sepanjang hidupku,

senantiasa mencurahkan nikmat serta hidayah-Nya dan memberikan

kesempatan untuk terus belajar dan berusaha.

2. Rasulullah SAW, yang telah mewaiskan ajaran dan tuntutannya

kepada kita semua. Semoga kita mencontoh dan mengikuti ajaran Nabi

Muhammad SAW.

3. Ayahanda dan Ibunda yang tercinta. Tidak ada untaian kata yang

sanggup aku ungkapkan betapa besar pengorbanan yang tiada lekang,

keikhlasan, semangat yang terus engkau berikan untukku serta doa

yang engkau panjatkan untukku dan kasih sayang yang telah engkau

berikan untukku.

4. Kedua adikku, terima kasih atas doa, dukungan, dan motivasi yang

telah kalian berikan untukku.

5. Teman-temanku yang tersayang, terima kasih untuk semangat,

perhatian dan motivasi yang kalian berikan untukku. Semoga kelak

kita bisa menggapai kesuksesan bersama.

6. Untuk teman seperjuangan akuntansi angkatan 2012. Terimakasih atas

suka duka yang telah dijalani bersama selama ini.

vi
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat, hidayah dan berkah-Nya yang tiada terbatas dalam

menyelesaikan skripsi yang berjudul ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR (Studi Empiris pada

Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2014). Penulisan

skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi

Strata Satu (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Banyak pihak yang membantu dalam penyusunan skripsi ini. Pada

kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya dan

segala petunjuk, kekuatan dan kemudahan untuk semuanya.

2. Bapak Dr. Triyono, SE, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

3. Bapak Dr. Zulfikar, SE, M.Si selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Muhammadiyah Surakarta.

vii
4. Ibu Dra. Nursiam, MH, Akt, CA selaku Dosen Pembimbing yang telah

banyak memberikan bimbingan, menyempatkan waktu, dan memberikan saran

dan arahan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

5. Bapak Fauzan, S.E, M.si Selaku Pembimbing Akademik yang telah

membimbing dan memberi arahan selama berkuliah di UMS.

6. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah

Surakarta yang telah memberikan banyak ilmu yang bermanfaat bagi penulis.

7. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Muhammadiyah Surakarta yang turut membantu dalam kelancaran

perkuliahan.

8. Kedua orang tuaku yang tercinta (Bapak Agus dan Ibu Suryati) yang telah

memberikan banyak dorongan, kasih sayang, saran, masukan, nasehat juga

semangat, dan doa yang tak pernah putus sehingga penulis mampu

menyelesaikan skripsi dengan penuh semangat.

9. Kedua adikku Riski dan Yahya yang senantiasa memberikan dorongan dan

hiburan kepada penulis sehingga dapat tetap semangat menyelesaikan skripsi.

10. Sahabat-sahabat tersayang ica, rere, che, jeje, dan tidak bisa di sebut satu-satu

terimakasih atas doa, dukungannya serta semangatnya.

11. Untuk kakak-kakak dan adik-adik tingkat yang telah memberikan bantuan dan

saran, terima kasih.

12. Teman-teman Keluarga Mahasiswa Akuntansi khususnya angkatan 2012.

13. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

memberikan bantuan secara langsung maupun tidak langsung kepada penulis.

viii
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak

kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Untuk itu kritik

dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan skripsi ini

agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang. Penulis

berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang

berkepentingan.

Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Surakarta, Oktober 2016

Penulis,

ANNISA CHOLIL

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................. i

HALAMAN PERSETUJUAN.................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI............................... iv

HALAMAN MOTTO.................................. .............................................. v

HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. vi

KATA PENGANTAR................................................................................. viii

DAFTAR ISI.............................................................................................. xi

DAFTAR TABEL....................................................................................... xiv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xv

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xvi

ABSTRACT. xvii

ABSTRAKSI............................................................................................... xviii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1

B. Perumusan Masalah........................................................................ 6

C. Tujuan Penelitian............................................................................. 6

D. Manfaat Penelitian .......................................................................... 6

E. Sistematika Penulisan....................................................................... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 9

A. Landasan Teori .............................................................................. 9

x
1. Teori Agensi .............................................. 11

2. Teori Auditor Switching / Pergantian KAP ................................ 10

3. Peraturan Menteri Keuangan No.17/PMK01/2008..................... 12

4. Pergantian Manajemen ............................................................... 15

5. Leverage........................................................................... 15

6. Ukuran KAP.... ............................................. 16

B. Penelitian Terdahulu....................................................................... 18

C. Kerangka Pemikiran ...................................... 20

D. Hipotesis ............................................................ 21

BAB III METODE PENELITIAN ........................................................... 23

A. Jenis dan Sumber Data.................................................................. 23

B. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling......................................... 24

C. Metode Pengumpulan Data ............................... 24

D. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel ... 24

1. Variabel Dependen .................................................................... 24

2. Variabel Independen.................................................................. 25

a. Pergantian Manajemen ........................................................ 25

b. Leverage................................................................. 26

c. Ukuran KAP ........................................ 26

E. Metode Analisis Data ................................................................... 27

1. Statistik Deskriptif ................................................................... 27

2. Pengujian Hipotesis Penelitian ................................................. 28

3. Keseluruhan Model (Overall Model Fit) . 28

xi
4. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square) 29

5. Menguji Kelayakan Model Regresi . 30

6. Uji Multikolinieritas 30

7. Matrik Klasifikasi 31

8. Model Regresi yang Terbentuk .. 31

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN.................................. 32

A. Deskripsi Obyek Penelitian.............................................................. 32

B. Statistik Deskriptif .............................................. 34

C. Analisis Data ................................................................................... 35

1. Estimasi Parameter dan Interprestasi (Hipotesis) 35

2. Uji Keseluruhan Model (Overall Model Fit)... 36

3. Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square) 38

4. Uji Kelayakan Model Regresi (Goodness Of Fit Test).. 39

5. Uji Multikolinieritas 39

6. Ketepatan Prediksi (Matriks Klasifikasi Model) 40

7. Pengujian Model Regresi Logistik 41

D. Pembahasan. 43

BAB V PENUTUP............................................................................... 47

A. Kesimpulan...................................................................................... 47

B. Keterbatasan Penelitian.................................................................... 48

C. Saran................................................................................................. 48

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

xii
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Sampel Penelitian Tahun 2011-2014........................................ 33

Tabel 4.2 Statistik Deskriptif.............................................. 34

Tabel 4.3 Uji Signifikan Data................................ 35

Tabel 4.4 Uji Ketepatan Keseluruhan Model.... 36

Tabel 4.5 Uji Omnibus Tests.............................. 38

Tabel 4.6 Uji Koefisien Determinasi............................. 38

Tabel 4.7 Uji Kelayakan Model Regresi............................... 39

Tabel 4.8 Hasil Uji Multikolinieritas................................................ 40

Tabel 4.9 Hasil Identifikasi Prediksi Klasifikasi........................... 41

Tabel 4.10 Uji Signifikansi Model Regresi Logistik......................... 42

Tabel 4.11 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis ....................................... 43

xiii
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Model Penelitian dalam Bentuk Gambar.......................... 20

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : Sampel Data Perusahaan Manufaktur Tahun 2011-2014

LAMPIRAN 2 : Data Pergantian Manajemen

LAMPIRAN 3 : Data Leverage

LAMPIRAN 4 : Data Ukuran KAP

LAMPIRAN 5 : Data Pergantian Auditor

LAMPIRAN 6 : Data Penelitian Tahun 2011-2014

LAMPIRAN 7 : Uji Analisis Deskriptif

LAMPIRAN 8 : Uji Normalitas

LAMPIRAN 9 : Uji Regresi Logistik

LAMPIRAN 10: Validasi Data

xv
ABSTRACT

The purposes of this research are to analyze the influence of management


exchange, leverage, and size of public accountant firm toward auditor switching.
The population in this research are the manufacture companies listed in
Indonesia Stock Exchange for year of 2011-2014 which consist of 153 companies.
The sampling technique is a purposive sampling method which results for 33
samples. The data analysis method uses descriptive statistic analysis and logistic
regression analysis.
The result of this study shows that the following variables management
exchange, and the size of public accountant firm affect toward auditor switching.
On the other hand, leverage dont affect toward auditor switching. This means
that auditor switching affected by the change of management and size of public
accountant.

Keywords: auditor switching, management exchange, leverage, and size of public


accountant.

xvi
ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pergantian


manajemen, leverage, dan ukuran KAP terhadap pergantian auditor. Populasi
dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2011-2014 yang terdiri dari 153 perusahaan. Teknik penganbilan
sampel adalah metode purposive sampling yang menghasilkan sampel sebayak 33
perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis ststistik deskriptif dan
analisis regresi logistik.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pergantian manajemen, dan
ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor. Sementara itu,leverage
tidak berpengaruh terhadap auditor. Hal ini berarti bahwa pergantian auditor
dipengaruhi oleh pergantian manajemen dan ukuran KAP.

Kata Kunci: pergantian auditor, pergantian manajemen, leverage, dan ukuran


KAP.

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laporan keuangan suatu perusahaan digunakan sebagai sarana

pengambilan keputusan baik untuk pihak internal maupun eksternal.

Untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan, laporan keuangan harus

diaudit oleh seorang auditor. Pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor

harus objektif dan independen. Independensi seorang auditor bisa

terancam jika terjadi hubungan kerjasama yang lama antara auditor dengan

klien. Jensen dan Meckling (1976) dalam Wijayani dan Januarti (2011)

menyatakan masalah agensi disebabkan oleh adanya konflik kepentingan

dan informasi asimetri antara principle dan agent. Konflik tersebut terjadi

karena kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai dengan kepentingan

principal dan memicu biaya keagenan (agency cost). Dalam teori agensi,

auditor independen berperan sebagai penengah agent dan principle yang

berbeda kepentingan. Auditor independen juga berfungsi untuk

mengurangi biaya agensi yang timbul dari perilaku mementingkan diri

sendiri oleh agen (manajer). Sehingga, untuk mencegah hilangnya

independensi auditor tersebut pemerintah mengatur kewajiban rotasi

auditor. Salah satu hal yang melatarbelakangi pemerintah mengatur

kewajiban rotasi auditor adalah karenan adanya kasus KAP Arthur

Anderson dengan kliennya Enron.

1
2

Menurut Nasser et. Al (2006) dalam Adityawati (2011) pergantian

KAP yang sering akan mengakibatkan peningkatan fee audit. Ketika

auditor pertama kali mengaudit satu klien, auditor harus memahami

lingkungan bisnis klien dan risiko audit klien. Bagi auditor yang sama

sekali tidak paham dengan kedua masalah itu, maka biaya start up menjadi

tinggi sehingga dapat menaikan fee audit. Selain itu, penugasan yang

pertama terbukti memiliki kemungkinan kekeliruan yang tinggi. Akibat

lain dari adanya rotasi auditor yang terlalu sering adalah dari sisi klien,

yaitu auditor yang melaksanakan tugas audit di perusahaan klien di tahun

pertama akan menganggu kenyamanan kerja karyawan, dengan bertanya

semua persoalan tentang perusahaan yang seharusnya tidak dilakukan

apabila audior tidak berganti (Pratitis, 2012). Dari beberapa akibat negatif

di atas, seharusnya perusahaan melakukan banyak pertimbangan sebelum

mengambil keputusan untuk melakukan auditor switching secara

voluntary. Hal ini dikarenakan jika perusahaan sering melakukan auditor

switching secara voluntary hanya akan merugikan perusahaan itu sendiri.

Indonesia adalah salah satu negara yang mewajibkan pergantian

kantor akuntan publik dan mitra audit yang dilakukan secara periodik.

Bukti campur tangannya pemerintah karena kepeduliannya terhadap

independensitas auditor eksternal adalah dikeluarkannya Peraturan

Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 tentang

Jasa Akuntan Publik. Perubahan yang dilakukan di antaranya adalah,

pertama, pemberian jasa audit umum menjadi 6 (enam) tahun berturut-


3

turut oleh KAP dan 3 (tiga) tahun berturut-turut oleh akuntan publik

kepada satu klien yang sama (pasal 3 ayat 1). Kedua, akuntan publik dan

KAP boleh menerima kembali penugasan setelah 1 (satu) tahun buku tidak

memberikan jasa audit kepada klien yang di atas (pasal 3 ayat 2 dan 3).

Peraturan pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) ini berawal

dari kegagalan KAP Arthur Anderson di Amerika Serikat tahun 2001,

yang gagal mempertahankan independensinya terhadap kliennya Enron,

skandal ini melahirkan The Sarbanes-Oxley Act (SOX) tahun 2002. Pesan

ini digunakan oleh banyak negara untuk memperbaiki struktur pengawasan

terhadap KAP dengan menerapkan rotasi KAP maupun auditor.

Penelitian ini melihat pengaruh faktor-faktor yang menyebabkan

perusahaan privat berpindah auditor dari KAP yang satu ke KAP yang

lain. Klien berganti KAP dalam penelitian ini akan dilihat dari sisi klien

sendiri dengan variabel pergantian manajemen. Pergantian manajemen

dalam sebuah perusahaan akan mempengaruhi terjadinya perubahan

kebijakan dalam bidang akuntansi, keuangan dan pemilihan Kantor

Akuntan Publik. Pergantian manajemen dapat diikuti oleh pergantian KAP

sebab KAP dituntut untuk mengikuti kehendak manajemen, seperti

kebijakan akuntansi yang dipakai oleh manajemen. Oleh karena itu

manajemen memerlukan auditor yang lebih berkualitas dan mampu

memenuhi tuntutan pertumbuhan perusahaan.

Faktor lain yaitu leverage yang diukur dengan menggunakan Debt

To Equity Ratio merupakan salah satu rasio yang dapat melihat


4

kemampuan modal perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya.

(Praptitorini dan Januarti, 2011) Dalam PSA 30, indikator going concern

yang banyak digunakan auditor dalam memberikan keputusan opini audit

adalah kegagalan dalam memenuhi kewajiban hutangnya (default).

Kelangsungan perusahaan terdapat dari kuatnya financial yang dapat

mendukung kinerja perusahaan. Apabila perusahaan mengalami kesulitan

keuangan maka hal tersebut dapat menjadikan perusahaan tersebut

melakukan pergantian auditor. (Damayanti dan Sudarma, 2007) Kesulitan

keuangan perusahaan ditunjukkan oleh Zmijewski (1984) dalam Kadir

(1994) salah satunya adalah dengan menggunakan solvabilitas. Rasio

hutang termasuk kedalam solvabilitas.

Ukuran KAP juga mempengaruhi kualitas audit yang berdampak

pada terjadinya pergantian auditor. Ukuran dari KAP digolongkan dalam

big-4 dan non big-4. KAP big-4 dianggap lebih mampu meningkatkan

indepedensi dibandingkan KAP yang kecil (Nasser et al. 2006) dan KAP

non big-4 diaggap memiliki tingkat independensi lebih rendah daripada

KAP big-4. Klien cenderung berpindah KAP ke Big-4 untuk mencari audit

yang lebih baik. Hasil penelitian Damayanti dan Sudarma (2008),

Wijayanti (2010), Nasser et al. (2006), Wijayani dan Januarti (2011) dan

Sudewa (2012) menunjukkan ukuran KAP berpengaruh positif pada

pergantian auditor. Sedangkan penelitian dari Sinason et al. (2001)

menemukan ukuran KAP tidak berpengaruh pada pergantian auditor.


5

Dari penelitian yang beragam dengan variable sama terdapat

ketidak konsistenan dalam hasil penelitiannya. Hasil penelitian Wijaya dan

Sudarma (2016) menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh

signifikan terhadap pergantian KAP. Pada penelitian yang dilakukan

Aprillia (2013) hasilnya adalah pergantian manajemen dan financial

distress tidak berpengaruh terhadap pergantian auditor, sedangkan ukuran

KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor. Sedangkan pada penelitian

yang dilakukan oleh Gunady dan Mangoting (2013) variabel financial

distress berpengaruh signifikan terhadap pergantian auditor.

Berdasarkan uraian tersebut dari penelitian yang bergam tersebut,

peneliti termotivasi untuk membuktikan secara empiris apakah pergantian

manajemen, financial distress, dan ukuran KAP berpengaruh terhadap

pergantian auditor. Penelitian empiris ini dikhususkan pada perusahaan

manufaktur karena perusahaan manufaktur memiliki jumlah perusahaan

terbanyak di Bursa Efek Indonesia. Di samping itu pemilihan perusahaan

manufaktur sebagai objek penelitian dikarenakan kasus yang melibatkan

perusahaan manufaktur lebih banyak atau mendominasi jika dibandingkan

dengan perusahaan lainnya.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas peneliti

mengambil judul ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PERGANTIAN AUDITOR (STUDI EMPIRIS

PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

TAHUN 2011-2014)"
6

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penulisan penelitian ini adalah :

a. Apakah pergantian manajemen berpengaruh terhadap

pergantian auditor ?

b. Apakah leverage berpengaruh terhadap pergantian auditor?

c. Apakah ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk menguji pengaruh pergantian manajemen terhadap

pergantian auditor.

2. Untuk menguji pengaruh leverage terhadap pergantian auditor.

3. Untuk menguji pengaruh ukuran KAP terhadap pergantian

auditor.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain :

1. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui bukti empiris

tentang pengaruh pergantian manajemen, leverage dan ukuran

KAP pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

2. Bagi Regulator
7

Menjadi salah satu sumber bagi pembuat regulasi yang

berkenaan dengan praktek pergantian KAP oleh perusahaan

manufaktur yang sangat erat kaitannya dengan UUPT dan UUPM.

3. Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan

dan wawasan terhadap pengembangan pengauditan khususnya

mengenai pergantian kantor akuntan publik.

4. Bagi Perusahaan

Sebagai masukan bahwa pergantian manajemen, financial

distress dan ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian KAP

pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

5. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai

sumber referensi dan informasi bagi penelitian selanjutnya

mengenai pembahasan pergantian kantor akuntan publik.

6. Bagi Pembaca

Dapat digunakan sebagai data tambahan, pengetahuan, dan

informasi bagi penelitian berikutnya.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab, sebagai

berikut:
8

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika

penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka

pemikiran, serta hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi jenis dan sumber data, populasi dan sampel, metode

pengumpulan data, uraian variabel dan definisi operasionalnya,

serta metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini terdiri dari deskripsi objek penelitian, analisis data, dan

interpretasi hasil.

BAB V PENUTUP

Bab ini terdiri dari simpulan, keterbatasan penelitian, dan saran.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI

1. Teori Agensi

Teori keagenan yang dikembangkan oleh Jensen dan Meckling

(1976) menyatakan masalah agensi disebabkan oleh adanya perbedaan

kepentingan dan informasi asimetri antara manajemen (agent) dengan

shareholder (principle). Perbedaan tersebut menimbulkan konflik

kepentingan: (1) antara shareholders dan manajer, (2) antara

shareholders dan debtholders, dan (3) antara manajer, shareholders,

dan debtholders. Ada beberapa mekanisme yang dapat digunakan

untuk mengurangi masalah agensi yaitu melalui kebijakan deviden,

kebijakan utang, dan kepemilikan oleh institusi. Jensen dan Meckling

(1976) juga berpendapat bahwa konflik kepentingan antara pemilik

dan agen terjadi karena kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai

dengan kepentingan principal, sehingga memicu biaya keagenan

(agency cost). konflik tersebut menjadi pemicu pergantian manjemen.

Manajemen pengganti umumnya menerapkan metode akuntansi yang

baru sehingga manajemen baru berharap lebih dapat bekerjasama

dengan KAP pengganti dan berharap nantinya mendapatkan opini yang

sesuai dengan keinginan manajemen sehingga mendorong manajemen

dalam RUPS untuk mengganti KAP (Sinarwati, 2010).

9
10

Dalam teori agensi ini, auditor independen berperan sebagai

penengah kedua belah pihak (agent dan principle) yang berbeda

kepentingan. Audit independen juga berfungsi untuk mengurangi biaya

agensi yang timbul dari perilaku mementingkan diri sendiri oleh agen

(manajer). Tingkat biaya tersebut bervariasi pada organisasi,

tergantung pada variabel seperti ukuran perusahaan, dan kepemilikan

saham manajemen. Dalam informasi ekonomi, pemilihan auditor yang

dapat dipercaya digunakan sebagai sinyal kejujuran manajemen

(Dopuch dan Simunic, 1980; Dopuch dan Simunic, 1982 dalam Nasser

et al., (2006).

Francis et al. (1988) menguji apakah ada hubungan positif antara

biaya agensi perusahaan dan permintaan kualitas audit. Ini menjadi

penting ketika pemilik perusahaan ingin mendapatkan kualitas audit

yang baik. DeFond (1992) menyebutkan manajer melihat pergantian

auditor dalam mengatasi konflik agensi. Shleifer et al. (1997)

menyatakan CG yang baik merupakan salah satu isu penting dalam

masalah keagenan.

2. Teori Auditor Switching / Pergantian KAP

Auditor switching merupakan pergantian auditor atau Kantor

Akuntan Publik yang dilakukan oleh perusahaan klien. Hal ini dapat

disebabkan oleh beberapa faktor yang bisa berasal dari faktor klien

maupun faktor auditor. Mardiyah (2002) juga menyatakan dua faktor

yang mempengaruhi perusahaan berganti KAP adalah faktor klien


11

(Client-related Factors), yaitu: kesulitan keuangan, manajemen yang

gagal, perubahan ownership, Initial Public Offering (IPO) dan faktor

auditor (Auditor-related Factors), yaitu: fee audit dan kualitas audit.

Bukti teoritis mengenai auditor switching didasarkan pada teori

agensi. Teori keagenan yang dikembangkan oleh Jensen dan Meckling

(1976) menggambarkan hubungan keagenan (agency relationship)

sebagai hubungan yang timbul karena adanya kontrak yang ditetapkan

antara principal yang menggunakan agent untuk melaksanakan jasa

yang menjadi kepentingan principal. Ada dua bentuk hubungan

keagenan, yaitu antara manajer dan pemegang saham, serta hubungan

antara manajer dan pemberi pinjaman (bondholder).

Jensen dan Meckling (1976) menyatakan masalah agensi

disebabkan oleh adanya konflik kepentingan dan informasi asimetri

antara principle (pemegang saham) dan agent (manajemen). Konflik

kepentingan antara pemilik dan agen terjadi karena kemungkinan agen

tidak selalu berbuat sesuai dengan kepentingan principal, sehingga

memicu biaya keagenan (agency cost). Dalam teori agensi, auditor

independen berperan sebagai penengah kedua belah pihak (agent dan

principle) yang berbeda kepentingan. Auditor independen juga

berfungsi untuk mengurangi biaya agensi yang timbul dari perilaku

mementingkan diri sendiri oleh agen (manajer).

Pada kondisi dimana tidak ada aturan yang mewajibkan

pergantian auditor, terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi ketika


12

klien mengganti auditornya yaitu, auditor mengundurkan diri atau

auditor diberhentikan oleh klien. Apapun kemungkinan yang akan

terjadi, perhatian utama tetap pada alasan apa saja yang mendasari

terjadinya peristiwa auditor switching tersebut dan ke mana klien

tersebut akan berpindah auditor. Alasan pergantian auditor dapat

terjadi karena peraturan yang membatasi masa perikatan audit, seperti

yang terjadi di Indonesia. Alasan lain pergantian karena adanya

ketidaksepakatan atas praktik akuntansi tertentu, maka klien akan

pindah ke auditor yang dapat bersepakat dengan klien.

Menurut Wijayanti (2010), ketika klien mencari auditor baru

terjadi ketidaksimetrisan informasi antara auditor dan klien. Hal ini

terjadi karena informasi yang dimiliki klien lebih besar dibandingkan

informasi yang dimiliki auditor. Pada saat itu klien pasti mencari

auditor yang kemungkinan besar akan sepakat dengan praktik

akuntansi perusahaan. Sehingga ada dua kemungkinan yang terjadi

jika auditor bersedia menerima klien baru. Kemungkinan pertama

adalah auditor telah memiliki informasi yang cukup lengkap tentang

usaha klien. Kemungkinan kedua auditor sebenarnya tidak memiliki

informasi yang cukup tentang klien tetapi menerima klien hanya untuk

alasan lain, misalnya alasan finansial.

3. Peraturan Menteri Keuangan No.17/PMK.01/2008

Indonesia adalah salah satu negara yang mewajibkan pergantian

kantor akuntan publik secara periodik. Peraturan tentang pergantian ini


13

sudah muncul pada tahun 2002 dalam bentuk Keputusan Menteri

Keuangan. Didalam pasal 6 ayat 4 Keputusan Menteri Keuangan

Nomor 423 tahun 2002 tersebut dikatakan:

Pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu

entitas dapat dilakukan oleh KAP paling lama untuk 5 (Lima)

tahun buku berturut-turut dan oleh seorang Akuntan Publik paling

lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturut- turut.

Dimulai dengan KMK No.423/KMK.06/2002 yang kemudian

diamandemen menjadi KMK No.359/KMK.06/2003. Aturan tersebut

disempurnakan dengan dikeluarkannya PMK No.17/PMK.01/2008.

Dalam pasal 3 ayat 1 Peraturan Menteri Keuangan tahun 2008

disebutkan bahwa pemberian jasa audit umum dalam suatu entitas

dilakukan oleh KAP paling lama enam tahun berturut-turut dan oleh

seorang akuntan publik paling lama tiga tahun buku berturut-turut pada

satu klien yang sama. Disamping itu, dalam pasal 3 ayat 2 dan 3 diatur

bahwa akuntan publik dan kantor akuntan dapat menerima kembali

penugasan audit setelah satu tahun buku tidak memberikan jasa audit

kepada klien yang seperti yang disebutkan di atas. Keputusan Menteri

Keuangan Republik Indonesia Nomor 359/KMK.06/2003 dan

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor

17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik merupakan dasar

yang digunakan dalam penelitian.


14

4. Pergantian manajemen

Auditor switching dapat disebabkan adanya pergantian

manajemen yang baru. Damayanti dan Sudarma (2008) menyatakan

bahwa pergantian manajemen merupakan pergantian direksi perusahaan

yang dapat disebabkan karena keputusan rapat umum pemegang saham

atau direksi berhenti karena kemauan sendiri. Perubahan kebijakan

suatu perubahan mungkin akan terjadi, karena adanya manajemen yang

baru. Pergantian manajemen baru diikuti oleh perubahan kebijakan

dalam akuntansi, keuangan, pemilikan KAP, perusahaan akan mencari

KAP yang selaras dengan kebijakan dan pelaporan akuntansi.

Pergantian manajemen perusahaan terjadi jika perusahaan

mengubah jajaran dewan direksinya. Apabila perusahaan mengubah

dewan direksi, baik direktur maupun komisaris akan menimbulkan

adanya perubahan dalam kebijakan perusahaan. Jadi, jika terdapat

pergantian manajemen akan secara langsung atau tidak langsung

mendorong auditor switch karena manajemen perusahaan yang baru

cenderung akan mencari KAP yang selaras dalam pelaporan dan

kebijakan akuntansinya. Schwartz dan Menon (1985) menyatakan

bahwa perusahaan yang melakukan pergantian manajemen akan

mengganti KAP-nya karena manajemen akan mencari KAP yang sesuai

dengan keinginan perusahaan.


15

5. Leverage

Leverage atau solvabilitas merupakan istilah yang sering

digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan perusahaan

didalam memenuhi seluruh kewajiban finansialnya apabila

perusahaan dilikuidasi, secara umum solvabilitas dapat dihitung

dengan membagi total assets dengan total hutang. Leverage

menunjukan seberapa besar ekuitas yang tersedia untuk

memberikan jaminan terhadap hutang. Hutang disini meliputi

hutang lancar dan hutang jangka panjang. Leverage sering juga di

sebut dengan solvabilitas. Untuk mengukur leverage dapat

digunakan Debt To Equity Ratio. Dalam rangka mengukur resiko

fokus perhatian kreditor jangka panjang terutama ditujukan pada

prospek laba dan perkiraan arus kas. Keseimbangan proporsi antara

aktiva yang didanai oleh kreditor dan yang didanai oleh pemilik

perusahaan dapat diukur dengan Debt To Equity Ratio. DER juga

dapat memberikan gambaran tentang struktur modal yang dimiliki

oleh perusahaan, sehingga dapat dilihat tingkat resiko tak

tertagihnya suatu hutang.

6. Ukuran KAP

DeFond (1992) menyatakan bahwa kualitas audit dapat

juga ditentukan oleh ukuran dari Kantor Akuntan Publik itu

sendiri. KAP yang berukuran kecil memiliki sumber daya yang

lebih kecil, yang kemudian dipersepsikan kualitasnya lebih


16

rendah. Empat kategori kepemilikan KAP dibagi sebagai berikut

(Damayanti, 2007):

1. Kantor Akuntan Publik internasional

2. Kantor Akuntan Publik Nasional

3. Kantor Akuntan Publik Lokal dan Regional

4. Kantor Akuntan Publik Lokal Kecil

Berdasarkan uraian tersebut, ukuran KAP menjadi salah satu

faktor yang mendorong terjadinya pergantian auditor karena

ukuran KAP mencerminkan reputasi dan kualitas yang lebih baik.

Ukuran KAP juga menentukan kredibilitas dari auditornya. KAP

yang berukuran besar cenderung memiliki kredibilitas dan tingkat

keahlian yang tinggi. Perusahaan sendiri juga akan lebih memilih

KAP yang mempunyai tingkat keahlian yang tinggi terutama

untuk perusahaan perusahaan yang telah go public karena terkait

dengan pertanggungjawaban dengan shareholdernya dan

kepercayaan publik. KAP yang besar dipersepsikan lebih memiiki

reputasi yang baik dalam memelihara tingkat independensinya

dibandingkan dengan KAP kecil karena KAP besar tersebut

memberikan jasa pada banyak klien, dan hal ini yang mengurangi

ketergantungan KAP besar tersebut pada klien tertentu (Wilson

dan Grimlund, 1990)

Laporan keuangan suatu perusahaan digunakan sebagai

sarana pengambilan keputusan baik untuk pihak internal maupun


17

eksternal. Untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan,

laporan keuangan harus diaudit oleh seorang auditor. Pemeriksaan

yang dilakukan oleh auditor harus objektif dan independen.

Independensi seorang auditor bisa terancam jika terjadi hubungan

kerjasama yang lama antara auditor dengan klien. Jensen dan

Meckling (1976) dalam Wijayani dan Januarti (2011) menyatakan

masalah agensi disebabkan oleh adanya konflik kepentingan dan

informasi asimetri antara principle dan agent. Konflik tersebut

terjadi karena kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai

dengan kepentingan principal dan memicu biaya keagenan

(agency cost). Dalam teori agensi, auditor independen berperan

sebagai penengah agent dan principle yang berbeda kepentingan.

Auditor independen juga berfungsi untuk mengurangi biaya

agensi yang timbul dari perilaku mementingkan diri sendiri oleh

agen (manajer). Sehingga, untuk mencegah hilangnya

independensi auditor tersebut pemerintah mengatur kewajiban

rotasi auditor. Salah satu hal yang melatarbelakangi pemerintah

mengatur kewajiban rotasi auditor adalah karenan adanya kasus

KAP Arthur Anderson dengan kliennya Enron.

B. Penelitian Terdahulu

Ekka Aprilla (2013) meneliti Analisis Faktor-faktor yang

Mempengaruhi Auditor SWITCHING. Penelitian ini bertujuan untuk


18

menganalisis pengaruh pergantian manajemen, kepemilikan publik,

financial distress dan ukuran KAP terhadap auditor switching.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2011 yang terdiri dari 37

perusahaan. Teknik pengambilan sampel adalah metode purposive

sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 17 perusahaan. Metode

analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis

regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel

pergantian manajemen, kepemilikan publik, financial distress dan

ukuran KAP secara simultan berpengaruh terhadap auditor switching.

Sementara itu, ukuran KAP yang secara parsial berpengaruh terhadap

auditor switching, variabel lain dalam penelitian seperti pergantian

manajemen, kepemilikan publik, dan financial distress tidak

berpengaruh secara parsial terhadap auditor switching.

I Gusti Kade Harta Kesuma Wijaya dan Made Sudarma (2016)

meneliti Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergantian Kantor

Akuntan Publik Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia. Tujuan

dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya factor faktor yang

mempengaruhi pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) pada

perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini menguji 5 (lima)

variabel yaitu reputasi perusahaan (ROA), rasio utang terhadap ekuitas

(DER), manipulasi income (MANIP), fee audit (FEE) dan ukuran

perusahaan (ASSET). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan


19

manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-

2012. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah

metode purposive sampling. Terdapat 107 yang masuk dalam kreteria

sampel selama 5 (lima) tahun sehingga jumlah keseluruhan sampel

berjumlah 535. Berdasarkan hasil dari uji regresi logistic yang telah

dilakukan 1 diantara 5 variabel yaitu ukuran perusahaan terbukti

berpengaruh terhadap pergantian KAP. Sedangkan variabel yang lain

yaitu reputasi perusahaan, rasio utang terhadap ekuitas, manipulasi

income dan fee audit tidak memiliki pengaruh terhadap terjadinya

pergantian KAP.

Ni Wayan Ari Juliantari (2013) meneliti Auditor SWITCHING

dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui pengaruh opini audit, pergantian manajemen,

ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), dan ukuran perusahaan klien

pada auditor switching. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini,

berupa laporan auditan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia periode 2007-2011. Sampel diperoleh dengan metode

purposive sampling dengan jumlah akhir 100 sampel. Teknik analisis

data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil pengujian

menunjukkan bahwa ukuran KAP dan ukuran perusahaan klien

berpengaruh pada auditor switching, sedangkan opini audit dan

pergantian manajemen tidak berpengaruh pada auditor switching.


20

C. Kerangka Pemikiran

Untuk membantu memahami faktor-faktor yang dapat berpengaruh

terhadap pergantian auditor diperlukan kerangka pemikiran, digambarkan

dalam kerangka teoritis sebagai berikut :

Gambar 2.1

Model Penelitian Dalam Bentuk Gambar

Pergantian
manajemen
H1

Leverage Pergantian
H2 auditor

Ukuran KAP
H3

H1: Pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian auditor.

H2: Financial distress berpengaruh terhadap pergantian auditor.

H3: Ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor

D. Hipotesis

Pengaruh pergantian manajemen pada pergantian auditor

Pergantian CEO (Chief Executive Officer) disebabkan karena

keputusan rapat umum pemegang saham, atau pihak manajemen

berhenti karena kemauan sendiri, sehingga pemegang saham harus

mengganti manajemen yang baru. Adanya CEO baru bisa saja akan
21

merubah kebijakan dalam bidang akuntansi, keuangan, dan pemilihan

KAP (Damayanti dan Sudarma, 2010). Perusahaan akan mencari

auditor yang sejalan dengan kebijakan perusahaan, dan pelaporan

akuntansinya (Nagy, 2005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa

pergantian manajemen memungkinkan klien untuk memilih auditor

baru yang sepakat dengan kebijakan akuntansi perusahaan.

H1: Pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian auditor

Pengaruh leverage terhadap pergantian auditor

Dalam keadaan perusahaan mengalami kesulitan keangan tentunya

dalam melakukan audit laporan keuangan akan diperhitungkan.

Kesanggupan perusahaan dalam membayar fee audit sangatlah menjadi

sesuatu yang perlu dipertimbangkan.. Perusahaan cenderung akan memilih

KAP yang mewararkan fee audit yang kecil biasanya KAP yang berskala

regional

H2 : Leverage berpengaruh terhadap pergantian auditor

Pengaruh ukuran KAP pada auditor switching

Perusahaan akan mencari KAP yang memiliki kualitas tinggi,

untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan di mata seluruh pengguna

laporan keuangan (Halim, 1997 dalam Damayanti dan Sudarma, 2007).

Lingkungan bisnis umumnya menganggap KAP big-4 mempunyai reputasi

tinggi, dan merupakan penyedia kualitas audit yang tinggi (Nasser, et al.

2006). Perusahaan akan lebih memilih KAP dengan kualitas yang lebih
22

baik untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan, dan reputasi

perusahaan di mata pengguna laporan keuangan.

H3: Ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder. Data sekunder

untuk variabel pergantian manajemen, leverage, dan ukuran Kantor

Akuntan Publik yang bersumber dari laporan keuangan auditan dan annual

report perusahaan manufaktur tahun 2011-2014 yang diperoleh dari

www.idx.co.id.

B. Popupasi, Sampel dan Teknik Sampling

Populasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas:

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya ( Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah

perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2014. Teknik

sampling yang digunakan yaitu purposive sampling yaitu teknik

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu ( Sugiyono, 2010).

Pertimbangan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan tersebut telah mempublikasikan laporan keuangan

yang telah diaudit auditor independen untuk periode waktu

2011-2014.

2. Perusahaan manufaktur yang melakukan pergantian KAP

minimal 1 kali pada periode 2011-2014.

23
24

3. Perusahaan manufaktur tersebut menyajikan informasi secara

lengkap.

C. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik

pengumpulan dokumenter, yaitu metode pengumpulan data yang berasal

dari dokumen-dokumen yang sudah ada. Hal ini dilakukan dengan cara

melakukan penelusuran laporan keuangan perusahaan manufaktur yang

diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan oleh BEI dari masing-

masing variabel yaitu pergantian manajemen, leverage, dan ukuran KAP

D. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel

1. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah tipe variabel yang dipengaruhi variabel

independen. Dalam penelitian ini variabel dependen yang digunakan

adalah variabel Pergantian Auditor. Pergantian Auditor atau Auditor

Switching merupakan pergantian KAP yang dilakukan oleh

perusahaan baik secara voluntary maupun secara mandatory. Jika

perusahaan melakukan pergantian auditor secara voluntary, maka

diberikan nilai 1. Sedangkan jika perusahaan tidak melakukan

pergantian auditor secara voluntary, maka diberikan nilai 0.


25

2. Variabel Independen

Variabel independen yaitu variabel bebas, variabel yang i sebab

perubahannya atau timbulnya variabel dependen.Variabel independen

yang digunakan didalam penelitian ini adalah pergantian manajemen,

leverage dan ukuran KAP.

a. Pergantian manajemen

Pergantian manajemen merupakan pergantian direksi

perusahaan yang terutama disebabkan oleh keputusan Rapat

Umum Pemegang Saham dan direksi berhenti karena kemauan

sendiri (Julianrati & Rasmini, 2013). Variabel pergantian

manajemen menggunakan variabel dummy. Jika terdapat

pergantian direksi atau CEO dalam perusahaan maka diberikan

nilai 1. Sedangkan jika tidak terdapat pergantian direksi atau

CEO dalam perusahaan, maka diberikan nilai 0 (Damayanti &

Sudarma, 2008 dalam Wijayani, 2011).

b. Leverage

Leverage merupakan seberapa besar ekuitas yang tersedia

untuk memberikan jaminan terhadap utang. Leverage sering

juga disebut dengan solvabilitas. Untuk mengukur leverage

dapat digunakan menggunakan debt to equity ratio (DER).

Rasio DER dihitung dengan membandingkan total kewajiban

dengan total ekuitas. Rasio ini menggambarkan kemampuan

perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya dengan


26

modal sendiri. Keadaan keuangan akan aman jika nilai DER

sebesar 100%. Apabila nilai DER perusahaan berada di atas

100%, maka hal tersebut menunjukan bahwa kondisi

keuangan suatu perusahaan sedang memburuk (Sinarwati,

2010). Perhitungan debt to equity ratio adalah sebagai berikut

Keterangan:

DER = Debt to Equity Ratio

Total Liability = Total Kewajiban

Total Equity = Total Ekuitas

c. Ukuran KAP

Ukuran KAP dalam penelitian ini merupakan besar kecilnya

KAP yang dibedakan dalam dua kelompok, yaitu KAP besar

(KAP yang berafiliasi dengan Big Four) dan KAP kecil (KAP

yang tidak berafiliasi dengan Big Four). Jika perusahaan

diaudit oleh KAP Big Four maka diberi nilai 1. Sedangkan jika

perusahaan diaudit oleh KAP non Big Four maka diberi nilai 0.
27

E. Metode Analisis Data

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi

logistik (logistic regression). Alasan penggunaan alat analisis regresi

logistic (logistic regression) adalah karena variabel dependen bersifat

dikotomi (melakukan pergantian kap dan tidak melakukan pergantian

kap). Ghozali (2006) menyatakan bahwa metode regresi logistik

sebenarnya mirip dengan analisis deskriminan. Analisis ini ingin menguji

apakah profitabilitas terjadinya variabel terikat (dependen) dapat

diprediksi dengan variabel bebasnya (independen).

Menurut Ghozali (2006) penggunaan metode regresi tidak memerlukan

asumsi normalitas pada variabel bebasnya. Asumsi multivariate normal

distribution tidak dapat dipenuhi karena variabel bebasnya merupakan

campuran antara kontinyu (metrik) dan kategorikal (non-metrik). Dalam

hal ini dapat dianalisis dengan regresi logistik (logistic regression) karena

tidak perlu asumsi normalitas data pada variabel bebasnya. Tahapan dalam

pengujian dengan menggunakan uji regresi logistik (logistic regression)

dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau

deskripsi variabel-variabel dalam penelitian. Statistik deskriptif

yang digunakan adalah nilai rata-rata (mean), standar deviasi

(standard deviation), dan maksimum-minimum. Hal ini perlu


28

dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan dari sampel yang

berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sampel

penelitian (Wijayanti, 2010).

2. Pengujian Hipotesis Penelitian

Estimasi parameter menggunakan Maximum Likehood Estimation

(MLE).

Ho = b1 = b2 = b3 = = bi = 0

Ho__ b1__ b2__ b3__ _ bi__ 0

Hipotesis nol menyatakan bahwa variabel independen (x) tidak

mempunyai pengaruh terhadap variabel respon yang diperhatikan

(dalam populasi). Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan

menggunakan = 5%. Kaidah pengambilan keputusan adalah:

a) Jika nilai probabilitas (sig.) < = 5% maka hipotesis alternatif

didukung.

b) Jika nilai probabilitas (sig.) > = 5% maka hipotesis alternatif

tidak didukung.

3. Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

Langkah pertama adalah menilai overall fit model terhadap data.

Beberapa test statistik diberikan untuk menilai hal ini. Hipotesis

untuk menilai model fit adalah:

H0 : Model yang dihipotesiskan fit dengan data

HA : Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data


29

Dari hipotesis ini jelas bahwa kita tidak akan menolak hipotesis nol

agar model fit dengan data. Statistik yang digunakan berdasarkan

pada fungsi likelihood. Likelihood L dari model adalah probabilitas

bahwa model yang dihipotesiskan menggambarkan data input.

Untuk menguji hipotesis nol dan alternatif, L ditransformasikan

menjadi -2LogL. Penurunan likelihood (-2LL) menunjukkan model

regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang

dihipotesiskan fit dengan data.

4. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square)

Cox dan Snells R Square merupakan ukuran yang mencoba meniru

ukuran 2R pada multiple regression yang didasarkan pada teknik

estimasi likelihood dengan nilai maksimum kurang dari 1 (satu)

sehingga sulit diinterpretasikan. Nagelkerkes R square merupakan

modifikasi dari koefisien Cox dan Snell untuk memastikan bahwa

nilainya bervariasi dari 0 (nol) sampai 1 (satu). Hal ini dilakukan

dengan cara membagi nilai Cox dan Snells R Square dengan nilai

maksimumnya. Nilai Nagelkerkes R Square dapat diinterpretasikan

seperti nilai R Square pada multiple regression. Nilai yang kecil

berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam

menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang

mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan

hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi

variabilitas variable dependen.


30

5. Menguji Kelayakan Model Regresi

Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and

Lemeshows Goodness of Fit Test. Hosmer and Lemeshows

Goodness of Fit Test menguji hipotesis nol bahwa data empiris

cocok atau sesuai dengan model (tidak ada perbedaan antara model

dengan data sehingga model dapat dikatakan fit). Jika nilai Hosmer

and Lemeshows Goodness of Fit Test statistics sama dengan atau

kurang dari 0,05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti ada

perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya

sehingga Goodness fit model tidak baik karena model tidak dapat

memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistic Hosmer and

Lemeshows Goodness of Fit Test lebih besar dari 0,05, maka

hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu

memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat

diterima karena cocok dengan data observasinya.

6. Uji Multikolinieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).

Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejala

korelasi yang kuat di antaravariabel bebasnya. Pengujian ini

menggunakan matrik korelasi antar variable bebas untuk melihat

besarnya korelasi antar variabel independen. Jika variable

independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak


31

ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai

korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.

7. Matrik Klasifikasi

Matrik klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model

regresi untuk memprediksi kemungkinan perpindahan KAP yang

dilakukan oleh perusahaan.

8. Model Regresi yang Terbentuk

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi

logistik (logistic regression), yaitu dengan melihat pengaruh

pergantian manajemen, financial distress, pertumbuhan perusahaan,

kepemilikan saham, kebijakan deviden dan jumlah anggota dewan

komisaris. Model regresi logistik dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

PERGANTIAN = o + 1PM + 2LE + 3UK + e

Keterangan :

Pergantian = Pergantian auditor

o = Konstanta

1-3 = Koefisien Regresi

PM = Pergantian Manajemen

L = Leverage

UK = Ukuran KAP

e = Erorr
BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Obyek Penelitian

Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan

audit perusahaan publik (manufaktur) tahun 2011 sampai 2014 yang

diperoleh dari annual report dan Indonesian Capital Market Directory

(ICMD) yang tersedia di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) di

www.idx.co.id. Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh pergantian

manajemen, leverage, dan ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap

pergantian auditor pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Pemilihan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan

menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa ketentuan.

Pengambilan sampel penelitian ini dengan kriteria perusahaan yang menjadi

sampel dalam penelitian ini adalah:

1. Perusahaan tersebut telah mempublikasikan laporan keuangan yang

telah diaudit auditor independen untuk periode waktu 2011-2014.

2. Perusahaan manufaktur yang melakukan pergantian auditor minimal 1

kali pada periode 2011-2014.

3. Perusahaan manufaktur tersebut menyajikan informasi secara lengkap.

32
33

Penjelasan tentang pengambilan sampel penelitian ini digambarkan

pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1
Sampel Penelitian Tahun 2011-2014
Kriteria Jumlah
Perusahaan manufaktur yang yang terdaftar di Bursa Efek
153
Indonesia (BEI) dari tahun 2011-2014.
Perusahaan manufaktur yang tidak mempublikasikan laporan
keuangan yang telah diaudit auditor independen untuk periode (73)
waktu 2011-2014
Perusahaan manufaktur yang tidak melakukan pergantian
(39)
auditor minimal 1 kali pada periode 2011-2014
Perusahaan manufaktur yang tidak menyajikan informasi
(8)
secara lengkap
Tersedia data lengkap sesuai kriteria penelitian 33
Jumlah sampel diolah 33 x 4 tahun (2011-2014) 132
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode purposive

sampling, data yang diperoleh sebanyak 153 perusahaan manufaktur yang

terdaftar (listing) secara terus menerus di BEI. Perusahaan yang tidak

lengkap menerbitkan laporan keuangan tahunannya dan tidak menampilkan

data pergantian auditor dan informasi audit sebanyak 120 perusahaan.

Sehingga diperoleh sebanyak 33 perusahaan yang memenuhi kriteria yang

telah ditentukan dalam penelitian selama kurun waktu pada tahun 2011-

2014. Jadi sampel diperoleh 33 x 4 tahun atau sebanyak 132 sampel.


34

B. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif ini merupakan pengujian statistik yang digunakan

untuk mengetahui gambaran umun data penelitian. Berikut hasil uji statistik

deskriptif dapat dilihat pada lampiran dan secara ringkas ditunjukan pada

tabel berikut:

Tabel 4.2
Statistik Deskriptif
Variabel N Minimum Maksimum Rata-rata Std. Deviasi
Pergantian Manajemen 132 0 1 0,22 0,416
Leverage 132 -30,60 27,98 0,7561 5,12606
Ukuran KAP 132 0 1 0,26 0,439
Pergantian Auditor 132 0 1 0,37 0,485
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel IV.2 di atas,

pergantian manajemen, diketahui nilai minimum sebesar 0 dan nilai

maksimum sebesar 1 (dummy) dengan nilai rata-rata sebesar 0,22.

Sedangkan nilai standar deviasi sebesar 0,416, berarti ukuran penyebaran

variabel pergantian manajemen terhadap pergantian KAP adalah sebesar

41,6% dari 33 perusahaan yang diteliti.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap variabel leverage

memiliki nilai minimum sebesar -30,60 dan nilai maksimum sebesar 27,98

dengan nilai rata-rata sebesar 0,7561. Sedangkan nilai standar deviasi

sebesar 5,12606, berarti ukuran penyebaran variabel leverage terhadap

pergantian KAP adalah sebesar 512,6% dari 33 perusahaan yang diteliti.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap variabel ukuran KAP,

memiliki nilai minimum sebesar 0 dan nilai maksimum sebesar 1 (dummy)


35

dengan nilai rata-rata sebesar 0,26. Sedangkan nilai standar deviasi sebesar

0,439, berarti ukuran penyebaran variabel ukuran KAP terhadap pergantian

KAP adalah sebesar 43,9% dari 33 perusahaan yang diteliti.

Kemudian hasil analisis deskriptif terhadap pada variabel pergantian

auditor memiliki nilai minimum sebesar 0 dan nilai maksimum sebesar 1

(dummy) dengan nilai rata-rata sebesar 0,37. Sedangkan standar deviasi

sebesar 0,485 menunjukan bahwa ukuran penyebaran dari variabel

pergantian auditor adalah sebesar 48,5% dari 35 perusahaan yang diteliti.

C. Analisis Data

1. Estimasi Parameter dan Interpretasi (Hipotesis)

Tabel 4.3
Uji Signifikan Data
Wald Sig.
PM 0,971 4,493 0,034
LE 0,067 2,009 0,156
UK -1,486 8,264 0,004
Constant -,492 4,465 0,035
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Berdasarkan tabel IV.3 di atas menunjukkan bahwa koefisien

dari variabel pergantian manajemen (PM) signifikan, leverage (LE)

tidak signifikan dan ukuran KAP (UK) signifikan,. Hal ini

menunjukkan hasil pengujian hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Variabel pergantian manajemen (PM) memiliki nilai koefisien

regresi positif sebesar 0,971 dengan tingkat nilai signifikan sebesar

0,034 < = 0,05 (signifikan lebih kecil dari 0,05) maka variabel
36

pergantian manajemen (PM) adalah signifikan, sehingga hipotesis 1

diterima.

b. Variabel leverage (LE) memiliki nilai koefisien regresi positif

sebesar 0,067 dengan tingkat nilai signifikan 0,156 > = 0,05

(signifikan lebih besar dari 0,05) maka variabel leverage (FD)

adalah tidak signifikan, sehingga hipotesis 2 ditolak.

c. Variabel ukuran KAP (KAP) memiliki nilai koefisien regresi negatif

sebesar 1,486 dengan tingkat nilai signifikan 0,004 < = 0,05

(signifikan lebih kecil dari 0,05) maka variabel ukuran KAP (KAP)

adalah signifikan, sehingga hipotesis 3 diterima.

2. Uji Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

Pengujian ini dilakukan untuk menilai model yang

dihipotesiskan fit dengan data atau tidak. Pengujian dilakukan dengan

membandingkan nilai antara -2 log likelihood pada awal dengan nilai

pada. Sehingga penurunan log likelihood menunjukkan model regresi

semakin baik, seperti ditunjukan pada tabel berikut:

Tabel 4.4
Uji Ketepatan Keseluruhan Model
-2 Log Coefficients
Iteration likelihood Constant PM LE UK
Block 0 174,138 -0,515
174,134 -0,527
174,134 -0,527
Block 1 159,747 -0,441 0,838 0,051 -1,150
159,074 -0,488 0,960 0,065 -1,453
159,067 -0,492 0,970 0,067 -1,485
159,067 -0,492 0,971 0,067 -1,486
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016
37

Berdasarkan hasil perhitungan analisis ini menghasilkan nilai -2

log likelihood sebesar 174,134 terlihat pada iteration history pada step

0 (block number = 0). Kemudian hasil perhitungan nilai -2 log

likelihood pada blok kedua (block number = 1) atau pada step 1 terlihat

bahwa -2 log likelihood sebesar 159,067. Hal ini menunjukkan terjadi

penurunan nilai -2 log likelihood pada blok kedua (block number = 1)

karena pada nilai -2 log likelihood block number 0 > nilai -2 log

likelihood block number 1 (174,134 > 159,067). Penilaian keseluruhan

model regresi menggunakan nilai -2 log likelihood dimana jika terjadi

penurunan pada blok kedua dibanding blok pertama maka dapat

disimpulkan bahwa model regresi kedua menjadi lebih baik.

Penurunan nilai -2 log likelihood block number 0 nilai -2 log

likelihood block number 1 (174,134 159,067) sebesar 15,066 dengan

taraf signifikasi 0,002 berdasarkan hasil analisis dari omnibus tests of

model coefficients, jadi hal tersebut menunjukkan bahwa model yang

dihipotesiskan sesuai (model fit) dengan data. Untuk lebih lanjut dapat

dijelaskan seperti ditunjukan pada tabel berikut:


38

Tabel 4.5
Uji Omnibus Tests
Chi-square Sig.
Step 15,066 0,002
Block 15,066 0,002
Model 15,066 0,002
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016
Hasil pengujian tabel di atas menunjukkan nilai chi square

sebesar 16,685 dengan tingkat signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,002,

sehingga variabel-variabel independen yaitu pergantian manajemen,

leverage, dan ukuran KAP dikatakan memiliki pengaruh secara

simultan terhadap variabel dependen yaitu pergantian auditor.

3. Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square)

Pengujian koefisien determinasi pada regresi logistik dilakukan

dengan menggunakan Nigelkerkes R Square. Tujuan dari model

summary adalah untuk mengetahui seberapa besar kombinasi variabel

independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen, seperti yang

ditunjukan pada tabel berikut:

Tabel 4.6
Uji Koefisien Determinasi
Cox & Snell R Nagelkerke
-2 Log likelihood
Square R Square
159,067 0,108 0,147
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,147 memperlihatkan

variabilitas pergantian auditor mampu dijelaskan oleh variabel

pergantian manajemen, leverage dan ukuran KAP, sebesar 14,7%,


39

sisanya sebesar 85,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar

model penelitian.

4. Uji Kelayakan Model Regresi (Goodness of Fit Test)

Kelayakan model regresi ditentukan berdasarkan nilai dari

Hosmer & Lemeshows goodness of fit test. Pengujian goodness of fit

test ini diukur dengan nilai Chi-square pada bagian bawah uji Hosmer

and Lemeshow. Berikut ini merupakan hasil identifikasi prediksi

klasifikasi dalam tabel berikut:

Tabel 4.7
Uji Kelayakan Model Regresi
Chi-square Sig.
10,228 0,249
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Hasil pengujian pada tabel di atas menunjukkan nilai chi square

sebesar 10,228 dengan nilai signifikan sebesar 0,249. Dari hasil tersebut

terlihat bahwa nilai signifikan > = 0,05 (signifikan di atas 0,05) yang

berarti keputusan yang diambil adalah tidak dapat ditolak, tidak ada

perbedaan antara klasifikasi yang diprediksi dengan klasifikasi yang

diamati. Hal ini menunjukkan bahwa model mampu memprediksi nilai

observasinya atau model dapat diterima karena cocok dengan data

observasinya sehingga model ini sesuai (model fit) dan dapat digunakan

untuk analisis selanjutnya.

5. Uji Multikolinieritas

Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah

dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel


40

independen. Deteksi adanya multikolinieritas dapat dilakukan dengan

melihat tingkat variance inflationfactor (VIF) dan nilai tolerance. Nilai

tolerance yang dipakai adalah 0,10 atau sama dengan VIF 10. Jika nilai

tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF lebih kecil dari 10 maka variabel

bebas tersebut tidak multikolinieritas antar variabel bebas model

regresi.

Tabel 4.8
Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Tolerance VIF
Pergantian Manajemen 0,995 1,005
Leverage 0,992 1,008
Ukuran KAP 0,989 1,011
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Berdasarkan tabel IV.8 dapat dilihat bahwa hasil pengujian

menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai tolerance value di

atas 0,10 dan nilai VIF di bawah 10, dengan demikian dapat

disimpulkan tidak terjadi penyimpangan multikolinearitas.

6. Ketepatan Prediksi (Matriks Klasifikasi Model)

Prediksi untuk melihat ketepatan prediksi klasifikasi yang

diamati dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan pergantian

KAP pada perusahaan manufaktur yang ditunjukkan dengan tabel

klasifikasi (classification table) berupa predicted values dari variabel

dependen dari baris merupakan data aktual yang diamati. Dalam output

regresi logistik, angka ini dapat dilihat seperti yang ditunjukkan pada

tabel berikut:
41

Tabel 4.9
Hasil Identifikasi Prediksi Klasifikasi
Predicted
Observed Pergantian Auditor Percentage
non-Voluntary Voluntary Correct
Pergantian non-Voluntary 77 6 92,8%
Auditor Voluntary 35 14 28,6%
Overall Percentage 68,9%
Sumber : Data sekunder yang diolah, 2016

Menurut prediksi, perusahaan manufaktur yang termasuk

pergantian auditor voluntary sebanyak 6 perusahaan dan yang termasuk

pergantian auditor non-voluntary sebanyak 14 perusahaan. Hasil

observasi perusahaan yang termasuk dalam pergantian auditor

voluntary adalah 77 perusahaan, jadi nilai ketepatan klasifikasinya

adalah 92,8%. Hasil observasi perusahaan yang termasuk dalam

pergantian auditor non-voluntary adalah 35 perusahaan, sehingga nilai

ketepatan klasifikasinya adalah 28,6%. Secara keseluruhan ketepatan

klasifikasi dalam penelitian ini sebesar 68,9%.

7. Pengujian Model Regresi Logistik

Pengujian model regresi logistik dalam penelitian adalah untuk

menguji pengaruh pergantian manajemen, leverage, dan ukuran KAP

terhadap pergantian auditor. Untuk melihat hasil signifikan setiap

koefisien dalam regresi logistik ini, digunakan model persamaan yang

memasukkan semua variabel independen yang tampak pada tabel

berikut:
42

Tabel 4.10
Uji Signifikan Model Regresi Logistik
B S.E. Wald Sig. Exp (B)
PM 0,971 0,458 4,493 0,034 2,639
LE 0,067 0,047 2,009 0,156 1,069
UK -1,486 0,517 8,264 0,004 0,226
Constant -0,492 0,233 4,465 0,035 0,611
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

Persamaan regresi yang dibentuk dari uji signifikasi data tersebut

adalah sebagai berikut:

PERGANTIAN = 0,492 + 0,971PM + 0,067LE 1,486UK + e

Interpretasi terhadap persamaan regresi tersebut didapatkan hasil

sebagai berikut:

1. Nilai konstanta untuk persamaan regresi adalah -0,492. Hal ini

menunjukan bahwa jika pergantian manajemen, leverage, dan

ukuran KAP maka akan cenderung tidak mengganti auditor.

2. Koefisien regresi variabel pergantian manajemen (PM) sebesar

0,971 dengan parameter positif. Ketika perusahaan manufaktur

melakukan pergantian manajemen maka cenderung mengganti

auditor.

3. Koefisien regresi variabel leverage (LE) sebesar 0,067 dengan

parameter positif. Ketika perusahaan manufaktur mengalami

leverage maka cenderung mengganti auditor.

4. Koefisien regresi variabel ukuran KAP (UK) sebesar 1,486 dengan

parameter negatif. Ketika perusahaan manufaktur sudah


43

menemukan KAP yang bereputasi baik maka cenderung tidak

mengganti auditor.

D. Pembahasan

Penelitian ini merupakan studi mengenai pergantian KAP.

Penelitian ini menggunakan variabel pergantian manajemen, leverage,

ukuran KAP. Penelitian ini dilakukan tehadap 35 perusahaan

manufaktur pada periode 2011 hingga 2014 yang telah dipilih

menggunakan metode purposive sampling. Ringkasan hasil pengujian

hipotesis yang telah dilakukan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.11
Ringkasan Hasil Uji Hipotesis
No Hipotesis Hasil
1. Pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian Diterima
auditor
2. Leverage berpengaruh terhadap pergantian auditor Ditolak
3. Ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor Diterima
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2016

1. Pengaruh Pergantian Manajemen terhadap pergantian Auditor

Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel

pergantian manajemen memiliki tingkat signifikansi 0,034 < = 0,05

(5%), maka variabel pergantian manajemen memiliki pengaruh

terhadap pergantian auditor. Alasannya adalah ketika ada pergantian

manajemen maka belum tentu terjadi pergantian auditor. Selain itu,

dalam data yang dianalisis diketahui bahwa sebagian besar perusahaan

tidak melakukan pergantian manajemen. Dengan demikian pergantian

manajemen merupakan perubahan yang terletak di dalam dan


44

dikendalikan oleh organisasi, yang meliputi perubahan dalam hal

teknologi, visi misi perusahaan, restrukturisasi tenaga kerja, kerjasama

dengan perusahaan lain atau mengadakan program baru. Sedangkan

keputusan untuk berganti auditor merupakan perubahan yang terjadi

diluar organisasi.

Perusahaan akan mencari KAP yang selaras dengan kebijakan

dan pelaporan akuntansinya, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan

adanya pergantian manajemen maka perusahaan klien mempunyai

kesempatan untuk menunjuk auditor baru yang lebih berkualitas, lebih

dapat diajak bekerjasama dan sejalan dengan kebijakan serta pelaporan

akuntansinya (Nagy, 2005). Jika hal ini tidak terpenuhi, kemungkinan

besar perusahaan akan mengganti auditornya. Hasil penelitian ini

konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh, Ekka Aprilla (2013)

yang menyimpulkan hasil bahwa pergantian manajemen berpengaruh

terhadap pergantian auditor yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Pengaruh Leverage terhadap Pergantian Auditor

Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa variabel

leverage memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,156 > = 0,05 (5%),

maka variabel leverage tidak memiliki pengaruh terhadap pergantian

auditor. Alasannya adalah semakin tinggi tingkat perusahaan

mengalami kesulitan keuangan atau leverage maka berkemungkinan

perusahaan tersebut akan melakukan pergantian auditor. Dengan

demikian, auditor pada klien dengan kesulitan keuangan memiliki


45

tenure yang lebih pendek dibandingkan dengan auditor yang berada

pada klien yang lebih sehat keuangannya dimana pada gilirannya

cenderung akan diganti.

Leverage yang diukur dengan rasio DER (Debt to Equity Ratio)

menunjukkan bahwa semakin besar rasio DER menunjukkan komposisi

hutang yang lebih besar dibandingkan ekuitas, yang mengindikasikan

memburuknya kinerja perusahaan. Sehingga perusahaan yang

mempunyai kesulitan keuangan akan menimbulkan kondisi yang

mendorong perusahaan berpindah KAP. Hasil penelitian ini konsisten

dengan penelitian yang dilakukan oleh, Wijaya dan Sudarma (2016)

yang menyimpulkan hasil bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap

pergantian auditor yang dilakukan oleh perusahaan.

3. Pengaruh Ukuran KAP terhadap Pergantian Auditor

Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa variabel

ukuran KAP memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,004 < = 0,05

(5%), maka variabel ukuran KAP memiliki pengaruh terhadap

pergantian KAP. Alasannya adalah perusahaan tidak akan mengganti

KAP jika KAP-nya sudah bereputasi. Perusahaan akan mencari KAP

yang kredibilitasnya tinggi untuk meningkatkan kredibilitas laporan

keuangan di mata pemakai laporan keuangan itu. Auditor yang

berkualitas dan sebagai pihak yang independen dapat meminimalisir

tindakan kecurangan yang mungkin dilakukan oleh manajemen dalam

membuat laporan keuangan.


46

Manajemen dan perusahaan akan mencari KAP yang bereputasi

tinggi karena investor dan para pihak yang menggunakan laporan

keuangan lebih percaya pada hasil audit yang dikeluarkan oleh KAP

yang mempunyai reputasi. KAP besar (Big Four) mempunyai

kemampuan yang lebih baik dalam melakukan audit dibandingkan KAP

kecil (Non Big Four), sehingga mampu menghasilkan kualitas audit

yang lebih tinggi. Arah hubungan negatif menunjukkan bahwa

perusahaan yang telah menggunakan jasa KAP Big Four memiliki

kemungkinan kecil untuk melakukan pergantian KAP. Perusahaan lebih

memilih KAP Big Four karena menganggap kualitas auditnya lebih

baik, serta untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan dan reputasi

perusahaan di mata pemakai laporan keuangan. Hasil penelitian ini

konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh, Ni Wayan Ari

Juliantari (2013) dan Ekka Aprilla (2013) yang menyimpulkan hasil

bahwa ukuran KAP berpengaruh terhadap pergantian auditor yang

dilakukan oleh perusahaan.


BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati pengaruh pengaruh

pergantian manajemen, leverage, dan ukuran KAP terhadap pergantian

auditor dalam laporan tahunan perusahaan pada tahun 2011-2014 yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Pergantian manajemen (PM) berpengaruh terhadap pergantian auditor

dengan tingkat signifikansi 0,034< 0,05. Oleh karena itu, hipotesis

pertama diterima.

2. Leverage (LE) tidak berpengaruh terhadap pergantian auditor, dengan

tingkat signifikansi 0,156> 0,05. Oleh karena itu hipotesis kedua ditolak.

3. Ukuran KAP (UK) berpengaruh terhadap pergantian auditor dengan

tingkat signifikansi 0,004< 0,05. Oleh karena itu hipotesis ketiga

diterima.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan yang memungkinkan

dapat melemahkan hasilnya. Beberapa keterbatasan tersebut adalah:

47
48

1. Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian hanya meliputi

perusahaan manufaktur selama tahun 2011-2014 yang dipilih sesuai

dengan kriteria, sehingga hanya diperoleh sebanyak 33 perusahaan.

2. Penelitian ini mendasarkan empat periode yaitu 2011-2014. Hasilnya

mungkin berbeda untuk periode pengamatan yang lebih panjang.

3. Peneliti hanya menggunakan tiga variabel independen yang

mempengaruhi pergantian auditor yaitu; pergantian manajemen,

leverage, dan ukuran KAP. Sehingga tidak dapat menjelaskan faktor-

faktor lain yang mempengaruhi pergantian auditor.

C. Saran

Berdasarkan keterbatasan dan kelemahan yang ada dalam penelitian

ini, maka dapat dikemukan beberapa saran yang dapat dipertimbangkan

untuk penelitian selanjutnya,yaitu:

1. Obyek penelitian selanjutnya tidak hanya menggunakan perusahaan

manufaktur tetapi juga bisa menambah perusahaan non manufaktur serta

dengan jumlah sampel yang lebih luas sehingga penelitian dapat lebih

digeneralisasi.

2. Penelitian selanjutnya disarankan menambah periode waktu penelitian

yang lebih panjang.

3. Peneliti selanjutnya disarankan menambah variabel lain yang diduga

berpengaruh terhadap pergantian auditor, misalnya kepemilikan saham

manajemen, jumlah anggota dewan komisaris, opini going concern,


49

audit tenure,audit delay dan tidak hanya memperhatikan pergantian

auditor saja tetapi juga memperhatikan reputasi pada tingkat auditornya

juga.
DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, Titis Bonang dan Sabeni, Arifin. 2013. Faktor-faktor yang


Mempengaruhi Pergantian KAP. Diponegoro Journal of Accounting
Vol. 02 No. 03, Hal 1 12.
Aprilia, Ekka. 2013. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Auditor
Switching. Accounting Analysis Journal. UniversitasNegeri Semarang.
Asti Pratini, I. G. A dan Putra astika I.B.2013.FenomenaPergantian Auditor Di
Bursa Efek Indonesia.E-Journal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.
5, No. 2. Hal 472-473
Gunady, Filani dan Mangoting, Yenni. 2013. Faktor faktor yang Mempengaruhi
Keputusan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun
2008-2012 Melakukan Pergantian Kantor Akuntan Publik. Tax &
Accounting Review, Vol. 3, No. 2
Juliantari, Ni Wayan Ari dan Rasmini, Ni Ketut. 2013. Auditor Switching Dan
Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. E-Journal Akuntansi
Universitas Udayana. Vol. 3, No. 2.
Moleong, Lexy. J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja
Rosdakarya.

MenteriKeuangan, 2003, KeputusanMenteriKeuanganNomor 359/KMK.06/2003


tentang JasaAkuntanPublik, Jakarta.

MenteriKeuangan, 2008, PeraturanMenteriKeuanganRepublik Indonesia Nomor


17/PMK.01/2008 tentang JasaAkuntanPublik, Jakarta.

________. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja


Rosdakarya.

Santoso, Styarini. 2012. Pengaruh Modal Intelektual dan Pengungkapan


Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.
14 No. 1
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV. Alfabeta.

Sugiyono. 2010. MetodePenelitianBisnis( PendekatanKuantitatif, Kualitatif, dan


R&D) . Bandung : CV. Alfabeta.

_______. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : CV. Alfabeta.


_______. 2012. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung : CV. Alfabeta.

Wijaya, Edwin danRasmini, Ni Ketut. 2015. Pengaruh Audit Fee, Opini Going
Concern, Finacial Distress, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP Pada
Pergantian Auditor. E-JurnalUniversitasUdayana. Vol. 11, No. 3
Wijaya, IGKHK Dan Sudarma, M. 2016. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pergantian Auditor Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia. Jurnal
Ilmiah Mahasiswa Feb. Universitas Brawijaya
LAMPIRAN 1
SAMPEL DATA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
TAHUN 2011-2014
NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN

1 PT Ades Waters Indonesia Tbk ADES


2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI
17 PT Hanson International Tbk MYRX
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX
19 PT Nippres Tbk NIPS
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS
24 PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk SCCO
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT
30 PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company Tbk ULTJ
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR
TABULASI DATA PERGANTIAN MANAJEMEN TAHUN PENELITIAN 2011-2014
Pergantian Manajemen
NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN
2011 2012 2013 2014
1 PT Ades Waters Indonesia Tbk ADES Agoes Soewandi Wangsapoetra 0 Agoes Soewandi Wangsapoetra 0 Martin Jimi 1 Martin Jimi 0
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA Stefanus Joko Mogoginta 1 Stefanus Joko Mogoginta 0 Stefanus Joko Mogoginta 0 Stefanus Joko Mogoginta 0
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO Herwanto Sutanto 0 Herwanto Sutanto 0 Herwanto Sutanto 0 Herwanto Sutanto 0
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM Ir. Alwinsyah Loebis, MM 1 Ir. Alwinsyah Loebis, MM 0 Ir. Alwinsyah Loebis, MM 0 Ir. Tato Miraza, SE, MM 1
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO Gunarso Budiman 1 Gunarso Budiman 0 Gunarso Budiman 0 Gunarso Budiman 0
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM Ali Caliskan 0 Ali Caliskan 0 Nuri Refik Duzgoren 1 Nuri Refik Duzgoren 0
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA Immanuel Sutarto 0 Immanuel Sutarto 0 Immanuel Sutarto 0 Immanuel Sutarto 0
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST Tetsuro Okano 0 Tetsuro Okano 0 Tetsuro Okano 0 Tetsuro Okano 0
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP Drs. Heria Machdi 0 Susanti Hidayat 1 Susanti Hidayat 0 Susanti Hidayat 0
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI Recsonlye Sitorus, MBA 1 Recsonlye Sitorus, MBA 0 Recsonlye Sitorus, MBA 0 Recsonlye Sitorus, MBA 0
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU Subhash Chander Paruthi 0 Subhash Chander Paruthi 0 Benjamin Joseph Mitai 1 Benjamin Joseph Mitai 0
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF Drs. Rusdi Rosman, MBA 1 Drs. Rusdi Rosman, MBA 0 Drs. Rusdi Rosman, MBA 0 Drs. Rusdi Rosman, MBA 0
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM Surya Adiwijaya Soepono 0 Surya Adiwijaya Soepono 0 Surya Adiwijaya Soepono 0 Surya Adiwijaya Soepono 0
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI Dani Bustan 1 Dani Bustan 0 Dani Bustan 0 Dani Bustan 0
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS Cherdsak Niyomsilpa 1 Pramoth Phromaue 1 Pramoth Phromaue 0 Pramoth Phromaue 0
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI Leonard Cornelis Jorden Evers 0 Leonard Cornelis Jorden Evers 0 Chin Kean Huat 1 Chin Kean Huat 0
17 PT Hanson International Tbk MYRX R. Agus Sentosa 1 R. Agus Sentosa 0 R. Agus Sentosa 0 Benny Tjokrosaputro 1
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX Benny Soetrisno 0 Benny Soetrisno 0 Benny Soetrisno 0 Benny Soetrisno 0
19 PT Nippres Tbk NIPS Jackson Tandiono, BA 1 Jackson Tandiono, BA 0 Jackson Tandiono, BA 0 Jackson Tandiono, BA 0
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX Ludijanto Setijo 0 Ludijanto Setijo 1 Ludijanto Setijo 0 Ludijanto Setijo 0
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO Ko Dandy 0 Ko Dandy 0 Ko Dandy 0 Ko Dandy 0
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK Ir. Soerjadi Soedarsono 1 Ir. Soerjadi Soedarsono 0 Ir. Soerjadi Soedarsono 0 Ir. Soerjadi Soedarsono 0
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS Djoko Sutrisno 0 Djoko Sutrisno 0 Djoko Sutrisno 1 Djoko Sutrisno 1
24 PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk SCCO Elly Soepono 0 Elly Soepono 1 Elly Soepono 0 Elly Soepono 0
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP Onny Soendjaja 0 Onny Soendjaja 0 Onny Soendjaja 0 Muhammad Suluhuddin Noor 1
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD Budiardjo Tek 0 Budiardjo Tek 0 Budiardjo Tek 0 Budiardjo Tek 0
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM Eddy Hartono 0 Eddy Hartono 0 Eddy Hartono 0 Eddy Hartono 0
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM Purnawan Suriadi 0 Purnawan Suriadi 0 Purnawan Suriadi 0 Purnawan Suriadi 0
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT Lim Gunawan Hariyanto, MBA 0 Djohan Surjaputra 1 Lim Gunawan Hariyanto, MBA 1 Djohan Surjaputra 0
30 PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company Tbk ULTJ Sabana Prawirawidjaja 0 Sabana Prawirawidjaja 0 Sabana Prawirawidjaja 0 Sabana Prawirawidjaja 0
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT Prianto Paseru, SH 0 Prianto Paseru, SH 0 Prianto Paseru, SH 0 Gunawan Taslim 1
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP Ambono Janurianto 1 Bambang Aria Wisena 0 Bambang Aria Wisena 0 M. Iqbal Zainuddin 1
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR Maurits Daniel Rudolf Lalisang 0 Maurits Daniel Rudolf Lalisang 0 Maurits Daniel Rudolf Lalisang 0 Hemant Bakshi 1
LAMPIRAN 3

TABULASI DATA LEVERAGE TAHUN PENELITIAN 2011-2014


Financial Distress
NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN
2011 2012 2013 2014
1 PT Ades Waters Indonesia Tbk ADES 1.51 0.86 0.67 0.71
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA 0.96 0.9 1.13 1.05
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO 1.01 0.96 1.16 1.24
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM 0.41 0.54 0.71 0.85
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO 1.37 0.42 0.59 -7.72
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM 0.38 0.36 0.47 3.41
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA 0.65 1.20 1.90 3.41
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST 0.31 0.47 0.35 0.56
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP 0.06 0.06 0.05 0.05
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI 0.12 0.14 0.08 1.00
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU 0.46 0.56 1.54 1.92
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF 0.43 0.44 0.52 2.05
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM 1.63 1.73 1.43 0.06
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI 0.10 0.04 0.14 0.92
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS 0.92 0.09 0.11 1.26
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI 1.30 2.49 0.80 3.03
17 PT Hanson International Tbk MYRX -27.05 3.41 0.09 0.11
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX 27.98 -30.60 -21.23 -8.59
19 PT Nippres Tbk NIPS 1.51 1.60 2.38 0.59
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX 1.29 1.37 1.36 0.17
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO 1.99 1.99 1.89 2.48
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK 1.49 1.27 1.06 1.07
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS 2.45 1.06 0.96 5.21
24 PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk SCCO 1.80 1.27 1.49 2.32
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP 0.59 0.74 1.73 0.27
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD 1.08 1.58 1.46 1.18
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM 0.7 0.76 0.69 0.53
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM 1.82 1.84 1.95 1.99
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT 4.02 5.45 11.25 7.69
30 PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company Tbk ULTJ 0.55 0.44 0.4 0.39
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT 0.27 0.58 0.9 0.83
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP 1.06 1.4 2.7 2.85
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR 2.17 1.82 2.25 1.36
LAMPIRAN 4

TABULASI DATA UKURAN KAP TAHUN PENELITIAN 2011-2014


Ukuran KAP
NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN
2011 2012 2013 2014
1 PT Ades Waters Indonesia Tbk ADES 0 1 1 1
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA 0 0 0 0
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO 0 0 0 0
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM 1 1 1 0
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO 0 0 0 1
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM 1 1 1 1
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA 0 0 0 0
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST 0 0 0 0
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP 0 0 0 0
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI 0 0 0 1
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU 0 0 0 0
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF 0 0 0 1
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM 0 0 0 0
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI 0 0 0 0
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS 0 1 1 1
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI 0 0 0 0
17 PT Hanson International Tbk MYRX 0 0 0 0
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX 0 0 0 0
19 PT Nippres Tbk NIPS 1 0 0 0
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX 0 0 0 1
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO 0 0 1 1
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK 0 0 0 0
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS 0 0 0 1
24 PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk SCCO 1 1 0 0
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP 1 0 0 0
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD 0 1 0 1
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM 0 0 0 1
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM 0 0 0 0
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT 0 0 1 1
30 PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company Tbk ULTJ 0 0 0 1
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT 0 0 0 0
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP 0 0 0 0
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR 1 1 1 1
LAMPIRAN 5

TABULASI DATA PERGANTIAN AUDITOR TAHUN PENELITIAN 2011-2014


Pergantian Auditor
NO NAMA PERUSAHAAN EMITEN
2011 2012 2013 2014
1 PT Ades Waters Indonesia Tbk ADES Johan Malonda Mustika & Co. 0 Johan Malonda Mustika & Co. 0 Johan Malonda Mustika & Co. 0 Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 1
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk AISA Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto 0 Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto 0 Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto 0 Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto 0
3 PT Aslkindo Naratama Tbk ALDO Anwar & Co. 0 Anwar & Co. 0 Anwar & Co. 0 Arsyad & Rekan 1
4 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM Purwantono, Suherman & Surja 0 Purwantono, Suherman & Surja 0 Purwantono, Suherman & Surja 0 Tanudireja, Wibisana & Co 1
5 PT Argo Pantes Tbk ARGO Anwar & Rekan 0 Anwar & Rekan 0 Anwar & Rekan 0 Junaedi, Chairul & Subyakto 1
6 PT Indo Kordsa Tbk BRAM Osman Bing Satrio & Co. 0 Osman Bing Satrio & Co. 0 Osman Bing Satrio & Eny 0 Osman Bing Satrio & Eny 0
7 PT Eterindo Wahanatama Tbk ETWA Aryanto, Amir, Jusuf, Mawar & Saptoto 0 Gani Mulyadi & Handayani 1 Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan 1 Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan 0
8 PT Gunawan ianjaya Steel Tbk GDST Hadori Sugiarto Adi & Co. 0 Hadori Sugiarto Adi & Co. 0 Hadori Sugiarto Adi & Co. 0 Hadori Sugiarto Adi & Co. 0
9 PT Inti Agri Resources Tbk IIKP Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry 1 Doli, Bambang & Sudarmadji 1 Doli, Bambang & Sudarmadji 0 Asep Rahmansyah & Rekan 1
10 PT Intan Wijaya International Tbk INCI Hananta Budianto & Rekan 1 Hananta Budianto & Rekan 0 Hananta Budianto & Rekan 0 Hananta Budianto & Rekan 0
11 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU Junaedi, Chairul & Subyakto 0 Junaedi, Chairul & Subyakto 0 Budiman, Wawan, Pamudji & Co. 1 Budiman, Wawan, Pamudji & Co. 0
12 PT Kimia Farma Tbk KAEF Handrawinata Eddy & Siddharta 1 Handrawinata Eddy & Siddharta 0 Handrawinata Eddy & Siddharta 0 Handrawinata Eddy & Siddharta 0
13 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang 0 Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan 1 Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang 1 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 0
14 PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk KBRI Hananta Budianto & Rekan 0 Hananta Budianto & Rekan 0 Hananta Budianto & Rekan 0 Hananta Budianto & Rekan 0
15 PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk KIAS Jamaludin, Aria, Sukimto & Co. 1 Jamaludin, Aria, Sukimto & Co. 0 Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny 0 Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny 0
16 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI Siddharta & Widjaja 1 Tanudiredja, Wibisana & Co. 1 Siddharta & Widjaja 1 Tanudiredja, Wibisana & Co. 1
17 PT Hanson International Tbk MYRX Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry 0 Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry 0 Hendrawinata, Eddy & Siddharta 1 Purwantono, Suherman & Surja 1
18 PT Apac Citra Centertex Tbk MYTX Mulyamin Sensi Suryanto 1 Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny 0 Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny 0 Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan 1
19 PT Nippres Tbk NIPS Muhaemin 0 Budiman, Wawan, Pamudji & Co. 1 Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan 1 Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan 0
20 PT Pan Brothers Tbk PBRX Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan 1 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 1 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 0 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 0
21 PT Pelangi Indah Canindo Tbk PICO Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry 1 Griselda, Wisnu & Arum 1 Griselda, Wisnu & Arum 0 Hananta Budianto & Rekan 1
22 PT Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK Budiman, Wawan, Pamudji & Co 0 Junaedi, Chairul & Subyakto 1 Junaedi, Chairul & Subyakto 0 Hertanto, Sidik & Indra 1
23 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk PRAS Paul, Hadiwinata, Hidayat, Arsono, Ade Fatma & Co. 1 Paul, Hadiwinata, Hidayat, Arsono, Ade Fatma & Co. 0 Krisnawan, Busroni, Achsin & Alamsyah 1 Krisnawan, Busroni, Achsin & Alamsyah 1
24 PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk SCCO Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang 0 Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan 1 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 1 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 0
25 PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP Drs. Basri Hardjosumarto, Msi, Ak & Rekan 0 Drs. Basri Hardjosumarto, Msi, Ak & Rekan 0 Drs. Basri Hardjosumarto, Msi, Ak & Rekan 0 Drs. Basri Hardjosumarto, Msi, Ak & Rekan 0
26 PT Siearad Produce Tbk SIPD Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 0 Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 0 Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 0 Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 0
27 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM Tjahjadi, Pradhono & Teramihardja 1 Teramihardja, Pradhono & Chandr 1 Teramihardja, Pradhono & Chandr 0 Purwantono, Suherman & Surja 1
28 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk SSTM Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih 0 Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih 0 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 1 Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali 0
29 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT Joachim Sulistyo & Rekan 0 Pieter, Uways & Rekan 1 Pieter, Uways & Rekan 0 Pieter, Uways & Rekan 0
30 PT Ultra Jaya Milk Industry Trading Company Tbk ULTJ Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih 0 Bambang Budi Tresno 1 Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 1 Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan 0
31 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry 1 Drs. Imam Syafei & Co 1 Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan 1 Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry 1
32 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk UNSP Tanubrata Sutanto Fahmi & Co. 1 Tanubrata Sutanto Fahmi & Co. 0 Tanubrata Sutanto Fahmi & Co. 0 Tanubrata Sutanto Fahmi & Co. 0
33 PT Uniliver Indonesia Tbk UNVR Tanudiredja, Wibisana & Co. 0 Tanudiredja, Wibisana & Co. 0 Tanudiredja, Wibisana & Co. 0 Tanudiredja, Wibisana & Co. 0
LAMPIRAN 6

TABULASI DATA PENELITIAN TAHUN PENELITIAN 2011-2014


NO EMITEN Tahun PM LK UK Switch

1 ADES 2011 0 1.51 0 0


2 AISA 1 0.96 0 0
3 ALDO 0 1.01 0 0
4 ANTM 1 0.41 1 0
5 ARGO 1 1.37 0 0
6 BRAM 0 0.38 1 0
7 ETWA 0 0.65 0 0
8 GDST 0 0.31 0 0
9 IIKP 0 0.06 0 1
10 INCI 1 0.12 0 1
11 INRU 0 0.46 0 0
12 KAEF 1 0.43 0 1
13 KBLM 0 1.63 0 0
14 KBRI 1 0.10 0 0
15 KIAS 1 0.92 0 1
16 MLBI 0 1.30 0 1
17 MYRX 1 -27.05 0 0
18 MYTX 0 27.98 0 1
19 NIPS 1 1.51 1 0
20 PBRX 0 1.29 0 1
21 PICO 0 1.99 0 1
22 PKPK 1 1.49 0 0
23 PRAS 0 2.45 0 1
24 SCCO 0 1.80 1 0
25 SIAP 0 0.59 1 0
26 SIPD 0 1.08 0 0
27 SMSM 0 0.7 0 1
28 SSTM 0 1.82 0 0
29 TIRT 0 4.02 0 0
30 ULTJ 0 0.55 0 0
31 UNIT 0 0.27 0 1
32 UNSP 1 1.06 0 1
33 UNVR 0 2.17 1 0
34 ADES 2012 0 0.86 1 0
35 AISA 0 0.9 0 0
36 ALDO 0 0.96 0 0
37 ANTM 0 0.54 1 0
38 ARGO 0 0.42 0 0
39 BRAM 0 0.36 1 0
40 ETWA 0 1.20 0 1
41 GDST 0 0.47 0 0
42 IIKP 1 0.06 0 1
43 INCI 0 0.14 0 0
44 INRU 0 0.56 0 0
45 KAEF 0 0.44 0 0
46 KBLM 0 1.73 0 1
47 KBRI 0 0.04 0 0
48 KIAS 1 0.09 1 0
49 MLBI 0 2.49 0 1
50 MYRX 0 3.41 0 0
51 MYTX 0 -30.60 0 0
52 NIPS 0 1.60 0 1
53 PBRX 1 1.37 0 1
54 PICO 0 1.99 0 1
55 PKPK 0 1.27 0 1
56 PRAS 0 1.06 0 0
57 SCCO 1 1.27 1 1
58 SIAP 0 0.74 0 0
59 SIPD 0 1.58 1 0
60 SMSM 0 0.76 0 1
61 SSTM 0 1.84 0 0
62 TIRT 1 5.45 0 1
63 ULTJ 0 0.44 0 1
64 UNIT 0 0.58 0 1
65 UNSP 0 1.4 0 0
66 UNVR 0 1.82 1 0
67 ADES 2013 1 0.67 1 0
68 AISA 0 1.13 0 0
69 ALDO 0 1.16 0 0
70 ANTM 0 0.71 1 0
71 ARGO 0 0.59 0 0
72 BRAM 1 0.47 1 0
73 ETWA 0 1.90 0 1
74 GDST 0 0.35 0 0
75 IIKP 0 0.05 0 0
76 INCI 0 0.08 0 0
77 INRU 1 1.54 0 1
78 KAEF 0 0.52 0 0
79 KBLM 0 1.43 0 1
80 KBRI 0 0.14 0 0
81 KIAS 0 0.11 1 0
82 MLBI 1 0.80 0 1
83 MYRX 0 0.09 0 1
84 MYTX 0 -21.23 0 0
85 NIPS 0 2.38 0 1
86 PBRX 0 1.36 0 0
87 PICO 0 1.89 1 0
88 PKPK 0 1.06 0 0
89 PRAS 1 0.96 0 1
90 SCCO 0 1.49 0 1
91 SIAP 0 1.73 0 0
92 SIPD 0 1.46 0 0
93 SMSM 0 0.69 0 0
94 SSTM 0 1.95 0 1
95 TIRT 1 11.25 1 0
96 ULTJ 0 0.4 0 1
97 UNIT 0 0.9 0 1
98 UNSP 0 2.7 0 0
99 UNVR 0 2.25 1 0
100 ADES 2014 0 0.71 1 1
101 AISA 0 1.05 0 0
102 ALDO 0 1.24 0 1
103 ANTM 1 0.85 0 1
104 ARGO 0 -7.72 1 1
105 BRAM 0 3.41 1 0
106 ETWA 0 3.41 0 0
107 GDST 0 0.56 0 0
108 IIKP 0 0.05 0 1
109 INCI 0 1.00 1 0
110 INRU 0 1.92 0 0
111 KAEF 0 2.05 1 0
112 KBLM 0 0.06 0 0
113 KBRI 0 0.92 0 0
114 KIAS 0 1.26 1 0
115 MLBI 0 3.03 0 1
116 MYRX 1 0.11 0 1
117 MYTX 0 -8.59 0 1
118 NIPS 0 0.59 0 0
119 PBRX 0 0.17 1 0
120 PICO 0 2.48 1 1
121 PKPK 0 1.07 0 1
122 PRAS 1 5.21 1 1
123 SCCO 0 2.32 0 0
124 SIAP 1 0.27 0 0
125 SIPD 0 1.18 1 0
126 SMSM 0 0.53 1 1
127 SSTM 0 1.99 0 0
128 TIRT 0 7.69 1 0
129 ULTJ 0 0.39 1 0
130 UNIT 1 0.83 0 1
131 UNSP 1 2.85 0 0
132 UNVR 1 1.36 1 0
LAMPIRAN 7

STATISTIK DESKRIPTIF

Descriptives
Descriptive Statistics
Std.
N Minimum Maximum Mean
Deviation
Pergantian Manajemen 132 0 1 ,22 ,416
Leverage 132 -30,60 27,98 ,7561 5,12606
Ukuran KAP 132 0 1 ,26 ,439
Pergantian Auditor 132 0 1 ,37 ,485
Valid N (listwise) 132
LAMPIRAN 8

UJI NORMALITAS

Regression
a
Variables Entered/Removed
Model Variables Entered Variables Method
Removed
1 Ukuran KAP, . Enter
Pergantian
Manajemen,
b
Leverage
a. Dependent Variable: Pergantian Auditor
b. All requested variables entered.

a
Coefficients
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 Pergantian Manajemen ,995 1,005
Financial Distress ,992 1,008
Ukuran KAP ,989 1,011
a. Dependent Variable: Pergantian Auditor
LAMPIRAN 9

UJI REGRESI LOGISTIK

Logistic Regression
Case Processing Summary
a
Unweighted Cases N Percent
Selected Cases Included in Analysis 132 100,0
Missing Cases 0 ,0
Total 132 100,0
Unselected Cases 0 ,0
Total 132 100,0
a. If weight is in effect, see classification table for the total number of
cases.

Dependent Variable Encoding


Original Value Internal Value
Non-Voluntary 0
Voluntary 1

Block 0: Beginning Block


a,b,c
Iteration History
Iteration -2 Log likelihood Coefficients
Constant
Step 0 1 174,138 -,515
2 174,134 -,527
3 174,134 -,527
a. Constant is included in the model.
b. Initial -2 Log Likelihood: 174,134
c. Estimation terminated at iteration number 3 because
parameter estimates changed by less than ,001.

a,b
Classification Table
Observed Predicted
Pergantian Auditor Percentage
Non-Voluntary Voluntary Correct
Step 0 Non-Voluntary 83 0 100,0
Pergantian Auditor
Voluntary 49 0 ,0
Overall Percentage 62,9
a. Constant is included in the model.
b. The cut value is ,500
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 0 Constant -,527 ,180 8,558 1 ,003 ,590

Variables not in the Equation


Score df Sig.
Step 0 PM 3,395 1 ,065
Variables LE 1,557 1 ,212
UK 7,441 1 ,006
Overall Statistics 13,872 3 ,003

Block 1: Method = Enter


a,b,c,d
Iteration History
Iteration -2 Log likelihood Coefficients
Constant PM LE UK
Step 1 1 159,747 -,441 ,838 ,051 -1,150
2 159,074 -,488 ,960 ,065 -1,453
3 159,067 -,492 ,970 ,067 -1,485
4 159,067 -,492 ,971 ,067 -1,486
a. Method: Enter
b. Constant is included in the model.
c. Initial -2 Log Likelihood: 174,134
d. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less
than ,001.

Omnibus Tests of Model Coefficients


Chi-square df Sig.
Step 1 Step 15,066 3 ,002
Block 15,066 3 ,002
Model 15,066 3 ,002

Model Summary
Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Nagelkerke R
Square Square
a
1 159,067 ,108 ,147
a. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter
estimates changed by less than ,001.
Hosmer and Lemeshow Test
Step Chi-square df Sig.
1 10,228 8 ,249

Contingency Table for Hosmer and Lemeshow Test


Pergantian Auditor = Non- Pergantian Auditor = Total
Voluntary Voluntary
Observed Expected Observed Expected
Step 1 1 10 11,475 3 1,525 13
2 12 11,240 1 1,760 13
3 10 9,917 4 4,083 14
4 8 8,017 5 4,983 13
5 11 7,947 2 5,053 13
6 10 7,860 3 5,140 13
7 5 7,778 8 5,222 13
8 6 7,651 7 5,349 13
9 7 6,257 6 6,743 13
10 4 4,858 10 9,142 14

a
Classification Table
Observed Predicted
Pergantian Auditor Percentage
Non-Voluntary Voluntary Correct
Step 1 Non-Voluntary 77 6 92,8
Pergantian Auditor
Voluntary 35 14 28,6
Overall Percentage 68,9
a. The cut value is ,500

Variables in the Equation


B S.E. Wald df Sig. Exp(B) 95% C.I.for EXP(B)
Lower Upper
a
Step 1 PM ,971 ,458 4,493 1 ,034 2,639 1,076 6,475
LE ,067 ,047 2,009 1 ,156 1,069 ,975 1,173
UK -1,486 ,517 8,264 1 ,004 ,226 ,082 ,623
Constant -,492 ,233 4,465 1 ,035 ,611
a. Variable(s) entered on step 1: PM, FD, UK.

Correlation Matrix
Constant PM LE UK
Step 1 Constant 1,000 -,401 -,195 -,275
PM -,401 1,000 ,045 -,180
LE -,195 ,045 1,000 -,104
UK -,275 -,180 -,104 1,000