You are on page 1of 7

26 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 26 - 32

PENGARUH AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN


ALOKASI DANA DESA, KEBIJAKAN DESA, DAN KELEMBAGAAN
DESA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kasus
Pada Desa Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

Justita Dura
Dosen STIE Asia Malang

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini menguji pengaruh akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa,
kebijakan desa, dan kelembagaan desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga dilakukan untuk
mengetahui apakah akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan
kelembagaan desa secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Responden
terdiri dari 55 perempuan dan 45 laki-laki dari berbagai latar pendidikan dan pekerjaan yang berbeda-
beda. Semua data diolah dengan analisis regresi berganda dengan melihat uji validitas, realibiltas, dan
pengujian hipotesis dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas
pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa berpengaruh terhadap
kesejahteraan masyarakat, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan
kelembagaan desa berpengaaruh secara bersama-sama terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci : Alokasi Dana Desa, Kebijakan Desa, Kelembagaan Desa, dan Kesejahteraan Masyarakat

Abstract
The purpose of this study examines the effect of financial management accountability allocation of village
funds, village policy, institutional and villages on the welfare of the community. It is also conducted to
determine whether the allocation of funds financial management accountability village, village policies, and
village institutions jointly affect the welfare of the community. Respondents consisted of 55 women and 45
men from all walks of education and work different. All data is processed by multiple regression analysis
with a look at the validity, realibiltas, and hypothesis testing by F test and t test. The results of this study
indicate that accountability in financial management fund allocation village, village policies, and village
institutions affect the welfare of the community, and accountability in financial management allocation of
village funds, village policies, and institutional berpengaaruh village together for the welfare of society.
Keywords: Village Allocation Fund, Rural Policy, Rural Institutions and Public Welfare

PENDAHULUAN Masyarakat itu sendiri mempunyai dua


Desa merupakan sebuah komunitas kecil sifat yaitu ada yang bersifat terbuka yang bisa
yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai menerima perubahan-perubahan yang terjadi di
tempat tinggal dan juga tempat pemenuhan lingkungan masyarakat dan menggabungkan
kebutuhan hidup masyarakat desa yang berbagai jenis kebudayaan yang sudah ada, dan
bergantung kepada pertanian (Rahardjo, 2010 : sebaliknya masyarakat yang mempunyai sifat
28). Pengertian dari masyarakat itu merupakan tertutup cenderung sulit untuk menerima
sekelompok manusia yang saling berinteraksi perubahan-perubahan karena mereka tidak
sehingga dalam masyarakat tersebut akan terdapat terbiasa melakukan sesuatu yang mereka tidak
kesepakatan-kesepakatan yang telah ditentukan pahami dan tidak biasa mereka jalankan, biasanya
agar ditaati dan dilaksanakan oleh setiap anggota juga terjadi pada masyarakat yang masih
masyarakat. Kesepakatan-kesepakatan yang sudah tradisional dan tinggal di daerah pedesaan atau
ada dalam masyarakat kemudian menjadi pegunungan.
pedoman pada setiap warganya, sehingga dapat Berdasarkan Peraturan Pemerintah
membedakan antara masyarakat yang satu dengan Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa pasal 68 ayat
yang lain (Soerjono Soekanto, 2006 : 22). 1 poin c, menyebutkan bahwa bagian dari dana
perimbangan pusat dan daerah yang diterima oleh
Justita Dura: Pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa ..........................27

kabupaten/kota untuk desa, paling sedikit 10% berasal dari Alokasi Dana Desa bisa menunjang
secara proposional pembagiannya untuk setiap program desa sehingga tujuan pemerintah
desa, dana ini dalam bentuk Alokasi dana Desa tercapai. Berdasarkan perumusan permasalahan
atau sering disebut sebagai ADD. Alokasi Dana diatas permasalahan yang muncul adalah:
Desa (ADD) merupakan dana yang dialokasikan 1. Apakah akuntabilitas pengelolaan keuangan
oleh Pemerintah Kabupaten untuk desa, yang alokasi dana desa berpengaruh terhadap
bersumber dari bagian dana perimbangan kesejahteraan masyarakat Desa
keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Gubugklakah?
Kabupaten. Alokasi Dana Desa merupakan dana 2. Apakah kebijakan desa berpengaruh
yang cukup signifikan bagi Desa untuk terhadap kesejahteraan masyarakat Desa
menunjang program-program Desa. Pengelolaan Gubugklakah?
keuangan baik dari anggaran sampai realisasi 3. Apakah kelembagaan desa berpengaruh
harus melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan terhadap kesejahteraan masyarakat Desa
aparat Pemerintah Daerah. Kendala-kendala yang Gubugklakah?
dihadapi oleh Pemerintah Daerah baik Pemerintah 4. Apakah pengelolaan keuangan alokasi dana
desa dan Pemerintah Kecamatan adalah desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa
kurangnya pengendalian terhadap pengelolaan berpengaruh secara bersama-sama (simultan)
dana yang berasal dari Alokasi Dana Desa. terhadap kesejahteraan masyarakat Desa
Hal ini disebabkan karena minimnya Gubugklakah?
sumber daya yang ada dan kontrol dari
Pemerintah dan Masyarakat yang kurang. Oleh Tujuan Penelitian
karena itu perlu diketahui sejauh mana Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini
akuntabilitas pengelolaan keuangan Alokasi Dana adalah untuk mengetahui alokasi dana desa,
Desa dan sejauh mana peran dari Alokasi Dana kebijakan desa, kelembagaan desa mempunyai
Desa dalam program Desa sehingga tujuan pengaruh positif terhadap kesejahteraan
Pemerintah mengalokasikan Dana Pemerintah masyarakat Desa Gubugklakah Kecamatan
Pusat dan Daerah bisa membantu program Desa Poncokusumo Kabupaten Malang.
dan tujuan Pemerintah terwujud demi
kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu penulis Tinjauan Pustaka
melaksanakan penelitian dengan judul Pengaruh Alokasi Dana Desa
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Otonomi daerah sangat mendorong
Dana Desa, Kebijakan Desa, dan Kelembagaan Pemerintah Desa untuk lebih memberdayakan
Desa Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi masyarakat dan mengoptimalkan sumberdaya
Kasus Pada Desa Gubugklakah Kecamatan yang ada baik itu sumberdaya dari desa sendiri
Poncokusumo Kabupaten Malang) maupun dari luar. Salah satu sumberdaya dari luar
desa yaitu alokasi dana dari Pemerintah Daerah
Rumusan Masalah yang disebut Alokasi Dana Desa. Adanya Alokasi
Pemerintah pedesaan merupakan Dana desa (ADD) tersebut, desa memiliki
pemerintah paling bawah yang berhubungan kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah
langsung dengan masyarakat, sehingga tingkat tangganya sesuai dengan kewenangan yang
kepercayaan masyarakat atas pengelolaan diberikan, yang menyangkut peranan pemerintah
pemerintah desa sangat dibutuhkan. Selain dari desa sebagai penyelenggara pelayanan publik di
masyarakat juga dibutuhkan kepercayaan dari desa dan sebagai tujuan dalam proses perencanaan
tingkatan pemerintahan yang lebih tinggi lagi dan pelaksanaan pembangunan daerah yang
yaitu pemerintah daerah dan pusat, karena dari melibatkan masyarakat di tingkat desa. Untuk
pemerintahanlah sebagian dana di salurkan ke melaksanakan kewenangan tersebut, pemerintah
desa, salah satunya adalah Alokasi Dana desa desa memiliki sumber daya penerimaan yang
(ADD). Sumber keuangan dari Alokasi Dana digunakan untuk membiayai kegiatan yang
Desa merupakan dana dari perimbangan daerah dilakukan di desa. Salah satu hal yang penting
yang cukup signifikan jumlahnya, sehingga perlu untuk mendukung proses pelaksanaan
adanya penanganan yang khusus baik dalam pembangunan di setiap desa adalah adanya
pengelolaan maupun pencatatannya. Dengan kepastian keuangan untuk pembiayaan.
pengelolaan yang baik diharapkan dana yang
28 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 26 - 32

Penetapan pembiayaan pembangunan menunggu datangnya dana bantuan dari pemerintah


dapat berasal dari berbagai sumber seperti dari pusat.
pemerintah, swasta maupun masyarakat. Selama
ini, pembangunan desa masih banyak bergantung Pelaporan Keuangan
dari pendapatan asli desa dan swadaya masyarakat Laporan keuangan merupakan laporan
yang jumlah maupun sifatnya tidak dapat yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan
diprediksi. Oleh karena itu, untuk menunjang transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu
pembangunan di wilayah pedesaan, pemerintah entitas pelaporan. Standar Akuntansi
pusat mengarahkan kepada beberapa kabupaten Pemerintahan (SAP) melalui PP. No. 24 tahun
dari APBD-nya untuk melakukan pengalokasian 2005, yang merupakan SAP pertama yang di
dana langsung ke desa. Kebijakan pengalokasian miliki oleh Pemerintah Indonesia. Entitas
dana (ADD), ini diatur dalam Peraturan pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri
Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dari satu atau lebih unit pemerintahan yang secara
dan kemudian ditindaklanjuti dengan Surat ketentuan perundang-undangan wajib
Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 140/60/SJ menyampaikan pertanggungjawaban berupa
Tahun 2005 tentang Pedoman Alokasi Dana Desa laporan keuangan, adapun entitas pelaporan terdiri
dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada dari:
Pemerintah Desa. Dalam Peraturan Pemerintah 1. Pemerintahan Pusat
Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa pasal 68 ayat 2. Pemerintahan Daerah
1 poin c, disebutkan bahwa bagian dari dana 3. Satuan organisasi di lingkungan pemerintah
perimbangan pusat dan daerah yang diterima oleh pusat/daerah atau organisasi lainnya, jika
kabupaten/kota untuk desa paling sedikit 10% menurut peraturan perundang-undangan
yang pembagiannya untuk setiap desa secara satuan organisasi dimaksud wajib
proporsional yang merupakan alokasi dana desa. menyajikan laporan keuangan.
Jadi, Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dana Komponen laporan keuangan entitas
yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten pelaporan yang secara peraturan perundang-
untuk desa, yang bersumber dari bagian dana undangan diwajibkan untuk menyampaikan
perimbangan keuangan pusat dan daerah yang pertanggungjawab, harus menyusun laporan
diterima oleh Kabupaten. Adapun tujuan dari keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi
Alokasi Dana Desa (ADD) ini adalah untuk : Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Arus Kas
1. Meningkatkan penyelenggaraan (LAK) dan Catatan atas Laporan Keuangan
pemerintahan desa dalam melaksanakan (CaLK).
pelayanan pemerintahan, pembangunan, Disamping laporan keuangan pokok
dan kemasyarakatan sesuai tersebut diatas entitas pelaporan diperkenankan
kewenangannya; juga untuk menyajikan Laporan Kinerja keuangan
2. Meningkatkan kemampuan lembaga dan laporan Perubahan Ekuitas. Tujuan Pelaporan
kemasyarakatan di desa dalam Keuangan disusun untuk informasi keuangan yang
perencanaan, pelaksanaan, dan relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh
pengendalian pembangunan secara transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas
partisipatif sesuai dengan potensi desa; pelaporan dalam satu periode waktu tertentu.
3. Meningkatkan pemerataan pendapatan, laporan Keuangan digunakan untuk
kesempatan bekerja dan kesempatan membandingkan realisasi pendapatan, belanja,
berusaha bagi masyarakat desa; transfer dan pembiayaan dengan anggaran yang
4. Mendorong peningkatan swadaya gotong telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan,
royong masyarakat desa. mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu
Pemerintah daerah mengharapkan kebijakan entitas pelaporan dan membantu menentukan
Alokasi Dana Desa ini dapat mendukung pelaksanaan ketaatannya terhadap peraturan perundang-
pembangunan partisipatif berbasis masyarakat dalam undangan.
upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan sekaligus Peranan Pelaporan Keuangan
memelihara kesinambungan pembangunan di tingkat Pemerintahan Entitas Pelaporan menyajikan
desa. Dengan adanya Alokasi Dana Desa, desa Laporan Keuangan dalam satu periode pelaporan
memiliki kepastian pendanaan sehingga pembangunan
dapat terus dilaksanakan tanpa harus terlalu lama
secara sitematis dan terstruktur, sebagai berikut :
1. Akuntabilitas untuk
mempertanggungjawabkan pengelolaan dan
Justita Dura: Pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa ..........................29

pelaksanaa kebijakan sumber daya dalam abstrak, yakni sebagai suatu kompleks nilai dan
mencapai tujuan. norma-norma tertentu. Di lain pihak ada yang
2. Manajemen untuk memudahkan fungsi mengartikannya secara lebih konkrit daan longgar,
perencanaan, pengelolaan dan pengendalian yakni menyangkut berbagai macam pola
atas aset, kewajiban dan ekuitas dana orgaanisasi atau kepentingan tertentu. Pengertian
pemerintah. yang kedua ini seringkali bertautan dengan konsep
3. Transparasi untuk memberikan informasi asosiasi. Namun bagaimanapun beragamnya
keuangan yang terbuka, jujur, menyeluruh pengertian lembaga sosial, tentu terdapat
kepada stakeholders. pengertian yang bersifat definitif. Berikut ini
4. Keseimbangan antargenerasi untuk beberapa definisi mengenai lembaga sosial yang
memberikan informasi mengenai kecukupan mungkin akan memperjelas pengertian kita
penerimaan pemerintah untuk membiayai mengenai lembaga.
seluruh pengeluaran. Menurut Paul B. Horto dan Chester L.
Hunt (terjemahan, 1987 : 244), lembaga adalah
Kebijakan Desa suatu sistem norma untuk mencapai tujuan atau
Kebijakan pemerintah desa merupakan kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting.
salah satu produk hukum karena setiap pemerintah Menurut Soerjono Soekanto (1986:178), lembaga
desa secara hukumpun memiliki wewenang kemasyarakatan adalah merupakan himpunan
tersebut. meskipun berskala kecil dan lokal yang daripada norma-norma dari segala tingkatan yang
mencangkup wilayah administrasi desa itu sendiri. berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam
Secara undang-undang, kebijakan formal di level kehidupan masyarakat.
desa tertuah dalam bentuk peraturan desa. secara Adapun kelembagaan desa di pedesaan
struktur undang-undang dan ketatanegaraan, antara lain Badan Permusyawaratan Desa (BPD),
peraturan desa merupakan bentuk tindak lanjut Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD),
serta penjabaran dari peraturan yang lebih tinggi, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK),
bukan untuk menjalankan otonomi secara Koperasi Unit Desa (KUD), dan lain-lain.
independen, melainkan tanggung jawab otonomi
desa tetap ada dibawah wewenang dan Kesejahteraan Masyarakat
pengawasan pemerintah kota/kabupaten. Kesejahteraan masyarakat merupakan
Meskipun demikian desa memiliki hak dan suatu tata cara dan penghidupan social, material
wewenang berpartisipasi dalam menentukan arah dan spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan,
pembangunan nasional secara umum serta kesusilaan dan ketentraman lahir batin yang
pembangunan desa sendiri secara khusus. meningkat bagi setiap warga Negara untuk
Kelembagaan Desa mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan
Istilah lembaga sosial dalam ilmu-ilmu jasmani, rohnai, dan social bagi diri, keluarga dan
sosial umumnya, dan dalam Sosiologi khususnya, masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat
merupakan terjemahan dari social institution. berdasarkan program Badan Koordinasi Keluarga
Namun istilah ini bukan merupakan terjemahan Berencana Nasional (BKKBN) dengan pendataan
satu-satunya. Koentjaraningrat, keluarga dalam rangka program pembangunan
menerjemahkannya dengan pranata sosial. dan pengentasan kemiskinan. Sedangkan menurut
Sedangkan Soerjono Soekanto dalam bukunya Badan Pusat Statistik tahun 2006 yang menjadi
Sosilogi, Suatu Pengantar, 1986, menggunakan tolok ukur kesejahteraan masyarakat yaitu
istilah lembaga kemasyarakatan untuk istilah kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.
tersebut.
Ternyata, bukan saja istilahnya yang Kerangka Konseptual
beragam, melainkan juga pengertian yang Model penelitian yang digunakan dalam
terkandung di dalamnya. Malahan, dalam The penelitian ini :
International Encyclopedia of Sociology, yang
Alokasi Dana Desa Kesejah
disunting oleh Michael Mann (1984 : 172)
dijelaskan bahwa Sosiologi telah lama dan sering teraan
berbicara tentang lembaga sosial, namun Kebijakan Desa Masyar
pengertiannya kurang jelas dan beragam. Ada Kelembagaan Desa akat
yang mengartikan lembaga sosial secara lebih Hipotesis
30 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 26 - 32

besar responden dari pekerjaanya sebagai petani


dan berpendidikan SD.
H1 : Pengaruh akuntabilitas pengelolaan Dari perhitungan beberapa variable
keuangan alokasi dana desa terhadap diperoleh bahwa data dapat dikatakan valid karena
kesejahteraan masyarakat Desa r hitung > r table yaitu untuk variable Alokasi
Gubugklakah Dana Desa 0,6010 > 0,1966, variable Kebijakan
H2 : Pengaruh kebijakan desa terhadap Desa 0,7780 > 0,1966, variable Kelembagaan
kesejahteraan masyarakat Desa Desa 0,7970 > 0,1966, dan Variabel kesejahteraan
Gubugklakah masyarakat 0,6190 > 0,1966. Terlihat dalam table
H3 : Pengaruh kelembagaan desa terhadap berikut :
kesejahteraan masyarakat Desa Tabel 1. Uji Vadilitas
Gubugklakah Correlations
H4 : Pengaruh akuntabilitas pengelolaan
keuangan alokasi dana desa, kebijakan TOTAL
desa, dan kelembagaan desa terhadap TOTALX Pearson Correlation ,610*
kesejahteraan masyarakat Desa * 1
1
Gubugklakah Sig. (2-tailed) ,000
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Desa N 100 100
Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo TOTALX Pearson Correlation ,778*
Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang * 1
2
digunakan dengan penelitian kuantitatif Sig. (2-tailed) ,000
menggunakan metode penelitian kasual dengan
karakteristik masalah hubungan sebab akibat. N 100 100
Populasinya adalah sekelompok warga yang TOTALX Pearson Correlation ,797 *

mempunyai karakteristis tertentu (Indriantoro dan * 1


3
Supomo, 2009:10) yaitu masyarakat yang Sig. (2-tailed) ,000
bertempat tinggal di Desa Gubugklakah.
Sedangkan sample yang digunakan 100 jiwa N 100 100
(responden) terdiri dari PNS, Pedagang, Petani, TOTALL Pearson Correlation ,619 *

Peternak, Karyawan Swasta, dan lain-lain. * 1


Y
Jenis data yang digunakan adalah data Sig. (2-tailed) ,000
kuantitatif yaitu data diperoleh dengan
menggunakan kuesioner dengan Skala Likert 1-5 N 100 100
yang disebar kepada responden dan diisi secara **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
jujur oleh responden. Sumber data yang
digunakan dari data primer dan sekunder. Metode *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
pengumpulan data dengan dokumentasi, Tabel 2. Uji Reabilitas
kuesioner, observasi, dan wawancara. Metode Reliability Statistics
analisis data yang digunakan dengan regresi linier
berganda. Cronbach's N of
HASIL PEMBAHASAN Alpha Items
Alokasi Dana Desa yang diperoleh dari ,801 6
pemerintah daerah yang bertujuan untuk X1
menyejahterakan masyarakat maka hasil X2 ,782 6
penelitian dihasilkan dari hasil kuesioner 100
responden di Desa Gubugklakah Kecamatan X3 ,792 6
Poncokusumo Kabupaten Malang terdapat 55
Y ,749 6
responden perempuan dan 45 laki-laki dengan
berbagai pendidikan dari SD, SMP, SMA, dan Pada uji reabilitasnya juga diperoleh
Sarjana yang memiliki berbagai macam-macam bahwa untuk variable alokasi dana desa berada
pekerjaan seperrti PNS, pedagang, petani, pada kisaran 0,8010 hal ini sangat baik karena
peternak, karyawan swasta dan lain-lain. Sebagian nilai Cronbachs Alpha lebih besar dari kisaran
penduduk. Begitupula dengan variable kebijakan
Justita Dura: Pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa ..........................31

desa, kelembagaan desa, dan kesejahteraan X1 ,414 4,848 ,000


masyarakat dalam kisaran baik jua karena
X2 ,447 5,372 ,000
Cronbachs Alpha lebih besar dari kisaran
penduduk. X3 ,422 5,191 ,000
Uji normalitas pada penelitian ini
menunjukkan bahwa pada histogram dan normal
probabilitu plotnya memiliki pola berdistribusi Pada analisis regresi berganda diperoleh
normal yang ditandai dengan bentuk grafik yang hasil uji F dalam table ANOVA nilai
menyerupai lonceng serta tepat ditengah sumbu X probabilitasnya < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 berarti
dan Y. selain itu juga pada uji kolomogrov- terdapat pengaruh yang signifikan secara
smirnov nilai sig > 0,05 yaitu 0,200 > 0,05 berarti bersama-sama antara variable alokasi dana desa,
residual terdistribusi secara normal. Ditunjukan kebijakan desa, kelembagaan desa terhadap
dalam diagram berikut : kesejahteraan masyarakat. Sedangkan pada Uji t
Tabel 3. Uji Multikolinieritas diperoleh nilai sig < 0,05 (H1, H2, H3) berarti
dapat disimpulkan alokasi dana desa berpengaruh
terdapat kesejahteraan masyarakat, kebijakan desa
berpengaruh terdapat kesejahteraan masyarakat
dan kelembagaan desa juga berpengaruh terdapat
kesejahteraan masyarakat. Dengan hal ini alokasi
dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa
mempunyai dampak positif terhadap
kesejahteraan masyarakat Desa Gubugklakah
Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang
dengan melihat dari tolak ukur yaitu pendapatan
daerah, dimana pendapatan pasti berhubungan
dengan masalah ekonomi maasyarakat guna untuk
Uji multikolinieritas nilai VIF < 10 yaitu pembangunan infrastruktur desa dan masyarakat
X1 1,209, X2 1,147, dan X3 1,091 berarti tidak dengan menyampaikan aspirasinya kepada
terdapat korelasi antara variable independen kelembagaan desa dengan berbagai kebijakan
dalam model regresi atau tidak terjadi desa tentunya.
multikolinieritas. Sedangkan uji
heteroskedastisitasnya terdapat pola yang jelas SIMPULAN DAN SARAN
dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah 0 ada Dari hasil pengujian dan pembahasan
sumbu Y maka dapat disimpulkan bahwa tidak maka dapat disimpulkan bahwa alokasi dana desa,
terjadi gangguan heteroskedastisitas pada model kebijakan desa, dan kelembagaan desa
regresi. berpengaruh secara signifikan terhadap
kesejahteraan masyarakat. Terdapat juga pengaruh
Tabel 4. Uji F secara bersama-sama (simultan) antara ketiga
variable tersebut terhadap kesejahteraan
ANOVAa masyarakat. Keterbatasan dalam penelitian ini
hanya menggunakan data dari responden tidak
Model F Sig.
menggunakan data laporan tahunan desa yang
1 Regression 23,148 ,000b berjalan. Maka saran untuk peneliti selanjutnya
Residual dengan menambah data pendukung laporan
keuangan tahunan desa agar lebih akurat dalam
Total meneliti terutama mengenai kesejahteraan
masyarakat.
Tabel 5. Uji t
Daftar Pustaka
Coefficientsa 1. Azwardi, Sukanto, 2014, Efektifitas Alokasi
Standardized Dana Desa (ADD) dan Kemiskinan Di
Coefficients Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ekonomi
Pembangunan Vol. 12, No. 1 hal : 29-41.
Model Beta T Sig.
32 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 26 - 32

2. Astri Furqani. 2010. Tesis: Pengelolaan Keuangan Desa Bakaran Kulon Kecamatan
Keuangan Desa dalam Mewujudkan Good Juwana Kabupaten Pati).
governance (Studi pada Pemerin- tahan Desa
Kalimook Kecamatan Kali- anget
Kabupaten Sumenep). Jatim: UPN.
3. Badan Pusat Data Statistik Tahun 2006.
4. Chandra, 2012, Pengelolaan Alokasi Dana
Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Desa, Jurnal Administrasi Publik, Vol. 1 No.
6 Hal 1203-1212.
5. Elsa Dwi, 2016, Analisis Perencanaan
Pengelolaan Keuangan Desa Di Desa
Boreng, Artikel Ilmiah, Jember.
6. Ghozali, Imam, 2006, Aplikasi Analisis
Mutivarite dengan SPSS, Cetakan Keempat,
Badan Penerbit Universitas Diponergoro,
Semarang.
7. Hanafi, 2013, Pengaruh Alokasi Dana Desa
(ADD) terhadap Kesejahteraan Masyarakat
di Kecamatan Kesambon Malang.
8. Mahfudz, 2009, Analisis Dampak Alokasi
Dana Desa terhadap Pemberdayaan
masyarakat dan Kelembagaan Desa.
Universitas Diponegoroo. Semarang.
9. Thomas, 2013, Pengelolaan Alokasi Dana
Desa Dalam Upaya Meningkatkan
Pembangunan Di Desa Sebawang
Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana
Tidung, Journal Pemerintahan Integratif, No.
1 Hal 51-64.
10. ----------,Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang
Desa.
11. ----------,Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang
Dana Desa Pasal 1, 2, dan 6.
12. Rahardjo, 2010, Pengantar Sosiologi
Pedesaandan Pertanian, Gadjah Mada
University.
13. Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu
Ilmu Pengantar, Jakarta: PT. Raja
GrafindoPersada.
14. Supranto, J, 2001, Statistik Teori dan
Aplikasi, Cetakan Kedua, Jakarta: Penerbit
Erlangga.
15. Umar Husein, 2015, Metode Penelitian,
Jakarta : Salemba Empat.
16. ----------,Undang-undang Nomor 6 Taun
2014 tentang Desa.
17. ----------,Undang-undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintah Daerah.
18. Yoyok Sudarmaji. 2009. Pengelolaan
Keuangan Desa (Studi Kasus Pengelolaan