You are on page 1of 6

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No.

1, (2014) 1-6 1

Perencanaan Teknis Pembangunan Dermaga


Pelabuhan Salawati Logistik Shorebase di Desa
Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat
Andhika. Revi. Iriani. Dyah, dan Wahyudi. Herman
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: revi.andhika@yahoo.co.id

Abstrak Kabupaten Sorong merupakan salah Sorong yaitu Seismic Ondersub Oil Niew Guines atau
satu kabupaten di propinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu disingkat SORONG. Kabupaten Sorong mempunyai luas
Kota kabupaten ini terletak di Aimas. Kabupaten Sorong wilayah 18170 km2 dengan penduduk mencapai 81.109 jiwa
merupakan salah satu daerah penghasil minyak utama di tersebar di 12 kecamatan. Kabupaten Sorong sebelah utara
Indonesia. Kabupaten Sorong juga kaya akan mineral. berbatasan d vengan Kota Sorong, sebelah selatan berbatasan
Salah satunya adalah cadangan minyak bumi yang belum dengan Kab. Sorong Selatan, sebelah barat berbatasan dengan
banyak dieksplorasi. Banyak perusahaan minyak kelas Kab. Raja Ampat, dan sebelah timur berbatasan dengan Kab.
dunia yang berminat untuk berinvestasi dan mengolah Manokwari dan Kab. Teluk Bintuni.
cadangan minyak di Kabupaten Sorong. Kekayaan Dari segi ekonomi, Kabupaten Sorong memiliki
Kabupaten Sorong terutama hasil laut sangat melimpah, nilai ekonomi besar di sektor pertambangan dan galian
hal ini bila dikelola dengan baik akan menjadi sumber dengan nilai ekonomi mendekati satu trilyun rupiah pada
pendapatan masyarakat yang sangat potensial. tahun 2006, dan terus meningkat di setiap tahunnya. Dari segi
Besarnya aktifitas pengilangan minyak di posisi, Kabupaten ini memiliki posisi yang berdekatan
Kabupaten Sorong dan tingginya minat dari perusahaan langsung dengan ibu kota, membuat kabupaten ini menjadi
asing maupun perusahaan dalam negeri untuk tempat alternatif untuk pengolahan industri. Jumlah industri
pembangunan-pembangunan kilang minyak di Kabupaten besar yang ada di Kabupaten Sorong hanya 2 jenis dengan
Sorong (Papua Barat), yang merupakan salah satu tenaga kerja 3927 orang. Industri tersebut adalah industri
kabupaten penghasil minyak terbesar di Indonesia, kayu lapis dan industri kilang minyak. Sementara industri
mengakibatkan besarnya kegiatan konstruksi untuk ukuran sedang hanya dua jenis yaitu pembekuan ikan dan
aktifitas kilang minyak tersebut, yang jelas membutuhkan sawmill dengan tenaga kerja 232 jiwa. Selain itu, Kabupaten
dan menggunakan banyaknya alat-alat dan bahan Sorong juga kaya akan mineral. Salah satunya adalah
konstruksi berat. cadangan minyak bumi yang belum banyak dieksplorasi,
Pelabuhan Salawati Logistik Shorebase banyak perusahaan minyak kelas dunia yang berminat untuk
direncanakan untuk dikonstruksi untuk mengatasi berinvestasi dan mengolah cadangan minyak di Kabupaten
masalah penyimpanan alat-alat berat dan bahan konstruksi Sorong. Kekayaan Kabupaten Sorong terutama hasil laut
(seperti tiang-tiang pancang, pipa-pipa casing tiang bor, sangat melimpah, hal ini bila dikelola dengan baik akan
dll.). Dalam tugas akhir ini membahas mengenai menjadi sumber pendapatan masyarakat yang sangat
perencanaan detail struktur dermaga dan pengerukan potensial.
(dredging) pada area kolam putar. Dalam perencanaan Besarnya aktifitas pengilangan minyak di
dimensi dermaga yang direncanakan berbentuk persegi Kabupaten Sorong dan tingginya minat dari perusahaan asing
panjang dengan dimensi 200 x 30 m serta pengerukan maupun perusahaan dalam negeri untuk pembangunan-
kolam dermaga dengan volume 40000m3. Metode pembangunan kilang minyak di Kabupaten Sorong (Papua
pelaksanaan yang digunakan dalam pembangunan Barat), yang merupakan salah satu kabupaten penghasil
struktur dermaga menggunakan system in-situ. Dari hasil minyak terbesar di Indonesia, mengakibatkan besarnya
analisis perhitungan didapatkan ukuran pelat untuk kegiatan konstruksi untuk aktifitas kilang minyak tersebut,
dermaga yaitu dengan tebal 30 cm, balok melintang dengan yang jelas membutuhkan dan menggunakan banyaknya alat-
dimensi 60 x 90 cm, balok memanjang dengan dimensi 60 alat dan bahan konstruksi berat.
x 90 cm, balok crane dengan dimensi 70 x 110 cm. Rencana Pelabuhan Salawati Logistik Shorebase
anggaran biaya yang diperlukan untuk pembangunan direncanakan untuk dikonstruksi untuk mengatasi masalah
dermaga adalah Rp. 188.920.000.000,00 penyimpanan alat-alat berat dan bahan konstruksi (seperti
tiang-tiang pancang, pipa-pipa casing tiang bor, dll.). Hal ini
Kata kunci : Dermaga, dredging, Pelabuhan Logistik sangat dibutuhkan mengingat bahwa di daerah Sorong, masih
Shorebase, in-situ. belum ada pelabuhan untuk logistik tipe ini. Selain itu
pelabuhan ini direncanakan di letak yang strategis, yaitu di
PENDAHULUAN wilayah barat Provinsi Papua Barat. Mengetahui bahwa
Kabupaten Sorong merupakan salah satu kabupaten Kabupaten Sorong secara geografis tergolong sangat strategis
di propinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu Kota kabupaten ini dan merupakan pintu gerbang di wilayah Papua Barat.
terletak di Aimas. Kabupaten Sorong merupakan salah satu Pelabuhan Salawati Logistik Shorebase akan terletak
daerah penghasil minyak utama di Indonesia. Bahkan berseberangan dengan Kepulauan Raja Ampat dan Pulau
menurut sejarahnya, nama Sorong diambil dari nama sebuah Salawati. Posisi pelabuhan menghadap ke Selat Sele dan
perusahan Belanda yang pada tahun 1935 diberikan otoritas berada dalam UTM 751.336.000 M E dan 9889900.000 M S
atau wewenang untuk mengeksploitasi minyak di wilayah atau pada koordinat 005941 LS dan 13101533 BT.
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 2

1.1 Lokasi Perencanaan


Dalam pengerjaan Tugas Akhir ini nantinya, beberapa
Lokasi dermaga Logisitik Shorebase Sorong terletak batasan masalah yang dipakai sebagai pedoman adalah :
di wilayah perairan Sorong, desa Arar, Kecamatan Mayamuk, 1. Tidak menghitung pekerjaan reklamasi. (hanya
Kabupaten Sorong, Papua Barat ditunjukkan pada Gambar pekerjaan pengerukan/dredging)
1.1 2. Tidak menghitung sedimentasi di sepanjang pantai
area Pelabuhan Salawati Logistik Shorebase ini.
3. Tidak menghitung lapangan penumpukan dan
fasilitas-fasilitas yang lain.

005941 LS I. METODOLOGI
13101533
BT

005941 LS &
13101533 BT

Gambar 1.1 Desa Arar, Kecamatan Mayamuk,


Kabupaten Sorong, Papua Barat. Skala gambar 1 : 211600.
(Sumber: Google Earth 2014)

Lokasi studi dilakukan pada koordinat 005941 LS


dan 131 1533 BT. Sementara Masterplan Pembangunan
0

Salawati Logistik Shorebase dapat dilihat pada Gambar 1.3.

005941 LS &
13101533 BT
Gambar 2. Metodologi Tugas Akhir

Adapun keterangan dari bagan metodologi di atas


adalah sebagai berikut :
1. Pendahuluan
Mempelajari tentang latar belakang, lokasi,
permasalahan, ruang lingkup pekerjaan dan tujuan.
2. Tinjauan Pustaka
Mempelajari tentang dasar teori, konsep, dan
Gambar 1.3 Masterplan Pembangunan Pelabuhan. perumusan yang akan digunakan dalam
(Sumber: Laporan Survei Topografi dan hidrografi di perencanaan.
Pelabuhan Arar Sorong, Papua Barat oleh PT. Henrison 3. Pengumpulan dan Analisa Data
Iriana) Data yang digunakan untuk perencanaan adalah data
sekunder yaitu :
Tujuan yang akan dicapai dari pembahasan tugas akhir a. Data bathymetri
ini adalah : b. Data pasang surut
1. Dapat merencanakan konstruksi dermaga/pelabuhan c. Data angin
Salawati Logistik Shorebase berdasarkan kebutuhan d. Data arus
dan kapasitas yang diperlukan. e. Data tanah
2. Dapat merencanakan pengembangan daerah 4. Evaluasi Layout
lingkungan kerja daratan pelabuhan a. Layout Perairan
3. Dapat menggambar layout perencanaan konstruksi b. Layout Dermaga
dermaga 5. Kriteria Desain
4. Dapat menghitung/menganalisa biaya konstruksi. Kriteria desain meliputi :
a. Peraturan yang digunakan
b. Kualitas bahan dan material
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 3

c. Kriteria kapal rencana


d. Pembebanan
e. Layout pembalokan
f. Perencanaan fender dan boulder
6. Perencanaan Struktur Dermaga
Perencanaan struktur dermaga meliputi :
a. Desain masing-masing bagian struktur yaitu
pelat, balok, poer dan tiang pancang.
b. Perhitungan Beban
c. Analisis Struktur
d. Perencanaan Penulangan
e. Perencanaan Substruktur
7. Perencanaan Dredging
a. Penentuan Peralatan Pengerukan Gambar 3.2 : Potongan Bathymetri Pelabuhan
Perhitungan Volume Material
Salawati Logistik Shorebase
b. Perhitungan Produktivitas alat keruk
8. Metode Pelaksanaan Data Pasang Surut
Perencanaan metode pelaksanaan meliputi metode Data pasang surut dianalisis pada kondisi spring tide
pengadaan dan pelaksanaan struktur dermaga dan dan neap tide. Pengamatan dilakukan pada tanggal 8-23
dredging Mei 2013. Lihat gambar 3.6.
9. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Dari data hasil pengamatan didapatkan bahwa perilaku
Analisis anggaran biaya dilakukan sesuai dengan pasang surut pada perairan Desa Arar, Kabupaten
standar dan kebutuhan yang ada. Urutan dari analisis Sorong memiliki tipe Pasang Surut Campuran Condong
ini yaitu : Harian Ganda dengan nilai F = 0.49
a. Harga material dan upah Dari pembacaan Peal Schaal 4.110 m didapatkan data
b. Analisis Harga Satuan. sebagai berikut :
c. Perhitungan Volume Pekerjaan. Beda pasang surut sebesar 2.30 m.
Elevasi HWS (High Water Spring) pada +2.30
II. PEMBAHASAN mLWS.
A. Pengumpulan Data dan Analisa Elevasi MSL (Mean Sea Level) pada +1.24 mLWS.
Elevasi LWS (Low Water Spring) pada 0.00
Data Bathymetri
Dari data bathymetri pada Gambar 3.1 dapat mLWS.
terlihat bahwa kedalaman kolam dermaga pada
potongan A-A adalah -6.5 mLWS, -9.65 mLWs
pada potongan B-B, -8.8 mLWS pada potongan C-
C.
Sementara untuk posisi perencanaan reklamasi
tanah dapat dilihat bahwa kedalamannya bervariasi
mulai dari 0 mLWS hingga -8.95 mLWS. Untuk
posisi perencanaan dermaga bertipe marginal wharf
kedalamannya bervariasi mulai -1.8 mLWS hingga
-10.45 mLWS.

Data Arus
Dari data arus pada tanggal 11 Mei 2013 (Gambar 3.4)
dapat dilihat bahwa kecepatan arus maksimum sebesar 0.20
m/det atau sebesar 20 cm/det ke arah selatan. Angka
tersebut menunjukkan bahwa kecepatan arus relatif kecil.
Maka dalam perencanaan tugas akhir ini data yang
digunakan adalah data arus yaitu 20 cm/det atau 0.389 knot.
Data Angin
Kondisi angin di wilayah Pelabuhan Salawati Logistik
Shorebase dan sekitarnya berdasarkan data yang didapat
dari NOAA dan BMKG tahun 2013 mempelihatkan angin
dominan dari arah 214 (Barat Daya) dengan rata-rata
kecepatan angin maksimal sebesar 6,4 knot.
Gambar 3.1. Peta Masterplan Pembangunan Pelabuhan Data Tanah
Salawati Logistik Shorebase. Dari hasil sondir dan CPT yang dilakukan pada 3 titik
seperti terlihat pada Gambar 7. Diketahui bahwa lapisan
tanah di lokasi dermaga didominasi oleh tanah lempung
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 4

(clay). Nilai CPT rata rata 12.2 kg/cm2. terlihat pada Tabel 2 Perencanaan layout dermaga
statigrafi data tanah (lihat Gambar 7).

C. Kriteria Desain Struktur Dermaga


- Panjang Dermaga : 200 m
- Lebar Dermaga : 30 m
- Balok arah Memanjang : 600 x 900 mm
- Balok arah Melintang : 600 x 900 mm
- Balok Rail Crane : 1100 x 1700 mm
- Tebal pelat lantai : 300 mm
- Pile Cap Tunggal : 1800 x 1800 x 900 mm
- Pile Cap Ganda : 3600 x 1800 x 900 mm
- Diameter tiang pancang baja : 911,4 mm
Gambar 7 Titik pengambilan data tanah - Tebal tiang pancang baja : 16 mm

D. Kriteria Desain Struktur Dermaga


Pemilihan Tipe Fender
Dengan Ef maks = 14,45 ton-m, maka direncanakan
untuk menggunakan sistem fender tunggal dari Fender Karet
SCN 800-E1.0 dengan data-data sebagai berikut :
Energi = 19 ton-meter (> Ef = 14,45 ton-m)
Reaksi = 46,5 ton (sebagai gaya horizontal)
Diameter( W) = 1,28 meter
Tabel 4
Spesifikasi Fender SCN 1400 E0.9

Gambar 8 Statigrafi Lapisan tanah Pelabuhan Salawati


Logistik Shorebase
B. Perencanaan Layout Gambar 10. Dimensi Fender SCN (Sumber: Fentek Marine
Perencanaan layout perairan terdiri dari Lebar Alur, Fendering System)
Panjang Alur, Kolam Putar, Kedalaman Perairan dan Lebar
Kolam Dermaga. Pemilihan Tipe Bollard
Tabel 1 Perencanaan layout perairan Dari perhitungan pembebanan didapat gaya tarik pada
bollard 59.56 t, maka dipilih tipe bollard dengan spesifikasi:

Perencanaan layout dermaga terdiri dari Lebar Dermaga,


Panjang Dermaga, Dimensi Trestle dan Elevasi Dermaga. Gambar 11 Dimensi Bollard tipe Kidney-80 (mm)
(Sumber : Trelleborg Marine Fendering System)
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 5

E. Perencanaan Struktur Dermaga


Struktur dermaga terdiri dari beberapa komponen antara
lain : pile cap, tiang pancang, fender dan bolder. (jarak antar
gelagar memanjang)

Gambar 15. Detail penulangan balok melintang.


Gambar 12. Permodelan struktur dermaga marginal wharf
pada SAP. Perencanaan Plank Fender
Lebar (b) : 100 cm
Tebal (h) : 100 cm
Perencanaan Pelat
Selimut beton : 7 cm
Tulangan Tarik : 10D25
Tulangan Tekan : 4D25
Tulangan Sengkang : D19 100

Gambar 13. Layout tipe pelat


.
Mutu Beton
bk = 350 kg/cm2 (K-350)
b = 115,5 kg/cm2
Eb = 1,2 x 105 kg/cm2
Mutu Baja
au = 320 Mpa = 3200 kg(U-32) Gambar 16. Detail Penulangan Plank Fender.
Ea = 2,1 x 106 kg/cm2
a = a = 1850 kg/cm2 Perencanaan Pile Cap (Poer)
*au = 2780 kg/cm2 Dimensi poer :
Poer ganda = 360 x 180 x 90 cm
Diameter Tulangan = 16 mm Poer tunggal = 180 x 180 x 90 cm
Tebal Pelat = 300 mm Pile cap tunggal :
Tulangan Tarik : 16D25
Perencanaan Balok Tulangan Samping : 4D16
Untuk perencanaan dipakai data sebagai berikut: Tulangan Tekan : 16D25
Balok Melintang : 60 x 90 cm Pile cap ganda :
Balok Memanjang : 60 x 90 cm Tulangan Tarik : 20D25
Balok Crane : 70 x 110 cm Tulangan Samping : 6D16
Diameter Tulangan = 19 mm (sengkang) Tulangan Tekan : 20D25
= 25 mm (utama)
Perencanaan Pondasi Tiang Pancang
Spesifikasi tiang pancang :
Tiang pancang baja SPP ASTM Grade 2 :
Diameter = 914.4 mm
Tebal =16 mm
Luas penampang = 451.58 cm2
Berat = 351.73 kg / m
Momen Inersia = 455.7 x 103 cm4
Section Modulus = 99.67 x 102 cm3
Jari-jari girasi = 32 cm

Pemancangan tiang pancang hingga kedalaman :


Tiang pancang tegak tekan : -10.00 m = -18 m dari LWS.
Tiang pancang tegak tarik : -25.00 m = -33 m dari LWS
Gambar 14. Potongan melintang tumpuan dan lapangan Tiang pancang miring tekan : -4.00 m = -12 m dari LWS
balok melintang Tiang pancang miring tarik : -22.00 m = -30 m dari LWS
Jadi, kebutuhan kedalaman tiang pancang yang menentukan
adalah 33 m dari LWS.
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 6

F. Metode Pelaksanaan DWT : 10.000


Dalam bab metode pelaksanaan ini, akan direncanakan Loa : 137 m
metode pelaksanaan dari konstruksi dermaga dan Draft : -8.3 m
pengerukan. Width : 20.5 m
Type konstruksi dermaga yang dipilih adalah konstruksi
Pelaksanaan Pembangunan Dermaga : open pier dengan panjang 200 m, lebar 30 m dan elevasi
Pemancangan tiang baja permukaannya + 3.80 mLWS. Pembangunan dermaga
Pemasangan perlindungan korosi untuk tiang pancang tersebut direncanakan dengan sistem in-situ dengan
Pemasangan poer in-situ rencana dimensi sebagai berikut :
a. Mutu beton yang dipakai adalah fc 35 Mpa
Pengecoran balok in-situ
sedangkan mutu baja tulangannya dipakai U-32.
Pengecoran pelat lantai
b. Tebal Pelat lantai adalah 30 cm. Untuk selimut beton
Erection plank fender pelat dipakai 7 cm.
Pemasangan Boulder dan Fender c. Dimensi masing- masing struktur adalah sebagai
berikut :
Pelaksanaan Pengerukan Material (Dredging) pada area Balok melintang : 60 x 90 cm
kolam putar : Balok memanjang : 60 x 90 cm
Persiapan Pengerjaan Pengerukan berupa survey lapangan Balok Crane : 70 x 110 cm2
untuk memperoleh data Dimensi poer tunggal : 180 x 180 x 90 cm3
Perkiraan volume pengerukan Dimensi poer ganda : 360 x 180 x 90 cm3
Pemilihan kapal keruk yang sesuai Plank Fender : 300 x 300 x 100 cm3
Pemilihan lokasi penimbunan d. Pada pondasi digunakan tiang pancang baja diameter
Pelaksanaan pengerukan (Pembongkaran, Pengangkatan, 914.4 cm, tebal 16 mm dengan kedalaman
Transportasi dan Pembuangan) pemancangan -33 mLWS
Evaluasi berupa progress sounding. e. Untuk pelindung dermaga dari tumbukan kapal pada
Kapal yang digunakan merupakan kapal Dipper dredger saat merapat digunakan fender karet Fender Karet
Jerromeke seperti pada Gambar 17 SCN 800-E1.0, yang dipasang pada portal
f. Untuk mengikat kapal pada tambatan digunakan
bollard type Kidney dengan kapasitas tarik sebesar 80
ton.
g. Pada area kolam putar dibutuhkan pengerukan
material dengan volume sebesar 42257.269 m3.
h. Pengerukan / dredging dilakukan dengan
menggunakan Kapal Keruk Dipper Dredger
Jerromeke.
Rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk
pembangunan dermaga dan pengerukan sebesar Rp.
150.040.000.000,00
Gambar 17. Dipper Dredger Jerromeke
DAFTAR PUSTAKA
G. Rencana Anggaran Biaya [1] CERC. 1984. Shore Protection Manual. US Army
Rincian biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan Coastal Engineering Research Center, Washington.
pekerjaan dermaga dan dan pengerukan area kolam putar [2] Standar Nasional Indonesia. 2012.SNI-03-1726-2012-
dermaga Pelabuhan Salawati Logistik Shorebase sebesar Rp. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk
150.040.000.000,00 Struktur Bangunan Gedung. Bandung
Tabel 7 [3] The Overseas Coastal Area Development Institute of
Rekapitulasi Biaya Konstruki Japan (OCDI).2002. Technical Standards and
Commentaries for Port and Harbour Facilities in
Japan. Japan: Daikousha Printing Co.,Ltd.
[4] Triatmodjo, Bambang. 2008. PerencanaanPelabuhan.
Yogyakarta : Beta Offset.
[5] Wahyudi, Herman. 2013. Daya Dukung Pondasi
Dalam. Surabaya. ITS Press
[6] Wangsadinata, Wiratman. 1971. Perhitungan Lentur
dengan Cara n Disesuaikan kepada Peraturan
Beton Bertulang Indonesia 1971.
[7] Widyastuti, Dyah Iriani. 2000. Diktat Pelabuhan.
III. KESIMPULAN Surabaya. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil
dan Perencanaan ITS..
Berdasarkan pada bab bab sebelumnya diperoleh
[8] SAP2000. 2009. Structural Analysis Program, version
kesimpulan sebagai berikut :
14.1, Barkeley : Computer and Structures, Inc.
Kapal yang direncanakan akan bertambat adalah kapal
General Cargo Ship dengan spesifikasi sebagai berikut