You are on page 1of 13

A.

Makna Pancasila Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia


a. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia berarti tata nilai bangsa
Indonesia yang diyakini kebenarannya, sehingga menimbulkan tekad
dan kekuatan (sebagai sumber motivasi) secara intrinsik, untuk
membimbing bangsa Indonesia mempertahankan keberadaannya
sekaligus dalam mengejar kehidupan lahir dan batin yang makin baik
(luhur) ( Toyibin dan Djahiri, 1997:36).
b. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia, menurut Daroeso dan
Suyahmo, 1991:26), berarti Pancasila dapat menghidupkan bangsa
Indonesia. Artinya nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila itu
dapat memberikan semangat, pendorong atau motivasi kepada bangsa
Indonesia dalam perjuangannya melawan segala rintangan dan
hambatan termasuk penjajah, yang akhirnya bangsa Indonesia berhasil
memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945.
c. Menurut Effendy (1995:45) bahwa fungsi Pancasila sebagai falsafah
hidup hidup bangsa Indonesia, telah dilaksanakan berabad-abad
lamanya dalam masyarakat Indonesia (Das sein) sebelum Pancasila itu
sendiri diformulasikan dalam UUD 1945 Sebagai dasar negara. Hal ini
disebabkan karena materi dan unsur unsur Pancasila sudah
merupakan unsur unsur dari kepribadian bangsa Indonesia , sebagai
ciri ciri atau corak yang khas dari bangsa Indonesia yang tidak dapat
dipisahkan dari bangsa Indonesia serta merupakan ciri khusus yang
membedakannya dari bangsa lain.

Kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan itulah
yang menjadi ciri khasnya bangsa Indonesia dan kenyataan kenyataan yang
kita lihat sehari hari dalam masyarakat bangsa Indonesia, antara lain :

1. Bangsa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang religius,


percaya adanya Dzat Yang Maha Kuasa dan mempunyai keyakinan penuh,
bahwa segala sesuatu yang ad adi muka bumi ini adalah diciptakan Tuhan.

2. Kecuali kepercayaan akan adanya Tuhan yang menciptakan umat manusia


di dunia ini, juga bangsa Indonesia sejak dahulu kala berkeyakinan bahwa
pada hakikatnya semua manusia dilahirkan sama dan oleh karena itu sama
sama mempunyai hak untuk hidup dan menikmati kehidupan sepenuhnya.
3. Karena pengaruh keadaan geografisnya yang terpencar-pencar antara satu
wilayah dengan wilayah lainnya, antara satu pulau dengan pulau lainnya,
maka bangsa Indonesia memang terkenal mempunyai banyak perbedaan yang
beraneka ragam, sejak dari perbedaan bahasa daerah, suku bangsa, adat
istiadat, kesenian, dan kebudayaannya(bhineka).

4. Ciri khas lainnya yang merupakan kepribadian suku bangsa Indonesia,


adalah adanya prinsip musyawarah diantara warga masyarakat sendiri dalam
mengatur tata kehidupan mereka, sedang Kepala Desa, Kepala Suku dan
sebagainya hanyalah merupakan pamong atau pembimbing mereka, yang
dipilih oleh dan dari antara mereka sendiri

5. Salah satu bentuk khusus dari kerakyatan ialah kerakyatan dibidang


ekonomi, yang dirumuskan sebagai keadilan atau kesejahteraan sosial.

B. Makna Pancasila sebagai Kepribdiaan Bangsa Indonesia

Pengertian kepribadiaan (personality) menurut pengertian sehari hari, menunjuk


kepada individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya.
Pengertian kepribadian secara psikologi menurut Allport ( dalam Koswara, 1991:11)
adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang
menentukan tingkah laku dan pemikiran individu yang bersangkutan, atau suatu
organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah
laku dan pemikiran individu secara khas.

Alwisol ( 2009 :7 ) menjelaskan bahwa sampai sekarang pun belum ada batasan
formal personality yang mendapat pengakuan atau kesepakatan luas
dilingkungan ahli kepribadiaan. Ia memberikan beberapa contoh definisi
kepribadiaan menurut para pakar kepribadiaan antara lain sebagai berikut :

1. Kepribadiaan adalah nilai sebagai stimulus sosial, kemampuan


menampilkan diri secara mengesankan ( Higard & Arquis )
2. Kepribadiaan adalah kehidupan seseorang secara keseluruhan,
individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuan bertahan
dan membuka diri, kemampuan memperileh pengalaman ( Ster )
3. Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem
psikofisiogik seseorang yang menentukan model penyesuaiannya
yang unik dengan lingkungannya (Allport)
4. Kepribadiaan adalah pola trait-trait yang unik dari seseorang (
Guilford)

Pancasila yang dikukuhkan dalam sidang I dari BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945
mengandung maksud untuk dijadikan dasar bagi negara Indonesia merdeka. Adapun
dasar itu haruslah berupa suatu filsafat yang menyimpulkan kehidupan dan cita-cita
bangsa dan negara Indonesa yang merdeka. Di atas dasar itulah akan didirikan
gedung Republik Indonesia sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju
kepada kemerdekaan ekonomi, sosial dan budaya.

Sidang BPUPKI telah menerima secara bulat Pancasila itu sebagai dasar negara
Indonesia merdeka. Dalam keputusan sidang PPKI kemudian pada tanggal 18
Agustus 1945 Pancasila tercantum secara resmi dalam Pembukaan UUD RI, Undang-
Undang Dasar yang menjadi sumber ketatanegaraan harus mengandung unsur-
unsur pokok yang kuat yang menjadi landasan hidup bagi seluruh bangsa dan
negara, agar peraturan dasar itu tahan uji sepanjang masa.

Peraturan selanjutnya yang disusun untuk mengatasi dan menyalurkan persoalan-


persoalan yang timbul sehubungan dengan penyelenggaraan dan perkembangan
negara harus didasarkan atas dan berpedoman pada UUD. Peraturan-peraturan
yang bersumber pada UUD itu disebut peraturan-peraturan organik yang menjadi
pelaksanaan dari UUD.

Oleh karena Pancasila tercantum dalam UUD 1945 dan bahkan menjiwai seluruh isi
peraturan dasar tersebut yang berfungsi sebagai dasar negara sebagaimana jelas
tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tersebut, maka semua peraturan
perundang-undangan Republik Indonesia (Ketetapan MPR, Undang-undang,
Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-undang, Peraturan Pemerintah,
Keputusan Presiden dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya) yang
dikeluarkan oleh negara dan pemerintah Republik Indonesia haruslah pula sejiwa
dan sejalan dengan Pancasila (dijiwai oleh dasar negara Pancasila). Isi dan tujuan
dari peraturan perundang-undangan Republik Indonesia tidak boleh menyimpang
dari jiwa Pancasila. Bahkan dalam Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 ditegaskan,
bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber hukum (sumber hukum
formal, undang-undang, kebiasaan, traktaat, jurisprudensi, hakim, ilmu
pengetahuan hukum).

Adalah suatu hal yang membanggakan bahwa Indonesia berdiri di atas fundamen
yang kuat, dasar yang kokoh, yakni Pancasila dasar yang kuat itu bukanlah meniru
suatu model yang didatangkan dari luar negeri.Dasar negara kita berakar pada sifat-
sifat dan cita-cita hidup bangsa Indonesia, Pancasila adalah penjelmaan dari
kepribadian bangsa Indonesia, yang hidup di tanah air kita sejak dahulu hingga
sekarang.

Pancasila mengandung unsur-unsur yang luhur yang tidak hanya memuaskan


bangsa Indonesia sebagai dasar negara, tetapi juga dapat diterima oleh bangsa-
bangsa lain sebagai dasar hidupnya. Pancasila bersifat universal dan akan
mempengaruhi hidup dan kehidupan banga dan negara kesatuan Republik
Indonesia secara kekal dan abadi.

Menurut Dewan Perancang Nasional yang dipimpin oleh Muhammad Yamin, yang
dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas
bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa
lainnya. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis
pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa.

Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh


kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat, lingkungan dan
suasana waktu sepanjang masa. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala
bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu, Tiongkok,
Portugis, Spanyol, Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap
hidup dan berkembang. Mungkin di sana-sini, misalnya di daerah-daerah tertentu
atau masyarakat kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing,
namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri.
Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Apabila kita
memperhatikan tiap sila dari Pancasila, maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap
sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita.

Demikianlah, maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonesia sendiri merupakan :
a.Dasar negara kita, Republik Indonesia, yang merupakan sumber dari segala
sumber hukum yang berlaku di negara kita.

b.Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta


memberi petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.

1. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, karena Pancasila memberikan


corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari
bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan
bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa
tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal, yang juga
dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi kelima sila yang
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri
khas bangsa Indonesia.
2. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat
adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan
Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang
merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana
perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta
dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan
damai.
3. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat
Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita
junjung tinggi, bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari
kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam
sejak berabad-abad yang lalu, melainkan karena Pancasila itu telah
mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah
perjuangan bangsa.

Oleh karena itu yang penting adalah bagaimana kita memahami,


menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam segala segi kehidupan.
Tanpa ini maka Pancasila hanya akan merupakan rangkaian kata-kata
indah yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945, yang merupakan
perumusan yang baku dan mati, serta tidak mempunyai arti bagi
kehidupan bangsa kita.
PANCASILA
Pancasila sebagai Jiwa Dan Kepribadiaan
Bangsa Indonesia dan Pancasila Sebagai
Pemersatu Bangsa Indonesia

Nama Kelompok: 1. Kevin Waldy Sitorus


2. Rendi Parulian
3. Getar Dimas Krisna
4. Helvans

SekolahTinggi Teknik PLN


Jakarta
2015
2. Pancasila sebagai pemersatu Bangsa Indonesia

Suatu bangsa mutlak perlu memiliki suatu dasar Negara, sebab


dasar Negara merupakan rambu bagi arah suatu pemerintahan agar sesuai
dengan tujuan yang dicita-citakan. Sejalan dengan Mukadimah Undangundang
Dasar 1945, maka cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan
suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Dengan demikian, kemudian, Pancasila bukan saja sebagai dasar negara,
tetapi sekaligus juga telah menjadi tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan dasar Negara Pancasila dan tujuan masyarakat yang adil
dan makmur berdasarkan Pancasila, maka tidak dapat tidak, pedoman
atau cara-cara guna mencapai tujuan tersebut juga harus Pancasila. Sehingga,
dapat dikatakan, dari (dasar) Pancasila dengan (pedoman) Pancasila
untuk Pancasila. Jika salah satu komponen ini tidak terpenuhi,
maka tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan
Pancasila tidak mungkin dapat terwujud.
Seperti halnya demokrasi: dari rakyat- oleh rakyat untuk rakyat.
Jika salah satu komnponen ini diganti, atau tidak terpenuhi, maka itu
berarti sudah tidak demokratis lagi. Sebagai contoh: dari rakyat bukan
oleh rakyat untuk rakyat maka bukan demokrasi lagi. Atau: dari rakyat
oleh rakyat tetapi bukan untuk rakyat, juga bukan demokrasi. Apalagi
jika bukan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat sekalipun, juga bukan
demokrasi. Oleh sebab itu, dengan dasar Pancasila harus berpedoman
Pancasila dan harus bertujuan masyarakat yang Pancasila juga. Jika hal itu
tidak terpenuhi, maka dasar negara dasar negara yang Pancasila, pedoman
yang Pancasila dan tujuan yang Pancasila juga tidak mungkin terwujud.
Adanya realita semacam ini, menunjukkan bahwa arti dan fungsi
Pancasila bukan saja menjadi dasar negara, tetapi juga mempunyai arti
dan fungsi yang semakin banyak lagi. Kedudukan dan fungsi Pancasila dapat
menjadi:

1. Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia


Hal ini berarti bahwa Pancasila melekat erat pada kehidupan bangsa
Indonesia, dan menentukan eksistensi bangsa Indonesia. Segala
aktivitas bangsa Indonesia disemangati oleh Pancasila.
2. Pancasila adalah kepribadian bangsa Indonesia:
Hal ini berarti bahwa sikap mental, tingkah laku dan amal perbuatan
bangsa Indonesia mempunyai ciri-ciri khas yang dapat
membedakan dengan bangsa lain. Ciri-ciri khas inilah yang dimaksud
dengan kepribadian, dan kepribadian bangsa Indonesia adalah
Pancasila.

3. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia:


Hal ini berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila

dipergunakan sebagai petunjuk, penuntun, dan pegangan dalam

mengatur sikap dan tingkah laku manusia Indonesia dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

4. Pancasila adalah falsafah hidup bangsa Indonesia:


Falsafah berasal dari kata Yunan philosophia. Philos atau philein
berarti to love (mencintai atau mencari). Sophia berarti wisdom,
kebijaksanaan atau kebenaran. Jadi secara harafiah, falsafah berarti
mencintai kebenaran. Dengan demikian, Pancasila sebagai falsafah
hidup bangsa Indonesia mempunyai arti bahwa, Pancasila oleh
bangsa Indonesia diyakini benar-benar memiliki kebenaran. Falsafah
berarti pula pandangan hidup, sikap hidup, pegangan hidup,
atau tuntunan hidup.
5. Pancasila sebagai weltanshauung bangsa Indonesia atau sebagai
philosophische grondslag bangsa Indonesia:
Kata-kata ini diucapkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada
tanggal 1 Juni 1945 di muka sidang BPUPKI. Welt berarti dunia,
anshauung berarti pandangan. Dalam kamus Jerman-Inggris
weltanschauung diberi arti conception of the world, philosophy of
life. Jadi weltanschauung berarti pandangan dunia atau pandangan
hidup, atau falsafah hidup atau philoshopischegrondslag (dasar
filsafat).
6. Pancasila adalah perjanjian luhur rakyat Indonesia:
Hal ini berarti bahwa Pancasila telah disepakati dan disetujui oleh
rakyat Indonesia melalui perdebatan dan tukar pikiran baik dalam
sidang BPUPKI maupun PPKI oleh para pendiri negara. Perjanjian
luhur tersebut dipertahankan terus oleh negara dan bangsa
Indonesia. Kita semua mempunyai janji untuk melaksanakan, mempertahankan
serta tunduk pada azas Pancasila.
7. Pancasila adalah dasar Negara Repbuplik Indonesia:
Hal ini berarti bahwa Pancasila dipergunakan sebagai dasar dan
pedoman dalam mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan
negara. Isi dan tujuan dari semua perundang-undangan di Indonesia
harus berdasarkan, Pancasila dan tidak boleh bertentangan
dengan jiwa Pancasila. Pancasila dalam pengertian ini disebut
dalam Pembukaan UUD 1945.
8. Pancasila adalah landasan idiil:
Kalimat ini terdapat dalam ketetapan MPR mengenai Garis-garis
Besar Haluan Negara (GBHN). Hal ini berarti, bahwa landasan idiil
GBHN adalah Pancasila.
Arti dan fungsi Pancasila sebenarnya masih banyak lagi, salah
satunya adalah: Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa.
Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Sila ketiga Pancasila, yakni Sila Persatuan Indonesia. Artinya,
bahwa Pancasila sangat menekankan dan menjunjung tinggi persatuan
bangsa. Hal ini berarti, bahwa Pancasila juga menjadi alat
pemersatu bangsa. Disebutnya sila Persatuan Indonesia sekaligus
juga menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia memiliki perbedaanperbedaan.
Apakah itu perbedaan bahasa (daerah), suku bangsa,
budaya, golongan kepentingan, politik, bahkan juga agama. Artinya,
bahwa para pemimpin bangsa, terutama mereka yang terlibat dalam
penyusunan dasar negara, sangat mengerti dan sekaligus juga
sangat menghormati perbedaan yang ada di dalam masyarakat
Indonesia. Mereka juga menyadari bahwa perbedaan sangat
potensial menimbulkan perpecahan bangsa, dan oleh sebab itu
mereka juga sangat menyadari pentingnya persatuan bagi bangsa
Indonesia. Pencantuman Sila Persatuan bagi bangsa Indonesia
selain menyadari pentingnya persatuan bagi kelangsungan hidup
bangsa, juga menunjukkan adanya pemahaman bahwa perbedaan
itu suatu realita yang tidak mungkin dihilangkan oleh manusia.
Perbedaan sesungguhnya adalah suatu hikmah yang harus disukuri,
dan bukan sesuatu yang harus diingkari. Apalagi harus dihilangkan
dari muka bumi ini.
Perbedaan adalah juga kodrati yang ada di mana-mana, di
negara manapun juga dan di bangsa manapun juga. Menyikapi
realita semacam ini, jalan keluarnya tidak dapat tidak adalah
menjadikan perbedaan yang ada sebagai suatu kekayaan yang justru
harus dijunjung tinggi dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi, golongan maupun
daerah. Dalam wacana nasional maka barometer yang harus dijunjung
tinggi adalah kepentingan nasional, dan bukan kepentingan
yang lebih kecil, lebih rendah, ataupun yang lebih sempit.
Dengan kesadaran semacam ini, maka terlihat jelas bahwa persatuan
bangsa sesungguhnya nilai luhur yang seharusnya dijunjung
tinggi oleh semua umat manusia. Karena pada hakekatnya, perpecahan
atau pertikaian justru akan menghancurkan umat manusia
itu sendiri.
Seloka Bhineka tunggal Ika memang sangat tepat untuk direnungkan
kembali esensi dan kebenaran yang terkandung di
dalamnya. Karena pada hakekatnya semua bangsa, semua manusia
memerlukan persatuan dan kerjasama di antara umat manusia.
Kerjsama butuh persatuan, dan persatuan butuh perdamaian. Oleh
sebab itu perpecahan sebagai lawan dari persatuan mutlak perlu
dihindari dan disingkirkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Dari penjelasan ini, kita semakin tahu dan sadar,
bahwa Sila Persatuan Indonesia sangat tepat dicantumkan dalam
dasar negara, mengingat kebenaran dan kebutuhan yang dihadapi
oleh seluruh umat manusia.
Penutup
Sebagai pemersatu bangsa, Pancasila mutlak diperlukan oleh
seluruh generasi bangsa. Sekalipun bangsa Indonesia yang sekarang
sudah bersatu, tidak berarti Pancasila tidak diperlukan lagi. Karena
yang disebut bangsa Indonesia bukan hanya yang sekarang ini ada,
tetapi juga yang nanti akan ada. Selama masih terjadi proses regenerasi,
selama itu pula Pancasila sebagai pemersatu Bangsa masih
tetap kita perlukan. Itu berarti, selama masih ada bangsa Indonesia,
selama itu pula masih kita perlukan alat pemersatu bangsa. Ini
berarti, bahwa selama masih ada bangsa Indonesia, maka Pancasila
sebagai dasar negara masih tetap kita butuhkan. Ini sekaligus membuktikan
kebenaran Pancasila, baik selaku dasar Negara, maupun
sebagai kepentingan lain. Sehingga Pancasila menunjukkan memiliki
banyak fungsi atau multy function.
Bung Hatta sangat mengharapkan terwujudnya persatuan bukan persatean. Kita
memiliki lebih dari 750 suku bangsa, suku bangsa ini sebagai pemangku nusantara
yang pada tanggal 17 agustus 1945 kita satukan bersama dalam persatuan menjadi
bangsa Indonesi. persatuan seluruh bangsa ini hanya akan menjadi persatean
apabila tidak kita tumbuhkan satu ruh yang sama dalam gameinschaft. Satu ruh
kebersamaan itu adalah Pancasila. Pancasila dapat diterima sebagai ruh berbangsa
sebagai asas kebersamaan yang tunggal bagi bgi bhineka agar menjadi tunggal ika.

Pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda melalui sumpah pemuda telah
mengikrarkan kebhinekaan menjadi putussan kongres Pemuda-pemudi Indonesia
yang kemudian terkenal dengan sumpah pemuda yang berisi:

1. Kami Putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu,


tanah air Indonesia
2. Kami Putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu, yaitu bangsa
Indonesia
3. Kami Putra-putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan , bahasa
Indonesia

Pancasila sebagai pemersatu bangsa maksudnya sebagai alat persatuan dan kesatuan
yang didalamnya merumuskan langsung cita-cita bangsa indonesia dalam bernegara
yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Cita cita atau
tujuan negara ini dapat menyatukan semua sub sistem dalam sistem sosial yang ada

Pancasila juga sebagai pandangan hidup bangsa indonesia, yang dalam hal ini dapat
mempersatukan bangsa indonesia, serta memberi petunjuk dalam mencapai
kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam masyarakat kita yang ber-
bhineka Tunggal Ika
Makna Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa Indonesia

Dengan menggunakan pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup


bangsa, maka persatuan dan kesatuan bangsa akan bertambah kokoh
dan kuat, karena masing masing sila bukan hanya dapay diterima,
melainkan juga dapat menimbulkan semangat persatuan di kalangan
berbgai golongan dan suku bangsa di indonesia ini.

1. Sila ketuhanan Yang Maha Esa dapat meliputi dan mencakup semua
agama dan kepercayaan yang telah diakui dan teah diamalkan oleh
bangsa Indonesia, dan memberi jaminan kebebasan memeluk agama
serta beribadat sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya itu.
Dengan demikian akan timbullah kerukunan dan toleransi di antara
sesama penganut agama.

2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab menjamin adanya


pengakuan dan persamaan di antara suku-suku bangsa yang ada di
Indonesia, mengeembangkan jiwa tolong menolong diantara sesama
suku bangsa atau golongan golongan yang ada di indonesia.

3. Sila persatuan Indonesia atau kebangsaan merupakan sila yang paling


jelas menyatukan kepentingan bersama dari semua golongan, semua
suku bangsa dan semua daerah di wilayah nusantara ini, karena tidak
ada satupun yang lebih diistimewakan dari yang lain. Ini berarti
bahwa kepentingan nasional diatas kepentingan golongan, suku
bangsa dan daerah.

4. Sila kerakyatan juga menjamin adanya persatuan dan kesatuan


bangsa indonesia, karena semua golongan dalam masyarakat diakui
memunyai hak dan kewajiban yang sama, dan mempunyai
kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam pemerintahan, sedang
mengenai urusan meereka dimusyawarahkan diantara mereka.

5. Sila keadilan sosial dapat menjamin adanya ketenangan dan


ketenteraman dalam masyarakat,karena adanya kesejahteraan yang
merata dan keadilan dalam bidang sosial ekonomi serta tidak adanya
penindasan dan pemerasan diantara sesama bangsa indonesia, akan
mengurangi kesenjangan sosial diantara sesama warga masyarakat.
Bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku dan kebudayaan , dengan
ideologi pancasila dapat hidup serasi, persatuan dan kesatuan bangsa
dapat dijaga. Negara Indonesuia yang berasarkan pancasila
bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang
merata material dan spiritual berdasarkan nilai-nilai pancasila.

Ideologi Pancasila menurut wahyomo (2008 :200-201) menerima aliran


pengertian negara persatuan dalam arti :
1. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya.

2. Negara yang mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala


paham peorangan.

3. Negara yang melindungi seluruh tumpah darah.