You are on page 1of 41

PENGERTIAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN

2.1 Pengertian Pendidikan

Pada hakikatnya dalam memahami pengertian pendidikan terlebih dahulu perlu

diketahui dua istilah dalam dunia pendidikan yaitu pedagogi yang berarti

pendidikan dan pedagogia yang artinya ilmu pendidikan. Istilah ini berasal dari

bahasa Yunani pedagigia (paedos dan agoge) yang berarti saya membimbing,

memimpin anak. Berdasarkan asal kata tersebut, maka pendidikan memiliki

pengertian seorng yang tugasnya membimbing anak didalam pertumbuhannya kepada

arah berdiri sendiri serta bertanggung jawab.

Pendidikan adalah aktivitas atau usaha manusia untuk menumbuh kembangkan

potensi-potensi bawaan baik jasmani maupun rohani untuk memperoleh hasil dan

prestasi. Dengan kata lain bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil

peradapan bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri

( nilai dan norma masyarakat ) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau

sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya karenanya bagaimanapun

peradaban suatu masyarakat, didalamnya berlangsung dan terjadi suatu proses

pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya.

Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus

dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok

manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan inspirasinya (cita-cita) untuk maju,

sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka.

Adapun beberapa pengertian pendidikan dikemukakan oleh para ahli, antara lain:
1. Manurut Redja Mudyahardjo

Secara luas pendidikan adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar

yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Secara sempit

pendidikan adalah sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan di

sekolah sebagai lembaga pendidikan formal.

2. Menurut Umar Tirtarahardja dan Lasula

Pendidikan seperti sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek yang sangat

kompleks. Oleh karena itu beliau mengemukakan beberapa batasan pendidikan yang

berbeda berdasarkan fungsi, yaitu:

a. Pendidikan sebagai proses transformasi budaya.

b. pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi.

c. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara.

d. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja.

3. Menurut John Dewey

Pendidikan itu adalah The General theory of education. John Dewey tidak

membedakan filsafat pendidikan dengan teori pendidikan, sebab itu dia mengatakan

pendidikan adalah teori umum pendidikan.

4. Ahmad D. Marimba

Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap

perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang

utama.

5. Sudirman N. dkk.

Pendidikan adalah usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain
agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi

dalam arti mental.

6. Ki Hajar Dewantara

Pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya

pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar

mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai

keselamatan dsan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

7. Langeveld

Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan

kepada anak tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih tepat dapat membantu

anak agar cukup cakap melaksanakan hidupnya sendiri.

8. Menurut UU No.2 Tahun 1989

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan,

pengajaran, dan latihan bagi para peranannya di masa yang akan datang.

9. Menurut JJ. Rousseau

pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak,

akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.

10. Menurut Prof. Brodjonegoro

Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam

praktek pendidikan.

2.1 Faktor-Faktor Pendidikan


Dalam aktivitas ada enam faktor pendidikan yang dapat membentuk pola interaksi

atau saling mempengaruhi. Adapun keenam faktor pendidikan tersebut, meliputi :

2.3.1 Faktor Tujuan

Setiap kegiatan apapun bentuk dan jenisnya sadar atau tidak sadar selalu diharapkan

kepada tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun segala sesuatu atau usaha yang

tidak mempunyai tujuan tidak akan mempunyai arti apa-apa, dengan demikian tujuan

merupakan faktor yang sangat menentukan. Secara singkat dikatakan bahwa tujuan

pendidikan Nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan

manusia Indonesia seutuhnya.

2.3.1.1 Fungsi tujuan bagi pendidikan

a. Sebagai arah pendidikan

Tanpa adanya semacam antisipasi (pandangan ke depan) kepada tujuan,

penyelrwenga akan banyak terjadi, demikian pula kegiatanpkegiatannya pun tidak

akan efisien. Dalam hal ini tujuan akan menunjukan arah dari suatu usaha. Sedangkan

arah tadi menunjukan jalan yang harus ditempuhdari situasi sekarang kepada situasi

berikutnya.

b. Tujuan sebagai titik akhir

Suatu usaha tentu saja mengalami permulaan serta mengalami pula akhirnya.

Mungkin saja ada usaha yang terhenti dikarenakan seatu kegagalan mencapai tujuan,

namun usaha itu belum bias dikatakan telah berakhir. Pada umumnya, suatu usaha
baru berakhir jika tujuan akhirnya telah tercapai.

c. Tujuan sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain

Apabila tujuan merupakan titik akhir dari suatu usaha, maka dasar ini merupakan titik

tolaknya, dalam arti bahwa dasar tersebut merupakan fundamen yang menjadi alas

permulaan suatu usaha.

Dengan demikian, antara dasar-dasr dan tujuanterbentanglah garis yang menunjukan

arah bergeraknya usaha tersebut, serta dasar dan tujuan pendidikan merupakan satu

kesatuan yang tak terpisahkan antara yang satu dengan yang lain.

d. Memberi nilai pada usaha yang dilakukan

Dalam konteks usaha-usaha yang dilakukan, kadang-kadang didapati tujuannya yang

lebih luhur dan lebih mulia dibandingkan yang lainnya. Semua itu terlihat apabila

berdasarkan nilai-nilai tertentu.

2.3.1.2 Macam-macam tujuan pendidikan

Pendidikan berlangsung dalam proses panjang yang pada akhirnya mencapai tujuan

umum atau akhir yaitu kedewasaan. Tujuan yang bersifat umum ini akan dicapai

melalui pencapaian tujuan-tujuan yang khusus. Menurut seorang ahli pendidikan

Langeveld mengemukakan macam-macam pendidikan yaitu:

a. Tujian umum

Merupakan tujuan yang menjiwai pekerjaan mendidik dalam segala waktu dan

keadaan. Tujuan umum ini dirumuskan dengan memperhatikan hakekat kemanusiaan

yang universal.
b. Tujuan khusus

Merupakn pengkhusus dari tujuan umum di atas dasar beberapa hal, diantaranya:

terdapatnya perbedaan individual anak didik, perbedaan lingkungan keluarga atau

masyarakat, perbedaan yang berhubungan dengan tugas lembaga pendidikan,

perbedaan yang berhubungan dengan pandangan falsafah hidup suatu bangsa.

c. Tujuan tak lengkap

Adalah tumjuan uyang hanya menckup salah satu aspek kepribadian. Tujuan tak

lengkap ini merupakan bagia dari tujuan umum yang melingkupi perkembangan

seluruh sapek kepribadian.

d. Tujuan sementara

Perjalanan untuk mencapai tujuan umum tidak dapat dicapai secara sekaligus,

kaernanya perlu ditempuh setahap demi setahap, setingkat demi setingkat. Tingkatan

yang diupayakan untuk menuju tujuan akhir itulah yang dimksu engan tujuan

sementara.

e. Tujuan isidental

Merupakan tujuan yang bersifat sesaat, karena aanya situasi yang terjadi secara

kebetukan, kendatipun demikian tujuan ini tidak terlepas dari tujuan umum.

f. Tujuan intermedia / perantara

Merupakan tujuan yang dilihat sebagai alat an harus dicapai lebih dahulu demi

kelancaran pendidikan selanjutnya.

2.3.2 Faktor pendidik

Dalam hal ini kita dapat membedakan pendidikan itu menjadi 2 kategori, yaitu:
1. Pendidik menurut kodrati, yaitu orang tua dan

2. Pendidik menurut jabatan yaitu guru.

Pendidik yang bersifat kodrati dan sebagai orang tua wajib pertama sekali

memberikan didikan kepada anaknya, selain asuhan, kasih sayang, perhatian dan

sebagainya.

Sedangkan pendidikan menurut jabatan, yaitu guru. Guru adalah sebagai pendidik

yang menerima tanggung jawab dari tiga pihak yaitu orang tua, masyarakat dan

Negara. Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas kepercayaan yang mampu

memberikan pendidikan dan pengajaran dan diharapkan pula dari pribadi guru dapat

memancarkan sikap-sikap yang normatif baik, sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat

orang tua pada umumnya.

2.3.3 Faktor peserta didik

Adalah orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang

menjalankan kegiatan pendidikan. Peserta didik sebagai manusia yang belum dewasa

merasa tergantung kepada pendidikannya, peserta didik merasa bahwa ia memiliki

kekurangan-kekurangan tertentu, ia menyadari bahwa kemampuan masih sangat

terbatas dibandingkan denga kemampuan pendidiknya.

2.3.4 Faktor alat pendidikan

yang dimaksud denga alat pendidika adalah sutu tindakan atau situasi yang sengaja

diadakan untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan tertentu. Alat pendidikan

merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi mencapai
tujuan pendidikan yang diinginkan.

Macam-macam alat pendidikan:

Pada dasarnya yang dinamakan alat ini luas sekali artinya, karena itu dalam hal ini

perlu pembatasan dalam beberapa persoalan saja, dalam konteks prespektif yang lebih

dinamis, alat tersebut disamping sebagai perlengkapan, juga merupakan pembantu

dalam mempermudah terlaksanaanya tujuan pendidikan.

Alat-alat pendidikan itu sendiri terdiri dari bermacam-macam, antara lain: hukuman

dan ganjaran, perintah dan larangna, celaan dan pujian, serta kebiasaan. Termasuk

juga sebagai alat pendidikan diantaranya: keadaan gedung sekolah, keadaan

perlengkapan sekolah, dan kedaan alat-alat dan fgasilitas-fasilitas lainnya.

Oleh karena itu dalam memilih alat pendidikan, ada beberapa hal yang perlu

diperhatikan, yaitu:

Tujuan yang ingin dicapai.

Orang yang menggunakan alat.

Untuk siapa alat itu digunakan.

Efektifitas penggunaan alat tersebut dengan tidak melahirkan efek tambahan yang

merugikan

2.3.5 Faktor metode pendidikan

Agar interaksi dapat berlangsung baik dan tercapai tujuan, maka disamping

dibutuhkan pemilihan materi pendidikan yang tepat, perlu dipilih metode yang tepat

pula. Metode adalah cara menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pendidikan.

2.3.6 Faktor lingkungan


Adalah yamg meliputi kondisi dan alam dunia yang dengan cara-cara tertentu

mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan dan perkembangan manusia. Meskipoun

lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun

merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar

terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam suatu lingkungan yang

disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak.

Pada dasarnya lingkungan mencakup beberapa hal, yaitu:

1. Tempat (lingkungan fisik); keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.

2. Kebudayaan (lingkungan budaya); dengan warisan budaya tertentu bahasa, seni,

ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan.

3. Kelompok hidup bersama (lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga, kelompok

bermain, desa,dan perkumpulan.

Dilihat dari segi anak didik, tampak bahwa anak didik secara tetap hidup di dalam

lingkungan masyarakat tertentu tempat mengalami pendidikan. Menurut Ki Hajar

Dewantara, limgkungan-lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga,

lingkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda, yang ia saebut dengan tri

pusat pendidikan.
Faktor-faktor Pendidikan

Faktor-faktor pendidikan merupakan berbagai unsur yang menunjang kedalam tujuan


atau goal yang akan di capai dalam pendidikan. Unsur-unsur tersebut penting fungsinya
karena dapat menunjang dalam sebuah tujuan secara berkesinambungan dan
sistematik. Setidaknya terdapat beberapa faktor yang menunjang dalam suatu
pendidikan.

Berikut kami coba paparkan beberapa faktor yang menunjang dalam sebuah pendidikan
sehingga dapat memiliki fungsi sebagai mana mestinya.

- Faktor Pendidik
Merupakan sebuah faktor dalam pendidikan yang memiliki fungsi sebagai pengajar atau
pendidik yang akan menuntun atau membimbing suatu murid atau siswa yang di ajar
bisa mencapai tujuannya. Kesuksesan pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor
pendidik formal saja, seperti guru, dosen maupun unsur pengajar lainnya yang bertugas
di institusi pendidikan formal, tapi faktor pendidik non formal diluar sekolah seperti
keluarga juga sangat berpengaruh penting dalam menuntun murid.

- Faktor yang Didik


Faktor ini mencakup siswa atau kalangan yang mendapatkan pengajaran oleh pendidik.
Faktor yang didik juga tidak kalah pentingnya dalam menyerap pelajaran dan mencapai
tujuan pendidikan karena siswa yang aktif dan rajin dalam kegiatan pembelajaran akan
berpengaruh terhadap prosentase keberhasilan pendidikan yang bisa di capai.

- Faktor Materi Pendidikan


Ini merupakan suatu faktor berupa materi yang akan di ajarkan oleh pendidik dan
diterima oleh peserta didik. Materi pendidikan diharapakan merupakan suatu materi
yang segar dan update selain itu juga harus mudah di cerna dan interaktif. Jadi terdapat
timbal balik antara pendidik dan peserta dalam melakukan pelajaran.

- Faktor Metode Pendidikan


Merupakan penunjang dalam menyampaikan materi, metoda pendidikan yang baik
adalah yang bisa cepat di serap oleh siswa, mudah dipahami dan memiliki manfaat ilmu
yang besar.

- Faktor Lingkungan
Lingkungan juga merupakan suatu faktor penting dalam menunjang keberhasilan
sebuah tujuan pendidikan. Unsur lingkungan yang baik akan menunjang sarana dan
proses belajar dengan positif sehingga dapat merangsang minat belajar siswa dan
materi pelajaran yang diberikan dapat terserap dan diterima dengan baik.

- Faktor tujuan
Faktor tujuan merupakan sebuah target atau goal yang akan di capai, dengan
menetapkan suatu tujuan maka kita bisa memiliki tolak ukur keberhasilan dalam
menjalankan sebuah pendidikan yang baik.

Beberapa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pendidikan di atas dapat


dicadikan acuan dalam mensukseskan tujuan pendidikan.
B. Faktor Faktor Pendidikan
Dalam aktivitas ada enam faktor pendidikan yang dapat membentuk pola interaksi atau saling
mempengaruhi, namun faktor integratirnya terutama terletak pada pendidik dengan segala
kemampuan dan keterbatasannya. Adapun keenam faktor pendidikan tersebut, meliputi:
a) Tujuan Pendidikan
Adalah usaha pencapaian oleh peserta didik tentang hasil praktek pendidikan baik dilingkungan
keluarga, sekolah maupun masyarakat secara luas. Dalam praktek pendidikan, baik dilingkungan
keluarga, di sekolah maupun di masyarakat luas, banyak sekali tujuan pendidikan yang
diinginkan oleh pendidik agar dapat dicapai (dimiliki) oleh peserta didiknya.
b) Pendidik
Dalam hal ini kita dapat membedakan pendidikan itu menjadi 2 kategori, yaitu:
1. Pendidik menurut kodrati, yaitu orang tua dan
2. Pendidik menurut jabatan yaitu guru.
Pendidik yang bersifat kodrati sebagai orang tua, wajib pertama sekali memberikan didikan
kepada anaknya. Selain asuhan, kasih sayang, perhatian dan sebagainya.Orang tua adalah
pendidik pertama dan utama. Sedangkan pendidikan menurut jabatan, guru, adalah sebagai
pendidik yang menerima tanggung jawab dari tiga pihak; orang tua, masyarakat dan negara.
Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas kepercayaan yang mampu memberikan
pendidikan dan pengajaran dan diharapkan pula dari pribadi guru dapat memancarkan sikap-
sikap yang normatif baik, sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua pada umumnya.
Islam menuntut umatnya untuk menjadi pengembang ilmu dengan mengajarkan apa yang telah
diketahui kepada orang lain. Begitulah Rasulullah saw memerintahkan umatnya dalam salah satu
hadits beliau. Pertama sekali umatnya dituntut untuk menjadi pengajar (kun liman), kemudia
baru menjadi murid (mutaalliman). Dengan melakukan dua hal di atas, maka tujuan pendidikan
menjadikan manusia rabbani bisa diwujudkan.
Guru sebagai pengontrol, pembimbing dan pendidik bagi peserta didik. Pendidikan yang
diberikan guru bukan hanya menyangkut materi atau pengetahuan saja. Tapi juga tingkah laku,
akhlak serta kepribadian. Karena sekolah merupakan rumah kedua bagi peserta didik dan
sebagian besar dari waktu dihabiskan di sekolah bersama teman-teman serta guru. Pendidikan
memberikan pengetahuan yang belum diketahui peserta didik, meluruskan atau memperbaiki
kesalahan peserta didik serta membimbing pengetahuan yang dimiliki peserta didik agar
menjadi lebih cerdas lagi.
c) Peserta Didik
Adalah orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang
menjalankan kegiatan pendidikan. Peserta didik sebagai manusia yang belum dewasa merasa
tergantung kepada pendidikannya, peserta didik merasa bahwa ia memiliki kekurangan-
kekurangan tertentu, ia menyadari bahwa kemampuannya masih sangat terbatas dibandingkan
dengan kemampuan pendidik.
Dalam pendidikan tradisional, peserta didik dipandang sebagai organisme pasif yang hanya
menerima informasi dari orang dewasa. Kini dengan makin cepatnya teknologi perkembangan
zaman, peserta didik dalam usia dan tingkat kelas yang sama bisa memiliki profil dan
pengetahuan materi yang berbeda. Tentu hal ini tergantung pada konteks yang mendorong
perkembangan peserta didik tersebut. Seperti lingkungan keseharian, lingkungan belajar, tempat
belajar, dan lingkungan pendidikan optimal.
Perilaku siswa sangat erat kaitannya dengan keteladanan yang dimiliki guru. Karena seorang
guru yang teladan akan mudah menggugah, mempengaruhi siswa untuk lebih giat belajr dan
berusaha menciptakan perilaku yang baik dalam pribadinya. Sebagaimana yang telah
dicontohkan guru sesuai dengan tuntunan profesional, guru harus memiliki kualitas kepribadian
yang sedemikian rupa sebagai pribadi panutan.
d) Isi atau Materi Pendidikan
Yang termasuk dalam arti atau materi pendidikan ialah segala sesuatu oleh penddidk yang akan
langsung disampaikan kepada peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
e) Metode Pendidikan
Agar interaksi dapat berlangsung baik dan mencapai tujuan, maka disamping dibutuhkan
pemilihan materi pendidikan yang tepat, perlu dipilih pula metode yang tepat. Metode adalah
cara menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pendidikan. Untuk menentukan apakah
sebuah metode disebut baik atau tidak, dibutuhkan sebuah patokan atau standar kriteria.
Agaknya satu bentuk kegagalan pendidikan di negara kita adalah, bahwa sistem pendidikan
hanya menitik beratkan pada kerangka menjadikan manusia pintar dan menguasai ilmu
pengetahuan. Tetapi, belum berupaya menciptakan manusia yang sadar akan keberadaan
Tuhannya. Di negara ini secara kuantitas agaknya sudah cukup atau bahkan kelebihan orang
pintar, namun bangsa ini semakin terpuruk karena kekurangan manusia yang menyadari
keberadaan Tuhan dan takut kepada-Nya. Dan itu juga sebabnya kenapa Allah menyebutkan
kata ulama dalam al-Quran yang bukan saja manusia yang memahami al-kitab , namun juga
manusia yang memahami fenomena alam raya dan merangkaikannya dengan sifat takut kepada
Allah .
f) Lingkungan
Lingkungan adalah sesuatu yang meliputi kondisi dan alam dunia yang dengan cara-cara tertentu
mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan dan perkembangan manusia. Situasi lingkungan ini
meliputi lingkungan fisis, lingkungan teknis dan lingkungan sosio-kultural. Dalam hal-hal tertentu
situasi lingkungan ini bisa berpengaruh secara negatif atau positif terhadap pendidikan, maka
lingkungan itu menjadi pembatas pendidikan.
Alat Pendidikan sebagai Salah Satu Faktor dalam Pendidikan

Disusun Oleh
Dr. Nancy Susianna
Mira Rosalina S.Pd, M.T.

Alfi Syukrina Amir, M.Pd.

Amiq Fikriyati, M.Pd.

Ditha Rismayani Priatna, M.Pd.

(STKIP SURYA)

A. Kompetensi Dasar

Memahami alat pendidikan sebagai salah satu faktor dalam pendidikan

B. Indikator

Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan alat pendidikan sebagai salah satu faktor dalam
pendidikan diharapkan:

1. Dapat menjelaskan pengertian alat pendidikan melalui penjelasan dari dosen

2. Dapat menyebutkan jenis alat pendidikan dan contohnya

3. Dapat menuliskan karakteristik dari alat pendidikan


4. Dapat menjelaskan apa yang perlu diperhatikan dari penggunaan alat pendidikan

C. Materi Alat Pendidikan sebagai salah satu Faktor dalam pendidikan

8.1 PENGERTIAN ALAT-ALAT PENDIDIKAN

Alat pendidikan berperan penting dalam proses belajar mengajar untuk mewujudkan tujuan
pendidikan yang sesuai dengan harapan.

Muharam A. (2009) menyatakan bahwa alat pendidikan adalah sesuatu yang digunakan
untuk kegiatan pendidikan, baik berbentuk material maupun non material.

Indrakusumah (1973) menyatakan bahwa alat pendidikan berupa perbuatan-perbuatan atau


tindakan-tindakan yang secara konkrit dan tegas dilaksanakan, guna menjaga agar proses
pendidikan bisa berjalan dengan lancar dan berhasil.

8.2 JENIS-JENIS ALAT PENDIDIKAN


Muharam A. (2009) membagi alat pendidikan ke dalam dua jenis:

1. Alat Pendidikan Non Material

Alat pendidikan non material berbentuk perbuatan atau tindakan yang digunakan pendidik
demi kepentingan proses pendidikan. Artinya, seorang pendidik perlu memahami kondisi
dan masalah yang dihadapi peserta didik di kelas.

a. Pembiasaan

Pembiasaan adalah salah satu alat pendidikan yang penting sekali, terutama bagi anak-anak
yang masih kecil.

b. Suruhan

Suruhan bukan hanya apa yang keluar dari mulut seseorang yang harus dikerjakan oleh
orang lain. Melainkan dalam hal ini termasuk pula peraturan-peraturan umum yang harus
ditaati oleh anak-anak (kebersihan badan, kerapihan, ketelitian dan sebagainya).

c. Larangan
Disamping memberi perintah, sering pula kita harus melarang perbuatan anak-anak.
Larangan itu biasanya kita keluarkan jika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, yang
merugikan, atau dapat membahayakan dirinya.

d. Menganjurkan

Menganjurkan mempunyai sifat tidak mengikat dan terasa memaksa pada terdidik.
Menganjurkan tidak terlalu tepat untuk dijadikan alat pendidikan meskipun dalam situasi
tertentu dapat juga digunakan.

e. Mengajak

Mengajak kedengarannya lebih simpatik, karena itu tidak bersifat memaksakan kehendak
pendidik. Ajakan adalah suruhan halus, dengan jalan menunjukkan sisi baik sebelum
melakukan kegiatan yang akan dilakukan.

f. Memberi Contoh

Ada dua macam pengertian memberi contoh yang pertama memberi contoh dalam arti
sengaja berbuat untuk secara sadar ditiru oleh terdidik. Yang kedua berlaku sesuai dengan
norma dan nilai yang akan kita tanamkan pada terdidik sehingga tanpa disenggaja menjadi
contoh (teladan) bagi terdidik.

g. Memuji

Memuji berarti memberi dorongan untuk meningkatkan prestasi. Untuk mendidik kejujuran
dan keadilan dalam menghargai prestasi, maka pendidik perlu memuji terdidik yang
berprestasi baik karena ini hal yang wajar.

h. Menghukum

Tujuan menghukum adalah menyadarkan orang akan kesalahannya serta menanamkan


keinginan memperbaiki diri.

2. Alat Pendidikan Material

Alat pendidikan material atau benda terdiri dari sarana dan prasarana.
Prasarana adalah semua alat bantu pelajaran yang sifatnya tidak langsung sedangkan sarana
adalah alat bantu pelajaran yang langsung dapat dipakai pada waktu interaksi belajar
mengajar sedang berlangsung.

Sarana pendidikan terdiri dari hardware dan software. Hardware berupa alat berat seperti
mesin, kayu, dsb. Software berupa bahan pengajaran atau tugas seperti kertas kerja dan
lembaran penilaian dalam sistem modul.

Prasarana sebagai alat pendidikan berkaitan dengan lingkungan fisik tempat belajar.
Meskipun tidak berpengaruh langsung namun mempunyai pengaruh penting terhadap hasil
pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal
mendukung meningkatkan intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif
terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik meliputi:

a. Ruangan kelas

Ruangan / kelas tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak
berdesak-desakan dan saling mengganggu antara siswa yang satu dengan yang lainnya pada
saat melakukan aktivitas belajar.

b. Pengaturan tempat duduk

Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka,
dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa.

c. Ventilasi dan pengaturan cahaya

Suhu, ventilasi dan penerangan adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang
nyaman.

8.3 BAGAIMANA MEMAHAMI KARAKTERISTIK ALAT PENDIDIKAN?


Karakteristik alat pendidikan menjadi bagian yang perlu dipahami oleh pendidik dalam
melaksanakan proses pendidikan. Karakteristik alat pendidikan dibagi ke dalam dua bagian,
yaitu:

1. Karakteristik alat pendidikan non material

Muharam A. (2009) menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik perbuatan atau tindakan
sebagai alat pendidikan non material, yakni:

a. Perbuatan atau tindakan pendidik hendaknya dilakukan awal-awal dalam proses pendidikan
dengan memikirkan terlebih dahulu tentang bagaimana cara melakukan sesuatu karena
manusia mempunyai sifat konservatif yang cenderung untuk mempertahankan atau tidak
merubah kebiasaan.

b. Perbuatan atau tindakan hendaknya membiasakan peserta didik akan hal-hal yang harus
dikerjakan agar menjadi biasa untuk melakukan sesuatu secara otomatis, tanpa harus
disuruh lagi orang lain, atau menunggu sampai orang lain merasa tidak senang padanya
karena kebiasaan yang buruknya.

c. Perbuatan atau tindakan pendidik hendaknya dilakukan dengan hati-hati, baik dalam
frekuensi maupun cara melakukannya.

d. Perbuatan atau tindakan hendaknya digunakan dengan diikuti oleh bimbingan apa yang
sebaiknya harus dilakukan terdidik.

e. Perbuatan atau tindakan hendaknya dilakukan atau diawali dengan memberikan beberapa
gambaran yang sesuai sebelum mengajak terdidik untuk melakukannya.

f. Perbuatan atau tindakan hendaknya pendidik tidak harus memaksakan diri sedemikian rupa
sehingga pendidik tidak lagi hidup wajar sebagai pribadi atau sebagai diri sendiri.

g. Perbuatan atau tindakan hendaknya tidak berlebihan, misalnya dalam memuji karena akan
berakibat kurang baik, terutama pada pendidik yang sudah lebih mampu menimbang
dengan akalnya.

h. Perbuatan atau tindakan pendidik hendaknya bijaksana menanggapi kalau ada sesuatu
kesalahan dari terdidik, sebab belum tentu suatu kesalahan itu dibuat dengan sengaja.

2. Karakteristik alat pendidikan material

Meskipun alat pendidikan kebendaan/material seperti: lahan, gedung, prabot dan


perlengkapan lebih berkaitan dengan kegiatan pendidikan di sekolah, namun karena sifat
pendidikan secara umum pun memanfaatkan pentingnya peran alat pendidikan berbentuk
material, maka beberapa karakteristik berikut ini perlu dipahami dan dijadikan
pertimbangan pendidik dalam menjalankan kegiatan pendidikan seperti:

a. Alat pendidikan hendaklah terbuat dari alat yang kuat dan tahan lama dengan
memperhatikan keadaan setempat.

b. Pembuatan alat pendidikan mudah dan dapat dikerjakan secara masal.

c. Biaya alat pendidikan relatif murah.


d. Alat pendidikan hendaknya enak dan nyaman bila ditempati atau dipakai sehingga tidak
mengganggu keamanan pemakainya.

e. Alat pendidikan relatif ringan untuk mudah dipindah-pindahkan.

8.4 APA YANG PERLU DIPERHATIKAN DARI PENGGUNAAN ALAT


PENDIDIKAN?
Muharam A. (2009:144-146) mengungkapkan bahwa penggunaaan alat pendidikan
dipengaruhi oleh kecakapan pendidik yang harus menyesuaikan dengan tujuan yang akan
dicapai, dan sebagai seorang pendidik sebaiknya harus menghindari tindakan yang
memaksa. Penggunaan alat pendidikan juga dipengaruhi oleh pribadi yang akan
memakainya. Pemakai alat pendidikan juga harus dapat menyesuaikan diri dengan tujuan
yang dikandung oleh alat itu. Penggunaan alat pendidikan mempunyai hubungan yang erat
dengan sifat kepribadian pemakainya yang merupakan sifat khas dari alat pendidikan.

Di dalam memilih alat-alat pendidikan yang akan digunakan perlu diingat hal-hal berikut:

1) Tujuan apakah yang akan dicapai dengan alat itu

2) Siapakah yang akan menggunakan alat itu

3) Alat-alat manakah yang tersedia dan dapat digunakan

4) Terhadap siapakah alat itu digunakan

Selain itu perhatikan pula , apakah di dalam penggunaan alat pendidikan itu akan
menimbulkan pengaruh dalam lapangan lain yang tidak menjadi tujuan utama dari
penggunaan alat itu dan apakah alat yang digunakan itu sudah dapat untuk mencapai tujuan
itu atau belum, atau mungkin masih perlu dibantu dengan yang lain.

Selain itu perlu pula diperhatikan bagaimana reaksi anak-anak terhadap penggunaan alat
pendidikan itu jangan sampai reaksi anak didik hanya sekedar reaksi rangsangan belaka,
tetapi dengan penggunaan alat itu diharapkan anak didik akan mengalami perubahan yang
sesuai dengan tujuan yang diharapkan atau perubahan yang tidak hanya bersifat mekanistis,
tetapi benar-benar merupakan pencerminan dan pribadi anak didik.

Dalam masalah terhadap siapakah alat itu digunakan, perlu diingat bagaimanakah kondisi
anak yang menerimanya, apakah anak didik itu berkelainan, dan bagaimanakah kelainannya,
berapakah umur anak didik itu, bagaimana watak atau kebiasaannya dan situasi disaat itu,
dan lain-lainnya.
Anak didik sebagai pihak yang dikenai perbuatan mendidik adalah pihak yang pertama-tama
diperhatikan dalam menimbang-nimbang penggunaan alat-alat pendidikan. Adapun hal-hal
yang perlu dipertimbangkan tentang anak didik adalah dari segi:

1) Jenis kelamin

2) Usia

3) Bakat

4) Perkembangan

5) Alam sekitar

Contohnya, penggunaan alat pendidikan non material dalam bentuk paksaan, tentunya
tidaklah sama tingkatan paksaan tersebut terhadap anak perempuan dan laki-laki, terhadap
kanak-kanak dan orang tua, terhadap anak-anak berbakat dan anak-anak malas, terhadap
anak jenius dan anak idiot, terhadap anak yang hidup di daerah yang hidup di pegunungan
dan anak yang hidup di pantai.

Dalam penggunaan alat pendidikan materialpun perlu diperhatikan adanya perbedaan jenis
kelamin, usia, bakat dan perkembangan anak didik serta dimana anak didik itub hidup.
Contohnya, pelajaran yang menggunakan komputer, bagi anak SD berbeda dengan anak
SMP, bagi anak di desa berbeda dengan anak di kota, bagi anak yang kurang mampu status
ekonomi orang tuanya berbeda dengan anak yang mampu atau berkecukupan orang
tuanya.
C. HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN

1. Pengaruh Sekolah Terhadap Masyarakat


Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung kepada
luas tidaknya serta kualitas out put pendidikan (sekolah) itu sendiri. Semakin besar
out put sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu
mencetak suber daya manusia ( human resources) yang berkualitas, maka tentu saja
pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat. Sebaliknya meskipun lembaga
pendidikan mampu mengeluarkan out putnya tapi dengan SDM yang rendah secara
kualitas, itu juga jadi masalah, tidak saja bagi out put yang bersangkutan, tetapi
berpengaruh juga bagi masyarakat. Dengan demikian, bila lembaga pendidikan
dimaksud mempu melahirkan produk-produknya yang berkualitas, tentu saja hal ini
merupakan investasi bagi penyediaan SDM. Investasi ini sangat penting untuk
pengembangkan dan kemajuan masyarakat, sebab manusia itu sendiri adalah subjek
setiapa perkembangan, perubahan dan kemajuan di dalam masyarakat.
a. Mencerdaskan kehidupan masyarakat, dengan pendidikan, kecerdasan anggota
masyarakat dapat tergapai untuk mengkader generasi yang siap menapaki masa depan
dengan berbekal ilmu pengetahuan.
b. Membawa pembaruan dan perkembangan masyarakat .
c. Menghasilkan masyarakat yang siap pakai dan terbekali dalam lapangan pendidikan.
d. Menghasilkan masyarakat yang bersikap konstruktif sehingga tercipta integrasi sosial
yang harmonis.
e. Mentransformasikan budaya sekolah untuk pengembangan budaya masyarakat .

2. Pengaruh Masyarakat Terhadap Sekolah


Sebagaimana yang dikemukakan terdahulu tentang keterkaitan masyarakat dengan
pendidikan adalah sangat erat dan saling mempengaruhi. Suatu kenyataan bagi setiap
orang bahwa masyarakat yang baik, maju. Modern ,ialah masyarakat yang
didalamnya ditemukan suatu tingkat pendidikan yang baik, maju dan modern pula.,
dalam wujud lembaga-lembaganya maupun jumlah dan tingkat pendidikan yang
terdidik. Dengan perkataan lain, suatu masyarakat yang maju karena adanya
penddika yang maju, baik dalam arti kualitatif maupun kuantitatif, pendidikan yang
modern ditemuken dalam masyarakat yang modern pula. Sebaliknya masyarakata
yang kurang memperhatikan pembinaan pendidikan, akan tetap terkebelakang, tidak
hanya dari segi intelektual,tapi juga dari segi sosial kultural.
a. Identitas dan dinamikan masyarakat membawa perubahan terhadap orientasi dan
tujuan pendidikan.
b. Realitas sosial buadaya masyarakat membawa perubahan dalam proses pendidikan.
c. Perubahan sosial akan membawa perubahan dalam materi pendidikan.
Ada Tiga Macam Kehidupan Kelurga Yang Sangat Berpengaruh Dalam
Proses Belajar Pendidikan Di Sekolah.
a. Keluarga yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi perkemkangan anak, orang
tua dari lingkungan keluarga yang demikian akan selalu mendorong demi kemajuan
anak.
b. Keluarga yang acuh tak acuh terhadap pendidikan anak. Keluarga yang semacam ini
tidak mengabaikan peran untuk mendorong atau melarang terhadap kegiatan yang
dijalani anak.
c. Keluarga yang anti pati terhadap dampak dari keberadaan pendidikan di sekolah atau
di masyarakat sekitarnya. Orang tua dari keluaga yang semacam ini akan
menghalangi dan menyikapi dengan kebencian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh
anaknya.

tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.


4. Materi

Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum


yang akan disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti
maupun muatan lokal. Materi ini bersifat nasional yang mengandung misi
pengendalian dan persatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal misinya adalah
mengembangkan kebhinnekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.
Dengan demikian jiwa dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat
ditumbuhkembangkan.

5. Alat
Adapun yang dimaksud dengan alat pendidikan ialah segala sesuatu yang
dipergunaan dalam usah untuk mencapai tujuan dari pendidikan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan alat pendidikan agama ialah; Segala
sesuatu yang dipakai dalam mencapai tujuan pendidikan agama.
Dalam memilih alat / media pendidikan ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan. Seperti yang diajukan oleh Heinick,dkk (1982) yang berupa model
perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah (ASSURE)
adalah singkatan dari : Analyze Learner Characteristik, State Objektive, Select, or
Modify Media, Utilize, Require Learner Response and Evaluate. Model ini
menyarankan kegiatan utama dalam perencanaan pengajaran sebagai berikut :
Menganalisis Karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa
SD/SMP/SLTA/PT/ organisasi pemuda, perusahaan, usia, Jenis kelamin, latar
belakang sosial budaya, sosial, Ekonomi.
Merumuskan tujuan pengajaran.
Memilih, memodifikasi / merancang dan mengembangkan materi dan media yang
tepat.
Menggunakan mteri dan media (Bagaimana dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk
menggunakannya) ruang dan fasilitas lain.
Meminta tanggapan dari siswa.
Mengevaluasi proses belajar mengajar.
Alat-alat pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 3 dengan uraian atau
klasifikasi sebagai berikut :
1. Alat Pengajaran : Yang dibedakan menjadi tiga ;
Alat pengajaran Klasikal, Seperti Papan Tulis, kapur dan lain-lain.
Alat Pengajaran Individual. Seperti alat tulis, buku pelajaran dan lain-lain.
Alat Peraga.

2. Alat-alat Pendidikan Langsung : termasuk alat pendidikan yang langsung juga ialah
dengan menggunakan emosi dan dramatisasi dalam menerangkan masalah agama.
Karena agama lebih menyangkut perasaan.
3. Alat-alat Pendidikan tidak Langsung : Alat yang bersifat kuratif. Agar dengan
demikian anak-anak menyadari perbuatannya yang salah dan berusaha untuk
memperbaikinya.
C. Hubungan Timbal Balik antar Faktor Pendidikan
Mengelola interaksi belajar mengajar melalui interaksi hubungan timbal balik
antar siswa dan guru, profil pendidikan tahun pelajaran 2007/2008. bab i.
pendahuluan . dapat:
1. memahami pengaruh timbal balik antara faktor lingkungan dan pendidikan, rohaniah:
kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karir, pemberian cuti, faktor-faktor
produksi (sumber-sumber) yang diperlukan: hubungan timbal balik antara
manajemen, organisasi dan tata kerja (metode)
2. ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya,
3. ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka kos-kosan
merupakan pihak yang terkait dengan bidang pendidikan.

Pendidikan sebagai sebuah sistem sendiri dari sejumlah komponen. Untuk


melihat komponen sistem pendidikan. Toffler (1970) menganalogikan sekolah
dengan sebuah sebuah pabrik. Misalnya, sebuah pabrik gula yang tujuan didirikannya
adalah untuk memproduksi gula. Pabrik tersebut membutuhkan bahan mentah (raw
input) berupa tebu atau bahan lainnya.
1. BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen

pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas

proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas

pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso,

mikro. Adapun tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses

belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang dapat kita ungkapkan dalam pembahasan ini adalah sebagai

berikut :

1. Pengertian faktor pendidikan ?

2. Apa itu faktor pendidik ?

3. Apa faktor tujuan ?

4. Apa itu Faktor subjek didik ?

5. Faktor materi pendidikan ?

6. Apa saja metode dan alat pendidikan ?

7. Bagaimana Faktor situasi lingkungan ?

C. Tujuan Dan Manfaat Pembahasan

Dengan pembahasan ini diharapkan mengenal, mengetahui dan memahami

Apa saja:

1. Pengertian faktor pendidikan

2. faktor pendidik

3. faktor tujuan

4. Faktor subjek didik

5. Faktor materi pendidikan

6. metode dan alat pendidikan

7. Faktor situasi lingkungan

2. BAB II PEMBAHASAN FAKTOR- FAKTOR PENDIDIKAN A.

PENGERTIAN FAKTOR PENDIDIKAN Faktor pendidikan yaitu suatu

tindakan/perbuatan atau situasi yang tidak disengaja diadakan oleh orang


dewasa/pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan, tetapi berakibat anak

sampai pada hasil yang sama dengan apa yang diharapkan atau sama

dengan tujuan pendidikan. Dalam kegiatan atau proses pendidikan terdapat

faktor-faktor yang dapat membentuk pola interaksi atau saling mempengaruhi,

Faktor faktor pendidikan tersebut adalah seperti berikut: 1. Faktor Tujuan 2.

Faktor pendidik 3. Faktor subjek didik 4. Faktor isi/materi Pendidikan 5.

Faktor cara/metode dan alat 6. Faktor situasi lingkungan Keenam faktor yang

telah dikemukakan diatas saling mempengaruhi dan saling berinteraksi

sesamanya. Dalam proses pendidikan yang berujud interaksi di atas, proses

pencapaian tujuan selalu ditempuh melalui suatu media berupa bahan atau isi

pendidikan dengan cara/metode dan alat tertentu yang dipakai pendidik dan

subjek didik dalam mencapai tujuan tersebut. Setiap interaksi educatif selalu

berlangsung di dalam situasi lingkungan tertentu Situasi lingkungan isi

berpengaruh terhadap upaya pencapaian tujuan, sehingga harus

dipertimbangkan, bahkan dimanfaatkan oleh pendidik sebagai bahan muatan

lokal. Sebagai contoh, kita ambil suatu proses pendidikan untuk dapat lebih

jelas kita amati: Guru dan murid sedang melakukan suatu kegiatan belajar-

mengajar. Mula-mula guru itu menjelaskan apa yang ingin dicapai dengan

kegiatan Tujuannya adalah agar murid dapat menghitung luas benda datar,

sambil murid membuat bentuk bidang datar pada papan berpaku serta gelang

karet yang telah disediakan. Murid nencoba menghitung luas masing-masing

benda yang dibuatnya dengan menghitung jumlah kotak-kotak yang ada pada
setiap bagian. Kemudian guru bersama murid menyimpulkan runus

menghitung luas

3. siku empat dan segitiga sama kaki tadi. Selanjutnya dibagi lembaran kerja

yang berisi tugas untuk menghi- tung luas pekarangan sekolah luas papas tulis

dan sebagainya Terakhir guru mengumpulkan tugas den menilainya. Dalam

kegiatan itu kita temui beberapa faktor atau unsur yaitu: adanya tujuan,

adanya geru, adanya murid, adanya metode/cara dan alat, serta adanya bahan

isi dan linkungan. B. FAKTOR TUJUAN Tujuan merupakan faktor

pendidikan yang memiliki posisi penting dalam proses pendidikan.

Bermacam-macam tujuan pendidikan yang diinginkan oleh pendidik supaya

dapat dicapai oleh subjek didik. Semua tujuan-tujuan itu harus normatif baik

artinya tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik dan

dapat diterima sebagai nilai hidup yang baik. Tujuan pendidikan ada yang

sifatnya ideal dan ada pula yang sifatnya nyata. Tujuan yang sifatnya ideal

biasanya dirumuskan dalam bentuk tujuan pendidikan yang sifatnya umum,

sedangkan tujuan yang sifatnya nyata dinunuskan dalam bentuk tujuan

khusus. Dalam sitem pendidikan nasional, tujuan umum pendidikan

dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni Pancasila Makna tujuan pendidikan

nasionai itu adalah membentuk manusia Indonesia yang bisa mandiri dalam

konteks kehidupan pribadinya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa

,bernegara, serta berkehidupan sebagai makhluk yang beragama Ketuhanan

Yang Maha Esa). Manusia Indonesia yang dicita-citakan dan harus

diupayakan melalui pendidikan adalah manusia yang bermoral, berilmu,


berkepribadian, dan beramal bagi kepentingan manusia, masyarakat, bangsa

dan negara. Untuk mencapai tujuan umum, ada beberapa tujuan yang

mengantarkannya ke tujuan umum tersebut, disebut dengan tujuan antara,

yaitu perhentian sementara untuk mencapai tujuan umum. Pencapaian tujuan

umum ini selalu dilaksanakan dalam bentuk-bentuk pengkhususan karena

mengingat keadaan-keadaan yang terdapat pada subjek didik, Iingkungan

serta dari pendidik sendiri. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya

pengkususan tujuan urnum itu antara lain adalah: a. Karakteristik anak didik;

tingkat kemampuan; tingkat perkembangan kognitif, bakat, minat, jenis

kelamin dan sebagainya. b. Tuntutan persyaratan pekerjaan di lapangan Yang

merupakan pencapaian tujuan soak didik.

4. c. Perbedaan pandangan hidup masing-masing bangsa menunjukkan

perlunya pengkhususan tujuan ini. d. Perbedaan tujuan yang login dicapai

masing-masing lembaga atau jalur pendidikan sekolah, jalur pendidikan luar

sekolah termasuk pendidikan keluarga yang mempunyai fungsi yang berbeda

e. Kemampuan-kemampuan yang ada pada pendidik sendiri. Tujuan umum

yang akan dicapai di lingkungan sekolah biasanya kita jabarkan dalam tujuan-

tujuan yang lebih kecil. Tujuan yang berfungsi sebagai perantara untuk

mencapai tujuan umum dinamakan tujuan intermedier atau tujuan sementara.

Kosementaraan tujuan khusus/intermedier ini terletak di dalam kenyataan

bahwa apabila tujuan khusus itu telah dicapai, maka tujuan itu menjadi alat

untuk mencapai tujuan khusus Iainnya dan seterusnya Kita mengenal empat

jenjang tujuan pendidikan, yaitu: a. Tujuan umum pendidikan, yakni manusia


Pancasila. b. Tujuan intitusional (tujuan lembaga pendidikan, misalnya tujuan

Sekolah Driest tujuan Universitas Negeri Padang). c. Tujuan kurikuler (tujuan

standar kompetensi bidang studi atau mata pelajaran), misalnya tujuan IPA,

IPS, Agama. d. Tujuan instruksional kompetensi dasar (tujuan untuk setiap

kegiatan) proses belajar-mengajar. Tujuan intruksional marupakan tujuan

terbawah dari jenis tujuan diatas. Tujuan instruksional kompetensi dasar

adalah tujuan yang paling kecil dan keseluruhan tujuan yang ads Tujuan inilah

yang secara nyata dicapai dalam proses belajar dan!mengajar di kelas yang

hams dijabarkan lagi oleh guru secara operasional menjadi tujuan

pembelajaran khusus yang sekarang dikenal dengan indicator (PK). Jadi

dengan demikian untuk mencapai tujuan yang paling tinggi yaitu tujuan

umum pendidikan kita harus tidak dari pencapaian tujuan paling bawah. Oleh

sebab itu tingkatan perumusan lingkungan, Untuk mencapai tujuan

pendidikan tertentu, maka semua faktor ini harus diatur agar dapat berperan

dengan baik. Di bawah ini akan dibahas masing-masing faktor sebagai

berikut: 3. FAKTOR PENDIDIK Pendidik ialah orang yang mempunyai

tangung jawab dalam melaksanakan pendidikan Orang tua biasanya disebut

Pendidik menurut kodrat, sedangkan guru, dan

5. teraga-tenaga lainnya yang sejenis disebut Pendidik menurut jabatan.

Berdasarkan hal diatas kita dapat membedakan Pendidik itu menjadi dua

katagori: a. Pendidik menurut kodrat, yaitu orang tua. b. Pendidik menurut

jabatan yaitu guru. orang tua sebagai Pendidik menurut kodrat adalah

Pendidik pertama dan utama. Hubungan orang tua dengan anaknya dalam
hubungan edukatif mengandung dua unsur dasar, yaitu: a. Unsur kasih sayang

orang tua terhadap anak. b. Unsur kesadaran akan tanggung jawab dari

Pendidik untuk menuntun perkembangan anak. Guru sebagai Pendidik

menurut jabatan menerima tanggung jawab mendidik dari tiga pihak, yaitu

orang tua, masyarakat, dan negara Sayogyanyalah kepada guru diharapkan

sikap-sikap dan sifat-sifat yang normatif baik sebagai kelanjutan dari sikap

orang tua pada umumnya, antara lain: a. Kasih sayang kepada subjek didik. b.

Tanggung jawab kepada tugas mendidik. Sehubungan dengan tanggung jawab

ini Prayitno (2000:9) mengemukakan kewajiban Pendidik ialah

menyelenggarakan praktek pendidikan terhadap (sejumlah) anak (peserta

didik) yang menjadi tanggung jawabnya untuk memperkemnbangkan semua

potensi yang dikaruniakan Allah kepada anak secara optimal. Untuk itu

Pendidik harus: (1) Memahami potensi anak untuk diperkembangkan secara

optimal (2) Memahami kondisi anak untuk mengadakan penyesuaian

Program-program pendidikan bagi anak. (3) Melakukan kegiatan dan

memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan potensi dan kondisi anak

untuk memperkembangkan potensi anak secara optimal. (4) Memberikan

laporan dan bertanggung jawaban tentaag perkembangan dan hasil-hasil

pendidikan anak kepada otang tua dan pihak-pihak lain yang berhak

memperoleh laporan. (5) Bekerjasama dengan orang tua anak dan pihak-pihak

lain yang terkait dengan pendidikan anak demi menyelenggarakan pendidikan

anak seoptimal mungkin. (6) Memahami dan menjalankan dengan sebaik-


baiknya segenap peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak-pihak

berwenang dalam penyelenggaraan pendidikan anak.

6. (7) Menyelenggarakan praktek pendidikan secara profesional sesuai dengan

penugasan yang diberikan oleh pihak-pihak yang berwenang. Tugas pendidik

karena jabatan adalah berat, maka sebagai pendidik karena jabatan ini harus

diadakan persiapan-persiapan yang cukup. Bakat merupakan persyaratan

penting untuk itu Keadaan jasmani calon harus sehat. Pendidik juga dituntut

untuk menggunakan bahasa yang sopan, harus mempunyai kepribadian yang

kuat. Sebagai pendidik harus disenangi dan disegani oleh subjek didik. ini

berarti ia harus mempunyai kewibawaan, punya emosi yang stabil untuk

mengahadapi bermacam-macam subjek didik. banyak sifat lain yang harus

dimiliki oleh seorang pendidik. Selain itu seorang pendidik harus susila, jujur

dan adil. Pendidik karena jabatan tugasnya tidak hanya sebagai pendidik di

muka kelas saja, tetapi harus mengadakan hubungan erat antara pendidik dan

subjek didik di luar kelas. 4. FAKTOR SUBJEK DIDIK Istilah subjek didik

digunakan berdasarkan pandangan bahwa makhluk manusia yang dididik

adalah makhluk yang berkepribadian, lstilah tersebut digunakan "mengingat

bahwa pendidikan adalah suatu proses pendidikan sepanjang hayat la

merupakan suatu proses, proses penyesuaian diri dan proses pemecahan

masalah. Dengan kata lain, suatu proses pemanusiaan manusia (Driyarkara,

1980:89). Raka Joni menyatakan bahwa hakikat subjek didik didasarkan

kepada empat hal; (a) subjek didik bertanggung jawab alas pendidikannya

sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup, (b) subjek didik
memiliki potensi, baik fisik maupun psikologis yang berbeda-beda, sehingga

masing-masing subjek didik merupakan insan yang unik, (c) subjek didik

memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi, (d)

subjek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi

lingkungan. Asumsi yang dikemukakan di atas, membawa implikasi terhadap

tugas-tugas guru di sekolah. Subjek didik ialah manusia yang memiiiki

potensi yang selalu mengalami perkembangan sejak terciptanya sampai

meninggal dunia dan perubahan-perubahan terjadi secara bertahap, tetapi

secara wajar. Pendidik bertugas membimbing den mengembangkan potensi-

potensi yang dimiliki oleh subjek didik itu pada tiap-tiap tahapnya Seorang

pendidik harus memahami tahap-tahap perkembangan dan potensi subjek

didik tersebut. Kita menyadari tidak ada dua orang anak didik yang sama,

tetapi diakui bahwa ada sifat-sifat yang umum yang dapat,dipedomani. Oleh

sebab itu pendidik haru dapat mengetahui perbedaan individual tersebut.

7. Perbedaan individu dapat terjadi akibat irama dan tempo perkembangan

yang beragama dan oleh adanya faktor perkembangan, yaitu faktor-faktor

yang mempengaruhi peserta didik. Faktor perkembangan umumnya dapat

dibedakan menjadi: faktor kemampuan dacar, faktor lingkungan, dan faktor

kepribadian. Semua faktor perkembangan di atas masing-masing peserta didik

dalam intensitas dan kualitne yang beragam dan dapat mengalami perubahan

dalam perkembangannya. Sayogianyalah pendidik harus mengetahui berbagai

perbedaan individual ini sehingga dapat mengatur kondisi dan strategi yang

relevan dengan kebutuhan peserta didik secara bulat dan optimal. Untuk
mengembangkan kemandirian soak didik interaksi antara pendidik dengan

anak didik hendaklah berlangsung secara manusiawi. Pada situasi pendidikan

di mana pendidik yang lebih memegang peranan atau pemusatan aktivitas

pada pendidik, kemandirian yang dimaksud tidak mungkin dikembangkan

Disamping itu pendidik hendaknya menyiapkan dan mengatur lingkungan,

sehingga menunjang terhadap perkembangan potensi anak didik. Bagi anak

didik yang lingkungannya kurang baik dan kurang teratur, pembinaan

individual sukar untuk dilakukan. Hal tersebut juga didukung oleh perrdapat

Prayitno (2000) yang menyatakan; hak anak ialah memperoleh pendidikan

yang layak memperkembangkan segenap potensi yang dikarunisi Allah

kepadanya secara optimal. Untuk itu harus dimungkinkan agar anak: i.

Memperoleh kesempatan, fasilitas, dan pelayanan pendidikan dari orang tua,

pendidik negara. ii. Terhindar dari pemaksaan kehendak dari orang tua atau

pihak lain yang mengganggu penyelenggaraan pendidikan anak. iii. Terhindar

dari hambatan yang menghalangi penyelenggaraan pendidikan anak. iv.

Terhindar dari perlakukan yang merugikan penyelenggara pendidikan. v.

Terhindar dari peraturan dan/atau kebijakan yang memakaskan kehendak,

menghalangi dan/atau merugikan pendidikan anak. E. FAKTOR MATERI

PENDIDIKAN Berdasarkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai ditetapkan

isi materi pendidikan yang relevan. Kita tahu bahwa tujuan pendidikan itu

sangat luas, mulai dari umum sampai ke tingkat tujuan khusus yang sekecil-

kecilnya Guru harus dapat memberi penafsiran yang tepat mengenai jenis dan

fungsi tujuan yang akan dicapainya secara


8. konkrik, sehingga dapat memilih bahan/materi yang tepat sesuai dengan

tujuan tersebut. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan berkenaan

dengan aspek kognitif, efektif, dan psikomotor. Untuk mencapai tujuan

tersebut isi/bahan yang tepat harus dipilih. Kriteria apakah yang harus

dipertimbangkan dalam memilih isi/materi itu? Mengapa harus demikian? 1.

Kriteria atau syarat utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan itu

adalah: a. Bahan/materi harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan. b.

Bahan/materi harus sesuai dengan karakteristik perkembangan subyek didik.

Materi yang diberikan harus dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta

didik, menarik perhatian, minat, umur, bakat jenis kelamin, Latar belakang

dan pengalaman. Penilaiaan bahan/materi tersebut juga perlu diorganisasikan

menurut tuutannya dengan memperhatikan keseimbangan dari yang sederhana

kepada yang kompleks, dari yang konkret menuju yang abstrak, sehingga

dapat menuntun para pelajar secara runtun/sistematis, sehingga

memudahkan.untuk mempelajarnya melahirkan kurikutlum. Berdarkan hal di

atas, guru harus memilih bahan/materi yang perlu diberikan, dan bahan mana

yang tidak perlu. Untuk itu guru harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1) Bahan/materi harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan. Hanya

bahan/materi yang sesuai dan menunjang tujuan yang perlu diberikan. 2)

Urgensi bahan, yaitu bahan/materi itu penting untuk diketahui oleh peserta

didik. Disamping itu sifat bahan tersebut merupakan landasan untuk

mempelajari bahan berikutnya. 3) Nilai praktis atau kegunaannya diartikan

sebagai makna bahan itu bagi kehidupannya sehari-hari. 4) Bahan tersebut


merupakan bahan wajib, sesuai dengan tuntutan kurikulum. 5) Bahan yang

susah diperoleh sumbemya, perlu diupayakan untuk diberikan oleh guru.

Untuk bahan yang mudah diperoleh sebaiknya ditugaskan untuk mempelajari,

sedangkan guru hanya membicarakan pokok-pokoknya saja. F. METODE

DAN ALAT PENDIDIKAN Erat kaitannya dengan materi/bahan pelajaran

adalah metode pendidikan. Kenyataan menunjukkan bahwa peristiwa

pendidikan ditandai dengan adanya interaksi educatif. Agar interaksi ini dapat

berlangsung secara educatif dan efisien untuk mencapai tujuan perlu dipilih

(a) metode dan (b) alat pendidikan yang tepat.

9. a. Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Dalam menetapkan apakah suatu metode dapat digunakan atau kurang tepat,

ditentukan oleh beberapa faktor: 1) tujuan yang ingin dicapai. 2) Faktor murid

ikut menentukan Efektif tidaknya suatu metode 3) Faktor guru Namun

demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa setiap metode mempunyai

kebaikan dan kelemahannya serta kekurangan masing-masing. b. Faktor alat-

alat pendidikan. Kegiatan pendidikan berlangsung dengan menggunakan alat-

alat pendidikan. Yang dimaksud dengan alat-alat pendidikan ialah segala

sesuatu yang secara langsung membantu terwujudnya pencapaian tujuan

pendidikan. Faktor alat memang sangat luas sekali, sehingga perlu dibatasi

dalam beberapa persoalan saja.kita membedakan dua macam pengertian

tentang alat pendidikan, yaitu: 1) alat pendidikan yang bersifat tindakan,2)

alat pendidikan berupa upaya dengan kebendaan 1. Alat ini berfungsi

preventif (pencegahan) mencakup teladan, anjuran, suruhan, pengarahan dan


pembinaan. Sedanngkan yang berfungsi represif (reaksi) setelah ada

perbuatan) mencakup syarat, pujian. Hadiah/ganjaran, teguran, dan hukuman.

Penggunaan alat-alat pendidikan yang bersifat tindakan haruslah bijaksana

dan sesuai dengan situasi dan kondisi, serta selalu didasari oleh rasa kasih

sayang dan disesuaikan dengan alat-alat dan tanggung jawab. Pada prinsipnya

alat-alat preventif lebih baik dari pada Yang gunakan perlu

mempertimbangkan Pemilihan alat pendidikan Yang akan dibeberapa hal,

antara lain. a) Situasi hubungan antara guru dan murid. Hubungan yang

diliputi kewibawaan guru dan kepercayaan murid atas kewibawaan itu, alat

pendidikan yang digunakan cukup yang preventif raja seperti teladan, anjuran,

dan suruhan. b) Perbedaan sifat dan tabiat murid juga harus diperhatikan. Ada

murid yang mempunyai perasaan halus dan ada yang kurang perasaannya

dalam menerima tindakan pendidik. Kesalahan yang sama yang diperbuat

oleh murid yang berbeda tidak dapat digunakan alat pendidikan yang sama. c)

Pada anak yang normal sebaiknya digunakan tindakan yang preventif. d)

Penggunaan kecaman, ancaman dan hukuman haruslah hati-hati dan

bijaksana, sebab penggunaan tindakan ini wring kali mengakibatkan

hubungan educatif menjadi rusak dan merugikan perkembangan kepribadian

murid. Kalau terpaksa diberikan

10. pertimbangan syarat-syarat sebagai berikut: dilakukan dengan kasih

sayang dan tanggung jawab, bukan karena dendam, bertujuan untuk perbaikan

tingkah laku, hukuman yang dibedkan harus bersifat edukatif sehingga

menimbulkan rasa penyesalan pada murid. Hukuman harus diakhiri dengan


pemberian maaf setelah murid menunjukkan penyesalannya. 2) alat

pendidikan yang berupa keberadaan sebagai alat bantu yang lazim disebut

sebagai sarana pengajaran seperti alat pengajaran. Penggunaan alat pendidikan

sebagai alat bantu harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti berikut:

a). Tujuan apakah yang ingin dicapai? b) Alat-alat apakah yang tersedia? c)

Pendidik mane yang akan menggunakannya? d) Bagaimana karakteristik anak

didik? e) Di mana alat tersebut digunakan? G. FAKTOR SITUASI

LINGKUNGAN Pengertian lingkungan pada hakikatnya merupakan sesuatu

yang ads di luar individu, walaupun ada juga yang mengatakan bahwa ada

lingkungan yang terdapat dalam diri individu. Para ahli membedakan jenis

1ingkungan menjadi: (a) lingkungan alam, (b) lingkungan sosial. a.

Lingkungan Alam Yang dimaksud dengan lingkungan alam adalah segala

sesuatu yang ada di dunia ini yang berada di luar diri anak yang bukan

manusia, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, iklim, air, gedung, dan rumah.

b. Lingkungan Social Yang termasuk lingkungan sosial adalah semua manusia

yang benda di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi did orang

tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. contohnya seperti

program-program pada televisi, radio, surat kabar atau media cetak lainnya

tertnasuk lingkungan sosial yang tidak langsung. Teman sekelas, teman

sejawat atau orang sekitar tempat tinggal marupakan lingkungan sosial yang

bersifat langsung.

11. Segala sesuatu yang ada di lingkungan baik lingkungan aslam maupun

lingkungan sosial seperti musium. perpustakaan, dan hasil bumi daerah


setempat serta orang sumber dapat dimanfaatkan dalam kurikulum muatan

lokal. Menurut tempat pelaksanaan pendidikan, lingkungan dibedakan atas: a

Keluarga b. Sekolah c. Masyarakat Lingkungan keluarga merupakan

lingkungan yang pertama dan utama bagi anak, karena di lingkungan itulah

pertama-lama dia menerima pendidikan yang.diberikan oleh orang tua

merupakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Oleh

sebab itu orang tua dalam melaksanakan pendidikan hendaklah

memperhatikan hakikat perkembangan anak. Sekolah disebut lingkungan

pendidikan yang kedua, yang bertanggung jawab melaksanakan pendidikan di

lembaga ini adalah guru Peranan guru sangat berpengaruh terhadap

pencapaian tujuan pendidikan. Lingkungan pendidikan yang ketiga adalah

lingkungan masyarakat Proses pendidikan di lingkungan ini adalah proses

pendidikan yang terjadi di luar keluarga dan luar persekolahan pendidikan

yang diberikan biasanya tergantung kepada kebiasaan yang terjadi di

lingkungan itu Oleh sebab itu hasil pendidikannya akan dipengaruhi oleh

lingkungan masyarakat tersebut. Alam sekitar memberi pengaruh tertentu

kepada pendidikan anak dengan segala sifat dan kondisi tempat tinggalnya

Oleh karna setiap masyarakat itu lingkungannya sangat bervariasi, maka

pengaruh yang dihasilkannyapun berbeda terhadap proses pendidikan Situasi

lingkungan mempengaruhi proses dan hasil pendidikan. Ada kemungkinan

lingkungan itu berpengaruh negatif terhadap pendidikan, maka lingkungan itu

menjadi pembatas pendidikan Oleh karna itu wajarlah kiranya pendidik


mengatur lingkungan sedemikian rupa sehingga dapat menunjang tercapainya

tujuan pendidikan.

12. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Beberapa simpulan dari penyusunan

makalah ini yakni : - Pengertian pendidikan akan bervariasi, tergantung pada

siapa ahli (pakar) Yang merumuskannya. Bila kita cermati maka antara

masing-masing rumusan itu ada persamaan disamping perbedaannya. - Secara

universal pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk

mengembangkan ketrampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan

dapatmembuat seseorang menjadi warga negara yang baik, tujuannya untuk

mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang. -

Terdapat tujuh faktor-faktor pendidikan, antara lain : faktor tujuan, faktor

pendidik, faktor alat dan media, faktor isi atau materi pendidikan, faktor

lingkungan, faktor metode. Faktor-faktor tersebut dapat membentuk sebuah

pola interaksi atau saling mempengaruhi. B. SARAN Kita sebagai manusia

mutlak membutuhkan pendidikan, oleh karena itu kita sebagai anak didik

maupun pendidik di masa kelak harus memperhatikan hakikat arti dari

pendidikan itu sendiri, sehingga agar tercapainya sebuah tujuan yang tidak

keluar dari aturan yang sudah ada.

13. Daftar Bacaan https://ahmaftuhin.wordpress.com/2013/09/18/faktor-

faktor-pendidikan/ http://anjargondang.blogspot.com/2012/01/makalah-

pengantar-ilmu-pendidikan.html

http://nitadurotulhusna.blogspot.com/2013/11/pengertian-dan-faktor-faktor

pendidikan_9266.html
14. KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah

SWT Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta

hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah dengan judul

faktor-faktor pendidikan.salawat bessrta salam semoga slalu tercurahkan

pada nabi umat islam dunia yakni Nabi Muhammad saw. Dalam penyusunan

makalah ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Penulis

mengucapkan terima kasih kepada Bapak dosen pembimbing Ilmu Pendidikan

yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat

menyelesaikan makalah ini, dan rekan-rekan mahasiswa STKIP Nasional

program studi PGSD yang selalu berdoa dan memberikan motivasi kepada

penyusun. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih terdapat

kekurangan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang

membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penyusun

berharap makalah ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada

para pembaca pada umumnya dan pada penyusun pada khusunya Pauh

Kambar, Desember 2014 Penulis i

15. DAFTAR ISI Kata Pengantar

........ Daftar

Isi...

BAB I PENDAHULUAN A. Latar

belakang................ B.

Masalah..........

C.
Tujuan....

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian faktor pendidikan

..................................................................... 2. faktor pendidik

........................................................................................... 3. faktor tujuan

............................................................................................... 4. Faktor subjek

didik ...................................................................................... 5. Faktor materi

pendidikan ............................................................................ 6. metode dan alat

pendidikan ........................................................................ 7. Faktor situasi

lingkungan ........................................................................... BAB III

PENUTUP A.

KESIMPULAN..........

B.

SARAN......

DAFTAR PUSTAKA i ii 1 1 1 2 3 4 6 7 8 10 12 12 ii

16. Makalah FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN Dipersentasikan pada

Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Semester 1 Disusun Oleh : MELIA

SAFITRI RIKI CANDRA ii

17. Dosen Pembimbing : ZULKARNAINI,S.Pd,M.MPd,Kons PROGRAM

STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) SEKOLAH

TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) NASIONAL

PADANG PARIAMAN T.P 2014