You are on page 1of 2

Jump 1

Pharyngitis adalah peradangan tenggorokan yang dapat bersifat akut atau kronis. Pharyngitis akut
disebabkan oleh organisme virus, yang paling umum adalah kelompok Streptococcus. Sedangkan
pharyngitis kronis adalah terjadi umum pada orang dewasa yang bekerja atau tinggal di lingkungan
yang berdebu, menggunakan suara mereka secara berlebihan, menderita batuk kronis, dan biasa
mengkonsumsi alkohol dan merokok. (Ray, 2007)

Daftar pustaka : Hargrove, Ray A. 2007. Medical Surgical Nursing. USA : Lippincott's

Jump 3 mengapa diberi paracetamol dan kompress hangat

Anak di skenario diberi parasetamol karena efek analgesik parasetamol serupa dengan salisilat yaitu
menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Keduanya menurunkan suhu tubuh
dengan mekanisme yang diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat. Efek anti-inflamasinya
sangat lemah, oleh karena itu parasetamol tidak digunakan sebagai antireumaik. Parasetamol
merupakan penghambat biosintesis PG yang lemah. Efek iritasi, erosi dan perdarahan lambung tidak
terlihat pada kedua obat ini, demikian juga gangguan pernapasan dan keseimbangan asam basa.
Parasetamol diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna. Konsentrasi tertinggi dalam
plasma dicapai dalam waktu jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam. Obat ini tersebar ke
seluruh cairan tubuh. (Farmakologi, 2007)

Mekanisme kompres hangat untuk penatalaksanaan demam

Hasil penelitian Tri Redjeki (2002), di rumah sakit umum Tidar Magelang mengemukakan bahwa
kompres hangat lebih banyak menurunkan suhu tunuh dibandingkan dengan kompres air dingin,
karena akan terjadi vasokontriksi pembuluh darah, pasien menjadi menggigil.

Kompres hangat menyebabkan suhu tubuh diluaran menjadi hangat sehingga tubuh akan
menginterpretasikan bahwa suhu diluaran cukup panas, akhirnya tubuh akan meminta hipotalamus
supaya tidak meningkatkan suhu pengatur tubuh, suhu diluaran hangat akan membuat pembuluh
darah mengalami vasodilatasi sehingga pori pori kulit akan membuka dan mempermudah
pengeluaran panas. Sehingga akan terjadi penurunan suhu tubuh. (Purwanti, 2008)

Daftar pustaka : Gunawan, S.G. 2009. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta : Departemen
Farmakologi danTerapeutik FK UI

Jump 5 manfaat demam

Peristwa peradangan yang menyebabkan demam sebenarnya merupakan fenomena yang


menguntungkan dan merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan
yang mengancam keadaan fisiologis tubuh.
(Looney et al, 2011)
1. Peningkatan suhu membunuh mikroorganisme dan mempengaruhi pertumbuhan dan
reproduksi mikroorganisme tersebut.
2. Penurunan kadar serum besi, tembaga dan seng - yang diperlukan untuk reproduksi bakteri.
3. HSP(Heat Shock Protein) protein yang diproduksi selama keadaan demam, sangat penting
untuk kelangsungan hidup sel selama stres dan memiliki efek anti inflamasi.
4. Penyebab lisosom mengalami kerusakan dan autodestruction sel, mencegah replikasi virus
dalam sel yang terinfeksi.
5. Peningkatan leukosit.
6. Memfasilitasi respon imun - aktivasi sel T (limfosit).
7. Meningkatkan kadar C-reactive protein(dihasilkan oleh hati saat infeksi) yang dapat
mendorong fagosit lebih patuh untuk menyerang mikroorganisme, memodulasi radang dan
mendorong perbaikan jaringan.
8. Produksi interferon(anti kanker/anti virus) meningkat.
(Zaqooq & Yende,2013)
Demam menjadi buruk ketika:
1. Terlalu tinggi sehingga merusak saraf dan fungsi pernafasan. Peningkatan beban kerja
jantung pada pasien dengan penyakit jantung atau stroke.
2. Kerusakan hipotalamus dapat menyebabkan suhu menjadi sangat tinggi.
3. Dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan.

(Wilson, 2014)

Daftar pustaka : Price, S.A. & Wilson, L.M. 2014. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit
Edisi 6. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC