You are on page 1of 43

Referat

Pedoman Terbaru Resusitasi Kardiopulmoner dan Kegawatdaruratan


Kardiovaskular
American Heart Association 2015

oleh:
Beuty Savitri, S.Ked 04054821517029

Atia Julika, S.Ked 04084821517018

Herdianti Sri Utami, S.Ked 04054821618017

Pembimbing:

dr. Rizal Zainal, Sp.An, KMN

DEPARTEMEN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG

2016
Halaman Pengesahan

Pedoman Terbaru Resusitasi Kardiopulmoner dan Kegawatdaruratan


Kardiovaskular
American Heart Association 2015

Disusun oleh :

Beuty Savitri, S.Ked 04054821517029

Atia Julika, S.Ked 04084821517018

Herdianti Sri Utami, S.Ked 04054821618017

Telah diterima sebagai salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Rumah Sakit Dr. Muhammad Hoesin Palembang Periode 8 Agustus 2016 s.d.13 September
2016.

Palembang, Agustus 2016

Pembimbing

Dr. Rizal Zainal, Sp.An, KMN


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat dengan judul Pedoman Terbaru
Resusitasi Kardiopulmoner dan Kegawatdaruratan Kardiovaskular American Heart Association
2015 sebagai salah satu syarat Kepaniteraan Klinik di Departemen Anestesiologi dan Terapi
Intensif.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Rizal Zainal, Sp.An, KMN selaku
pembimbing yang telah memberikan bimbingan selama penulisan dan penyusunan referat ini,
serta semua pihak yang telah membantu hingga selesainya referat ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan referat ini disebabkan
keterbatasan kemampuan penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari
berbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga
referat ini dapat memberi manfaat bagi yang membacanya.

Palembang, Agustus 2016

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. ii

KATA PENGANTAR ............................................................................................ iii

DAFTAR ISI ........................................................................................................... iv

RESUSITASI PADA KEADAAN KHUSUS ............................................................1


Bagian 10 : Resusitasi pada Keadaan Khusus
Pedoman Terbaru Resusitasi Kardiopulmoner dan Kegawatdaruratan Kardiovaskular
American Heart Association 2015
Eric J. Lavonas, Chair; Ian R. Drennan; Andrea Gabrielli; Alan C. Heffner;
Christopher O. Hoyte; Aaron M. Orkin; Kelly N. Sawyer; Michael W. Donnino

Pendahuluan yang berbeda. Beberapa topik yang


Pedoman terbaru resusitasi kardiopulmoner diperbaharui pada tahun 2010 diantaranya:
dan kegawatdaruratan kardiovaskular ini Tatalaksana henti jantung yang
ditujukan pada tatalaksana henti jantung berkaitan dengan asma (Bagian 12.1)
yang membutuhkan tatalaksana khusus Anafilaksis (12.2)
selain yang diberikan pada bantuan hidup Kesakitan pada Obesitas (12.4)
dasar (BHD) dan advanced cardiovascular Gangguan keseimbangan elektrolit
life support (ACLS). (12.6)
Bagian ini memaparkan intisari Trauma
mengenai rekomendasi tatalaksana resusitasi Hipotermia insidental (12.9)
pada beberapa kasus yang berat, termasuk Longsor salju (12.10)
henti jantung yang berhubungan dengan
Tatalaksana ACLS pada kasus henti
kehamilan (Bagian 10.1), emboli pulmonal
jantung akibat tenggelam (12.11)
(EP) (10.2) dan resusitasi gawatdarurat yang
Sengatan Listrik (12.12)
berhubungan dengan opioid, dengan atau
Tamponade jantung
tanpa disertai henti jantung. Bagian 10.4
Bedah jantung
menjabarkan tentang penggunaaan emulsi
Efek toksik benzodiazepine, beta
lipid intravena, tatalaksana kegawat-
blocker, kalsium antagonis, digoksin,
daruratan henti jantung akibat intoksikasi
kokain, antidepresan siklik, karbon
obat. Bagian akhir tentang pedoman
monoksida dan sianida (12.7)
Intervensi Koroner Perkutan (PCI)
Informasi tambahan mengenai kasus
dijabarkan pada bagian 10. Tabel tentang
tenggelam dijelaskan pada bagian 5
semua rekomendasi pada pedoman terbaru
Bantuan Hidup Dasar pada Dewasa dan
2015 ini disertakan pada bagian lampiran.
Kualitas Resusitasi Kardiopulmoner.
Resusitasi pada keadaan khusus
Rekomendasi terbaru pedoman 2015 ini
(Bagian 12) yang tertera pada Pedoman RJP
didasarkan pada pengkajian yang dilakukan
dan ECC tahun 2010 mencakup 15 topik
oleh International Liaison Committee on Untuk membuat pedoman 2015 ini,
Resuscitation (ILCOR) melalui publikasi AHA membentuk 15 grup, dengan penuh
dari ILCOR 2010 International Consensus hati-hati untuk menghindari atau
on CPR and ECC Science With Treatment memanajemen konflik kepentingan, menilai
Recommendations (CoSTR) 2 dan rekomendasi tatalaksanan ILCOR dan
disempurnakan dengan publikasi CoSTR menulis rekomendasi AHA digunakan
2015. sistem kelompok AHA. Rekomendasi
Pada proses pengkajian yang mendalam, tatalaksana dalam pedoman ini mengacu
ILCOR menelaah topik dan menentukan pada rekomendasi yang telah dibuat oleh
daftar prioritas untuk dikaji secara ILCOR dan klasifikasi GRADE untuk
sistematik. Proses pemilihan prioritas topik review sistematik medical care Amerika
dijabarkan pada publikasi CoSTR. Dimuali Utara. Link publikasi ini yang dapat diakses
dengan identifikasi PICO (Population, olnine juga tersedia sehinggga pembaca
intervention, comparator, outcome), strategi, terhubung langsung dengan website review
menentukan kriteria inklusi dan eksklusi, sistematik ILCOR dan SEERS. Link ini
dan kemudian dicari artikel yang terkait. terdiri dari kombinasi huruf dan angka
Keakuratan data dievaluasi menggunakan (seperti ALS436). Kami menganjurkan
standar metodologi Grading of pembaca untuk mengggunakan link dan
Recommendations Assessment, Development menilai keabsahan dan lampiran, seperti
and Evaluation (GRADE) Working Group. tabel GRADE. Informasi lebih lanjut tentang
Keabsahan dikategorikan proses evaluasi dapat ditlihat pada Bagian 2
berdasarkan metodologi penelitian dan lima : Evaluasi ilmiah dan manajemen konflik
derajat penilaian mencakup domain risiko kepentingan dari pedoman terbaru 2105.
bias, ketidakkonsekwenan, ketidaktepatan, Proses evaluasi evidence ILCOR, komite
ketidaktelitian dan lainnya (termasuk bias AHA ECC; Council Cardiopulmonary,
publikasi). Kemudian, apabila Critical care, Perioperative, and
memungkinkan, dibuat tatalaksana berbasis Resuscitation; Council on Cardiovascular
konsensus. Informasi lebih lanjut mengenai Disease in the Young; dan Council on
proses evaluasi ini dapat dilihat pada CoSTR Clinical Cardiology telah mengembangkan
2015, Bagian 2 : Evaluasi ilmiah dan pernyataan ilmiah AHA dalam topik henti
manajemen konflik kepentingan. jantung pada kehamilan. Sementara artikel
Bagian 10.1 pada pedoman terbaru 2015 ini iatrogenik henti jantung pada wanita hamil
memberikan rekomendasi tatalaksana pada termasuk hipermagnesemia (dari
pasien hamil, lengkap mengenai persiapan, pengggunaan MgS04) dan komplikasi
pencegahan, resusitasi, kelahiran darurat, anestesi.
dan tatalaksana pasca resusitasi. Pembaca Telaah sistematik ILCOR 2015
dapat membaca penjelasannya secara utuh dititikberatkan pada pertanyaan mengenai
untuk rekomendasi yang lebih lengkap. posisi pasien yang tepat saat RJP dan peran
kelahiran per seksio sesaria perimortem
Bagian 10.1: Henti Jantung Terkait pada manajemen wanita hamil dengan henti
Kehamilan jantung pada semester dua kehamilan.
Henti jantung terkait kehamilan jarang
terjadi pada Negara dengan pendapatan yang Ringkasan Evidence 2015
tinggi.12 Insiden henti jantung pada wanita Rekomendasi ini merupakahn hasil dari
hamil 1:12000 setiap kelahiran di Amerika studi observasional berskala besar.
Serikat. Insiden ini meningkat, semula 7,2 Rekomendasi dikeluarkan berdasarkan
kematian per 100000 kelahiran hidup pada prinsip fisiologis dan pemeriksaan
tahun 1987 menjadi 17,8 kematian per berdasarkan studi observasi ini masih
100000 kelahiran hidup pada tahun 2009.13 memungkinkan adanya bias. Kurangya studi
Kematian wanita hamil lebih rendah di lanjutan tentang tatalaksana henti jantung
Kanada yaitu 6,1 kematian per 100000 pada kehamilan lanjut menunjukkan suatu
kelahiran, dengan pola yang cenderung kesenjangan ilmiah.
menurun sejak 2001 sampai 2011.14,15
Keluaran yang baik bagi ibu dan janin Posisi pasien saat RJP
didapatkan apabila resusitasi yang dilakukan Posisi pasien yang tepat merupakan strategi
berhasil. Penyebab paling sering henti utama untuk memperbaiki kulitas RJP dan
jantung pada wanita hamil adalah resultan tekanan dan curah jantung. Uterus
perdarahan, penyakit jantung dan pembuluh pada kehamilan dapat menekan vena cava
darah (termasuk infark miokard, diseksi inferior, menghambat venous return,
aorta dan miokarditis), emboli air ketuban, sehingga terjadi penurunan volume
sepsis, pneumonia aspirasi, PE, dan sekuncup dan curah jantung. Secara umum,
eklampsia.12,16 Sedangkan, penyebab kompresi aortocava dapat terjadi pada
kehamilan tunggal usia kehamilan 20 tetapi dikarenakan keberagaman kasus yang
minggu, yaitu saat uterus setinggi luas dan bias yang tidak diperhitungkan
umbilicus.17 Meskipun kompresi dada pada tidak memberikan kesimpulan tentang waktu
posisi lateral kiri masih memungkinkan pada yang tepat untuk dilakukan PMCD.21,29-31
studi manekin, namun kualitas RJP menurun Keselamatan ibu dilaporkan sampai 15
(tekanan kompresi dada kurang efektif) menit setelah onset henti jantung.
untuk dilakukan pada posisi supinasi.18 Keselamatan neonatus dilaporkan terjadi
Posisi memiringkan uterus ke kiri (Left sampai 30 menit setelah onset henti
Uterine displacement) efektif untuk jantung.21
membebaskan tekanan aortacava pada
pasien hipotensi.19 Belum ada studi tentang
henti jantung yang dipublikasi tentang
efektifitas posisi LUD atau strategi lain
untuk membebaskan tekanan aortocava
selama resusitasi. 20

Seksio Sesaria emergensi saat henti jantung


Evakuasi janin dalam uterus akan
membebaskan tekanan pada aortocava dan Gambar 1. A. Manual LUD, mengggunakan

mungkin akan memperbaiki kualitas satu tangan. B menggunakan teknik dua

resusitasi.21-25 Pada kehamilan lebih lanjut, tangan selama fase resusitasi.

PMCD dapat dipertimbangkan sebagai


bagian dari resusitasi pada kehamilan, Rekomendasi 2015-terbaru

terlepas dari viabilitas janin.26 Pada studi Modifikasi BLS : melepaskan kompresi

case series, 12 dari 20 wanita yang tercatat aortocava

PMCD saat resusitasi mengalami perbaikan Prioritas utama pada kasus henti jantung

sirkulasi spontan (ROSC) secara cepat pada kehamilan adalah kualitas RJP dan

setelah melahirkan dan tidak ada laporan melepaskan tekanan aortocava (Kelas I,

perburukan.27 Literature review sistematis LOE C-LD). Apabila tinggi fundus uteri

yang mengevaluasi semua case report setinggi umbilicus, LUD manual memberi

tentang henti jantung dalam kehamilan, keuntungan berupa membebaskan tekanan


aortocava selama kompresi dada (Kelas IIa, kemungkinan yang kecil) jika tidak ada
LOE C-LD). ROSC (Kelas II1, LOE C-EO).
Pertimmbangan klinik untuk melakukan
Modifikasi ALS: Seksio Sesaria Emergensi PMCD-dengan pertimbangan waktu henti
pada Henti Jantung jantung pada ibu sangat kompleks, oleh
Karena ROSC tidak dapat selalu dilakukan, karena beberapa sebab yaitu keberagaman
sumberdaya untuk PMCD disiapkan ketersediaan praktisi dan tim telatih, faktor
secepatnya setelah tanda henti jantung pasien (seperti etiologi henti jantung dan
dikenali pada wanita hamil trimester dua usia gestasi) dan sumberdaya.
(Kelas I, LOE C-LD). Persiapan yang
menyeluruh dan tim terlatih adalah kunci Bagian 10.2: Hubungan Henti jantung
kesuksesan. Tim khusus untuk dan Emboli Paru (PE)
menatalaksana kasus ini perlu disiapkan dan PE adalah suatu penyebab yang
harus memiliki kemampuan praktik sesuai berpotensi reversibel dari syok dan henti
standar institusi untuk melakukan jantung. Peningkatan tekanan ventrikel
tatalaksana resusitasi. kanan yang akut karena obstruksi arteri
Selama henti jantung, wanita hamil pulmonalis dan pelepasan dari produksi
dengan tinggi fundus uteri setinggi atau mediator-mediator vasoaktif pada syok
lebih tinggi dari umbilicus tidak kardiogenik kemungkinan dapat dengan
memungkinkan dilakukan ROSC dengan cepat berkembang menjadi kolaps
resusitasi biasa dan LUD manual, kardiovaskular. Penatalaksanaan PE akut
disarankan untuk evakuasi uterus sementara ditentukan oleh derajat beratnya penyakit.32
resusistasi tetap dilakukan (Kelas I, LOE C- Pada PE fulminan, ditandai dengan adanya
LD). Pada situasi tertentu, seperti trauma henti jantung atau ketidakstabilan
maternal yang tidak bisa diselamatkan atau hemodinamik yang berat, yang berarti PE
nadi yang tidak teraba dalam waktu yang yang masif merupakan fokus dari beberapa
lama, dan meskipun keberhasilan resusitasi rekomendasi ini.33
rendah, tidak ada alasan untuk menunda Kurang dari 5% pasien dengan PE
PMCD (Kelas I, LOE C-LD). PMCD harus akut akan mengalami henti jantung. Tingkat
dilakukan pada 4 menit setelah onset henti keparahan dari penyakit ini dikaitkan
jantung atau upaya resusitasi (untuk dengan kematian yang mencapai 65%
sampai dengan 90%.34-36 PE dengan henti trombus dan mendukung lisis bekuan
jantung dapat terjadi dalam hitungan jam endogen selama beberapa minggu.42
dari onset gejala. Antara 5% sampai 13% Antikoagulan saja tidak adekuat untuk
dari henti jantung berhubungan dengan PE pasien dengan PE fulminan. Terapi
fulminan.37,38 farmakologis dan mekanis dapat dengan
Karena menetapkan diagnosis PE akut cepat membalikkan oklusi arteri pulmonalis
dengan henti jantung sering kali sulit, dan memulihkan paru-paru dan sirkulasi
tinjauan terpisah yang sistematis dilakukan sistemik yang secara adekuat saat ini sebagai
untuk penatalaksanaan pasien yang terduga terapi utama untuk PE masif, termasuk PE
PE dan pasien dengan diagnosa pasti PE. fulminan.32,43 Pilihan pengobatan lanjutan
Meskipun gejala klinis yang spesifik untuk berupa trombolisis sistemik, bedah atau
PE fulminan terbatas, perhatian medis embolektomi mekanis perkutan, dan
terhadap gejala akut sebelum terjadinya resusitasi cardiopulmonary extracorporeal
henti jantung harus menjadi pehatian (ECPR).
khusus. Faktor risiko tromboemboli Tinjauan sistematis ILCOR 2015
konvensional, dyspnea prodromal atau membahas penatalaksanaan dari PE yang
distress pernapasan, henti jantung (witnesses diketahui atau diduga penyebab henti
arrest) berhubungan dengan henti jantung jantung. Peran obat trombolitik dalam
karena PE.37,39Aktifitas listrik tanpa nadi penatalaksanaan henti jantung tak terinci
(pulseless electrical activity) ditemukan (undifferentiated cardiac arrest) terakhir
36% sampai dengan 53% dari PE dengan ditinjau di Pedoman 2010
henti jantung, sementara irama shockable dan tidak ditinjau kembali disini.44
primer jarang terjadi.37,40,41 Rekomendasi
khusus tentang penggunaan ultrasonografi Bukti Ringkasan 2015
diagnostik selama resusitasi dapat Bukti tentang rencana pengobatan lanjutan
ditemukan Bagian 7:Adult Advanced untuk PE fulminan sebagian besar dilakukan
Cardiovascular Life Support dalam dengan observasi. Kurangnya studi
Guidelines Update 2015 ini. berkualitas tinggi untuk meneliti pengobatan
Pemberian antikoagulan sistemik yang henti jantung karena PE sebenarnya
segera diindikasikan untuk pasien dengan merupakan celah ilmiah utama.
PE masif dan submasif untuk mencegah
Telah dikonfirmasi sebagai Emboli Paru Diduga Emboli Paru
Trombolisis sistemik dikaitkan dengan Tidak ada bukti yang tersedia untuk
ROSC dan kelangsungan hidup jangka mendukung atau menyangkal efektivitas
pendek yang berhubungan dengan PE trombolisis empirik terhadap dugaan yang
padahenti jantung dalam studi observasional belum dipastikan sebagai PE.
non-random.37,45-54
Tidak ada suatu kesepakatan tentang Rekomendasi-Baru dan Paling Baru 2015
dosis ideal terapi trombolitik pada PE ALS Modifikasi: Dikonfirmasi Emboli
dengan henti jantung. Contoh kontemporer Paru
dari sejumlah besar dosis trombolisis darurat Pada pasien dengan PE henti jantung,
yang dipercepat untuk PE fulminan adalah trombolisis, pembedahan embolektomi, dan
alteplase 50 mg intravena (IV) bolus dengan embolektomi mekanik adalah pilihan
opsi pengulangan bolus dalam 15 menit, pengobatan darurat yang layak (Kelas IIa,
atau dosis tunggal berdasarkan berat badan LOE C-LD). Data pembanding tidak
tenecteplase; trombolitik diberikan dengan tersedia untuk merekomendasikan salah satu
atau diikuti oleh antikoagulasi sistemik.55-57 cara yang lain di atas. Lokasi pasien, pilihan
Pemberian awal trombolisis sistemik intervensi lokal, dan faktor pasien (termasuk
berhubungan dengan hasil resusitasi yang kontraindikasi trombolisis) harus
baik dibandingkan dengan penggunaannya dipertimbangkan. Trombolisis dapat
setelah kegagalan tindakan ACLS bermanfaat bahkan ketika kompresi dada
konvensional.46 (Kelas IIa, LOE C-LD). Keluaran yang
Keberhasilan pembedahan dan buruk terkait dengan PE fulminan dengan
embolectomy mekanik perkutan dalam tidak adanya terapi bekuan adekuat, maka
kasus PE dengan henti jantung telah perlu untuk mengenali kontraindikasi
dilaporkan dalam rangkaian yang terbatas.58- standar untuk trombolisis sebelum dilakukan
60
Banyak pasien yang mengalami henti intervensi guna menyelamatkan nyawa.
jantung sebelum atau selama embolektomi.
Kemungkinan dari tidak terkontrolnya ALS Modifikasi: Diduga Emboli Paru
embolektomi pada saat CPR tidak diketahui. Trombolisis dapat dipertimbangkan ketika
henti jantung diduga disebabkan oleh PE
(Kelas IIb, LOE C-LD). Tidak ada
konsensus tentang kriteria inklusi (misalnya, kesehatan jiwa.65-68 Metadon dan
faktor risiko, tanda-tanda, atau gejala yang propoxyphene dapat menyebabkan
merupakan tersangka PE), waktu gangguan irama jantung (torsades de
trombolitik, obat, atau dosis dalam keadaan pointes), dan kardiotoksisitas telah
ini. Terdapat data yang cukup tentang dilaporkan dengan opioid lainnya.69-75 Pada
embolektomi bedah dan embolektomi kondisi terntentu (misalnya, overdosis
mekanik untuk mengevaluasi pengobatan opioid selama prosedur medis), tim
henti jantung yang diduga tetapi PE. penyelamat sulit membedakan bahwa
kondisi klinis pasien tersebut terjadi akibat
Bagian 10.3: Hubungan Henti Jantung induksi opioid pada SSP dan toksisitas
atau Pernapasan dengan Overdosis depresi pernafasan, atau keadaan henti
Opioid.ALS 441, BLS 811, BLS 891 jantung dan penurunan kesadaran yang
Di Amerika Serikat pada tahun 2013, diinduksi opioid. Hal ini terutama berlaku di
16.235 orang meninggal karena keracunan pertolongan pertama dan konteks BLS,
opioid, ditambah 8.257 meninggal karena dimana penentuan ada atau tidaknya denyut
overdosis heroin.61,62 Di Amerika Serikat nadi kurang bisa dipercaya.76,77 Setiap
pada tahun 2012, overdosis opioid menjadi rekomendasi pengobatan dimaksudkan
penyebab utama kematian yang merugikan untuk digunakan dalam pertolongan pertama
dan tidak disengaja pada orang yang berusia atau pengaturan BLS harus memiliki
25 sampai 60 tahun, terhitung lebih banyak manfaat dan tidak menambah kesakitan
kematian karena kasus tersebut ketika diterapkan pada berbagai populasi
dibandingkan kematian karena kecelakaan yang mungkin termasuk pasien dengan SSP
kendaraan bermotor.63 Mayoritas kematian berat dan depresi pernafasan, henti sistem
ini terkait dengan obat opioid. Angka pernapasan, dan henti jantung.
kejadian tersebut juga serupa di Kanada.64 Dalam membuat Pedoman Update
Toksisitas opioid terkait dengan sistem 2015 ini, kelompok penulis dianggap
saraf pusat (SSP) dan depresi pernafasan kesulitan dalam pengakuratan membedakan
dapat berkembang menjadi henti pernapasan opioid dengan resusitasi emergensi dari
dan jantung. Kematian karena opioid sering penyebab lain dari henti jantung dan
disertai faktor komorbid lain seperti pernapasan. Opioid dengan resusitasi
penggunaan beberapa obat dan atau masalah didefinisikan oleh terdapatnya henti jantung
dan pernapasan; atau ketidakstabilan berat opioid, dengan tanda-tanda dan gejala
yang mengancam jiwa (seperti SSP berat seperti hipertensi, takikardia, piloereksi,
atau depresi pernapasan, hipotensi, atau muntah, agitasi, dan kecanduan obat. Tanda-
aritmia jantung) yang diduga disebabkan tanda dan gejala-gejala tersebut jarang
oleh toksisitas opioid. Istilah "keadaan mengancam nyawa, dan dapat diminimalkan
gawat darurat yang menganca jiwa yang dengan menggunakan dosis efektif terendah
berhubungan dengan opioid" digunakan pada naloksone.93 Edema paru telah
untuk pertolongan pertama dan pemberi dilaporkan dengan pemberian nalokson,
pelayanan non kesehatan. tetapi juga dapat disebabkan terutama oleh
Nalokson adalah antagonis reseptor keracunan opioid.93
opioid baik untuk otak, sumsum tulang Dosis ideal nalokson tidak diketahui.
belakang, dan sistem pencernaan. Nalokson Pada pedoman 2010, dosis empirik awal
memiliki profil keamanan yang sangat baik 0,04-0,4 mg IV atau intramuskular (IM)
dan cepat dan dapat membalikkan SSP dan direkomendasikan untuk menghindari
depresi pernafasan pada pasien dengan provokasi opioid withdrawal berat pada
keadaan opioid dengan resusitasi emergensi. pasien dengan ketergantungan opioid dan
Berdasarkan pelatihan penyelamatan dan untuk memungkinkan pertimbangan
keadaan klinis, nalokson dapat diberikan berbagai dosis, tergantung pada
secara intravena,78-81 intramuskular,78,79,82 pengulangan dosis pada skenario klinis.1atau
80,82-86
intranasal, atau subkutan87; nebulisasi dosis eskalasi untuk 2 mg IV atau IM
untuk inhalasi88,89; atau dimasukkan ke direkomendasikan jika respon awal tidak
dalam bronkial melalui tabung memadai. Beberapa data pembanding
endotrakeal.90 Disamping itu pemberian terdapat tentang dosis yang tepat dari
dosis harus tepat dan konsentrasi berbeda. intranasal (IN) nalokson; kebanyakan studi
Tidak ada bahaya yang diketahui atau menggunakan dosis tetap 2 mg, diulang
efek klinis utama yang berhubungan dengan dalam 3 sampai 5 menit jika
pemberian nalokson dalam dosis yang khas dibutuhkan.80,82-86,94 Nebulisasi dengan
untuk pasien yang tidak intoksisitasi opioid nalokson telah dipelajari dan ditoleransi
atau yang ketergantungan.91,92 Pemberian dengan baik pada pasien intoksikasi opioid
nalokson dapat memicu sindrom withdrawal dengan dosis 2 mg diencerkan dalam 3 mL
akut pada pasien dengan ketergantungan normal saline.88,89 Terlepas dari pilihan
perawatan dan cara pemberian, tujuan awal pertolongan pertama oleh teman-teman,
dari pengobatan adalah untuk memulihkan keluarga, atau para observer.96,97
dan mempertahankan patensi napas dan Pada tahun 2014, Administrasi
ventilasi, mencegah henti jantung dan Makanan dan Obat di AS menyetujui
pernapasan, tanpa memprovokasi opioid penggunaan autoinjeksi nalokson oleh orang
withdrawal yang berat. awam.98 dan penyedia layanan kesehatan.
Pada tinjauan sistematis ILCOR 2015 Kedua, jalur IM dan IN95 dari pemberian
membahas pertanyaan-pertanyaan apakah telah berhasil digunakan dalam pilihan
edukasi tentang overdosis opioid (dengan pertolongan pertama, dengan perangkat
atau tanpa distribusi nalokson) yang tersedia secara komersial tersedia suatu
meningkatkan hasil yang berhubungan peralatan dan kotak yang berisi botol
terhadap overdosis opioid, dan apakah nalokson atau jarum suntik prefilled syringe
pemberian nalokson atau pengobatan dan dan alat penyemprot hidung atau
lainnya meningkatkan hasil pada pasien peralatan pemberian lainnya. IM, IN, dan
dengan henti jantung atau pernapasanyang dan pemberian jalur nebulasi juga telah
berhubungan dengan opioid di pertolongan digunakan untuk mengobati opioid dengan
pertama, BLS, atau pilihan ACLS. resusitasi emergensi di BLS dan pilihan
ACLS.79,80,88,99 Rekomendasi Terbaru oleh
Bukti Ringkasan 2015 kelompok kerja internasional menyerukan
Edukasi Pada Overdosis Opioid Dan standar pelatihan seragam berdasarkan
Pelatihan Dan Pemberian Naloksone pertolongan pertama prinsip-prinsip untuk
Beberapa studi telah menunjukkan komunitas berbasis program distribusi
bahwa pendidikan berbasis komunitas pada nalokson.100
overdosis opioid dan program distribusi
nalokson adalah layak dan pemberian Pemberian Nalokson pada Opioid dengan
naloksone tersebut sering terjadi pada orang Resusitasi Emergensi
dilatih oleh program ini.95 Karena pasien Henti pernapasan
yang memiliki SSP dan depresi pernafasan Dua uji klinis dan 12 studi observasional
dari overdosis opioid yang tidak dapat diperiksa melalui hasil setelah pengobatan
dikelola sendiri oleh nalokson, nalokson nalokson untuk opioid dengan henti
biasanya diberikan dalam pilihan pernapasan atau SSP berat dan depresi
pernafasan. Dari jumlah tersebut, lima studi nalokson, kepada orang-orang yang berisiko
dibandingkan melalui jalur pemberian overdosis opioid (Kelas IIa, LOE C-LD).
nalokson,80,82,83,87,101 dan 9 menilai Beberapa populasi mungkin yang dapat
keamanan penggunaan nalokson atau mengambil manfaat dari intervensi respon
dengan studi observasional dari penggunaan overdosis opioid yang tercantum dalam
nalokson tunggal.79,102-109 Semua studi Tabel 1. Hal ini sangat berguna untuk
melaporkan peningkatan tingkat kesadaran memberi dasar pelatihan pada pertolongan
dan napas spontan setelah pemberian pertama dan rekomendasi penyedia layannan
nalokson pada sebagian besar pasien yang BLS yang non-kesehatan daripada beberapa
diobati, dan rentang komplikasi yang praktek yang lebih maju yang ditujukan
rendah. Tidak ada studi yang untuk penyedia layanan kesehatan (Kelas IIa
membandingkan hasil resusitasi dicapai , LOE C-EO).
dengan Nalokson dengan pencapaian standar
pengobatan tunggal (misalnya, ventilasi Tabel 1. Kelompok yang Mungkin Mendapat Manfaat
Dari Pendidikan Respon Overdosis Opioid dan
manual atau mekanik).
Pelatihan atau Pemberian Naloksone.100,111-119

Seseorang yang menyalahgunakan obat


Henti jantung opioid atau heroin
Satu studi observasional kecil mencatat Pasien yang memerlukan perawatan
peningkatan pada irama jantung pada darurat untuk overdosis opioid
beberapa pasien setelah pemberian Pasien yang terdaftar dalam program
nalokson, tetapi studi tersebut tidak pengobatan ketergantungan dari opioid,
membandingkan hasil pada pasien yang termasuk metadon dan program
ditatalaksana dengan dan tanpa pemberian pemeliharaan buprenorfin, terutama
nalokson.110 pada periode berisiko tinggi
Seseorang dengan riwayat
Rekomendasi-Terbaru 2015 penyalahgunaan atau ketergantungan
Edukasi pada Overdosis Opioid dan opioid yang telah dibebaskan dari
Pelatihan dan Pemberian Naloxone penjara
Hal ini wajar untuk memberikan pendidikan Pasien yang menerima terapi obat
pada overdosis opioid, baik pelatihan dan opioid dengan faktor risiko
pemberian tunggal atau digabungkan dengan
dengan efek yang merugikan memiliki dan menyedikan Naloksone dan
Obat benzodiazepin atau obat siap untuk digunakan jika seseorang yang
penenang lainnya diketahui atau dicurigai akan kecanduan dan
Pengguna alkohol ditemukan tidak responsif serta tidak
Pengobatan dengan dosis tinggi bernapas secara normal atau terengah-engah
opioid (lihat urut pada Gambar 2). Korban yang
Seseorang yang hidup dengan atau sering merespon pemberian nalokson harus
kontak dengan yang tercantum di atas menggunakan pelayanan kesehatan lanjutan
(Kelas I, LOE C-EO).

Modifikasi Pertolongan Pertama dan


Pemberi Pelayanan Non-Kesehatan BLS: Penyedia layanan kesehatan BLS

Pemberian Nalokson Modifikasi: Pemberian nalokson

Meskipun nalokson tidak memiliki peran Henti Pernapasan

yang jelas dalam pengobatan henti jantung, Untuk pasien yang diketahui atau diduga

pertolongan pertama dan pemberi pelayanan overdosis opioid yang memiliki denyut nadi

non-kesehatan lainnya tidak diperintahkan yang normal tetapi sistem pernapasan tidak

untuk mencoba menentukan apakah orang normal atau hanya napas yang terengah-

yang tidak responsif memiliki denyut nadi engah (yaitu, Henti Pernapasan), selain

yang rendah. Pemberian nalokson secara memberikan standar perawatan BLS, adalah

empirik dari IM atau IN untuk semua pasien wajar bagi penyedia layanan kesehatan yang

yang tidak merespon opioid yang terlatih BLS untuk melakukan pemberian

berhubungan dengan ancaman hidup yang nalokson secara IM atau DI (Kelas IIa, LOE

darurat mungkin layak sebagai tambahan C-LD). Untuk informasi lebih lanjut, lihat

satndar pertolongan pertama dan pemberi "Bagian 5: Adult Basic Life Support and

pelayanan non-kesehatan BLS (Kelas IIb, Cardiopulmonary Resuscitation Quality.

LOE C-EO). Resusitasi standar, termasuk


mengaktivasi pelayanan darurat medis, tidak Henti jantung

boleh ditunda untuk pemberian nalokson. Pasien tidak adanya kemumungkinan denyut

Namun, anggota keluarga dan teman-teman nadi yang pasti pada henti jantung atau

dari mereka yang diketahui akan menjadi mungkin memiliki nadi yang lemah dan

kecanduan sampai kecanduan cenderung tidak teraba atau nadi yanag lambat. Pasien-
pasien ini harus ditatalaksana sebagai pasien Algoritma Opioid yang terkait dengan
dengan henti jantung. tindakan resusitasi ancaman jiwa darurat (Dewasa)- Terbaru

standar harus menjadi prioritas di atas 2015

pemberian nalokson (Kelas I, LOE C-EO),


dengan fokus pada kualitas RJP (kompresi
dada ditambah ventilasi). Mungkin dapat
diberikan nolakson secara IM atau IN
berdasarkan kemungkinan bahwa pasien
tersebut tidak dalam henti jantung (Kelas
IIb, LOE C-EO). Responden tidak harus
menunda akses untuk pelayanan medis ke
lebih canggih sementara menunggu respon
pasien terhadap pemberian nalokson atau
pemberian lainnya (Kelas I, LOE C-EO).
Kecuali pasien menolak perawatan lebih
lanjut, pasien yang menerima pemberian
nalokson harus mengakses layanan
kesehatan lanjutan (Kelas I, LOE C-EO).

* Teknik CPR berdasarkan tingkat penyelamat pelatihan.


2015 American Heart Association

Gambar 2. Algoritma Opioid yang terkait


dengan ancaman jiwa darurat (Dewasa)

ACLS Modifikasi: Pemberian Naloksone


Henti Pernapasan
Penyedia ACLS harus mendukung ventilasi
dan pemberian nalokson untuk pasien
dengan gangguan irama jantung dan henti
pernapasan atau depresi pernafasan yang
berat akibat opioid. Ambubag atau bag-mask mungkin cukup untuk pasien dengan
ventilation nharus dipertahankan sampai fentanyl, morfin, atau overdosis heroin,
102,109,120-123
terdapat napas spontan, dan langkah-langkah Observasi dengan waktu yang
ACLS standar harus terus dilakukan jika lebih lama mungkin diperlukan untuk
tidak terjadi pernapasan spontan (Kelas I, pembebasan yang aman pada pasien dengan
LOE C-LD). overdosis yang mengancam jiwa dari
pembebasan opioid jangka panjang dan
Henti Jantung berkelanjutan.93,124,125
Kami tidak merekomendasikan pemberian Pemberian nalokson dalam perawatan
nalokson pada pasien yang tegak diagnosis pasca henti jantung dapat dipertimbangkan
sebagai henti jantung akibat opioid. Pasien untuk mencapai tujuan pengobatan spesifik
dengan opioid dengan henti jantung dapat dalam membalikkan efek dari opioid jangka
ditatalaksana sesuai dengan standar ACLS. panjang (ClassIIb, LOE C-EO).

Observasi dan Perawatan Post-Resusitasi Bagian 10.4: Peran Terapi Emulsi Lipid
Setelah ROSC atau pengembalian Intravena dalam Pengobatan Henti
pernapasan spontan, pasien harus Jantung akibat Keracunan
diobservasi dalam pilihan pelayanan Penggunaan terapi ILE pertama kali
kesehatan sampai rendahnya risiko dari dikembangkan sebagai pengobatan untuk
toksisitas opioid berulang dan tingkat henti jantung akibat anestesi lokal
kesadaran pasien dan tanda-tanda vital bupivakain. Anestesi lokal menghambat
menjadi normal (Kelas I, LOE C-LD). Jika tegangan pada saluran natrium membran sel,
toksisitas opioid berkembang, dapat membatasi potensial aksi dan konduksi
dilakukan pemberian ulang dosis kecil atau sinyal saraf. Local anesthetic systemic
infus nalokson yang dapat bermanfaat untuk toxicity (LAST) sering disertai dengan
pilihan perawatan kesehatan (Kelas IIa, LOE kolaps kardiovaskular yang fulminan yang
C-LD). tidak dapat ditatalaksana hanya dengan
Pasien yang merespon pemberian resusitasi standar. Fase toksisitas SSP
nalokson dapat berkembang menjadi SSP (agitasi berkembang menjadi kejang frank
berulang dan atau depresi pernapasan. seizures atau depresi sistem saraf pusat)
Meskipun waktu pengamatan yang singkat dapat mendahului terjadinya kolaps
kardiovaskular. Sebuah studi terbaru dari hanya terapi suportif saja. Uji kontrol
bagian anestesi saraf perifer memperkirakan sederhana pada orang yang mengalami
insiden LAST mencapai 0,87/1000 pasien. keracunan obat selain obat-obatan anestesi
Ketika anestesi lokal diberikan, para ahli lokal menunjukkan peningkatan kesadaran
menyarankan untuk terus memantau lebih cepat pada kelompok yang
neurologi dan kardiovaskular, fraksinasi mendapatkan tatalaksana ILE dibandingkan
dosis, injeksi lambat, penggunaan yang tidak, namun semua pasien dari kedua
bersamaan penanda intravaskular absropsi kelompok dapat selamat. Pasien yang
sistemik (epineprin 10-15 g), dan termakan herbisida surfaktan glyphosate
penggunaan ultrasound. yang diobati dengan ILE kurang mengalami
Pemberian ILE menimbulkan hipotensi dan aritmia dibandingkan kontrol,
kompartemen lemak di serum, menurunkan tetapi tidak ada bedanya dengan
konsentrasi obat-obatan lipopilik di jaringan. kelangsungan hidup. Penelitian terhadap
Pemberian ILE juga meningkatkan kontraksi pasien yang tercatat menerima ILE sulit
jantung melalui mekanisme lain. untuk dijelaskan karena sedikitnya
Seiring waktu, penggunaan umum kelompok pembanding.
dari pengobatan ini telah diperluas untuk Penelitian pada hewan yaitu tikus
mencakup keracunan oleh anestesi lokal secara berkala menunjukkan manfaat
lainnya dan obat-obatan lainnya. penggunaan ILE pada LAST akibat
Tinjauan sistematis ILCOR 2015 bupivakain. Penelitian yang kurang
untuk mampu menjawab apakah emulsi menghasilkan hasil yang positif pada babi
lemak dapat menghasilkan peningkatan sebagai model LAST dan dari keracunan
dalam menatalaksana henti jantung akibat oleh obat selain anastesi. Penelitian
anastesi lokal dan obat lainnya. sistematis terbaru pada kasus manusia,
mayoritas (81/103) dilaporkan mengalami
Ringkasan Keterangan 2015 perbaikan klinis, seperti ROSC, hipotensi,
Dewasa ini, kami belum menemukan perbaikan terhadap disritmia, peningkatan
adanya hasil dari penelitian yang status mental, atau penghentian status
membandingkan antara pasien yang epileptikus, setelah penggunaan ILE. Dalam
mengalami henti jantung dengan pengobatan tinjauan ini, sebanyak 21 kasus yang
ILE dan terapi suportif dibandingkan dengan diterbitkan dari penggunaan ILE untuk
mengobati LAST dari bupivakain farmakologi dari henti jantung setelah
menunjukkan perbaikan klinis setelah pemberian ILE, tidak ada data terhadap
pemberian ILE. manusia untuk mendukung modifikasi
Penelitian perbandingan dosis tidak tersebut di ACLS yang direkomendasikan.
tersedia. Strategi yang paling umum Baru-baru ini, perhatian lebih ditujukan
dilaporkan adalah penggunaan 20% emulsi bahwa pemberian ILE yang dapat
trigliserida rantai panjang, pemberian bolus meningkatkan absorpsi obat-obat lipopilik
awal 1,5 mL/kg BB lebih dari 1 menit dari saluran pencernaan dan mengganggu
diikuti dengan infuse 0,25 mL/kg per menit kerja jalur oksigenasi membran venoarterial
selama 30-60 menit. Bolus dapat diulang extracorporeal.
sekali atau dua kali sesuai kebutuhan untuk
kolaps kardiovaskular persisten; dosis total Rekomendasi 2015- Baru dan Paling
maksimum yang disarankan adalah 10 Terbaru
mL/kg selama satu jam pertama. Keamanan Modifikasi ACLS
penggunaan infus berkepanjangan (lebih Dapat diterima untuk pemberian
dari 1 jam) belum diketahui. ILE, bersamaan dengan perawatan resusitasi
Efek samping yang paling umum standar, pasien dengan keracunan anestesi
dari terapi ILE adalah gangguan pada lokal dan khususnya untuk pasien yang
diagnosa hasil laboratorium., kasus yang mengalami neurotoksisitas premonitory atau
jarang dijumpai adalah pankreatitis dan henti jantung akibat toksisitas bupivakain
perubahan paru seperti pengamatan lainnya (Kelas IIb, LOE C-EO). Hal ini wajar untuk
pada sindroma gangguan pernapasan akut. pemberian ILE pada pasien keracunan obat
Dari penjelasan tersebut, tampaknya yang gagal dengan tindakan resusitasi
terdapat interaksi farmakodinamik kompleks standar (Kelas IIb, LOE C-EO).
antara ILE dan epineprin yang diberikan
selama resusitasi, dan dalam beberapa Bagian 10.5: Henti Jantung selama
keadaaan, pengobatan dengan ILE Percutaneous Coronary Intervention
mengubah efektivitas epineprin dan Henti jantung selama PCI jarang
vasopressin pada penelitian resusitasi ditemui, terjadi pada sekitar 1,3% dari
hewan. Meskipun beberapa organisasi prosedur kateterisasi. Meskipun risiko dari
merekomendasikan modifikasi pengobatan henti jantung selama PCI ada di prosedur
elektif namun lebih tinggi pada kasus ACLS saja pada pasien yang dapat
darurat. mengalami henti jantung selama PCI.
Secara umum, pasien yang memiliki Terdapat sejumlah perangkat
kecenderungan mengalami henti jantung mekanik yang tersedia untuk memberikan
selama PCI mendapati hasil yang lebih baik dukungan hemodinamik selama kateterisasi
dibandingkan pasien dengan henti jantung jantung pada pasien berisiko tinggi yang
yang terjadi pada keadaan lainnya, termasuk mengalami syok kardiogenik. Penggunaan
di unit rumah sakit. Banyak pasien akan perangkat ini pada syok kardiogenik tidak
mendapatkan resusitasi ACLS standar, ditinjau oleh ILCOR pada tahun 2015. Oleh
termasuk CPR yang baik dan defibrilasi karena itu, AHA Guideline Update 2015
cepat. Defibrilasi cepat (dalam waktu 1 untuk CPR dan ECC tidak
menit) dikaitkan dengan tingkat merekomendasikan penggunaan perangkat
kelangsungan hidup pasien yang dukungan mekanik pada pasien syok
dipulangkan sekitar 100% pada populasi ini. kardiogenik yang menjalani PCI.
Penelitian pada pasien yang Rekomendasi terbaru untuk penggunaan
mengalami henti jantung selama PCI akan perangkat dukungan mekanis dalam keadaan
memerlukan upaya resusitasi ini dapat ditemukan di American College of
berkepanjangan. Pemberian resusitasi Cariology Foundation (ACCF)
berkepanjangan yang efektif pada 2013/Pedoman AHA untuk pengobatan ST-
kateterisasi laboratorium memiliki tantangan Elevasi Infark Myokardial.
tersendiri, sejumlah pencegahan, dan
keterangan mengenai tatalaksana henti Ringkasan Keterangan 2015
jantung selama PCI telah dijelaskan. Tidak Kelayakan penggunaan perangkat
tersedianya dan kurangnya penelitian CPR mekanik selama PCI telah dibuktikan
pembanding membatasi rekomendasi dari pada kedua penelitian, baik penelitian
salah satu pendekatan tersebut. terhadap hewan maupun manusia. Belum
Tinjauan sistematis ILCOR 2015 ada penelitian pembanding yang telah
membahas pertanyaan mengenai apakah meneliti penggunaan perangkat CPR
setiap intervensi khusus atau perubahan mekanik dibandingkan dengan kompresi
dalam perawatan dapat meningkatkan hasil dada manual selama PCI. Namun, sejumlah
akhir dibandingkan dengan standar resusitasi laporan kasus dan serial kasus telah
melaporkan penggunaan perangkat CPR Inisiasi cepat EPCR atau bypass
mekanik untuk memfasilitasi resusitasi kardiopulmo dikaitkan dengan hasil akhir
berkepanjangan pada pasien yang memiliki pasien yang baik pada pasien dengan gagal
henti jantung selama PCI. Suatu penelitian hemodinamik dan henti jantung pada hasil
menunjukkan bahwa penggunaan alat CPR kateterisasi laboratorium. Penggunaan
mekanik untuk henti jantung selama PCI ECPR juga layak dan dikaitkan dengan hasil
adalah layak; namun tidak ada pasien yang yang baik ketika digunakan sebagai CABG.
dapat bertahan sampai dipulangkan. Kombinasi EPCR dan IABP telah dikaitkan
Penelitian lainnya melaporkan hasil yang dengan peningkatan kelangsungan hidup
baik pada pasien, termasuk ROSC, bila dibandingkan dengan IABP saja untuk
kelangsungan hidup sampai waktu pasien yang memiliki syok kardiogenik,
pemulangan dan hasil fungsional saat termasuk yang memiliki henti jantung saat
pemulangan dari rumah sakit, setelah menjalani PCI. Penelitian observasional
penggunaan perangkat mekanik pada yang tersedia sering mengunakan ECPR 20-
resusitasi henti jantung selama PCI. Teknik 30 menit setelah henti jantung.
CPR mekanik juga dapat memungkinkan IABP konterpulsasi meningkatkan
penggunaan fluoroskopi selama kompresi perfusi koroner, menurunkan kebutuhan
dada tanpa penyinaran langsung. oksigen miokard, dan meningkatkan
Pasien dalam keadaan syok hemodinamik pada syok kardiogenik, tetapi
kardiogenik atau yang berisiko tinggi tidak terkait dengan peningkatan
mengalami gangguan lainnya (seperti kelangsungan hidup pasien pada syok
penyakit koroner multivessel) dapat kardiogenik. Peran IABP pada pasien yang
meningkatkan risiko untuk hasil yang mengalami henti jantung pada kateterisasi
merugikan selama atau setelah PCI. laboratorium tidak diketahui.
Perangkat pembantu ventricular, intraaortic Beberapa serial kasus telah
ballon pumps (IABP), dan EPCR semua dilaporkan digunakan saat operasi cangkok
pilihan pengobatan penyelamatan yang bypass arteri koroner darurat setelah
tersedia untuk mendukung sirkulasi dan penggunaan PCI gagal. Pada pasien dengan
penyelesaian PCI. Tidak semua pencegahan syok kardiogenik atau henti jantung dan
tersedia atau dapat dengan cepat menyebar gagal PCI, perangkat CPR mekanik dan atau
di seluruh pusat. ECPR telah digunakan sebagai penyelamat
untuk koroner bypass. Meskipun tidak ada merekomendasikan salah satu pendekatan
penelitian pembanding yang telah diteliti (CPR manual, CPR mekanik, atau ECPR)
untuk penggunaan terapi ini sebagai ketika pilihan lainnya ada.
tambahan untuk PCI, tingkat kelangsungan
hidup untuk pemulangan dari rumah sakit
sebesar 64% telah dilaporkan.

Rekomendasi 2015- Baru dan Paling


Terbaru
Modifikasi ACLS
Dapat diterima penggunaan
perangkat CPR mekanik untuk memberikan
kompresi dada untuk pasien dalam henti
jantung selama PCI (Kelas IIb, LOE C-EO).
Dapat diterima penggunaan ECPR
sebagai pengobatan saat terapi awal gagal
untuk henti jantung yang terjadi selama PCI
(Kelas IIb, LOE C-LD). Karena pasien tetap
mendapatkan dukungan EPCR untuk waktu
yang lama tanpa kemungkinan pemulihan,
pertimbangan praktis dan etis harus
diperhitungkan dalam menentukan terapi
ECPR. Pedoman kelembagaan harus
mencakup pemilihan kandidat yang tepat
dalam penggunaan perangkat dukungan
mekanik untuk memastikan bahwa
perangkat ini digunakan untuk pemulihan,
operasi atau transplantasi, atau perangkat
lainnya (Kelas I, LOE C-EO).
Akibat kurangnya penelitian
pembanding, tidak memungkinkan untuk
Bagian 10: Keadaan Khusus Resusitasi: Pedoman Terbaru Data Penulis 2015

Anggota Pekerjaan Penelitian Penelitian Pembicara Saksi ahli Kepemilikan Konsultan/ Lainnya
Penulis yang lainnya bunga Penasihat
diakui
Eric J. Pusat Obat- Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada TIdak ada BTG
Lavonas obatan dan International,
racun Rocky Inc.
Mountain, dihubungkan
Denver dengan
Health and manager dan
Hospital BTG
Authority
Ian R. Rumah Sakit Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Drennan St. Michael
Andrea Fakultas Tidak ada Tidak ada Tidak ada Iskemi Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Gabrielli Kedokteran, jantung
Universitas intraoperatif
Florida
Alan C. Sekolah Tidak ada Tidak ada Edwards Konsultan Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Heffner Kedokteran Lifesciences perlindungan
UNC dan
penggugatan
dan ahli
sebab akibat
dalam kasus
difokuskan
pada
manajemen
jalan napas
dan CPR
Christopher Sekolah Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
O. Hoyte Kedokteran,
Universitas
Colorado
Aaron M. Universitas Institusi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Inisiasi
Orkin Toronto Riset Kesehatan
Kesehatan Terpencil
Kanada
Kelly N. Rumah Sakit Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Sawyer William
Beaumont
Konsultan
Michael W. Beth Israel Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada American Tidak ada
Donnino Deaconess Heart
Med Center Association
Tabel ini menjelaskan hubungan anggota grup penulis yang dapat dianggap sebagai konflik actual atau cukup dirasakan pantas seperti yang dilaporkan pada
kuesioner terbuka, yang mana semua anggota kelompok menulis diminta untuk melengkapi dan menyerahkan. Hubungan dianggap signifikan jika (a) orang
menerima $10.000 atau lebih selama jangka waktu 12 bulan, atau 5% atau lebih dari pendapatan kotor seseorang; atau (b) orang yang memiliki 5% atau lebih
dari saham atau bagian dari entitas, atau memiliki $10.000 atau lebih dari nilai pasar wajar dari entitas, atau memiliki $10.000 atau lebih dari nilai pasar wajar
dari entitas. Hubungan dianggap sederhana jika kurang signifikan dibandingkan definisi sebelumnya.
Lampiran

Pedoman Terbaru 2015: Rekomendasi Bagian 10

Tahun Topik Rekomendasi Komentar


terakhir
dibahas
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan Prioritas untuk wanita hamil yang Baru untuk tahun 2015
mengalami henti jantung adalah
dengan penyediaan CPR berkualitas
tinggi dan bantuan kompresi
aortokaval (Kelas I, LOE C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan Jika tinggi fundus adalah setinggi Baru untuk tahun 2015
umbilicus, LUD manual dapat
bermanfaat untuk menghilangkan
kompresi aortokaval selama
kompresi dada (Kelas IIa, LOE C-
LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan Karena ROSC langsung tidak selalu Baru untuk tahun 2015
dapat dicapai, sumber daya lokal
untuk PMCD harus dipanggil segera
setelah henti jantung ditemui pada
seorang wanita pada trimester kedua
kehamilan (Kelas I, LOE C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan Persiapan dan pelatihan yang Baru untuk tahun 2015
sistematis adalah kunci keberhasilan
penanggulangan keadaan yang jarang
dan kompleks tersebut. Tim
perawatan yang dapat dipanggil
untuk mengelola situasi ini harus
berkembang dan berlatih respon
kelembagaan standar untuk
memungkinkan kelancaran
pengiriman perawatan resusitasi
(Kelas I, LOE C-EO)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan Selama henti jantung, jika tinggi Baru untuk tahun 2015
fundus wanita hamil setinggi
umbilicus belum dapat diberikan
ROSC dengan tindakan resusitasi
biasa ditambah LUD manual,
disarankan mempersiapkan untuk
mengevakuasi uterus saat resusitasi
berlangsung (Kelas I, LOE C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan Dalam situasi seperti trauma Baru untuk tahun 2015
maternal yang tidak selamat atau
denyut nadi lemah berkepanjangan,
dimana upaya resusitasi maternal
jelas sia-sia, tidak ada alasan untuk
menunda melakukan PMCD (Kelas I,
LOE C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Kehamilan PMCD harus dipertimbangkan pada Diperbarui tahun 2015
4 menit setelah timbulnya henti
jantung maternal atau upaya
resusitasi untuk serangan yang tidak
diketahui jika tidak ada ROSC (Kelas
I, LOE C-EO)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Emboli Pada pasien dengan PE yang telah Baru untuk tahun 2015
Paru dikonfirmasi sebagai henti jantung
yang cepat, trombolisis, embolektomi
bedah, dan mekanisme embolektomi
mekanis darurat dapat diberikan
pengobatan pilihan (Kelas IIa, LOE
C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Emboli Trombolisis dapat bermanfaat Baru untuk tahun 2015
Paru bahkan ketika kompresi dada telah
dilaksanakan (Kelas IIa, LOE C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Emboli Trombolisis dapat dipertimbangkan Diperbarui tahun 2015
Paru ketika serangan jantung diduga
disebabkan oleh PE (Kelas IIb, LOE
C-LD).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Hal yang wajar untuk memberikan
Opioid edukasi terhadap respon overdosis
opioid, baik sendiri ataupun
digabungkan dengan distribusi dan
kerja nalokson, untuk orang yang
berisiko overdosis opioid (Kelas IIb,
LOE C-LD)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Hal yang wajar untuk memberikan Baru untuk tahun 2015
Opioid pelatihan dasar pada pertolongan
pertama dan bukan pelayanan
kesehatan BLS untuk
merekomendasikan bukan hanya
pada praktek yang lebih maju dan
ditujukan untuk penyedia layanan
kesehatan ( Kelas IIb, LOE C-EO).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Pemberian empiric IM atau IN Baru untuk tahun 2015
Opioid naloxon untuk semua pasien darurat
mengancam nyawa yang tidak respon
terhadap pemberian opioid dapat
diberikan sebagai tambahan untuk
standar pertolongan pertama dan
protocol bukan pelayanan kesehatan
PLS (Kelas IIb, LOE C-EO)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Korban yang respon terhadap Baru untuk tahun 2015
Opioid pemberian naloxon harus mencari
pelayanan kesehatan lanjutan (Kelas
I, LOE C-EO)
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Untuk pasien yang diketahui atau Baru untuk tahun 2015
Opioid diduga overdosis opioid yang
memiliki nadi teraba tetapi
pernapasan tidak normal atau
terengah-engah (seperti gangguan
pernapasan), selain memberikan
perawatan BLS standar, adalah wajar
bagi penyedia layanan kesehatan
BLS yang terlatih untuk pemberian
IM atau IN nalokson (Kelas II, LOE
C-LD).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Tindakan resusitasi standar harus Baru untuk tahun 2015
Opioid diperioritaskan di atas pemberian
nalokson (Kelas I, LOE C-EQ),
dengan focus pada kualitas CPR
yang baik (penekanan ditambah
ventilasi).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Hal yang wajar untuk pemberian IM Baru untuk tahun 2015
Opioid atau IN nalokson berdasarkan
kemungkinan bahwa pasien tidak
dalam keadaan henti jantung (Kelas
IIb, LOE C-EO).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Responden tidak menunda untuk ke Baru untuk tahun 2015
Opioid layanan kesehatan yang lebih
canggih sambil meunggu respon
pasien terhadap nalokson atau
pemberian intervensi lainnya.
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Kecuali pasien yang menolak Baru untuk tahun 2015
Opioid perawatan lebih lanjut, pasien yang
respon terhadap pemberian nalokson
harus mencari layanan kesehatan
lanjutan (Kelas I, LOE C-EO).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Sungkup ventilasi harus Baru untuk tahun 2015
Opioid dipertahankan sampai pasien
bernapas spontan, dan langkah-
langkah ACLS standar harus
diteruskan jika pengambilan napas
spontan tidak terjadi (Kelas I, LOE
C-LD).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Setelah ROSC atau usaha Baru untuk tahun 2015
Opioid kembalinya napas spontan, pasien
harus diamati pengaturan
kesehatannya sampai risiko untuk
keracunan opioid berulang tersebut
rendah dan tingkat kesadaran pasien
dan tanda-tanda vital telah kembali
normal (Kelas I, LOE C-LD).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Jika terjadi keracunan opioid Baru untuk tahun 2015
Opioid berulang, pemberian berulang dosis
kecil atau infuse nalokson dapat
bermanfaat dalam pengaturan
kesehatan (Kelas IIb, LOE C-LD).
2015 Henti Jantung dihubungkan dengan Overdosis Pemberian nalokson dalam Baru untuk tahun 2015
Opioid perawatan pasca henti jantung dapat
dipertimbangkan untuk mencapai
tujuan terapi spesifik untuk efek
membalikkan efek opiod kerja lama
(Kelas IIb, LOE C-EO).
Tahun Topik Rekomendasi komentar
terakhir
dilihat
2015 Peran Terapi Emulsi Lipid Dapat dipertimbangkanuntuk Diperbaharui
Intravenapadapenatalaksanaan memberikan ILE, bersamaan dengan 2015
Henti Jantung Karena standar perawatan resusitasi, pada
Keracunan pasien dengan toksisitas sistemik
anestesi lokal dan terutama untuk
pasien yang memiliki neurotoksisitas
pertanda atau henti jantung karena
toksisitas bupivacaine (Kelas IIb, LOE
C-EO).

2015 Peran Terapi Emulsi Lipid Dapat dipertimbangkan untuk Terbaru


Intravena pada memberikan ILE untuk pasien dengan 2015
penatalaksanaan Henti bentuk lain dari obat
Jantung Karena Keracunan toksisitas yang telah gagal dengan
tindakanresusitasi standar (Kelas IIb,
LOE C-EO).

2015 Gagal jantung saat intervensi Dapat dipertimbangkan untuk Diperbaharui


coroner perkutan menggunakan alat CPR mekanik untuk 2015
kompresi dada pada pasien dengan
henti jantung selama PCI (Kelas IIb,
LOE C-EO).

2015 Gagal jantung saat intervensi Mungkin wajar untuk menggunakan Terbaru
coroner perkutan EXPR sebagai pengobatan 2015
penyelamatan yang gagal saat terapi
awal pada henti jantung yang terjadi
selama PCI (Kelas IIb, LOE C-LD).

2015 Gagal jantung saat intervensi Pedoman institusi harus mencakup Terbaru
coroner perkutan pemilihan orang yang tepat dalam 2015
penggunaan perangkat pendukung
mekanik untuk memastikan bahwa
perangkat ini digunakan sebagai
jembatan untuk pemulihan, operasi
atau transplantasi, atau perangkat lain
(Kelas I, LOE C-EO).

2010 Hubungan henti jantung Oleh karena itu, sejak efek auto-PEEP Tidak
dengan asma pada pasien asma dengan serangan ditinjau di
jantung yang cenderung cukup parah, 2015
strategi penggunaan ventilasi untuk
laju pernapasan yang rendah dan
volume tidal adalah wajar (Kelas IIa,
LOE C).
2010
Hubungan henti jantung Selama henti jantung pemutusan Tidak
dengan asma singkat dari kantong masker atau ditinjau di
ventilator dapat dipertimbangkan, dan 2015
kompresi dinding dada untuk dapat
efektif menghilangkan udara yang
terperangkap (Kelas IIa, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Untuk semua pasien asma dengan Tidak
dengan asma serangan jantung, dan terutama untuk ditinjau di
pasien yang sulit diventilasi, diagnosis 2015
yang palingmungkin adalah tension
pneumothorax harus dipertimbangkan
dan ditatalaksana. (Kelas I, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Mengingat potensi pesatnya Tidak


dengan anafilaksis perkembangan edema oropharyngeal ditinjau di
atau laring, dianjurkan untuk merujuk 2015
segera ke pelayanan kesehatan
profesional dengan keahlian dalam
penempatan jalan napas.(Kelas I, LOE
C).

2010 Hubungan henti jantung Epinefrin harus diberikan lebih awal Tidak
dengan anafilaksis melalui suntikan IM untuk semua ditinjau di
pasien dengan tanda-tanda dari reaksi 2015
sistemik alergi, terutama hipotensi,
edema saluran napas, atau kesulitan
bernapas (Kelas I, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Dosis yang dianjurkan adalah 0,2 Tidak
dengan anafilaksis sampai 0,5 mg (1: 1000) IM diulang ditinjau di
setiap 5 sampai 2015
15 menit dengan tidak adanya
perbaikan klinis (Kelas I, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Pada anafilaksis dan henti jantung Tidak
dengan anafilaksis dianjurkan untuk segera menggunakan ditinjau di
epinefrin autoinjeksi jika tersedia 2015
(Kelas I, LOE C).
2010 Hubungan henti jantung Dianjurkan untuk perencanaan pada Tidak
dengan anafilaksis menejemen lanjutan jalan napas, ditinjau di
termasuk pembedahan saluran napas 2015
(Kelas I, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Syok vasogenik dari anafilaksis Tidak


dengan anafilaksis mungkin memerlukan resusitasi cairan ditinjau di
yang cepat (Kelas IIa, LOE C). 2015

Hubungan henti jantung Ketika infus telah dipasang, Tidak


2010 dengan anafilaksis pertimbangkan jalur IV sebagai ditinjau di
alternative pemberian IM dari 2015
epinefrin pada syok anafilaksis (Kelas
IIa, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Karena overdosis yang fatal dari Tidak
dengan anafilaksis epinefrin telah dilaporkan, dianjurkan ditinjau di
untuk monitoring hemodinamik 2015
secara ketat (Kelas I, LOE B).

Hubungan henti jantung Infus IV dari epinefrin adalah Tidak


2010 dengan anafilaksis alternatif yang masuk akal untuk IV ditinjau di
bolus untuk pengobatan 2015
dari anafilaksis pada pasien tidak
dalam henti jantung (Kelas IIa, LOE
C)

2010 Hubungan henti jantung Obat alternatif vasoaktif (vasopresin, Tidak


dengan anafilaksis norepinefrin, methoxamine, dan ditinjau di
metaraminol) dapat dipertimbangkan 2015
dalam henti jantung sekunder pada
anafilaksis yang tidak respon pada
epinefrin (Kelas IIb, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Penggunaan antihistamin ajuvan (H1 Tidak


dengan anafilaksis dan H2 antagonis), inhalasi agen - ditinjau di
adrenergik agen, dan IV kortikosteroid 2015
telah berhasil dalam pengelolaan
pasien dengan anafilaksis dan dapat
dipertimbangkan untuk henti jantung
karena anafilaksis (Kelas IIb, LOE C).

Hubungan henti jantung Cardiopulmonary bypass telah Tidak


2010 dengan anafilaksis berhasil dalam laporan kasus terisolasi ditinjau di
dari anafilaksis dengan serangan 2015
jantung. Penggunaan teknik-teknik
canggih dapat dianggap dalam situasi
klinis di mana diperlukannya
keterampilan profesional dan peralatan
yang segera tersedia (Kelas IIb, LOE
C).

2010 Hubungan henti jantung Ventilasi kantong masker dengan Tidak


dengan kehamilan oksigen 100% sebelum intubasi sangat ditinjau di
penting dalam kehamilan 2015

Tidak
2010 Hubungan henti jantung Jika monitor internal dan eksternal ditinjau di
dengan kehamilan janin terpasang selama henti jantung 2015
pada kehamilan, dapat
dipertimbangkan untuk melepasnya.

2010 Hubungan henti jantung Tim perencana harus bekerja sama Tidak
dengan kehamilan dengan dokter kandungan, anak,dan ditinjau di
dokter emergensi,anestesi,dan 2015
perawatan intesnsif,dan pelayanan
henti jantung (Kelas I,LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Selama tatalaksana hipotermia pada Tidak


dengan kehamilan pasien yang hamil,dianjurkan untuk ditinjau di
memonitor janin secara terus menerus 2015
untuk bradikardi dan komplikasi
potensial,dan dianjurkan untuk
konsultasi terhadap dokter kandungan
dan anak.

2010 Hubungan henti jantung Pada pasien dengan serangan jantung Tidak
dengan emboli paru dana tau tanpa PE, pemberian rutin ditinjau di
fibronolitik selama CPR dan tidak 2015
memberikan keuntungan tidak
dianjurkan.

2010 Hubungan henti jantung Ketika henti jantung disertai dengan Tidak
dengan gangguan hiperkalemi, dipertimbangkan untuk ditinjau di
keseimbangan elektrolit yang memberikan terapi IV ajuvan untuk 2015
mengancam jiwa. kardiotoksik sebagai standar ACLS
(Kelas IIb,LOE C)

2010 Hubungan henti jantung Efek pemberian potassium bolus untuk Tidak
dengan gangguan curiga henti jantung dengan ditinjau di
keseimbangan elektrolit yang hipokalemi adalah tidak diketahui. 2015
mengancam jiwa.

2010 Hubungan henti jantung Pemberian dari kalsium (kalsium Tidak


dengan gangguan klorid [10%] 5 to 10Ml atau kalsium ditinjau di
keseimbangan elektrolit yang glukonat [10%] 15 sampai 30ml 2015
mengancam jiwa. selama 2 sampai 5 menit) mungkin
dapat dipertimbangkan selama henti
jantung dengan hipermagsemia (Kelas
IIb,LOE C)

2010 Hubungan henti jantung Untuk kardiotoksik dan henti jantung Tidak
dengan gangguan ,magnesium IV 1-2g dari MgSO4 ditinjau di
keseimbangan elektrolit yang bolus IV dianjurkan. 2015
mengancam jiwa.

2010 Hubungan henti jantung Penggunaan kalsium secara empiric Tidak


dengan gangguan (kalsium klorid [10%] 5 sampai 10ml ditinjau di
keseimbangan elektrolit yang atau kalsium glukonat [10%] 15 2015
mengancam jiwa. sampai 30ml IV selama 2 sampai 5
menit) mungkin dipertimbangkan
ketika terjadi kecurigaan hiperkalemi
atau hipermagsemia sebagai penyebab
dari henti jantung (Kelas IIb,LOE C)

2010 Hubungan henti jantung Pemberian flumazenil pada pasien Tidak


dengan konsumsi zat beracun dengan koma tak terici yang beresiko ditinjau di
tidak dianjurkan (Kelas III,LOE B) 2015

2010 Hubungan henti jantung Dosis rekomendasi dari glucagon Tidak


dengan konsumsi zat beracun adalah satu bolus dari 3- ditinjau di
10mg,diberikan perlahan sampai 3- 2015
5menit, diikuti dengan infus 3-
5mg/jam (0,05 sampai 0,15mg/kg
dikuti infus 0,05 sampai
0,10mg/kg/jam) (Kelas IIb, LOE C).

2010 Hubungan henti jantung Dosis tinggi insulin,pada dosis Tidak


dengan konsumsi zat beracun terdapat -bloker dalam tulisan di atas, ditinjau di
mungkin efektif untuk mengembalikan 2015
stabilitas hemodinamik dan
meningkatkan keselamatan dalam
pilihan toksisitas kardiovaskular yang
berat terkait dengan toksisitas dalam
overdosis kalsium channel blocker
(Kelas IIb,LOE B).

2010 Hubungan henti jantung Dianjurkan untuk pemberian dosis Tidak


dengan konsumsi zat beracun tinggi kalsium pada syok yang sulit ditinjau di
diatasi sebagai langkah lain. (Kelas 2015
IIb, LOE C)

2010 Hubungan henti jantung Antibodi antidigoksin Fab harus Tidak


dengan konsumsi zat beracun diberikan untuk pasien dengan ditinjau di
ancaman hidup yang berat dan 2015
toksisitas cardiac glikosid.(Kelas
I,LOE B)

2010 Hubungan henti jantung Dapat dipertimbangkan untuk Tidak


dengan konsumsi zat beracun mencoba alat yang dapat menunjukkan ditinjau di
efektifitas dari penatalaksanaan 2015
sindrom koronerakut pada pasien
dengan toksisitas -bloker
kardiovaskular yang berat
(phentolamine), benzodiazepine
(lorazepam, diazepam), kasium
channel blocker (verapamil),
morphine, dan nitrogliserin sublingual
mungkin dapat digunakan sesuai
kebutuhan untuk mengontrol
hipertensi, takikardi, dan agitasi (kelas
IIb, LOE B)

2010 Hubungan henti jantung Data yang tersedia tidak mendukung Tidak
dengan konsumsi zat beracun penggunaan 1 agen selama pengobatan ditinjau di
toksisitas kardiovaskular karena 2015
kokain. (kelas IIb, LOE B)
2010 Hubungan henti jantung Untuk hipertensi induksi kokain atau Tidak
dengan konsumsi zat beracun rasa tidak nyaman pada dada, ditinjau di
benzodiazepine , nitrogliserin, dana 2015
tau morfin, dapat berguna. (kelas IIb,
LOE B)
Panduan terbaru 2015 : Bagian 10 Rekomendasi, lanjutan

Tahun Topik Rekomendasi Keterangan


Review
terakhir
2010 Henti jantung Meskipun data yang ada bertolak Tidak ditinjau tahun
yang belakang, rekomendasi yang ada 2015
berhubungan saat ini, pengobatan dengan beta
dengan tertelan blocker pada pengaturan cocain
zat racun tidak indikasikan (Kelas IIb, LOE
C)
2010 Henti jantung Pemberian natrium bikarbobat Tidak ditinjau tahun
berhubungan pada henti jantung yang 2015
dengan tertelan disebabkan oleh overdosis
zat racun antidepresan siklik dapat
dipertimbangkan (Kelas IIb, LOE
C)
2010 Henti jantung Pemberian natrium bikarbonat Tidak ditinjau tahun
berhubungan bolus 1 cc/Kg dapat diberikan 2015
dengan tertelan untuk mencapai kestabilan
zat racun hemodinamik (adekuat MAP dan
perfusi) dn penyempitan kompleks
QRS (Kelas IIb, LOE C)
2010 Henti jantung Oleh karena terapi oksigen Tidak ditinjau tahun
berhubungan hiperbarik memiliki risiko yang 2015
dengan tertelan lebih minimal, terapi ini dapat
zat racun digunakan sebagai tatalaksana
keracunan karbonmonoksida pada
pasien dengan toksisitas berat
(Kelas IIb LOE C)
2010 Henti jantung Berdasarkan bukti yang ada, Tidak ditinjau tahun
berhubungan tatalaksana oksigen 100% dan 2015
dengan tertelan hidroksokobalamin, dengan atau
zat racun tanpa natrium thiosulfat
direkomendasikan ( Kelas I, LOE
B)
2010 Henti jantung Masih dimungkinkan untuk Tidak ditinjau tahun
akibat dilakukan defibrillator sesuai 2015
hipotermia dengan standar BHD disertai
mendadak dengan srategi penghangatan
(Kelas I, LOE B)
2010 Henti jantung Masih dimungkinkan Tidak ditinjau tahun
akibat pengggunaan vasopresor selama 2015
hipotermia henti jantung esuai dengan standar
mendadak ACLS disertai dengan trategi
penghangatan (Kelas IIb LOE C)
2010 Heti jantung Tindakan resusitasi sepenuhnya, Tidak ditinjau tahun
pada korban termasuk penghangatan 2015
longsor salju ekstrakorporeal jika tersedia,
direkomendasikan pada semua
korban longsor salju tanpa
karakteristik yang telah diuraikan
diatas yang menganggap harapan
hidup mereka tidak ada ataupun
dengan trauma yang mematikan
2010 Tenggelam Semua korban tenggelam yang Tidak ditinjau tahun
memerlukan resusitasi (termasuk 2015
bantuan napas saja) harus dibawa
ke rumah sakit untuk evaluasi dan
monitoring, meskipun korban
dalam keadaan sadar dan dengan
fungsi kardioresirasi yang tampak
baik (Kelas I, LOE C)
2010 Tenggelam Stabilisasi rutin tulang cervical Tidak ditinjau tahun
pada keadaan yang tidak 2015
menunjukkan adanya cidera spinal
tidak direkomendasikan ( Kelas I,
LOE C)
2010 Tenggelam Penggunaan maneuver abdominal Tidak ditinjau tahun
thrust dan perasat Heimlich untuk 2015
kasus tenggelam tidak
direkomendasikan (Kelas III, LOE
C)
2010 Henti jantung Memungkinkan untuk dilakukan Tidak ditinjau tahun
saat PCI RJP selama PCI (Kelas IIa LOE 2015
2010 Henti jantung C)
akibat Pada kondisi henti jantung, tidak
tamponade ada ekokardiografi,
jantung perikardiosentesis emergensi tanpa
panduan pencitraan bisa
2010 Henti jantung bermanfaat ( Kelas II1, LOE C) Tidak ditinjau tahun
akibat Thorakotomi emergensi dapat 2015
tamponade memperbaiki keselamatan
jantung dibandingkan dengan
perikardiosentesis pada pasien
dengan tamponade jantung akibat
trauma yang mengalami henti
jantung atau yang prearest,
terutama jika peyebabnya adalah
sumbatan darah yang besar yang
2010 Henti jantung menyumbat jarum Tidak ditinjau tahun
setelah bedah perikardiosentesis 2015
jantung Pada pasien dengan henti jantung
mengikuti bedah jantung,
dimungkinkan untuk dilakukan
resternotomi dengan persiapan dan
2010 Henti jantung apabila tersedia ruang ICU (Kelas Tidak ditinjau tahun
setelah bedah IIa, LOE B) 2015
jantung Pada kasus yang jarang kerusakan
jantung akibat kompresi eksternal,
kompresi dada tidak boleh
dilakukan apabila tidak
memungkinkan dilakukan
resternotomi segera.