You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

Tumor Wilms, yang juga dikenal dengan nama nefroblastoma, adalah


kanker pada ginjal yang terutama menyerang anak-anak, merupakan jenis
kanker ginjal tersering pada anak-anak, dengan angka kejadian tertinggi pada
usia 3 tahun, dan jarang terjadi diatas usia 8 tahun. Tumor Wilms biasanya
menyerang hanya 1 ginjal (unilateral), hanya 5% kasus yang menyerang kedua
ginjal (bilateral).1
Deskripsi yang pertama kali mengenai tumor Wilms di dalam literatur
Inggris dilakukan oleh Franz pada tahun 1814 yang melaporkan sebuah kasus
yang dinamainya fungus haematodes.2 Di dalam laporan kasusnya ini, Franz
mendeskripsikan seorang anak perempuan berusia 1 tahun dengan kelainan
yang ciri khasnya sama dengan tumor Wilms unilateral kiri. Spesimen tumor
Wilms yang pertama telah dipamerkan di Huntarian Museum of the Royal
College of Surgeons di london, Inggris, sejak tahun 1700-an.2 Kata Wilms
tumor dipakai untuk nefroblastoma sejak dilakukannya monogram klasik oleh
Max Wilms pada tahun 1899.2 Pada saat itu Max Wilms mendeskripsikan
tujuh kasus tumor jaringan campuran yang bersifat maligna pada ginjal anak-
anak. Nefrektomi terhadap tumor Wilms yang pertama kali berhasil dilakukan
pada tahun 1877, tetapi baru pada awal tahun 1900-an terapi operatif
dinyatakan sebagai terapi yang efektif untuk tumor ini.2 Pada tahun 1936,
Priestley dan Schulte melaporkan rata-rata harapan hidup pada penderita
nefroblastoma yang telah dioperasi adalah 15%.2 Pada tahun 1941, Ladd dan
Gross melaporkan rata-rata harapan hidup pada penderita nefroblastoma yang
dioperasi menggunakan pendekatan transabdominal adalah 24%.2 Pada tahun
1950, Gross dan Neuhauser melaporkan rata-rata harapan hidup pada
penderita nefroblastoma yang telah menjalani nefrektomi yang diikuti dengan
kemoterapi adalah 47%.2 Pada tahun 1956, Farber memperkenalkan
kemoterapi sistemik sebagai terapi tambahan terhadap terapi operatif dan

1
2

radiasi, dan pada tahun 1964 melaporkan rata-rata harapan hidup 89 % pada
53 kasus.2
Penelitian klinis selanjutnya terhadap tumor Wilms kurang berkembang
karena kelangkaan kasusnya, hingga berdirinya National Wilms Tumor Study
Grup (NWTSG) pada tahun 1969, yang merupakan gabungan beberapa
kelompok untuk melakukan terapi terhadap tumor Wilms dengan tata cara
yang jelas dan definitif, sehingga dapat dilakukan perbandingan secara
statistik terhadap berbagai metode terapi.1 Tujuan utama NWTSG adalah
untuk mempertahankan angka kesembuhan rata-rata yang tinggi pada pasien-
pasien dengan tumor Wilms, dengan menyesuaikan intensitas dan lamanya
terapi berdasarkan derajat penyakit dan pemeriksaan histologis.1