You are on page 1of 3

BAB III

METODE ANALISIS KARBOHIDRAT

.1 Penetapan Total Gula


Metode Refraktofotometri (Sulaeman, 1994)
Prinsip
Didasarkan pada total soluble solid (total padatan terlarut) yang ada dalam larutan
gula karena total soluble solid ini pada dasarnya merupakan kadar gula total dalam suatu
bahan.
Peralatan
1. Refraktofotometer
2. Pipet tetes
3. Kertas lensa / tissue

Prosedur Kerja
1. Bersihkan prisma pada refraktometer dengan kertas lensa atau tissue.
2. Ambil sampel dengan pipet tetes, kemudian letakan pada permukaan prisma dan secara
perlahan ditutup
3. Nilai Brix dapat diketahui dengan melihat batas gelap danterang. Nilai brix menunjukan
kandungan gula total dalam larutan.
4. Ulangi pengukuran untuk ketepatan.
5. Bersihkan kembali refraktometer yang telah digunakan.

3.2 Gula pereduksi


Metode Lane-Eynon
Kadar gula dianalisis dengan menggunakan metode Lane-Eynon. Penetapan kadar
gula pereduksi dengan metode ini didasarkan atas pengukuran volume larutan gula
pereduksi standar yang dibutuhkan untuk mereduksi pereaksi tembaga basa yang diketahui
volumenya (Apriyantono et al., 1989). Persiapan contoh untuk analisis kadar gula adalah
sebagai berikut :
1. Timbang sebanyak 10 gram zat yang telah dihomogenkan dalam gelas piala 100Ml,
ditambahkan 10-20ml alcohol 80% dan diaduk dengan pengaduk magnetic selama 3-
5menit.
2. Campuran kemudian disaring dengan kapas, sisa padatan pada kapas dicuci dengan
alcohol 80% kemudian phnya diukur. Jika phnya asam ditambahkan CaCO3 sampai
cukup basa.
3. Dipanaskan diatas penangas air 1000C selama 30 menit, disaring dengan kertas
Whatman no 40.
4. Kelebihan alcohol dihilangkan dengan memanaskan filtrate diatas penangas air bersuhu
850C sambil terus menambahkan air secukupnya jika terlihat akan kering. Jika masih
ada endapan, dilakukan penyaringan ulang.
5. Selanjutnya ditambahkan larutan Pb-asetat jenuh netral tetes demi tetes sampai tidak
keruh. Kelebuhan Pb dihilangkan dengan menambahkan 1 gram Na-oksalat anhidrat,
dan disaring kembali.
6. Volume larutan ditepatkan sampai 250 ml dalam labu ukur. Setelah dikocok merata,
larutan siap dianalisis.
Peraksi-pereaksi yang digunakan untuk penetapan kadar gula pereduksi adalah :
a. Larutan tembaga sulfat, dibuat dengan melarutkan sebanyak 34,639 gr
CuSO4.5H2O, diencerkan samapi 500ml, dan disaring dengan kertas saring.
b. Larutan tatrat basa, dibuat dengan melarutkan 173gr garam Rochele (KNa-tartrat)
dan 50 gr NaOH dalam air, diencerkan sampai volume 500 ml, didiamkan selama 2
hari, kemudian disaring dengan kertas saring.
c. Larutan Fehling modifikasi Soxlet,
d. Larutan glukosa standar, dengan melarutkan 1,5 g asam benzoate dalam 800ml air
mendidih, didinginkan sampai suhu mencapai 25-300C kemudian ditambah
kedalam 5 gr glukosa dan diencerkan sampai volume 1000

Sebelum melakukan penetapan gula, dilakukan standariasi Fehling


a. Mula-mula diiapkan larutan Fehling modifikasi Soxlet dengan memindahkannya
kedalam labu Erlenmeyer 250ml masing-masing 100ml pereaksi a dan b
b. Kemudian sebanyak 10ml larutan fehling dipindah kedalam Erlenmeyer 100ml dan
ditambahkan 20ml air
c. Labu Erlenmeyer diletakkan diatas hotplate dan setelah mendidih dibubuhi 3-4 tetes
metilen blue 0.2%,
d. Larutan kemudian dititrasi dengan glukosa standar sampai warna metilen blue
berubah, titik akhir titrasi dicapai bila timbul warna merah bata. Elama titrasi
berlangsung, larutan dalam Erlenmeyer teru diaduk dengan pengaduk magnetic
dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga titrasi dapat diselesaikan dalam 2
menit.

Penentuan kadar gula pereduksi :


a. Pipet 10ml filtrate bebas Pb dipindahkan ke Erlenmeyer 100ml, kemudian
tambahkan fehling 10 ml.
b. Selanjutnya larutan dititrasi dengan larutan glukoa standar eperti pada standarisasi
larutan fehling diatas waktu 2 menit. Titrasi dilakukan triplo. Kadar gula pereduki
dihitung sebagai glukosa dari titer penetapan larutan standar (blanko).