You are on page 1of 15

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II

DAYA HANTAR LISTRIK

OLEH :
PUTU ELVIRA YULIANTHI
(1608511050)
KELOMPOK B
MEJA 21

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2017
DAYA HANTAR LISTRIK

I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan daya hantar listrik dari berbagai larutan.
2. Menentukan pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar
listriknya.
3. Memperjelas pengetahuan mengenai larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit.
4. Mengetahui ciri-ciri larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit.
5. Mempelajari pengaruh jenis senyawa suatu larutan terhadap daya hantar
listrik.

II. Dasar Teori


Larutan adalah suatu campuran homogen dari dua atau lebih zat. Dalam
larutan, zat yang ada dalam jumlah yang lebih kecil disebut zat terlarut atau solut,
sedangkan zat yang ada dalam jumlah yang lebih banyak disebut pelarut atau
solven (Team Kimia Dasar, 2017).
Arus listrik dapat terjadi apabila dalam materi ada sarana pengangkut muatan
listrik yang bergerak. Pada logam, sarana pengangkut muatan listrik adalah
elektron. Sedangkan pada larutan, mekanisme penghantaran listrik menjadi lebih
komplek. Dalam air, muatan akan terurai menjadi ion-ion dan bergerak kearah
elektroda yang muatannya berlawanan. Apabila ada medan listrik, ion positif akan
bergerak ke arah elektroda negatif (anoda). Sedangkan ion negatif bergerak kearah
elektroda positif (katoda). Besarnya arus listrik yang terjadi bergantung pada
hambatan penghantar yang digunakan. Tenaga arus listrik dapat diangkut melalui
materi dengan jalan konduksi muatan listrik dari satu titik ke titik yang lain dalam
bentuk arus listrik yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Arus
listrik dapat diukur menggunakan amperemeter serta dapat menggunakan rumus
sebagai berikut :
V
R= .(1)
I
dimana : R = hambatan (ohm)
V = beda potensial (volt)
I = kuat arus (ampere)
Daya hantar listrik adalah ukuran kemampuan larutan dalam
menghantarkan listrik. Daya hantar listrik berbanding terbalik dengan hambatan
listrik (R). Daya hantar listrik disebut juga Konduktivitas. Satuan dari daya hantar
listrik adalah -1cm-1. Konduktivitas digunakan untuk mengukur daya hantar
larutan atau cairan elektrolit. Besarnya konduktivitas ditentukan oleh konsentrasi
elektrolit. Energi listrik dapat di transfer melalui materi berupa hantaran yang
bermuatan listrik yang berwujud arus listrik yang berarti bahwa harus ada
pembawa muatan listrik di dalam materi serta adanya gaya yang menggerakkan
pembawa muatan tersebut. Pembawa muatan dapat berupa elektron seperti logam
atau dapat juga digunakan ion positif dan ion negatif seperti dalam larutan
elektrolit dan lelehan garam. Gaya listrik yang membuat muatan bergerak
biasanya berasal dari baterai, generator atau sumber energy listrik yang lain.
Muatan listrik akan berpindah jika terdapat beda potensial diantara dua tempat
tersebut. Arus listrik akan mengalir atau berpindah dari tempat yang berpotensial
tinggi menuju tempat dengan potensial yang lebih rendah. Arus listrik terjadi
didalam suatu larutan karena adanya ion yang bergerak (Supriyana, 2004).
Cara lain untuk mengelompokkan senyawa selain dengan identifikasi
ikatannya yaitu didasarkan pada daya hantar listrik. Berdasarkan daya hantarnya,
senyawa dibagi menjadi dua, yaitu elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah
zat yang dapat menghantarkan listrik atau zat yang di dalam larutanya akan
terdisosiasi atau akan terurai menjadi ion-ionnya yang menyebabkan
kemampuannya untuk menghantarkan listrik. Ditinjau dari kesetimbangan
peruraiannya atau derajat disosiasinya, elektrolit dibagi menjadi: elektrolit kuat,
yaitu zat yang dalam larutannya terdisosiasi sempurna atau sebagian besar
menjadi ion-ion. Zat ini sangat mudah terionisasi dalam larutan, dengan derajat
ionisasi 1 atau mendekati 1, misalnya garam-garam alkali, asam kuat dan basa
kuat. Elektrolit lemah, yaitu zat yang dalam larutannya hanya sebagian kecil
terdisosiasi menjadi ion-ion. Zat ini sukar terionisasi, derajat ionisasinya
mendekati 0, misalnya sebagian kecil garam-garam, asam lemah dan basa lemah
(Supriyana, 2004).
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion adalah:
Adanya hidrasi
Orientasi atmosfer pelarut
Berat dan muatan ion
Gaya tarik antar ion
Temperatur
Viskositas
Larutan jika diencerkan maka untuk elektrolit lemah -nya semakin besar dan
gaya tarik antar ion pada elektrolit kuat semakin kecil. Pengenceran jika dilakukan
sampai titik tidak terhingga, daya hantar ekuivalen elektrolit hanya tergantung
pada jenis ionnya. Masing-masing ion mempunyai daya hantar ekivalent yang
tergantung pada: (1) jumlah ion yang ada, (2) kecepatan ion pada beda potensial
antara kedua elektroda yang ada.
Jumlah ion yang ada tergantung dari jenis elektrolit (kuat/lemah) dan
konsentrasi selanjutnya pengenceran baik untuk elektrolit lemah/kuat
memperbesar daya hantar dan mencapai harga maksimum pada pengenceran tak
berhingga (Bird, 1987).
Larutan elektrolit adalah suatu zat apabila dilarutkan dalam air
menghasilkan suatu larutan yang dapat mengahantarkan arus listrik. Daya hantar
listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. Beberapa
larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun
konsentrasinya lemah, larutan ini disebut larutan elektrolit kuat. Zat yang
termasuk elektrolit kuat adalah asam mineral, asam klorida, asam sulfat, asam
nitrat, basa dan leburan atau larutan dalam air. Sedangkan elektrolit lemah hanya
sedikit sekali terurai menjadi ion dalam larutan dalam air. Elektrolit ini terutama
senyawa kovalen yang sedikit sekali bereaksi dengan air membentuk ion. Oleh
karena itu elektrolit lemah merupakan penghantar listrik yang buruk dan
mempunyai derajat disosiasi kecil (Achmad, 1996).
Zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi ion-ion dan mereka akan
bergerak kearah elektroda yang muatannya berlawanan (ion negative akan
bergerak ke elektroda positif (anoda) dan ion positif akan bergerak ke elektroda
negatif (katoda). Pergerakan ion-ion ini ekivalen dengan aliran elektron sepanjang
kawat logam. Larutan yang mengandung suatu elektrolit mampu menghantarkan
arus listrik. Perpindahan muatan ini terjadi karena adanya perbedaan potensial
antara dua tempat tersebut.Arus listrik akan mengalir dari tempat yang
potensialnya tinggi ke tempat potensialnya rendah. Jika suatu elektroda yang
dialiri listrik dengan potensial sama, maka arus yang dihasilkan tergantung pada
besarya tahanan. Makin besar tahanan, semakin kecil arus yang dihasilkan (Bird,
1987).
Hambatan tergantung pada jenis elektrolit dan konsentrasi. Aliran listrik
dalam suatu larutan elektrolit akan memenuhi hukum Ohm, yang menyatakan
bahwa besarnya arus listrik (I) yang mengalir melalui larutan sama dengan
perbedaan potensial (V) dibagi dengan tahanan (R). Secara matematika hukum
Ohm dapat ditulis :
V
I= ..(2)
R
Tahanan suatu larutan bergantung pada dimensi larutan lainya berdasarkan
rumus :
1
R= .(3)
A
Dimana adalah tahanan spesifik atau resistivitas dengan satuan Ohm.cm.
l merupakan panjang lintasan yang dinyatakan dengan satuan cm dan A sebagai
luas penampang dengan satuan cm2)
(Stoker, 1993).
Rumus hambatan dalam sebuah penghantar adalah :
V
R= ..(4)
I
V dalam rumus ini dinyatakan dalam volt dan I dinyatakan dalam ampere, maka
hambatan akan dinyatakan dalam ohm. Unsur lain yang sangat penting dalam
rangkaian alat elektrokimia adalah hambatan. Hambatan merupakan rintangan
yang terdapat dalam system terhadap arus listrik sehingga menyebabkan zat yang
akan mengion menjadi sulit untuk mengion. Hubungan antara arus GGL (Gaya
Gerak Listrik) dengan tahanan adalah :
E
R= (5)
I
Satuan E dalam rumus diatas adalah volt, I dengan satuan ampere dan R dalam
ohm. Rumus diatas dikenal dengan Hukum Ohm (Dogra, 1990).

III. Alat dan Bahan


3.1 Alat
Gelas becker
Power supply
Labu takar
Amperemeter
Timbangan
Elektroda karbon
3.2 Bahan
Aquades
Larutan gula
Larutan NaCl
Larutan BaCl2
Larutan CH3COOH
Larutan CuSO4

IV. Prosedur Kerja


4.1 Percobaan 1 : Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan
Membuat larutan NaCl, BaCl2, CH3COOH dan gula dengan masing-masing
konsentrasi sebesar 1 M, kemudian diukur daya hantar listrik dari semua larutan
tersebut menggunakan amperemeter yang dihubungkan ke power supply dengan
elektroda karbon sebagai penghantarnya.
4.1 Percobaan 2 : Pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik
Membuat larutan NaCl, BaCl2, CH3COOH. Dimana masing-masing larutan
dibuat sebanyak 4 buah yang memiliki konsentrasi sebesar 0,1 M; 0,25 M; 0,50 M;
dan 1 M. Setelah itu diukur daya hantar listriknya dengan cara seperti pada
percobaan pertama.
V. Data pengamatan
5.1 Percobaan 1 : Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan
Larutan V (volt) i (ampere) L (ohm-1)
I II III I II III I II III
NaCl 2 4 6 0,04 0,19 ~ 0,02 0,0475 ~
BaCl2 2 4 6 0,05 0,225 ~ 0,025 0,05625 ~
CH3COOH 2 4 6 0,04 0,011 0,022 0,002 0,00275 0,00367
Gula 2 4 6 ~ ~ ~ ~ ~ ~

5.1 Percobaan 2 : Pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik


Larutan NaCl2
Larutan V (volt) i (ampere) L (ohm-1)
NaCl I II III I II III I II III
0,10 M 2 4 6 0,02 0,06 0,12 0,01 0,015 0,02
0,25 M 2 4 6 0,025 0,025 0,2 0,0125 0,02375 0,0333
0,50 M 2 4 6 0,03 0,14 ~ 0,015 0,035 ~
1,00 M 2 4 6 0,04 0,19 ~ 0,02 0,0475 ~

Larutan BaCl2
Larutan V (volt) i (ampere) L (ohm-1)
BaCl2 I II III I II III I II III
0,10 M 2 4 6 0,0275 0,085 0,127 0,01375 0,02125 0,02116

0,25 M 2 4 6 0,025 0,085 0,125 0,0125 0,02125 0,02083

0,50 M 2 4 6 0,045 0,18 ~ 0,0225 0,045 ~


1,00 M 2 4 6 0,05 0,225 ~ 0,025 0,05625 ~
Larutan CH3COOH
Larutan V (volt) i (ampere) L (ohm-1)
CH3COOH I II III I II III I II III
0,10 M 2 4 6 0,002 0,006 0,01 0,01 0,0015 0,00167
0,25 M 2 4 6 0,0025 0,007 0,015 0,00125 0,00175 0,0025
0,50 M 2 4 6 0,003 0,008 0,017 0,0015 0,002 0,0028
1,00 M 2 4 6 0,004 0,0011 0,022 0,002 0,00275 0,00367

VI. Pembahasan
Pada praktikum kali ini membahas tentang Daya Hantar Listrik Larutan. Pada
praktikum ini akan dicari daya hantar listrik dari beberapa larutan yang disediakan,
diantaranya NaCl, BaCl2, CH3COOH dan Gula yang memiliki konsentrasi
masing-masing sebesar 1 M.
Percobaan pertama pada praktikum ini adalah menentukan daya hantar arus
listrik dari beberapa larutan (konsentrasi 1 M) dengan tegangan sebesar 2 volt, 4
volt dan 6 volt. Larutan yang diuji pertama kali adalah larutan NaCl. Pada saat
larutan diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 40 x
10-3 ampere dan daya hantar listrik sebesar 20 x 10-3 ohm-1. Pada saat larutan
diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 190 x
10-3 ampere dan daya hantar listrik sebesar 47,5 x 10-3 ohm-1. Pada saat larutan
diberi tegangan sebesar 6 volt, tidak diperoleh hasil begitupun daya hantar listrik
juga tidak diperoleh hasil.
Larutan yang selanjutnya diuji adalah larutan BaCl2. Pada saat larutan diberi
tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 0,05 ampere dan daya
hantar listrik sebesar 0,025 ohm-1. Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt,
didapatkan kuat arus listrik sebesar 0,225 ampere dan daya hantar listrik sebesar
0,05625 ohm-1. Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6 volt, tidak diperoleh
hasil baik untuk kuat arus listriknya maupun untuk daya hantar listriknya.
Larutan yang selanjutnya diuji adalah larutan CH3COOH. Pada saat larutan
diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 4 x 10-3 ampere
dan daya hantar listrik sebesar 2 x 10-3 ohm-1. Pada saat larutan diberi tegangan
sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 11 x 10-3 ampere dan daya
hantar listrik sebesar 2,75 x 10-3 ohm-1. Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6
volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 22 x 10-3 ampere dan daya hantar listrik
sebesar 3,67 x 10-3 ohm-1.
Larutan yang selanjutnya diuji adalah larutan Gula. Pada percobaan ini
menggunakan tegangan sebesar 2 volt, 4 volt dan 6 volt. Namun pada percobaan
ini tidak diperoleh hasil untuk ketiga tegangan tersebut.
Dari data yang didapatkan, dapat dikatakan bahwa pada larutan NaCl, BaCl2 ,
CH3COOH dan Gula menghasilkan nilai daya hantar listrik yang berbeda-beda.
Meskipun larutan NaCl, BaCl2, CH3COOH, dan larutan Gula mempunyai
konsentrasi yang sama tetapi kemampuan menghasilkan daya hantar listrik yang
berbeda-beda. Diantara ketiga larutan tersebut, larutan NaCl dan BaCl2 memiliki
daya hantar listrik yang besar dibandingkan larutan CH3COOH dan larutan gula
karena pada larutan NaCl dan BaCl2 terjadi perpindahan ion-ion dengan sempurna,
keduanya terionisasi secara sempurna sehingga menghasilkan arus yang cukup
besar. Kemampuan daya hantar listrik CH3COOH lebih kecil dibandingkan NaCl
dan BaCl2 karena hanya terionisasi sebagian sehingga menghasilkan arus listrik
yang kecil. Sedangkan nilai dari larutan gula yaitu nol, karena larutan gula
merupakan non elektrolit sehingga tidak bisa menghantarkan listrik. Adapun
urutan larutan dari yang memiliki daya hantar listrik paling kecil hingga paling
besar adalah Gula < CH3COOH < NaCl < BaCl2.
Kemampuan larutan BaCl2, NaCl, CH3COOH dan larutan gula dalam
menghantarkan arus listrik adalah daya hantar listrik larutan BaCl2 = larutan
NaCl > larutan CH3COOH > larutan gula. Hal ini disebabkan karena dalam air
larutan BaCl2 dan larutan NaCl terionisasi sempurna membentuk ion-ion yang
bergerak bebas dengan derajat ionisasi sebesar 1 sehingga larutan BaCl2 dan
larutan NaCl termasuk larutan elektrolit kuat, sementara untuk larutan CH3COOH
dalam air terionisasi sebagian dengan derajat ionisasi < 1 yang tergolong elektrolit
lemah sementara untuk larutan gula tergolong larutan non elektrolit karena dalam
air tidak terionisasi menjadi ion-ionnya dan tidak dapat menghantarkan arus listrik
Percobaan kedua pada praktikum ini adalah menentukan pengaruh
konsentrasi terhadap daya hantar listrik dengan tegangan yang sama seperti
percobaan pertama yaitu sebesar 2 volt, 4 volt dan 6 volt. Namun konsentrasi
yang digunakan berbeda-beda yaitu sebesar 0,10 M; 0,25 M; 0,50 M dan 1,00 M.
Larutan yang pertama kali diuji adalah larutan NaCl kemudian larutan BaCl2
dan yang terakhir adalah larutan CH3COOH. Berdasarkan data yang diperoleh
pada percobaan kedua maka dilihat bahwa semakin besar konsentrasi, maka
semakin besar kuat arus dan daya hantar listrik. Hal ini dikarenakan semakin
tinggi konsentrasi suatu larutan maka akan semakin banyak jumlah partikel yang
terlarut di dalamnya. Namun data pada percobaan kali ini tidak 100% sama
dengan literatur atau teori-teori yang ada. Ketidaksesuian pada percobaan ini bisa
disebabkan oleh beberapa hal diantaranya ketidaktelitian praktikan saat membaca
skala pada amperemeter dan kerusakan alat pada saat praktikum berlangsung,
serta tercemarnya larutan yang diuji.
Adapun grafik yang menghubungkan daya hantar listrik terhadap konsentrasi
dari larutan NaCl, BaCl2 dan CH3COOH adalah sebagai berikut :

NaCl
BaCl2

CH3COOH

Perhitungan
Percobaan 1 : Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan
A. Perhitungan mencari daya hantar listrik (L)
V
V = I R, maka R =
I
1 1 I
Jika L = , maka L = =
R V V
I
Larutan NaCl
Diketahui :
V= 2 volt, I = 40 x 10-3 A = 0,04 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,04
L= = = 0,02 ohm-1
V 2
Diketahui :
V= 4 volt, I = 190 x 10-3 A = 0,19 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,19
L= = = 0,095 ohm-1
V 4
Diketahui :
V= 6 volt, I = ~
Ditanya : L = .?
Jawab :
I ~
L= = =~
V 6

Larutan BaCl2
Diketahui :
V= 2 volt, I = 0,05 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,05
L= = = 0,025 ohm-1
V 2
Diketahui :
V= 4 volt, I = 0,225 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,225
L= = = 0,05625 ohm-1
V 4
Diketahui :
V= 6 volt, I = ~
Ditanya : L = .?
Jawab :
I ~
L= = =~
V 6

Larutan CH3COOH
Diketahui :
V= 2 volt, I = 4 x 10-3 A = 0,004 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,004
L= = = 0,002 ohm-1
V 2
Diketahui :
V= 4 volt, I = 11 x 10-3 A = 0,011 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,011
L= = = 2,75 x 10-3 ohm-1
V 4
Diketahui :
V= 6 volt, I = 22 x 10-3 A = 0,022 A
Ditanya : L = .?
Jawab :
I 0,022
L= = = 3,67 x 10-3 ohm-1
V 6
B. Pengenceran
Konsentrasi yang digunakan 0,10 M, 0,25 M, 0,50 M, 1,00 M. Untuk
mendapatkan konsentrasi yang diinginkan, maka dilakukan pengeceran sebagai
berikut:
Misal untuk pengenceran larutan CH3COOH 0,1 M :
Diketahui : M1 = 0,1 M, M2 = 1 M, V1 = 100 ml
Ditanya : V2 ?
Jawab :
0,1 x 100 = 1 x V2
V2 = 10 ml
Hal ini berarti volume untuk CH3COOH 1 M sebesar 10 ml. Jadi
dari konsentrasi 0,1 M ditambahkan lagi air sebanyak 90 ml agar
konsentrasinya menjadi 1 M. Perhitungan ini sama untuk semua larutan
yang diuji yaitu NaCl, BaCl2, dan CH3COOH.

VII.Simpulan
Dari Percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan yaitu :
I
1. Untuk mengukur daya hantar listrik larutan menggunakan rumus L = .
V
2. Pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listriknya adalah
semakin besar konsentrasi suatu larutan maka semakin besar pula daya
hantar listriknya, begitupun sebaliknya.
3. Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat dibedakan menjadi dua
yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah
suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan
yang dapat menghantakan listrik karena larutan tersebut memiliki ion-ion
dimana di dalam air ion-ion tersebut dapat bergerak bebas. Ion-ion inilah
yang nantinya akan menjadi penghantar arus listrik di dalam larutan
tersebut. Semakin banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan
tersebut menghantarkan listrik. Sedangkan larutan non-elektrolit tidak
menghantar arus listrik ketika dilarutkan dalam air karena dalam air
larutan non elektrolit tidak terionisasi menjadi ion-ionnya.
4. Ciri-ciri larutan elektrolit adalah dapat menghantarkan arus listrik
sedangkan ciri-ciri larutan non-elektrolit adalah tidak menghantarkan
arus listrik.
5. Kemampuan larutan BaCl2, NaCl, CH3COOH dan larutan gula dalam
menghantarkan arus listrik adalah daya hantar listrik larutan BaCl2 =
larutan NaCl > larutan CH3COOH > larutan gula.
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Hiskia. 1996. Kimia Larutan. Bandung : PT Citra Aditya Bakti.

Dogra, SK. 1990. Kimia Fisika. Jakarta : UI Press.

Supriyana. 2004. Kimia untuk Universitas jilid II. Jakarta: Erlangga.

Stoker, H.S. 1993. Introduction to chemical Principle. New York: Macmillan


Publishing Company.

Sukardjo. 1997. Kimia Fisika. Yogyakarta: Rinaka Cipta.

Bird, Tony. 1987. Kimia Fisika untuk Universitas. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama