You are on page 1of 11

LAPORAN KASUS

TUBERKULOSIS PARU

MASALAH KESEHATAN

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi


Mycobacterium tuberculosis complex. Mycobacterium tuberculosis berbentuk
batang lurus atau sedikit melengkung, tidak berspora dan tidak
berkapsul.Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang
penting di dunia ini.
Pada tahun 1992 World Health Organization (WHO) telah mencanangkan
tuberkulosis sebagai Global Emergency. Diperkirakan kasus TB secara global
pada tahun 2009 adalah:
Insidens kasus : 9.4 juta (8.9 9.9 juta)
Prevalens kasus : 14 juta (12 16 juta)
Kasus meninggal (HIV negatif) : 1.3 juta (1.2 1.5 juta)
Kasus meninggal (HIV positif) : 0.38 juta (0.32 0.45 juta)
Di Indonesia, TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat.
Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan ke-3 terbanyak di dunia setelah India
dan Cina dengan jumlah pasien sekitar 10% dari total jumlah pasien TB didunia.
Diperkirakan pada tahun 2004, setiap tahun ada 539.000 kasus baru dan kematian
101.000 orang. Insidensi kasus TB BTA positif sekitar 110 per 100.000 penduduk.
Jumlah kasus pengobatan ulang sebanyak 6.589 kasus dan 67%
diantaranya adalah kasus relaps TB. Kasus relaps atau kambuh adalah pasien TB
yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan TB dan telah dinyatakan sembuh
atau pengobatan lengkap, didiagnosis kembali dengan BTA positif (apusan atau
kultur). Kasus relaps merupakan kejadian yang cukup sering terjadi pada
penderita TB, padahal tujuan dari pengobatan TB adalah untuk mencegah
terjadinya relaps.
Di Indonesia TBC merupakan penyebab kematian utama dan angka
kesakitan dengan urutan teratas setelah ISPA. Indonesia menduduki urutan ketiga
setelah India dan China dalam jumlah penderita TBC di dunia. Jumlah penderita
TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit
muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita

1
baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang
meninggal akibat TBC di Indonesia. Mengingat besarnya masalah TBC serta
luasnya masalah semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. A PMO : Istri Pasien

2
Umur : 35 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Alamat : Tanah Garam

ANAMNESIS

Anamnesis dilakukan dirumah pasien tanggal 10 November 2016


Keluhan Utama :
Batuk berdahak sejak 4 minggu yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Batuk berdahak dikeluhkan sejak 4 minggu yang lalu. Batuk berdahak
kental berwana putih, sebanyak 1 sendok teh dan keluar secara terus-
menerus.

Os juga mengeluh sering berkeringat malam walau tanpa aktivitas dan


walaupun cuaca dingin.
Badan sering terasa lemas sejak pertama kali mengalami keluhan batuk
tersebut.
Nafsu makan menurun sejak 2 minggu yang lalu dan berat badan
dirasakan menurun sekitar 5 kg dalam 1 bulan ini.
Sesak nafas sejak 1 bulan ini, sesak nafas semakin berat jika beraktivitas.
Sesak tidak menciut.
Demam sejak 5 hari yang lalu. Demam dirasakan naik-turun dan hilang
timbul. Demam disertai keringat dan tidak menggigil.
Batuk berdarah tidak ada
Nyeri dada tidak ada
BAK dan BAB tidak ada keluhan

Riwayat Penyakit Dahulu :


Tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya

3
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada anggota keluarga pasien yang pernah batuk-batuk lama dan
minum OAT sebelumnya.

Riwayat Pekerjaan, Sosial, dan Kebiasaan


Pasien tinggal dirumah bersama istrinya

Os merupakan keluarga ekonomi menengah kebawah.

Kebiasaan :

Merokok
Mulai merokok : 15 tahun
Berhenti merokok : 34 tahun
Jumlah batang/hari : 15 batang
Indeks Brinkman : (Berhenti merokok mulai merokok) x
Jumlah batang
(34-15) x 15 = 285 = Indeks Brinkman
sedang
Alkohol : disangkal
Narkoba : disangkal

PEMERIKSAAN UMUM

Keadaan Umum : Sedang


Kesadaran : Compos Mentis Cooperatif
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Frekuensi Nadi : 80x / menit
Frekuensi Nafas : 22 x / menit
Suhu : 36,5 C
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan :43 kg
Kepala
Mata

4
Konjunctiva : Tidak Anemis
Sclera : Tidak ikterik
Leher
JVP : 5-2 cm H2O
KGB : Tidak ada pembesaran KGB
Thorak
Paru
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan dalam keadaan statis dan dinamis
Palpasi : Vokal fremitus meningkat pada dada sebelah kanan,
gerakan dada sama
Perkusi : Redup pada dada kanan, sonor pada dada kiri
Auskultasi : Suara napas bronkovesikuler, melemah, rhonki (-/-)
wheezing (-/-)
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tampak di 2 jari medial RIC V Linea mid
clavicularis sinistra
Palpasi : Ictus cordis teraba 2 jari medial RIC V linea mid
clavicularis sinistra, kuat angkat
Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : Reguler S1 S2, gallop tidak ada, bising tidak ada
Abdomen
Inspeksi : Distensi tidak ada, scar tidak ada, sikatrik tidak ada
Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, hepar tidak teraba, lien L0
Perkusi : Tympani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Ekstremitas :
Edema tidak ada, Akral hangat, perfusi baik

PEMERIKSAAN LABOR

Pemeriksan BTA belum dilakukan


Pemeriksaan radiologi

5
Tampak kavitas berdinding tipis air fluid level (-) di lapang tengah paru kanan
DIAGNOSA

TB Paru
Anjuran

Pemeriksaan Sputum 3 waktu (sewaktu, pagi, sewaktu)


PENATALAKSANAAN

Promotif : Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang penyakit


pasien, seperti penyebabnya, cara penularannya, gejala- gejalanya,
pengobatan dan cara pencegahan penularannya.

Prefentif : Menghindari Faktor resiko yang yang dapat menularkan


penyakit dan melakukan pencegahan terhadap penularan.

Curatif :.

Pemberian obat secara paket selama 6 bulan dengan terdiri dari 2


tahap:
Tahap Intensif :

Pengobatan setiap hari selama 2 bulan, obat diambil ke


puskesmas sekali seminggu obat dalam bentuk paket yang berisi :
Etambutol 275 mg

Pyrazinamide 400 mg

Rifampisin 150 mg

Isonizid 75 mg

Tahap lanjutan ( diberikan bila hasil pemeriksaan Sputum negative


pada akhir pengobatan tahap Intensif )

Pengobatan tiga kali seminggu selama 4 bulan, obat diambil ke


puskesmas sekali 2 minggu obat dalam bentuk paket yang berisi :

6
Rifamfisin 150 mg

Isoniazid 150 mg

Program Penyakit TB

Penjaringan pasien suspect TB di poli dilakukan setiap hari. ( Poli umum,


poli ibu, Poli Anak di Puskesmas Tanah Garam )

Bila ada pasien suspect TB dirujuk ke Poli TB lalu pasien didata dan diberi
botol untuk mengambil sputum kemudian pasien di rujuk ke laboratorium
dan ajarkan cara pengambilan sputum yang benar oleh petugas dan
dilakukan pembuatan preparat sputum di labor ( puskesmas tanah garam ),
preparat dikirim ke puskesmas Tanjung Paku untuk dilakukan pewarnaan
dan diperiksa dilakukan Sputum. Hasil Pemeriksaan akan dilaporkan ke
puskesmas tanah garam sekitar 3 hari kemudian.

Bagi pasien yang positif TB Paru akan diberikan penyuluhan tentang


penyakit TB di poli TB dan Motivasi kepada pasien karena lamanya
pengobatan, butuh kesabaran dalam pengobatan.

Pemberian obat bagi penderita TB yang positif pemeriksaan BTA.

Pengambilan obat oleh PMO, supaya pasien teratur minum obat.

Pemerikasaan kontak ke rumah pasien untuk mencegah dan mengetahui


ada tidaknya keluarga yang tertular penyakit TB.

Penyuluhan tentang penyakit TB kepada keluarga potensial atau posyandu.

Pemantauan petugas ke PMO untuk mengetahui rutinitas pasien minum


obat.

Pemberian PMT pada penderita TB.

Peningkatan daya tahan tubuh bagi PMO, Petugas kesehatan.

7
KONSELING DAN EDUKASI

Edukasi kepada Pasien


Menjelaskan kepada pasien tentang Penyakit TB mulai dari
penyebabnya sampai ke pencegahanya.

Memotivasi pasien untuk teratur minum obat dan bersabar karena


lamanya pengobatan TB

Menjelaskan efek samping obat dan melaporkan kepada petugas


kesehatan jika terdapat efek samping obat.

Rajin kontrol berobat ke puskesmas.

Menjelaskan tahap-tahap pengobatan akan dilakukan selanjutnya.

Pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan jasmani.

Jangan meludah sembarangan, jika batuk dan bersin tutup mulut pakai
kain atau tisue.

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan serta setelah batuk
dan membuang dahak.

Memakan makanan yang bergizi.

Istirahat yang cukup.

Edukasi kepada keluarga


Menjelaskan pada keluarga tentang penyakit pasien dan pentingnya
dukungan dari keluarga untuk kesembuhan pasien.

Menjaga kebersihan rumah seperti membuka jendela di pagi hari,


menjemurkan kasur teratur sekali seminggu.

Menjaga dan meningkat kesehatan bagi anggota keluarga sendiri

Olahraga teratur.

8
Edukasi kepada PMO

Menjelaskan apa itu PMO dan apa tugasnya.

Mengawasi pasien TB agar menelan obat secara teratur sampai selesai


pengobatan.

Memberi dorongan atau motivasi kepada pasien agar mau berobat


secara teratur.

Mengingatkan kepada pasien untuk periksa ulang dahak pada waktu


yang telah ditentukan.

Memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang


mempunyai gejala-gejala yang mencurigakan TB untuk segera
memeriksakan ke unit pelayanan kesehatan.

Menjaga dan meningkatkan kesehatan sendiri PMO.

Menjelaskan cara pemberian obat dan efek samping obat yang diminum
pasien.

Kriteria Rujukan

TB dengan komplikasi/keadaan khusus (TB dengan komorbid) seperti TB


pada orang dengan HIV, TB dengan penyakit metabolik, TB anak, perlu
dirujuk ke layanan sekunder.Pasien TB yang telah mendapat advis dari
layanan spesialistik dapat melanjutkan pengobatan di fasilitas pelayanan
primer.
Suspek TB MDR harus dirujuk ke layanan sekunder.

PROGNOSIS

9
Prognosis pada umumnya baik apabila pasien melakukan terapi sesuai dengan
ketentuan pengobatan. Untuk TB dengan komorbid, prognosis menjadi kurang
baik.
Kriteria hasil pengobatan
Sembuh : pasien telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap dan
pemeriksaan apusan dahak ulang (follow up), hasilnya negatif pada AP dan
pada satu pemeriksaan sebelumnya.
Pengobatan lengkap : pasien yang telah menyelesaikan pengobatannya
secara lengkap tetapi tidak ada hasil pemeriksaan apusan dahak ulang pada
AP dan pada satu pemeriksaan sebelumnya.
Meninggal : pasien yang meninggal dalam masa pengobatan karena sebab
apapun.
Putus berobat (default) : pasien yang tidak berobat 2 bulan berturut-turut
atau lebih sebelum masa pengobatannya selesai.
Gagal : pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali
menjadi positif pada bulan ke lima atau selama pengobatan.
Pindah (transfer out) : pasien yang dipindah ke unit pencatatan dan
pelaporan (register) lain dan hasil pengobatannya tidak diketahui.

Telah diperiksa Oleh :

Pembimbing Dinas Kesehatan Pembimbing Puskesmas

dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes dr. Mindasari


Lampiran

10
11