You are on page 1of 8

ANALISA LAPISAN BAWAH PERMUKAAN

DENGAN METODE GEOLISTRIK MISE ALA MASE


UNTUK MENGETAHUI DAERAH POTENSI GEOTHERMAL

2
Christophorus Galih Gaharu
111.150.079
Program Studi Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Yogyakarta
Jl. SWK 104 Condongcatur Yogyakarta
galihgaharu@gmail.com

INTISARI

Di Indonesia usaha pencarian sumber energi panasbumi pertama kali dilakukan di


daerah Kawah Kamojang pada tahun 1918. Pada tahun 1926 hingga tahun 1929 lima
sumur eksplorasi dibor dimana sampai saat ini salah satu dari sumur tersebut, yaitu sumur
KMJ3 masih memproduksikan uap panas kering atau dry steam. Pecahnya perang dunia
dan perang kemerdekaan Indonesia mungkin merupakan salah satu alasan dihentikannya
kegiatan eksplorasi di daerah tersebut. Kemudian seiring berjalanannya waktu, karna
kebutuhan manusia akan energi, maka di gencarkan kembali explorasi panas bumi ini.
pencarian panas bumi bisa menggunakan metode explorasi geolistrik yaitu Mise ala Mase
yang penggunannya dengan pengukuran tingat masa yang hilang. Penggunaan elektroda
merupakan cara untuk pengukuran dengan metode Mise ala Mase. Pengambilan data
dilakuka oleh asisten laboratorium geofisika explorasi sie geolistrik. Pengolahanya
menggunakan software Ms. Excel dan juga surfer untuk membuat permodelannya.
Penentunan daerah potensi geothermal pada daerah penelitian ini terdapat suatu anomali-
anomali yang menunjukan potensi geothermal. Pemanfaatan dari geothermal sendiri juga
penting untuk penghematan energi konvensional.

Kata kunci Geothermal, Metode Mise ala Mase, Geolistrik

1. PENDAHULUAN 1973 dan 1979, telah memacu


2. Energi panas bumi, negaranegara lain, termasuk
adalah energi panas yang tersimpan Amerika Serikat, untuk mengurangi
dalam batuan di bawah permukaan ketergantungan mereka pada minyak
bumi dan fluida yang terkandung dengan cara memanfaatkan energi
didalamnya. Energi panas bumi telah panas bumi. Saat ini energi panas
dimanfaatkan untuk pembangkit bumi telah dimanfaatkan untuk
listrik di Italy sejak tahun 1913 dan pembangkit listrik di 24 Negara,
di New Zealand sejak tahun 1958. termasuk Indonesia. Disamping itu
Pemanfaatan energi panas bumi fluida panas bumi juga dimanfaatkan
untuk sektor nonlistrik (direct use) untuk sektor nonlistrik di 72
telah berlangsung di Iceland sekitar negara, antara lain untuk pemanasan
70 tahun. Meningkatnya kebutuhan ruangan, pemanasan air, pemanasan
akan energi serta meningkatnya rumah kaca, pengeringan hasil
harga minyak, khususnya pada tahun

1
produk pertanian, pemanasan tanah, ini sama dengan separuh dari
pengeringan kayu, kertas dll. jarak AB yang biasa disebut
3. Dilihat dari segi AB/2 (bila digunakan arus
keekonomisanya, maka banyak listrik DC murni), maka
diperkirakan pengaruh dari
pengerjaan tentang geothermal field. injeksi aliran arus listrik ini
Sehingga perlunya pencarian berbentuk setengah bola dengan
geothermal field harus dicanangkan jari-jari AB/2.
secara matang. Pada pengguananya, 16. Metode mise ala masse
sedikit susah untuk dapat mengenali merupakan metode geolistrik
suatu geothermal field dari yang dapat digunakan untuk
permukaan bumi, melainkan dibantu memetakan variasi nilai tahanan
dengan melihat hingga ke bawah jenis secara lateral sehingga dapat
permukaan bumi. Penggunaan diketahui daerah prospek
geologinya. Aplikasi metode ini
metode explorasi geofisika sangat
dapat digunakan untuk eksplorasi
mendukung untuk dapat mengambil endapan gravel, endapan bijih,
data geothermal field, terkhusnya endapan pasir, tubuh mineral
metode Mise ala Mase. sulfida, dan penerapan di bidang
4. geoteknik dan pencarian benda-
5. benda sejarah, seperti bangunan
6. DASAR TEORI candi. Prinsip metode mise ala
7. masse yaitu salah satu elektroda
8. Metode Misse Ala Mase arus C1 dipasang langsung
9. menyentuh batuan yang bersifat
10. Metode geolistrik merupakan konduktor atau singkapan batuan
salah satu metode geofisika yang yang mengandung mineral. Bisa
mempelajari sifat aliran listrik di dalam juga melalui lubang bor untuk
bumi dan bagaimana cara mendeteksinya kontak langsung dengan batuan
di permukaan bumi. Dalam hal ini konduktor tersebut. Sedangkan
meliputi pengukuran potensial, peng- elektroda C2 terletak di luar
ukuran arus baik secara alamiah maupun daerah pengukuran atau daerah
akibat injeksi arus ke dalam bumi. Injeksi yang sudah tidak terpengaruh
arus listrik ini menggunakan 2 buah dengan adanya efek potensial
Elektroda Arus A dan B yang yang ditimbulkan oleh bahan
ditancapkan ke dalam tanah dengan konduktor tersebut. Jika area
jarak tertentu.
survey dalam orde 1 x 1 km2,
11.
maka elektroda C2 dipasang kira-
12.
kira 2,5 km sampai 3 km dari titik
C1. Alasan posisi elektroda C2 di
letakkan jauh dari elektroda C1
untuk mengurangi kesalahan yang
disebabkan oleh pengaruh medan
kutub ganda. Adapun susunan
elektroda pada saat pengambilan
data di lapangan yaitu :
17.
13. Gambar 1. Cara kerja metode
geolistrik
14.
15. Dengan asumsi bahwa
kedalaman lapisan batuan yang
bisa ditembus oleh arus listrik

2
18. batuan mantel dan magma
mengalami diferensiasi pada
saat perjalanan ke
permukaan proses tersebut
membentuk kantong
kantong magma (silisic /
basaltic) yang berperan
dalam pembentukan jalur
gunungapi yang dikenal
sebagai lingkaran api (ring
of fire). Munculnya rentetan
19. Gambar 2. Konfigurasi gunung api Pasifik di
Elektroda Metode Mise Ala sebagian wilayah Indonesia
Masse beserta aktivitas tektoniknya
20. dijadikan sebagai model
21. Dalam pengolahan konseptual pembentukan
data,nilai tahanan jenis semu sistem panas bumi
dapat dihitung menggunakan Indonesia.
persamaan : 33. Berdasarkan asosiasi
22. terhadap tatanan geologi,
(Vk) n sistem panas bumi di
23. () = I Indonesia dapat
dikelompokkan menjadi 3
(1) jenis, yaitu : vulkanik,
24. vulkano tektonik dan Non-
25. dimana: vulkanik. Sistem panas
26. bumi vulkanik adalah sistem
27. () = panas bumi yang berasosiasi
(Vms)n(Vsp) n dengan gunungapi api
2 Kuarter yang umumnya
terletak pada busur vulkanik
(2) Kuarter yang memanjang
28. () = dari Sumatra, Jawa, Bali dan
(VspA) n+(VspB) n Nusa Tenggara, sebagian
2 Maluku dan Sulawesi Utara.
Pembentukan sistem panas
(3) bumi ini biasanya tersusun
29. Kn = 2 [1 / ( 1 1 1 oleh batuan vulkanik
(2)) ] (4) menengah (andesit-basaltis)
30. hingga asam dan umumnya
31. Geothermal memiliki karakteristik
32. Posisi Kepulauan reservoir ? 1,5 km dengan
Indonesia yang terletak pada temperature reservoir tinggi
pertemuan antara tiga (~250 - ? 370C). Pada
lempeng besar (Eurasia, daerah vulkanik aktif
Hindia Australia. Pasifik) biasanya memiliki umur
menjadikannya me-miliki batuan yang relatif muda
tatanan tektonik yang dengan kondisi temperatur
kompleks. Subduksi antar yang tinggi dan kandungan
lempeng benua dan samudra gas magmatik besar. Ruang
menghasilkan suatu proses antar batuan (permeabilitas)
peleburan magma dalam relatif kecil karena faktor
bentuk partial melting aktivitas tektonik yang

3
belum terlalu dominan bagian timur lingkungan
dalam membentuk celah- non-vulkanik berada di
celah / rekahan yang intensif daerah lengan dan kaki
sebagai batuan reservoir. Sulawesi serta daerah
Daerah vulkanik yang tidak Kepulauan Maluku hingga
aktif biasanya berumur Irian didominasi oleh batuan
relatif lebih tua dan telah granitik, metamorf dan
mengalami aktivitas sedimen laut
tektonik yang cukup kuat 36.
untuk membentuk 37.METODOLOGI
permeabilitas batuan 38. Metode penelitian
melalui rekahan dan celah dilakukan dengan
yang intensif. Pada kondisi menganalisa data sekunder
tersebut biasanya terbentuk hasil dari pengambilan data
temperatur menengah - lapangan oleh asisten
tinggi dengan konsentrasi laboratorium explorasi
gas magmatik yang lebih geofisika metode geolistrik.
sedikit. Sistem vulkanik Pengambilan data pada
dapat dikelompokkan lagi tanggal Maret 2017.
menjadi beberapa sistem, Pengambilan data tersebut
misal : sistem tubuh gunung menggunakan metode Misse
api strato jika hanya terdiri ala Mase yang termasuk
dari satu gunungapi utama, survey sounding, yang
sistem komplek gunung api hanya dapat menghasilkan
jika terdiri dari beberapa suatu kenampakan 2D saja.
gunungapi, sistem kaldera Alat yang digunakan adalah
jika sudah terbentuk kaldera Oyo McOHM 2115. Dengan
dan sebagainya. menggunakan 12 line,
34. Sistem panas bumi vulkano dengan azimut yang bebeda
tektonik, sistem yang tiap-tiap line. Kemudian
berasosisasi antara graben data yang diperoleh dihitung
dan kerucut vulkanik, menggunakan excel, dengan
umumnya ditemukan di rumus-rumus tertentu.
daerah Sumatera pada jalur Kemudian setelah itu data
sistem sesar sumatera (Sesar diolah menggunakan
Semangko). software surfer dan
35. Sistem panas bumi Non kemudian barulah terdapat
vulkanik adalah sistem grafik Misse Ala Mase
panas bumi yang tidak Pengolahan data tersebut
berkaitan langsung dengan kemudian di intrepretasi
vulkanisme dan umumnya dari hasil peta Misse ala
berada di luar jalur vulkanik Mase yang dihasilkan.
Kuarter. Lingkungan non- 39.
vulkanik di Indonesia 40.HASIL DAN PEMBAHASAN
bagian barat pada umumnya 41. Dari hasil penelitian dan
tersebar di bagian timur pengolahan data sekunder
sundaland (paparan sunda) tersebut, dapat diperoleh
karena pada daerah tersebut hasil peta resistivitas seperti
didominasi oleh batuan seerti pada gambar 4.1.
yang merupakan penyusun Terdiri dari 12 line yang
kerak benua Asia seperti berbeda, yang memunyai
batuan metamorf dan azimuth yang berbeda pula.
sedimen. Di Indonesia Kemudian di olah data nya

4
hingga dihasilkan anomali tinggian resistivitas
koordinatnya. Kemudian pada daerah line 8. Dimana
dimasukan ke dalam keadaan sekitar menunjukan
program surfer .Dari data nilai resistivitas rendah-
tersebut dapat dianalaisa sedang.
dan berdasarkan klasifikasi 48. Kemudian terdapat juga
batuan berdasarkan nilai daerah rendahan. Daerah
resistivitasnya dari Roy, rendahan ini mempunyai
E.H. 1984 yang terlampir nilai resistivitas yang
berikut. berkisar 50-66 ohm.m.
42. interval yang hanya berikasr
43. 16 ohm.m tersebut dapat
merupakan suatu indikasi
bahwa tingkat keseragaman
batuan yang relatif sama
pada daerah ini. nilai
resistivtiaas yang rendah
dapat disebabkan karena
batuan-batuan di daerah
tersebut memiliki rongga,
atau rongganya terisi oleh
angin atau bisa disebut uap-
uap atau dengan kata lain
dapat dikatakan sebgai
indikasi lapangan
geothermal.
49. Persebaran pada daerah
44. Tabel 4.1. tabel klasifikasi
yang resistivitas rendah ini
Roy, E.H. 1984
terdapat pada line 4 hingga
45.
line 6 dan juga terdapat lagi
46. Dari data dan hasil
pada area line 9. Dimana
pengolahan data lapangan.
pada line 9 ini berdekatan
Daerah penelitian yang
atau berbatasan drastis
diambil terbagi kedalam
dengan batuan yang
beberapa zona resistivitas.
memiliki nilai resistivitas
Tedapat resistivitas dari 50-
tinggi. Persebaran pada
106 ohm.m yang tersebar
daerah penilitan ini adalah
pada daerah penelitian.
memanjang ke bagian timur,
47. Pada daerah utara, atau
dan ada yang memanjang ke
pada line 1, terdapat
bagian barat daya.
dominan nilai resistivitas
50.
tinggu, berkisar 86-106
51. KESIMPULAN
ohm.m. persebaran tinggian
52. Dari data analisa dan
yang hampir sama uga
pembahasan, dapat dietahui
diperlihatkan pada line 10.
kesimpulannya sebagai
Kenampakan nilai
berikut:
resistivitas-nya hampir
Daerah penelitian terdapat 12
sama. Nilai resistivitas yang
line yang mengaah ke aah yang
tinggi ini di batasi oleh
berdeba satu sama lain
batuan dengan nilai
Persebaran nilai resistivitas yang
resistivtias sedang.
tidak merata pada seluruh
Persebaran pada peta adalah
kapling daerah diteliti dengan
bagian barat-utara. Terlihat
nilai resistivitas 50-106 ohm.m.

5
Terdapat batuan dengan 55.
resistivitas tinggi yang 56. Santoso. 2000. Pengantar
menyebar memanjang di utara, Teknik Geofisika.
dan juga memanjang ke arah Bandung: ITB
barat. Dengan nilai resistivitas 57. Staf Asisten. 2015.Panduan
86-106 ohm.m. Praktikum Geolistrik.
Terdapat batuan dengan nilai Laboratorium Geofisika
resistivitas rendah, yang berada 58. Eksplorasi : Yogyakarta.
menyeba memanjang pada 59. Telford,W., Geldart L.P.,
daerah timur, dan juga daerah Sheriff R.E., Keys
barat daya. Nilai resistivitas D.A., 1990. Applied
daerah tersebut berkisar 50-66 geophysics. USA:
ohm.m. Cambridge University
Pada daeah berresistivitas Press.
rendah dapat diindikasikan 60. Kasbani. 2016. Sumber
sebagai sebah lapangan Daya anas Bumi
geothermal karena dipengaruhi Indonesia: Status
oleh ronga-ronga batuan yang penyelidikan, Potensi
terisi oleh uap panas. dan Tipe Sistem Panas
53. Bumi. Jawa barat:
54. DAFTAR PUSTAKA Badang Geologi

6
61.

7
62. Gambar 4.1. penampang perahu daerah penelitian