You are on page 1of 9

LAPORAN PRAKTIKUM

AGROKLIMATOLOGI
TPT 1017
ACARA 1
PENGENALAN PERALATAN METEOROLOGI PERTANIAN

NAMA : FARIS IRMANDHARU


NIM : 16/400399/TP/11612
GOL : SENIN
PJ ACARA : MILA FIKRI DESINTAMAYA

LABORATORIUM TEKNIK LINGKUNGAN DAN


BANGUNAN PERTANIAN
DEPARTEMEN PTEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH NADA
YOGYAKARTA
2017
B AB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam dunia pertanian, iklim sangat berpengaruh dalam tumbuh
danberkembangnya suatu tanaman sehingga dibutuhkan data-data yang
lengkap danakurat tentang iklim dan cuaca dari suatu wilayah. Beberapa
faktor iklim yangpenting adalah: temperatur, kelembaban udara, angin,
sinar matahari, curah hujan danevaporasi. Untuk mengukur nilai
dari beberapa faktor iklim tersebut diperlukan suatualat-alat
pengukur klimatologi.
Pengukuran iklim sangat dipengaruhi oleh alat-alat di bidang
klimatologi. Bidang pertanian merupakan bidang yang sangat dipengaruhi
dan tergantung dengan kondisi iklim. Sehingga, pengenalan mengenai
alat-alat pengukuran iklim sangat diperlukan. Pengenalan ini dilakukan
dengan melihat dan mengamati alat-alat yang ada pada AWS Jurusan
Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pada praktikum kali imi praktikan melakukan pengamatan alat-alat
yang digunakan pada stasiun meteorologi pertanian, sehingga praktikan
dapat mengetahui cara kerja alat-alat meterologi, cara-cara pengamatan
alat-alat meteorologi pertanian serta praktikan mengetahui tata letak dan
pemasangan alat-alat meteorologi pertanian.
B. Tujuan
1. Mengenal cara kerja alat-alat meterologi
2. Mengenal cara-cara pengamatan alat-alat meteorologi pertanian
3. Mengenal tata letak dan pemasangan alat-alat meteorologi pertanian
C. Manfaat
1. Praktikan dapat mengetahui cara kerja alat-alat meterologi
2. Praktikan dapat mengetahui cara-cara pengamatan alat-alat
meteorologi pertanian
3. Praktikan dapat mengetahui tata letak dan pemasangan alat-alat
meteorologi pertanian
BAB II

DASAR TEORI
Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari
atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interaksinya
dengan permukaan bumi dibawahnya. Iklim dapat didefinisikan sebagai ukuran
statistik cuaca untuk jangka waktu tertentu dan cuaca menyatakan status atmosfer
pada sembarang waktu tertentu (Hermawan, 2010).

Dalam bidang pertanian, menurut Wisnubroto (2000) ilmu prakiraan


penentuan kondisi iklim atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah
pengembangan tanaman. Iklim mempengaruhi dunia pertanian.presipitasi,
evaporasi, suhu, angin, dan kelembaban nisbi udara adalah unsur iklim yang
penting. Dalam dunia pertanian, air, udara, dan temperatur menjadi faktor yang
penting. Kemampuan menyimpan air oleh tanah itu terbatas. Sebagian air
meninggalkan tanah dengan cara transpirasi, evaporasi, dan drainase.

Pada pengamatan keadaan atmosfer di stasiun cuaca atau stasiun


meteorologi digunakan beberapa alat yang mempunyai sifat-sifat yang hampir
sama dengan alat-alat ilmiah lainnya yang digunakan untuk penelitian di dalam
laboratorium, misalnya bersifat peka dan teliti. Perbedaannya terletak pada
penempatannya dan para pemakainya. Alat-alat laboratorium umumnya dipakai
pada ruang tertutup, terlindung dari hujan dan debu-debu, angin dan lain
sebagainya serta digunakan oleh observer. Dengan demikian sifat alat-alat
meteologi disesuaikan dengan tempat pemasangannya daan para petugas yang
menggunakan (Anonim, 2008).

Tujuan stasiun agroklimat adalah mendapatkan data klimatologis


yangpengukurannya dilakukan secara kontinu dan meliputi periode waktu yang
lamapaling sedikit sepuluh tahun. Bagi stasiun klimatologi pengamatan utama
yangdilakukan meliputi unsur curah hujan, suhu udara, arah dan laju
angin,kelembaban, macam dan tinggi dasar awan, banglas horisontal, durasi
penyinaranmatahari dan suhu tanah. Oleh karena itu persyaratan stasiun
klimatologi ialahlokasi, keadaan stasiun, dan lingkungan sekitar yang tidak
mengalami perubahanagar pemasangan dan perletakan alat tetap memenuhi
persyaratan untukmenghasilkan pengukuran yang dapat mewakili
(Prawirowardoyo, 1996).

Persyaratan stasiun klimatologi ialah lokasi, keadaan stasiun dan


lingkungan sekitar yang tidak mengalami perubahan agar pemasangan dan
peletakan alat tetap memenuhi persyaratan untuk menghasilkan pengukuran yang
dapat mewakili (Neiburger, 1982).

BAB III
METODOLOGI

A. Alat dan Bahan


Pada praktikum kali ini alat yang digunakan adalah alat tulis dan
buku catatan, kedua alat tersebut digunakan untuk mencatat penjelasan
yang diberikan oleh asisten praktikum. Bahan yang digunakan yaitu data
logger, accu, solarimeter, psikometer, antena, panel surya, anemometer,
petunjuk arah angin, penangkal petir, dan ombrometer.
B. Cara Kerja

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Keterangan Gambar 01

No Nama Alat fungsi


.
1. Accu Menyimpan energi matahari yang diterima dari
panel surya
2. Data Logger Terminal pengumpulan data cuaca dari sensor dan
di transmisikan ke unit pengumpulan data pada
komputer
3. Solarimeter Mengukur intensitas cahaya matahari
4. Psikrometer Mengukur kelembaban udara dan suhu udara
5. Antena Mengubah sinyal listrik menjadi sinyal
elektromagnetik untuk mengirim data
6. Panel Surya Mengubah energi cahaya matahari menjadi energi
listrik
7. Anemometer Mengukur kecepatan angin
8. Penunjuk Angin Menunjukan arah angin
9. Penangkal Petir Menangkal petir
10. Ombrometer Mengukur curah hujan

Secara sederhana cara kerja dari AWS (Automatic Weather Stations)


adalah mengumpulkan data pengamatan parameter cuaca secara otomatis melalui
sensor-sensor secara berkala selanjutnya di kirim melalui jaringan GPRS(General
Packet Radio Service) menggunakan layanan GSM (Global System for Mobile
communication) ke seluruh stasiun meteorology seluruh Indonesia. Sistem
pengelolaan data cuaca oleh AWS merupakan gabungan dari disiplin ilmu
elektroteknik dan informatika. Hasil yang diberikan oleh AWS adalah informasi
yang bermanfaat untuk penelitian terkait iklim dan cuaca, yang pada akhirnya bisa
bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Proses bisnis pengelolaan data oleh
AWS dapat dijadikan sumber acuan untuk penelitian mahasiswa yang melakukan
Kerja Praktek ataupun Tugas Akhir.

B. Pembahasan
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat
disimpulkan bahwa praktikan sudah mengetahui cara kerja alat-alat
meterologi, mengenal cara-cara pengamatan alat-alat meteorologi
pertanian, serta praktikan dapat mengetahui tata letak dan pemasangan
alat-alat meteorologi pertanian.

B. Saran
Semoga FTP UGM mempunyai stasiun meteorologi pertanian
sendiri yang memenuhi syarat stasiun meteorologi pertanian.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Pengenalan Alat-Alat. Dalam
http://klimatologibanjarbaru.com/artikel/2008/12/pengenalan-alat-alat/
Diakses pada hari Minggu, 12 Maret 2017 pukul 20.11 WIB.
Hermawan, E. 20010. Pengelompokan pola curah hujan yang terjadi
dibeberapa kawasan P. Sumatera berbasis hasil analisis tekanik
spektral. Jurnal Meteorologi dan Geofisika 11(2) : 75-85.
Nieburger, M. 1982. Understanding our Atmospheric Environment.
Freeman Company: New York and Oxford.
Prawiroardoyo, S. 1996. Meteorologi. Institut Teknologi Bandung:
Bandung.
Wisnubroto, S. 2000. Meteorologi Pertanian Indonesia. Mitra Gama
Widya: Yogyakarta.

LAMPIRAN

You might also like