You are on page 1of 5

LOKASI U

KONDISI LAHAN

Lahan yang dipilih merupakan lahan


kosong yang terdapat di pinggiran Kota
Blitar.
Kondisi lahan saat ini cukup baik dengan
permukaan yang rata. Permukaan lahan
lebih rendah sekitar 1-2 meter dari jalanan
desa dan 1 meter dari jalan Kota.
Kondisi tanahnya merupakan tanah
basah karena letak lahan yang berada di
KOTA BLITAR samping sungai, tapi kondisi ini masih
Provinsi: dapat diperbaiki karena tanahnya
Jawa Timur merupakan tanah yang cukup solid jika
Luas: kondisinya kering.
32 km Lahan ini terletak dipinggiran kota
Jumlah penduduk: sehingga kondisi disekitarnya masih
131.968 (2010) merupakan lahan tidak terpakai yang
Jalan Ir. Soekarno No.337, Sentul,
Letak Astronomis: ditumbuhi berbagai jenis pepohonan
Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66113.
8555LU 112955BT seperti kelapa, matoa, sengon, rambutan
dan jati.
Kota Blitar merupakan sebuah kota yang terletak di bagian Luas Lahan
selatan Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar Lebar : 10 m
167 km sebelah barat daya Surabaya dan 80 km sebelah barat Panjang : 20 m
2
Malang. Kota Blitar terkenal sebagai tempat dimakamkannya Luas lahan : 200m
presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Perkiraan luas bersih bangunan : 150 m2
-Wikipedia

BATAS LAHAN.

UTARA : Halaman Masjid yang dipakai


sebagai lahan parkir jamaah.

SELATAN: Tanah kosong yang ditumbuhi


pohon pisang.

BARAT : Tanah kosong yang ditumbuhi


berbagai jenis pohon.

ANALIS
A
TIMUR : Sungai dengan lebar 3 meter dan
memiliki kedalaman sekitar
30cm.Disamping sungai terdapat
rumah penduduk.

Citra lahan dan sekitar secara 3D

L HAN
SIRKULASI
Jalanan utama yang menghubungkan Kota Blitar
Jalan Kota : dengan Kabupaten Blitar, merupakan salah satu jalan
ARAH PENCAPAIAN
U arteri provinsi. Merupakan jalan dua jalur yang dapat
dilewati motor - truk kontainer. Memiliki lebar sekitar 5-7
U
meter dan memiliki penerangan yang cukup baik pada
saat malam hari.

JL. IR SOEKARNO
i Jamal
Gg Kya
JL. SAWUNG
GALING

Kondisi Jalan Ir Soekarno


-Google Earth
Site ini dapat dicapi dengan berbagai
macam akses. Akses yang pertama ialah
melalui jalan Ir. Soekarno lalu masuk
kedalam gang masjid. Perjalanan dapat
Jalanan yang menghubungkan rumah rumah penduduk ditempuh selama 15 - 20 menit dari pusat
Jalan Desa : dengan jalan utama. Hanya dapat dilewati oleh motor - truk Kota Blitar mengunakan kendaraan
pasir (hanya muat untuk satu buah mobil atau truk, tidak bermotor.
bisa bersimpangan). Masih menggunakan aspal batu yang
kualitasnya dibawah aspal untuk jalanan kota, tetapi Akses yang kedua dapat ditempuh dari
kondisinya masih bagus untuk dilewati penduduk. Memiliki arah barat melalui Jl. Sawunggaling lalu
lebar sekitar 3 - 4 meter. masuk ke dalam Gang Kyai Jamal, lalu
belok ke kiri saat pertigaan pertama.

Jalan yang biasa digunakan sebagai akses masyarakat menuju


Jalan Setapak : ke masjid. Tidak dapat dilewati oleh kendaraan bermotor karena
jalannya sempit (lebar sekitar 2 meter) dan jalannya masih
berupa tanah yang berbatu. Terdapat pepohonan yang cukup Kondisi Jalan Desa
-Sumber : Goodle Earth
lebat di kanan kirinya.

Kondisi Jalan Setapak


-Sumber : Dokumen Pribadi
ANALIS
L HAN A
KONDISI IKLIM. Pencahayaan Alami pada lahan.
A. Ketinggian.

Kota Blitar terletak diantara 150 200 m diatas permukaan laut. Dilihat dari
ketinggian tersebut Kota Blitar termasuk dalam kategori daerah datar. Sedangkan
pembagian daerah ketinggian adalah sebagai berikut :
Ketinggian 175 200 meter dpl, seluas 605.203 Ha (18.577 % dari luas wilayah )
Ketinggian 150 175 meter dpl, seluas 1.055.200 Ha (32.359 % dari luas wilayah )
Ketinggian 150 meter dpl luasnya sekitar 692.234 Ha (21.248 % dari luas wilayah )
Sedangkan kemiringan rata rata Kota Blitar adalah antara 0 2 %, kecuali pada
daerah utara kemiringan antara 2 15 .

B. Keadaan Tanah.

Kedalaman tanah diwilayah ini bervariasi mulai dari 30 - 90 cm yang meliputi 71.5 %
07.00 WIB 08.00 WIB
dari Iuas wilayah. Urutan selanjutnya dengan kedalainan 60 - 90 cm meliputi 15.5 %
dan terkecil dengan kedalaman 30 - 60 cm meliputi areal 13%.
Tekstur tanah terbesar berupa tekstur halus ( 85.3 % ) yang berarti bahwa tanah yang Cahaya matahari yang diterima oleh
ada di wilayah ini mempunyai kemampuan menahan atau mengikat air cukup besar. lahan ini cenderung lebih sedikit karena
Sisanya adalah tekstur sedang yang meliputi 24.7% dari luas wilayah. Tekstur yang terhalangi oleh bangunan
demikian kurang dapat menahan air, namun dilihat dari segi menyediakan unsur hara disampingnya. Menurut pada illustrasi
yang diperlukan tanaman, relatif lebih baik daripada tanah yang bertekstur halus. disamping, intensitas cahaya matahari
yang paling banyak terjadi pada jam
C. Temperatur. 12.00 WIB, karena matahari tepat
berada di atas dan sedikit bayangan
Kota Blitar mempunyai tipe iklim agak basah dengan suhu rata - rata 29C. Sehingga yang terhalangi oleh bangunan.
menjadikannya tempat yang cukup dingin dengan kelembapan diatas normal.

D. Curah Hujan.

Curah hujan rata-rata pertahun sekitar 102 hari dan besarnya curah hujan rata-rata
sebesar 122.857 mm/tahun.
12.00 WIB
http://ciptakarya.pu.go.id/prol/prol/barat/jatim/blitar.pdf Simulasi arah cahaya pada site pada Bulan September.
Sumber : Dokumen Pribadi

Arah Angin.
Intensitas angin yang diperoleh
sebagian berasal dari arah barat dan
selatan, sebenarnya angin yang datang

ANALIS
A
dari arah timur dan utara jauh kebih
besar dan kuat karena berasal dari
areal persawahan, tetapi karena
menabrak bangunan angin yang masuk
ke lahan menjadi sedikit.

L HAN Walaupun kondisi anginnya tidak


terlalu tinggi, tetapi di daerah ini tetap
sejuk dengan adanya pepohonan yang
mengelilinginya.
UTILITAS KOTA
A. Air D. Sistem Drainase
Air di site ini dapat dipenuhi dengan dua cara, yaitu
Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar
menggunakan air sumur dan PDAM, tetapi masyarakat di sekitar
lebih sering menggunakan air tanah karena kualitasnya yang yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi
masih terjaga. kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen
Untuk mendapatkankannya pun juga tidak perlu menggali sumur penting dalam perencanaan kota (perencanaan
yang dalam. infrastruktur khususnya). Atau drainase bisa merujuk
Air tanah di wilayah ini umumnya terdapat pada kedalaman 5-7 pada parit di permukaan tanah atau gorong-gorong
meter dari permukaan. di bawah tanah. Merujuk pada denisi tersebut
Tetapi untuk site ini, air tanah bisa ditemui pada kedalaman 3-5 maka sungai juga termasuk kedalam sistem
meter dikarenakan karena letaknya dipinggir sungai.
drainase. Pada site ini sungai disampingnya dapat
Untuk air PDAM juga dengan mudah diakses, karena tidak jauh
dari site terdapat pipa utama yang mengalirkan air ke kota. digunakan sebagai pembuangan air kotor.
Sungai tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter dan
kedalaman kurang dari 2 meter dengan aliran air
yang cukup deras.
C. Telepon.
Untuk telepon sendiri sudah menggunakan kabel serat B. Listrik
optik yang ditanam di dalam tanah sehingga pelayanan
telepon kabel bisa dimaksimalkan. Sedangkan untuk Listrik di wilayah ini juga sangat memadai, trafo pln
telepon seluler, layanan 3G belum tersedia untuk semua terdekat hanya berjarak kurang dari 20 meter, sedangkan
operator, hanya operator tertentu yang sudah memiliki gardu induk PLN hanya berjarak
jaringan 3G di wilayah ini. 450 meter. Listrik juga jarang mengalami pemadaman,
kecuali jika ada perawatan.

KLB (Koefisien Lantai Bangunan) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) ANALIS
L HAN
Ketentuan Koesin Dasar Bangunan(KDB) di daerah Kota Blitar sekitar 40%-80% dari luas site yang dipilih.
Ketentuan Koesien Lantai Banguna (KLB) di daerah Kota Blitar sekitar 2-3. A
Rizal Bagus Kusuma
3215100058

A
ANALIS
L HAN