You are on page 1of 1

BERITA TERKINI

Afatinib untuk Pasien NSCLC


dengan Metastasis ke Otak
Dosis afatinib adalah 50 mg/hari, dosis awal
yang lebih rendah 40 mg atau 30 mg dapat
diberikan tergantung pada dokter. Riwayat
medis, demografi pasien, status mutasi EGFR,
dan efek samping yang dijumpai pada pasien
didokumentasi. Dari tahun 2010 sampai 2013,
terdapat 573 pasien yang terdaftar dan 541
pasien diterapi dengan afatinib.

Hasilnya:
Sejumlah 100 pasien (66% perempuan,
median usia 60 tahun) mengalami metastasis
ke otak dan/atau penyakit leptomeningeal
dengan 74% mengalami mutasi pada EGFR.
Median time to treatment failure untuk
pasien yang metastasis ke otak adalah 3,6
bulan dan tidak berbeda dengan 100 pasien
tanpa metastasis ke sistem saraf pusat (HR
1,16; 95% CI 0,83-1,62; p= 0,52).
Sejumlah 35% pasien yang dapat di-
evaluasi (31 pasien) mengalami respons
serebral, 16% berespons secara eksklusif
dalam otak.
Durasi respons adalah 120 hari (rentang
21-395 hari).

M
utasi pada epidermal growth saraf pusat. Analisis pada 35 pasien dengan Sejumlah 66% pasien yang dapat di-
factor receptor mutated (EGFR) metastasis ke otak dari LUX-Lung 3 melaporkan evaluasi mengalami respons serebral dengan
menyebabkan survival sel di- median PFS pada pasien dengan afatinib vs afatinib.
perantarai oleh dan tergantung pada jalur cisplatin/pemetrexed adalah 11,1 bulan vs 5,4 Data 1 pasien dengan respons impresif
signaling EGFR. Uji klinik menunjukkan bulan (HR 0,52; p= 0,13). Temuan ini memiliki menunjukkan konsentrasi afatinib dalam
adanya perbaikan progression free survival relevansi klinis karena sistem saraf pusat sering cairan serebrospinal hampir 1 nMol.
(PFS) pasien non-small cell lung cancer menjadi tempat metastasis pasien dengan Efek samping tipikal yang dijumpai, yaitu
(NSCLC) dengan gefitinib atau erlotinib di- NSCLC. Metastasis ke otak dan/atau penyakit diare, toksisitas kulit/mukosa, mual/muntah,
bandingkan dengan kemoterapi, namun leptomeningeal dijumpai pada sekitar 21- dan fatigue.
pasien dapat mengalami progresivitas setelah 64% pasien selama perjalanan penyakit dan
median durasi terapi 8-10 bulan. Afatinib 10-20% pasien saat pertama didiagnosis. Simpulan studi ini adalah afatinib tampak-
merupakan terapi lini pertama yang efektif nya berpenetrasi ke dalam sistem saraf pusat
pada pasien NSCLC dengan mutasi pada Peneliti melaporkan outcome pasien NSCLC dengan konsentrasi cukup tinggi untuk
EGFR. Afatinib juga memiliki aktivitas pada pretreated dengan metastasis ke sistem menghasilkan efek klinis terhadap metastasis
pasien yang progresif dengan penghambat saraf pusat yang mendapat afatinib dalam ke otak. Afatinib mungkin merupakan terapi
tyrosine kinase EGFR. compassionate use program. Pasien NSCLC yang efektif untuk pasien NSCLC heavily
yang progresif setelah mendapat setidak- pretreated dengan mutasi pada EGFR atau
Afatinib lini pertama dikatakan juga aktif nya 1 lini kemoterapi dan 1 lini penghambat sensitif terhadap penghambat tyrosine kinase
pada pasien dengan metastasis ke sistem tyrosine kinase EGFR, mendapat afatinib. EGFR dan metastasis ke otak.  (HLI)

REFERENSI:
1. Petra H, Amanda T, Thomas W, Theo P, Rainer W, Martin S, et al. Efficacy of the irreversible ErbB family blocker afatinib in epidermal growth factor receptor (EGFR) tyrosine kinase inhibitor
(TKI)-pretreated non-small-cell lung cancer patients with brain metastases or leptomeningeal disease. Journal of Thoracic Oncology 2014. doi: 10.1097/JTO.000000000000000380.
2. Afatinib for patients with NSCLC and CNS metastasis. Practice Update [Internet]. 2014 Nov 21 [cited 2014 Dec 15]. Available from: https://www.practiceupdate.com/
JournalScan/14739/6/1.

372 CDK-228/ vol. 42 no. 5, th. 2015