You are on page 1of 5

ANALISA LAPISAN BAWAH PERMUKAAN

DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS


KONFIGURASI WENNER ALPHA UNTUK MENDAPATKAN
STRUKTUR GEOLOGI
2
Christophorus Galih Gaharu
111.150.079
Program Studi Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Yogyakarta
Jl. SWK 104 Condongcatur Yogyakarta
galihgaharu@gmail.com

INTISARI

Struktur geologi adalah suatu pristiwa geologi yang diakibatkan oleh tenaga
endogen atau eksogen. Struktur geologi biasanya terjadi pada batuan-batuan sedimen,
struktur geologi tidak atau jarang sekali ditemukan terjadi pada batuan beku maupun
metamorf. Struktur geologi sendiri ada beberapa yaitu; patahan, lipatan, dan kekar. Setiap
struktur geologi tersebut mepunyai ciri-ciri tersendiri, juga proses tersendiri, dimana tiap
prosesnya menyebabkan kenampakan alam dan akibat yang berbeda-beda. Dengan
menggunakan metode penelitian menggunakan data sekunder hasil yang di dapat dari
pengukuran asisten laboratorium geofisika explorasi metode geolistrik. Pengolahan data
tersebut menggunakan program RES2DINV dengan menggunakan konfigurasi wenner-
alpha. Data yang telah diolah kemudian menghasilkan penampang perahu ang
menggambarakan lapisan-lapisan dibawah permukaan. Hasil dari data analisa, bahwa
ditemukan 2 lapisan besar dengan tingkat relativias yang berbeda-beda. Diperkirakan dari
hasil analisa data-data tersebut di interpretasikan bahwa adana kenampakan struktur
lipatan pada daerah yang diamati.

Kata kunci : RES2DINV, Konfigurasi Wenner-Alpha, struktur geologi

1. PENDAHULUAN tumpukan atau pembebanan juga bisa


Struktur geologi merupakan dikarenakan tenaga dari dalam bumi
gejala alam yang diakibatkan oleh karena adanya zona lemah pada suatu
tenaga endogen maupun eksogen , yang batuan yang dilaluinya. Kemudian
terjadi di bumi ini baik di permukaan, akibatnya dari sesar tersebut kebanyakan
maupun di dalam permukaan bumi berdampak destruktif, karena sesar
(yang belum tersingkap). Pendukung adalah pemicu utama terjadinya gempa
adanya struktur geolgi adalah adanya bukan tektonik. Sesar juga dapat
kejanggalan-kejanggalan yang ada pada merusak fasilitas-fasilitas seperti jalan
sutau kenampakan geologi tertentu. dan lain-lain. Sehingga pentingnya
Setiap geologi juga mempunyai ciri-ciri, melakukan analisa terhadap suatu
proses, dan juga akibat ang berbeda srtukutr geologi dapat dijadikan untuk
dengan yang lainnya. Pada struktur mitigasi bencana dan untuk mengetahui
geologi sesar ciri-cirinya adalah dasar-dasar tata letak pembangunan
ditemukannya bidang sesar, gores-gsris, dimana jangan membangun pada zona-
offset litologi, breksiasi. Proses zona sesar atau sejenisnya.
terjadinya bisa dikarenakan adanya

1
Untuk dapat mengetahui suatu pengukuran landai (kemiringan lahan
struktur geologi yang bleum tersingkap pengukuran lebih kecil dari 5 100).
ke permukaan, maka bisa dilakukan Pada resistivitas mapping, jarak
dengan metode explorasi geofisika yaitu spasi elektrode tidak berubah-ubah
geolistrik. Dengan pengambilan data untuk setiap titik datum yang diamati
lintasan, dan menggunakan elektroda- (besarnya a tetap), sedang pada
elektroda maka dapat dibuat suatu resistivitas sounding, jarak spasi
penampang perahu. Penampang perahu elektrode diperbesar secara bertahap,
merupakan output atau hasil dari mulai dari harga a kecil sampai harga a
pengolahan data geolistrik dengan besar, untuk satu titik sounding. Batas
menggunakan software RES2DINV, pembesaran spasi elektrode ini
dari data yang dimasukan akan tergantung pada kemampuan alat yang
ditemukan juga harga-harga resistivitas dipakai. Makin sensitif dan makin besar
suatu batuan, sehingga dapat arus yang dihasilkan alat maka makin
disimpulkan lapisan batuan apa saja leluasa dalam memperbesar jarak spasi
yang dilewati, dan gejala anomali apa elektrode tersebut, sehingga makin
yang terjadi pada analisa data. dalam lapisan yang terdeteksi atau
teramati.
2. DASAR TEORI
Konfigurasi Wenner adalah
konfigurasi yang dikembangkan oleh
seseorang berkebangasaan Amerika
bernama Wenner. Untuk kompensasi
kelemahan pada sumber pembangkit
arus yang kuat karena elektroda arus Gambar 1 Konfigurasi wanner alpha
jauh dari potensial, maka jarak antara
elektroda potensial dibuat lebih pendek Dari gambar di atas, dapat
dan sama jaraknya. diperoleh besarnya faktor geometri
Metode wenner biasanya untuk konfigurasi Wenner adalah K=
digunakan dalam horizontal profiling 2a (1) , sehingga pada konfigurasi
(mapping) dengan hasil akhir hanya Wenner berlaku hubungan a = 2

diperoleh profil secara horizontal
(mendatar). Metode resistivitas (2)
konfigurasi wenner ini dibagi menjadi Keunggulan dari konfigurasi
beberapa konfigurasi yaitu wenner Wenner ini adalah ketelitian pembacaan
alpha, wenner beta, dan wenner gamma. tegangan pada elektroda MN lebih baik
Masing masing konfigurasi memiliki dengan angka yang relatif besar karena
susunan elektroda yang berbeda, dan elektroda MN yang relatif dekat dengan
juga masing-masing konfigurasi dari elektroda AB. Disini bisa digunakan alat
wenner memiliki ciri khusus dalam ukur multimeter dengan impedansi yang
memetakan kondisi bawah permukaan relatif lebih kecil.
berdasarkan nilai resistivitas. Sedangkan kelemahannya
Elektroda arus dan elektroda adalah tidak bisa mendeteksi
potensial mempunyai jarak yang sama homogenitas batuan di dekat permukaan
yaitu C1P1 = P1P2 = P2C2 = a. Jadi yang bisa berpengaruh terhadap hasil
jarak antar elektrode arus adalah tiga perhitungan. Data yang didapat dari cara
kali jarak antar elektrode potensial. konfigurasi Wenner, sangat sulit untuk
Perlu diingat bahwa keempat elektrode menghilangkan factor non homogenitas
dengan titik datum harus membentuk batuan, sehingga hasil perhitungan
satu garis. Metode ini memiliki jarak menjadi kurang akurat.
spatial yang sama, digunakan untuk Metode Wenner dapat
pemetaan detail, kondisi daerah diaplikasikan untuk eksplorasi air tanah
dan identifikasi litologi.

2
temukan batuan berlitologi lanau-pasir
3. METODOLOGI hingga kedalaman 138 m dengan nilai
Metode penelitian dilakukan resistivitas 24,2-150 ohm.m. terdapat 5
dengan menganalisa data sekunder hasil lapisan yang terlihat pada penampang
dari pengambilan data lapangan oleh perahu hasil analisa data tersebut.
asisten laboratorium explorasi geofisika Kemudian terdapat litologi
metode geolistrik. Pengambilan data batuan dasar berkerar terisi tanah
pada tanggal 1 desember 2014. lembab. Karena nilai reistivatsya 150-
Pengambilan data tersebut menggunakan 300 ohm.m. Terdapat 3 lapisan pada
konfigurasi Wenner-Alpha yang ketebalan ini. lapisan ini tertelatk pada
termasuk survey sounding, yang hanya kedalaman 139-135m dengan ketebalan
dapat menghasilkan suatu kenampakan hanya 4 meter.
2D saja. Kemudian data yang diperoleh Kemudian lapisan terakhir
dihitung menggunakan konfigurasi dengan litologi pasir krikil dengan
Wenner-Alpha dan diolah menggunakan lapisan lanau. Pada lapisan ini memiliki
software RES2DINV. Pengolahan data tingkat resistivitas 300-878 ohm.m.
tersebut kemudian di intrepretasi dari terdapat pada kedalaman 134-120m
hasil penampang perahu yang sehingga memiliki ketebalan 14m. Pada
dihasilkan. bagian ini memiliki 6 lapisan yang
memiliki tingkat resistivitas yang
4. HASIL DAN PEMBAHASAN berbeda.
Dari hasil penelitian dan Penyebaran yang tidak merrata
pengolahan data sekunder tersebut, pada tiap-tiap lapisan merupakan sebuah
dapat diperoleh hasil penampang perahu anomali pada penampang perahu hasil
seperti (gambar 4.1 dan gambar 4.2 ). dari data analisa. Terdapatnya lapisan
Panjang lintasan 230m dan memiliki yang membentuk seperti lekukan di
ketebalan 30 meter, pengambilan data bagian samping dan juga tonjolan atau
dilakukan di kedalaman 150-120m .Dari gundukan di bagian tengah penampang
data tersebut dapat dianalaisa dan perahu, dapat di intrepretasikan sebagai
berdasarkan klasifikasi batuan sebuah struktur geologi. Kenampakan
berdasarkan nilai resistivitasnya dari seperti melipat (gambar 4.3) dapat
Roy, E.H. 1984 yang terlampir berikut. diartikan sebagai struktur lipatan yang
terjadi pada daerah penilitian tersebut.
Data pendukung adalah, adanya
pengulangan litologi pada kedalaman
148m dan juga pada kedalaman 135m
ada tepi penampang. Litologi yang
dihasilkan juga mendukung untuk proses
terjadinya lipatan tersebut. Pada lapisan
bagian pertama terdapat litologi pasiran,
kemudian terdapat batuan dasar
berkekar, yang menandakan juga adanya
struktur geologi pada daerah tersebut.
Tidak terjadinya patahan dikarenakan
tingkat ke-elastisitas batuan tesebut
terhitung elastis, sehingga tahan
terhadap gaya pembentuk lipatan
tersebut.
Tabel 4.1. tabel klasifikasi Roy, E.H. 1984
5. KESIMPULAN
Berdasarkan klasifikasi tersebut, Dari data analisa dan
dapat dilihat dari penampang perahu pembahasan, dapat dietahui
(gambar 4.1) pada 150 meter di kesimpulannya sebagai berikut:

3
Terdapat 3 bagian pada Ddaerah Porong Sidoarjo
penampang perahu pada daerah Dengan Metode Geolistrik
penilitan Tahanan Jenis Untuk
Terdapat 14 lapisan, pada Mendapatkan Bidang Patahn.
bagian 1 terdapat 5 lapisan, pada Surabaya: ITS.
bgian 2 terdapat 3 lapisan, ada Santoso. 2000. Pengantar Teknik
bagian 3 tedapat 6 lapisan. Geofisika. Bandung: ITB
Terdapat anomali yang di Staf Asisten. 2015.Panduan
intrepretasikan sebagai suatu Praktikum Geolistrik.
bentuk lipatan yang terdapat Laboratorium Geofisika
pada daerah penelitian. Eksplorasi : Yogyakarta.
Telford,W., Geldart L.P., Sheriff R.E.,
DAFTAR PUSTAKA Keys D.A., 1990. Applied
geophysics. USA: Cambridge
Setiyawan, Teguh, Widya Utama. 2005. University Press.
Interpretasi Bawah Permukaan

4
Gambar 4.1. penampang perahu daerah penelitian

Gambar 4.2. penampang perahu dan perhitungannya pada daerah penelitian

Gambar 4.1. anomali yang diinterpretasikan lipatan, ditunjukan oleh garis kuning.