You are on page 1of 15

JENIS-JENIS ZAT KIMIA SERTA PENGELOMPOKKAN

SENYAWA KIMIA

OLEH :

PUTU ELVIRA YULIANTHI


1608511050

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2016
JENIS-JENIS ZAT KIMIA
1. Asam Asetat
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik
yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka
memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-
COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H.

A. Sifat Fisik
Bentuk : Cairan
Warna : Tidak berwarna
Bau : Tajam
Titik lebur : (17oC)
Titik didih : 116-118
Rumus Molekul : CH3COOH
Densitas :(20oC) 1,05 g/cm3
Nilai pH (50g/l H2O) : (20oC) 2,5
Kekentalan Dinamik : (20oC) 1,22 mm2/s
Kekentalan Kinematik: (20oC) 1,77
Suhu penyalaan : 485oC
Titik nyala : 39oC
Batas ledakan : Lebih rendah 4 Vol%, leboh tinggi 19,9 Vol%
Tekanan uap : (20oC) 1,54 hPa
Densitas uap relatif : 2,07
Kelarutan dalam air : (20oC) Dapat larut
Log Pow : -0,17
Faktor Biokonsentrasi: 1
Indeks Refraksi : (20oC) 1,37
B. Sifat Kimia
Reaksi dengan alkohol menghasilkan ester
CH3OH + CH3COOH CH3COOCH3 + H2O
Pembentukan garam keasaman
2CH3COOH + Zn (CH3COO)2Zn2+ + H2
Reaksi konversi menjadi ester
CH3COOH CH2OH CH3COOCH2 -
Benzyl alcohol Benzyl asetat
Konversi ke klorida-klorida asam 50oC
3CH3COOH + PCl3 3CH3COCl + H3PO3
Substitusi dari alkyl/aryl group
Cl2P Cl2P Cl2P
CH3COOH ClCH2OH Cl2CHCOOH Cl3CCOOH
Chloroacetic Dichloroacetic Trichloroacetic
Pembentukan ester
CH3COOH + CH3CH2OH CH3COOC2H5 + H2O
C. Karakteristik
Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium, dan
seng, membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat).
D. Manfaat
Asam asetat memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia,tidak hanya itu
asam asetat juga berperan dalam perindustrian dan kesehatan, yaitu:
Dalam industri makanan asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman,
pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan, serta untuk menambah rasa
sedap pada masakan.
Asam asetat digunakan sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan berbagai
senyawa kimia. Sebagian besar (40-45%) dari asam asetat dunia digunakan
sebagai bahan untuk memproduksi monomer vinil asetat (vinyl acetate
monomer, VAM).
Selain itu asam asetat juga digunakan dalam produksi anhidrida asetat dan
juga ester. Penggunaan asam asetat lainnya, termasuk penggunaan dalam
cuka relatif kecil. Sekitar larutan 12,5% untuk makanan.
Reagen untuk analisa.
Untuk membuat putih timbal, dll.
E. Cara Perlakuan
a) Penyimpanan Asam Asetat
Jauhkan bahan dari nyala api.
Tutup wadah dengan rapat dan hati-hati bila membuka tutup wadah.
Simpan dalam wadah yang kuat dan tahan bocor dalam ruangan yang
berventilasi pada suhu diatas 16oC (titik beku).
Jauhkan dari bahan inkompatibel: Oksidator (Kromat, Permanganat,
Perklorat, basa kuat seperti NaOH dan logam).
Simpan dalam area terpisah dan disetujui.
Simpan wadah tertutup rapat dan disegel sampai siap untuk digunakan.
Hindari semua sumber-sumber pengapian (percikan atau api)
b) Stabilitas Reaktifitas
Kondisi yang harus dihindarkan yaitu pemanasan.
Suhu < 0oC
Bahan yang harus dihindari: Beresiko meledak dengan zat pengoksid.
Reaksi yang hebat dapat terjadi dengan logam (Besi, Zinc, Magnesium)
Dinyatakan meledak dengan udara dalam uap atu gas jika di panaskan.
2. Asam Benzoat
Asam Benzoat (benzoic acid) adalah suatu senyawa kimia dengan rumus
C6H5COOH . Produk ini merupakan bahan kimia yang berupa asam organik padat
berbentuk kristal putih, mudah terbakar, larut dalam alkohol, ether, mudah menguap,
dan mudah meledak. Asam benzoat dengan nama dagang benzenecarboxylic acid atau
carboxybenzene merupakan carboxylic acid aromatik yang paling sederhana.

A. Sifat Fisik
Bentuk : Padat
Warna zat : Putih
Titik leleh : 122,4 C
Titik didih : 249,2 C
Tekanan uap : 0,001 hPa pada 20 C
Titik nyala : 121 C
Titik sublimasi : >100 C

Suhu menyala : 570 C
Densitas curah : Ca.500 kg/m3
Berat jenis uap relatif : 4,21
Berat jenis : 1,321 g/cm3 pada 20 C
Kelarutan dalam air : 2,9 g/L pada 25 C
Larut dalam alkohol, aseton, benzena, chloroform, etanol. Sedikit larut:
petroleum eter dan heksana.
B. Sifat Kimia
Derajat keasaman merupakan salah satu sifat kimia benzena dan turunannya.
Fenol dan asam benzoat termasuk asam lemah. Asam benzoat lebih kuat dibandingkan
fenol. Fenol yang memiliki gugus fungsi -OH ternyata bersifat asam lemah, yang
berarti memberikan ion H+, sedangkan anilin yang memiliki gugus NH 2 bersifat
basa lemah, yang berarti menerima ion H+. Benzena lebih mudah mengalami reaksi
subtitusi daripada reaksi adisi.
C. Karakteristik
Mudah terbakar pada suhu tinggi, titik nyala 121 oC. Produk pembakaran berupa
karbon oksida (CO, CO2).
D. Manfaat

No. Turunan Benzena Manfaat

1. Toluena - bahan pembuatan asam benzoat


(metil benzena) - bahan pembuat TNT (trinitro toluena)
- pelarut senyawa karbon

2. Asam Benzoat - pengawet makanan


(karboksilatbenzena) - bahan baku pembuatan Fenol
3. Fenol (hidroksibenzena / - Zat antiseptik
fenil alkohol) - zat disinfektan
- Pembuatan pewarna
- resin

4. Trinitro Toluen (TNT) -bahan peledak

5. Trinitro benzena (TNB) - bahan peledak

6. Nitro benzena - pewangi pada sabun


- pembuatan anilin

7. Anilin (aminobenzena / fenil - obat-obatan - bahan peledak


amina) - bahan dasar zat warna diazo

9. Stirena - bahan pembuatan plastik dan karet sintetis

9. Asam salisilat - bahan obat / zat analgesik (aspirin)


- obat penyakit kulit

10. Asam tereftalat -bahan serat sintetik polyester

11. Parasetamol (asetaminofen) - obat penurun panas

12. Benzal dehida - zat aditif penambah aroma makanan

13. Benzil alkohol - bahan pelarut

14. Halogen benzena - digunakan pada pembuatan cat dan


pembuatan insektisida.

15. Asam benzena sulfonat - pembuatan obat


-pemanis buatan (sakarin termasuk turunan
asam benzena sulfonat)

E. Cara Perlakuan

Penanganan:

Jauhkan dari panas. Jangan ditelan. Jangan menghirup debu. Pakailah pakaian
pelindung yang sesuai. Ventilasi ruangan cukup, pakai peralatan pernapasan yang
sesuai. Jika tertelan, segera bawa ke dokter dan tunjukkan wadah atau label. Hindari
kontak dengan mata dan kulit.

Penyimpanan:
Wadah pastikan tertutup rapat. Simpan di tempat yang dingin dan berventilasi
cukup.

3. Natrium Hidroksida (NaOH)


Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik, soda api, atau
sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk
dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida
membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Natrium
hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.

A. Sifat Fisik
Massa molar : 39,9971 g/mol
Densitas : 2,1 g/cm
Titik lebur : 318 C (591 K)
Titik didih : 1390 C (1663 K)
Kelarutan dalam air : 111 g/100 ml (20 C)
Kebasaan (pKb) : -2,43
B. Sifat Kimia
Berwarna putih atau praktis putih
Berbentuk pellet, serpihan atau batang atau bentuk lain
Sangat basa dan mudah terionisasi membentuk ion natrium dan hidroksida
Keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur
Bila dibiarkan di udara akan cepat menyerap karbondioksida dan lembab
Mudah larut dalam air dan dalam etanol tetapi tidak larut dalam eter
NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air

C. Karakteristik
Penyebab kerusakan pada organ paru-paru. Serta sangat berbahaya dalam kasus
inhalasi (korosif paru-paru), kasus kulit kontak (korosif, permeator), kontak mata
(korosif), menelan.
D. Manfaat
Di sekitar rumah,natrium hidroksida digunakan untuk membuat sabun yang
digunakan untuk mandi, mesin pencuci piring dan pencuci pakaian
mengandung beberapa jumlah natrium hidroksida. Pembersih rumah tangga
untuk karpet dan ubin juga mungkin memiliki beberapa sejumlah
kecil senyawa juga.
Natrium hidroksida digunakan dalam banyak industri. Salah satunya adalah
digunakan dalam pembuangan gas dengan cara menghilangkan asam
sebelum membuang gas tersebut ke udara atau lingkungan terbuka.
Pembuatan kertas dari kayu.
Produksi surfaktan, sabun dan pemutih.
Pembuatan bahan kimia organik, salah satu yang paling penting adalah
epoxypropana (propilena oksida), yang digunakan selanjutnya untuk
membuat poliuretan.
E. Cara Perlakuan
Simpan pada tempat yang terhindar dari panas, kelembaban, dan incompatibles.
Sisa penggunaan bahan tidak dapat disimpan untuk pemulihan atau daur ulang harus
dikelola dalam limbah, karena memiliki kemungkinan menunjukkan karakteristik
limbah berbahaya yang membutuhkan analisa yang tepat untuk menentukan
persyaratan pembuangan tertentu. Pemrosesan, penggunaan, atau kontaminasi produk
ini dapat mengubah opsi manajemen limbah.
4. Asam Klorida (HCl)

A. Sifat
Fisik
Massa atom : 36,45
Massa jenis : 3,21 gr/cm3
Titik leleh : -1010C
Titik Didih : 108.58oC pada 760 mmHg (untuk 20,22% HCl dalam air)
83oC pada 760 mmHg (untuk 31% HCl dalam air) dan
50,5oC (untuk 37% HCl dalam air)
Energi ionisasi : 1250 kj/mol
Kalor jenis : 0,115 kal/gr0C
Tekanan Uap : 16 kPa pada 20C rata-rata
Kepadatan uap : 1,267 (Air = 1)
Bau Threshold : 0,25 sampai 10 ppm
Pada suhu kamar, HCl berbentuk gas yang tak berwarna
Berbau tajam.
B. Sifat Kimia
HCl akan berasap tebal di udara lembab.
Gasnya berwarna kuning kehijauan dan berbau merangsang.
Dapat larut dalam alkali hidroksida, kloroform, dan eter.
Merupakan oksidator kuat.
Berafinitas besar sekali terhadap unsur-unsur lainnya, sehingga dapat
Racun bagi pernapasan
C. Karakteristik
Bereaksi dengan air terutama ketika air ditambahkan ke produk. Bereaksi dengan
oksidasi melepaskan gas klorin. Tidak kompatibel dengan, alkali logam, karbida,
borida, oksida logam, vinil asetat, acetylides, sulfida, phosphides, sianida, karbonat.
Bereaksi dengan kebanyakan logam untuk menghasilkan gas Hidrogen mudah
terbakar.
D. Manfaat
HCl digunakan untuk produksi baterai, yang dapat digunakan untuk
menyediakan energi listrik untuk mesin.
Banyak obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi
mengandung HCl sebagai bagian dari bahan-bahan aktif, dan ini adalah
praktek yang meluas di antara perusahaan obat.
HCl dapat digunakan dalam produksi logam, seperti baja, di mana ia
digunakan dalam pengawetan (pemurnian) dari produk akhir.
E. Cara Perlakuan
Penanganan bahan :
Bekerja dengan gas atau uap HCl harus dalam lemari asam. Waspada
terhadap kebocoran gas.
Pencegahan terhadap pemaparan :
- Gunakan SCBA dan pakaian pelindung
- Tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan
Penyimpanan :
Simpan di tempat dingin, berventilasi dan lantai gedung harus tahan asam.
Syarat khusus penyimpanan bahan :
Jauhkan dari bahan oksidator dan bahan alkali, serta sianida, sulfida,
formadehid, logam natrium, merkuri sulfat dan amonium hidroksida. Periksa
kebocoran wadah asam.
5. Amonia
Amonia adalah salah satu jenis senyawa kimia yang secara alami ada di alam dan
tubuh kita. Senyawa amonia terdiri dari satu atom nitrogen dan tiga atom hidrogen
yang masing-masing berikatan kovalen dengan aton N. Senyawa amonia mempunyai
rumus NH3. Amonia dapat dijumpai dalam bentuk cair maupun gas.

A. Sifat Fisik
Berat Molekul : 17,03
Titik Beku (0C) : -77,07
Titik didih (0C) : -33,35
Densitas (g/mL) : 0,817 (800C)
Viskositas (cP) : 0,255
Panas Pembentukan (kJ/mol) : 46,2 (180C)
Panas Penguapan (kJ/mol) : 23,3 (-33,30C)
Panas spesifik (J/g 0C) : 2,225
Bentuk : Cair
Kadar ammonia : 99.5% berat (minimum)
Kadar air : 0.5% berat (maksimum)
Minyak : 5 ppm (b/b) (maksimum)
Tekanan : 1.25 atm
Temperature : -33 oC
B. Sifat Kimia
Lebih ringan dari udara sehingga akan bergerak ke atas pada keadaan normal.
Gas ini sering jatuh ke bawah dan terakumulasi bersama air hujan.
Amonia larut dalam air. Perbandingannya 1 liter air berbanding dengan 1300
liter volume gas amonia. Karena kelarutannya dalam air sangat tinggi gas ini
jarang dijumpai di atas permukaan air.
Gas amonia dapat dengan mudah diubah wujudnya ke cair dengan
mengkondisikannya pada tekanan 8 sampai dengan 10 atmosfer (atm).
C. Karakteristik
Kesehatan:
Efek Jangka Pendek (Akut)
Iritasi terhadap saluran pernapasan, hidung, tenggorokan dan mata terjadi
pada 400-700 ppm. Sedang pada 5000 ppm menimbulkan kematian. Kontak
dengan mata dapat menimbulkan iritasi hingga kebutaan total. Kontak dengan
kulit dapat menyebabkan luka bakar (frostbite).
Efek Jangka Panjang (Kronis)
Menghirup uap asam pada jangka panjang mengakibatkan iritasi pada
hidung,tenggorokan dan paru-paru. Termasuk bahan teratogenik.
Kebakaran:
Dapat terbakar pada daerah mudah terbakar : 16-25 % (LFL-UFL).
Reaktivitas :
Stabil pada suhu kamar, tetapi dapat meledak oleh panas akibat kebakaran.
Larut dalam air membentuk ammonium hidroksida.
D. Manfaat
Amonia sangat mudah terlarut dalam air menjadi sebuah larutan sehingga ia
banyak digunakan sebagai bahan pembersih baik itu pembersih alat masak
maupun alat-alat rumah tangga. Seringnya pembersih yang kita gunakan
mengandung 5 sampai dengan 10% amonia.
Amonia adalah bahan utama dalam pembuatan rayon dan urea.
Zat ini juga digunakan dalam pembuaan pupuk seperti pupuk urea, amonium
nitrat, amonium sulfat, dan sebagainya.
Di bidang industri furnitur, amonia digunakan sebagai bahan permbersih
furnitur dan juga pembersih permukaan kaca.
Digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam nitrat melalui proses
Ostwald.
Dalam proses Solvay memerlukan amonia untuk menghasilkan natrium
karbonat.
Sebagai pendingin dalam pabrik es karena amonia cair mudah menguap dan
menyerap banyak panas.
Membuat hidrazin (N2H4), bahan bakar roket.
Digunakan pada industri kertas, karet, dan farmasi.
Sebagai refrigeran pada sistem kompresi dan absorpsi.
E. Cara Perlakuan
Hindari penghirupan gas/uap. Juga hindari kontak dengan kulit dan mata. Pasang
ventilasi atau local exhauster di tempat kerja untuk mengurangi cemaran agar <
NAB. Pakailah alat pelindung diri : respirator, kacamata, gloves dan pakaian kerja.
Wadah dan pompa untuk transfer bahan harus di groundkan untuk menghindari
terjadinya listrik statis. Hindari kontak amonia dengan karet, plastik dan cat. Simpan
bahan dalam wadah tertutup, di luar, bebas dari matahari, berventilasi, dingin, jauh
dari api dan pemanas.
6. Senyawa KMnO4 (Kalium Permanganat)
Kalium permanganat adalah senyawa kimia organik dengan rumus KMnO4.
Kalium permanganat adalah garam yang terdiri dari K+ dan -MnO 4 ion. Sebelumnya
dikenal sebagai permanganat dari kalium atau kristal Condy, itu adalah sebuah agen
pengoksidasi kuat. Larut dalam air untuk memberikan solusi ungu intens, penguapan
yang memberikan prisma kristal berkilau keunguan-hitam.
A. Sifat Fisik
Berat Molekul : 197,12 gr/mol.
Berat jenis : 2,7 pada 15oC
Titik didih : 32,350C.
Titik beku : 2,830C.
Titik lebur : 1500C (terdekomposisi)
Densitas : 2,7 kg/L pada 20C
Keadaan fisik : Padatan (solid)
Bau : Berbau
Rasanya : Manis, astringen
Warna : Ungu (Dark)
Penampakan Kristal ungu seperti kristal perunggu
B. Sifat Kimia
Kelarutan :
Mudah larut dalam metanol, aseton. Sebagian larut dalam air dingin, air
panas. Larut dalam Asam Sulfat
Larut dalam methanol : KMnO4 + CH3OH CH3MnO4 + KOH
Mudah terurai oleh sinar : 4KMnO4 + H2O 4 MnO2 + 3O2 + 4KOH
Dalam suasana netral dan basa akan tereduksi menjadi MnO 2 : 4KMnO4 +
H2O 4 MnO2 + 3O2 + 4KOH
Kelarutan dalam basa alkali berkurang jika volume logam alkali berlebih.
Merupakan zat pengoksidasi yang kuat.
Bereaksi dengan materi yang tereduksi dan mudah terbakar menimbulkan
bahaya api dan ledakan.
C. Karakteristik
Senyawa ini panas apabila dimakan atau dihisap, juga mengakibatkan panas
apabila terjadi kontak dengan kulit. Dengan sedikit larutan potasium permanganat
dapat menyebabkan melarutkan seng dengan menggunakan air yang banyak.
D. Manfaat
Disinfektan dan pengolahan air
Biomedis
Sintesis organik
Kalium permanganat (PK) merupakan oksidator kuat yang sering digunakan
untuk mengobati penyakit ikan akibat ektoparasit dan infestasi bakteri
terutama pada ikan-ikan dalam kolam.
E. Cara Perlakuan
Jauhkan dari senyawa yang mudah terbakar. Gunakan pakaian dan sarung tangan
yang layak dipakai dan dapat melindungi kita. Serta gunakan masker wajah.

PENGELOMPOKAN BAHAN KIMIA


Sifat Bahan Kimia Contoh
Korosif a. Asam Sulfat (H2SO4)
b. Asam Klorida (HCl)
c. Natrium Hidroksida (NaOH)
d. Kalium Hidroksida (KOH)
e. Amonium Hidroksida (NH4OH)
f. Asam Fosfat
Toksisitas/Toksik a. Chloroform
b. Benzene
c. Potassium
d. Dichromate/Sulfuric acid mixture
e. Alcoholic potassium hydroxide
f. Asam Sianida
Karsinogen a. dimethyl sulfate
b. ethylmethane sulfonate (EMS)
c. benzo(a)pyrene
d. 2-Naphtylamine (p-naphthylanzine)
e. Benzidine
f. Dimethylarninoazobenzene
Mudah Menguap a. Amonia (NH4OH)
b. Formalin 40 % (HCHO)
c. Aseton (CH3COCH3)
d. Chloroform (CHCl3)
e. Asam Klorida (HCl)
f. Kalium Dikromat (K2Cr2O7)