You are on page 1of 12

STATUS TEKNOLOGI BUDIAYA KEMIRI

Rosihan Rosman dan Endjo Djauhariya


Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik

ABSTRAK Kemiri telah dikenal sejak lama,


Kemiri (Aleurites moluccana Wild.) Menurut Heyne (1987), antara
merupakan salah satu tanaman industri dari tahun1918-1925 jumlah kemiri yang
keluarga Euphorbiaceae. Hasil dari tanaman ini dikapalkan ke jawa rata-rata sebanyak
adalah buahnya. Hingga saat ini tanaman kemiri 3.630 ton/tahun dan pada waktu itu
sudah berkembang cukup lama di Indonesia, kemiri yang diekspor rata-rata 112
namun masih terpencar dan belum
dibudidayakan secara baik. Hasil penelitian ton/tahun, yang pada tahun 1925
untuk mendukung teknologi budidaya yang mencapai 268.2 ton. Pada tahun 1990
mampu meningkatkan produktivitasnya telah ekspor kemiri mencapai sebesar 579
banyak dilakukan. Selama ini tanaman kemiri ton dengan nilai US $ 390 dan tahun
dikembangkan di lahan-lahan keritis, sehingga 1995 meningkat menjadi 624 ton
produktivitasnya masih rendah, namun
sebetulnya masih dapat ditingkatkan bila lokasi dengan nilai US $ 430.000 (Anon,
pertanaman sesuai persaratan tumbuh tanaman. 2002). Harga biji kemiri kupas
Peluang pengembangan tanaman kemiri masih Rp.9270,-/kg (Tahun 2000). Negara
cukup besar. Untuk mendukung pengem- tujuan ekspor adalah Singapura,
bangannya telah dipetakan daerah-daerah yang Malaysia, Netherlands dan Saudi
sesuai untuk pengembangan tanaman kemiri.
Peta tersebut mengarahkan ke wilayah mana Arabia.
sebaiknya tanaman kemiri dikembangkan. Dari tahun ke tahun luas
pertanaman kemiri di Indonesia terus
PENDAHULUAN mengalami peningkatan, pada tahun
Kemiri (Aleurites moluccana 1991 mencapai 130.122 ha yang terdiri
Wild.) atau candle nut adala salah satu dari 130.018 ha berupa perkebunan
tanaman industri dari famili rakyat dan 104 ha perkebunan swasta.
Euphorbiaceae (Lawrence, 1964) yang Pada tahun 2000 luas area meningkat
tersebar didaerah tropik dan subtropik menjadi 205.532 hektar (205.435 ha
(Purseglove, 1981). Kemiri merupakan perkebunan rakyat dan 97 ha
bahan dasar cat, pernis, tinta, sabun, perkebunan swasta). Dengan
pengawet kayu, minyak rambut dan produksinya pada tahun 1991 baru
bahan pembatik, sedang isi biji sebagai 36.819 ton dan tahun 2000 sebesar
bumbu masak (Heyne, 1987). Selain itu 74.319 ton. Terahir dalam data statistic
menurut Hadad dan Suryana (1995) perkebunan tahun 2003 tercatat luas
dapat juga sebagai obat kulit, obat areal 212.518 ha dengan produksi
pinggang, sakit kepala, demam, borok, 89.155 ton. Daerah yang banyak
bisul, disentri, dan sariawan. pertanaman kemiri (Anon, 2002)
adalah propinsi Nusa Tenggara Timur

55
(Luas area 52.722 ha dan produksi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa
26.194 ton). Tenggara Timur, Sulawesi dan Maluku
Mengingat peranannya dalam merupakan daerah-daerah dimana
memberikan lapangan kerja dibidang kemiri ditanam (Tabel 1). Daerah yang
pertanian, perdagangan dan industri paling banyak pertanaman kemirinya
serta peningkatan pendapatan petani, adalah Propinsi Nusa Tenggara Timur
maka pada bagian selanjutnya (luas area 84.941 hektar dan produksi
diuraikan sampai sejauh mana 1.390 ton) diikuti oleh propinsi
penelitian dan pengembangan kemiri di Sulawesi Selatan (luas area 52.722
Indonesia dan permasalahan yang hektar dan produksi 26.194 ton), Aceh
dihadapi saat ini serta bagaimana (luas area 23.645 hektar dan mproduksi
potensi pengembangannya. 16.671 ton), Sumatra Utara (luas area
15.680 hektar dan produksi 8.1771 ton)
PERKEMBANGAN TANAMAN dan propinsi lainnya. Secara
KEMIRI DI INDONESIA keseluruhan luas areal tanaman kemiri
Menurut WIT dalam Hadad dan di Indonesia 205.532 hektar dengan
Suryana (1995) tanaman kemiri telah produksi 74.319 ton. Perkembangan
menyebar ke berbagai negara di dunia. luas areal kemiri dari tahun ketahun
Pada tahun 1905 kemiri yang berasal terus meningkat (Tabel 2). Tahun 1984
dari Cina ditanam di Amerika Serikat hanya 74.736 hektar dengan produksi
dan tahun 1925 - 1930 menyebar ke 29.246 sedangkan pada tahun 2000
berbagai belahan dunia, antara lain ke mencapai 205.532 hektar dengan
Rusia, Argentina, Brazil, Madagaskar, produksi 29.246 t, dan meningkat
Paraguay, Afrika Selatan dan Australia. menjadi luas 205.322 hektar dengan
Kemiri masuk ke Indonesia antar tahun produksi 877.375 ton pada tahun 2001.
1930-1933 yaitu jenis A. Montana dan Begitu pula ekspor dan impornya.
A. fordii. Jenis ini tersebar di Pulau Ekspor kemiri kita mengalami
Jawa dan Sumatra. Kemiri yang peningkatan. Pada tahun 1984 sebesar
banyak terdapat di Indonesia saat ini 9234 ton dengan nilai US $ 6.728.000)
adalah jenis A. moluccana. Jenis A. sedangkan tahun 1999 (729 ton dengan
moluccana Wild berasal dari nilai US $ 8.764.000). Sejak tahun
malayssia. 2000 sampai tahun terahir (2005),
Tanaman kemiri banyak ditanam Indonesia tidak lagi menekspor kemiri,
di Indonesia, yaitu Propinsi Aceh, malah menjadi negara pengimpor.
Sumatra Utara, Sumatra Barat, Rata-rata impor kemiri setiap tahunnya
Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, sebanyak 11 ton dengan nilai US $
Jawa Barat, Kalimantan Selatan, 21.000.
Kalimantan Timur Kalimantan Barat,

56
Tabel 1. Luas areal dan produksi kemiri di Indonesia periode 2002 dan 2004
Propinsi Jumlah/Total
No Province Luas (ha) Produksi (ton)
2002 2004 2002 2004
1 Aceh (NAD) 23.645 22.944 16.671 16.243
2 Sumatra Utara 15.680 17.646 8.171 15.530
3 Sumatra Barat 3.286 4.073 1.535 4.268
4 Riau 82 263 2 6
5 Jambi 938 1.052 18 58
6 Sumatra Selatan 1.796 1.784 1.050 1 014
7 Bangka Beliting 0 242 0 115
8 Bengkulu 800 1.680 132 562
9 Lampung 184 227 138 139
10 Jawa Barat 729 572 130 257
11 Banten 90 89 5 5
12 Jawa Tengah 100 162 7 4
13 DIY Yogyakarta 1.276 901 0 0
14 Jawa Timur 885 1.089 272 297
15 Bali 223 188 15 12
16 NTB 3.014 3 053 2.152 2.150
17 NTT 84.941 81.297 13.901 14.526
18 Kalimantan Barat 0 0 0 0
19 Kalimantan Tengah 839 998 5 13
20 Kalimantan Selatan 1.670 2.567 1.181 2.281
21 Kalimantan Timur 3.263 3.412 910 651
22 Sulawesi Utara 332 336 151 214
23 Gorontalo 3.603 3.861 624 535
24 Sulaweswi Tengah 2.086 3.926 178 383
25 Sulawesi Selatan 52.722 56.858 26.194 28.173
26 Sulawesi Tenggara 2.859 3.095 634 764
27 Maluku 311 172 147 281
28 DKI Jakarta 0 0 0 0
INDONESIA 205.532 212.487 74.319 88.481
Sumber : Anon, 2002 dan 2004

57
Tabel 2. Perkembangan luas areal, produksi, ekspor dan impor kemiri Indonesia
Luas Produksi Ekspor Impor
Tahun (ha) (ton) ton US $ ton US $
(000) (000)
1984 74.736 29.246 234 6.728 2 6
1985 68.444 56.819 154 6.387 1 2
1986 84.668 28.852 175 8.469 4 16
1987 69.632 27.778 298 10.713 1 4
1988 70.621 24.274 411 11.481 1 9
1989 85.177 28.497 507 9.810 3 6
1990 109.806 35.576 677 14.007 11 15
1991 130.122 36.819 607 16.366 6 7
1992 135.486 37.926 666 18.805 3 7
1993 148.024 56.929 763 22.680 5 18
1994 170.098 64.182 720 20.976 4 4
1995 178.378 71.240 629 22.494 20 664
1996 182.587 78.613 632 17.452 10 2
1997 179.621 69.776 539 12.726 14 292
1998 174.798 66.302 507 9.145 53 395
1999 193.805 65.394 729 8.764 11 21
2000 205532 74.319 - - - -
Sumber : (Anon, 2002)

PERKEMBANGAN
Tanaman kemiri tumbuh baik
TEKNOLOGI KEMIRI
pada curah hujan 1000-4000 m/th
Teknologi budidaya tanaman dengan 2-3 bulan kering dengan
kemiri yang selama ini dilakukan ketinggian 300-600 m dpl dan berjenis
dalam mendukung pengembanganya tanah Latosol, Podsolik dan Andosol
masih dirasakan kurang. Selain itu yang berdrainase baik (Anonimous,
pengembangan tanaman kemiri pada 1986). Selanjutnya Hamid (1991)
daerah-daerah yang sesuai dengan menyatakan bahwa tanaman kemiri
didukung teknologi yang efisien dan mampu tumbuh mulai dari 0 1200 m
mampu meningkatkan produktivitas dpl. Suhu 21.42-26.30oC, dengan
tanaman sangatlah diperlukan. kelembaban 75 %. Tanaman ini juga
Pengembangan tanaman didaerah yang mampu tumbuh di daerah agak kering
sesuai berarti menekan pula berbagai dengan 4-5 bulan kering dan curah
biaya yang diperlukan dalam ber- hujan antara 1000-2500 mm/th.
usahatani tanaman kemiri. Selain itu Adanya bulan kering yang dikehendaki
pengembangan tanaman kemiri di berhubungan dengan pembungaan dan
daerah yang sesuai akan terhindar dari pembuahan. Hujan yang tinggi akan
berbagai kemungkinan yang merugi- berpengaruh terhadap pembungaan dan
kan, seperti munculnya hama dan pembuahan. Bunga akan gugur dan
penyakit. tidak terjadi pembuahan.

58
Hasil pengamatan di berbagai Sekitar Tasikmalaya dan Ciamis
lokasi di Sumatra Barat, tanaman Daerah yang sesuai : adalah daerah
kemiri tumbuh baik pada ketinggian dengan ketingguian 0-1000 m dpl,
sampai 500 m dpl dengan jenis tanah curah hujan 2000-2400 mm/th namun
Latosol, Regosol dan Podsolik, yang pH tanah masam dan kelembaban agak
pH H2Onya antara 4.89-6.63, C tinggi, berjenis tanah Latosol, Podsolik,
organic antara 0.77-4.22 %, N total Andosol, dan Regosol. Daerah tersebut
antara 0.06-0.39, C/N ratio 11-19.56, P adalah : sekitar Rangkas Bitung hingga
tersedia antara 1.63-16.17, Ca antara utara Bogor, Cipanas, selatan
1.83-43.69 me/100g, Al antara 2.51- Sukabumi, sekitar Bandung,
4.92 me/100g, KTK antara 10.25-57.35 Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan
me/100g, KB antara 11.49-79.77 %, selatan Ciamis. Daerah yang hampir
liat, liat berpasir dan berpasir lainnya. sesuai adalah daerah dengan ketinggian
Mengingat peranan kemiri 0 1000 m dpl, pH sangat masam,
sebagai komoditas ekspor dan banyak curah hujan diatas 4000 mm/th,
ditanam di Indonesia, perlu mendapat berjenis tanah Podsolik dan Regosol.
perhatian dari pemerintah agar Daerah tersebut adalah : sebelah barat
pengembangan komoditas ini dapat Pandeglang, selatan Rangkasbitung,
dipertahankan. Untuk mendukung selatan Bogor hingga selatan
pengembangannya telah dibuat peta Sukabumi, Garut, Tasikmalaya dan
kesesuaian lahan dan iklim tanaman Ciamis.
kemiri pada beberapa daerah di
Bahan tanaman
Indonesia. Balittro (1988) telah
memetakan daerah yang sesuai di Nusa Dalam upaya membibitkan
Tenggara barat dan Nusa Tenggara kemiri terlebih dahulu biji diupayakan
Timur. Selanjutnya Rosman dan berkecambah. Perkecambahan meru-
Sudiman (2002) telah menyusun pakan awal dari fase pertumbuhan
daerah-daerah yang sesuai untuk benih atau biji bahan tanaman. Pada
pengembangan tanaman kemiri di fase ini kondisi pertumbuhan yang
Pulau Jawa bagian Barat. Adapun laten dari lembaga didalam benih akan
daerah-daerah tersebut adalah : Daerah berubah menjadi aktif dengan diawali
Amat sesuai : Daerah dengan oleh adanya imbibisi air, aktivasi
ketinggian 0 500 m dpl curah hujan enzyme-enzim, translokasi cadangan
2000-3000 mm/tahun, pH agak masam makanan dari endosperm diikuti oleh
dengan jenis tanah Latosol, Podsolik, awal pertumbuhan embrio, retaknya
Andosol, dan Regosol. Daerah dengan kulit benih dan pemunculan kecambah
lokasi ini terletak di Selatan Serang, (Sadjad, 1989 dalam Wahid, 1991).
sekitar Jakarta, Kabupaten Bogor Imbibisi merupakan proses penyerpan
bagian utara Utara Cipanas, Sekitar air secara fisik yang tergantung kepada
Purwakarta, sekitar Cirebon, Bagian 3 faktor yaitu (1) komposisi benih, (2)
barat Sukabumi, Barat daya Garut, ketersediaan air dan (3) permeabilitas
kulit benih (Wahid, 1991).

59
Ada beberapa metode 2. Kikir-asah
perkecambahan benih kemiri yaitu Pengikiran dilakukan dengan
ketok pukul, kikir asah, rendam dalam menggunakan kikir, batu asahan
larutan kimia, dan pembakaran. ataupun permukaan benda keras yang
Perendaman dalam larutan KNO3 -0.2 kasar seperti batu. Tujuan pengikiran
% selama 30 menit dan pembakaran atau pengasahan adalah untuk
dibawah mulsa jerami/alang-alang menipiskan permukaan atau kulit biji,
merupakan metode baru. sehingga perkecambahan dapat lebih
1. Ketok paku cepat. Efektivitas pemecahan domansi
dengan cara ini cukup baik, yaitu dapat
Metode yang dimaksud adalah
memperpendek waktu perkecambahan
dengan mengetok atau memukul benih
dari 2 bulan menjadi 15-20 hari saja
pada bagian kepalanya yang runcing
dengan persentase perkecambahan
(Anon, 1988). Pemukulan ataau
mencapai 70 %.
pengetokan kepala dapat dilakukan
dengan batu, martil atau benda 3. Rendam dalam larutan kimia
tumpulm lainnya dengan hati-hati dan Benih yang akan disemai
tidak dilakukan terlalu keras (supaya dimasukan ke dalam ember plastic
tidak hancur). Pengetokan dilakukan kemudian disiram dengan larutan
hanya nuntuk membuat kulit benih H2SO4 pekat hingg terendam
menjadi retak, sehingga proses seluruhnya selama 15 menit atau
perkecambahan dapat berlangsung menggunakan KNO3 0.2 % (2 g
cepat. Dengan cara ini, perkecambahan KNO3 yang dilarutkan dalam 1 liter
normal yang biasanya + 2 bulan air). Setelah itu benih dibilas dengan air
dipersingkat menjadi 15-20 hari, kemudian disemai dimedia yang telah
dengan persentase tumbuh + 70 %. disediakan. Perendaman dalam larutan
Hasil akan lebih baik bila sebelum kimia ini lebih baik dibandingkan
pengetokan dan pemukulan benih dengan cara pengikiran, perendaman
direndam dulu dalam air dingin selama dalam air 10 hari dan control (tidak
15 hari (Ginonga at al, 1989). diberi perlakuan).

Tabel 3. Pengaruh perlakuan fisik dan kimia terhadap perkecambahan benih kemiri.
Perlakuan Daya kecambah Keserampakan tumbuh
o
Perlakuan C 0 0
Dikikis bagian mikrofil 15.00 12.50
Direndam H2SO4 pekat 53.75 36.25
Direndam KNO3 0,2 %, 30 menit 86.25 75.00
Direndam air 10 hari 41.25 41.25
Kontrol 11.20 11.25
Sumber : Udarno et al (1990)

60
Perendaman dalam KNO3 memiliki mutu yang baik, daya
memberikan hasil terbaik (Tabel 3). kecambah sebesar + 85 % akan dapat
ditinjau dari segi kecepatan tumbuh, dicapai (Tabel 4).
daya kecambah, dan vigor bibitnya Benih yang telah berkecambah
(Udarno et al, 1990). dibibtkan terlebih dahulu di
pembibitan. Pembibitan berlangsung
4. Pembakaran
selama 6 bulan dan saat itu tanaman
Pada metode ini, benih terpilih telah mencapai 60 cm dengan diameter
(masak fisioligis) berasal dari biji batang mencapai 0,80 cm disertai
berbuah dua, bukan yang berbiji beberapa pasang daun yang tumbuh
tunggal. Biji disemai pada bedengn sehat dan subur (Wahid, 1991).
dengan jarak 5 cm dan sedikit ditekan Pembibitan sebaiknya dilakukan di
tetapi tidak terendam, sehingga bagian polibag yang telah diisi tanah yang
punggung benih masih terlihat, dicampur dengan pupuk kandang (2:1).
kemudian ditutupi dengan mulsa jerami Bibit harus dalam keadaan ternaungi
atau alang-alang kering serata mungkin dan cukup air. Untuk mencegah
dengan ketabalan kurang lebih 3-10 kekeringan selama di pembibitan
cm. Selanjutnya dilakukan pembakaran dilakukan penyiraman. Selain itu
mulsa mulai dari salah satu ujung dilakukan penyiangan dengan
persemaian. Bila mulsa cukup kering, mencabut rumput atau tanaman liar
pembakaran akan berlangsung selama (gulma) yang tumbuh disekitar
3 menit. Bila selesai pembakaran bibit/tanaman. Hama dan penyakit
segera mungkin disiram dengan air selama di pembibitan tidak terlalu
dingin menggunakan embrat. bermasalah, sehingga pencegahan dan
Penyiraman tersebut meng- pemberantasannya tidak begitu
akibatkan benih retak-retak dan setelah diperhatikan.
15-20 hari, bila bahan tanaman

Tabel 4. Pengaruh pembakaran dan naungan terhadap perkecambahan benih kemiri


Hari mulai Hari mulai 87 % % perkecambahan setelah 90
Perlakuak Berkecambah Berkecambah hari
Treatment Days of atarting Day of 87 % (%) of total
germination germinated Germination after 90 days
Dibakar 1 x tanpa naungan 21 51 86.40
Dibakar 1 x dengan 50% naungan 25 57 86.11
Dibakar 2 X tanpa naungan 15 45 86.05
Dibakar 2 X dengan 50% naungan 20 50 85.95
Tidak dibakar dan tidak dinaungi 40 97 85.30
dengan 50% naungan 43 104 85.40
Sumber : Yudarfis at al, 1990

61
Persiapan lahan di sekitar tanaman tumbuh gulma.
Sebelum tanaman ditanam Adanya gulma dapat mengakibatkan
terlebih dahulu dilakukan pengolahan persaingan dalam mengambil zat hara
tanah. Tanah yang telah diolah dibuat dalam tanah. Penyiangan dilakukan di
lobang tanam dengan ukuran lebar 50 sekitar pohon saja. Untuk tanaman
cm, panjang 50cm dan dalam 50 cm dewasa atau yang sudah berbuah
dengan jarak tanam 4 x 4 m hingga 8 x penyiangan gulma atau alang-alang
8 m tergantung kondisi lahan dan akan mempermudah dalam
kesuburan lahan. Untuk lahan datar pemungutan hasil, karena buah yang
jarak tanam lebih lebar dari lahan jatuh ke tanah akan nampak.
miring. Menurut Hamid (1991) pada Pemupukan dapat dilakukan dengan
lahan miring (berlereng) sebaiknya pemberian pupuk organic atau buatan.
pengolahan tanah dilaksanakan Penanaman di lapangan dilakukan
menurut sistim kontur, yaitu melintang dengan melepas atau membuang
terhadap lereng. Hal ini dimaksudkan polibag secara hati-hati. Usahakan
untuk mecegah penghanyutan tanah tanah dalam polibag dalam kondisi
(erosi). Erosi yang tinggi akan utuh tidak pecah berderai, sehingga
mengurangi kesuburan tanah, akibat akan menyebabkan pertumbuhan
lapisan atas tanah yang subur terbawa kemiri akan terganggu.
oleh air hujan yang jatuh dan mengalir Di Indonesia umur bibit siap
di atas permukaan tanah. tanam tiodak sama antara satu daerah
Untuk mengurangi dengan daerah lainnya, tergantng
penghanyutan tanah dan tumbuhnya kondisi bibit dan lingkungannya
gulma dapat ditanam tanaman penutup umumnya pada umur antara 4-6 bulan,
tanah. Tanaman penutup tanah yang ada pula yang menanam pada umur 7
dianjurkan ialah Pueraria javanica, 10 bulan dan ada pula yang menanam
Calopogonium mucumoides, pada umur 3 bulan. Waktu
Centrosema pubeccens, Psopocarpus bertanampun berbeda tergantung
sp dan sebagainya, masing-masing 25- musim hujan. Di Lombok pada bulan
30 kg/ha (Hamid, 1991). Selain Nopember, seangkan di Bima pada
tanaman penutup tanah dapat juga bulan Desember (Hamid, 1991).
dengan menanam tanaman lainya Selama pemeliharaan juga perlu
sebagai tanaman sela, seperti tanaman diperhatikan kondisi lingkungan. Bila
pangan, atau tanaman perkebunan kondisi kering, sebaiknya dilakukan
lainnya. penyiraman. Sebaliknya untuk
mencegah agar tanah tidak tergenang
Penanaman dan pemeliharaan dibuat saluran drainase. Kondisi
Penanaman bibit kemiri tergenang akan mengakibatkan
dilakukan pada awal musim hujan. lingkungan/tanah menjadi lembab. Hal
Bibit ditanam pada lubang yang telah ini akan mendorong berkembangnya
disiapkan. Penyiangan diperlukan bila pathogen penyakit terutama cendawan.

62
Tanaman kemiri sebatulnya Untuk mencegah terjadi serangan
termasuk tanaman yang kurang cendawan ini dapat dilakukan dengan
mendapat gangguan oleh hama atau menggunakan 25 % Carbolineum dua
penyakit. Beberapa penyakit yang kali setahun. Pythium sp menyerang
perlu dicegah kemunculannya adalah kayu tanaman dibagian bawah
penyakit yang disebabkan oleh permukaan tanah. Pemberantasannya
cendawan Diplodia sp, Rhizoctinia sp, dengan mencabut dan membakar
Sphaerostible sp Phytophthora sp, tanaman. Tanah bekas tanaman
Pythium sp dan Botryodiplodia sp.. tersebut disiram dengan 10 liter
Diplodia sp dapat dicegah dengan formalin 1 % per meter persegi.
mengusahakan agar kondisi lingkungan Botryodiplodia sp menyerang tanaman
tidak lembab, sebab cendawan ini pada yang berasal dari stump yaitu mulai
kondisi yang cocok akan cepat dari akar sampai permukaan stump
menyebar dan menyerang pohon (Hamid, 1991).
kemiri. Di Malaysia tanaman yang
Panen dan pasca panen
terserang cendawan ini dalam beberapa
kasuis akan mati setelah dua minggu. Tanaman kemiri mulai berbuah
Rhyzoctonia sp menyerang tanaman umur 3 tahun. Panen dilakukan setelah
muda pada pangkal batang yang belum 75 % buah masak. Pemanenan
mengayu terutama di pesemaian. dilakukan dengan memanjat pohon
Tanaman yang terserang dalam kemiri atau dengan menggunakan
beberapa hari akan mati. Begitu pula galah. Untuk benih, panen dengan cara
tanaman di pembibitan. Untuk membiarkan buah hingga masak dan
memberantasnya dilakukan bila telah masak akan jatuh ke tanah.
penyemprotan denga fungisida ata Buah yang jatuh ke tanah ini sangat
bubur bordeoux. Sphaerostible sp baik untuk benih. Benih yang
menyerang tanaman kemiri yang berkualitas baik dalam 1 kg berisi
dicirikan oleh daun yang layu atau sekitar 80-90 butir. Kemiri berbuah
dapat juga menyerang leher akar. Pada sepanjang tahun. Dari hasil
akar terlihat bercak hijau dan berair pengamatan di Kebun Percobaan
yang berubah menjadi warna coklat . Cibinong, bahwa A. montana pada
Pemberantasan dengan fungisida umur 2 tahun telah mulai berbuah. Di
sangat sulit, tanaman yang terserang Aceh pohon kemiri antara umur 8-10
dicabut dan dibakar. Tanah bekas tahun mampu berproduksi 50-60 kg.
terserang, bila hendak ditanam Satu pohon kemiri umur 15 tahun
dilakukan penyiraman dengan 15 liter mampu berbuah antara 1000-2000 biji
formalin 0.1 % per meter persegi. atau rata-rata sekitar 20 kg/pohon/
Phytopthora sp. menyerang kulit dan tahun. Produksi biji meningkat sampai
leher akar dan biasanya akar berwarna umur 20 tahun dan mulai menurun
gelap. Pemberantasan dilakukan pada umur 70 tahun yaitu sekitar 8 kg
dengan mencabut dan membakarnya. daging biji kemiri kupas tiap tahun.
Pada umur 70 tahun diameter pohon

63
dapat mencapai 110 cm (Ginoga at al, Kapasitas pengupasan dengan cara ini
1989 dalam Hadad et al, 1995). Dari sangat rendah (maksimum 4
hasil pengamatan ternyata ada pohon- kg/jam/orang) dan tingkat keutuhan biji
pohon yang hasilnya lebih dari 10 sangat berpariasi tergantung
kgpada umur 4 tahun. Di Ambon keterampilan pengupas. Tehnik
tanaman yang subur dapat tersebut dapat diperbaiki melalui
menghasilkan buah sebanyak 25 kg biji kombinasi pengeringa, perendaman
per pohon (Hamid, 1981). Gelondong dan penirisan sebelum dilakukan
(biji kemiri) yang kering beratnya dapat pengupasan. Cara ini mampu
mencapai 8-14 g/biji dengan tebal kulit menghasilkan tingkat keutuhan biji
batok 3-4 mm yang merupakan 60-70 antara 75 - 83 % (Hidayat dan
% dari berat buah (Hadad at al, 1995). Mulyono, 1996).
Biji mengandung 60 % minyak Menurut Hidayat dan Mulyono
yang mudah menguap dan dapat (1996), kemiri yang telah dikeringkan
dipergunakan untuk berbagai keperluan selama 3 hari diterik mata hari
(Rakhmadiono, 1991 dalam Hadad et dilakukan pengeringan tambahan
al, 1991), sedangkan biji yang gugur selama 10 jam pada suhu 50o C, setelah
sebelum masak mengandung minyak itu dilakukan perendaman dalam air
42.5 % dan eleostearin 37.4 % (Hamid, selama 15 menit, selanjutnya ditiriskan
1991). Menurut Huitema dan Heeteren selama 15 menit dan setelahn itu
dalam Hamid (1991). kacang A. dilakukan pengupasan. Untuk
cordata mengandung 30-40 % minyak, meningkatkan tingkat keutuhan hasil
A. fordii (30-40 %), A. Molucana (55- telah dikembangkan cara pengupasan
65 %), A. Montana (40-60 %), daan A. mekanis. Ada 3 alat pengupas kemiri
trispermaq sekitar 50 %. yang dapat digunakan dengan tingkat
Setelah buah dipanen dilakukan pengoperasian yang berbeda (Tabel 3).
pengolahan kemiri. Pengolahan Tabel 3. Beberapa alat pengupas kemiri
ditingkat petani adalah sebagai berikut : dan kondisi pengoperasiannya
Kemiri gelondong terdiri atas kulit dan
Tipe alat Putaran Kapaasita Biji
daging biji. Kulit bijinya keras dan alat/ s terkupas
daging buah lunak. Daging buah tinggi (kg/jam) utuh (%)
jatuh
melekat pada kulit. Umunya Tipe 400ppm 125-130 62
pengolahan kemiri dilakukan secara sentrifugal
(Balittro)
sederhana. Sebelum pengupasan kemiri Tipe 140 80-85 76
dikeringkan selama 3 hari dibawah sentrifugal ppm
(Rakhmadiono,
terik mata hari, setelah itu dilakukan 1991)
pengupasan. Sebelum pengupasan Tipe grafitasi 2m 90-100 90
(Rakhmadiono,
kemiri diikat dengan menyisipkannya 1992)
pada penjepit rotan/bambu atau dengan Sumber : Hidayat dan Mulyono (1996)
cara lain yang kemudian dihentakan/
ditumbukan pada landasan yang keras.

64
ARAH KEBIJAKAN tanaman tumbuh lebih cepat dan kelak
akan berpeluang menghasilkan lebih
Dalam upaya mendukung
baik daripada tanpa dipupuk.
pengembangan kemiri di Indonesia
diperlukan arah dan kebijakan yang
KESIMPULAN
tepat, agar pengembangannya tidak
mengalami hambatan. Pengembangan Kemiri merupakan salah satu
kearah wilayah yang sesuai sebaiknya tanaman industri yang memiliki nilai
mendapat perhatian yang utama, karena ekonomi dan dapat dikembangkan di
dengan pengembangan di daerah yang Indonesia. Pengem,bangan tanaman
sesuai dengan persyaratan tumbuh kemiri di Indonesia perlu mendapat
tanaman akan didapatkan hasil yang perhatian. Hingga saat ini teknologi
maksimal. Resiko kegagalan akibat budidaya kemiri masih sangat
serangan hama dan penyakit akan sederhana. Pengembangan dalam skala
terhindar. luas dalam bentuk pola tanam dengan
Dukungan penelitian sangat menanam tanaman lain diantaranya
diperlukan. Penelitian kearah akan dapat meningkatkan pendapatan
peningkatan produktivitas dan efisiensi petani kemiri. Penanaman kemiri akan
harus menjadi prioritas utama.. lebih menguntungkan, bila ditanam
Penelitian untuk mendapatkan varietas dengan tanaman lain diantaranya.
unggul yang memiliki kemampuan Pengembangan tanaman kemiri yang
berproduksi yang tinggi akan selama ini lebih mengarah kedaerah
mendorong peningkatan produksi kritis perlu diarahkan kedaeah-daerah
secara nasional, informasi teknologi yang sesuai persyaratan tumbuhnya
dan bimbingan serta penyuluhan.harus agar produktivitasnya meningkat.
diintensifkan atau ditingkatkan.
Penanaman kemiri akan lebih DAFTAR PUSTAKA
menguntungkan bila dikembangkan Anonimous, 1986. Studi Sosial
dengan sistim pola tanam dengan Ekonomi dan Lingkungan di
tanaman lain. Sebaiknya sebelum Propinsi NTB dan NTT. Buku II.
tanaman kemiri dewasa ditanam Dilaksanakan oleh Balittro,
diantaranya tanaman yang tahan Balitbang dan Ditjenbun. Proyek
terhadap cahaya, sedangkan setelah Bantuan untuk Upaya Peningkatan
tanaman kemiri dewasa ditanam Pendapatan Petani pada lahan kritis
tanaman yang tahan lindung. di NTB dan NTT
Penanaman tanaman kemiri tidak
memerlukan biaya tinggi karena tidak Anonimous, 2002. Statistik Perkebunan
banyak memerlukan perawatan khusus. Indonesia 2000-2002. Kemiri,
Umumnya ditingkat petani tanaman Dirjen Bina Produksi Perkebunan.
tidak pernah dipupuk. Pemberian Anonimous, 2004. Statistik Perkebunan
pupuk (pupuk organik seperti pupuk Indonesia 2000-2002. Kemiri,
kandang) akan mampu manjadikan Dirjen Bina Produksi Perkebunan

65
Ginonga, G., A.N. Ginting, B. Santoso, Purseglove, J.W. 1981. Aleurites
1989. Hutan tanaman kemiri montana Wils. Tripocal Crops
(Aleuritus moluccana Wild.). Dicotyledons. Vol 1. The Print
Syarat tempat tumbuh dan aspek house (Pte) Ltd, Singapore L: 140-
ekonominya. Pros. Seminar Sehari 144
Pe,anfaatan Agrometeorologi
Rosman, R., A. Sudiman. 2002. Peta
dalam pembangnunan HITI dan kesesuaian lahan dan iklim
pambangunan perkebunan. tanaman kemiri di Pulau jawa
Kerjasama PERHIMPI dan Badan bagian barat. Balittro, Bogor.
Litang Kehutanan..
Udarno, T.M.L., M. Hasanah dan H.
Hadad, M. O.U. Suryana, 1995. Sutarno, 1990. Pengaruh beberapa
Kemiri. Edsus Littro Vol.XI No.1.. perlakuan fisik dan kimiawi
Balittro : 33-45. terhadap daya berkecambah benih
Hamid, 1991. Tanaman kemiri. Edsus klemiri dan vigor bibit Aleurites
Littro Vol. VII No.2. Balittro molucana WILLD. Bul Littro V(2)
Bogor :22-31 : 92-100
Heyne, K, 1987. Tumbuhan berguna Wahid, P, 1991. Perkecambahan dan
Indonesia. Terjemahan Badan pembibitan kemiri. Edsus Littro
Litbang Jakarta. Vol.VII No.2. Balitro, Bogor : 32-
38.
Hidayat, T., E. Mulyono, 1996.
Teknologi pengolahan kemiri dan Yudarfis, A. Djisbar dan M.
peluang pengembangan-nya di Ramadhan, 1990. Pegaruh
Sumatra Barat. Pros. Seminar dan pembakaran dan naungan terhadap
temu lapang teknologi konservasi perkecambahan kemiri (A.
air berwawasan agribisnis bpada moluccana WILLD.). Bul. Littro
ekosistim wilayah Sumatra barat. V(2): 101-105.
Lawrence, 1964. Taxonomi of vascular
plants. The MC Milan Co., New
York : 353-366.

66