You are on page 1of 7

Jawaban PR 1 Matematika Diskret 2

Is the sequence { an } a solution of the recurrence relation an 8 an1 16 an2 if


(a) an 2 4n + 3n 4n,
(b) an (4)n ?
Jawaban:
(a) an 2 4n + 3n 4n
an1 2 4n1 + 3(n 1) 4n1
an2 2 4n2 + 3(n 2) 4n2
Substitusi an, an1, dan an2 ke relasi rekurensi yang bersangkutan, maka diperoleh
2 4n + 3n 4n 8[2 4n1 + 3(n 1) 4n1] 16[2 4n2 + 3(n 2) 4n2]
2 4n + 3n 4n [4 4n + 6(n 1) 4n] [2 4n + 3(n 2) 4n]
2 4n + 3n 4n [(4 6) 4n + 6n 4n] [(2 6) 4n + 3n 4n]
2 4n + 3n 4n [(4 6) (2 6)] 4n + [6n 3n] 4n
2 4n + 3n 4n 2 4n + 3n 4n
Ternyata ruas kiri sama dengan ruas kanan, berarti { an } memenuhi relasi rekurensi tersebut, dpl, { an }
adalah sebuah solusi untuk relasi rekurensi tersebut.
(b) an (4)n
an1 (4)n1
an2 (4)n2
Substitusi an, an1, dan an2 ke relasi rekurensi yang bersangkutan, maka diperoleh
(4)n = 8 (4)n1 16 (4)n2
Ruas kiri = (4)n, dan ruas kanan = 2 (4)n (4)n = 3 (4)n.
Ternyata ruas kiri tidak sama dengan ruas kanan, berarti { an } tidak memenuhi relasi rekurensi tersebut,
dpl, { an } bukan sebuah solusi untuk relasi rekurensi tersebut.
1.

2.

A factory makes custom sports cars at an increasing rate. In the first month only one car is made, in the
second month two cars are made, and so on, with n cars made in the nth month.
(a) Set up a recurrence relation for the number of cars produced in the first n months by this factory.
(b) How many cars are produced in the first year?
(c) Find an explicit formula for the number of cars produced in the first n months by the factory.
Jawaban:
(a) Misalkan an menyatakan jumlah mobil yang telah diproduksi pada n bulan pertama. Karena jumlah mobil
yang telah diproduksi pada n bulan pertama sama dengan jumlah mobil yang telah diproduksi pada n 1
bulan pertama ditambah dengan jumlah mobil yang diproduksi pada bulan ke-n, dan jumlah mobil yang
diproduksi pada bulan ke-n adalah n, maka diperoleh relasi rekurensi
an an1 + n dengan syarat awal a1 1.
(b) Dari an an1 + n dan syarat awal a0 0 dapat ditentukan a12 sebagai berikut:
a12 a11 + 12
(a10 + 11) + 12
= (a9 + 10) + 11 +12
= (a8 + 9) + 10+ 11 +12
= (a7 + 8) + 9 + 10 + 11 +12
= (a6 + 7) + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= (a5 + 6) + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= (a4 + 5) + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= (a3 + 4) + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= (a2 + 3) + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= (a1 + 2) + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 +12
= 78.
1

(c) Akan ditentukan an,


an an1 + n
an 2 + (n 1) + n
an 3 + (n 2) + (n 1) + n
an 4 + (n 3) + (n 2) + (n 1) + n

1+

+ (n 3) + (n 2) + (n 1) + n

= 12 n(1 n) .
3.

(a) Find a recurrence relation for the number of bit strings of length n that do not contain three consecutive
0s.
(b) What are the initial conditions?
(c) How many bit strings of length seven do not contain three consecutive 0s?
Jawaban:
(a) Misalkan an menyatakan jumlah bit string panjang 1 yang tidak mengandung tiga buah 0 berurutan.
Bit string yang dimaksud dengan panjang 1 dapat diperoleh dari:
(i) bit string dengan panjang 0 dengan menempelkan 0: 0
(ii) bit string dengan panjang 0 dengan menempelkan 1: 1
Jadi, a1 2
Bit string yang dimaksud dengan panjang 2 dapat diperoleh dari:
(i) bit string serupa dengan panjang 1 dengan menempelkan 1: 01 dan 11
(ii) bit string serupa dengan panjang 0 dengan menempelkan 10:
10
(iii) bit string serupa dengan panjang 0 dengan menempelkan 00:
00
Jadi, a2 4
Bit string yang dimaksud dengan panjang 3 dapat diperoleh dari:
(i) bit string serupa dengan panjang 2 dengan menempelkan 1:
011, 111, 101, 001
(ii) bit string serupa dengan panjang 1 dengan menempelkan 10:
010, 110
(iii) bit string serupa dengan panjang 0 dengan menempelkan 100:
100
Jadi, a3 a2 + a1 + a0, dengan a0 1
Bit string yang dimaksud dengan panjang 4 dapat diperoleh dari:
(i) bit string serupa dengan panjang 3 dengan menempelkan 1:
0111, 1111, 1011, 0011, 0101, 1101, 1001
(ii) bit string serupa dengan panjang 2 dengan menempelkan 10:
0110, 1110, 1010, 0010
(iii) bit string serupa dengan panjang 1 dengan menempelkan 100:
1100, 0100
Jadi a4 a3 + a2 + a1.
Proses seperti di atas dapat dikerjakan terus. Maka, relasi rekurensi untuk barisan { an } adalah
an an1 + an2 + an3
untuk n 3.
(b) Syarat awalnya: a0 1, a1 2, dan a2 4.
(c) Ditanya a7 ?
a7 a6 + a5 + a4
[a5 + a4 + a3] + [a4 + a3 + a2] + [a3 + a2 + a1]
= a5 + 2a4 + 3a3 + 2a2 + a1
[a4 + a3 + a2] + 2[a3 + a2 + a1] + 3[a2 + a1 + a0] + 2a2 + a1
a4 + 3a3 + 8a2 + 6a1 + 3a0
2

[a3 + a2 + a1] + 3[a2 + a1 + a0] + 8a2 + 6a1 + 3a0


a3 + 12a2 + 10a1 + 6a0
[a2 + a1 + a0] + 12a2 + 10a1 + 6a0
13a2 + 11a1 + 7a0
= 81.
atau , dari syarat awal dihitung a3 a2 + a1 + a0 = 4 + 2 + 1 = 7,
lalu dihitung a4 a3 + a2 + a1 = 7 + 4 + 2 = 13,
lalu dihitung a5 a4 + a3 + a2 = 13 + 7 + 4 = 24,
lalu dihitung a6 a5 + a4 + a3 = 24 + 13 + 7 = 44,
lalu dihitung a7 a6 + a5 + a4 = 44 + 24 + 13 = 81.
4.

(a) Find a recurrence relation for the number of ternary strings that do not contain two consecutive 0s.
(b) What are the initial conditions?
(c) How many ternary strings of length six do not contain two consecutive 0s?
Jawaban:
(a) Misalkan an menyatakan jumlah ternary string panjang 1 yang tidak mengandung dua buah 0 berurutan.
Ternary string yang dimaksud dengan panjang 1: 0, 1 dan 2
Jadi, a1 3
Ternary string yang dimaksud dengan panjang 2 dapat diperoleh dari:
(i) ternary string serupa dengan panjang 1 dengan menempelkan 1 atau 2:
01, 11, 21, dan 02, 12, 22
(ii) ternary string serupa dengan panjang 0 dengan menempelkan 10 atau 20:
10, 20
Jadi, a2 2 x 3 + 2 x 1 = 8, atau a2 2 a1 + 2 a0 dengan a0 1.
Ternary string yang dimaksud dengan panjang 3 dapat diperoleh dari:
(i) ternary string serupa dengan panjang 2 dengan menempelkan 1 atau 2:
011, 111, 211, 021, 121, 221, 101, 201,
012, 112, 212, 022, 122, 222, 102, 202
(ii) ternary string serupa dengan panjang 1 dengan menempelkan 10 atau 20:
010, 110, 210, dan 020, 120, 220
Jadi, a3 2 x 8 + 2 x 3 = 22, atau a3 2 a2 + 2 a1.
Maka dari uraian di atas, diperoleh relasi rekurensi untuk barisan { an } sebagai berikut
an 2 an1 + 2 an2 untuk n 2.
(b) Syarat awalnya: a0 1, dan a1 3.
(c) Ditanya a6 ?
a6 2 a5 + 2 a4
2[2 a4 + 2 a3] + 2[2 a3 + 2 a2]
= 4 a4 + 8 a3 + 4 a2
4[2 a3 + 2 a2] + 8[2 a2 + 2 a1] + 4[2 a1 + 2 a0]
8 a3 + 24 a2 + 24 a1 + 8 a0
8[2 a2 + 2 a1] + 24[2 a1 + 2 a0] + 24 a1 + 8 a0
16 a2 + 88 a1 + 56 a0
16[2 a1 + 2 a0] + 88 a1 + 56 a0
120 a1 + 88 a0
= 448.
atau , dari syarat awal dihitung a2 2 a1 + 2 a0 = 6 + 2 = 8,
lalu dihitung a3 2 a2 + 2 a1 = 16 + 6 = 22,
lalu dihitung a4 2 a3 + 2 a2 = 44 + 16 = 60,
lalu dihitung a5 2 a4 + 2 a3 = 120 + 44 = 164,
3

lalu dihitung a6 2 a5 + 2 a4 = 328 + 120 = 448.


5.

In the Tower of Hanoi puzzle, suppose our goal is to transfer all n disks from peg 1 to peg 3, but we cannot
move a disk directly between peg 1 and peg 3. Each move of a disk must be a move involving peg 2. As
usual, we cannot place a disk on top of a smaller disk.
(a) Find a recurrence relation for the number of moves required to solve the puzzle for n disks with this
added restriction.
(b) Solve this recurrence relation to find a formula for the number of moves required to solve the puzzle
for n disks.
(c) How many different arrangements are there of the n disks on three pegs so that no disk is on top of a
smaller disk?
(d) Show that every allowable arrangement of the n disks occurs in the solution of this variation of the
puzzle.
Jawaban:
Misalkan n buah cakram tersebut diberi nomor dari 1 sampai dengan n dari yang terkecil sampai dengan yang
terbesar. Ketiga pasak tersebut diberi nama A, B dan C. Jadi, tujuannya adalah memindahkan n buah cakram
dari pasak A ke pasak C. Setiap pemindahan tidak boleh langsung dari pasak A ke pasak C, juga tidak boleh dari
pasak C langsung ke pasak A.
Untuk menyatakan kedudukan n buah cakram pada setiap saat, dipakai notasi sebagai berikut:
1p1 - 2p2 - 3p3 - - npn dengan k pk menunjukkan cakram k berada di pasak pk.
(a) Misalkan Hn menyatakan jumlah pemindahan cakram yang dibutuhkan untuk memindahkan n buah cakram
dari pasak A ke pasak C.
Untuk n = 1, dibutuhkan pemindahan
(i) cakram 1 di pasak A ke pasak B, dinyatakan sebagai 1A 1B
(ii) cakram 1 di pasak B ke pasak C, dinyatakan sebagai 1B 1C,
Jadi, H1 = 2.
Untuk n = 2, dibutuhkan pemindahan
(i)
cakram 1 di pasak A ke pasak B, dinyatakan sebagai 1A-2A 1B-2A
(ii)
cakram 1 di pasak B ke pasak C, dinyatakan sebagai 1B-2A 1C-2A
(iii)
cakram 2 di pasak A ke pasak B, dinyatakan sebagai 1C-2A 1C-2B
(iv)
cakram 1 di pasak C ke pasak B, dinyatakan sebagai 1C-2B 1B-2B
(v)
cakram 1 di pasak B ke pasak A, dinyatakan sebagai 1B-2B 1A-2B
(vi)
cakram 2 di pasak B ke pasak C, dinyatakan sebagai 1A-2B 1A-2C
(vii)
cakram 1 di pasak A ke pasak B, dinyatakan sebagai 1A-2C 1B-2C
(viii)cakram 1 di pasak B ke pasak C, dinyatakan sebagai 1B-2C 1C-2C
Pemindahan (i) dan (ii) mencerminkan memindahkan cakram 1 dari pasak A ke pasak C, untuk
memindahkan cakram 2 dari pasak A ke pasak B tercermin pada pemindahan (iii). Untuk memindahkan
cakram 2 dari pasak B ke pasak C, yang dilakukan oleh (vi), perlu dilakukan pemindahan cakram 1 dari
pasak C ke pasak A, yaitu (iv) dan (v), dibutuhkan lagi H1 pemindahan. Terakhir adalah memindahkan
kembali cakram 1 dari pasak A ke pasak C, dilakukan oleh (vii) dan (viii).
Jadi, H2 = 3 H1 + 2.
Untuk n = 3, dibutuhkan
(i)
pemindahan cakram 1 & 2 di pasak A ke pasak C, dinyatakan sebagai
1A-2A-3A 1C-2C-3A
dibutuhkan H2 pemindahan.
(ii)
pemindahan cakram 3 di pasak A ke pasak B, dinyatakan sebagai
1C-2C-3A 1C-2C-3B
dibutuhkan 1 pemindahan.
(iii)
pemindahan cakram 1 & 2 di pasak C ke pasak A, dinyatakan sebagai
1C-2C-3B 1A-2A-3B
dibutuhkan H2 pemindahan.
4

(iv)

pemindahan cakram 3 di pasak B ke pasak C, dinyatakan sebagai


1A-2A-3B 1A-2A-3C
dibutuhkan 1 pemindahan.
(v)
pemindahan cakram 1 & 2 di pasak A ke pasak C, dinyatakan sebagai
1A-2A-3C 1C-2C-3C
dibutuhkan H2 pemindahan.
Jadi, H3 = 3 H2 + 2.
Dengan cara serupa dapat dilakukan untuk n buah cakram,
(i)
pemindahan cakram 1,2 s/d (n1) di pasak A ke pasak C, dinyatakan sebagai
1A-2A- -(n1)A-nA 1C-2C- -(n1)C-nA
dibutuhkan Hn1 pemindahan.
(ii)
pemindahan cakram n di pasak A ke pasak B, dinyatakan sebagai
1C-2C- -(n1)C-nA 1C-2C- -(n1)C-nB
dibutuhkan 1 pemindahan.
(iii)
pemindahan cakram 1,2 s/d (n1) di pasak C ke pasak A, dinyatakan sebagai
1C-2C- -(n1)C-nB 1A-2A- -(n1)A-nB
dibutuhkan Hn1 H3 pemindahan.
(iv)
pemindahan cakram n di pasak B ke pasak C, dinyatakan sebagai
1A-2A- -(n1)A-nB 1A-2A- -(n1)A-nC
dibutuhkan 1 pemindahan.
(v)
pemindahan cakram 1,2 s/d (n1) di pasak A ke pasak C, dinyatakan sebagai
1A-2A- -(n1)A-nC 1C-2C- -(n1)C-nC
dibutuhkan Hn1 pemindahan.
Jadi, Hn = 3 Hn1 + 2 untuk n 2 dengan syarat awal H1 = 2.
(b) Solusi untuk relasi rekurensi Hn = 3 Hn1 + 2, dapat diperoleh
Hn = 3 Hn1 + 2
= 3 (3 Hn 2 + 2) + 2
= 32 Hn2 + 3 2 + 2
= 32 Hn2 + 2 (3 + 1)
= 32 (3 Hn 3 + 2) + 2 (3 + 1)
= 33 Hn 3 + 32 2 + 2 (3 + 1)
= 33 Hn 3 + 2 (32 + 3 + 1)
= 33 (3 Hn 4 + 2) + 2 (32 + 3 + 1)
= 34 Hn 4 + 33 2 + 2 (32 + 3 + 1)
= 34 Hn 4 + 2 (33 + 32 + 3 + 1)

= 3n 1 Hn (n 1) + 2 (3n 2 +

+ 32 + 3 + 1)

n2

k
= 3n 1 H 1 + 2 3
k 0

Sedangkan H1 = 2, maka
n 1
k
3n 1 n .
Hn = 2 3 = 2
3 1
k 0

3 1

(c) Misalkan an menyatakan jumlah cara menempatkan n cakram pada 3 buah pasak A, B dan C.
Untuk n = 1, cakram 1 dapat ditempatkan pada pasak A atau pada pasak B atau pada pasak C, yaitu: 1A,
1B, 1C
Jadi a1 = 3.
5

Untuk n = 2, penempatan cakram ke-2 dapat diambil dari cara penempatan untuk cakram ke-1 tadi:
dari 1A, diperoleh 1A-2A, 1A-2B, 1A-2C,
dari 1B, diperoleh 1B-2A, 1B-2B, 1B-2C,
dari 1C, diperoleh 1C-2A, 1C-2B, 1C-2C.
Jadi a2 = 3 x 3 = 32.
Untuk n = 3, penempatan cakram ke-3 dapat diambil dari cara penempatan untuk dua cakram sebelumnya:
Dari 1A-2A, diperoleh 1A-2A-3A, 1A-2A-3B, 1A-2A-3C,
Dari 1A-2B, diperoleh 1A-2B-3A, 1A-2B-3B, 1A-2B-3C,
Dari 1A-2C, diperoleh 1A-2C-3A, 1A-2C-3B, 1A-2C-3C,
Dari 1B-2A, diperoleh 1B-2A-3A, 1B-2A-3B, 1B-2A-3C,
Dari 1B-2B, diperoleh 1B-2B-3A, 1B-2B-3B, 1B-2B-3C,
Dari 1B-2C, diperoleh 1B-2C-3A, 1B-2C-3B, 1B-2C-3C,
Dari 1C-2A, diperoleh 1C-2A-3A, 1C-2A-3B, 1C-2A-3C,
Dari 1C-2B, diperoleh 1C-2B-3A, 1C-2B-3B, 1C-2B-3C,
Dari 1C-2C, diperoleh 1C-2C-3A, 1C-2C-3B, 1C-2C-3C.
Jadi a3 = 32 x 3 = 33.
Maka, dengan induksi dapat dibuktikan bahwa an = 3n.
(d) Dari (c) terlihat bahwa jumlah cara menempatkan n cakram pada 3 buah pasak A, B dan C adalah an =
3n. Sedangkan setiap pemindahan mengambil satu cara penempatan yang tidak pernah diulang (sebab
bila diulang akan mendapatkan solusi yang lebih panjang), dan dari (b) terlihat bahwa jumlah
pemindahan cakram yang dibutuhkan untuk memindahkan n buah cakram dari pasak A ke pasak C
adalah Hn = 3n 1, yang berarti pada solusi pemindahan cakram akan terdapat Hn + 1= (3n 1) + 1 =
3n cara penempatan n cakram pada 3 buah pasak A, B dan C tersebut. Jadi seluruh cara penempatan n
cakram pada 3 buah pasak A, B dan C pada (c) akan muncul di solusi pada (b). Sebagai contoh,
diambil untuk n = 3:
1A-2A-3A 1B-2A-3A 1C-2A-3A 1C-2B-3A 1B-2B-3A 1A-2B-3A
1A-2C-3A 1B-2C-3A 1C-2C-3A 1C-2C-3B 1B-2C-3B 1A-2C-3B
1A-2B-3B 1B-2B-3B 1C-2B-3B 1C-2A-3B 1B-2A-3B 1A-2A-3B
1A-2A-3C 1B-2A-3C 1C-2A-3C 1C-2B-3C 1B-2B-3C 1A-2B-3C
1A-2C-3C 1B-2C-3C 1C-2C-3C.
6. Find the solution to an 7 an2 + 6 an3 with a0 9, a1 = 10, a2 = 32.
Jawaban:
Tentukan dahulu persamaan karakteristik untuk relasi rekurensi tersebut, yaitu:
3 7 6 = 0
atau
( + 1)( 2 6) = 0
atau
( + 1)( 3)( + 2) = 0
diperoleh 3 buah akar karakteristik = 1, = 2, = 3,
Maka solusi umumnya adalah an (1)n + (2)n + 3n.
Untuk menentukan solusi yang memenuhi syarat awal a0 9, a1 = 10, an2 = 32, dicari nilai-nilai , dan
dari sistem persamaan yang diperoleh dari hasil substitusi syarat awal dan solusi umum ke relasi rekurensi
yang bersankutan:
(1)0 + (2)0 + 30 = 9
(1)1 + (2)1 + 31 = 10
(1)2 + (2)2 + 32 = 32
atau
++=9
2 + 3 = 10
+ 4 + 9 = 32
Diperoleh = 8, = 3 dan = 4. Jadi solusi yang dicari adalah an 8(1)n 3(2)n + 4 3n.
6

What is the general form of the particular solution of the linear nonhomogeneous recurrence relation an 8
an2 16 an4, + F(n) if
(a) F(n) = n3 ?
(b) F(n) = (2)n ?
(c) F(n) = n 2n ?
(d) F(n) = n2 4n ?
(e) F(n) = (n2 2) (2)n?
(f) F(n) = n4 2n ?
(g) F(n) = 2 ?
Jawaban:
Tentukan dahulu solusi homogennya. Persamaan karakteristiknya adalah
4 8 2 + 16 = 0
dengan akar karakteristiknya = 2 dan = 2 yang masing-masing memiliki multiplisitas 2. Jadi solusi
homogennya adalah hn = (A + Bn)2n + (C + Dn)(2)n.
(a) Untuk F(n) = n3, bentuk umum solusi partikulirnya adalah tn = + n + n2 + n3.
(b) Untuk F(n) = (2)n, bentuk umum solusi partikulirnya adalah tn = n2(2)n, karena solusi
homogennya berbentuk hn = (A + Bn)2n + (C + Dn)(2)n.
(c) Untuk F(n) = n 2n, bentuk umum solusi partikulirnya adalah tn = ( n2 + n3)2n, karena solusi
homogennya berbentuk hn = (A + Bn)2n + (C + Dn)(2)n.
(d) Untuk F(n) = n2 4n, bentuk umum solusi partikulirnya adalah tn = ( + n + n2)4n , karena solusi
homogennya berbentuk hn = (A + Bn)2n + (C + Dn)(2)n, tidak mengandung factor 4n.
(e) Untuk F(n) = (n2 2) (2)n, bentuk umum solusi partikulirnya adalah
tn = ( n2 + n3 + n4)(2)n, karena solusi homogennya berbentuk
hn = (A + Bn)2n + (C + Dn)(2)n.
(f) Untuk F(n) = n4 2n, bentuk umum solusi partikulirnya adalah
tn = (p n2 + q n3 + r n4 + s n5 + t n6)2n , karena solusi homogennya berbentuk
hn = (A + Bn)2n + (C + Dn)(2)n.
(h) Untuk F(n) = 2, bentuk umum solusi partikulirnya adalah tn = .
7.

8.

A new employee at an exciting new software company starts with a salary of $50,000 and is promised that
at the end of each year her salary will be double her salary the previous year, with an extra increment of
$10,000 for each year she has been with the company.
(a) Construct a recurrence relation for her salary for her nth year of employment.
(b) Solve this recurrence relation to find her salary for her nth year of employment.
Jawaban:
(a) Misalkan sn menyatakan gaji pegawai tersebut pada tahun ke-n. Maka
s1 50000, s2 2s1 + 10000, s3 2s2 + 2 x 10000, dan seterusnya. Jadi untuk tahun ke-n,
sn 2sn1 + 10000(n 1) untuk n 2 dengan syarat awal s1 50000.
(b) Solusi relasi rekurensi tersebut adalah sn hn + tn dengan
hn A 2n, dan tn = + n.
Tentukan dan dari persamaan
+ n = 2[ + (n 1)] + 10000(n 1),
diperoleh = 10000 dan = 10000.
Jadi solusi umumnya adalah sn A 2n 10000 10000n.
Sedangkan solusi yang memenuhi syarat awal s1 50000, diperoleh dengan menentukan parameter A dari
persamaan 50000 = 2 A 20000, atau A = 35000.
Jadi solusinya adalah sn 35000 2n 10000 10000n.