You are on page 1of 11

ANALISA KUALITATIF

KARBOHIDRAT

Nama : Karunia Rizki Wijaningsih


NIM : 2013-32-096

Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan


Jurusan Ilmu Gizi
2016

I.

Pendahuluan

Latar Belakang
Karbohidrat sangat akrab dengan kehidupan manusia. Karena ia adalah sumber energi
utama manusia. Contoh makanan sehari-hari yang mengandung karbohidrat adalah pada
tepung, gandum, jagung, beras, kentang, sayur-sayuran dan lain sebagainya. Penting bagi
kita untuk lebih banyak mengetahui tentang karbohidrat beserta reaksi-reaksinya, karena
ia sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya . Karbohidrat
tersebar luas baik dalam jaringan hewan maupun jaringan tumbuh-tumbuhan. Dalam
tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dihasilkan oleh fotosintesis dan mencakup selulosa serta
pati. Pada jaringan hewan, karbohidrat dalam bentuk glukosa dan glikogen.
Karbohidrat merupakan senyawa-senyawa aldehida atau keton yang mempunyai
gugus hidroksil. Senyawa-senyawa ini menyusun sebagian besar bahan organik di dunia
karena peran multipelnya pada semua bentuk kehidupan. Karbohidrat merupakan
golongan senyawa yang terdiri dari unsur-unsur C, H, dan O, serta mempunyai rumus
umum (CH2On). Karbohidrat dapat bertindak sebagai sumber energi, bahan bakar, dan
zat antara metabolisme. Misalnya pada pati yang terdapat di tumbuhan dan glikogen di
hewan adalah polisakarida yang dapat dimobilisasi untuk menghasilkan glukosa (bahan
bakar utama untuk pembentukan energi). Gula ribosa dan deoksiribosa pembentuk
sebagian kerangka struktur RNA dan DNA. Fleksibilitas cincin kedua gula ini penting
pada penyimpanan dan ekspresi informasi genetika. Karbohidrat atau sakarida terdapat
gugus hidroksil (-OH), gugus aldehid atau gugus keton. Maka dapat didefinisikan bahwa
karbohidrat sebagai senyawa polihidroksialdehida atau polihidroksiketon, atau senyawa
yang dihidrolisis dari keduanya.
Berdasarkan jumlah monomer penyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi :
1. Monosakarida
Monosakarida merupakan senyawa karbohidrat yang paling sederhana karena
molekulnuya hanya terdiri dari beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara
hidrolisis menjadi karbohidrat yang lain. Rumus umum monosakarida adalah (CH2On).
Umumnya senyawa monosakarida adalah aldehid atau keton yang mempunyai dua atau
lebih gugus hidroksil. Beberapa molekul karbohidrat ada yang mengandung unsur
nitrogen dan sulfur. Jika gugus karbonil pada ujung rantai monosakarida adalah turunan
aldehid maka monosakarida ini disebut aldosa, contoh aldosa yaitu glukosa dan
galaktosa. Jika gugus karbonil pada ujung rantai monosakarida adalah turunan keton
maka monosakarida ini disebut ketosa, contoh ketosa yaitu fruktosa. Monosakarida yang
paling kecil adalah gliseraldehid dan dihidroksiaseton.
2. Disakarida (Oligosakarida)
Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua sampai sepuluh molekul
monosakarida yang berikatan melalui gugus OH dengan melepas molekul air.
Sedangakan oligosakarida merupakan karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai
menghasilkan 3 10 monosakarida, misalnya dekstrin dan maltopentosa. Yang termasuk

kelompok ini adalah disakarida, trisakarida, Dan seterusnya. Disakarida terdiri dari 2
monosakarida yang terikat dengan O-Glikosidik. Tiga senyawa disakarida utama yang
penting dan melimpah ruah di alam yaitu sukrosa, laktosa dan maltosa. Ketiga senyawa
ini memiliki rumus molekul yang sama (C12H22O11) dengan struktur molekul berbeda.
Sukrosa atau gula pasir dibuat dari tetes tebu. Sukrosa lebih manis dari glukosa, tetapi
kurang manis dibandingkan dengan fruktosa, sangat mudah larut dalam air. Gula ini
dipakai untuk membuat sirup, gula-gula dan pemanis makanan. Jika senyawa ini
dihidrolisis akan dihasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
Laktosa disebut gula susu karena terdapat banyak dalam air susu. Biasanya diperoleh
dari air susu. Gula ini merupakan gula yang paling sukar larut dalam air dan paling tidak
manis. Enzim dalam bakteri tertentu akan mengubah laktosa menjadi asam laktat, hal ini
terjadi bila susu berubah menjadi masam. Laktosa dipakai untuk membuat makanan bayi
dan diet spesial. Jika dihidrolisis akan dihasilkan 1 molekul glukosa dan 1 molekul
galaktosa.
Maltosa disebut sebagai gula mout, banyak terdapat pada jelai yang sedang
berkecambah. Senyawa ini merupakan hasil hidrolisis parsial dari pati. Dibandingkan
dengan sukrosa zat ini lebih sukar larut dan kurang manis. Senyawa ini dipergunakan
untuk penyusun makanan bayi, susu bubuk, dan bahan makanan lainnya. Jika dihidrolisis
akan dihasilkan 2 molekul glukosa.

3. Polisakarida
Polisakarida merupakam karbohidrat yang terbenyuk dari banyak sakarida sebagai
monomer. Rumus umum polisakarida, yaitu (C6H10O5n). Contoh polisakarida adalah
selulosa, glikogen, dan amilum (pati). Pati merupakan polisakarida yang tersusun oleh
glukosa. Dipandang dari strukturnya, butir-butir pati terdiri dari dua bagian, bagian
amilosa yang merupakan rantai lurus polimer glukosa, dan bagian amilopektin yang
terdiri dari rantai bercabang polimer glukosa jika dihidrolisis sempurna akan dihasilkan
molekul-molekul glukosa.

Tujuan
1. Uji benedict untuk mengetahui gula pereduksi pada sample gula dan susu
2. Uji barfood untuk membedakan monosakarida dan disakarida
3. Uji iodine untuk mengetahui pati/amilum

II.

Alat dan bahan

Alat dan Bahan (Uji kualitatif karbohidrat)


1. Pipet
2. Tabung reaksi
3. Penjepit tabung reaksi
4. Gelas beker
5. 79-1 magnetic stirrer with heater hot plate
6. Pereaksi (Benedict, Barfood, Iodine)
7. Sample susu dan gula

Spesifikasi alat
1. Pipet : Pipet tetes merupakan alat untuk memindahkan larutan dengan volume yang
diketahui, dengan ukuran 1ml, 5ml, dan 10ml
2. Tabung reaksi : Berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup, ebagai tempat
untuk mereaksikan bahan kimia, untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil.
3. Penjepit tabung reaksi : berbentuk rahang persegi, untuk menjepit tabung reaksi
4. Gelas beker : Adalah sebuah wadah ukur penampung yang digunakan untuk :
mengaduk, mencampur, manaskan cairan yang biasanya digunakan dalam
laboratorium
5. 79-1 magnetic stirrer with heater hot plate : Adalah perangkat laboratorium yang
menggunakan medan magnet berputar menyebabkan batang pengaduk (juga disebut
Flea) direndam dalam cairan berputar sangat cepat dalam wadah, sehingga cairan
didalamnya teraduk. Magnetic Stirrer SSM 79-1 + Hot Plate dilengkapi dengan
pemanas Hot Plat Heater, sehingga dapat memanaskan wadah bejana kaca.

III.

Langkah/cara kerja (Flow Chart)

Uji Benedict
Prosedur
Masukkan 1 ml
sample gula dan susu
di dua tabung reaksi
yang berbeda

Teteskan 5 tetes
benedict ke dalam
sample

Dipanaskan selama
10 menit didalam
gelas beker

Tunggu sampai
dengan warna
kecoklatan

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Siapkan 2 tabung reaksi


Panaskan gelas beker yang berisi air, panaskan dengan hot plate
Masukkan 1 ml sample gula dan susu
Teteskan 5 tetes pereaksi (Benedict) kedalam sample gula dan susu
Panaskan selama 10 menit didalam gelas beker
Tunggu sampai sample berubah menjadi warna kecoklatan

Uji Barfood
Prosedur
Masukkan 1 ml
sample gula dan susu
di dua tabung reaksi
yang berbeda

Teteskan 5 tetes
barfood ke dalam
sample

Dipanaskan selama
10 menit didalam
gelas beker

Tunggu sampai
dengan warna merah
bata mengendap

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Siapkan 2 tabung reaksi


Panaskan gelas beker yang berisi air, panaskan dengan hot plate
Masukkan 1 ml sample gula dan susu
Teteskan 5 tetes pereaksi (Barfood) kedalam sample gula dan susu
Panaskan selama 10 menit didalam gelas beker
Tunggu sampai sample berubah menjadi warna merah bata mengendap

Uji Iodine
Prosedur
Masukkan 1 ml
sample gula dan susu
di dua tabung reaksi
yang berbeda

Teteskan 5 tetes
iodine ke dalam
sample

Goyangkan tabung
reaksi

Sampai warna
menjadi biru/ coklat
pekat dan kuning

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.

Siapkan 2 tabung reaksi


Masukkan 1 ml sample gula dan susu
Teteskan 5 tetes pereaksi (Iodine) kedalam sample gula dan susu
Goyangkan tabung reaksi perlahan
Tunggu sampai sample berubah menjadi warna biru/coklat pekat untuk susu, dan warna
kuning untuk gula

IV.

Pengamatan dan pembahasan

Hasil pengamatan analisa kualitatif karbohidrat


No.

Analisa kualitatif karbohidrat

1.
2.
3.

Uji Benedict
Uji Barfood
Uji Iodine

Bahan
Laktosa (susu)
-

Sukrosa (gula)
+

Keterangan :
1.

2.

3.

Uji benedict mendapatkan hasil pengamatan dengan laktosa (susu) negatif dimana warna
yang di hasilkan susu menjadi putih, dan sukrosa (gula) hasilnya negatif, yang
menghasilkan warna hijau mengendap, yang dapat disimpulkan susu yang seharusnya
menghasilkan nilai positif, dikarenakan keadaan pereaksi yang terlalu lama di simpan
sehingga tidak mengahsilkan nilai yang efektif, yang seharusnya menghasilkan warna
coklat di ke dua sample tersebut.
Uji Barfood mendapatkan hasil negatif di kedua sample yaitu sample laktosa (susu) dan
sukrosa (gula), dikarenakan kedua sample tersebut termaksud golongan disakarida. Uji
barfood ditujukan untuk membedakan monosakarida dan disakarida, yang paling cepat
menghasilkan merah bata mengendap adalah golongan monosakarida, sedangkan sample
yang tersedia hanya golongan disakarida, karena keterbatasan sample yang tersedia, dan
menghasilkan warna pada susu hijau atau biru muda menggumpal, dan pada gula
menghasilkan warna putih kekuningan.
Uji iodine menghasilkan positif pada sukrosa (gula), dan negatif pada laktosa (susu).
Dimana uji iodine ini untuk menentukan adakah kandungan pati/amilum terhadap 2
sample tersebut, yang menghasilkan positif adalah gula yang berubah warna menjadi
coklat pekat, dan untuk susu hanya menghasilkan warna kuning/putih kekuningan yang
menunjukkan hasil negatif.

V.

Kesimpulan

Jadi kesimpulan yang didapatkan pada analisa kualitatif karbohidrat ini didapatkan hasil dari
uji benedict yang menghasilkan dua sample susu dan gula negatif karena dua sample tersebut
adalah golongan disakarida. Uji benedict untuk mengetahui gula pereduksi di dalam
karbohidrat.
Uji barfood untuk membedakan golongan monosakarida dan disakarida yang akan
menghasilkan warna merah bata mengendap secara cepat adalah golongan monoskarida,
tetapi hasil yang didapatkan kedua sample susu dan gula negatif, di karenakan kedua sample
tersebut adalah golongan disakarida.
Uji iodine untuk mengetahui adakah kandungan pati/amilum pada sample tersebut. Pada
kedua sample yang diuji yang menghasilkan positif hanya gula, sehingga menandakan adanya
kandungan pati/amilum yang terdapat pada gula tersebut. Pada susu menghasilkan negatif.

VI.

Daftar Pustaka

http://sarahtsafuadah.blog.upi.edu/2015/11/08/jurnal-uji-kualitatif-karbohidrat/

VII.

Lampiran

(pipet untuk

(masukkan susu pada

(masukkan gula pada

mengambil susu 1 ml)

tabung reaksi)

reaksi)

(teteskan 5 tetes

(teteskan 5 tetes

(teteskan 5 tetes

Benedict pada susu)

Benedict pada gula)

Barfood pada susu)

(teteskan 5 tetes

(teteskan 5 tetes

(panaskan sample gula dan susu

Iodine pada susu)

Iodine pada gula)

uji ben & uji bar pd hot plate)

(angkat satu persatu tabung


Takar dgn penjepit)

(hasil uji Iodine)

(hasil uji benedict)

(hasil uji barfood)