You are on page 1of 11

Bahan compre Teori Akuntansi

TEORI AKUNTANSI
Penghasilan ( income ) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk
pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas
yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Disini ada 3 konsep laba yang digunakan :
Psychic income, menunjukkan konsumsi barang atau jasa yang dapat memenuhi kepuasan dan
keinginan individu.
Real income, menunjukkan kenaikan dalam kemakmuran ekonomi yang ditunjukkan oleh kenaikan
cost of living.
Money income, menunjukkan kenaikan nilai moeter sumber-sumber ekonomi yang digunakan untuk
konsumsi sesuai dengan biaya hidup ( cost of living ).
Menurut Belkooui ( 1993 ) laba memiliki 5 karakteristik adalah :
1.
jasa.

Laba akuntansi didasarkan pada transaksi akrual terutama yang berasal dari penjualan barang dan

2.
Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi dan mengacu pada kinerja perusahaan selama
satu periode tertentu.
3.
Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang
devinisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
4.

Laba akuntansi memerlukan pengukuran entang biaya ( expenses ) dalam bentuk cost historis.

5.
Laba akuntansi menghendaki adanya penandingan ( matching ) antara pendapatan dengan biaya
yang relevan yang terkait dengan pendapatan tersebut.
B.

Keunggulan dan Kelemahan Laba Akuntansi

Keunggulan laba akuntansi adalah sebagai berikut :


Membantu pengambilan keputusan dalam ekonomi.
Mengukur nilai terkini ( current value ), tambahan nilai atau nilai dari aktiva.
Untuk tujuan pengendalian terutama mempertanggungjawabkan manajemen.
Sedangkan kelemahan metode akuntansi menurut Hendrikson (1989) adalah
Konsep laba akuntansi belum dirumuskan secara jelas.
Belum ada dasar pengukuran dan penyajian yang secara teoritis mantap.

Menimbulkan ketidakkonsistenen dalam pengukuran laba periodik dari perusahaan yang berbeda atau
antar periode yang sama.
Perubahan tingkat harga belum tercermin dalam laba akuntansi yang dihitung atas dasar nilai nominal
uang.
C.

Tujuan Pelaporan Laba

Informasi tentang laba perusahaan dapat digunakan sebagai :


1.
Sebagai indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan
dalam tingkat kembalian
2.

Sebagai pengukur prestasi manajemen.

3.

Sebagai dasar penentuan besarnya pengenaan pajak.

4.

Sebagai alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu negara.

5.

Sebagai dasar kompensasi dan pembagian bonus.

6.

Sebagai alat motivasi menajemen dalam pengendalian perusahaan.

7.

Sebagai dasar pembagian deviden.

2.

Pengukuran dan Pengakuan Laba

Pengukuran terhadap laba merupakan penentuan jumlah rupiah laba yang dicatat dan disajikan dalam
laporan keuangan." Penghasilan ( income ) akan diakui apabila kenaikan manfaat ekonomi dimasa
mendatang yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi dan
jumlahnya dapat diukur dengan modal". Ada 3 pendekatan yang digunakan dalam mengukur laba :
a.
Pendekatan transaksi, menganggap bahwa perubahan aktiva/hutang terjadi hanya karena adanya
transaksi baik internal maupun eksternal.
b.
Pendekatan kegiatan, laba dianggap timbul bila kegiatan tertentu telah dilaksanakan. Jadi laba bisa
timbul pada tahap perencanaan, produksi, penjualan, dan pengumpulan kas.
c.
Pendekatan mempertahankan kemakmuran ( Capital Maintenance Concept ), laba diakui setelah
kapital awal dapat dipertahankan.
3.

Elemen Laba

Ada 2 konsep yang digunakan untuk menghitung menentukan eleman laba perusahaan, yaitu adalah :
1.
Konsep Laba Periode ( Earnings ), dimaksudkan untuk mengukur efisiensi suatu perusahaan dan
memusatkan perhatiannya pada laba operasi periode berjalan yang berasal dari kegiatan normal
perusahaan.

2.
Laba Komprehensip ( Comprehensive Income ), adalah aktiva bersih ( ekuitas ) perusahaan selama
satu periode, yang berasal dari semua transaksi dan kegiatan lain dari sumber selain sumber yang berasal
dari pemilik.
4.

Elemen Non Operasional

a.
Extraordinary Items adalah peristiwa tau transaksi yang memiliki pengaruh material, dan jarang
terjadi serta tidak berasal dari faktor yang sifatnya berulang-ulang dalam kegiatan normal perusahaan.
b.
Penghentian Segmen Bisnis, segmen bisnis merupakan komponen dari entitas yang kegiatanya
menunjukkan lini bisnis yang terpisah atau berdasarkan kelas konsumen.
c.
Perubahan Akuntansi, perubahan yang dilakukan yaitu merubah prinsip akuntansi yaitu perubahan
yang terjadi dimana perubahan memilih metode akuntansi yang berbeda dengan metode sebelumnya
dipakai.
d.
Penyesuaian Periode Sebelumnya, jumlah penyesuaian periode sebelumnya dibebankan atau
dikredit ke saldo laba ditahan awal periode.
1.

TEORI DAN PRAKTIK AKUNTANSI

Akuntansi dapat didefinisikan sebagai seni mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas transaksi atau
peristiwa yang dilakukan sedemikian rupa dalam bentuk uang, atau paling tidak memiliki sifat keuangan
dan menginterprestasikan hasilnya. Akuntansi berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas ekonomi, yang diharapkan bermanfaat bagi pengambilan
keputusan ekonomi.
2.

KLASIFIKASI PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI

a.

Klasifikasi Teori Akuntansi Menurut Metode Penalaran

Dapat dirumuskan dari berbagai pendekatan yang berbeda, yaitu :


1.
Pendekatan deduktif, dimulai dari proposisi akuntansi dasar sampai dihasilkan prinsip akuntansi
yang rasional sebagai pedoman dan dasar untuk mengembangkan teknik-teknik akuntansi. Langkahlangkah yang digunakan dalam merumuskan teori akuntansi adalah sebagai berikut :
a.

Menentukan tujuan laporan keuangan.

b.

Memilih postulate akuntansi yang sesuai dengan kondisi ekonomi, politik, sosiologi.

c.

Menentukan prinsip akuntansi.

d.

Mengembangkan teknik akuntansi.

Keuntungan pendekatan deduktif adalah kemempuan untuk merumuskan struktur teori yang konsisten,
terkoorninasi, lengkap dan setiap tahapan berjalan secara logis.
2.
Pendekatan Induktif, didasarkan pada konklusi yang digeneralisasikan berdasarkan hasil observasi
dan pengukuran yang terinci.Langkah-langkah yang digunakan adalah

a.

Mencatat semua observasi.

b.
Menganalisis dan mengklasifikasikan hasil observasi sehingga dapat dirumuskan berbagai
kesamaan dan ketidaksamaan.
c.

Hasil observasi kemudian digeneralisasi.

d.

Pengujian terhadap generalisasi.

Keuntungan utama pendekatan induktif adalah bahwa pendekatan ini didasarkan pada kebebasan dimana
perumusan teori akuntansi tidak dibatasi oleh struktur atau model yang telah diyakini atau disiapakan
sebelumnya.
3.
Pendekatan Etika, didasarkan pada konsep kebenaran, keadilan dan kewajaran/kejujuran. Scott
mengatakan bahwa prosedur akuntansi akan berubah karena perubahan kondisi lingkungan bukan secara
arbirter hanya karena maksud tertentu untuk memenuhi tujuan sekelompok pemakai tertentu.
4.
Pendekatan Sosiologi, menekankan pada pengaruh sosial yang timbul dari teknik-teknik akuntansi
terhadap kesejahteraan sosial dilingkungan tempat akuntansi akan dioperasionalkan. Oleh karena itu nilainilai sosial dianggap sebagai kriteria utama dalam merumuskan akuntansi.
5.
Pendekatan Ekonomi, memusatkan perhatiannya pada pengendalian terhadap perilaku indikator
makro ekonomi sebagai akibat adopsi berbagai teknik akuntansi. Kriteria yang digunakan dalam
pendekatan ini adalah :
Kebijakan dan teknik akuntansi harus dapat merefkeksikan realita ekonomi.
Pemilihan teknik akuntansi tergantung pada konsekuensi ekonomi.
b.

Klasifikasi Berdasarkan Sistem Bahasa

1.
Teori Sintaktik, berusaha untuk menjelaskan praktik akuntansi dan memprediksi bagaimana akuntan
akan bereaksi pada situasi tertentu dan bagaimana mereka melaporkan peristiwa tertentu.
2.
Teori Semantik, berkaitan dengan penjelasan mengenai fenomena(obyek atau peristiwa) dan istilah
yang mewakilinya. Jadi teori ini memberikan penjelasan mengenai devinisi operasional dan praktik
akuntansi.
3.
Teori Pragmatik, dimaksudkan untuk mengukur dan mengevaluasi pengaruh ekonomi, psikologi dan
sosiologi pemakai terhadap alternatif prosedur akuntansi dan media pelaporannya.
c.

Klasifikasi berdasarkan tujuan

Atas dasar tujuannya, teori akuntansi dapat dibedakan menjadi 2 jenis :


1.
Teori Normatif, berusaha untuk membenarkan tentang apa yang seharusnya dipraktikkan. Misalnya
pernyataan yang menyebutkan bahwa laporan keuangan seharusnya didasarkan pada metode pengukuran
aktiva tertentu. Teori ini bersifat normatif karena didasarkan pada anggapan berikut :
Akuntansi seharusnya merupakan sistem pengukuran

Laba dan nilai dapat diukur secara tepat


Akuntansi keuangan bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi
Pasar tidak efisien (dalam pengertian ekonomi)
Ada beberapa pengukur laba yang unik.
2.
Teori Akuntansi Positif, dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi konsekuensi yang terjadi
jika manajer menetukan pilihan tertentu. Pendekatan ini dapat digunakan untuk menguji arti penting
akuntansi di pasar. Pada saat sekarang teori akuntansi positif menekankan pada penjelasan tentang alasanalasan terhadap praktik berjalan dan prediksi terhadap peranan akuntansi dan informasi terkait dalam
keputusan-keputusan ekonomi individu.
1.

PERUMUSAN KERANGKA KONSEPTUAL

Proses perumusan kerangka konseptual pada dasarnya merupakan proses evolusi yang dihasilkan dari
pekerjaan/proyek sebelumnya. Dalam merumuskan kerangka konseptual ada 3 level :
a.

Level Pertama : Tujuan Pelaporan Keuangan

Disebutkan bahwa dalam tujuan pelaporan keuangan tidak terbatas pada isi dari laporan keuangan
tersebut tetapi juga media pelaporan lainnya. Dengan kata lain cakupan yang berbeda dengan pelaporan
keuangan adalah lebih luas. Laporan keuangan FASB mentebutkan :
" Pelaporan keuangan mencakup tidak hanya laporan keuangan tetapi juga media pelaporan informasi
lainnya yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan informasi yang telah disediakan oleh sistem
akuntansi yaitu informasi tentang sumber-sumber ekonami, hutang, laba, periodik dan lain-lain.
Tujuan dari pelaporan keuangan yang terdapat dalam SAFC No.1 dapat diringkas sebagai berikut :
o Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi infestor dan kreditor serta para
pemekai laporan keuangan lainya dalam mengambil keputusan infestasi, kredit dan yang serupa secara
rasional.
o Memberikan informasi untuk membantu infestor, kreditor, dan para pemakai lainnya dalam menilai
jumlah pengakuan dan ketidakpastian mengenai penerimaan kas bersih yang berkaitan dengan
perusahaan.
o Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang hasil usaha suatu perusahaan selama satu periode.
o
Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan
mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik atas pemakaian sumber akuntansi yang
dipercayakan kepadannya.
o Menyediakan informasi yang bermanfaan bagi manajer dan direktur sesuai kepentingan pemilik.
b.

Level Kedua : Karakteristik Kualitatif dan Elemen Laporan Keuangan

1.
Karakteristik Kualitatif dari Informasi, disajikan dalam laporan keuangan yang merupakan faktor
penting yang harus diperhatikan dalam menyajikan laporan keuangan. Kegunaan bagi pengambilan
keputusan dipandang sebagai kualitas informasi yang paling penting adalah :
- Relevan, Informasi dikatakan relevan apabila informsi tersebut memiliki manfaat sesuai dengan
tindakan yang dilakukan oleh pemakai laporan keuangan.
- Keandalan, Kualitas informasi yang menyebabkan pemakai informasi akuntansi, sangat tergantung pada
kebenaran informasi yang dihasilkan.
- Daya banding dan konsisitensi,
- Pertimbangan cost-benefit
- Materialitas, masalah yang timbul dalam menentukan tingkat materialitas suatu informasi adalah tidak
adanya aturan terhadap konsep tersebut.
2.
Elemen Laporan Keuangan, ada 10 elemen dalam laporan keuangan, diantaranya adalah sebagai
berikut
Aktiva (asset) adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang diperoleh atau
dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat peristiwa masa lalu.
Hutang (liabilities) adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang
yang berasal dari kewajiban sekarang.
Ekuitas(equity) adalah hak sisa atas aktiva suatu entitas setelah dikurangi dengan hutang.
Investasi oleh pemilik adalah kenaikan aktiva netto suatu perusahaan yang nerasal dari transfer dari
entitas lain ke perusahaan tersebut.
Distribusi pada pemilik adalah penurunan aktiva neto suatu perusahaan yang berasal dari transfer
aktiva, penyerahan jasa atau penambahan hutang oleh perusahaan kepada pemilik.
Laba Komprehensip adalah perubahan ekuitas suatu entitas selama satu periode yang berasal dari
transaksi dan kondisi lainya.
Pendapatan(revenues) adalah kenaikan aktiva suatu entitas atau penurunan hutang suatu entitas selama
satu periode.
Biaya adalah pemakaian aktiva suatu entitas
Keuntungan adalah kenaikan ekuitas dari transaksi isedentil suatu entitas dan berasal dari semua
transaksi.
Kerugian adalah penurunan ekuitas dari transaksi isidentil suatu entitas dan berasal dari semua
transaksi.
3.
Pengakuan dan Pengukuran, dalam kaitanya dengan SFAC No. 5, SFSB melalui dicusion
memorandum, mengakui adanya 5 dasar pengukuran untuk mengetahui nilai aktiva dan hutang, yaitu :

-Cost historis yaitu jumlah kas atau setaranya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva sampai siap
untuk digunakan.
-Cost penggantian terkini yaitu jumlah kas atau setaranya yang harus dibayar jika aktiva yang
sejenis/sama diperoleh pada saat sekarang.
-Nilai pasar terkini yaitu Jumlah kas atau setaranya yang diperoleh dengan menjual aktiva kegiatan
penjualan normal.
-Nilai bersih yang dapat direalisasi.
-Nilai sekarang aliran kas masa mendatang.
c.

Level Ketiga, Portulate, Prinsip, dan Keterbatasan

merupakan pedoman operasional yang digunakan dalam mengukur dan mengakui elemen laporan
keuangan serta menyajikan informasi keuangan.
1.
Postulat akuntansi/asumsi dasar adalah pernyataan yang kebenarannya terbukti dengan sendirinnya
dan menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosialogi dan hukum tempat akuntansi dipraktikkan.
2.
Accounting priciples adalah seperangkat aturan-aturan yang dijadikan sebagai obyek
pengetahuanakuntansi dalam konteks teoritis dan menjadi landasan pengembangan teknik akuntansi.
3.

Contraint

4.

KERANGKA KONSEPTUAL DI INDONESIA

Tujuan konseptual (konsep dasar)adalah untuk membantu berbagai pihak dalam mencapai tujuan tertentu
berkaitan dengan masalah akuntansi yang muncul.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kerangka konseptual berisi pembahasan terhadap hal-hal yang berkaitan
dengan :
1.

Tujuan laporan keuangan

2.

Karakteristik kualitatif yang menetukan manfaat informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

3.

Devinisi pengakuan dan pengukuran elemen-elemen yang membentuk laporan keuangan

4.

Konsep modal serta pemeliharaan modal.

KONSEP PENDAPATAN ( REVENUE )


A.

KATAKTERISTIK PENDAPATAN

1.

Pengertian Pendapatan

Dengan demikian pendapatan dapat diartikan sebagai produk perusahaan, karena pendapatan ditimbulkan
dan melekat dalam seluruh aliran kegiatan perusahaan. Aliran fisik melibatkan beberapa hal berikut :

Kegiatan menghasilkan dan menjual output


Obyek kegiatan yang berupa produk itu sendiri
Sedang aliran moneter melibatkan :
Peristiwa naiknya nilai perusahaan karena kegiatan produksi
Obyek peristiwa yang berupa jumlah rupiah aktiva yang dihasilkan atau dijual.
2.

Pendapatan dan Untung ( Gains )

Menurut FASB mendefinisikan pendapatan sebagai aliran masuk atau kenaikan aktiva suatu entitas atau
penurunan hutang ( kombinasi keduannya ) dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa, atau
kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama yang berlangsung terus-menerus dari entitas tersebut.
FASB mendefinisikan untung ( Gains ) sebagai kenaikan aktiva yang sekaligus menaikan modal yang
berasal dari transaksi sampingan atau isidentil atau transaksi atau peristiwa lain yang bukan berasal dari
pendapatan atau investasi oleh pemilik perusahaan.
B.

PENGUKURAN PENDAPATAN

Pendapatan diukur dalam nilai tukar produk atau jasa dalam suatu transaksi yang bebas. Nilai tukar
menunjukkan equivalen kas atau nilai diskonto tunai dari uang yang diterima atau akan diterima dari
transaksi penjualan. Yang disebut nilai wajar disini adalah suatu jumlah dimana suatu aktiva mungkin
ditukar atau suatu hutang diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan
transaksi wajar. Dengan demikian potongan penjualan, retur penjualan, dan pengurangan harga lainya
diperlakukan sebagai pengurang pendapatan ( rekening penilaian ), bukan sebagai komponen biaya.
C.
1.

PEMBENTUKAN DAN REALITAS PENDAPATAN


Pembentukan pendapatan ( Earnings process )

Earnings proces adalah suatu konsep yang menjelaskan proses terjadinya pendapatan. Jadi proses
pembentukan pendapatan dimulai dari kegiatan produksi, penjualan, dan pengumpulan piutang. Menurut
Paton dan Littleton ( 1940 ) konsep pembentukan pendapatan tersebut didukang oleh konsep upaya dan
hasil. Konsep pembentukan pendapatan juga dilandasi anggapan bahwa cost ( potensi dan jasa ) yang
memiliki kedudukan yang sama dalam menghasilkan pendapatan.
2.

Realisasi pendapatan

Proses transaksi pendapatan ditandai oleh dua dua kejadian berikut :


Adanya kepastian perubahan produk menjadi bentuk aktiva lain ( potensi jasa ) melalui kegiatan
penjualan yang sah.
Diperolehnya aktiva lain ( biasanya aktiva lancar ) sebagai pengesahan terhadap transaksi penjualan
tersebut.
D.

PENGAKUAN PENDAPATAN

a.

Kriteria Pngakuan Pendapatan

Menurut FASB ( 1960 ) dalam SFAC No. 5, ada 2 kriteria yang dapat dijadikan dasar untuk mengakui
pendapatan, yakni :
1.
Telah terealisasi ( Realized ) yaitu bila telah terjadi transaksi pertukaran antara barang yang
dihasilkan perusahaan dengan kas atau klaim untuk menerima kas.
2.
Pendapatan telah terbentuk ( Cornet ) yaitu bila kegiatan menghasilkan barang dan jasa telah
berjalan dan secara substansial telah selesai.
Menurut Kamm ( 1990 ) ada 3 kriteria untuk mengakui pendapatan :
Keterukunan nilai aktiva
Terjadinya transaksi
Proses pembentukan pendapatan telah selesai
b.

Saat Pengakuan Pendapatan

1.
Pendapatan diakui selama kegiatan produksi, Pendapatan dapat diakui selama kegiatan produksi,
meskipun produk yang dihasilkan perusahaan masih dalam proses produksi.
2.
Pendapatan diakui saat produksi selesai, Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengakui
pendapatan saat produksi selesai, diantaranya adalah :
Harga jual dapat ditentukan dengan cukup tepat
Tidak diperlukan biaya atau kegiatan pemasaran yang materiil untuk menjual produk tersebut.
Cost produk sulit untuk ditentukan.
Satuan-satuan persediaan dapat saling dipertukarkan.
3.
Pengakuan pendapatan pada saat penjualan, terjadi pada saat biaya yang timbul setelah penjualan
dan penjualan barang yang pembelinya memiliki hak untuk mengembalikan barang. Pengakuan
pendapatan ini terdiri dari 3 jenis pendapatan yaitu sebagai berikut :
Biaya setelah penjualan, misalnya biaya penagihan piutang, biaya garansi barang dll.
Hak pengembalian barang, dilakukan apabila hak hak pengembalian sudah berlalu/ habis atau apabila
semua syarat diatas dipenuhi.
Penjualan jasa, menentukan kejadian yang menandai apakah penyerahan jasa telah dilakukan.
4.
Pengakuan pendapatan pada saat kas diterima, alasan yang mendukung penggunaan dasar
penerimaan kas untuk pengakuan pendapatan yang berasal dari penjualan angsuran didasarkan
pertimbangan sebagai berikut :
Seluruh atau sebagian piutang yang timbul bukan merupakan aktiva yang mempunyai daya beli murni.

Semakin lama jangka waktu angsuran, semakin besar kemungkinan piutang itu tidak dapat ditagih.
Biaya sesudah penjualan, terutama biaya penagihan dan pengumpulan piutang, biasanya lebih tinggi
dibanding biaya sesudah penjualan untuk jenis penjualan kredit.
Beberapa informasi yang perlu diungkapkan dalam laporan keuangan adalah :
1.
Pengungkapan Data Kuantitatif, dalam memilih kriteria untuk menentukan data kuantitatif yang
material dan relevan untuk investor dan kreditor, tekananya ditujukan pada informasi keuangan atau data
lainya yang bisa digunakan dalam model keputusan.

2.
Pengumpulan Informasi Kualitatif, Informasi kualitatif akan relevan dan bermanfaat untuk
diungkapkan bila informasi tersebut berguna dalam proses pengambilan keputusan. Ada 5 macam
informasi kualitatif :
Ketidakpastian, yaitu peristiwa2 yang memungkinkan akan terjadi dimasa yang akan datang dan
mempengaruhi secara material terhadap keadaan keuangan perusahaan.
Dasar penilaian dan kebijakan akuntansinya, digunakan perusahaan seperti penilaian persediaan perlu
diungkapkan dalam laporan keuangan.
Perubahan akuntansi yaitu pengungkapan terhadap perubahan atas kebijakan yang digunakan
perusahaan, seperti perubahan metode FIFO menjadi LIFO dan sebagainya
Keterikatan dengan suatu perjanjian atau kontrak yaitu pengungkapan mengenai adanya pembatasanpembatasan atau keterikatan dari satu atau lebih aktiva terhadap hutang atau kontrak.
Peristiwa-peristiwa kemudian setelah tanggal neraca, dengan berlalunya waktu yang diperoleh
informasi tambahan, bebbagai ketidakpastian diharapkan bisa dikurangi.Kemungkinan informasi ini dapat
mempengaruhi validitas dan interprestasi terhadap laporan keuangan.
1.

Pengungkapan Mandatory ( Wajib ) dan Valuntary ( Sukarela )

Ada bukti lain yang menyatakan bahwa perusahaan menolak meningkatkan pengungkapan laporan
keuangan kecuali ada tekanan dari profesi akuntansi dan pemerintah. Alasan yang diajukan atas
penolakan pengungkapan yang lebih adalah sebagai berikut :
a.

Pengungkapan akan memberi manfaat bagi pesaing dan merugikan pemegang saham.

b.
Serikat kerja akan memberikan manfaat dari adanya pengungkapan sebagai dasar atau tawarmenawar upah pegawai.
c.
Banyak diyakini bahwa investor tidak dapat memahami kebijakan akuntansi dan prosedur serta
pengungkapan penuh hanya menyesatkan.
d.
Informasi keuangan dapat diperoleh dari sumber lain dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan
apabila harus disediakan oleh perusahaan langsung.

e.

Kurangnya pengetahuan akan kebutuhan investor.

2.

Metode Pengungkapan ( Disclosure )

Pengingkapan melibatkan keseluruhan proses pelaporan, namun demikian ada beberapa yang berbeda
dalam mengungkapkan informasi yang dianggap penting. Pemilihan metode yang terbaik dari
pengungkapan ini pada setiap kasus tergantung pada sifat informasi yang bersangkutan. Metode yang
umum digunakan dalam pengungkapan informasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Bentuk dan susunan laporan yang formal
- Terminologi dan penyajian yang terinci
- Informasi sisipan
- Catatan kaki
- Iktisat tambahan dan skedul-skedul
- Komentar dalam laporan auditor
- Pernyataan direktur utama atau ketua dewan komisaris.