You are on page 1of 14

ANALISIS 2013

1. Metode yang aman untuk registrasi kepemilikan

Pencatatan saham
www.antam.com
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance

Untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi


feronikelnya, ANTAM menawarkan 35% sahamnya ke
publik di tahun 1997. Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan)
menerbitkan surat pemberitahuan efektifnya pernyataan
pendaftaran penawaran umum perdana saham ANTAM
pada tanggal 3 November 1997, dan saham Perseroan
secara resmi tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (sekarang bergabung menjadi menjadi Bursa
Efek Indonesia [IDX]) pada tanggal 27 November 1997.
ANTAM menetapkan modal dasar Perseroan sebesar Rp3,8
triliun yang terbagi atas 38 miliar lembar saham yang

terdiri atas satu saham preferen Seri A Dwiwarna dengan


nilai nominal per lembar saham sebesar Rp100 dan
37.999.999.999 saham biasa Seri B dengan nilai nominal
per lembar saham sebesar Rp100. Masing-masing jenis
saham tersebut memiliki karakteristik yang berbeda baik
dalam hal kepemilikan dan hak yang diberikan.

ANTAM memperoleh modal yang ditempatkan dan disetor


penuh sebesar Rp954 miliar yang terdiri atas satu saham
Seri A dan 9.538.459.749 saham Seri B. Pemerintah Republik
Indonesia memiliki 65% dari modal yang ditempatkan
dan disetor penuh yang terdiri atas satu saham Seri A dan
6.199.999.999 saham Seri B, sementara publik memiliki
35% atau 3.338.459.750 saham. Seiring dengan program
pembelian kembali saham yang dilaksanakan sejak
13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009, ANTAM
memperoleh kembali 15.426.000 lembar saham.
Sesuai dengan Pasal 37 ayat (4) Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 4 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
dan Angka 4 huruf d Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor Kep-105/BL/2010
Tanggal
13
April 2010
Nomor XI.B.2 tentang Pembelian Kembali Saham yang
Dikeluarkan oleh Emiten Atau Perusahaan Publik), ANTAM
melepaskan 11.548.000 lembar saham tresurinya (Seri
B) melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan
Tahun 2012 (ESOP 2012) terhitung sejak tanggal 11
Mei 2012 hingga 31 Mei 2013. Hal ini diharapkan dapat
memicu produktivitas kerja pegawai di masa mendatang,
yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
pemegang saham.
Harga pelaksanaan ESOP 2012 adalah sebesar Rp1.377 per
lembar saham atau lebih tinggi 58% dari harga rata-rata
pembelian kembali saham Perseroan sebesar Rp871 per
lembar saham. Harga ESOP 2012 juga lebih rendah 15%
dibandingkan dengan harga penutupan saham Perseroan
per tanggal 11 Mei 2012 sebesar Rp1.620. Selain itu, harga
ESOP 2012 masih lebih rendah 31% dibandingkan dengan
harga rata-rata penutupan saham Perseroan selama periode
4 Januari 2012 11 Mei 2012 (90 hari sebelum dimulainya
ESOP 2012) sebesar Rp1.806. Dengan demikian,
pelaksanaan ESOP 2012 telah sesuai dengan Angka 4
huruf f
Keputusan
Ketua Bapepam
dan
LK
BL/2010
Tanggal
13
April 2010 (Peraturan
tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh
Emiten Atau Perusahaan Publik). Di penghujung tahun
2013, saham tresuri ANTAM tersisa 3.878.000 lembar
saham.

Pencatatan Pemegang saham


ANTAM menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Biro
Administrasi Efek perusahaan yang bertugas untuk
melaksanakan pencatatan pemilik efek, dan secara berkala
memberikan pengkinian laporan kepada perusahaan.
Beberapa informasi yang dikelola pencatatannya adalah:
a. Daftar komposisi denominasi surat saham;
b. Daftar penyebaran saham;
c. Daftar komposisi pemilikan surat saham;
d. Laporan kegiatan registrasi;

e. Pemilikan saham yang mencapai 5% atau lebih dari


saham yang ditempatkan dan disetor penuh;

(Peraturan

Nomor Kep-105/
Nomor
XI.B.2

f. Laporan kepemilikan saham Direksi dan Dewan


Komisaris;
g. Daftar pemegang saham pengendali;
h. Laporan bulanan kepemilikan saham emiten atau
perusahaan publik dan rekapitulasi yang telah
dilaporkan; dan
i.
Rekapitulasi transaksi saham.

daftar Pemegang saham


Pada akhir tahun 2013, tiga kelompok pemegang saham
publik terbesar setelah Pemerintah Republik Indonesia
adalah investor ritel domestik (12,6%), investor institusi
domestik (12,6%) dan investor asing (9,8%). Pemegang
saham terbesar setelah Pemerintah adalah PT Jamsostek
(Persero) JHT dengan kepemilikan sebesar 2,21 % atau
sebanyak 210.522.500 lembar saham.

2. Transfer saham.
3. Mendapatkan informasi yang relevan dan material mengenai perusahaan tepat waktu dan
secara regular.

informasi maTerial mengenai


invesTasi Dan lain-lain
Kebijakan investasi ANTAM berfokus pada kelancaran
operasional dan pemenuhan sasaran jangka panjang
Perseroan. Sepanjang tahun 2013 ANTAM membelanjakan
Investasi Penunjang Operasional atau Investasi Rutin tahun
2013 sebesar Rp484 miliar. ANTAM juga membelanjakan
Rp1,71 triliun untuk investasi pengembangan dan Rp154
miliar untuk biaya ditangguhkan guna aktivitas eksplorasi
dan pengembangan tambang. Secara keseluruhan ANTAM
melakukan belanja modal sebesar Rp2,34 triliun di tahun
2013.
Pada tanggal 28 Oktober 2013, ANTAM mengumumkan
bahwa pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi produk
Chemical Grade Alumina (CGA) yang berlokasi di Tayan,
Kalimantan Barat, telah memulai commissioning. Fase
commissioning yang dimulai 3 (tiga) bulan lebih awal dari
contractual schedule ini dilakukan pada fasilitas Bayer Plant
pabrik CGA Tayan. Operasi komersial pabrik diharapkan
dapat dimulai pada semester II tahun 2014.
Konstruksi pabrik CGA Tayan telah berjalan sejak tanggal 11
April 2011 dan akan mengolah cadangan bauksit ANTAM
untuk memproduksi 300.000 ton CGA per tahun dengan
mengolah 850.000 wmt bijih bauksit tercuci per tahun.
Pabrik pengolahan CGA Tayan dikembangkan oleh PT
Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang merupakan
perusahaan patungan antara ANTAM dengan Showa
Denko K.K. (SDK) Jepang. ANTAM memiliki 80% saham
PT ICA dengan sisa kepemilikan 20% saham dipegang
oleh SDK. Pendanaan proyek senilai US$490 juta tersebut
berasal dari internal ANTAM dan SDK, pinjaman dari Japan

Bank for International Cooperation (JBIC) serta Mizuho


Bank Ltd. dan Sumitomo Trust and Banking Ltd.

informasi Dan fakTa maTerial yang


TerjaDi seTelah Tanggal laPoran
akunTan
Pada tanggal 10 Januari 2014, ANTAM melakukan
penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum
of Understanding, MoU) dengan Pemerintah Provinsi
Sulawesi Tenggara mengenai kesepakatan pemberian
dana bantuan tanggung jawab sosial Perseroan (Corporate
Social Responsibility, CSR) kepada masyarakat di Provinsi
Sulawesi Tenggara sebesar Rp35 miliar. Dana bantuan
CSR tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan
sarana utama dan pendukung Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Bahteramas di Kendari, yang bertujuan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
Sulawesi Tenggara.
Pada tanggal 15 Januari 2014, ANTAM mengumumkan
rencana antisipasi Perseroan terkait dengan penerbitan
Peraturan Pemerintah No. 1 tentang Mineral dan Batubara
tahun 2014 yang melarang ekspor bijih mineral dari
Indonesia sejak tanggal 12 Januari 2014. Sebagai bagian dari rencana antisipasi ANTAM
terhadap pelarangan
ekspor bijih mineral dari Indonesia, ANTAM menargetkan
peningkatan volume penjualan emas menjadi 13.570 kg
(436.286 oz) di tahun 2014, meningkat 44% dari penjualan
tahun 2013 sebesar 9.391 kg (301.928 oz). ANTAM juga
menargetkan peningkatan volume penjualan feronikel
di tahun 2014 menjadi sebesar 19.700 ton nikel dalam
feronikel (TNi) atau meningkat 35% dibandingkan
penjualan tahun 2013 sejumlah 14.441 TNi. ANTAM juga
menargetkan operasi komersial pabrik Chemical Grade

Alumina Tayan sudah dapat dimulai pada awal semester II


tahun 2014 dan menargetkan volume penjualan sebesar
125.000-130.000 ton CGA di tahun 2014.
Sebagai bagian dari langkah peningkatan penjualan emas
dan memperluas ekpansi pasar ritel, ANTAM akan membuka
5-10 Butik Emas LM di tahun 2014 serta memaksimalkan
kegiatan penjualan di 5 Butik Emas LM yang sudah ada
saat ini yakni di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan
Palembang. Untuk pemasaran feronikel dan komoditas
lainnya, ANTAM juga membuka Kantor Perwakilan ANTAM
di Shanghai yang akan berperan sebagai kantor perwakilan
pemasaran (marketing representative office) di wilayah
China pada pertengahan bulan Januari 2014. Selain itu,
ANTAM juga berencana meningkatkan kegiatan trading
batubara dan mengoptimalisasi inisiatif-inisiatif efisiensi
serta mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan
dan Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa. Sebagai bagian
dari langkah efisiensi dan untuk menjaga arus kas Perseroan
agar tetap sehat di tengah kondisi harga komoditas yang
menurun saat ini, belanja modal ANTAM di tahun 2014
ditargetkan mencapai jumlah Rp2,878 triliun.

Pada tanggal 17 Januari 2014, ANTAM membuka Kantor


Perwakilan di Shanghai, China, untuk menunjang dan
memperluas kegiatan pemasaran produk-produk ANTAM
di China, terutama untuk komoditas feronikel, alumina
dan batubara. Kantor Perwakilan ANTAM di Shanghai akan
berperan sebagai kantor perwakilan pemasaran (marketing
representative office) di wilayah China. Selain itu, Kantor
Perwakilan ANTAM di Shanghai diharapkan dapat berperan
dalam pengelolaan dan pencarian peluang pendanaan di masa depan dan mempermudah
kesempatan kerjasama,
termasuk dalam bidang teknologi, dengan perusahaanperusahaan
China di dalam mengembangkan cadangan
dan sumber daya ANTAM melalui pembangunan fasilitas
pengolahan dan pemurnian di Indonesia.
Pada tanggal 22 Januari 2014, ANTAM mengumumkan
bahwa kegiatan penambangan pasir besi di Kutoarjo,
Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah telah berakhir.
Penambangan pasir besi di Kutoarjo yang dilakukan oleh
Unit Pertambangan Pasir Besi (UPPB) Kutoarjo mulai
berproduksi tahun 1987, dan memasuki fase pascatambang
pada tahun 2007. Pada November 2013 ANTAM mengakhiri
kegiatan pascatambang sesuai persetujuan Pemerintah
Daerah Kabupaten Purworejo. Pada fase pascatambang
ANTAM menjalankan berbagai program pascatambang,
yang meliputi kegiatan reklamasi, revegetasi, serta
Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari
pengelolaan lingkungan dan mempercepat pertumbuhan
ekonomi masyarakat setempat.
Pada tanggal 10 Februari 2014, ANTAM menandatangani
Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding,
MoU) dengan PT Freeport Indonesia untuk mengkaji
kelayakan proyek pengolahan tembaga. PT Freeport
Indonesia memiliki dan mengoperasikan tambang emas
dan tembaga Grasberg di Papua, Indonesia. Melalui
penandatanganan MoU tersebut, ANTAM dan PT Freeport
Indonesia akan bekerjasama bersama-sama untuk
mengevaluasi kelayakan teknis, ekonomi dan komersial
dari suatu peleburan tembaga baru dan/atau fasilitasfasilitas
terkait
untuk
pengolahan
hilirisasi
lebih
lanjut
dari
produk-produk
peleburan.
Pada tanggal 12 Februari 2014, Perusahaan telah
melakukan penarikan fasilitas pinjaman dari PT Bank
Central Asia Tbk sebesar US$50.000.000 yang akan jatuh
tempo pada 12 Mei 2014 dengan suku bunga yang
ditentukan adalah 2% per tahun.

Keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2013 disampaikan ke


OJK dan Lembaga Pasar Modal lainnya serta dipublikasikan
pada tanggal 28 Maret 2014 di harian Bisnis Indonesia
dan Investor Daily dalam Bahasa Indonesia dan Jakarta
Post dalam Bahasa Inggris serta dipublikasikan di website
ANTAM (www.antam.com) dalam dua bahasa.

kebIJakan keTerbukaan InformasI


Pelaksanaan keterbukaan informasi didasarkan pada
Keputusan Direksi No. 241.K/02/DAT/2013 tanggal 27
September 2013 mengenai Kebijakan Pengungkapan
Informasi Perusahaan dan Keputusan Direksi No.
081.K/0502/DAT/2011 tanggal 2 Mei 2011 mengenai
Kebijakan Hubungan dan Komunikasi dengan Pihak
Eksternal & Internal Perusahaan yang, serta telah
dikembangkan sesuai dengan Anggaran Dasar ANTAM
dan ketentuan perundangan yang berlaku.
Informasi yang tidak bersifat rahasia dapat dipublikasikan
dan diakses oleh masyarakat melalui sarana dan fasilitas
yang ada.

akses Informasi kepada Pemegang saham


ANTAM telah menyediakan akses terhadap informasi untuk
memungkinkan pemegang saham melaksanakan hak dan
tanggung jawabnya, yaitu:
1. RUPS, dimana perusahaan dapat berkomunikasi
dengan pemegang saham, menyampaikan informasi
mengenai perusahaan, dan memungkinkan pemegang
saham untuk berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan yang memerlukan persetujuan pemegang
saham.
2. Media elektronik seperti situs dan email (corsec@
antam.com) untuk menyampaikan informasi yang
relevan termasuk laporan tahunan. Pemegang saham
yang ingin mendapatkan informasi perusahaan secara
berkala melalui email tersebut dapat mendaftarkan
identitas dan alamat email pada mailing list pemegang
saham melalui situs Perusahaan (www.antam.com).
3. Media komunikasi lain adalah external meetings, news
alert, program advertising, conference call, non-deal
roadshow, site visit, dan investment conferences.
4. Dalam situs www.antam.com juga telah disediakan
bagian khusus informasi pemegang saham, berbagai
laporan dan publikasi yang dengan mudah dapat
diunduh oleh pemegang saham maupun publik.
Informasi yang disampaikan perusahaan kepada pemegang
saham yang dimuat dalam situs ANTAM (www.antam.com)
antara lain adalah mengenai sekilas ANTAM, kegiatan
perusahaan, kinerja keuangan 6 (enam) tahun terakhir,
Tata Kelola perusahaan, kinerja berkelanjutan, rilis laporan dan presentasi, informasi
pemegang saham, rilis media 6
(enam) tahun terakhir, laporan tahunan, laporan kuartalan,
laporan keuangan, laporan eksplorasi dan laporan
berkelanjutan. Sekretaris Perusahaan selalu melakukan

pengkinian atas informasi yang dipublikasikan.

kebijakan hubungan dengan Pemegang


saham
Insan ANTAM berkomitmen untuk senantiasa berusaha
keras agar perusahaan mengalami pertumbuhan yang
berkesinambungan berdasarkan standar bisnis yang saling
menguntungkan hingga dapat memberikan kontribusi
yang optimal bagi pemegang saham, seperti yang telah
diatur dalam kebijakan ANTAM.
Keempat kebijakan di bawah dipublikasikan dalam portal
internal dan situs ANTAM.

keTerbukaan InformasI, komunIkasI


Dan hubungan Dengan stAkeholders
Komunikasi dengan elektronik merupakan media yang
memfasilitasi akses terhadap informasi, salah satunya yang
kami gunakan adalah website perusahaan yang merupakan
sarana komunikasi yang efektif dengan Stakeholders.
Kami berusaha menyajikan kebutuhan informasi bagi
Stakeholders yang mencakup informasi mengenai ANTAM,
baik mengenai visi, misi, strategi, produk dan struktur
manajemen, kegiatan Perusahaan, kinerja keuangan, tata
kelola Perusahaan, kinerja berkelanjutan, rilis media dan
laporan serta informasi bagi Pemegang Saham.
Sekretaris Perusahaan melalui fungsi Investor Relations
telah menjalankan strategi maupun rencana kerja terkait
penyampaian informasi kepada investor dan publik.
Situs ANTAM (www.antam.com) memuat informasi
terkini dan tepat sasaran, efektif dan efisien sehingga
dapat memberikan pemahaman publik mengenai
Perusahaan secara transparan dan konsisten. ANTAM
juga menyampaikan informasi mengenai penerapan GCG
yang mengadopsi ketentuan dari ASX Listing Rules yang
dijadikan sebagai salah satu parameter penilaian GCG
pada ANTAM.
Dalam website ANTAM antara lain telah termuat Corporate
Governance Policy yang telah ditandatangani oleh Dewan
Komisaris dan Direksi pada tanggal 21 Januari 2013,
Standar Etika Perusahaan (CoC) yang telah ditandatangani
oleh seluruh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal
5 Juli 2013 dan wajib ditandatangani oleh seluruh Insan
ANTAM sebagai bentuk pernyataan kepatuhan terhadap
CoC.
Pada website juga tersedia Laporan Tahunan, laporan
aktivitas kuartalan, laporan keuangan, laporan eksplorasi,
laporan berkelanjutan serta informasi lain terkait operasi
ANTAM yang sesuai dengan ketentuan ASX Listing Rules.
Laporan Keuangan yang dipublikasikan secara kuartalan juga didukung oleh penjelasan dan
catatan yang
ditunjukan untuk menyediakan informasi yang memadai
kepada investor dalam melakukan penilaian terhadap
ANTAM.

4. Berpartisipasi dan memberikan suara RUPS.

Pada Agenda Pertama RUPST, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan
mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2013, termasuk Laporan
Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan. Sementara dalam Agenda Kedua
RUPST, pemegang saham mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan untuk Tahun Buku 2013.
Mengenai pembagian dividen yang merupakan agenda ketiga RUPST, disetujui pembagian
dividen kas final sebesar Rp92.237.426.040,00 atau 22,5% dari Laba Tahun Berjalan yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk Tahun Buku 2013. Dividen per saham Tahun
Buku 2013 adalah Rp9,67. Pemegang saham juga menyetujui laba ditahan sejumlah
Rp317.706.689.692,00 atau 77,5% dari Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk untuk Tahun Buku 2013.
Untuk penetapan tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku
2013 dan gaji/honorarium berikut tunjangan dan fasilitas Tahun Buku 2014, pemegang saham
ANTAM menyetujui untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan
terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.
Pemegang saham ANTAM juga menyetujui untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana dan Rekan, a member of PricewaterhouseCoopers International untuk
mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2014 dan Laporan Keuangan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2014.
Pemegang saham ANTAM juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk
penyempurnaan.
Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Bapak Sutikno sebagai Direktur Perseroan
dan mengangkat Bapak Hari Widjajanto sebagai Direktur Perseroan. Bapak Hari Widjajanto
sebelumnya menjabat sebagai General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas. Pemegang
saham juga memberhentikan dengan hormat Bapak Robert Pakpahan sebagai Komisaris dan
mengangkat Bapak Ro-bert Simanjuntak sebagai Komisaris Perseroan. Bapak Robert
Simanjuntak saat ini adalah Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal
dan Ketua Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Desentralisasi Fiskal. Sementara Bapak
Hikmahanto Juwana kembali diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
5. Memilih dan mengganti anggota dewan.
Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Bapak Sutikno sebagai Direktur Perseroan
dan mengangkat Bapak Hari Widjajanto sebagai Direktur Perseroan. Bapak Hari Widjajanto
sebelumnya menjabat sebagai General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas. Pemegang
saham juga memberhentikan dengan hormat Bapak Robert Pakpahan sebagai Komisaris dan
mengangkat Bapak Ro-bert Simanjuntak sebagai Komisaris Perseroan. Bapak Robert
Simanjuntak saat ini adalah Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan

Fiskal dan Ketua Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Desentralisasi Fiskal. Sementara
Bapak Hikmahanto Juwana kembali diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
6. Memperoleh bagian atas laba perusahaan.
Mengenai pembagian dividen yang merupakan agenda ketiga RUPST, disetujui
pembagian dividen kas final sebesar Rp92.237.426.040,00 atau 22,5% dari Laba Tahun
Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk Tahun Buku
2013. Dividen per saham Tahun Buku 2013 adalah Rp9,67. Pemegang saham juga
menyetujui laba ditahan sejumlah Rp317.706.689.692,00 atau 77,5% dari Laba Tahun
Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk Tahun Buku
2013.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan masingmasing
pada tanggal-tanggal 30 April 2013 dan 14 Juni
2012, para pemegang saham menyetujui usulan pembagian
dividen kas dari laba bersih tahun 2012 dan 2011 masingmasing
sebesar
Rp448.967.247.300
atau
Rp47,0884
(rupiah
penuh)
per saham dan Rp673.359.996.800 atau Rp70,71
(rupiah penuh) per saham. ANTAM tidak mengalokasikan
Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk untuk Tahun Buku 2012 untuk
sumber dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan,
tetapi Perseroan akan membentuk cadangan biaya tahun
2013 untuk Program Bina Lingkungan yang besarnya
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Perseroan.
Sementara alokasi untuk program Kemitraan dan Bina
Lingkungan dari laba bersih tahun 2011 adalah sebesar
Rp28.918.343.235 dan Rp48.197.238.725.
Tanggal akhir periode perdagangan saham dengan hak
dividen (cum dividend) untuk pasar reguler dan negosiasi
adalah 29 Mei 2013, dan tanggal 30 Mei 2013 adalah
awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex
dividend) untuk pasar regular dan negosiasi. Tanggal Daftar
Pemegang Saham yang berhak dividen (recording date)
adalah 3 Juni 2013 dan tanggal pembayaran dividen tunai
tahun buku 2012 adalah 18 Juni 2013 sebesar Rp47,0884
per lembar saham.
Bagi pemegang saham ANTAM di Australia, tanggal
awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex
dividend) adalah 28 Mei 2013, tanggal Daftar Pemegang
Saham yang berhak dividen (recording date) adalah 3 Juni
2013 dan tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku
2012 adalah 18 Juni 2013. Dengan rasio dividend payout

yang disetujui pemegang saham terhadap pencapaian


di tahun buku 2012 adalah sebesar 15% atau ekuivalen
dengan Rp235,442 per CDI untuk pembagian dividen
kepada pemegang saham di Australia.

7. Hak untuk berpartisipasi dan mendapat informasi yang memadai terkait keputusan mengenai
perubahan mendasar yang terjadi di perusahaan

enCegahan benTuran kePenTIngan


Benturan kepentingan adalah keadaan dimana terdapat
konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan
kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham,
Komisaris dan Direktur, serta karyawan perusahaan.
Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, Komisaris dan
Direktur serta karyawan ANTAM senantiasa mendahulukan
kepentingan ekonomis ANTAM di atas kepentingan
ekonomis pribadi atau keluarga, maupun pihak lainnya.
Sepanjang tahun 2013, tidak terjadi peristiwa terkait
benturan kepentingan yang dilakukan oleh Komisaris
dan Direktur. Hal ini dapat terlihat dari Daftar Khusus
Kepemilikan Saham yang dimiliki oleh ANTAM dan Surat
Pernyataan Independensi yang ditandatangani oleh setiap
Komisaris dan Direktur yang dipublikasikan di situs ANTAM
(www.antam.com).
Pernyataan Independensi dan Potensi benturan
kepentingan
Setiap anggota Dewan Komisaris membuat pernyataan
independensi pada tiap awal tahun untuk menyatakan
status independensinya dan setiap akhir tahun untuk
menyatakan apakah selama tahun terakhir terdapat
situasi yang memiliki benturan kepentingan oleh Dewan
Komisaris atas tindakan yang dilakukan. Anggota Dewan
Komisaris juga berkewajiban untuk melapor apabila terjadi
perubahan status yang mempengaruhi independensinya.

Sekretaris Dewan Komisaris bertugas memastikan apakah


praktik ini telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip GCG.
Sepanjang tahun 2013, tidak terdapat situasi dengan
potensi benturan kepentingan yang dihadapi oleh
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam pengambilan
keputusannya. Dalam kedudukannya Dewan Komisaris
tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pemegang saham
Utama dan atau Pemegang Saham Pengendali (Kementrian
BUMN).
Surat Pernyataan Independensi ditandatangani oleh

keenam anggota Dewan Komisaris termasuk yang baru


diangkat (R. Sukhyar sebagai Komisaris Utama, Robert
Pakpahan, Velix Vernando Wanggai, Zaelani sebagai
Komisaris, serta Hikmahanto Juwana, Laode M. Kamaluddin
sebagai Komisaris Independen). Penandatanganan
dilakukan pada bulan Januari dan Mei 2013.

a. Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapat, dan memberikan suara dalam RUPS;
b. Hak untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu, benar dan
teratur, kecuali hal-hal yang bersifat rahasia;
c. Hak untuk menerima bagian dari keuntungan perusahaan yang diperuntukan bagi pemegang
saham dalam bentuk dividend an pembagian keuntungan lainnya;
d. Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat mengenai prosedur
yang harus dipenuhi berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS;
e. Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam perusahaan, maka: (i)
setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sesuai dengan jenis, klasifikasi dan
jumlah saham yang dimiliki; dan (ii) setiap pemegang saham berhak untuk diperlakukan
setara berdasarkan jenis dan klasifikasi saham yang dimilikinya.

Pemegang saham dengan hak suara minimal 10% dapat mengajukan gugatan terhadap
Perseroan ke pengadilan negeri apabila dirugikan karena tindakan Perseroan yang dianggap
tidak adil dan tanpa alasan wajar sebagai akibat keputusan RUPS, Direksi, dan/atau Dewan

Komisaris.
Pemegang saham dengan hak suara minimal 10% juga dapat mengajukan permintaan ke
pengadilan untuk melakukan inspeksi atas perusahaan jika meyakini bahwa perusahaan atau
anggota dewan melakukan tindakan ilegal yang mengakibatkan dampak buruk ke pemegang

saham atau pihak ketiga.


Pemegang saham juga dapat meminta kepada Perseroan agar sahamnya dibeli dengan harga
yang wajar apabila yang bersangkutan tidak menyetujui tindakan Perseroan yang merugikan
pemegang saham atau Perseroan, berupa perubahan anggaran dasar; pengalihan atau
penjaminan kekayaan Perseroan yang mempunyai nilai lebih dari 50% kekayaan bersih

Perseroan; atau Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, atau Pemisahan.


Pemegang saham dengan hak suara minimal 10% juga dapat meminta dilakukan RUPS.
Dalam forum RUPS, pemegang saham berhak memperoleh keterangan yang berkaitan
dengan perseroan dari direksi dan/atau Dewan Komisaris, sepanjang berhubungan dengan
mata acara rapat dan tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan.

Melalui RUPS, pemegang saham mempunyai hak untuk melakukan pengangkatan,


penggantian, dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris.

Selain hak-hak tersebut, berdasarkan peraturan Bapepam-LK (IX.D.1), pemegang saham


perusahaan publik juga mempunyai hak memesan efek terlebih dahulu, yaitu hak yang
memungkinkan pemegang saham yang ada untuk memberi efek baru, sebelum ditawarkan ke
pihak lain.