You are on page 1of 2

keras semua pihak untuk mencapai status ODF.

ODF. Deklarasi ini memberi pengakuan pada kerja


dari BAB Sembarangan, dengan upacara Deklarasi
saat suatu desa berhasil mencapai predikat terbebas

AMPL
POKJA

PDAM-PDAM yang inovatif. Pengakuan juga diberikan


Sementara PERPAMSI menyediakan penghargaan bagi
daerah atau organisasi masyarakat yang berprestasi.
dan Sanitasi Award diberikan kepada pemerintah
sekolah tersedia penghargaan Adiwiyata. AMPL Award
tersedia penghargaan Sanipura dan Adipura, kepada
yang telah dicapai. Kepada kabupaten dan kota
pengakuan terhadap jerih payah dan keunggulan
yang berprestasi luar biasa. Penghargaan merupakan
diramaikan oleh berbagai penghargaan untuk mereka

telah terasah selama dekade terakhir.


harus terus menjaga semangat kolaborasi yang
asosiasi untuk berbagai kalangan. Tinggal kita
menjamur dengan adanya kelompok kerja dan
direplikasi. Ajang pertukaran informasi juga telah

Upaya peningkatan akses air minum dan sanitasi

Pacu dengan Penghargaan


sosial dan model pembiayaan yang bisa
dicontoh, berbagai pilihan teknologi, pendekatan
perlu ragu lagi. Banyak kisah sukses yang dapat
dengan pembelajaran selama ini, kita tidak
sinergi semua pihak untuk mencapainya. Namun,
lagi kawasan kumuh. Perlu upaya luar biasa dan
air minum, akses fasilitas sanitasi dan tidak ada
semua penduduk Indonesia telah memiliki akses
angka 100 0 100. Sasarannya, di tahun 2019,
dan sanitasi Indonesia diekspresikan dalam deret
Paska MDGs, target pembangunan air minum

Target Universal Access

BISA

Cerita Pembangunan
Air Minum dan
Sanitasi Indonesia

TERNYATA
Perjalanan Bersama

Setelah belasan tahun berupaya, akhirnya Indonesia berhasil meningkatkan akses air minum dan sanitasi
secara berarti. Banyak sekali upaya yang sudah dilakukan dalam belasan tahun terakhir ini. Semua
pihak terlibat, termasuk masyarakat. Kiat dan pengalaman yang sudah dimiliki seharusnya membuat
kita percaya diri untuk mengejar target paska MDG, yaitu target universal access atau 100 0 100.
Maknanya, di tahun 2019, 100% penduduk memiliki akses air minum, 0% kawasan kumuh yang tersisa dan
100% penduduk memiliki akses fasilitas sanitasi.

Landasan Kokoh Terbentuk


Momentum perubahan semakin menguat setelah
semua menyepakati alasan penting meningkatkan
akses air minum dan sanitasi. Ada alasan kesehatan,
kesejahteraan masyarakat, martabat dan ada juga
ekonomi. Momentum ini mendorong dibentuknya
Kelompok Kerja AMPL yang mempersatukan
irama kerja dari berbagai lembaga, baik di pusat
maupun di daerah. Mereka menjadi ujung-tombak

Era 1970 -1980

disusunnya strategi pembangunan sanitasi di


tingkat kota dan kabupaten. Program Percepatan

Pembangunan sarana air minum dan

Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP) pun

sanitasi masih berskala kecil dan belum


menyentuh wilayah pedesaan dan kota
kecil. Kesadaran mengenai kesehatan
lingkungan masih sangat rendah

Era 1980 1990


Instalasi pengolahan air limbah cair
terpusat mulai dibangun di beberapa
kota besar, begitu juga dengan sarana

diluncurkan. Kerangka peraturan dan lembaga


dibenahi, berbarengan dengan ditingkatkannya
alokasi dana pembangunan untuk air minum dan
sanitasi. Landasan kokohpun mulai terbentuk.

pengolah limbah setempat (on-site)

Era 1990 - 2000


Keterlibatan dunia swasta meningkat

dan MCK yang mulai dipromosikan.


(LSM) juga sudah mulai berperan
dengan bantuan dari berbagai donor.

pesat. Tapi krisis ekonomi dan


politik menyebabkan berbagai
rencana pembangunan mengalami
stagnasi. Partisipasi masyarakat mulai
diperkenalkan dan diterima secara luas
walau pelaksanaannya masih terbatas

Era 2000 - sekarang


Perlahan tetapi pasti sinergi pembangunan
sarana dan prasarana AMPL mulai terjadi.
Kegiatan pembangunan sarana fisik
diikuti dengan kampanye PHBS. Selain itu
dengan adanya target MDG memacu
pembangunan AMPL untuk mencapai
target tersebut.

Serentak dan Hasil Terlihat


Daerah
tangkapan
hulu

Kawasan
budidaya
daerah hulu

Air tanah

Badan
sungai

Bangunan
penangkap
air

Kebocoran
pipa
distribusi

Konsumen

ANCAMAN DI OPERATOR

ANCAMAN DI KONSUMEN
ANCAMAN DI SUMBER
Infografis : Taufik Sugandi

Munculkan Gagasan Baru


Telah banyak gagasan baru yang dihadirkan dalam perjalanan pembangunan air minum dan sanitasi di
Indonesia. Ruang diberikan seluas-luasnya, baik untuk gagasan teknologi maupun gagasan konsep. Tidak selalu
harus gagasan canggih, terkadang gagasan sederhana malah lebih tepat untuk memecahkan masalah kita.
Tidak selalu harus gagasan orisinal, terkadang gagasan dari negara lain juga dapat dengan mudah disesuaikan
dengan kondisi kita. Dukungan diberikan agar suatu gagasan dapat diimplementasikan, seiring dengan
diselenggarakannya lombah-lomba yang mampu memunculkan gagasan-gagasan baru.

Dorong Masyarakat
Turut Bekerja

Serentak dan Hasil Terlihat

Saat layanan air minum dan sanitasi belum

Tidak cukup dengan praktik business as usual,

tersedia sepenuhnya, setiap rumah tangga

tantangan akses air minum dan sanitasi dihadapi

perlu didorong untuk menyediakan layanan

dengan melakukan banyak terobosan dari

bagi dirinya sendiri. Termasuk dengan

segala penjuru. Di bawah payung program PPSP,

pengomposan sampah, pembuatan sumur

sejumlah program dan pendekatan diluncurkan,


melibatkan berbagai pihak dari pemerintahan,
swasta maupun lembaga internasional. Programprogram PAMSIMAS, SANIMAS, STBM dan Sanitasi
Sekolah dilakukan serentak dan terbukti sukses
membawa perubahan. Tidak hanya menyangkut
pembangunan sarana fisik, tetapi menyangkut juga
penerapan aspek perilaku hidup bersih dan sehat.
Pencapaian luar biasa pun mulai terlihat.

Pengumpulan
sampah

Pengangkutan
sampah

resapan dan penggunaan tangki septik.

Tenaga fasilitator lapangan


sangat dibutuhkan dalam
program pembangunan
berbasis masyarakat.
Mereka bertugas untuk
meningkatkan kemampuan
dan mendampingi
masyarakat dalam
meningkatkan minat
masyarakat untuk
menerapkan perilaku hidup
bersih dan sehat.

Pengolahan
lumpur tinja

Bantu mereka yang tidak mampu dengan


layanan air limbah dan persampahan komunal.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat
perlu diterapkan tetapi tetap dampingi
masyarakat saat mengembangkan layanan
tersebut. Program SANIMAS dan PAMSIMAS
membuktikan pendekatan berbasis masyarakat
ini mampu memberikan hasil yang baik.

Pembuatan
pupuk sampah

Daur ulang
sampah

Libatkan Perempuan
dan Anak-Anak
Untuk urusan kebersihan dan kesehatan, perempuan
Sedot tinja

WC umum

Pengolahan air

Banyak Peluang, Banyak Pendukung


Pengembangan layanan air minum dan sanitasi penuh dengan peluang bagi mereka terlibat di dalamnya. Baik
mereka yang tergolong sebagai aparat pemerintah, politisi, pencari kerja, tokoh masyarakat, investor, dan
tentunya pengusaha. Membuka informasi tentang peluang-peluang ini membangun keinginan warga untuk
membuka usaha, koperasi atau organisasi masyarakat terkait layanan air minum dan sanitasi. Semakin banyak
peluang, semakin banyak pula pelaku yang mendukung pembangunan tersebut.

memiliki pengalaman yang lebih baik. Berbagai


program pembangunan air minum dan sanitasi telah
menciptakan ruang bagi kaum perempuan untuk
menyuarakan pendapatnya. Sementara, anak-anak
dapat berperan sebagai agen perubahan perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS). Melibatkan jutaan anak
Indonesia terbukti mempercepat perubahan perilaku.
Anak yang belajar di sekolah tentang PHBS akan
menularkan pengetahuannya kepada orang tua,
anggota keluarga lainnya, maupun kepada temannya.