You are on page 1of 8

ANALISA KUALITATIF DAN KUANTITATIF MERKURI PADA KRIM PEMUTIH

WAJAH
THE QUALITATIVE AND QUANTITATIVE ANALYSIS MERCURY IN FACE
WHITENING CREAM
Siti Mundi Ronah
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Palangka Raya
E-mail: sitimundironah@ymail.com
ABSTRAK
Merkuri sering digunakan dalam kosmetik sebagai pemutih wajah. Krim pemutih wajah
yang mengandung merkuri dapat mencerahkan wajah dalam waktu singkat, karena merkuri
menghambat pembentukan melanin pada kulit. Hal yang perlu diketahui, penggunaan merkuri
pada krim pemutih wajah telah dilarang karena dapat memberikan efek bahaya bagi kesehatan
seperti menyebabkan kanker dan gagal ginjal. Di Palangka Raya banyak beredar berbagai jenis
krim pemutih wajah dengan berbagai macam merk. Pada penelitian ini diambil 3 sampel krim
pemutih wajah untuk dilakukan uji merkuri. Pengujian dilakukan secara kualitatif dan
kuantitatif.
Langkah awal untuk uji merkuri secara kualitatif yaitu sampel ditimbang sebanyak 2
gram kemudian dilarutkan kedalam 25 mL air dan 5 HNO3 pekat, lalu sampel direfluks agar
dapat menganalisa mineral yang diinginkan. Setelah direfluks, larutan sampel didinginkan dan
dilakukan filtrasi untuk memperoleh filtrat yang nantinya akan diujikan apakah mengandung
merkuri atau tidak. 2 mL filtrat ditambahkan dengan 5 tetes KI dan dipanaskan. Larutan yang
telah dipanaskan akan berwarna merah dan membentuk endapan merah HgI 2 (merkuri (II)
iodida) jika sampel positif mengandung merkuri. Uji kuantitatif kandungan merkuri pada sampel
dengan alat mercury analyzer.
Pada 3 sampel yang telah diuji merkuri secara kualitatif, diperoleh hasil 2 sampel
mengandung merkuri dan 1 sampel tidak mengandung merkuri. Sampel yang mengandung
merkuri adalah sampel A dan sampel C, sedangkan sampel yang tidak mengandung merkuri
adalah sampel B. Sampel A dan sampel C diteliti lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi
merkurinya. Dilakukan pengukuran konsentrasi merkuri dengan alat mercury analyzer, hasilnya
adalah pada sampel A kandungan merkurinya sebanyak 0,004 ppm dan sampel C kandungan
merkurinya sebanyak 0,017 ppm. BPOM telah mengeluarkan peraturan tentang larangan
penggunaan merkuri pada kosmetik pemutih kulit, jadi sampel krim pemutih wajah A dan C
tidak aman digunakan karena mengandung merkuri.
Kata kunci: Krim pemutih wajah, melanin, merkuri
PENDAHULUAN
Krim pemutih merupakan campuran bahan kimia dan lainnya dengan khasiat bisa
memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Tujuan penggunaanya dalam jangka waktu yang
lama agar dapat menghilangkan atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit, tetapi penggunaan

yang terus menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen (Anonim,
2012b).
Raksa (nama
lama:
air raksa)
atau
merkuri
atau hydrargyrum (bahasa
Latin:Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol
Hg, nomor atom 80 berat dan molekul 200,59. Unsur golongan logam transisi ini berwarna
keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium,galium, dan brom)
yang berbentuk cair dalam suhu kamar, mudah menguap serta beracun (Wikipedia, 2013).
Merkuri dialam ditemukan dalam tiga bentuk yaitu Hg, Hg 22+, Hg2+. Keracunan kronis oleh
merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernapasan. Akumulasi Hg
dalam tubuh dapat menyebabkantremor, parkinson, gangguan lensa mata berwarna abu-abu,
serta anemia ringan, dilanjutkan dengan gangguan susunan syaraf yang sangat peka terhadap
merkuri dengan gejala pertama adalah parestesia, ataksia, disartria, ketulian, dan akhirnya
kematian (Wikipedia, Toksisitas logam).
Penambahan merkuri dalam krim pemutih wajah dilakukan karena merkuri dapat
menghambat pembentukan melanin pada kulit. Melanin adalah zat protein yang berperan
menentukan warna kulit seseorang. Warna kulit yang lebih gelap mempunyai melanin yang lebih
banyak pada lapisan epidermis dibandingkan kulit yang berwarna terang. Karena terhambatnya
pembentukan melanin oleh merkuri, maka akibatnya kulit menjadi menjadi berwarna terang.
Dalam keadaan normal, melanin dihasilkan secara teratur oleh sel melanosit. Melanin selain
memberi warna pada kulit juga berfungsi melindungi kulit dari terpaan sinar matahari yang
dapat merusak struktur kulit, melanin sangat berguna melindungi kulit dari sinar UV (Anonim,
2011).
Dalam penggunaan krim pemutih hampir semuanya bekerja menghambat enzim tirosinase.
Namun merkuri tidak hanya menghambat, melainkan juga merusak sel kulit sehingga tidak ada
nutrisi dan regenerasi yang dilakukan merkuri, itulah yang menyebakan wajah menjadi lebih
putih dalam hitungan hari. Dan karena sifatnya yang beracun maka penggunaan merkuri
perlahan merusak dermis dan epidermis serta seluruh enzim yang bekerja menopang kerja kulit
(Anonim, 2012a).
Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari
perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit,
alergi, iritasi kulit. Pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen
otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janinbahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi
juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat
karsinogenik (penyebab kanker) pada manusia (BPOM, 2006).
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor : HK.00.05.42.1018 tahun
2008 tentang bahan kosmetik dan nomor HK.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011 tentang
persyaratan teknis bahan kosmetika, melarang penggunaan merkuri pada kosmetik (BPOM,
2008: 2011).
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi merkuri pada krim pemutih
wajah ialah dengan melakukan analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Analisa kualitatif
bertujuan
untuk
mengetahui
keberadaan
suatu unsur atau senyawa
kimia,
baik organik maupun anorganik. Dalam analisa kualitatif, meneliti secara visual atau penilaian
terhadap sifat yang lebih jelas seperti warna ataupun bentuk larutan sudah cukup, namun supaya
dapat dipertanggung jawabkan sebaiknya digunakan proses reaksi kimia (Abudarin, 2002).
Analisa kuantitatif berkaitan dengan penetapan beberapa banyak suatu zat tertentu yang
terkandung dalam suatu sampel. Zat yang ditetapkan tersebut, yang sering kali dinyatakan

sebagai analit, menyusun sebagian kecil atau sebagian besar sampel yang di analisis
(Underwood, 2002).
Analisa kualitatif merkuri menggunakan pereaksi KI yang akan memberikan endapan
merah HgI2 jika sampel mengandung merkuri dan analisa kuantitatif merkuri menggunakan
mercury analyzer untuk mengetahui konsentrasi merkuri dalam sampel.
Sampel krim pemutih wajah yaitu 3 jenis krim pemutih yang beredar di Palangka Raya. 3
jenis sampel krim pemutih wajah yang dipilih merupakan krim pemutih yang paling banyak
diminati dan digunakan oleh para remaja hingga orang dewasa di Palangka Raya.
METODE PENELITIAN
Alat dan Bahan Penelitian
Alat Penelitian
Adapun peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: kaca arloji, neraca
analitik, gelas kimia 25 ml, rak tabung tabung reaksi, labu erlenmeyer 100 ml (pyrex), labu ukur,
botol semprot, pipet volume 5 ml, pipet tetes, batang pengaduk, corong, penangas listrik,
penjepit, kertas saring, kondensor, labu alas bulat, slang kecil, klem dan statif, batu didih, mantel
pemanas, mercury analyzer.
Bahan Penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 3 jenis sampel krim pemutih wajah,
Kalium Iodida 0,5 N, HNO3 pekat, aquades.
Prosedur Penelitian
Pembuatan KI 0,5 N
Pembuatan larutan KI 0,5 N dimulai dengan menghitung massa Kalium Iodidayang
diperlukan untuk membuat 25 mL KI 0,5 N. Setelah dihitung, massa KI yang diperlukan
sebanyak 2,075 gram. Ditimbang kristal Kalium Iodida sebanyak 2,075 gram kemudian
dimasukkan kedalam gelas kimia yang telah berisi 10 mL aquades, kristal KI diaduk agar larut
dalam aquades. Pada labu ukur 25 mL diisikan sedikit aquades kemudian dimasukkan larutan KI
yang berada pada gelas kimia secara perlahan kedalam labu ukur 25 mL, ditambahkan aquades
sampai tanda batas pada labu ukur. Larutan KI dikocok sampai menyatu dengan aquades.
Larutan KI 0,5 N dipindahkan kedalam botol reagen kemudian diberi label dengan keterangan
nama larutan, tanggal pembuatan, konsentrasi larutan.
Rumus yang digunakan untuk menghitung massa KI adalah sebagai berikut:
Massa KI= N x V x BE KI
Pembuatan Larutan Sampel
Untuk membuat larutan yang akan diujikan kandungan merkurinya (larutan sampel),
langkah-langkahnya yaitu sampel ditimbang sebanyak 2 g, kemudian dimasukkan kedalam gelas
kimia yang telah berisi sedikit air, larutan sampel diaduk dengan batang pengaduk setelah itu
ditambahkan aquades sebanyak 25 mL dan 5 mL HNO3 pekat. Penambahan HNO3 pekat
berfungsi untuk melarutkan logam merkuri karena sifat logam merkuri yang larut dalam asam
nitrat (HNO3) pekat (Vogel, 1990). Larutan sampel yang telah dicampur dengan asam nitrat pekat
direfluks selama 30 menit sampai larutan menjadi jernih kemudian didinginkan. Langkah
selanjutnya adalah dilakukan penyaringan dengan kertas saring untuk memperoleh filtrat. Filtrat
inilah yang akan diuji kandungan merkurinya.
Analisa Kualitatif dan Kuantitatif Merkuri dalam Sampel

Untuk analisa kualitatif merkuri langkah kerja yang dilakukan adalah filtrat diambil
sebanyak 2 mL lalu ditambahkan 5 tetes larutan KI 0,5 N, kemudian larutan sampel dipanaskan
maka akan terbentuk endapan merah HgI2 (merkuri (II) iodida).
Dilakukan uji kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi merkuri pada sampel
menggunakan alat mercury analyzer yang sudah dikalibrasikan. Sampel krim pemutih wajah
yang positif mengandung merkuri pada uji kualitatif ditimbang sebanyak 1 mg kemudian
dimasukkan kedalam alat mercury analyzer, instrument di nolkan, serapan yang diperoleh
dicatat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji merkuri secara kualitatif bertujuan untuk mengetahui apakah didalam sampel krim
pemutih wajah teridentifikasi merkuri atau tidak. Uji kualitatif merkuri menggunakan larutan KI
0,5 N yang memberikan endapan berwarna merah HgI 2 (merkuri (II) iodida). Sedangkan uji
kuantitatif bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi merkuri dalam sampel. Uji kuantitatif
merkuri menggunakan alat Mercury Analyzer yang akan memberikan nilai konsentrasi merkuri
dalam ppm.
Setelah dilakukan pengujian pada 3 sampel secara kualitatif, tenyata ada dua sampel yang
positif teridentifikasi merkuri. Hasil yang diperoleh pada uji kualitatif merkuri dapat dilihat pada
tabel 1:
Tabel 1
Hasil Analisis Kualitatif Uji Merkuri dengan Larutan KI 0, 5 N
No
.

Sampel Warna Larutan

Terbentuk
Endapan

Keterangan

positif
mengandung
merkuri
negatif
kuning pucat
tidak terbentuk
2
B
mengandung
bening
endapan
merkuri
positif
3
C
merah terang
endapan merah
mengandung
merkuri
Sampel yang positif mengandung merkuri pada uji kualitatif dengan KI 0,5 N adalah
sampel A dan sampel C, kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui
konsentrasi merkuri yang terdapat dalam sampel A dan sampel C menggunakan alat Mercury
Analyzer. Hasil analisis kuantitatif sampel yang positif mengandung merkuri dapat dilihat pada
tabel 2:
Tabel 2
Hasil Analisis Konsentrasi Merkuri dalam Krim Pemutih
1

merah terang

endapan merah

No

Nama Sampel

Konsentrasi
(ppm)

Sampel A

0,004

Sampel C

0,017

Sampel A, sampel B dan sampel C dipilih karena ketiga sampel ini banyak digunakan
oleh konsumen yang ada diPalangka Raya. Selain harganya yang terjangkau, ketiga krim tersebut
juga cepat mencerahkan wajah, karena alasan inilah banyak konsumen yang menggunakannya.
Pada kemasan sampel A terdapat nomor registrasi dan komposisi bahan yang digunakan.
Sampel A mempunyai tekstur krim padat dan lengket, warna krim kuning muda kecoklatan serta
bau krim menyengat. Pada kemasan sampel B terdapat nomor registrasi dan komposisi bahan
yang digunakan. Sampel B mempunyai tekstur yang halus, tidak lengket, warna krim putih susu
serta tidak berbau menyegat. Pada kemasan sampel C terdapat nomor registrasi tetapi tidak
terdapat komposisi bahan yang digunakan. Sampel C memiliki tekstur yang sangat lengket, krim
tidak homogen (tidak menyatu), warna krim putih terang serta bau krim sangat menyengat.
Nomor registrasi merupakan nomor yang diterbitkan oleh BPOM yang menandakan bahwa
produk memiliki ijin edaran.
Penambahan HNO3 pekat pada sampel bertujuan untuk melarutkan logam merkuri
karena sifat logam merkuri yang mudah bereaksi dengan HNO 3 pekat (Vogel, 1990). Reaksi yang
terjadi antar logam merkuri dengan HNO3 pekat adalah:
Hg(s) + 2NO3-(aq) + 4H+ (aq) Hg2+ (aq) + 2NO2 (g) + 2H20(l)
Dari hasil uji secara kualitatif diperoleh sampel A dan sampel C yang sama-sama
mempunyai warna larutan merah dan terdapat endapan merah. Sedangkan sampel B warna
larutannya kuning bening. Jadi sampel yang teridentifikasi merkuri adalah sampel A dan sampel
C karena terdapat endapan merah merkuri (II) iodida. Reaksi yang terjadi antara ion merkuri
dengan Kalium Iodida:
Hg2+ (aq) + 2KI (aq) HgI2 (s) + 2K(aq)
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) nomor
HK.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika, melarang
penggunaan merkuri pada kosmetik (BPOM, 2011). Merkuri (Hg) /Air Raksa termasuk logam
berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecilpun dapat bersifat racun. Pemakaian
merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna
kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit
serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan
gangguan perkembangan janinbahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat
menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik
(dapatmenyebabkan kanker) pada manusia (BPOM, 2006). Jadi krim pemutih wajah yang
mengandung merkuri tidak aman digunakan karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi
kesehatan manusia.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian pada 3 sampel, ternyata ada 2 sampel yang positif
mengandung merkuri, sampel tersebut adalah sampel A dan sampel C. Sedangkan sampel B tidak
mengandung merkuri. Konsentrasi merkuri pada sampel A dan sampel C setelah diukur
menggunakan alat mercury analyzer adalah 0,004 ppm untuk sampel A dan 0,017 untuk sampel
C.

Saran
Bagi para pembaca agar mencari literatur lain yang berhubungan dengan adanya merkuri
pada krim pemutih wajah. Selain itu, merkuri tidak hanya diacampur dalam krim pemutih wajah,
banyak sekali produk kosmetik yang mengandung merkuri, hendaknya dilakukan penelitian lebih
lanjut tentang kandungan merkuri yang ada pada sabun pemutih wajah, bedak, lipstik dan body
lotion.
DAFTAR PUSTAKA
Abudarin. 2002. Bahan Ajar Analisis Kualitatif (Pemisahan dan Identifikasi Kation). FKIP UNPAR:
Palangka Raya
Anonim. 2011. Wajahku Membahayakan Duniaku. http : // www . chem . itb . ac . id / index . php
? option = com_ content & view = article & id = 43 : whitening cream & catid = 1 : new s &
lang = en. Diakses tanggal 15 Desember 2013
Anonim. 2012a. Alur Kerja Merkuri (Hg) Dikulit Wajah. http : // www . bahayamerkuri . com / 2012 /
10 / alur kerja merkuri hg di kulit wajah . html. Diakses tanggal 15 Desember 2013
Anonim. 2012b. Pengujian Raksa pada Krim Pemutih Wajah. http:// elisa beth deta. blogspot. com /
2012 / 06 / pengujian - raksa - pada - krim - wajah. html.Diakses tanggal 3 Desember 2013
BPOM. 2006. Kosmetik Yang Mengandung Bahan Dan Zat Warna Yang Dilarang.http :
//www.pom.go.id/pom/peringatan_publik/pdf/PW_koslarang.pdf. Diakses tanggal 3 Desember
2013
BPOM.
2011. Persyaratan
Teknis
Bahan
Kosmetik. http://notifkos.pom.go.id/bpomnotifikasi/document_peraturan/HK.03.1.23.08.11.07517%20TAHUN%202011%20tentang
%20Persyaratan%20Teknis%20Bahan%20Kosmetika.pdf. Diakses tanggal 3 Desember 2013
BPOM. 2008. Bahan Kosmetik. Jakarta
Underwood, Day., et.al. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi 5 penerjemah Aloysius H. Penerbit
Erlangga : Jakarta
Vogel. 1990. Analisa Anorganik Kualitatif Makro Dan Semi Mikro. Edisi 2 jilid 1 penerjemah setiono
dan pudjaatmaka. PT. Kalman Media Pusaka: Jakarta

Hidrokuinon
Sinonim : Alpha-hydroquinone; Hydroquinol; Quinol; Benzoquinol; 1,4benzenediol; 1,4-dihydroxybenzene; p-dihyroxybenzene; p-hydroxyphenol; pdioxobenzene; dihyroquinone; pyrogentistic acid (BPOM,2011)
Efek samping : efek samping dari hidrokuinon dapat menimbulkan dermatitis
kontak dalam bentuk bercak putih pada wajah atau sebaliknya. Menimbulkan
reaksi hiperpigmentasi. Gejala awal dapat berupa iritasi ringan, panas,
menyebabkan luka bakar, merah, menyengat, eritmia, gatal atau hitam pada wajah
akibat kerusakan sel melanosit (BPOM RI, 2011)

UJI HIDROKUINON
1.

2.

3.

a.
b.
4.

Titrasi Redoks
Hidrokuinon adalah salah satu reduktor dengan potensi eloktrokimia E+268
mV. Pada titrasi oksidasi hidrokuinon akan melepaskan elektron (mengalami
oksidasi) sementara titian akan mengalami reduksi karena mengikat elektron.
Prosedur analisis hidrokuinon secara titrasi redoks menurut Farmakope Indonesia
edisi IV:
Timbang seksama sampel sebanyak 250 mg, larutkan dalam campuran 100ml
air dan 10ml asam sulfat 0,1 N, tambahkan tetes definilamin dan titrasi dengan
serum IV sulfat 0,1 N hingga warna merah lembayung. Lakukan penetapan
blangko dengan 1 ml serum IV sulfat 0,1 N setara dengan 5,506 mg
C6H6O2 (DepKes, 1995)
Spektofotometri UV-Vis (Garcia et al.2007)
Hidrokuinon memiliki gugus kromofor sehingga dapat dianalisa dengan
menggunakan alat Spektofotometri UV-Vis. Cara yang dilakukan untuk analisa
hidrokuinon dengan metode ini adalah :
Diukur panjang gelombang secara Spektofotometri ultraviolet pada panjang
gelombang 200-400 nm, sedangkan untuk menghitung kadar hidrokuinon dalam
sampel dihitungdengan menggunakan kurva baku dengan persamaan regresi :
y = a bx
Kromatografi Lapis Tipis (Siddique et al, 2012).
Analisa hidrokuinon menggunakan menggunakan fase diam yang bersifat polar
dan fase diam yang bersifat nonpolar. Kuantitas hidrokuinon dihitung dengan
membandingkan luas puncak bercak sampel terhadap bercak standart
menggunakan alat densitometri yang diukur pada panjang gelombang maksimum.
Fase gerak yang dapat digunakan adalah:
Metanol-kloroform (50:50) (Depkes,1995)
Heksana-aseton (3:2) (Siddique et al, 2012)

HPCL (High Permormance Liquid Chromatography)


Sistem kromatografinya merupakan sistem kromatografi terbalik dimana fase
diam bersifat non polar dengan fase gerak bersifat polar.
5.
Misellar Electrokinetic Chromatography
Metode ini menggunakan surfaktan seperti SDS (Sodium Dodesil Sulfat) dan
CTAB (Cetil Trimetil Amonium Bromida) untuk meningkatkan resolusi
denganinteraksi hidrofobik antara anti hidrofobik dengan misel dengan analit.
Sistem kromatografinya menggunakan kolom kapiler Fused silica dengan detektor
UV (Jangseokmine et al, 2005)
6.
Electrochomatography (Desiderio et al,2000)

Merupakan teknik analisa terbaru yang menggunakan kapiler fused


sillicaI dengan kombinasi mekanisme elektroporetik dan kromatografi. Analit
dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan partisi dalam fase gerak dan fase diam.
Metode ini dapat digunakan untuk menganalisa analit netral maupun analit yang
bermuatan.
7.
Kalorimetri (Ibrahim et al, 2004)
Metode ini menggunakan pereaksi floroguslin untuk menentukan kadar
hidrokuinon dalam krim pemucat. Kondisi pengukuran dioptimumkan berdasarkan
penentuan pengaruh konsentrasi natrium hidroksida, penentuan pengaruh lama
pemanasan dan suhu optimum serta penentuan pengaruh pereaksi floroglusin.
Hasil yang diperoleh kemudiandiambil sebagai prosedur baku dalam reaksi warna.
Teknik kalorimetri mempunyai keunggulan karena senyawa yang bersama dengan
hidrokuinon yang mengabsorbsi radiasi di daerah ultraviolet tidak akan
mengganggu pengukuran serapan radiasi pada sinar tampak