You are on page 1of 12

1.

Apa yang dimaksud proses persalinan dan sebutkan tanda tanda seorang ibu hamil
sudah memasuki fase persalinan !
Persalinan
Persalinan adalah proses melahirkan, Sebagai respon dari adanya kontraksi uterus maka
terjadilah penipisan (pendataran - effacement) segmen bawah uterus, terjadi pula dilatasi
servik dan pembentukan jalan lahir yang kemudian diikuti dengan desensus janin untuk
keluar melalui panggul.
Tanda tanda persalinan

Kontraksi uterus dengan interval yang teratur

Kontraksi uterus dirasakan nyeri

Dapat diraba uterus yang mengeras

Nyeri dirasakan baik di belakang maupun di depan abdomen

Persalinan sungguhan secara efektif menyebabkan pembukaan cervix

Bagian terendah janin turun

Pada waktu tidak ada his kepala terfiksasi Seringkali mengakibatkan penonjolan
ketuban

2. Sebutkan 3 tahapan persalinan


3 tahapan persalinan

Tahap pertama
Berlangsung sejak dimulainya kontraksi yang kuat sampai ke dalam jalan lahir
Tahap kedua
berlangsung sejak turunnya bayi ke dalam jalan lahir sampai bayi dilahirkan
Tahap ketiga
berlangsung sejak dilahirkannya bayi sampai uri (plasenta keluar)

3. Jelaskan proses desensus bagian terendah janin melalui pemeriksaan abdomen


Desensus bagian terendah janin diketahui dengan melakukan palpasi abdomen (Leopold III
dan IV ) atau dengan palpasi perlimaan :

Leopold III :
o Pemeriksaan ini dilakukan dengan hati-hati oleh karena dapat menyebabkan
perasaan tak nyaman bagi pasien.
o Bagian terendah janin dicekap diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan.
o Ditentukan apa yang menjadi bagian terendah janin dan ditentukan apakah
sudah mengalami engagemen atau belum.

Leopold IV :
o Pemeriksa merubah posisinya sehingga menghadap ke arah kaki pasien.
o Kedua telapak tangan ditempatkan disisi kiri dan kanan bagian terendah janin.
o Digunakan untuk menentukan sampai berapa jauh derajat desensus janin.

Palpasi perlimaan

4. Pengukuran cairan ketuban, penyebab dan pengertian oligohidramnion dan penyebab


dan pengertian polihidramnion
PENGUKURAN VOLUME CAIRAN AMNION
Pemeriksaan dengan ultrasonografi adalah metode akurat untuk memperkirakan volume
cairan amnion dibandingkan pengukuran tinggi fundus uteri .

Penentuan AFI amniotic fluid index adalah metode semikuantitatif untuk memperkirakan
volume cairan amnion.

AFI adalah jumlah dari kantung amnion vertikal maksimum dalam cm pada masing-masing
empat kuadran uterus. AFI normal pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu : 5 20 cm
ARTI KLINIK VOLUME CAIRAN AMNION Volume cairan amnion merupakan penanda
kesehatan janin

Volume cairan amnion normal menunjukkan bahwa perfusi uteroplasenta dalam


keadaan memadai.

Jumlah volume cairan amnuion abnormal berkaitan dengan outcomeperinatal yang


buruk

OLIGOHIDRAMNION
jumlah cairan amnion yang kurang dari normal (kurang dari 300 ml)
PENYEBAB :

ABSORBSI KURANG atau KEHILANGAN CAIRAN MENINGKAT


o Ketuban Pecah Dini (50% kasus oligohidramnion)

PENURUNAN PRODUKSI AMNION

Kelainan kongenital ginjal (agenesis ginjal, displasia ginjal) dan paparan terhadap
ACE inhibitor yang akan menurunkan output ginal janin

Obstruksi orifisium urethra eksterna janin

Insufisiensi uteroplasenta (solusio plasenta, preeklampsia, sindroma postmaturitas)


menurunkan perfusi ginjal dan produksi uribne

Infeksi kongenital Defek jantung janin NTDs, sindroma twin to twin


tranfusion,efek obat NSAID.

POLIHIDRAMNION
PENYEBAB:
1. Idiopatik (50 60% kasus)
2. Penyebab maternal :
1. isoimunisasi yang menyebabkan hidrop fetalis imune
2. Diabetes Melitus
3. Penyebab janin (10 15%):
1. Hidrop fetalis non imune
2. Defek jantung
3. Kehamilan kembar
4. Kelainan anatomis : obstruksi saluran intestin, deformitas paru, gangguan
proses menelan (akalasia, obstruksi esopagus, fistula trakeoesopagus,kelainan
SP
5. Diabetes insipidus
4. Penyebab plasenta (jarang) : korioangioma plasta

5. Kriteria kontraksi uterus


Persalinan normal adalah peristiwa adanya kontraksi uterus yang disertai dengan kemajuan
proses dilatasi dan pendataran serviks. Secara klinis kriteria kontraksi uterus yang adekuat :
1. fundal dominan ( fundus uteri sebagai pusat dan mempunyai kekuatan yang paling besar )
2.

- Kala I : 2 4 kali /10 menit


- Kala II : 3 4 kali / 10 menit
- Kala III: kontraksi uterus berkurang

3. Masing masing his berlangsung sekitar 40 detik


4. Terdapat fase relaksasi yang memadai
5. Intensitas kontraksi normal ( -200 MVU )

6. Perbedaan true labor dan false labor


7. Syarat dan indikasi melakukan pemeriksaan vagina toucher
Indikasi vaginal toucher pada kasus kehamilan atau persalinan:
1

Sebagai bagian dalam menegakkan diagnosa kehamilan muda.

Pada primigravida dengan usia kehamilan lebih dari 37 minggu digunakan untuk
melakukan evaluasi kapasitas panggul (pelvimetri klinik) dan menentukan apakah ada
kelainan pada jalan lahir yang diperkirakan akan dapat mengganggu jalannya proses
persalinan pervaginam.

Pada saat masuk kamar bersalin dilakukan untuk menentukan fase persalinan dan
diagnosa letak janin.

Pada saat inpartu digunakan untuk menilai apakah kemajuan proses persalinan sesuai
dengan yang diharapkan.

Pada saat ketuban pecah digunakan untuk menentukan ada tidaknya prolapsus bagian
kecil janin atau talipusat.

Pada saat inpartu, ibu nampak ingin meneran dan digunakan untuk memastikan
apakah fase persalinan sudah masuk pada persalinan kala II.

Hal-hal yang diamati melalui pemeriksaan vagina pada kasus persalinan


Perabaan vagina :

Keadaan himen.

Keadaan introitus vaginae.

Keadaan dinding vagina.

Perabaan pada cavum Douglassi.

Perabaan servik :
dikerjakan secara sistematis untuk menentukan

Arah menghadap dan posisi dari porsio uteri.

Bentuk, besar dan konsistensi servik.

Keadaan kanalis servikalis (terbuka atau tertutup).

Perabaan corpus uteri

Letak

Bentuk

Besar

Konsistensi

Permukaan

Mobilitas dengan jaringan sekitarnya

Perabaan adneksa dan parametrium:

Pemeriksaan adneksa dan parametrium baru dapat dilakukan bila palpasi uterus sudah
dapat dilakukan dengan baik.

Dalam keadaan normal, tuba falopii dan ovarium tak dapat diraba.

Tuba falopii dan ovarium hanya dapat diraba dari luar pada pasien kurus atau pada
tumor ovarium / kelainan tuba

( hidrosalphynx) yang cukup besar.

Sebutkan cirri-ciri panggul ginekoid, sebutkan batas pinggul atas panggul, rongga pelvis,
serta pintu bawah panggul dan apa yang dimaksud dengan sumbu panggul.

JenisPanggul
Berdasarkan pada ciri-ciri bentuk pintu atas panggul, ada 4 bentuk pokok jenis panggul :
1

Ginekoid : paling ideal, panggul perempuan, diameter anteroposterior sama dengan


diameter transversa bulat : 45%

Android : panggul pria, PAP segitiga, diameter transversa dekat dengan sacrum.
segitiga : 15%

Antropoid : agak lonjong seperti telur, diameter anteroposterior lebih besar daripada
diameter transversa.

Platipeloid : picak, diameter transversa lebih besar daripada diameter anteroposterior,


menyempit arah muka belakang : 5%

PINTU ATAS PANGGUL


Batas batas Pintu Atas Panggul :

Di bagian anterior : os Pubis

Dibagian Lateral : liea ileo pectinalis atau linea terminalis

Dibagian posterior : allae dan promontorium os Sacrum

RONGGA PANGGUL

PINTU BAWAH PANGGUL

SUMBU PANGGUL
Sumbu panggul adalah garis yang menghubungkan pusat-pusat dari beberapa bidang di
dalam panggul berupa garis lurus di bagian atas sampai suatu titik sedikit di atas spina
ischiadika dan kemudian melengkung ke depan di daerah PBP.
Sumbu jalan lahir sedikit berbeda dari sumbu anatomis. Bagian atas dari jalan lahir
merupakan silinder yang lurus tapi ujung bawahnya melengkung ke depan, ditentukan oleh
perubahan dasar panggul karena desakan bagian depan anak.