You are on page 1of 4

Adzan dan Iqamah Shalat Setelah Bayi Lahir

Ada pelajaran penting yang hendaknya segera kita berikan kepada anak kita beberapa saat
setelah ia lahir ke dunia. Senyampang ia belum mendengar kalimat-kalimat yang lain; apalagi
kalimat yang buruk. Maka, marilah kita perdengarkan kepada anak kita sebuah kalimat yang
paling penting di dalam agama kita, yakni kalimat syahadat dan atau kalimat tauhid. Dalam hal
ini adalah membacakan adzan di telinga kanannya dan bacaan iqamah shalat di telinga kirinya.
Sudah barang tentu, cara membacakannya tidak selantang sebagaimana adzan dan iqamah shalat
di masjid; cukup dengan suara yang rendah dan merdu saja.
Dalam pembahasan sebelumnya, sudah kita singgung bahwa meski masih di dalam kandungan,
seorang bayi sudah bisa merespons suara atau sentuhan yang diberikan kepadanya. Maka, ketika
bayi sudah dilahirkan, kita tak perlu ragu lagi, sudah barang tentu adzan dan iqamah shalat yang
dibacakan di dekatnya akan berdampak kebaikan bagi sang bayi. Bahkan, ini merupakan
pendidikan dasar bagi anak kita agar kelak memegang teguh tauhid dan tidak pernah melupakan
kewajiban penting di dalam agama Islam, yakni shalat lima waktu.
Mengenai pentingnya membaca adzan setelah bayi dilahirkan ini dapat kita lihat dari beberapa
hadits berikut:
Abu Rafi telah berkata, Aku melihat Rasulullah Saw. menyerukan adzan di telinga Al-Hasan
bin Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fathimah. (HR Abu Daud dan Tirmidzi).
Rasulullah Saw. membaca adzan di telinga Al-Hasan (cucunya) ketika Fathimah
melahirkannya. (HR Tirmidzi; hadis ini hasan sahih).
Ibnu Abbas telah berkata, Sesungguhnya Nabi Saw. mengadzankan Al-Hasan bin Ali di
telinganya pada hari kelahirannya. Beliau adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga
kirinya. (HR Baihaqi).

Hikmah Adzan dan Iqamah Shalat


Banyak sekali hikmahnya ketika seseorang membacakan adzan dan iqamah shalat setelah anak
dilahirkan. Menurut Ibnu al-Qayyim dalam kitab Tuhfat Al-Maudud f Ahkam al-Maulud,
disebutkan bahwa di antara hikmah adzan di telinga bayi ini adalah mengajarkan kepada sang
bayi tentang kebesaran Tuhannya sekaligus meneguhkan kalimat tauhid ke dalam jiwanya
semenjak dia dilahirkan ke dunia ini. Di samping itu, masih menurut Ibnu al-Qayyim, sebagai
pelindung dari gangguan setan atau jin jahat yang selalu mengincar anak manusia semenjak
dilahirkan.
Ya, setiap anak yang baru dilahirkan, selalu diganggu oleh setan atau jin jahat. Itulah mengapa
ketika anak yang dilahirkan langsung menjerit atau menangis. Menurut Rasulullah Saw., hal itu
dikarenakan diganggu oleh setan. Mengenai hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni
dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
Jeritan bayi saat keluar (dilahirkan) adalah karena tusukan setan. (HR Bukhari, Muslim, dan
Thabrani).
Tiada seorang anak Adam pun yang baru dilahirkan, melainkan setan menyentuhnya saat
kelahirannya hingga ia menangis karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan putranya.
(HR Bukhari dan Muslim).

Pentingnya Memohon Perlindungan kepada Allah Swt.


Sebagai orangtua yang sangat mencintai anak, sudah barang tentu tidak rela kalau anak kita
diganggu oleh setan atau jin jahat. Kita tidak ingin kalau anak kita sejak kecil sudah dalam
pengaruh keburukan setan. Oleh karena itu, kita sangat perlu untuk berlindung kepada Allah dari
gangguan setan ini.

Mengenai pentingnya berlindung kepada Allah Swt. dari gangguan setan ini, terutama bagi anakanak kita yang baru dilahirkan, telah disampaikan di dalam Al-Quran sebagai berikut:
Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: Ya Tuhanku, sesunguhnya
aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang
dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah
menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya
kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk. (QS Ali Imran [3]: 36).
Kepada siapa lagi kita memohon perlindungan kalau tidak kepada Allah Swt. Sungguh, sikap
memohon perlindungan ini sangat perlu untuk kita lakukan karena setan senantiasa berusaha
untuk mengganggu kita. Apalagi untuk anak kita yang masih bayi; yang ia belum bisa apa-apa
kecuali hanya menangis ketika digoda oleh setan, betapa sangat penting bagi kita untuk
memohonkan perlindungan kepada Allah dari godaan setan ketika anak kita baru dilahirkan.
Dan, salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan membacakan adzan dan iqamah
shalat di telinganya setelah ia dilahirkan.
Dalam hal ini, marilah kita perhatikan sebuah hadits, yakni Husain bin Ali r.a. berkata bahwa
Rasulullah Saw. telah bersabda:
Barang siapa yang dilahirkan seorang bayi baginya, kemudian ia mengucapkan adzan di
telinga kanannya dan iqamah shalat di telinga kirinya, maka Ummu Sibyan [setan atau jin jahat
yang suka mengganggu anak-anak] tidak akan membuatnya dalam bahaya. (HR Baihaqi dan
Ibnu Sunni).

Siapakah yang Mengumandangkan


Orang yang diutamakan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah shalat adalah orangtuanya,
dalam hal ini adalah ayahnya. Lalu, muncul pertanyaan, bagaimana jika ayahnya tidak bisa

membaca adzan dan iqamah shalat? Inilah perlunya bagi seorang calon ayah untuk belajar
terlebih dahulu sebelum anaknya lahir ke dunia ini.
Lalu, bagaimana jika ayahnya tetap tidak bisa atau karena memang tidak berada di tempat? Bila
memang kenyataannya seperti ini, adzan dan iqamah bisa dilakukan oleh kakeknya, anggota
keluarga yang lain, atau siapa yang dipandang bisa. Sungguh, mengumandangkan adzan dan
iqamah shalat di telinga bayi yang baru dilahirkan ini meskipun hukumnya sunnah, namun kalau
bisa jangan sampai ditinggalkan mengingat pentingnya perkara ini. Hal ini dipandang penting,
terutama kaitannya dengan pendidikan tauhid bagi anak dan sebagai permohonan perlindungan
sang anak agar tidak diganggu oleh setan atau jin jahat.
Demikianlah semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi kita bersama.
Salam keluarga bahagia,
Akhmad Muhaimin Azzet
Anda mungkin juga meminati:
Kabar Gembira Kelahiran Sang Buah Hati Tercinta
Pentingnya Mengungkapkan Rasa Syukur Setelah Bayi Lahir
Kelahiran: Saat Mendebarkan dan Membahagiakan
Pentingnya Rasa Bahagia dalam Menerima Kehadiran Anak
Linkwithin
Diposkan oleh Akhmad Muhaimin Azzet di 09.43
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest