You are on page 1of 22

LEMBAR PENILAIAN

Judul Percobaan

Pemisahan Rugi Inti Trafo 1 Fasa


Pengujian Berbeban Trafo1 Fasa

No. Percobaan
Nama Praktikan
Nama Partner

:
:
:

Kelas
Kelompok
Tanggal Percobaan
Tanggal Penyerahan
Instruktur

:
:
:
:
:

5,6
Juni Hartono Ritonga
Virgo Nadeak
Suhardi Tambunan
Parjuangan Pardosi
EL 4C
F
07 juli 2015
14 juli 2015
N. Banu Syahputra, MT

Nilai

[i]

DAFTAR ISI
LEMBAR PENILAIAN......................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
PEMISAHAN RUGI INTI TRANSFORMATOR.........................................................1
1 FASA............................................................................................................. 1
1.

Tujuan Percobaan.......................................................................................... 1

2.

Pendahuluan................................................................................................ 1

3.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan......................................................................3

4.

Rangkaian Percobaan..................................................................................... 3

5.

Prosedur Percobaan, Tugas dan Pertanyaan..........................................................4

6. Tabel Evaluasi................................................................................................. 4
7. Jawaban....................................................................................................... 5
8.

Analisis...................................................................................................... 8

9.

Kesimpulan............................................................................................... 10

PEMBEBANAN TRANSFORMATOR 1 PHASA......................................................11


1.

Tujuan Percobaan........................................................................................ 11

2.

Pendahuluan.............................................................................................. 11

3.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan....................................................................14

4. Rangkaian Percobaan...................................................................................... 14
5. Langkah Percobaan, Tugas dan Pertanyaan............................................................15
6.Tabel Evaluasi................................................................................................ 15
7.Jawaban Pertanyaan......................................................................................... 16
8.Analisis........................................................................................................ 19
9.Kesimpulan................................................................................................... 20

[ii]

PEMISAHAN RUGI INTI TRANSFORMATOR


1 FASA
1. Tujuan Percobaan
Pada akhir percobaan diharapkan praktikan dapat :

Menghitung rugi hysterisis dan arus pusar (Eddy Current) secara terpisah.
Menjelaskan pengaruh frekuensi terhadap rugi inti transformator.
Menjelaskan pengaruh arus beban terhadap rugi inti.

2. Pendahuluan
Pada rugi inti sebuah transformator atau disebut juga rugi besi bergantung dari
frekuensi dan rapat fluksi maksimum, dengan volume dan ketebalan bahan inti yang
telah ditentukan. Untuk mengetahui dan menghitung rugi inti sebuah transformator
maka dilakukan percobaan test atau pengujian rangkaian terbuka dan rangkaian tanpa
beban.
Rugi inti sebuah transformator terdiri dari rugi hysteresis dan rugi arus pusar
(eddy current) atau dapat dituliskan dengan formula :

.................................(1)
Dengan Phe adalah rugi daya inti pada transformator yang diperoleh dari
percobaan tanpa beban (open circuit current). Dimana Ph adalah rugi hysteresis ynag
terjadi akibat gesekan antara molekul - molekul logam inti dalam menyesuaikan diri
dengan perubahan arah fluksi magnet. Besarnya rugi hysteresis ini dapat dituliskan
sebesar :

..............................(2)
Dengan :
kh

konstanta hysteresis yang bergantung pada beban dan volume inti

Bm

rapat fluksi maksimum (Tesla)

faktor Stenmentz yang bergantung pada jenis bahan nya (1,6 20)

[1]

frekuensi kerja (Hz)

Sedangkan rugi yang diakibatkan arus pusar (Pe) terjadi akibat adanya aliran
arus induksi di dalam logam inti. Besarnya rugi inti dapat dituliskan sebagai berikut :

..............................(2)

Dengan kc = konstanta arus eddy yang tergantung pada beban yang tebal inti.
Dengan rugi inti total sebuah transformator dapat dituliskan :

.........................(4)

Dengan melihat persamaan diatas, K1 dan K2 dapat dicari dengan melakukan


percobaan beberapa kali, dimana dengan frekuensi yang berbeda dan nilai perbandingan
atau rasio antara tegangan dan frekuensi (V/f) masing masing adalah konstan maka
akan diperoleh suatu kurva grafik P/f = f (f) seperti yang terlihat pada gambar (1)
dibawah ini.

Gambar 1. Kurva Grafik P/f = f (f)

[2]

3. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Sumber tegangan AC dengan frekuensi variabel 0 240 Volt


Transformator satu fasa
Voltmeter
Amperemeter
Frekuensi meter
Watt meter
Kabel penghubung

: 1 buah
: 1 buah
: 1 buah
: 2 buah
: 1 buah
: 1 buah
: (secukupnya)

4. Rangkaian Percobaan

Gambar 2. Rangkaian percobaan pemisahan rugi inti transformator 1 fasa

5.

Prosedur Percobaan, Tugas dan Pertanyaan


a. Buatlah langkah percobaan ini sesuai dengan tujuan pengoperasian dan masalah
yang dihadapi termasuk cara pengoperasian dan pengambilan data!
b. Buatlah grafik kurva P/f = f (f)
c. Tentukan besarnya rugi hysterisis dan rugi arus pusar dari harga-harga frekuensi
pada percobaan terpisah transfomator yang diuji.

[3]

6. Tabel Evaluasi
Frekuensi

P0

V0

I0

(Hz)

(Watt)

(Volt)

(mA)

25

5,8

110

65

50

12,5

220

120

[4]

Keterangan

7. Jawaban
b) Gambar kurva P/f = f (f)

c)

Besar rugi hysterisis dan rugi arus pusar :

[5]

Jb:
Sama-sama dibagi 25

........................................... (1)

Jb:

Sama-sama dibagi 50

........................................ (2)
Eliminasi persamaan (1) dan (2)

_____________________ -

Sehingga nilai K1 dapat dihitung:

Sehingga rugi hysterisis dan rugi arus pusar pada masing-masing frekuensi adalah:
[6]

Pada

Pada

[7]

8. Analisis
Berdasarkan nilai pada tabel tersebut dapat dianalisis sebagai berikut:

............................. (1)

.......................... (2)
Eliminasi persamaan (1) dan (2)

_____________________ -

Sehingga nilai K1 dapat dihitung:

[8]

Sehingga rugi hysterisis dan rugi arus pusar pada masing-masing frekuensi adalah:

Pada

Pada

[9]

9. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan ialah :
Untuk mengetahui rugi inti sebuah transformator dilakukan percobaan pengujian
tanpa beban.
Kenaikan tegangan, daya, arus, dan frekuensi berbanding lurus.Jika frekuensi
dan tegangan naik maka daya dan arusnya juag naik.
Frekuensi dan rapat fluksi mempengaruhi rugi inti pada sebuah transformator.

[10]

PEMBEBANAN TRANSFORMATOR 1 PHASA


1. Tujuan Percobaan
Pada akhir percobaan diharapkan mahasisiwa sebagai praktikan dapat :

Menentukan jenis beban yang dilayani oleh transformator.


Menghitung regulasi tegangan suatu transformator, pada kondisi beban yang
bersifat resisitif, induktif, dan kapasitif.

Menentukan kondisi regulasi tegangan transformator bedasasrkan rangkaian


ekivalennya.

2. Pendahuluan
Regulasi tegangan suatu transformator dapat diartikan sebagai perubahan
tegangan pada terminal sekunder pada saat kondisi transformator dibebani. Besarnya
regulasi dinyatakan dalam persen atau per-unit dari rating tegangan sisi sekunder saat
berbeban dengan faktor daya ( power faktor ) tertentu dengan tegangan pada sisi primer
dijaga atau dianggap konstan.
Bila V2 adalah besarnya tegangan terminal sisi sekunder pada saat beban penuh
dan E2 dinyatakan sebagai besarnya tegangan terminal sisi sekunder pada saat beban nol
atau tanpa beban dengan daya tertentu, maka regulasi tegangan dapat dinyatakan :
Regulasi tegangan

per-unit) ...................................... [2.1]

Dengan : Vn = Tegangan ranting atau nominal sekunder.


Perubahan atau penurunan tegangan pada sisi sekunder saat dibebani
dikarenakan adanya kebocoran impedansi ke sekunder dari sisi primer atau rugi-rugi
tegangan yang disebabkan impedansi pada sisi primer dan rugi-rugi tegangan yang
disebabkan impedansi pada sisi sekunder. Besarnya penurunan tegangan tersebut
tergantung dari besarnya beban dan faktor daya dan beban. Secara diagram vektor dapat
digambarkan sebagai berikut :
a) Beban bersifat resisitif

[11]

Gambar 1. Diagram vektor tegangan dan arus pada beban resistif

b) Beban bersifat kapasitif

Gambar 2. Diagram vektor tegangan dan arus pada beban kapasitif

[12]

c) Beban bersifat induktif

Gambar 3. Diagram vektor tegangan dan arus pada beban induktif

Sebagai misal, pada kondisi beban bersifat induktif, dengan memperhatikan gambar c,
regulasi tegangan pada kondisi ini dapat dinyatakan sebesar :

%V R

I .R .COS . 2 I 2 . X ek 2 .Sin 2
E 2 V2
2 ek 2
(%)..............................[3.2]
V2
V2

Dengan :
= Tahanan ekivalen dilihat dari sisi sekunder.
= Reaktansi ekivalen dilihat dari sisi sekunder.

[13]

3. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Sumber tegangan arus AC/0 - 240 volt dan auto trafo


Transformator satu fasa 220 V/ 30V
Voltmeter AC
Amperemeter AC
Rheostat 11 / 8 A
Rheostat 110 / 2,5 A
Kabel penghubung

:1 buah
:1 buah
:2 buah
:2 buah
:1 buah
:1 buah
:15 buah

4. Rangkaian Percobaan

Gambar 4. Rangkaian percobaan regulasi tegangan transformator

[14]

5. Langkah Percobaan, Tugas dan Pertanyaan


a) Buatlah rangkaian percobaan seperti pada gambar di atas!
b) Atur tahanan beban Rheostat (Rh) pada harga maksimum!
c) Naikkan arus beban dengan mengatur tahanan Rheostat dan hasil pengukuran
masukan dalam tabel evaluasi!
d) Buatlah kurva V2 = f (I2), % Vr = f (I2)!
e) Gambar kurva

f) Hitunglah besar regulasi tegangan bila dilihat dari rangkaian ekivalennya!


g) Dengan maksud apa kita harus mengetahui regulasi tegangan suatu
transformator?
h) Dalam percobaan, beban yang digunakan adalah tahanan murni, bagaimana
regulasi tegangannya bila bebannya bersifat induktif dan kapasitif!
i) Buatlah kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan!

6.Tabel Evaluasi

NO

I2
(A)

I1
(A)

V2
(V)

E2
(V)

Rh
()

S1
(VA)

1.

0,22

30,4

32

8A/22

48.4

2.

0,32

30,1

32

8A/22

70.4

3.

0,46

29,6

32

8A/22

4.

0,61

29,1

32

8A/22

5.

0,76

28,6

32

8A/22

6.

0,9

28,1

32

8.

7
8

1,05
1,2

27,7
27,1

32
32

(%)

Vr
(%)

30.4

62.8

5.26

6.66

60.2

85.51

6.31

13.33
20

101.2

88.8

87.74

134.2

116.4

86.73

9.96

26.66

167.2

143

85.52

11.8
8

33.33

85.15

13.8
7

40
46.66
53.33

8A/22
168.6

231

193.9

83.93

15.5
2

264

216.8

82.12

18.0
81

8A/22
8A/22

[15]

Beban
(%)

8.10
8

198

7.

S2
(VA)

7.Jawaban
d) Gambar Kurva V2 = f (I2) sebagai berikut

Gambar Kurva % Vr = f (I2) sebagai berikut

[16]

Gambar Kurva % = f (I2) sebagai berikut

e)

Berdasarkan teori besar regulasinya dapat dihitung sebagai berikut:


1)

Vr (%)

E2 V 2
X 100%
V2

2)
Vr (%)

32 30.4
Vr (%)
X 100%
30.4
=5.26%

3) Vr (%)
Vr (%)

5)

7)

32 30.1
X 100%
30.1

=6.31%

E2 V 2
X 100%
V2

=8.1%
4)

32 29.6
X 100%
29.6

Vr (%)

32 29.1
X 100%
29.1

=9.96%

32 28.6
X 100%
28.6
=11.88%
Vr (%)

6)

32 27.7
X 100%
27.7
=15.52%

8)

Vr (%)

[17]

32 28.1
X 100%
28.1
=13.8%
Vr (%)

Vr (%)

32 27.1
X 100%
27.1

=18.08%

[18]

8.Analisis
Dari data pada hasil pengukuran dapat dianalisa:
Pada Tabel Baris (1)
Jika, Dik: I2=1A
I1= 0.22 A
Dit: a. S1
a. S2
Jawab:
a.

b.

V2=30,7V
E2=31V
c. (%)
d.Vr (%)

S1 = V1 x I1
S1 = 220V x 0.22A
S1 = 48,4VA

(%)

S2
X 100%
S1

(%)

30.4
X 100%
48.4

Rheostat yang dipakai 8A/22


e.Beban (%)

b.S2 = V2 x I2
S2 = 30,4V x 1A
S2 = 30,4VA

d. Vr (%)

32 30.4
X 100%
30.4

=5.26%

= 62.8%

e.

Beban(%)
Beban(%)

I2
X 100%
IMax
1A

X 100%

15 A

=6.66%

Dan demikianlah untuk Perhitungan selanjutnya.


Berdasarkan analisis diatas nilai E2 adalah tegangan pada saat sisi trafo sekunder tanpa
beban, Dan nilai V2 adalah tegangan pada saat sisi trafo sekunder dibeban. Dan Imax
adalah kemampuan trafo yang diukur adalah maksimal 15A.

9.Kesimpulan
a. Jika semakin besar tegangan regulasi pada sebuah trafo maka trafonya semakin
tidak baik.
b. Regulasi tegangan juga dapat diartikan sebagai penurunan tegangan output
ketika transformator berbeban.
c. Bila V2 adalah besarnya tegangan terminal sisi sekunder pada saat beban penuh
dan E2 adalah tegangan terminal sisi sekunder saat tanpa beban (beban nol)
dengan daya tertentu, maka relagualsi tegangan dapat dinyatakan dengan
persamaan.
Vr (%)

Dimana:

E2 V 2
Vn

Vn adalah Nominal terminal sekunder.

Medan, 14 juli 2015.

(Juni Hartono Ritonga)


NIM : 1305032083