You are on page 1of 8

(LENGKAP) PRAHARA ADZAB KUBUR/SIKSA

KUBUR : Sebab Seorang Mendapat Azab Kubur


( Kekafiran & Kesyirikan, Kemunafikan, Tidak menjaga
diri dari air kencing dan mengadu domba, Ghibah,
Niyahah (meratapi jenazah) | Amalan yang
Menyelamatkan dari Adzab Kubur (Ribath, Mati
Syahid, Mati pada malam Jumat atau siang harinya,
Membaca surat Al-Mulk, Berdoa )
Posted 14 March, 2013 by dr.Abu Hana | | in SPESIAL (). Tagged: agar terhindar adzab kubur penyebab
siksa kubur, apakah azab kubur ada, azab berzina, azab kubur 2, azab kubur kisah nyata, azab kubur video, azab kubur
youtube, azab neraka, dalil adzab kubur, doa terhindar azab kubur, download azab kubur video,sebab azab kubur, siksa
kubur. Leave a Comment

1 Votes

Sebab-sebab Seorang Mendapat Azab Kubur

Banyak sekali hal-hal


yang menyebabkan seseorang mendapatkan adzab kubur. Sampai-sampai Al-Imam Ibnul
Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Ar-Ruh menyatakan: Secara global, mereka
diadzab karena kejahilan mereka tentang Allah Subhanahu wa Taala, tidak melaksanakan
perintah-Nya, dan karena perbuatan mereka melanggar larangan-Nya. Maka, Allah
Subhanahu wa Taala tidak akan mengadzab ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya,
melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya.

Demikian juga, Allah Subhanahu wa Taala tidak akan mengadzab satu badan pun yang ruh
tersebut memiliki marifatullah (pengenalan terhadap Allah) selama-lamanya.
Sesungguhnya adzab kubur dan adzab akhirat adalah akibat kemarahan Allah Subhanahu
wa Taala dan kemurkaan-Nya terhadap hamba-Nya. Maka barangsiapa yang menjadikan
Allah Subhanahu wa Taala marah dan murka di dunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan
mati dalam keadaan demikian, niscaya dia akan mendapatkan adzab di alam barzakh
sesuai dengan kemarahan dan kemurkaan-Nya. (Ar-Ruh hal. 115)
Di antara sebab-sebab adzab kubur secara terperinci adalah sebagai berikut:

1. Kekafiran dan kesyirikan.


Sebagaimana adzab yang menimpa Firaun dan bala tentaranya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:
.


Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Firaun beserta kaumnya dikepung
oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari
terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam adzab
yang sangat keras. (Ghafir: 45-46)

2. Kemunafikan.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di
antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak
mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali
kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. (At-Taubah: 101)

3. Tidak menjaga diri dari air kencing dan mengadu


domba.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
.
n :

:
: .
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya keduanya sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab disebabkan suatu perkara yang
besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain
suka mengadu domba antara manusia. Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah,
kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing
kuburan. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini? Beliau
menjawab: Mudah-mudahan diringankan adzab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu
belum kering. (Muttafaqun alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma)

4. Ghibah.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
:
:



Tatkala Rabbku memirajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum yang memiliki kuku
dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka
aku bertanya: Siapakah mereka ini wahai Jibril? Dia menjawab: Mereka adalah orang-orang yang
memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia. (HR. Ahmad, dishahihkan
Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 533. Hadits ini juga dicantumkan dalam Ash-Shahihul
Musnad karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu)

5. Niyahah (meratapi jenazah).


Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya. (Muttafaqun alaih)
Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim:


Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.
Jumhur ulama berpendapat, hadits ini dibawa kepada pemahaman bahwa mayit yang ditimpa adzab
karena ratapan keluarganya adalah orang yang berwasiat supaya diratapi, atau dia tidak berwasiat untuk
tidak diratapi padahal dia tahu bahwa kebiasaan mereka adalah meratapi orang mati. Oleh karena itu
Abdullah ibnul Mubarak rahimahullahu berkata: Apabila dia telah melarang mereka (keluarganya)
meratapi ketika dia hidup, lalu mereka melakukannya setelah kematiannya, maka dia tidak akan ditimpa
adzab sedikit pun. (Umdatul Qari, 4/78)
Adzab di sini menurut mereka maknanya adalah hukuman. (Ahkamul Janaiz, hal. 41)
Selain sebab-sebab di atas, ada beberapa hal lain yang akan disebutkan dalam pembahasan Macammacam Adzab Kubur.

Apakah Adzab Kubur itu Terus-Menerus?


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata: Jawaban terhadap pertanyaan
ini:
1. Adzab kubur bagi orang-orang kafir terjadi terus-menerus dan tidak mungkin terputus karena mereka
memang berhak menerimanya. Seandainya adzab tersebut terputus atau berhenti, maka kesempatan ini
menjadi waktu istirahat bagi mereka. Padahal mereka bukanlah orang-orang yang berhak mendapatkan
hal itu. Maka, mereka adalah golongan orang-orang yang terus-menerus dalam adzab kubur sampai
datangnya hari kiamat, walaupun panjang masanya.
2. Orang-orang beriman yang berbuat maksiat, Allah Subhanahu wa Taala mengadzab mereka dengan
sebab dosa-dosanya. Di antara mereka ada yang diadzab terus-menerus, ada pula yang tidak. Ada yang
panjang masanya, ada pula yang tidak, tergantung dosa-dosanya serta ampunan Allah Subhanahu wa
Taala. (Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/123)

Macam-macam Adzab Kubur


1. Diperlihatkan neraka jahannam.

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

:


Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon
tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan
kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka,
dikatakan kepadanya: Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Taala membangkitkanmu
pada hari kiamat. (Muttafaqun alaih)

2. Dipukul dengan palu dari besi.


Dari Anas radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:

: : : . .


Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: Apa jawabanmu
tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam)? Dia mengatakan: Aku tidak tahu. Aku
mengatakan apa yang dikatakan orang-orang. Maka kedua malaikat itu mengatakan: Engkau tidak
tahu?! Engkau tidak membaca?! Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu
menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan:
jin dan manusia. (Muttafaqun alaih)

3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang


rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman
yang buruk wajahnya dan busuk baunya.
Dalam hadits Al-Bara bin Azib radhiyallahu anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
menceritakan tentang orang kafir setelah mati:

: : . : . . :

Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka.
Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya
berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk
baunya. Dia berkata: Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang
dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia). Maka dia bertanya: Siapakah engkau? Wajahmu adalah
wajah yang datang dengan kejelekan. Dia menjawab: Aku adalah amalanmu yang jelek. Maka dia
berkata: Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat. (HR. Ahmad, An-Nasai, Ibnu Majah
dan Al-Hakim)

4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam


tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu,
ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar
dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail alaihissalam sebagaimana
disebutkan dalam hadits yang panjang:
. :


Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat. Keduanya menjawab: Ya. Adapun orang yang
engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu
dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat.
Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang engkau lihat dipecah
kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Quran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun
untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan

itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina.
Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.
(HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu anhu)

5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas.


Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
: :
Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka
aku bertanya: Kenapa mereka? Malaikat menjawab: Mereka adalah para wanita yang tidak mau
menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syari). (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam
Al-Jamiush Shahih berkata: Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu anhu.)
Wallahu alam bish-shawab.
Sumber rujukan:
1. http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=811
2. http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=810

==================================

Amalan yang Menyelamatkan dari


Adzab Kubur
Setelah memberitahukan dahsyatnya adzab kubur dan sebab-sebab yang akan menyeret ke
dalamnya, baik melalui firman-Nya ataupun melalui lisan Rasulullah Shallallahu alaihi wa
sallam yang mulia, dengan rahmat dan keutamaan-Nya, Allah Subhanahu wa Taala juga
memberitahukan amalan-amalan yang akan menyelamatkan dari adzab kubur tersebut.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari
adzab kubur terbagi menjadi dua:

1. Sebab-sebab secara global.


Yaitu dengan menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan ke dalam adzab kubur sebagaimana
yang telah disebutkan.
Sebab yang paling bermanfaat adalah seorang hamba duduk beberapa saat sebelum tidur untuk
mengevaluasi dirinya: apa yang telah dia lakukan, baik perkara yang merugikan maupun yang
menguntungkan pada hari itu. Lalu dia senantiasa memperbarui taubatnya yang nasuha antara dirinya
dengan Allah Subhanahu wa Taala, sehingga dia tidur dalam keadaan bertaubat dan berkemauan keras
untuk tidak mengulanginya bila nanti bangun dari tidurnya. Dia lakukan itu setiap malam. Maka, apabila
dia mati (ketika tidurnya itu), dia mati di atas taubat.
Apabila dia bangun, dia bangun tidur dalam keadaan siap untuk beramal dengan senang hati, karena
Allah Subhanahu wa Taala menunda ajalnya hingga dia menghadap Rabbnya dan berhasil mendapatkan
segala sesuatu yang terluput. Tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada
taubat ini. Terlebih lagi bila dia berzikir setelah itu dan melakukan sunnah-sunnah yang datang dari
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika dia hendak tidur sampai benar-benar tertidur. Maka,
barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Taala kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah Subhanahu wa
Taala akan berikan hidayah taufik untuk melakukan hal itu. Dan tiada kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah Subhanahu wa Taala.

2. Sebab-sebab terperinci.
Di antaranya:
- Ribath (berjaga di pos perbatasan wilayah kaum muslimin) siang dan malam.
Dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


Setiap orang yang mati akan diakhiri/diputus amalannya, kecuali orang yang mati dalam keadaan ribath
di jalan Allah Subhanahu wa Taala. Amalannya akan dikembangkan sampai datang hari kiamat dan akan
diselamatkan dari fitnah kubur. (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
- Mati syahid.
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:


:


Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah Subhanahu wa Taala:
diampuni dosa-dosanya dari awal tertumpahkan darahnya, akan melihat calon tempat tinggalnya di
surga, akan diselamatkan dari adzab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang sangat besar, diberi
hiasan dengan hiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan akan diberi kemampuan untuk memberi
syafaat kepada 70 orang kerabatnya. (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Al-Albani berkata dalam
Ahkamul Janaiz bahwa sanadnya hasan)
- Mati pada malam Jumat atau siang harinya.
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau
bersabda:


Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, kecuali Allah akan melindunginya
dari fitnah kubur. (HR. Ahmad dan Al-Fasawi. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Ahkamul
Janaiz bahwa hadits ini dengan seluruh jalur-jalurnya hasan atau shahih)
- Membaca surat Al-Mulk.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Dia (surat Al-Mulk) adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang akan
menyelamatkan pembacanya dari adzab kubur. (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah
no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dengan sedikit perubahan]
- Doa sebagaimana yang telah lalu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berlindung dari
adzab kubur dan
memerintahkan umatnya untuk berlindung darinya.

Nikmat Kubur
Setelah mengetahui dan meyakini adanya adzab kubur yang demikian mengerikan dan menakutkan,
berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih, juga mengetahui macam-macamnya, penyebabnya,
dan hal-hal yang akan menyelamatkan darinya, maka termasuk kesuksesan yang agung adalah selamat
dari berbagai adzab tersebut dan mendapatkan nikmat di dalamnya dengan rahmat-Nya. Allah
Subhanahu wa Taala berfirman:


Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih maka Rabb mereka memasukkan
mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata. (Al-Jatsiyah: 30)


.
Katakanlah: Sesungguhnya aku takut akan adzab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai
Rabbku. Barangsiapa yang dijauhkan adzab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah
memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata. (Al-Anam: 15-16)
Adapun nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam beritakan dalam
hadits Al-Bara radhiyallahu anhu yang panjang:
- mendapatkan ampunan dan keridhaan-Nya. Sebagaimana perkataan malakul maut kepada orang
yang sedang menghadapi sakaratul maut:



Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.
- dikokohkan hatinya untuk menghadapi dan menjawab fitnah kubur.

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di
dunia dan di akhirat. (Ibrahim: 27)
- Digelarkan permadani, didandani dengan pakaian dari surga, dibukakan baginya pintu
menuju surga, dilapangkan kuburnya, dan di dalamnya ditemani orang yang tampan
wajahnya, bagus penampilannya, sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
kabarkan dalam hadits Al-Bara yang panjang:
: . : .

: : . : .

Maka gelarkanlah permadani dari surga, dandanilah ia dengan pakaian dari surga. Bukakanlah baginya
sebuah pintu ke surga, maka sampailah kepadanya bau wangi dan keindahannya. Dilapangkan kuburnya
sejauh mata memandang, kemudian datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus
pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berkata: Berbahagialah dengan perkara yang menyenangkanmu. Ini
adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan. Dia pun bertanya: Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah orang
yang datang membawa kebaikan. Dia menjawab: Aku adalah amalanmu yang shalih (HR. Ahmad dan
Abu Dawud)
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Taala meneguhkan hati kita di atas kalimat tauhid hingga akhir
hayat kita dan menyelamatkan kita dari berbagai fitnah (ujian) dunia dan fitnah kubur, serta
memasukkan kita ke dalam jannah-Nya. Amin ya Rabbal alamin.
Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=812