You are on page 1of 12

Strategi Perencanaan dan Manajemen Pajak Perusahaan 1.

Konsep Dasar Strategi dan Perencanaan Pajak Pada umumnya, perencanaan pajak (tax planning) merujuk kepada proses merekayasa usaha dan transaksi Wajib Pajak agar utang pajak berada dalam jumlah yang minimal, tetapi masih dalam bingkai peraturan perpajakan. Namun demikian, perencanaan pajak juga dapat diartikan sebagai perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan secara lengkap, benar, dan tepat waktu sehingga dapat secara optimal menghindari pemborosan sumber daya. Perencanaan pajak merupakan langkah awal dalam manajemen pajak. Manajemen pajak itu sendiri merupakan sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar, tetapi jumlah pajak yang dibayarkan dapat ditekan seminimal mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan. angkah selanjutnya adalah pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation) dan pengendalian pajak (tax control). Pada tahap perencanaan pajak ini, dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan. !ujuannya adalah agar dapat dipilih jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. Pada umumnya, penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimimalisasi kewajiban pajak. Perencanaan pajak umumnya selalu dimulai dengan meyakinkan apakah suatu transaksi atau kejadian mempunyai dampak perpajakan. "pabila kejadian tersebut mempunyai dampak pajak, apakah dampak tersebut dapat diupayakan untuk dikecualikan atau dikurangi jumlah pajaknya. #elanjutnya, apakah pembayaran pajak tersebut dapat ditunda. Pada dasarnya, perencanaan pajak harus memenuhi syarat$syarat berikut% (&) tidak melanggar ketentuan perpajakan, (') secara bisnis dapat diterima, dan (() bukti$bukti pendukungnya memadai. Mohammad )ain ('**+ % ,() mende-inisikan bahwa % .Perencanaan pajak adalah proses mengorganisasi usaha Wajib Pajak atau kelompok Wajib Pajak sedemikian rupa sehingga utang pajaknya, baik wajib pajak penghasilan maupun pajak$pajak lainnya, berada dalam posisi yang paling minimal sepanjang hal ini dimungkinkan oleh ketentuan perundang$undangan perpajakan maupun secara komersial./ Tujuan Tax Planning !ujuan tax planning secara lebih khusus ditujukan untuk memenuhi hal$hal sebagai berikut % Menghilangkan0menghapus pajak sama sekali Menghilangkan0menghapus pajak dalam tahun berjalan Menunda pengakuan penghasilan Mengubah penghasilan rutin berbentuk capital gain

Tahapan Tax Planning Menganalisis in-ormasi yang ada (analy1ing the existing data base) Membuat satu atau lebih model kemungkinan jumlah pajak (designing one or more possible tax plans) Menge2aluasi pelaksanaan perencanaan pajak (evaluating a tax plan) Mencari kelemahan dan memperbaiki kembali rencana pajak (debugging the tax plans) Memutakhirkan rencana pajak (updating the tax plan)

Strategi Umum Perencanaan Pajak a. Tax saving Tax saving merupakan upaya e-isiensi beban pajak melalui pemilihan alternatipengenaan pajak dengan tari-yang lebih rendah. Misalnya, perusahaanyang memiliki penghasilan kena pajak lebih dari 3p. &** juta dapat melakukan perubahan pemberian natura kepada karyawanmenjadi tunjangan dalam bentuk uang. Penghematan pajak atas perubahan ini berkisar antara+4$'+4 untuk penghasilan karyawan sampaidengan 3p. '** juta. b. Tax avoidance Tax avoidance merupakan upaya e-isiensi beban pajak denganmenghindari pengenaan pajak melalui transaksiyang bukan merupakan objek pajak. Misalnya, perusahaanyang masih mengalami kerugian,perlu mengubah tunjangan karyawan dalam bentuk uang menjadi pemberian natura karena natura bukan merupakan objek pajak PPh Pasal'&. 5engan demikian, terjadi penghematan pajak antara +4$(+4. c. Menghindari pelanggaran atas peraturan perpajakan 5engan menguasai peraturan pajakyang berlaku, perusahaan dapat menghindari timbulnya sanksi perpajakan berupa% &. #anksi administrasi% denda, bunga, atau kenaikan6 '. #anksi pidana% pidana atau kurungan. d. Menunda pembayaran kewajiban pajak Menunda pembayaran kewajiban pajak tanpa melanggar peraturanyang berlaku dapat dilakukan melalui penundaan pembayaran PPN. Penundaan ini dilakukan dengan menunda penerbitan -aktur pajak keluaran hingga batas waktuyang diperkenankan, khususnya untuk penjualankredit. 5alam hal ini, penjual dapat menerbitkan -aktur pajak pada akhirbulan berikutnya setelah bulan penyerahan barang. e. Mengoptimalkan kredit pajak yang diperkenankan Wajib Pajak sering kurang memperoleh in-ormasi mengenai pembayaran pajak yang dapat dikreditkan yang merupakan pajakdibayar dimuka. Misalnya, PPh

Pasal'' atas pembeliansolar dan0atau impor dan 7iskal perjalanan dinas pegawai. 2. Penghindaran Pajak dan Penyelundupan Pajak A. P !"#$!DA%A! PA&AK 'TAX AVOIDANCE(

uar Negeri atas

Penghindaran pajak terjadi sebelum #8P keluar. 5alam penghindaran pajak ini, wajib pajak tidak secara jelas melanggar undang$undang sekalipun kadang$kadang dengan jelas mena-sirkan undang$undang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pembuat undang$undang. Penghindaran pajak dilakukan dengan ( cara, yaitu% 1. Menahan Diri 9ang dimaksud dengan menahan diri yaitu wajib pajak tidak melakukan sesuatu yang bisa dikenai pajak. :ontoh%

!idak merokok agar terhindar dari cukai tembakau !idak menggunakan ikat pinggang dari kulit ular atau buaya agar terhindar dari pajak atas pemakaian barang tersebut. #ebagai gantinya, menggunakan ikat pinggang dari plastik.

2.

Pindah )okasi Memindahkan lokasi usaha atau domisili dari lokasi yang tari- pajaknya tinggi ke loksi yang tari- pajaknya rendah. :ontoh% 5i ;ndonesia, diberikan keringanan bagi in2estor yang ingin menanamkan modalnya di ;ndonesia !imur. Namun, pindah lokasi tidak semudah itu dilakukan oleh wajib pajak. Mereka harus memikirkan tentang transportasi, akomodasi, #5M, #5", serta -asilitas$-asilitar yang menunjang usaha mereka. <al ini harus sesuai dengan kentungan yang akan mereka dapatkan dan keringanan pajak yang mereka peroleh. =iasanya, hal ini jarang terjadi. 9ang terjadi hanya pada pengusaha yang baru membuka usaha, atau perusahaan yang akan membuka cabang baru. Mereka membuka cabang baru di tempat yang tari- pajaknya lebih rendah.

*.

Penghindaran Pajak Secara +uridis Perbuatan dengan cara sedemikian rupa sehingga perbuatan$perbuatan yang dilakukan tidak terkena pajak. =iasanya dilakukan dengan meman-aatkan kekosongan atau ketidak jelasan undang$undang. <al inilah yang memberikan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis. :ontoh% a. Penetapan pajak khusus untuk tempat dansa umum di =elanda. Pemerintah negeri =elanda menetapkan pajak khusus untuk tempat dansa umum. 8arena pengenaan pajak ini, keuntungan pengusaha jadi berkurang. >ntuk menghindari hal ini, mereka mengubah status tempat dansa umum tersebut menjadi tempat dansa

khusus anggota yang keanggotaannya terbuka untuk umum. 5engan demikian, mereka terbebas dari pengenaan pajak untuk tempat dansa umum. b. 5i =elanda dan di ;ndonesia pada 1aman penjajahan =elanda, pemilik bioskop menyediakan sederet kursi gratis di barisan terdepan khusus untuk wartawan. 5engan asumsi, setelah menonton wartawan tersebut akan menulis re2iew tentang -ilm tersebut dan memuat di koran0majalah mereka. ?leh pemerintah, ini dianggap iklan gratis. Maka dari itu, diterapkanlah pajak untuk kursi gratis tersebut. Pemilik bioskop menghindari pengenaan pajak ini dengan cara mengenakan tari- masuk yang sangat murah khusus untuk wartawan. c. 5i ;ndonesia, untuk pegawai diberi tunjangan beras (in natura). Menurut undang$ undang yang berlaku, hal ini tidak boleh dibebankan sebagai biaya. Penghindarannya dengan cara% perusahaan bekerjasama dengan yayasan dalam penyaluran tunjangan ini. Perusahaan memberi uang kepada yayasan, dan yayasan menyalurkannya ke pegawai dalam bentuk beras. @adi, pegawai tetap dapat beras dan hal itu dibebankan sebagai biaya sehingga pajaknya berkurang. :elah undang$undang merupakan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis. #uatu undang$undang dirumuskan tidak jelas karena% 1. Kesengajaan pem,uat undang-undang <al ini terjadi karena latar belakang pembuat undang$undang tersebut adalah pemerintah dan parlemen, di mana parlemen mewakili berbagai kepentingan yang berbeda dan bisa saling bertolak belakang antara satu dan yang lainnya. 5ua kepentingan yang paling dominan di parlemen adalah anggota parlemen yang mewakili kelompok buruh dan pemilik modal. "pabila diajukan undang$undang yang menyinggung dua p6ihak tersebut, diusahakan dicarikan jalan kompromi terhadap substansi masalahnya. Namun ini sulit dilakukan kaena menyangkut kepentingan yang berbeda. alu dicarilah jalan kompromi terhadap perumuasn yang bisa diterima oleh semua pihak. Masing$ masing pihak bebas mena-sirkan undang$undang tersebut sesuai dengan kepentingan masing$masing pihak. Pada akhirnya, undang$undang tersebut mengambang. =isa saja wajib pajak mena-sirkan sesuai kepentingannya dan -iscus mena-sirkan sesuai dengan kepentingan negara. 2. Ketidaksengajaan pem,uat undang-undang :ontoh% Pada akhir tahun &A**an, undang$undang anti$trust atau undang$undang anti monopoli di "merika #erikat yang ditujukan untuk pemilik modal yang berbunyi . "pabila ada yang menghambat atau menghalangi perdagangan antar negara bgaian, bisa dijatuhi hukuman berdasarkan undang$undang ini/. Pada suatu kasus, serikat buruh pada perusahaan transportasi melakukan pemogokan sehingga perdagangan antar negara bagian terhambat. Pemimpin serikat

buruh ini ditangkap dan dihukum berdasarkan undang$undang anti monopoli karena dianggap menghambat perdagangan antar negara bagian. #eharusnya undang$undang ini ditujukan untuk pemilik modal, bukan untuk kaum buruh. 8arena itu, pada pemilu berikutnya kaum buruh memilih wakil$wakil mereka yang memang dalam hidupnya membela kepentingan kaum buruh. #etelah pemilu, mereka berhasil mendominasi kursi di parlemen. #ehingga, mereka menambahkan undang$undang anti trust tersebut dengan kalimat .undang$undang ini tidak ditujukan untuk kaum buruh/. .. P !+ )U!DUPA! PA&AK 'TAX EVASION( Ta/ 0asion merupakan usaha penghindaran pajak yang terutang secara ilegal, sepanjang wajib pajak tersebut mempunyai alasan yang meyakinkan bahwa akibat dari perbuatnnya tersebut kemungkinan besar mereka tidak akan dihukum serta yakin pula bahwa rekan$rekannya melakukan hal yang sama. Penyebab Wajib Pajak melakukan !ax B2asion diantaranya adalah -itrahnya penghasilan yang diperoleh wajib pajak yang utama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat telah memenuhi ketentuan perpajakan timbul kewajiban pembayaran pajak kepada negara. !imbul kon-lik antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan negara. #ebab yang lain adalah wajib pajak kurang sadar tentang kewajiban bernegara, tidak patuh terhadap peraturan, kurang menghargai hukum, tingginya tari- pajak dan kondisi lingkungan seperti kestabilan pemerintah dan penghamburan keuangan negara yang berasal dari pajak ("mrosio M. ina dalam #a-ri Nurmantu). 5isamping itu menurut Bduardo M.3." Bngel,beberapa hal yang berhubungan dengan !ax B2asion adalah !ax Bn-orcement (pengawasan terhadap pelaksanaan sistem administrasi perpajakan), tax "udit (Pemeriksaan Pajak), ;mposed Penalties "mneties(Pengampunan Pajak). Penyelundupan pajak mengandung arti sebagai manipulasi secara ilegal atas penghasilannya untuk memperkecil jumlah pajak yang terutang, sedang penghindaran pajak dapat diartikan sebagai manipulasi penghasilannya yang legal yang masih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang$undangan perpajakan untuk menge-isiensikan pembayaran jumlah pajak yang terutang. 5engan asumsi bahwa WP akan melaporkan seluruh penghasilannya secara jujur, maka wajarlah apabila wajib pajak mengklaim semua pengurangan$pengurangan dan kredir pajak yan gmenjadi haknya atau dengan perkataan lain perencanaan pajak adalah perbuatan yang si-atnya mengurangi beban pajak secara legal dan bukan mengurangi kesanggupan memenuhi kewajiban perpajakannya melunasi utang$utang pajaknya. #elanjutnya dikemukakan bahwa suatu hal yang wajar apabila seorang wajib pajak membayar pajaknya tidak melebihi apa yang menjadi kewajibannya sesuai ketentuan peraturan perundang$undangan perpajakan yang berlaku dengan mengingat (CCsanksi hukum) dan !ax

asumsi yang dibuat pada waktu merencanakan undang$undang pajak tersebut bahwa wajib pajak akan melaporkan semua penghasilannya dengan benar dan mengklaim semua potongan$potongan yang diperkenankan oleh undang$undang pajak, sehingga secara moral pun tidak dianggap salah, apabila pengurangan beban pajak melalui penghindaran pajak tersebut masih dalam batas ketentuan peraturan perundang$undangan perpajakan yang berlaku. Menurut 3obert <. "ndercon Penyelundupan pajak adalah penyelundupan pajak yang melanggar undang$ undang pajak, sedang Penghindaran pajak adalah cara rnengurangi paiak yang masih dalam batas ketentuan peraturan perundang$undangan perpajakan dan dapat dibenarkan, terutama melalui perencanaan Pajak.

*.

Tekhnik Dasar Manajemen Pajak dan Perencanaan Pajak

Perencanaan dan Manajemen Pajak adalah suatu keniscayaan bagi setiap perusahaan yang menginginkan adanya penghematan pajak karena dalam undang$undang perpajakan ;ndonesia hal ini diperkenankan. 5engan menyusun perencanaan dan manajemen pajak sejak dini perusahaan akan terhindar dari segala hal yang mengakibatkan peningkatan beban pembayaran pajak. Perencanaan pajak merupakan langkah awal dalam manajemen pajak. Manajemen pajak itu sendiri merupakan sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar, tetapi jumlah pajak yang dibayarkan dapat ditekan seminimal mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan. angkah selanjutnya adalah pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation) dan pengendalian pajak (tax control). Pada tahap perencanaan pajak ini, dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan. !ujuannya adalah agar dapat dipilih jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. Pada umumnya, penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimimalisasi kewajiban pajak. )angkah-)angkah Pokok Strategi Perencanaan Pajak Menurut )ain ('**+ % D*$D&) dalam bukunya menjelaskan, langkah$langkah dalam penyusunan perencanaan pajak yang merupakan komponen sistem manajemen pajak adalah % &. Menetapkan sasaran atau tujuan manajemen pajak '. #ituasi sekarang dan identi-ikasi pendukung dan penghambat tujuan (. Pengembangan rencana atau perangkat tindakan untuk mencapai tujuan

MA!A& M ! PA&AK 'TA1MA!A" M !T ( Manajemen perpajakan (!ax Management ) merupakan suatu proses untuk meminimalkan beban pajak (minimi1ing tax burden), dimana dalam hal ini tetap berada pada jalur (on the track )ketentuan peraturan per$>>$an perpajakan ( law-ul ) dan tidak melanggarnya (unlaw-ul ). >ntuk mendapatkan penghematan pajak (tax bene-it atau tax sa2ing dan keman-aatan usaha lainnyadilakukan melalui -ungsi$-ungsi manajemen pajak yang terdiri dari perencanaan pajak (!ax Planning ), pengimplementasian pajak ( tax implementation ), pengendalian pajak (tax control )yang berkesinambungan. !ax Management merupakan pelaksanaan dari peran pengaturan dan pengawasan dalam bidang perpajakan (organi1ation and controlling ). Pelaksanaannya bersi-at rutin0regular, karena bersangkutan dengan transaksi yang berulang kali terjadi.!ax Management bertujuan untuk meminimalisasi tax exposure0risiko hutang pajak yang mungkin akan timbul dalam suatutransaksi yang rutin tersebut. 2ontoh Ta/ Management #uatu perusahaan melakukan penjualan dengan orientasi ekspor. #edangkan, bahan baku banyak dibeli di dalam negeri. 5engan demikian, maka PPN masukan yang diperoleh lebih besar daripada PPN keluaran, akibatnya harus dilakukan restitusi, mungkin tiap tahun atau tiap bulan harus dilakukan proses tersebut. 5i2isi perpajakan harus melakukan suatu proses !ax Management berupa me$manage restitusi pajak yang berjalan. Misalnya % me$mantain suatu rekonsiliasi pajak antara Penjualan menurut PPh badan dan menurut #PM PPN, merapikan -aktur pajak masukan, serta bank account ataupun 2oucher pembayaran yang diperlukan. 8ita bisa bayangkan jika hal ini tidak ter$ manage dengan baik, restitusi akan membawa denda dan hutang pajak yang materiil tentunya. .e,erapa Teknik dari Ta/ Management a. Membuat rekonsiliasi data akuntansi dan pajak seperti % =eban pegawai 2s Nilai penghasilan bruto di #P! PPh psl '& ,#ales re2enue (as per book0P ) 2s Peredaran dari #PM PPN. b. c. Mengontrol dokumentasi untuk mendukung transaksi yang terjadi. Misalnya% #urat #istem administrasi keuangan untuk memastikan perhitungan pajak yang tepat Perintah 8erja (8ontrak), Perjanjian @ual =eli, "kte Notaris. dan pembayaran yang tepat waktu. E #istem arsip laporan dan korespondensi pajak yang teratur serta terkontrol. E Management atas proses tax audit Aspek-aspek dalam Tax Planning a. "spek 7ormal dan "dministrati-

$ 8ewajiban menda-tarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pengukuhan Pengusaha 8ena Pajak (NPP8P)6 $ $ $ $ b. Menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan6 Memotong dan0atau memungut pajak6 Membayar pajak6 Menyampaikan#urat Pemberitahuan. "spek Material =asis penghitungan pajak adalah objek pajak. 5alam rangka optimalisasi alokasi sumber dana, manajemen akan merencanakan pembayaran pajak yang tidak lebih dan tidak kurang. >ntuk itu, objek pajak harus dilaporkansecara benar dan lengkap.

=eberapa :ontoh 8eputusan Manajemen P M. %$A! DA)AM . !TUK !ATU%A 8enikmatan dalam bentuk natura adalah setiap balas jasa yang diterima atau diperoleh pegawai, karyawan, atau karyawati dan atau keluarganya tidak dalam bentuk uang dari pemberi kerja. Menurut Pasal C ayat (&) huru- e, >> no (F th '**A tentang Pajak Penghasilan, pada umumnya imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa dalam bentuk natura atau kenikmatan tidak dapat dikurangkan dalam menghitung Pajak Penghasilan terutang. Namun demikian, dalam Pasal C ayat (&) huru- e ini juga diatur beberapa pengecualian dimana imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan ini dapat dikurangkan dalam menghitung Pajak Penghasilan. Memberikan tunjangan kepada karyawan dalam bentuk natura atau kenikmatan dapat dikurangkan dalam menghitung Pajak Penghasilan dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk menghindari lapisan tari- pajak maksimum. @enis$jenis natura dan kenikmatan yang dapat dikurangkan tersebut adalah %

Penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan yang diberikan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan di daerah tersebut dalam rangka menunjang kebijaksanaan pemerintah untuk mendorong pembangunan di daerah terpencil

Pemberian natura dan kenikmatan yang merupakan keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan sebagai sarana keselamatan kerja atau karena si-at pekerjaan tersebut mengharuskannya, seperti pakaian dan peralatan untuk keselamatan kerja, pakaian seragam petugas keamanan (#atpam), antar jemput karyawan serta penginapan untuk awak kapal dan yang sejenisnya

Pemberian atau penyediaan makanan dan atau minuman bagi seluruh pegawai yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan

Peraturan pelaksanaan atas ketentuan ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri 8euangan Nomor A(0PM8.*(0'**C tanggal '' "pril '**C yang mulai berlaku & @anuari '**C. =erdasarkan

peraturan ini, imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan yang dapat dikurangkan diuraikan dalam paragra-$paragra- di bawah ini. a. Makanan dan/atau Minuman Bagi Seluruh Pega ai Pemberian atau penyediaan makanan dan0atau minuman bagi seluruh Pegawai yang dapat dikurangkan adalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi% &) pemberian makanan dan0atau minuman yang disediakan oleh pemberi kerja di tempat kerja, atau ') pemberian kupon makanan dan0atau minuman bagi Pegawai yang karena si-at pekerjaannya tidak dapat meman-aatkan pemberian sebagaimana dimaksud pada huru- a, meliputi Pegawai bagian pemasaran, bagian transportasi, dan dinas luar lainnya. !. Natura dan "enikmatan di Daerah Tertentu Natura dan kenikmatan yang dapat dikurangkan juga adalah penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan yang diberikan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan di daerah tertentu dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan di daerah tersebut. Penggantian atau imbalan di atas adalah sarana dan -asilitas di lokasi kerja untuk% &) !empat tinggal, termasuk perumahan bagi Pegawai dan keluarganya6 ') Pelayanan kesehatan6 () Pendidikan bagi Pegawai dan keluarganya6 ,) Peribadatan6 +) Pengangkutan bagi Pegawai dan keluarganya6 F) ?lahraga bagi Pegawai dan keluarganya tidak termasuk gol-, power boating, pacuan kuda, dan terbang layang, #epanjang sarana dan -asilitas tersebut tidak tersedia, sehingga pemberi kerja harus menyediakannya sendiri. 9ang dimaksud daerah tertentu adalah daerah yang secara ekonomis mempunyai potensi yang layak dikembangkan tetapi keadaan prasarana ekonomi pada umumnya kurang memadai dan sulit dijangkau oleh transportasi umum, baik melalui darat, laut maupun udara, sehingga untuk mengubah potensi ekonomi yang tersedia menjadi kekuatan ekonomi yang nyata, penanam modal menanggung risiko yang cukup tinggi dan masa pengembalian yang relati- panjang, termasuk daerah perairan laut yang mempunyai kedalaman lebih dari +* (lima puluh) meter yang dasar lautnya memiliki cadangan mineral. #. Natura dan "enikmatan $ang Meru%akan "eharu&an Dalam Peker'aan Pemberian natura dan kenikmatan dalam pengertian ini meliputi pakaian dan peralatan untuk keselamatan kerja, pakaian seragam petugas keamanan (satpam), sarana antar jemput Pegawai, serta penginapan untuk awak kapal, dan yang sejenisnya. .$A+A S T )A# PA&AK

:ontoh keputusan manajemen yang dapat diambil untuk mengurangi hasil penjualan dengan tujuan meringankan beban pajak adalah dengan melakukan pengeluaran yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Pengeluaran biaya tersebut dilakukan dalam rangka mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan serta didukung dengan bukti yang memadai (2alid G reliable) dalam hal ini kegiatan tersebut adalah kegiatan pemasaran dan promosi dari sebuah perusahaan terhadap produknya. Misalkan Perusahaan "=: dan H9) sama$sama mempertimbangkan untuk menaikkan gaji para karyawannya yang berjumlah keseluruhannya 3p (*.***.***,**. =agi perusahaan "=: dan H9) biaya langsung atau biaya sebelum pajak (pre$tax cost) adalah sama besarnya, yaitu masing$masing 3p (*.***.***,** yang dapat dikurangkan dari penghasilannya, akan tetapi biaya setelah pajaknya akan berbeda$beda tergantung kepada tari- marjinalnya. "pabila diasumsikan tari- marjinal perusahaan "=: adalah &*4, sedangkan H9) menanggung beban pajak atas dasar tari- marjinal (*4, maka kenaikan beban pajak kedua perusahaan tersebut tidak akan sama.

Pajak yang dapat dihemat perusahaan "=: hanyalah &*4 x 3p(*.***.**,** I 3p(.***.***,**, sedangkan perusahaan H9) dapat menghemat sebesar (*4 x 3p(*.***.***,** I 3pC.***.***,**.

5engan demikian berarti, bagi perusahaan "=: jumlah biaya setelah pajaknya (a-ter$tax cost) adalah 3p ((*.***.***,** J (.***.***,**) I 3p'D.***.***,** dan perusahaan H9) berjumlah 3P ((*.***.***,** J C.***.***,**) I 3p'&.***.***,**.

Melihat ilustrasi tersebut di atas, terlihat bahwa untuk kepentingan pengambilan keputusan perlu adanya pembedaan antara tari- pajak rata$rata (a2erage tax rate) dan tari- pajak marjinal (marginal tax rate). !ari- pajak rata$rata memperlihatkan perbandingan (rasio) antara jumlah pajak terutang dengan penghasilan kena pajak, sedangkan tari- pajak marjinal merupakan taripajak atas rupiah terakhir dari penghasilan yang dikenakan pajak. P !DA!AA! $!3 STAS$ 8arena keputusan in2estasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba merupakan unsur in-ormasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan in2estasi. @ika suatau usulan in2estasi diperkirakan akan mengakibatkan penghematan biaya atau tambahan pendapatan, maka disisi lain akan mengakibatkan timbulnya laba di-erensial, yang akan menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. ?leh karena itu dalam memperhitungkan aliran kas keluar dari in2estasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut dan sebaliknya.

5alam perencanaan pajak, kita harus memperhatikan sumber dari mana modal yang akan ditanamkan diperoleh yang nantinya akan menentukan besarnya biaya modal (cost o- capital) dan biaya modal ini yang digunakan sebagai dasar untuk memilih rencana in2estasi yang dilakukan. Modal untuk melakukan in2estasi sebaiknya diperoleh dari pinjaman. 5imana bunga modal pinjaman yang dikeluarkan perusahaan dapat dikurangkan dari penghasilan untuk penentuan laba kena pajak, sehingga pembayaran bunga modal pinjaman akan menimbulkan penghematan pajak (tax sa2ing). 5apat disebutkan beberapa jenis$jenis in2estasi yang ada antara lain % a. In(e&ta&i )ang tidak mengha&ilkan la!a *n+n,%r+(it in(e&tment-. ;n2estasi yang timbul karena adanya peraturan pemerintahatau karena syarat$syarat kontrak yang telah disetujui, yang mewajibkan perusahaan untuk melaksanakannya tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. !. In(e&ta&i )ang tidak da%at diukur la!an)a *n+n,mea&ura!le %r+(it in(e&tment-. ;n2estasi ini dimaksudkan untuk menaikan laba, namun dengan in2estasi ini laba yang diharapkan perusahaan sulit untuk dihitung secara teliti. :ontoh % Pengeluaran biaya promosi, dalam jangka panjang, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan pendidikan karyawan. #. In(e&ta&i dalam %enggantian e.ui%ment *re%la#ement in(e&tment-. ;n2estasi yang meliputi pengeluaran untuk pengganian mesin dan ekuipmen yang ada.biasanya digunaan atas dasar pertimbangan adanya penghematan biaya atau kenaikan produkti2itas dengan adanya penggantian biaya tersebut. d. In(e&ta&i dalam %erlua&an u&aha *ex%an&i+n in(e&tment-. Merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi sehinnga operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya.

4.

tika Dalam Manajemen Pajak

Penghindaran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak, khususnya badan dalam bentuk tax avoidance, memang dimungkinkan atau dalam hal ini tidak bertentangan dengan undang$undang atau ketentuan hukum yang berlaku, karena dianggap praktek$praktek yang berhubungan dengan tax avoidance lebih kepada peman-aatan lubang$lubang atau celah$celah atau bisa juga kekosongan$kekosongan dalam undang$undang perpajakan. Pemerintah dalam hal ini 5irektorat @endral Pajak tidak bisa berbuat apa$apa Jmelakukan penuntutan secara hukum, meskipun praktek tax avoidance ini akan mempengaruhi penerimaan negara dari sektor pajak. Praktek tax avoidance ini sebenarnya suatu dilema bagi pemerintah, karena wajib pajak melakukan

pengurangan jumlah pajak yang harus dibayar, tetapi dilakukan dengan tidak bertentangan dengan ketentuan$ketentuan yang berlaku. Strategi dalam Tax Planning "da beberapa cara yang biasanya dilakukan atau dipraktekkan wajib pajakuntuk meminimalkan pajak yang harus dibayar, misalnya seperti yang dikemukakan oleh #ophar umbantoruan dalam bukunya akuntansi pajak ( &CCF% ,AC ) yaitu % K Pergeseran pajak (shifting), ialah pemindahan atau mentrans-er beban pajak dari subjek pajak kepada pihak lain, dengan demikian, orang atau badan yang dikenakan pajak mungkin sekali tidak menanggungnya. K 8apitalisasi, ialah pengurangan harga objek pajak sama dengan jumlah pajak yang akan dibayarkan kemudian oleh pembeli. K !rans-ormasi, ialah cara pengelakan pajak yang dilakukan oleh pabrikan dengan cara menanggung beban pajak yang dikenakan terhadapnya. K Tax Evasion, ialah penghindaran pajak dengan menlanggar ketentuan peraturan perpajakan. K Tax Avoidance, ialah penghindaran pajak dengan menuruti peraturan yang ada.