You are on page 1of 18

Pasar Modal dan Manajemen Keuangan

Peranan Profesi Akuntan di Pasar Modal Ema Damayanti Khairiatul Anwar Mellani Yuliastina Materi Sesi 12:
Fokus pada Produk dan Mekanisme Pasar Modal di Indonesia 1. Aturan dan Mekanisme Perdagangan Efek 2. Aturan Suspensi, Auto-Reject, dan Delisting 3. Macam-macam Reksa Dana

REFERENSI Kepmenkeu Nomor 455/KMK.01/1997 Kepmenkeu Nomor 646/KMK.01/1995 http://arsasi.wordpress.com/2009/06/01/jenis-perdagangan-di-bursa-efek/ diakses pada tanggal 02 April 2013 http://www.idx.co.id/idid/beranda/tentangbei/mekanismeperdagangan/saham.aspx diakses pada tanggal 02 April 2013 http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2010/12/21/macam-macam-reksadana-327584.html Jakarta diakses pada tanggal 02 April 2013 http://economy.okezone.com/read/2012/04/02/226/603871/large diakses pada tanggal 02 April 2013

Fakultas Ekonomi Program Pendidikan Profesi Akuntan Universitas Lambung Mangkurat 2013

Peranan Profesi Akuntan di Pasar Modal

Dalam perkembangan dunia bisnis belakangan ini terjadi adanya suatu dinamika jatuh bangunnya perusahaan publik dalam sektor ekonomi nasional bahkan dunia. Dalam perkembangan tersebut, tidak hanya berimbas pada sektor ekonomi saja akan tetapi hal tersebut berimbas pula pada sistem pengelolaan perusahaan publik dan kebijakan pemegang saham terutama dalam hal menilai return yang mereka harapkan dari suatu perusahaan publik sehingga tingkat kualitas pengelolaan perusahaan pun idealnya harus memenuhi standar kebutuhan informasi para pemegang saham dalam membuat kebijakannya. Peran profesi akuntan dalam hal ini mempunyai peranan yang sangat penting guna meningkatkan nilai informasi bagi pemegang saham dan menciptakan tata kelola yang baik dalam sistem informasi yang berjalan dari suatu perusahaan. Sejak terjadinya kasus kecurangan yang dilakukan oleh manajemen Enron di Amerika Serikat yang menyebabkan runtuhnya pasar modal pada saat itu, SEC pada waktu itu segera mengeluarkan peraturan baru yaitu Sarbanes-Oxlay Act dimana perusahaan publik pada saat itu diwajibkan memiliki lembaga audit internal dalam lini manajemennya. Selain kasus tersebut, masih banyak kasus-kasus yang terjadi belakangan ini yang sangat berdampak pada fluktuasi harga saham dalam pasar modal. Hal tersebut menciptakan tantangan baru bagi profesi akuntan untuk lebih fleksibel lagi dalam menanggapi isu dan kasus terhangat guna mencegah terjadinya kembali atau sesuatu yang mungkin terjadi terkait dengan kemungkinan terjadinya keruntuhan indeks harga saham di pasar modal. Prinsip teori keagenan yang terjadi antara pemegang saham dengan pihak manajemen membutuhkan suatu penghubung yang memiliki tingkat kompetensi yang handal dan mampu menciptakan kualitas diantara dua belah pihak tersebut. Peran profesi akuntan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam setiap posisinya. Akuntan adalah orang yang mempunyai kompetensi dan keahlian dibidang akuntansi yang telah menempuh jenjang pendidikan sebagai akuntan. Definisi akuntansi sendiri menurut Weygandt et al (2011), pada saat ini akuntansi lebih diperlakukan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi keuangan walaupun dahulu akuntansi pernah di definisikan suatu seni atau ilmu social murni. Hal tersebut juga tercermin dalam The Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statement yang dihasilkan oleh IASC. Kerangka tersebut menyebutkan bahwa tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi banyak pengguna dalam pengambilan keputusan elektronik. Berdasarkan definisi diatas, profesi akuntan sendiri adalah bertugas untuk menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi banyak pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomik. Hal tersebut menerangkan bahwa betapa pentingnya profesi akuntan dalam dinamika ekonomi global. Profesi akuntan dianggap sebagai suatu urat nadi perekonomian global. Informasi yang dihasilkan akan menjadi landasan utama setiap kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pihak

berkepentingan, kehandalan dan kompetensitas menjadi suatu keharusan yang harus dimiliki seorang akuntan. Pada saat ini profesi akuntan tidak hanya sebagai seorang pencatat transaksi, pengolah transaksi, ataupun sekedar penghasil informasi semata. Profesi akuntan pada saat ini dituntut mampu memberikan suatu nilai tambah terhadap entitasnya di tempat dia bernaung. Dapat diprediksi apabila seorang akuntan hanya bertugas untuk menghasilkan informasi keuangan tanpa adanya unsur nilai tambah dari akuntan tersebut maka informasi yang dihasilkan akan menyesatkan para penggunanya. Mekanisme perekonomian global yang telah menciptakan satu kesatuan sistem ekonomi dunia telah merubah cara pandang profesi akuntan pada saat ini, profesi akuntan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan informasi para pelaku ekonomi global khususnya para pemegang saham dari setiap penjuru dunia sehingga tingkat standar kompetensi dari seorang akuntan diharapkan terus terbaharui sehingga menjadi nilai tambah dalam entitasnya. Profesi akuntan seperti yang telah dibahas sebelumnya yaitu mempunyai peranan yang sangat besar dalam sistem perekonomian global. Sebagai urat nadi suatu entitas, kontribusi para profesi akuntan sangat mempengaruhi dan mempunyai daya dampak yang sangat besar terhadap pasar modal terutama dalam penyediaan informasi ekonomi yang menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut. a. Profesi Akuntan Perusahaan/Manajemen Profesi akuntan yang bekerja dibawah lini CFO mempunyai fungsi untuk menyediakan informasi yang berguna bagi manajer dalam hal pengambilan keputusan ekonomi guna mendukung langkah manajemen untuk pertimbangan arah perusahaan kedepannya. Para akuntan bekerja dengan suatu sistem terintergrasi untuk mengolah data keuangan perusahaan menjadi informasi yang berguna. Kehandalan informasi yang dihasilkan para akuntan tersebut berimbas pada kualitas informasi yang dihasilkan sehingga para manajemen dengan akurat dapat melakukan peramalan bisnis, proses penganggaran yang efektif, meminimalisir pemborosan biaya, dan sebagainya. Pada akhirnya kegiatan perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pihak yang berkepentingan lainnya akan terekam dalam suatu informasi yang bisa diandalkan bagi pengambilan keputusan para pemegang saham dalam rencana pembelian atau penjualan kembali saham emiten tersebut. Informasi pertama kali yang akan sangat mempengaruhi gambaran perusahaan di mata para pemegang saham adalah berasal dari akuntan perusahaan tersebut. Jika akuntan perusahaan tersebut tidak mampu memberikan informasi yang handal dan cenderung menyesatlkan maka hal tersebut akan menyebabkan opini auditor eksternal semakin buruk pula. Selain itu, alasan kehandalan sangat ditekankan adalah bahwa para akuntan perusahaan rentan akan tindakan manajemen laba yang tidak wajar bahkan mengarah kepada tindakan Fraud yang merugikan

semua pihak dimana imbasnya seperti krisis ekonomi global yang terjadi belakangan ini yang diawali dengan terungkapnya kecurangan Lehmann Brother hingga berimbas meruntuhkan sector pasar modal dunia. Oleh karena itu harus adanya suatu standar pengendalian yang memadai dan dipatuhi sesuai standar bisnis yang disepakati dalam perusahaan tersebut. b. Profesi Auditor Internal Profesi auditor internal beberapa tahun terakhir ini memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan Good Corporate Governance, Risk Management, dan Internal Control. Runtuhnya harga saham diberbagai negara ketika skandal kecurangan Enron terbongkar menghasilkan suatu aturan baru yaitu dengan munculnya Sarbanes-Oxlay Act yang salah satu isinya menyatakan bahwa setiap perusahaan yang listing di Wall Street pada waktu itu wajib untuk memiliki komisi/dewan internal audit sendiri. Pada awalnya banyak perusahaan yang enggan menerapkan peraturan tersebut hingga beberapa mulai bermunculan untuk mau menerapkan aturan tersebut. Ernest & Young pada waktu itu mengadakan survey kepada para pelaku pasar modal dan memperoleh kesimpulan bahwa 70% para pelaku pasar modal di Amerika Serikat menyatan bahwa keberadaan auditor internal sangat penting. Mahalnya biaya untuk membentuk dewan/komisi auditor internal ternyata menghasilkan keuntungan yang besar yaitu harga pasar saham emiten yang menerapkan tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di Indonesia, kebijakan tentang mengharuskan adanya dewan/komisaris auditor internal baru disahkan dalam piagam audit intern belakangan ini. Kesadaran pentingnya fungsi auditor internal mampu menciptakan tata kelola usaha yang berkualitas dengan terciptanya sistem pengendalian internal yang memadai dan mampu mengurangi adanya kecurangan atau kehilangan asset perusahaan sehingga kepercayaan para pemegang saham akan tetap terjaga. c. Profesi Akuntan Publik Profesi akuntan publik merupakan profesi yang sangat berperan dalam mempengaruhi keputusan para pemegang saham secara eksplisit. Opini yang diberikan terhadap laporan keuangan entitas didasarkan pada PABU sehingga pengungkapan dan tingkat materialitas laporan keuangan oleh manajemen sangat berpengaruh terhadap opini yang akan diberikan. Independensi secara fakta dan penampilan menjadi suatu keharusan bagi para akuntan publik dalam melakukan audit laporan keuangan. Dalam teknisnya, auditor eksternal bekerja menurut standar audit dan satuan kerja yang telah ditentukan sehingga idealnya para auditor mengaudit perusahaan kliennya dengan sangat objektif. Akan tetapi pada kenyataanya, runtuhnya pasar saham yang fenomenal seperti kasus Enron, Lehmann Brother, dan lainnya tersebut dikarenakan gagalnya para auditor eksternal dalam menemukan kecurangan kliennya yang pada akhirnya berakibat pada pembekuan kantor akuntan publik terkait atau adanya aksi penggugatan yang dilakukan klien terhadap kantor akuntan publik yang melakukan audit laporan keuangannya.

Dalam perkembangannya, auditor eksternal diwajibkan memberikan opini Going Concern terhadap kelangsungan bisnis kliennya dan selain itu ranah hukum mulai menyentuh perkembangan dari profesi tersebut terutama dalam bidang jasa audit. Hal tersebut diharapkan akan meminimalisir kejadian kehancuran pasar modal seperti sebelumnya yang pernah terjadi.
Produk dan Mekanisme Pasar Modal di Indonesia:

1.

Produk di Pasar Modal Pasar modal di Indonesia semakin hari tentunya semakin meningkat pelaku pasar modal dan nilai perdagangannya. Hal ini harus diimbangi oleh pengetahuan yang baik bagi siapa saja yang ingin bermain di pasar modal, minimal mengetahui apa saja produk yang dihasilkan pasar modal. Instrumen atau produk yang diperdagangkan di Pasar Modal disebut dengan Efek. Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek. Berikut adalah produk-produk pasar modal 1) Saham (Stocks) Saham pada dasarnya adalah bukti pemilikan atas suatu perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Saham terbagi atas dua jenis, yaitu : a) Saham Biasa (Common Stocks) Di antara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham biasa (common stock) adalah yang paling dikenal masyarakat. Di antara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten. Apakah Saham itu? Secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan . Wujud saham adalah, selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut. Jadi sama dengan menabung di bank. Setiap kali kita menabung, maka kita akan mendapat slip yang menjelaskan bahwa kita telah menyetor sejumlah uang. Bila kita membeli saham, maka kita akan menerima kertas yang menjelaskan bahwa kita memiliki perusahaan penerbit saham tersebut.

b) Saham Preferen (Preferred Stocks)

Saham Preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Saham preferen serupa dengan saham biasa karena dua hal, yaitu: mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar dividen. Sedangkan persamaan antara saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal: ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya; dividennya tetap selama masa berlaku (hidup) dari saham; memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Oleh karena saham preferen diperdagangkan berdasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor, maka secara praktis saham preferen dipandang sebagai surat berharga dengan pendapatan tetap dan karena itu akan bersaing dengan obligasi di pasar. Walaupun demikian, obligasi perusahaan menduduki tempat yang lebih senior dibanding dengan saham preferen. 2. Obligasi (Bond) Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (dalam hal ini pemodal) dengan yang diberi dana (emiten). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut telah membeli hutang perusahaan yang menerbitkan obligasi. Penerbit membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal yg telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tersebut pada saat jatuh tempo dengan mengembalikan jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yg terutang. Pada umumnya, instrumen ini memberikan bunga yang tetap secara periodik. Bila bunga dalam sistem ekonomi menurun, nilai obligasi naik; dan sebaliknya jika bunga meningkat, nilai obligasi turun. Obligasi Konversi (Convertible Bond) Obligasi konversi, sekilas tidak ada bedanya dengan obligasi biasa, misalnya, memberikan kupon yang tetap, memiliki waktu jatuh tempo dan memiliki nilai face value. Hanya saja, obligasi konversi memiliki keunikan, yaitu bisa ditukar dengan saham biasa. Pada obligasi konversi selalu tercantum persyaratan untuk melakukan konversi. Misalnya, setiap obligasi konversi bisa dikonversi menjadi 3 lembar saham biasa setelah 1 Januari 2006. Persyaratan ini tidak sama diantara obligasi konversi yang satu dengan yang lainnya. Obligasi konversi (convertible bond), sudah dikenal di pasar modal Indonesia. Untuk kalangan emiten swasta, sebenarnya obligasi konversi lebih dulu populer daripada obligasi. Kecenderungan melakukan emisi obligasi baru menunjukkan aktivitas yang meningkat sejak tahun 1992, sedang obligasi konversi sudah memasuki pasar menjelang akhir tahun 1990.

3. Reksa Dana (Mutual Funds)

Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka . Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dilihat dari asal kata-nya, Reksa Dana berasal dari kosa kata reksa yang berarti jaga atau pelihara dan kata dana yang berarti kumpulan uang, sehingga reksa dana dapat diartikan sebagai kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan. Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
2. Aturan dan Mekanisme Perdagangan Efek

Proses Pelaksanaan Perdagangan di Bursa

Proses Pelaksanaan Perdagangan secara Remote

Pelaksanaan Perdagangan Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan fasilitas JATS. Perdagangan Efek di Bursa hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (AB) yang juga menjadi Anggota Kliring KPEI. Anggota Bursa Efek bertanggung jawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di Bursa baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah. Anggota Bursa Efek bertanggung jawab terhadap penyelesaian seluruh Transaksi Bursa atas nama Anggota Bursa Efek yang bersangkutan sebagaimana tercantum dalam Daftar Transaksi Bursa (DTB), termasuk Transaksi Bursa yang terjadi antara lain karena:

Kesalahan Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek dalam rangka Remote Trading kecuali kesalahan perangkat lunak JONEC yang disediakan oleh Bursa; dan atau Kelalaian atau kesalahan PJPP dalam melaksanakan penawaran jual dan atau permintaan beli ke JATS; dan atau Kelalaian atau kesalahan IT Officer Remote Trading dalam pengoperasian Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek; dan atau Adanya akses yang tidak sah yang dilakukan melalui Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek. Pasar Reguler; Pasar Tunai; Pasar Negosiasi.

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hanya dapat diperdagangkan di Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi pada sesi I.

Penyelesaian Transaksi Segmen Pasar Pasar Reguler Pasar Tunai Pasar Negosiasi Jam Perdagangan Perdagangan Efek di Pasar Reguler, Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi dilakukan selama jam perdagangan setiap Hari Bursa dengan berpedoman pada waktu JATS. Waktu Penyelesaian Transaksi Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya Transaksi Buras (T+3) Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0) Berdasarkan kesepakatan antara Anggota Bursa jual dengan Anggota Bursa Beli

Jam Perdagangan Pasar Reguler: Hari Senin Kamis Jumat Sesi I Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00 Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00 Sesi II Pukul 13:30:00 s/d 15:49:59 Pukul 14:00:00 s/d 15:49:59

Jam Perdagangan Pasar Tunai: Hari Senin Kamis Jumat Waktu Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00 Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00

Jam Perdagangan Pasar Negoisasi: Hari Senin Kamis Jumat Sesi I Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00 Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00 Sesi II Pukul 13:30:00 s/d 16:15:00 Pukul 14:00:00 s/d 16:15:00

Untuk Pasar Reguler menggunakan sesi Pra-pembukaan, Pra-penutupan dan Pasca Penutupan yang dilakukan setiap hari Bursa dengan jadwal sebagai berikut: Pra Pembukaan : Waktu 08:45:00 - 08:55:00 WIB Agenda Anggota Bursa Efek memasukan penawaran Jual dan atau permintaan beli

08:55:01 - 08:59:59 WIB

JATS melakukan proses pembentukan Harga Pembukaan dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada Harga Pembukaan berdasarkan price dan time priority

Pra-penutupan dan Pasca Penutupan: Sesi Pra-penutupan Waktu 15:50:00 s.d. 16:00:00 16:00:01 s.d. 16:04:59 Aktivitas Anggota Bursa Efek memasukan penawaran Jual dan atau permintaan beli JATS melakukan proses pembentukan Harga Penutupan dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada Harga Penutupan berdasarkan price dan time priority Anggota Bursa Efek untuk memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli pada Harga Penutupan, dan JATS memperjumpakan secara berkelanjutan (continuous auction) atas penawaran jual dengan permintaan beli untuk Efek yang sama secara keseluruhan maupun sebagian pada Harga Penutupan berdasarkan time priority

Pasca Penutupan

16:05:00 s.d. 16:15:00

Pesanan Nasabah Pesanan yang dapat dilaksanakan di Bursa oleh Anggota Bursa adalah pesanan terbatas (limit order), yaitu pesanan yang dilaksanakan oleh Anggota Bursa sampai dengan batas harga yang ditetapkan oleh nasabahnya. Penawaran jual dan atau permintaan beli nasabah atas Efek selain HMETD hanya boleh ditransaksikan oleh Anggota Bursa di Pasar Reguler, kecuali nasabah menginstruksikan atau menyetujui secara tertulis bahwa penawaran jual atau permintaan belinya ditransaksikan di Pasar Tunai atau Pasar Negosiasi. Satuan Perdagangan

Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) Efek. Perdagangan di Pasar Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot). Satuan Perubahan Harga (Fraksi) : Harga < Rp 200 Rp 200 to < Rp 500 Rp 500 to < Rp 2,000 Rp 2,000 to < Rp 5,000 > Rp 5,000 Step Value Rp 1 Rp 5 Rp 10 Rp 25 Rp 50 Maximum Price Step * Rp 10 Rp 50 Rp 100 Rp 250 Rp 500

Catatan Jenjang maksimum perubahan harga adalah 10x fraksi harga, masih berada di bawah batas auto rejection dan tidak berlaku pada pre-opening. Fraksi dan jenjang maksimum perubahan harga di atas berlaku untuk satu Hari Bursapenuh dan disesuaikan pada Hari Bursa berikutnya jika Harga Penutupan berada pada rentang harga yang berbeda. Jenjang maksimum perubahan harga dapat dilakukan sepanjang tidak melampaui batasan persentase auto rejection.

Auto Rejection1 Harga penawaran jual dan atau permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS adalah harga penawaran yang masih berada di dalam rentang harga tertentu. Bila Anggota Bursa memasukkan harga diluar rentang harga tersebut maka secara otomatis akan ditolak oleh JATS (auto rejection). Batasan auto rejection yang berlaku saat ini: Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih kecil dari Rp 50,- (lima puluh rupiah); Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 35% (tiga puluh lima perseratus) di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga Rp 50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan dari Rp 200,- (dua ratus rupiah);

sesuai dengan Peraturan Perdagangan II-A Kep-00399/BEI/11-2012

Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga Rp 200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan dari Rp 5.000,- (lima ribu rupiah); Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga di atas Rp 5.000,- (lima ribu rupiah). Penerapan Auto Rejection terhadap harga di atas untuk perdagangan saham hasil penawaran umum yang pertama kalinya diperdagangkan di bursa (perdagangan perdana), ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan auto rejection harga sebagaimana dimaksud dalam butir di atas.Acuan Harga yang digunakan untuk pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah atas saham yang dimasukkan ke JATS dalam perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai ditentukan sebagai berikut: Menggunakan harga pembukaan (Opening Price) yang terbentuk pada sesi Pra-Pembukaan; atau Menggunakan harga penutupan (Closing Price) di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya (Previous Price) apabila Opening Price tidak terbentuk. Dalam hal Perusahaan Tercatat melakukan tindakan korporasi maka selama 3 (tiga) Hari Bursa berturut-turut setelah berakhirnya perdagangan saham yang memuat hak (periode cum) di Pasar Reguler, Acuan Harga di atas menggunakan Previous Price dari masing-masing Pasar (Reguler atau Tunai). Pra-pembukaan Pelaksanaan perdagangan di Pasar Reguler dimulai dengan Pra-pembukaan. Anggota Bursa dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli sesuai dengan ketentuan satuan perdagangan, satuan perubahan harga (fraksi) dan ketentuan auto rejection.Harga Pembukaan terbentuk berdasarkan akumulasi jumlah penawaran jual dan permintaan beli terbanyak yang dapat dialokasikan oleh JATS pada harga tertentu pada periode Pra-pembukaan.Seluruh penawaran jual dan atau permintaan beli yang tidak teralokasi di Pra-pembukaan, akan diproses secara langsung (tanpa memasukkan kembali penawaran jual dan atau permintaan beli) pada sesi I perdagangan, kecuali Harga penawaran jual dan atau permintaan beli tersebut melampaui batasan auto rejection.Pasar Reguler Penawaran jual dan atau permintaan beli yang telah dimasukkan ke dalam JATS diproses oleh JATS dengan memperhatikan: 1. Prioritas harga (price priority): Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.

2.

Prioritas Waktu (time Priority) Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.

Pengurangan jumlah Efek pada JATS baik pada penawaran jual maupun pada permintaan beli untuk tingkat harga yang sama tidak mengakibatkan hilangnya prioritas waktu. Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS. Pasar Negosiasi Perdagangan Efek di Pasar Negosiasi dilakukan melalui proses tawar menawar secara individual (negosiasi secara langsung) antara: 1. Anggota Bursa atau 2. nasabah melalui satu Anggota Bursa atau 3. nasabah dengan Anggota Bursa atau

Selanjutnya hasil kesepakatan dari tawar menawar tersebut diproses melalui JATS. Anggota Bursa dapat menyampaikan penawaran jual dan atau permintaan beli melalui papan tampilan informasi (advertising) dan bisa diubah atau dibatalkan sebelum kesepakatan dilaksanakan di JATS. Kesepakatan mulai mengikat pada saat terjadi penjumpaan antara penawaran jual dan permintaan beli di JATS. Penyelesaian Transaksi Bursa Pasar Reguler dan Pasar Tunai Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai antara Anggota Bursa jual dan Anggota Bursa beli dijamin oleh KPEI. 2. 3. Transaksi Bursa Pasar Reguler wajib diselesaikan pada Hari Bursa ke-3 (T+3). Transaksi Bursa Pasar Tunai wajib diselesaikan pada Hari Bursa yang sama (T+0).

Penyelesaiain Transaksi Bursa yang dilakukannya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai akan ditentukan oleh KPEI melalui proses Netting dan dilakukan melalui pemindahbukuan Efek dan atau dana ke rekening Efek Anggota Bursa yang berhak yang berada pada KSEI. Dalam hal kewajiban Anggota Bursa untuk menyerahkan Efek tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan maka Anggota Bursa tersebut wajib untuk menyelesaikan kewajibannya dengan uang pengganti (ACS= Alternate Cash Settlement) yang

besarnya ditetapkan sebesar 125% (seratus dua puluh lima perseratus) dari harga tertinggi atas Efek yang sama yang terjadi di: 1. 2. Pasar Reguler dan Pasar Tunai yang penyelesaiannya jatuh tempo pada tanggal yang sama; dan Pasar Reguler pada Sesi I pada hari penyelesaian transaksi yang jatuh temponya sebagaimana di atas.

Dalam hal Anggota Bursa tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar kepada KPEI sebagaimana tercantum dalam Daftar Hasil Kliring (DHK) Netting maka kewajiban Anggota Bursa tersebut wajib diselesaikan sesuai dengan Peraturan KPEI. Anggota Bursa yang tidak memenuhi kewajibannya dalam penyelesaian Transaksi Bursa dilarang melakukan kegiatan perdagangan Efek di Bursa sampai dengan KPEI melaporkan kepada Bursa bahwa semua kewajiban Anggota Bursa tersebut telah terpenuhi dan Anggota Bursa dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Bursa. Penyelesaian Transaksi Bursa Pasar Negosiasi Waktu penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara AB jual dan AB beli dan diselesaikan secara per transaksi (tidak Netting). Bila tidak ditetapkan, penyelesaian Transaksi Bursa dilakukan selambatlambatnya pada Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi (T+3) atau Hari Bursa yang sama dengan terjadinya transaksi (T+0) khusus untuk Hari Bursa terakhir perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi dilakukan dengan pemindahbukuan secara langsung oleh Anggota Bursa jual dan Anggota Bursa beli dan tidak dijamin KPEI. Biaya Transaksi Anggota Bursa wajib membayar biaya transaksi kepada Bursa, KPEI dan KSEI yang dihitung berdasarkan nilai per transaksi Anggota Bursa sebagai berikut : Jenis Transaksi Biaya Transaksi Dana Jaminan Pajak * Pasar Reguler dan 0,03% 0.01% PPn dan kewajiban Pasar Tunai perpajakan lainnya Pasar Negosiasi 0,03% atau kebijakan Bursa Obligasi 0,005% * Dibayarkan ke Bursa sebagai Wajib Pungut, sesuai ketentuan yang berlaku. Minimum biaya transaksi yang harus dibayar AB adalah Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah) per bulan termasuk untuk AB dalam keadaan suspensi atau SPAB-nya dibekukan;

Pembayaran harus sudah efektif dalam rekening Bursa setiap bulan selambatlambatnya pada hari kalender ke-12 bulan berikutnya. Dalam hal hari kalender ke-12 (dua belas) di atas jatuh pada hari Sabtu atau hari Minggu atau hari libur, kewajiban dimaksud efektif pada hari kerja berikutnya. Keterlambatan pembayaran dikenakan denda sebesar 1% (satu per seratus) setiap hari kalender keterlambatan. Anggota Bursa yang tidak memenuhi kewajibannya selambat-lambatnya 5 Hari Bursa setelah lampaunya batas waktu pembayaran maka Anggota Bursa tersebut disamping dikenakan denda juga dikenakan suspensi sampai dengan diselesaikannya seluruh kewajiban pembayaran biaya transaksi dan dendanya. Informasi detil mengenai tata cara perdagangan Efek bisa dilihat dalam Peraturan BEI Nomor II-A Tentang Perdagangan Efek.
Aturan Suspensi, Auto-Reject, dan Delisting

SUSPENSI berarti penghentian aktivitas perdagangan saham secara sementara. Suspensi bisa dilakukan terhadap saham yang diperdagangkan di pasar, terhadap kegiatan transaksi investor, atau terhadap kegiatan perdagangan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa (PE AB). Suspensi dilakukan oleh otoritas pasar -yakni Bursa Efek Indonesia (BEI)- yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap investor. Kebijakan suspensi bisa dibilang merupakan sikap yang tidak populer, baik dari kacamata investor, broker, ataupun emiten. Pihak otoritas atau BEI sebenarnya juga tidak menyukai kebijakan itu karena sangat memahami efeknya terhadap pelaku pasar dan emiten. Dari sisi potensi pendapatan, pihak otoritas juga kehilangan potensi pendapatan akibat kebijakan itu. Tapi apa mau dikata, kebijakan itu harus ditempuh untuk kepentingan yang lebih besar bagi industri. Sistem Auto Rejection Sistem auto rejection adalah sistem yang otomatis menolak order atau penawaran beli atau jual yang melebihi parameter. Sistem ini diterapkan untuk menjaga terlaksananya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. BEJ menerapkan sistem ini sejak November 2001. Sistem auto rejection secara otomatis akan menolak harga penawaran tertinggi atau terendah atas saham yang dimasukkan pada JATS. Sistem ini tidak berlaku pada waran dan bukti right. Penerapan auto rejection untuk perdagangan saham hasil penawaran umum untuk pertama kalinya di bursa ditetapkan sebesar dua kali dari persentase batasan auto rejection secara umum. Adapun kelompok harga dan besaran persentase yang ditetapkan dalam sistem auto rejection dapat dilihat pada table di samping.

Delisting dan Relisting Dalam mekanisme perdagangan di bursa efek dikenal istilah delisting dan relisting. Delisting adalah penghapusan pencatatan saham emiten dari bursa. Sedangkan relisting adalah pencatatan kembali saham emiten di bursa. Delisting saham emiten dari pencatatan di bursa dapat terjadi karena aplikasi delisting dapat diajukan ke bursa atas kemauan perusahaan tersebut, dengan memenuhi syarat sebagai berikut: 1) 2) Disetujui oleh sedikitnya 2/3 dari total pemegang saham minoritas melalui RUPS; Jika pemegang saham minoritas dalam RUPS menentang rencana tersebut maka emiten atau pemegang saham mayoritas harus membeli saham dari pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui rencana tersebut sesuai dengan harga tertinggi di pasar regular untuk 6 bulan terakhir sebelum tanggal RUPS; Delisting harus diajukan ke bursa paling lambat empat puluh hari bursa sebelum tanggal delisting.

3)

Delisting diputuskan oleh bursa terkait peraturan yang berlaku. Adapun prosedur pelaksanaan delisting adalah sebagai berikut. 1) 2) Jika satu emiten menemui salah satu kriteria delisting, paling lambat satu hari bursa setelah hal tersebut diketahui oleh pihak emiten, bursa akan mengumumkan delisting emiten tersebut dari bursa Jika satu emiten mengalami salah satu kondisi delisting, bursa akan menghapus pencatatan saham perusahaan tersebut melalui prosedur berikut ini. a) Bursa memberitahukan emiten yang sahamnya akan di delisting, ermasuk jadwalnya bersamaan dengan hari bursa di mana keputusan delisting dibuat, dan tembusannya dilaporkan kepada Bapepam. b) Bursa mengumumkan keputusan delisting emiten tersebut, Termasuk jadwalnya. Pengumuman dibuat paling lambat awal sesi pertama pada hari bursa berikutnya setelah keputusan delisting dibuat. c) Pada hari bursa yang sama dengan dikeluarkan pengumuman delisting dan jadwalnya, bursa akan mensuspen perdagangan saham emiten tersebut dengan ketetapan suspensi akan dilakukan selama lima hari bursa terhitung sejak tanggal pengumuman suspensi. d) Saham perusahaan tercatat mungkin diperdagangkan di bursa yaitu di pasar negosiasi, selama dua puluh hari bursa terhitung tanggal suspensi, berakhir dan penyelesaian transaksi akan dijamin oleh KPEI. Pasar Modal 85 e) Delisting akan efektif pada hari bursa berikutnya setelah masa perdagangan. f) Bursa akan mengumumkan tanggal efektif delisting di bursa paling lambat lima hari bursa sebelum akhir periode perdagangan.

3) 4)

Jika saham emiten dihapuskan pencatatannya dari bursa, semua efek dari perusahaan tersebut juga akan dihapuskan dari bursa. Emiten yang sahamnya dihapus pencatatannya dari bursa boleh mengajukan keberatan kepada Ketua Bapepam dan keputusan bapepam adalah final.

Prosedur pelaksanaan relisting sebagai berikut. a) b) Emiten yang dihapuskan pencatatan sahamnya dari bursa dapat mengajukan permohonan untuk mencatatkan kembali sahamnya di bursa paling cepat enam bulan sejak tanggal delisting. Emiten yang menghapuskan pencatatan sahamnya dari bursa atas permohonan sendiri boleh mengajukan permohonan pencatatan kembali paling cepat sepuluh tahun sejak tanggal delisting. Jika pemegang saham mayoritas atau manajemen telah berubah, emiten tersebut boleh mengajukan permohonan pencatatan kembali paling cepat lima tahun sejak tanggal delisting. Permohonan pencatatan saham kembali akan diperdagangkan dengan cara yang sama dengan pencatatan saham baru.

c)

Macam macam reksa dana Reksa Dana adalah wadah atau tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal, untuk di investasikan dalam bentuk portofolio berbagai surat berharga oleh Fund Manager atau Manajer Investasi yang telah mendapat ijin dari BAPEPAM. Uang dari masyarakat dikumpulkan, lalu dibelanjakan oleh Manajer Investasi untuk membeli berbagai surat berharga seperti saham atau obligasi. Keuntungan dari pembelian saham atau obligasi tersebut, akan dibagikan kepada para investor tersebut. Selain memperoleh keuntungan, Reksa Dana juga memiliki resiko penurunan keuntungan, bahkan kalau tidak cermat bisa kehilangan modalnya. Untuk itu, perlu para calon investor mengetahui dan mengenal jenis-jenis Reksa Dana dan apa yang paling sesuai dengan karakteristik dan tujuan anda dalam menginvestasikan dana tersebut. Untuk itu ada berbagai macam Reksa Dana yang perlu anda ketahui, yaitu : 1. Reksa Dana Pasar Uang, melakukan sebahagian besar investasinya ke efekefek hutang berjangka kurang dari setahun seperti deposito, SBI, obligasi dan surat berharga lainnya. Resiko rendah, begitu juga dengan returnnya. Untuk investor yang baru berkecimpung di dunia investasi, baik untuk mencoba Reksa Dana dalam bentuk ini, karena fluktuasinya tidak begitu tajam. 2. Reksa Dana Pendapatan Tetap, dimana sekitar 80 % investasinya di tanam dalam bentuk obligasi atau surat hutang berjangka pendek, menengah bahkan

jangka panjang. Sementara sisanya ditempatkan dalam instrumen keuangan lainnya. Investasi dalam bentuk ini, dapat berpotensi memiliki keuntungan lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang, sekitar 12 s/d 15 per tahun. Namun resikonya, juga sangat tinggi dimana fluktuasi suku bunga memiliki resiko, juga ada resiko gagal bayar. Orang yang cocok untuk berinvestasi ini adalah orang yang mempunyai tujuan investasi jangka menengah. 3. Reksa Dana Saham, dimana 80 % portofolio yang dikelola dalam bentuk saham, karenanya dapat memperoleh gain yang lebih tinggi, melalui kenaikan harga saham. Orang yang berani mengambil resiko yang tinggi, adalah orang yang cocok mengambil investasi dalam bentuk Reksa Dana Saham. Yang jelas, jangan membeli kemudian menjualnya kembali dalam jangka pendek, maka resiko kerugian akan lebih besar dan harus selalu memantau harga saham yang mudah berubah pada situs-situs yang menyediakan informasi naik-turun harga saham seperti RTI. 4. Reksa Dana Campuran, dimana investasi ini adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio pada surat-surat berharga secara lebih fleksibel. Hal ini membuat, Reksa Dana Campuran lebih leluasa mengatur komposisi portofolionya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar yang sedang terjadi. Misalnya harga saham memiliki potensi memberi keuntungan, namun obligasi di pasar tidak begitu baik, maka agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana investor ke saham daripada obligasi.