You are on page 1of 2

Aep Riyadi 03/BPS-PERTAGAS/2012

Apa yang dilakukan jika anda ditunjuk menjadi Direktur Pertagas? Seandainya saya ditunjuk menjadi Direktur Pertagas, hal yang pertama saya lakukan adalah merencanakan strategi untuk mencapai visi yang telah ditetapkan yaitu menjadi Perusahaan Gas Nasional Berkelas Dunia pada Tahun 2015 dan tampil sebagai Perusahaan Bisnis Gas Internasional pada 2020. Dalam merencanakan strategi tersebut, perlu dilakukan analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, and threats) sehingga nantinya didapatkan strategi terbaik untuk mencapai visi misi yang telah ditetapkan. Strategi ini dibagi menjadi strategi jangka pendek dan jangka panjang. Strategi jangka pendek direncanakan mulai tahun 2012 hingga tahun 2015 untuk mencapai visi menjadi perusahaan gas nasional berkelas dunia. Strategi pertama yang dilakukan yaitu meningkatkan kekuatan internal perusahaan yaitu sumber daya manusia, struktur organisasi perusahaan, infrastruktur dan sumber daya penunjang perusahaan lainnya. Membangun kekuatan internal dimulai dari peningkatan kualitas SDM yaitu dengan menanamkan nilai-nilai yang telah dianut oleh dari induk perusahaan (PT Pertamina Persero) yaitu 6C; Clean, Competitive, Confident, Customer Focused, Commercial, dan Capable ditambah EGG; Empathy, Governance, dan Growth. Selain itu juga dalam menjalankan perusahaan ini, seluruh pekerja di Pertagas ini harus benarbenar berorientasi kepada CHOPPER yaitu customer focused, HSE concern, operation excellent, profit dan personal improvement sehingga diharapkan seluruh pekerja PT Pertamina Gas bekerja dengan professional, memiliki integritas, kerjasama tim yang baik dan melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Konsolidasi struktur organisasi perusahaan juga perlu dilakukan agar terbentuk kerjasama tim yang solid. Dengan modal nilai dan organisasi yang kuat ini, saya yakin PT Pertamina Gas akan memiliki insan-insan yang tangguh dan handal dalam menghadapi tantangan ke depan. Langkah selanjutnya adalah membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan bisnis perusahaan dalam hal ini transportasi gas, niaga gas, distribusi gas, pemrosesan gas dan pembangkit listrik tenaga gas. Untuk jangka pendek, terkait dengan isu konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas yang beredar akhir-akhir ini, menuntut PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyediakan kebutuhan gas dan mampu menjawab tantangan ini. Dan sebagai anak perusahaan yang bergerak di sektor gas, PT Pertagas pastinya akan berperan secara langsung untuk menyiapkan ketersediaan gas di seluruh wilayah Indonesia jika nantinya kebijakan konversi ke BBG ini dijalankan. Untuk menjawab tantangan ini, PT Pertagas dituntut untuk memiliki infrastruktur yang memadai agar pasokan gas tetap

terjaga sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Seperti kita ketahui selama ini negeri kita terlalu menggantungkan sumber energinya pada bahan bakar minyak, sedangkan gas sendiri tidak menjadi prioritas utama. Apabila kebijakan konversi ke BBG dijalankan, perlu peningkatan kapasitas produksi, distribusi dan transportasi gas yang signifikan yang tentunya butuh infrastruktur penunjang baik itu untuk eksplorasi, pemrosesan maupun untuk distribusi serta transportasinya. Dibutuhkan juga koordinasi antar anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yaitu PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi sebagai produsen gas dan pengatur strategi bisnis gas. Saat ini PT Pertamina sedang membangun 2 depo bahan bakar gas yang direncanakan selesai pertengahan tahun 2012 sebagai tindak lanjut percobaan konversi BBM ke BBG untuk angkutan umum di wilayah Jadetabek. Tetapi ini masih belum cukup jika nantinya kebijakan konversi ke BBG diterapkan untuk semua jenis kendaraan dan untuk wilayah seluruh Indonesia. Kemudian untuk strategi jangka panjang dibagi berdasarkan bisnis yang dijalani oleh PT Pertagas, antara lain: 1. Transportasi gas Mengembangkan pasar gas di Pulau Jawa dengan menambah infrastruktur moda transportasi gas (pipeline) karena memiliki potensi bisnis yang besar. Menguasai pasar gas di Pulau Jawa dengan mengintegrasikan jaringan transmisi gas dari barat ke timur melalui kerjasama pembangunan pipa gas dengan Rekin sebagai pemilik hak khusus. Mengembangkan moda dan sistem transportasi gas di luar Jawa untuk menghubungkan konsumen dengan sumber gas. Mengembangan jaringan transmisi gas di seluruh wilayah Indonesia. 2. Niaga gas Meningkatkan penjualan dan pasokan gas yang berasal dari PEP, PHE maupun KKKS lainnya. Membangun dan mengembangkan aliansi bisnis dengan mitra-mitra dalam usaha gas (AP-AP PT Pertamina Persero, BUMD/BUMN, PMA/PMDN). 3. Distribusi gas Melakukan kerja sama dengan perusahaan yang memiliki jaringan dan infrastruktur distribusi. Membangun dan mengembangkan jaringan distribusi yang kuat di Pulau Jawa dan seluruh Indonesia. 4. Pemrosesan gas Membangun dan mengembangkan infrastruktur baru untuk pemrosesan gas. Melakukan aliansi dengan Technology Provider strategis untuk mengembangkan bisnis pengoperasian & pemanfaatan gas (Mini LNG, CNG, O&M Kilang, IPP)