You are on page 1of 13

Makalah

KOMUNIKASI SELULER LANJUT


SISTEM AERO MOBILE GSM ON AIRCRAFT

DIONISIUS K. DOR ZAKIY UBAID

D41107095 D41107105

Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar 2010

1. PENDAHULUAN Jutaan orang tiap harinya menggunakan telpon seluler untuk berkomunikasi dengan orang lain dan juga tiap hari lebih dari satu juta orang yang menggunakan jasa penerbangan. Kebutuhan komunikasi menjadi salah satu factor penting. Dengan dasar pemikiran itu maka terciptalah sebuah teknologi yang dikembangkan oleh aeromobile corporation yang dapat memenuhi kebutuhan komunikasi dalam pesawat,dimana selama ini kita tau bahwa komunikasi seluler dalam pesawat dilarang. Namun teknologi aeromobile ini telah mampu menyediakan teknologi yang aman dan efektif yang dapat memberikan layanan komunikasi bagi para penumpang selama melakukan penerbangan sebagaimana mereka berkomunikasi di darat. Memberikan layanan komunikasi seluler dalam pesawat merupakan hal yang tidak mudah. Diperlukan analisa yang tepat dalam perancangan dan pengimplementasinya. Aeromobile merupakan teknologi yang aman dan efektif bagi para penumpang agar dapat menggunakan perangkat selulernya ataupun PDA selama penerbangan. Pada tanggal 20 maret 2008 aeromobile membuat sejarah dengan meluncurkan system service GSM untuk pesawat dan di komersialkan dengan jasa penerbangan FLY Emirates. Pesawat terbang yang pertama kali menggunakan teknologi ini adalah Airbus A340-300, A6-ERS denagan rute penerbangan Dubai sampai Casablanca. Panasonic adalah

distributor utama untuk hardware AeroMobile yang selanjutnya merujuk pada AeroMobile hardware dan dikenal sebagai eXPhone. Secara teknologi, selain untuk layanan suara dan SMS, AeroMobile mendukung komunikasi data melalui GPRS untuk mendukung layanan BlackBerry dan push email yang lain termasuk lampiran email. Komunikasi data GPRS ini dikembangkan AeroMobile dengan kapasitas khusus (unik) untuk mengoperasikan BlackBerry dan layanan email menggunakan sistem satelit Inmarsat. Konsep jaringan selular di pesawat menggunakan jasa pico cell BTS, dimana dalam kondisi normal dapat meng-handle 10 percakapan secara bersamaan.

2. Aeromobile system Pada tanggal 1 December 2006 ,Electronics Communications Committee (ECC) membuat acuan unutk mengatur penggunaan telfon GSM onboard untuk pesawat terbang dengan frequency bands 1710-1785 and 1805-1880 MHz, beberapa negara eropa telah mengijinkan pengunaan dan regulasi untuk frekuensi tersebut dan memungkinkan penggunaan airborne GSM systems pada negaranya. Ini membuktikan bahwa system ini telah baik diadopsi dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya pada kinerja komunikasi pesawat asalkan dengan pengimplementasian yang tepat. AeroMobile dikembangkan oleh Telenor Group, yang merupakan operator mobile

terbesar dan memiliki pengalaman sekitar 150 tahu dalam bidang telekomunikasi. AeroMobile adalah satu-satunya operator yang menyediakan layanan mobile voice dan text messaging dengan menggunakan system komunikasi Classic Inmarsat dan telah digunakan oleh 2,000 commercial airliners. AeroMobile juga mendukung layanan data services, seperti email and internet browsing melalui GPRS and WiFi/Live IP pada aircraft yang menggunakan system komunikasi dengan bandwidth yang besar seperti Inmarsat's Swift64, SwiftBroadband atau Ku-band satellite services. Banyak aspek dari sitem aeromobile yang yang bersifat otomatis sehubungan dengan pemenuhan aspek regulasinya., seperti automatic system activation and deactivation saat system melewati atau di bawah kondisi operasi system(ketinggiaan tertentu). Dengan tambahan adanya kontroI crew panel yang memudahkan crew pesawat untuk mengontrol dan mengatur system komunikasi ataupun level service yang diberikan.

Beberapa fungsi dari crew panel adalah sebagai berikut: y memonitor penggunaan mobile phone, seperti nomor ponsel yang terkoneksi juga panggilan yang aktif saat penerbangan. y melakukan tes system ,seperti saat mengirim sms ataupun menerima sms. y memanage level service pada jam atau waktu tertentu. Misalnya saat penerbangan siang atau malam. y melekukan control pada system otomatis agar sesuai dengan kondisi yang terjadi y mengatur system agar tetap mengutamakan system komunikasi crew pesawat.

3. Cara kerja Service ini seperti sebuah country in the sky. Panggilan dan pesan teks dibuat dan diterima oleh system yang disebut Picocell (small base station) pada pesawat. Pesan akan keluar dari pesawat melalui link satelit dan kemudian menuju jaringan daratan. Untuk menghindari adanya interferensi dengan jaringan mobile phone di darat maka pada pesawat dilengkapi dengan suatu unit system yang mencegah transmisi system sampai di daratan. Secara umum kerja dari sistem ini dapat diperlihatkan oleh gambar berikut:

AeroMobile mensuport semua GSM mobile dan untuk beberapa pesawat juga mendukung jaringan GPRS, sesuai dengan spesifikasi peralatan yang dipasang. GSM mobile harus terlebih dahulu mendukung international roaming dan service provider harus terlebih dahulu memiliki perjanjian roaming dengan AeroMobile. System ini seumpama anda menggunakan roaming antar Negara pada komunikasi darat. Semua panggilan yang dilakukan merupakan panggilan internasional meskipun user terbang di area Negara yang akan user panggil.

Gambar di atas memperlihatkan jenis layanan dari aeromobile yang dapat dipasangkan pada pesawat. Tiap tiap layanan untuk penumpang bergantung pada system yang dipakai pada pesawat. Manajemen komunikasi yang akan digunakan penumpang diatur oleh server aeromobile pada pesawat yang bergantung pada jenis koneksi link yang digunakan.

Pico cell system ditambahkan pada pesawat yang kemudian akan bekerja dengan perangkat SATCOM yang telah ada di pesawat untuk membuat komunikasi link satelit. Dari satelit kemudian diteruskan pada stasiun penerima bumi untuk selanjutnya terhubung dengan jaringan PSTN.

AeroMobile system merupakan teknologi yang memanage semua ponsel pada pesawat dimana kuat signal dari perangkat mobile penumpang diminimalkan, agar menjamin tidak terjadi interferensi dengan peralatan pesawat. Sehingga panggilan dapat dilakukan tanpa menginterferensi signal pesawat karena signal terkontrol oleh AeroMobile technology, sampai pada tahap link sistem komunikasi satelit pesawat kemudian sampai pada system komunikasi di darat.

System AeroMobile secara otomatis ON saat pesawat take off dan baru dapat digunakan saat mencapai mencapai ketinggian 6,000m/20,000ft. begitupun saat pesawat akan landing dan sebelum memasuki ketinggian 6,000m/20,000ft secara otomatis system aeromobile akan OFF.

AeroMobile system merupakan teknologi yang memanage semua ponsel pada pesawat dimana kuat signal dari perangkat mobile penumpang diminimalkan, agar menjamin tidak terjadi interferensi dengan peralatan pesawat. Sehingga panggilan dapat dilakukan tanpa menginterferensi signal pesawat karena signal terkontrol oleh AeroMobile technology, sampai pada tahap link sistem komunikasi satelit pesawat kemudian sampai pada system komunikasi di darat.