You are on page 1of 20

ANALISA LABVIEW-BASED FUZZY CONTROLLER DESIGN OF A LIGHTING CONTROL SYSTEM MENGGUNAKAN METODE TSUKAMOTO DAN METODE MAMDANI

I. PENDAHULUAN

Setelah Lotfi Zadeh memperkenalkan logika fuzzy pada tahun 1965, metode kontrol fuzzy menjadi banyak digunakan karena memiliki keuntungan sebagai model bebas tanpa informasi priori yang diperlukan. Sangat mudah untuk merancang suatu sistem kontrol fuzzy dengan pengetahuan yang diperlukan dan pengalaman dari operator terampil. Banyak isu-isu fokus dalam menentukan aturan kontrol fuzzy, fungsi keanggotaan, dan struktur pengendali fuzzy. Berbagai cara logika fuzzy digunakan untuk meningkatkan kontrol industri dan metodologi untuk mengurangi jumlah variabel dan jumlah kabur aturan fuzzy IF-THEN yang telah dibahas. Penerapan logika fuzzy dalam kontrol pencahayaan telah disajikan dalam sejumlah makalah. Sebagai contoh, adalah mungkin untuk menghemat energi dengan meredupkan lampu bohlam atau neon. Peredupan dari lampu neon dapat dilakukan dengan mengubah frekuensi input dari ballast elektronik. Sebuah mikroprosesor berbasis perangkat kontrol cerdas untuk kontrol lampu jalan menerapkan teori keputusan fuzzy untuk membedakan berbagai gangguan secara akurat dan untuk membuatnya beroperasi dengan andal, yang dapat mengaktifkan atau menonaktifkan transformator secara otomatis sesuai dengan cahaya lingkungan. II. SISTEM DESKRIPSI Diagram blok sistem kontrol pencahayaan yang diusulkan ditunjukkan pada Gambar. 1, yang dapat diwakili oleh bentuk sederhana seperti Gambar. 2. Para 8255 I / O yang ditunjukkan pada Gambar. 1 adalah sirkuit I / O port memperluas PC printer. Awalnya, hanya 8-bit I / O dalam printer port PC dapat digunakan. Setelah 8255 memperluas I / O rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar. 3 telah didirikan, kami telah 24-bit I / O yang tersedia sekarang. Bola drive ditunjukkan pada Gambar. 2 pada dasarnya terdiri dari lampu dim dengan 6 relay buluh, dan sirkuit perangkat keras yang sesuai ditunjukkan pada

Gambar. 4. Relay buluh di drive bola dianggap sebagai output digital dari sistem kontrol cahaya, sehingga D / A converter tidak diperlukan untuk kasus kami. Satu hal lagi yang perlu dilakukan adalah untuk merancang satu set paralel resistor sirkuit bekerja sebagai fungsi dari resistor variabel dalam dimmer. Tujuan utama dari merancang sebuah rangkaian paralel-resistor untuk membuat resistansi total menurun homogen dengan peningkatan nilai DN dari output kontrol. Gambar 5 menunjukkan tata letak perangkat keras dari rangkaian paralel resistor, dan berdiri untuk salah satu dari banyak kemungkinan solusi asalkan persyaratan di atas (homogen penurunan) dapat dipenuhi. Hasil simulasi dibandingkan resistansi total keluaran kontrol ditunjukkan pada Gambar. 6. Blok sensor dalam Gambar. 2 sesuai dengan kombinasi Sebuah blok D / dan blok Sensor cahaya, rangkaian perangkat keras ditunjukkan pada Gambar. 7, yang berisi foto-resistor CdS sensor dan konverter 8-bit / D dan LED menampilkan sirkuit. Akibatnya, tata letak perangkat keras dari sistem kontrol pencahayaan ditunjukkan pada Gambar. 8. Setelah semua bekerja keras telah dilakukan, kemudian, tujuan kami adalah untuk merancang sebuah FLC digunakan untuk meredupkan lampu sesuai dengan cahaya lingkungan. III. FUZZY LOGIC CONTROLLER Dalam tulisan ini, masukan tunggal keluaran tunggal (SISO) sistem dan input ganda output tunggal (DISO) sistem yang dibahas. Lampu lingkungan menggunakan variabel input x1 sebagai masukan untuk sistem SISO, sementara variabel input yang lain x2 (laju perubahan cahaya lingkungan) dianggap masukan untuk sistem DISO. Variabel output adalah nilai numerik DN ke sirkuit output. Variabel input fuzzified dengan memberi mereka himpunan fuzzy tunggal, yaitu satu set dengan fungsi keanggotaan dan nol di tempat lain. Himpunan fuzzy dari variabel output disimpulkan oleh komposisi max-min dan hubungan fuzzy menggambarkan tindakan kontrol yang diinginkan. Himpunan fuzzy dari variabel output defuzzified untuk memberikan nilai numerik renyah dengan metode-tengah-gravitasi. Aturan dasar fuzzy terdiri dari kumpulan aturan fuzzy IF-THEN.

1. Metode Tsukamoto a. SISO Fuzzifikasi (Membuat fungsi keanggotaan) Dalam kasus ini variable fuzzy yang di modelkan yaitu cahaya lingkungan dan output. a) Cahaya lingkungan tersebut terdiri atas 3 himpunan fuzzy, yaitu kecil, sedang dan besar.

Cahaya lingkungan Fungsi keanggotaan : 1 CLkecil[x] = x40

130 x/90 x130 0 x130

0 CLmedium[x] = x 60/70 200 x/70

x60, x200 60x130 130x200

1 CLbesar[x] = x 130/90 0 Derajat keanggotaan :

x220 x130 x130

CLkecil[164] = 0

CLmedium[164] =

= 0.5143

CLbesar[164] =

= 0.3778

b) Output DN terdiri atas 3 himpunan fuzzy, yaitu kecil, sedang dan besar.

Fungsi keanggotaan : 1 OPkecil[y] = y0

30 y / 30 y30 0 y30

0 OPmedium[y] = y 10 / 20 50 y / 20

y10, y60 10y30 30y50

1 OPbesar[y] = y 30/33 y30 0

y63

y30

Inferensi Evaluasi rule, operator zadeh di gunakana sehingga didapat -predikat untuk menentukan z. Sesuai dengan aturan : [R1] Jika cahaya lingkungan kecil maka output besar. -predikat1 = CLkecil[164] =0 Untuk -predikat1 pada himpunan output DN, =0 y1 = 30

[R2] Jika cahaya lingkungan sedang maka output sedang. -predikat2 = CLsedang[164] = 0.5143 Untuk -predikat2 pada himpunan output DN, = 0.5143 = 0.5143 y2 = 20.286 y3 = 39.714

[R3] Jika cahaya lingkungan besar maka output besar. -predikat3 = CLbesar[164] = 0.3778 Untuk -predikat1 pada himpunan output DN, = 0.3778 y4 = 18.666

Defuzzy Digunakan rata-rata berbobot : Z= = = 26.955

b. DISO Fuzzifikasi (Membuat fungsi keanggotaan) Dalam kasus ini variable fuzzy yang di modelkan yaitu cahaya lingkungan dan output. a. Cahaya lingkungan tersebut terdiri atas 3 himpunan fuzzy, yaitu kecil, sedang dan besar. b.

Fungsi keanggotaan : 1 CLkecil[x] = x40

130 x/90 x130 0 x130

0 CLmedium[x] = x 60/70 200 x/70 1 CLbesar[x] = x 130/90 0 Derajat keanggotaan :

x60, x200 60x130 130x200 x220 x130 x130

CLkecil[150] = 0

CLmedium[150] =

= 0.7143

CLbesar[150] =

= 0.2222

c. Perubahan cahaya lingkungan terdiri atas 3 himpunan fuzzy, yaitu negative kecil, nol dan positif kecil.

Fungsi keanggotaan : 1 PCLnkecil[y] = 0 y-10 0 y/10 y0 y0

0 PCLnol[y] =

y60, y200

y - (-10)/10 -10y0 10 - y/10 1 0y10 y10 y0 y0

PCLpkecil[y] =

y - 0 /10 0

Derajat keanggotaan :

PCLnkecil[5] = 0

PCLnol[5] =

= 0.5

PCLpkecil[5] =

= 0.5

d. Output DN terdiri atas 6 himpunan fuzzy, yaitu sangat kecil, kecil, agak besar, lumayan besar, besar dan sangat besar.

Fungsi keanggotaan : 1 OPskecil[z] = 0 0 OPkecil[z] = z (-20) / 20 20 z / 20 0 OPabesar[z] = z - 0 / 20 40 z / 20 0 OPlbesar[z] = z 20 / 20 60 z / 20 0 - z / 20

z<=-20 z0 z0 z20 -20y0 0y20 z 20, z40 0y20 20y40 z 40, z60 20y40 40y60

0 OPbesar[z] = z 40 / 20 80 z / 20

z 60, z80 40y60 60y80

0 OPsbesar[z] = 1 z 60 / 20

z80 z80 z80

Inferensi Evaluasi rule, operator zadeh di gunakana sehingga didapat -predikat untuk menentukan z. Sesuai dengan aturan :

[R1] Jika cahaya lingkungan kecil dan perubahan cahaya lingkungan positif kecil maka output lumayan besar. -predikat1 = Clkecil PCLpkecil = min(CLkecil[150], PCLpkecil[5] = min(0; 0.5) =0 Untuk -predikat1 pada himpunan output DN, =0 =0 z1 = 20 z2 = 60

[R2] Jika cahaya lingkungan kecil dan perubahan cahaya lingkungan nol maka output besar. -predikat2 = Clkecil PCLnol = min(CLkecil[150], PCLnol[5] = min(0; 0.5) =0

Untuk -predikat2 pada himpunan output DN, =0 =0 z3 = 40 z4 = 80

[R3] Jika cahaya lingkungan kecil dan perubahan cahaya lingkungan negatif kecil maka output sangat besar. -predikat3 = Clkecil PCLnkecil = min(CLkecil[150], PCLpkecil[5] = min(0; 0) =0 Untuk -predikat3 pada himpunan output DN, =0 z5 = 60

[R4] Jika cahaya lingkungan menengah dan perubahan cahaya lingkungan positif kecil maka output kecil. -predikat4 = Clmenengah PCLpkecil = min(CLmenengah[150], PCLpkecil[5] = min(0.7143; 0.5) = 0.5 Untuk -predikat4 pada himpunan output DN,

= 0.5 = 0.5

z6 = -10 z7 = 10

[R5] Jika cahaya lingkungan menengah dan perubahan cahaya lingkungan nol maka output agak besar. -predikat5 = Clmenengah PCLnol = min(CLmenengah[150], PCLnol[5] = min(0.7143; 0.5) = 0.5

Untuk -predikat6 pada himpunan output DN, = 0.5 z8 = 10 = 0.5 z9 = 30

[R6] Jika cahaya lingkungan menengah dan perubahan cahaya lingkungan negatif kecil maka output lumayan besar. -predikat6 = Clmenengah PCLnkecil = min(CLmenengah[150], PCLnkecil[5] = min(0.7143; 0) =0 Untuk -predikat6 pada himpunan output DN, =0 =0 z10 = 20 z11 = 50

[R7] Jika cahaya lingkungan besar dan perubahan cahaya lingkungan positif kecil maka output sangat kecil. -predikat7 = Clbesar PCLpkecil = min(CLbesar[150], PCLpkecil[5] = min(0.2222; 0.5) = 0.2222 Untuk -predikat7 pada himpunan output DN, = 0.2222 z12 = -4.444

[R8] Jika cahaya lingkungan besar dan perubahan cahaya lingkungan nol maka output kecil. -predikat8 = Clbesar PCLnol = min(CLbesar[150], PCLnol[5] = min(0.2222; 0.5) = 0.2222

Untuk -predikat8 pada himpunan output DN,

= 0.2222 = 0.2222

z13 = -15.556 z14 = 15.556

[R9] Jika cahaya lingkungan besar dan perubahan cahaya lingkungan negatif kecil maka output agak besar. -predikat9 = Clbesar PCLnkecil = min(CLbesar[150], PCLnkecil[5] = min(0.2222; 0) =0 Untuk -predikat9 pada himpunan output DN, =0 =0 z15 = -20 z16 = 40

Defuzzy Digunakan rata-rata berbobot :

Z = = = = = =
( ) ( ( )

= 7.870

2. Metode Mamdani a. SISO Aplikasi fungsi implikasi [R1] Jika cahaya lingkungan kecil maka output besar.

-predikat1 = CLkecil =0 [R2] Jika cahaya lingkungan sedang maka output sedang.

-predikat1 = CLsedang = 0.5143

[R3] Jika cahaya lingkungan besar maka output kecil.

-predikat1 = CLbesar = 0.3778

Komposisi Antar Aturan

Daerah hasil kita bagi menjadi 4 bagian yaitu A1,A2, A3, dan A4. Sehingga kita dapat mencari nilai a1, a2 dan a3. = 0.3778 = 0.5143

a1 = 17.556 a2 = 20.286 a3 = 39.714

= 0.5143

Dengan demikian, fungsi keanggotaan untuk hasil komposisi ini adalah : 0.3778 z 17.556 17.556z20.286 [z] = 0.5143

20.286z39.714 39.714z50

Penegasan (defuzzy) Metode penegasan yang kita gunakana adalah metode centroid. Pertamatama kita hitung momen untuk setiap daerah. M1 = = 58.221

M2 = M3 = M4 =

= 24.104 = 299.580 = 93.327

Sehingga kita dapat menghitung luas setiap daerah A1 = 17.556 * 0.3778 = 6.633 A2 = ((0.3778 + 0.5143) * 2.73)/2 = 1.218 A3 = 19.428 * 0.5143 = 9.992 A4 = (10.286 * 0.5143)/2 = 2.645 Titik pusat dapat diperoleh dari : Z=

= 23.196

b) DISO Aplikasi fungsi implikasi [R1] Jika cahaya lingkungan kecil dan perubahan cahaya lingkungan positif kecil maka output lumayan besar.

-predikat1 = Clkecil PCLpkecil = min(CLkecil[150], PCLpkecil[5] = min(0; 0.5) =0

[R2] Jika cahaya lingkungan kecil dan perubahan cahaya lingkungan nol maka output besar.

-predikat2 = Clkecil PCLnol = min(CLkecil[150], PCLnol[5] = min(0; 0.5) =0 [R3] Jika cahaya lingkungan kecil dan perubahan cahaya lingkungan negatif kecil maka output sangat besar.

-predikat3 = Clkecil PCLnkecil = min(CLkecil[150], PCLpkecil[5] = min(0; 0) =0 [R4] Jika cahaya lingkungan menengah dan perubahan cahaya lingkungan positif kecil maka output kecil.

-predikat4 = Clmenengah PCLpkecil = min(CLmenengah[150], PCLpkecil[5] = min(0.7143; 0.5) = 0.5

[R5] Jika cahaya lingkungan menengah dan perubahan cahaya lingkungan nol maka output agak besar.

-predikat5 = Clmenengah PCLnol = min(CLmenengah[150], PCLnol[5] = min(0.7143; 0.5) = 0.5 [R6] Jika cahaya lingkungan menengah dan perubahan cahaya lingkungan negatif kecil maka output lumayan besar.

-predikat6 = Clmenengah PCLnkecil = min(CLmenengah[150], PCLnkecil[5] = min(0.7143; 0) =0 [R7] Jika cahaya lingkungan besar dan perubahan cahaya lingkungan positif kecil maka output sangat kecil.

-predikat7 = Clbesar PCLpkecil = min(CLbesar[150], PCLpkecil[5] = min(0.2222; 0.5) = 0.2222

[R8] Jika cahaya lingkungan besar dan perubahan cahaya lingkungan nol maka output kecil.

-predikat8 = Clbesar PCLnol = min(CLbesar[150], PCLnol[5] = min(0.2222; 0.5) = 0.2222 [R9] Jika cahaya lingkungan besar dan perubahan cahaya lingkungan negatif kecil maka output agak besar.

-predikat9 = Clbesar PCLnkecil = min(CLbesar[150], PCLnkecil[5] = min(0.2222; 0) =0 Komposisi Antar Aturan

Daerah hasil kita bagi menjadi 4 bagian yaitu A1,A2, A3, dan A4. Sehingga kita dapat mencari nilai a1, a2 dan a3.

= 0.2222 = 0.5 = 0.5

z1 = -15.556 z2 = -10

z3 = 30

Dengan demikian, fungsi keanggotaan untuk hasil komposisi ini adalah : 0.2222

z -15.556 -15.556z-10 -10z30

[z] = 0.5

30z40

Penegasan (defuzzy) Metode penegasan yang kita gunakana adalah metode centroid. Pertamatama kita hitung momen untuk setiap daerah. M1 = M2 = M3 = M4 =

= -17.555 = 90 = 200 = 71

Sehingga kita dapat menghitung luas setiap daerah A1 = 15.556 * 0.2222 = 3.457 A2 = ((0.2222 + 0.5) * 5.556)/2 = 2.006 A3 = 40 * 0.5 = 20 A4 = (10 * 0.5)/2 = 2.5 Titik pusat dapat diperoleh dari : Z=

= 12.282