You are on page 1of 1

Adzab Kufur Nikmat Allah

December 17, 2010 asmaLeave a commentGo to comments

Dan Allah telah membikin perumpamaan sebuah desa (negeri) yang aman tenang datang kepadanya rizkinya dengan mudah dari segala tempat, lantas dia kafir dengan nikmat Allah, maka Allah rasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan dengan sebab apa yang mereka lakukan .( An-Nahl ayat : 112) Ayat di atas menceritakan tentang adanya sebuah negeri yang Allah berikan kepadanya segala kenikmatan, aman te ntram, tenang rizkinya melimpah, disegani oleh musuh, dihormati oleh teman, tapi mereka tidak menyikapi kenikmatan ini dengan syukur dan ib adah kepada Allah, melainkan membalas kenikmatan dengan kekufuran, lantas Allah menghukum mereka dengan berbagai maca m hukuman, mereka ditimpa kelaparan paceklik, ketakutan dari serangan musuh. Para mufassirin seperti Aisyah ra menafsirkan bahwa yang dimaksudkan ayat ini adalah Makkah dan penduduknya yang semula merek a dalam kondisi aman tentram, rizqi datang kepada mere ka dengan mudah, dan ketika mereka kufur kepada Nabi Muhamad saw dan menentangnya, Allah menghukum mereka dengan paceklik bertahun tahun sehingga mereka kelaparan sampai mereka makan bangkai. Ayat ini sebagai pelajaran bagi yang berpaling dari ayat Allah, dan kufur terhadap nikmatNya, dan mengganti kenikmatan dengan kekufuran, sehingga ditimpa kehancuran dalam berbagai sisi kehidupan, seperti yang Allah katakan : apakah kalian tidak perhatikan orang orang yang mengganti nikmat Allah kekafiran dan menimpak an kaum mereka, kebinasaan, yaitu jahannam yang mereka masuki dan seburuk buruk tempat menetap QS Ibrahim ayat : 28 -29. Sunnatullah akan adanya adzab bagi yang kufur dan tidak mensyukuri nikmat Allah bisa menimpa pribadi dan masyarakat, menimpa pribadi bisa berupa kurangnya rizqi, kesempitan hidup, dipalingkan hatinya dari kebenaran, dijadikan budak hawa nafsu, atau turun padanya berbagai siksaan dunia dan akherat, adapun untuk masyarakat, dapat mengalami seperti apa yang Allah berikan peringata n dalam ayatnya : katakanlah bahwa Dia mampu mengirimkan atas kalian adzab dari atas kalian, dan dari bawah kalian, dan menjadikan bergolong golong, sebagian kalian menimpakan siksaan kepada sebagian lainnya, perhatikan bagaimana Kami mengulang ulang ayat agar mereka paham. siksaan dari atas yang bisa berarti hujan batu, petir atau hujan banjir bandang bias berupa dijadikannya para pemimpin menjadi sumber malapetaka rakyat, siksaan dari bawah yang berupa tanah lonsor, gempa, atau rakyat jadi bencana bagi pemimpin, atau segenap komponen bangsa yang seharusnya salaing mengenal, saling bertaawun malah saling menyiksa, memfitanah dan membunuh. Demikian negeri kita Indonesia tatkala ditegakkan syariat Islam dan aqidah Islam pada awal munculnya pemerintahan Islam di t anah air, kebaikan dan ketentraman dirakan oleh semua, kemudian tatkala meninggalkan Islam, berbagai macam siksaan dan bencana Allah telah ditimpakan terhadap bangsa Indonesia, baik siksaan fisik maupun siksaan non fisik hilangnya keberkahan hidup, orientasi kepada dunia dan syahwat, sehingga harga diri bangsa terpuruk sangat rendah. Kekayaan negeri melimpah tapi rakyat dalam kemiskinan, kekayaan jatuh ke tangan asing. Rakyat dan pemerintah saling menghujat, komponen bahasa saling bermusuhan. muncul berbagai macam penyakit mematikan yang tidak dikenal pada masa lalu. Siksaan sering dimulai dengan istidraj (nglulu) dengan diberikan berbagai macam kesuksesan dunia, ekonomi, social, politik, j abatan, sehingga dia menyangka menguasi semua, kemudian Allah siksa denga n berbagai penyakit, atau bencana yang menghilangkan segala kenikmatan hidup secara tiba tiba, sehingga ia kebingungan, dan putus asa dari rahmat Allah swt, Allah berkata : tatkala mereka lupa apa apa yang mereka diberi peringatan dengannya, Kami bukakan b aginya pintu segala sesuatu, sehingga mereka bangga dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka tiba tiba sehingga mereka bingung. QS Al -Anam ayat : 44 Berapa banyak yang tiba tiba disiksa oleh Allah ketika di puncak kesuksesannya, berapa b anyak orang kehilangan kebahagiaan dan ketenangaannya padahal sebab sebab materi ada di tangannya. Dan siksaan yang lebih berat manakala orang dijadikan melihat bai k perbuatan buruknya, dikunci mata, hati, dan telinganya dari melihat kebenaran, mencintai k ekufuran, kefasikan, dan membenci kebenaran, maka siapa lagi orang yang bisa menunjukinya kepada kebenaran, Allah berkata: apakah engkau tidak perhatikan orang yang hawa nafsunya sebagai ilaahnya, dan Allah sesatkan atas ilmu, Allah menutup pendengarannya, hatinya, dan Allah jadikan di matanya tutup, maka siapakah lagi yang dapat menunjukinya setelah Allah? QS Al Jatsiyah ayat : 24 Musibah dan bencana yang ditimpakan kepada orang yang tidak bersyukur ada dua macam, siksaan fisik, dan non fisik siksaan non fisik berupa tercerabutnya iman dalam hati, sehingga tidak merasakan kelezatan iman, dan ibadah, dan dirasukinya cinta dunia serta dijadikan budak hawa nafsu, Nabi bersabda : celaka hamba diinar, celakalah hamba perak, celaka dan tersungkur, kalau kena duri tidak dapat melepasnya(kalau mendapatkan musibah tidak bias melepaskan diri darinya ). HR Bukhari Berbicara tentang kufur nikmat, perlu dingatkan pentingnya memahami arti nikmat dan bagaimana mensyukurinya, nikmat adalah segala yang menjadikan tegaknya ke hidupan lahir dan batin penuh dengan kebaikan, kenyaman, dan kebahagiaan, yang utama dari kenikmatan adalah mengenal Allah, memahami syariah yang diturunkan, iman kepada Allah, nikmat Al -Quran, kenikmatan hati, mata, telinga, sebagai sarana mendapatkan i lmu dan hidayah, kenikmatan disempurnakan Islam, dan jadikan mudah parktis, dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja, maka mensyukurinya dengan iman kepada Allah, selalu ibadah kepadaNya tunduk dan patuh dengan segala perintah dan laranganNya. Menjadikan Islam sebagai aturan hidup pribadi, masyarakat maupun Negara, maka dari sini diketahui kekufuran bangsa Indonesia terhadap nikmat Allah, dengan menolak beribadah kepada Allah, menolak syariat Islam, ti dak menjadikan Islam dasar membangun akhlaq, menjadikan isme isme buatan manusia, kapitalisme, sosialisme, sebagai filosofi mengelola Negara, menjadikan budaya barat sebagai budaya pergaulan, bahkan lebih dahsyat lagi pemerintah lebih cenderung kapada kaum liberlisme dan sekularisme yang menghina Islam, mengob ok obok kesuciannya. Apa jadinya bangsa Indonesia bergelimang dalam kenikmatan kalau tidak beriman dan bersyukur kepada Allah, apa gunanya kemajuan tekhnologi kalau tidak memahami tujuan hidup, apa gunanya kepandaian dan kekuasaan kalau hanya untuk dapat k orupsi besar besaran, memiliki senjata bukan untuk melindungi rakyat dan membela kebenaran tapi untuk menyiksa dan membunuh saudaranya dan rakyat sendiri, dimana keberkahan dan kebehagiaan negeri ini yang telah meninggalkan hidayah Allah, padahal Allah telah berkata kepada Adam sebelum melepaskan ke bumi dan nati akan datang kepadamu petunjuk dariku. Dan siap yang mengikuti petunjukku tidak akan takut dan tidak sedih, dan sia pa yang kafir dan mendustakan ayat ayat Kami mereka penghuni neraka, kekal di dal amnya.
Categories: