You are on page 1of 3

Program Media Judul Content Ketika

: ADVERTORIAL : Koran dan atau majalah : Mimpi :

itu pun akhirnya Terwujud

Pemerintah memutuskan untuk menambah alokasi penyaluran beras bersubsidi untuk rakyat miskin (Raskin) yang tadinya diperkirakan hanya sekitar 2,7 juta ton kemudian dinaikkan menjadi 3,3 juta ton, hal ini serta merta membawa konsekuansi tantangan yang cukup berat bagi Perum BULOG sebagai institusi yang ditugaskan Pemerintah membantu menyediakan stok beras untuk program Raskin. Untuk memenuhi penugasan tersebut, Perum BULOG harus menaikkan target pengadaan berasnya dari prognosa awal sebanyak 2,4 juta ton menjadi 3 juta ton. Hal ini yang membuat tugas pengadaan beras BULOG semakin berat tantangannya karena seluruhnya harus dipenuhi dari produksi dalam negeri mengingat impor beras tidak mungkin dilakukan akibat harga beras dunia yang sangat tinggi. Apabila dapat dicapai maka jumlah tersebut merupakan rekor pengadaan terbanyak sepanjang sejarah BULOG. Pencapaian itu juga akan membuat Perum BULOG tidak perlu melakukan impor beras pada tahun 2008. Hal ini dianggap bagaikan khayalan dan mimpi oleh banyak pihak !.... Perum BULOG amat menyadari bahwa target pengadaan tersebut jauh lebih tinggi dan fantastis dibanding target tahun-tahun sebelumnya yang hanya rata-rata 2 juta ton setiap tahun, bahkan tahun 2007 hanya 1,6 juta ton, sehingga perlu dilakukan upaya terobosan yang dapat membantu peningkatan penyerapan beras dalam negeri. Berbagai upaya tambahan telah dilakukan dalam aktivitas operasional internal Perum BULOG, yaitu melalui upaya reguler dan non reguler. Upaya reguler dengan cara : a. penyiapan dana pembelian gabah/beras DN lebih awal. Dana pembelian merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengadaan. Dropping L/C yang biasanya dilakukan pada bulan dilakukannya pengadaan, namun kali ini dilakukan satu bulan sebelum pengadaan dilaksanakan. b. penyediaan sarana dan prasarana pembelian beras antara lain: pemberian insentif karung plastik kepada Mitra Kerja; penggunaan gudang filial (milik Mitra Kerja) tanpa sewa untuk penyimpanan gabah BULOG sehingga dapat mengurangi/menghemat biaya ongkos angkut; jaminan giling kepada Mitra Kerja bagi gabah BULOG yang disimpan di gudang filial milik Mitra Kerja yang bersangkutan. c. kemitraan dengan organisasi tani.

Salah satu terobosan yang dilakukan dalam program kemitraan tahun ini adalah Program Khusus Penguatan Cadangan Beras Nasional (PKP-CBN). Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri dalam rangka memperkuat cadangan beras nasional yang meliputi bebebera instansi terkait, seperti Deptan, Dephut, BULOG, Perum Perhutani, PT Inhutani II, Bank BRI, Bank Bukopin, PT Pusri, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pertani , PT Sang Hyang Seri dan KTNA. Di samping itu, pada tahun ini petugas di lapangan diwajibkan untuk bersikap proaktif dimana Satgas dan Kepala Gudang diwajibkan jemput bola ke lapangan/petani dan penggilingan-penggilingan. d. percepatan administrasi dan pelayanan di gudang. Pelayanan prima oleh Divre diberikan kepada para Mitra Kerja mulai dari pengurusan kontrak hingga pelayanan di gudang saat penyetoran beras dalam waktu yang lebih singkat. e. pelayanan selama 7 hari seminggu 24 jam sehari oleh Divre kepada Mitra Kerja sehingga tidak terjadi antrian truk pada hari-hari kerja ketika banyak Mitra Kerja yang ingin meneyetor gabah/berasnya. Sedangkan upaya non-reguler meliputi pembentukan Divre Mandiri, yaitu Divre yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri dengan pemberian insentif kepada Divre yang bersangkutan untuk melakukan pengadaan jarak jauh (insentif angkutan maksimal 80% dari biaya move nasional) dan pengadaan regional. Strategi pengadaan jarak jauh dan regional yang ditempuh ini diharapkan dapat mengurangi biaya move nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat. Alhamdulillah, atas berkah dan rahmat yang dicurahkan Allah, insan Perum BULOG dari Sabang sampai Merauke dengan tekad yang membaja telah bekerja lebih keras dengan berbagai upaya tersebut mewujudkan impian yang fantastis dengan mencapai target pengadaan beras dari dalam negeri, yang saat ini telah mencapai hampir 3 juta ton ! Maka dengan demikian, pada tahun 2008 ini Perum BULOG tidak perlu melaksanakan kegiatan impor beras karena kebutuhan stok sudah tercukupi dari hasil pengadaan dalam negeri. Selain itu, terasa sekali pengaruh positip dari keberhasilan penyerapan produksi beras dalam negeri oleh Perum BULOG terhadap stabilisasi harga beras di dalam negeri pada tahun 2008. Pada saat negara-negara produsen beras seperti Thailand dan Vietnam grafik harga berasnya terus mengalami kenaikan, sementara grafik harga beras Indonesia berbentuk garis lurus alias stabil. Hal ini sangat menggembirakan, karena para spekulan yang biasanya bermanuver pada saat-saat hari raya atau ketika paceklik pada tahun ini tidak bisa melakukan aksinya karena stok beras yang dikelola Perum BULOG sangat banyak sehingga stabilisasi harga setiap saat siap dilakukan oleh Perum BULOG, dan beras bersubsidi Raskin terus menerus didistribusikan dalam jumlah yang sangat besar membuat supply beras ke pasar menjadi lebih tinggi dibanding demand, maka harga pun tidak pernah mengalami lonjakan yang berarti.

***

Grafik : Realisasi Pengadaan Beras Dalam Negeri BULOG Tahun 1988-2008


3500000 3000000

2500000

2000000

1500000

1000000

500000

0
Series1

1 1988

2 1989

3 1990

4 1991

5 1992

6 1993

7 1994

8 1995

9 1996

10 1997

11 1998

12 1999

13 2000

14 2001

15 2002

16 2003

17 2004

18 2005

19 2006

20 2007

21 2008

Series2 1,334,4482,577,276 1,270,4551,430,3382,564,9121,963,174 938,347 922,980 1,431,053 1,948,813 249,231 2,448,7522,174,807 2,018,3882,131,6082,008,954 2,096,6091,529,7181,434,1271,765,986 2,950,000

Bagian Humas & Kelembagaan Sekretariat Perusahaan