You are on page 1of 4

KULTUM PADEPOKAN :

“Pentingnya Kesehatan Dalam Islam (Pola Makan Yang Sehat)”

Kesehatan merupakan karunia terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
Tidak heran jika manusia berlomba-lomba untuk mencari kesehatan. Kesehatan memang
penting nilainya, sehat jasmani dan rohani, kedua faktor yang membuat kita disebut
sebagai manusia, satu-satunya makhluk yang dikaruniai akal, sebagai media untuk
berfikir, mencerna, menganalisa dan banyak hal lain tentunya. Betapa pentingnya
menjaga kesehatan, dengan memiliki badan yang sehat, tentu aktivitas bisa berjalan
normal.

Islam sebagai agama yang syumul, juga berbicara tentang arti penting kesehatan bagi
tubuh kita. Beberapa dalil dari Al Qur’an dan Assunnah menjelaskan akan pentingnya
menjaga kesehatan tubuh, antara lain :

“…Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada
hari-hari yang lain…”. (QS. Al Baqarah : 184)

Ayat ini menunjukan adanya rukhsoh (dispensasi) bagi yang sakit ketika melaksanakan
ibadah puasa ramadhan, demikian juga diperbolehkan berbuka puasa bagi musafir (orang
yang sedang dalam perjalanan). Karena adanya sesuatu yang mencegah yakni sakit dan
musafir. Tujuan diperbolehkannya berbuka puasa bagi kedunya tidak lain untuk menjaga
kesehatan. Tidak ketinggalan pula, dengan kesehatan yang prima seseorang bisa
beribadah secara total kepada Allah SWT.

Sebuah hadits menjelaskan tentang seseorang yang sedang menderita suatu penyakit
untuk berobat kepada dokter spesialis dan ternama, hal ini diriwayatkan oleh Al Imam
Malik dari Zaid bin Aslam : suatu ketika seorang laki-laki pada masa Rasulullah SAW.
Terluka sampai bengkak, orang tersebut memanggil dua orang temannya dari Suku
Anmar, kemudian memperlihatkan luka yang dideritanya kepada kedua sahabatnya
tersebut. Keduanya berkata : bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda kepada kami
berdua : “apakah disekitar kalian ada seorang dokter”, kemudian keduanya berkata :
“kebetulan ada seorang dokter yang hebat”.

Zaid bin Aslam memberi kesimpulan, secara tidak langsung Rasul mengatakan : “Telah
diturunkan obat (penawar) saat diturunkannya suatu penyakit”

Jelaslah sudah, bahwa arti penting seorang dokter dalam suatu komunitas tertentu
memberi pengaruh yang besar, karena dengan perantaraanya Allah memberikan
kesembuhan pada setiap warga yang menderita suatu penyakit. Perhatian nabi terhadap
kesehatan sungguh luar biasa, hal ini sebagai dalil akan pentingnya menjaga kesehatan
tubuh kita.

Pendidikan kesehatan tidak hanya berkisar pada tataran pendidikan fisik, tetapi juga
memperhatikan makanan dan kebiasaan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Manusia memerlukan makanan untuk menghasilkan energi, apabila makanannya atau
bahkan pola makannya tidak sehat maka energi yang didapatkan tidak optimal, sehingga
aktivitas menjadi terganggu. Masyarakat pada umumnya memerlukan tips-tips pola
makan yang sehat, sebagaimana di dalam Islam juga telah diatur mengenai pola makan
yang ideal, yaitu sepertiga untuk makanan sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiga
lainnya untuk udara.
Tips pola makan yang sehat untuk hidup yang sehat:
1) Sebisa mungkin hindari makanan dengan kandungan lemak (minyak, mentega,
margarin, santan) yang tinggi. Kecuali Anda ingin badan menjadi melar dan lemak
menggelambir di mana-mana.
2) Hindari bahan pangan atau makanan yang berpengawet. Jika terpaksa membeli
bahan pangan di dalam kemasan, pilih bahan pangan yang mencantumkan dengan
jelas "TANPA PENGAWET" Ini penting karena perut Anda bukan lumbung awetan.
3) Pilih makanan atau minuman yang berwarna putih alami. Banyak orang, terutama
anak-anak, selalu memilih makanan yang berwarna karena lebih menarik.
4) Jangan menambahkan saus, kecap, garam dan bumbu-bumbu penyedap secara
berlebihan. Jika memungkinkan hindari bahan pangan ini.
5) Perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Vitamin, mineral, air, zat fitonutrien,
antioksidan dan serat di dalam bahan pangan ini sungguh anugerah yang luar biasa.
6) Lupakan jeroan, otak, makanan berkuah santan kental, kulit ayam dan kuning telur.
Bahan pangan ini merupakan sumber lemak penyebab obesitas dan ganguan
kardiovaskular.
7) Teknik pengolahan makanan juga mempengaruhi mutu makanan. Pilih makanan
dengan metode memasak di kukus, di rebus atau di tumis dengan sedikit minyak.
8) Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari, hindari minuman beralkohol,
bersoda dan minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi.
9) Perbanyak jumlah serat dalam makanan sehari-hari.
10) Minimalkan penggunaan lemak jenuh.
11) Variasi makanan.
12) Bahan makanan alami.
13) Makan secukupnya.
14) Makan secara teratur.

Islam tidak melarang manusia untuk makan, malah Islam memerintahkan untuk
makan makanan yang halal lagi baik. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surat
al-A’rof ayat 31, Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di
Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS al-
A’rof: 31). Pada ayat di atas Allah memerintahkan kepada manusia (bani Adam)
untuk senantiasa berpakaian dan makan dengan tidak melampaui batas. Maksudnya
janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui
batas-batas makanan yang dihalalkan.
Tips pola makan yang sehat sesuai Islam adalah sepertiga untuk makanan, sepertiga
untuk minuman dan sepertiga yang lainnya untuk bernafas. Sedangkan tips pola
makan sehat menurut paraahli adalah sebagai berikut:
1. Perbanyak jumlah serat dalam makanan sehari-hari.
2. Minimalkan penggunaan lemak jenuh.
3. Variasi makanan.
4. Bahan makanan alami.
5. Makan secukupnya.
6. Makan secara teratur