You are on page 1of 16

Analisis Gas Darah (AGD)

dan Interpretasinya
Rinawati Rohsiswatmo
Divisi Perinatologi
FKUI-RSCM

Tempat Pengambilan Sampel Darah


Arteri paling dianjurkan
Vena tidak dianjurkan
Kapiler (dari tumit)

Cara Mendapatkan Sampel Darah


Arteri
Sebaiknya dipasang artery line.
Ambil + 1,6 ml darah secara steril.
Darah ini akan dikembalikan lagi.
Ambil + darah secukupnya (0,2 ml ??)
memakai spuit yang berisi heparin/kapiler
heparin.
Periksa secepatnya, kembalikan juga darah
yang 1,6 ml tadi ke bayi.
Flush artery line dengan NaCl agar tidak
clotting.

Interpretasi Hasil AGD (pH)


Normal 7,35 7,45.
Bila terpasang ventilator 7,20 7,25 masih

dapat diterima.
< normal asidosis metabolik atau
respiratorik atau campuran keduanya.
(Lihat peranan PaCO2 atau bikarbonat)

Interpretasi Hasil AGD (PaCO2)


Normal 40 60 mmHg.
< 40 mmHg over ventilasi.

(dapat juga terjadi pada bayi over breathing untuk


kompensasi asidosis metabolik Bahaya).
> 60 mmHg

Bila bernapas spontan cenderung gagal napas.


Bila terpasang ventilator setting kurang tepat.
Kecuali pada chronic lung disease masih dapat
diterima 70 mmHg, asalkan pH 7,25.

Interpretasi PaO2
< 50 mmHg Hipoksia FiO2 atau Mean

Airway Pressure .
Bila tidak berhasil
Kelainan jantung bawaan biru
PPHN.
> 80 mmHg Hiperoksia FiO2 .
Bila tidak mungkin mendapatkan sampel

darah arteri, gunakan patokan SpO2.

Interpretasi HCO3
Normal 20 26 mmol/l.
< 20 mmol/l asidosis metabolik.
> 26 mmol/l alkalosis metabolik.

(terlalu banyak bikarbonat yang diberikan;


atau kompensasi ginjal untuk asidosis
respiratorik)

Interpretasi Base Excess


Normal antara +5 dan -5 (kadang -6).
< Normal asidosis metabolik.

Penyebab dan tatalaksana alkalosis


dan asidosis
Kondisi

Penyebab

Tatalaksana

Alkalosis respiratorik

Hiperventilasi

Kurangi bantuan ventilasi jika


diberikan ventilasi

Asidosis respiratorik
-Tidak diventilasi

-Gagal napas

-Intubasi dan ventilasi

-ETT tersumbat ( PaCO2, normal

-Ganti ETT

atau PaO2 )

-Intubasi ulang
-Aspirasi pneumotoraks dan
pasang drainase

-Diberikan ventilasi

-ETT dislokasi ( PaCO2, PaO2 )


-Pneumotoraks ( PaCO2, PaO2 )

Alkalosis Metabolik

-Kehilangan cairan lambung


berlebih, cth: atresia letak tinggi,
stenosis pilorus
-Kelebihan pemberian basa

-Penggantian cairan lambung

- Hentikan pemberian basa

Lanjutan
Asidosis Metabolik

- Hipoksia, metabolisme anaerob


- Anemia
- Usaha napas berlebih
- Hipotensi dan Hipovolemi
- Kehilangan bikarbonat lewat

ginjal
- Pemberian asam berlebih
secara intravena
- Infeksi
- Inborn error of metabolism

(asidosis persisten)

- Berikan oksigen IPPV


- Transfusi darah
- IPPV (intermitent positive

pressure ventilation)
- Berikan Koloid Inotropik
- Berikan bikarbonat
- Kurangi intake secara tepat
- AB spektrum luas setelah kultur
-Pengukuran asam amino,

laktat, dan amonia serum


serta pemeriksaan urin untuk
melihat pH, aseton, keton,
asam amino, dan asam organik
dalam urin

AGD Perburukan pada Bayi dengan


Ventilator
1. Terekstubasi.
2. ETT block atau terlalu dalam ke bronkus
3.
4.
5.
6.

kanan.
Tension pneumothorax
Perburukan pada paru.
Setting ventilator (MAP) terlalu tinggi,
venous return terganggu.
Error pada ventilator.

Oksigenasi dipengaruhi oleh


FiO2
MAP dengan cara:

PEEP
PIP
Ti
Flow rate
Te

Mengurangi CO2 dengan cara


Tidal volume
Rate (perpendek Te)
PIP
PEEP

Contoh Soal
1.

NCB SMK dengan SAM. Usia 1 jam terlihat sesak


berat, retraksi, sianosis.
AGD dari arteri sebagai berikut:
pH 7,10
PaCO2 70 mmHg
PaO2 50 mmHg
HCO3 14 mmol/l
BE -18
SaO2 77 %
Pertanyaan:
1.
2.

Interpretasi.
Apa urut-urutan tindakan Anda.

Contoh Soal
2.

Bayi prematur 1,2 kg, gestasi 30 minggu. Lahir spontan


langsung menangis kuat, tapi setengah jam kemudian sesak,
merintih. Dengan O2 head box 5 l, masih memperlihatkan hasil
AGD dari arteri sebagai berikut:
pH 7,30
PaCO2 20 mmHg
PaO2 80 mmHg
HCO3 12 mmol/l
BE -18
SaO2 90 %
Pertanyaan:
1.
Apa interpretasi Anda.
2.
Apa rencana tindakan Anda.