You are on page 1of 5

NAMA : VIRNI TIANA APRIELIA

NIM

: 2013730186

9. Jelaskan alur diagnosis berdasarkan skenario!


Anamnesis
Gatal-gatal dan timbul bercak kemerahan disertai sisik
1. Apakah awitannya mendadak atau perlahan-lahan? lamanya?
2. Kulit bagian mana yang terkena?
3. Apakah hilang timbul atau terus menerus? hilang atau timbul saat kapan?
4. Gatal-gatalnya bertambah pada saat kapan?
5. Apakah gatal-gatalnya disertai dengan bercak kemerahan?
6. Sudah berapa lama bercak kemerahannya timbul?
7. Bercak kemerahannya hilang timbul atau terus menerus? hilang atau timbul saat
kapan?
8. Adakah faktor yang memicu timbulnya bercak kemerahan?
9. Bercak kemerahan bertambah pada saat kapan?
10. Apakah disertai dengan sisik?
11. Apakah sebelumnya pernah mengalami gejala seperti ini?
12. Apakah di keluarga ada yang pernah menderita gejala serupa?
13. Apakah pada saat ini di keluarga ada yang mengalami gejala serupa?
14. Apakah ada riwat alergi? Seperti alergi cuaca, alergi makanan ataupun alergi obatobatan?
Pemeriksaan Kulit
Makula eritematosa yang besarnya bervariasi dan miliar (SEBESAR KEPALA
JARUM PENTUL) sampai numular (SEBESAR UANG LOGAM), dengan
gambaran yang beraneka ragam, dapat arsinar (SEPERTI BULAN SABIT) , sirsinar

(SEPERTI LINGKARAN), polisiklis (BNTK PINGGIRAN YANG SAMBUNG


MENYAMBUNG) atau geografis.
Makula ini berbatas tegas, ditutupi oleh skuama kasar berwarna putih mengkilat. Jika
Skuama digores dengan benda tajam menunjukkan tanda tetesan lilin.
Jika penggoresan diteruskan maka timbul tanda auspitz dengan bintik-bintik
darah.
Dapat juga menunjukkan fenomena koebner atau reaksi isomorfik,yaitu timbul
lesi-lesi psoriasis pada bekas trauma atau garukan.
ada psoriasis terdapat fenomena yang khas yaitu fenomena tetesan lilin dimana
bila lesi yang berbentuk skuama dikerok maka skuama akan berubah warna
menjadi putih yang disebabkan oleh karena perubahan indeks bias.
Auspitz sign ialah bila skuama yang berlapis-lapis dikerok akan timbul
bintik-bintik pendarahan yang disebabkan papilomatosis yaitu papilla dermis
yang memanjang tetapi bila kerokan tersebut diteruskan maka akan tampak
pendarahan yang merata.
Fenomena kobner ialah bila kulit penderita psoriasis terkena trauma misalnya
garukan maka akan muncul kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis
Fenomena tetesan lilin ialah skuama yang berubah warnanya menjadi putih pada goresan,
seperti lilin yang digores disebabkan oleh berubahnya indeks bias. Cara menggores dapat
menggunakan pingir gelas alas.
Pada fenomena Auspitz tampak serum atau darah berbintik-bintik yang disebakan oleh
papilomatosis. Cara megerjakannya : skuama yang berlapis-lapis itu dikerok, bisa dengan
pinggir gelas alas. Setelah skuamanya habis, maka pengerokan harus dilakukan perlahanlahan, jika terlalu dalam tidak akan tampak perdarahan yang berbintik-bintik melainkan
perdarahan yang merata.
Fenomena Kobner dapat terjadi 7-14 hari setelah trauma pada kulit penderita psoriasis,
misalnya garukan dapat menyebabkan kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis.

Gambaran Histopatologi
Menunjukkan adanya akantosis (penebalan epidermis yang dihasilkan dalam
pembentukan papula dan plak, dmn trjd penebalan lapisan stratum spinosum (lapisan
paling tebal di epidermis. Berfungsi sbg penahan gesekan dar luar)dengan elongasi
reteridge epidermis.
4.), papilomatosis dan hilangnya stratum granulosum juha hiperkeratosis (adalah
penebalan kulit pada stratum korneum) Ada 2 macam hiperkeratosis :
a. Orthokeratosis:
Yakni penebalan stratum korneum tanpa disertai dengan sel-sel yang masih berinti.
Contoh: tinea versikolor, ichtyosis
b. Parakeratosis
Yakni penebalan stratum korneum yang disertai dengan sel-sel yang masih berinti.
Contoh: psoriasis, pityriasis rosea ,parakeratosis serta abses munro (kumpulan
netrofil leukosit polimorfonuklear yang menyerupai pustul spongiform kecil) dalam
stratum korneum.
Pada dermis ditemukan infiltrasi sel-sel polinuklear-> di sekitar pembuluh darah,
terdiri dari limfosit, macrofag, netrofil dan peningkatan sel mast (Ada beberapa jenis
sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklear yaitu:[1]

Basofil.

Eosinofil.

Neutrofil.

dan dua jenis lain tanpa granula dalam sitoplasma:

Limfosit.

Monosit.

, limfosit dan monosit serta pelebaran ujung-ujung pembuluh darah.


Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis penyebab psoriasis,


seperti pemeriksaan darah rutin, kimia darah, gula darah, kolestrol dan asam urat.
jika psoriasis diduga telah memengaruhi sendi, maka dokter akan melakukan tes darah
dan X-ray pada sendi tersebut.
Ada beberapa faktor faktor yang dapat mencetuskan psoriasis, yaitu:

Trauma: Dilaporkan bahwa berbagai tipe trauma kulit dapat menimbulkan

psoriasis.

Infeksi: Sekitar 54 % anak-anak dilaporkan terjadi eksaserbasi psoriasisdalam 2-

3 minggu setelah infeksi saluran pernapasan atas. Infeksi fokal yang mempunyai
hubungan erat dengan salah satu bentuk psoriasis ialah Psoriasis Gutata, sedangkan
hubungannya dengan Psoriasis Vulgaris tidak jelas dan pernah di laporkan kasuskasus Psoriasis Gutata yang sembuh setelah diadakan tonsilektomi. Streptococcus
pyogenes telah diisolasi sebanyak 26 % pada Psoriasis Gutata Akut, 14 % pada
pasien Psoriasis Plak, dan 16 % pada pasien Psoriasis Kronik.

Stres: Dalam penyelidikan klinik, sekitar 30-40 % kasus terjadi perburukan oleh

karena stres. Stres bisa merangsang kekambuhan psoriasis dan cepat menjalar bila
kondisi pasien tidak stabil. Pada anak-anak, eksaserbasi yang dihubungkan dengan
stres terjadi lebih dari 90 %. Stres psikis merupakan faktor pencetus utama.2,12
Tidak ditemukan gangguan kepribadiaan pada penderita psoriasis. Adanya
kemungkinan bahwa stres psikologis dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan
menerima terapi dan dapat menyebabkan deteriorasi terutama pada kasus berat.

Alkohol: Umumnya dipercaya bahwa alkohol berefek memperberat psoriasis

tetapi pendapat ini belum dikonfirmasi dan kepercayaan ini muncul berdasarkan
observasi pecandu alkohol yang menderita psoriasis. Peminum berat yang telah
sampai pada level yang membayakan kesehatan sering ditemukan pada pasien
psorasis berat laki-laki dibandingkan penderita psorasis lainnya. Kemungkinan
alkohol yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan pengobatan dan juga adanya
gejala stres menyebabkan parahnya penyakit kulit.

Faktor endokrin: Puncak insiden psoriasis pada waktu pubertas danmenopause.

Pada waktu kehamilan umumnya membaik, sedangkan pada masa pasca partus

memburuk.

Sinar matahari : Dilaporkan 10 % terjadi perburukan lesi.