You are on page 1of 28

ANALISA LAPORAN

KEUANGAN

SESI
3

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Mahasiswa dapat menganalisa laporan keuangan,
sehingga dapat menjadikan hasil analisa laporan
keuangan ini sebagai dasar pengambilan keputusan dalam
manajemen keuangan.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1 Mahasiswa memahami dan menganalisa keuangan
rumah sakit dengan menggunakan analisa ratio
2 Mahasiswa memahami dan menganalisa keuangan
rumah sakit dengan melakukan analisa perbandingan
secara time series dan cross section.
DASAR TEORI
Sebelum manajer keuangan mengambil keputusan keuangan, maka
perlu sebelumnya untuk memahami kondisi keuangan perusahaan.
Untuk memahami kondisi keuangan perusahaan diperlukan analisis
terhadap laporan keuangan perusahaan.
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Laporan Keuangan ang dibuat perusahaan meliputi :
1. Laporan Rugi/Laba (Income Statement)
Laporan

rugi/laba

laporan

yang

mencerminkan

hasil

kegiatan/operasi perusahaan selama satu periode tertentu.


2. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan
posisi modal perusahaan pada suatu saat tertentu.
3. Neraca
Neraca adala laporan keuangan yang menunjukkan posisi
keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu.
Berikut ini data laporan keuangan perusahaan :
Tabel 3.1.
Laporan Rugi/Laba

2003
5,834,400
4,980,000
720,000
116,960
5,816,960
17,440
176,000
(158,560)
(63,424)
(95,136)

Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Biaya Lain
Depresiasi
Total Biaya Operasi
EBIT
Biaya Bunga
EBT
Pajak (40%)
Laba Bersih

2004E
7,035,600
5,800,000
612,960
120,000
6,532,960
502,640
80,000
422,640
169,056
253,584

Tabel 3.2.
Neraca : Aktiva
2003
7,282
20,000
632,160
1,287,360
1,946,802
939,790
2,886,592

Kas
Investasi Jangka Pendek
Piutang Dagang
Persediaan
Total Aktiva Lancar
Aktiva Tetap Bersih
Total assets

2004E
14,000
71,632
878,000
1,716,480
2,680,112
836,840
3,516,952

Neraca: Hutang & Modal Sendiri


2003
324,000
720,000
284,960
1,328,960
1,000,000
460,000
97,632
557,632
2,886,592

Hutang Dagang
Hutang Wesel
Akrual
Total Hutang Lancar
Hutang Jangka Panjang
Modal Saham
Laba Yang Ditahan
Total Modal Sendiri
Total Hutang &Modal Sendiri

2004E
359,800
300,000
380,000
1,039,800
500,000
1,680,936
296,216
1,977,152
3,516,952

Data Lain
2003
2004E
Harga Saham
Jumlah Lembar Saham
EPS
DPS
Nilai Buku per lembar
Pembayaran leasing
Tingkat Pajak

$6.00
100,000
-$0.95
$0.11
$5.58
40,000
0.4

$12.17
250,000
$1.01
$0.22
$7.91
40,000
0.4

Analisa Rasio
Dalam

melakukan

interpretasi

terhadap

laporan

keuangan,

penganalisa laporan keuangan memerlukan adanya ukuran tertentu.


Ukuran yang sering digunakan dalam analisa keuangan adalah
rasio. Pengertian rasio adalah alat yang dinyatakan dalam bentuk
aritmetika yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan
antara dua macam data keuangan. Manfaat dari analisis ratio
adalah :
1. Ada standar pengukuran, sehingga bisa digunakan untuk
pembandingan.
2. Digunakan

untuk

menilai

kelemahan

dan

kekuatan

perusahaan.
Macam-macam Rasio Keuangan
Rasio keuangan banyak sekali karena rasio dapat dibuat menurut
kebutuhan penganalisa. Rasio-rasio dapat digolongkan menjadi 3
(tiga), yaitu :
1. Rasio-rasio Neraca
Yaitu rasio yang disusun dari data yang ada di neraca.
2. Rasio-rasio Rugi/Laba
Yaitu rasio yang disusun dari data yang ada di laporan
rugi/laba.
3. Rasio-rasio antar laporan
Yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca
dan laporan rugi/laba.

Ada 5 (lima) kategori utama ratio, yaitu


1. Liquidity:
Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek.
2. Asset management
Mengukur kesesuaian aktiva yang digunakan dengan tingkat
penjualan yang dipeolah.
3. Debt Manajemen
Mengukur kesesuaian penggunaan hutang dan modal sendiri.
4. Profitability:

Mengukur apakah harga jual melebihi biaya per unitnya. Dan


apakah penjualan cukup tinggi merefleksikan PM, ROE, and ROA?
5. Market value:
Apakah investor senang, direfleksikan pada P/E and M/B ratios?

Analisis Perbandingan
Dalam menganalisis Angka-angka rasio apabila yang berdiri sendiri
mempunyai arti yang kecil dan kurang dapat secara jelas
menggambarkan kondisi kinerja keuangan perusahaan. Untuk
menentukan baik tidaknya angka tersebut diperlukan angka
pembanding.
Angka pembanding bisa memakai:
1. Data historis (data masa lalu),

2. Angka-angka

dari

perusahaan

lain

yang

diringkaskan ke dalam rata-rata industri.


lima

sampai

enam

periode

ke

sejenis,

yang

Menggunakan data

belakang

akan

membantu

mengidentifikasi adanya trend-trend tertentu, apakah trend yang


semakin membaik atau memburuk. Trend perusahaan dengan
trend industri bisa dibandingkan satu sama lain. Sehingga
manajer keuangan bisa memperoleh gambaran yang lebih tajam.
Ratio Likuiditas
Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek
perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relatif
terhadap hutang lancarnya. Hutang dalam hal ini merupakan
kewajiban perusahaan. Ada beberapa rasio likuditas: rasio
lancar dan rasio quick.
Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang
jangka pendeknya (jatuh tempo kurang dari satu tahun) dengan
menggunakan aktiva lancar.
rasio lancar bisa dihitung sebagai berikut ini.
Aktiva Lancar
= ------------------------ .......(1)
Hutang Lancar

Rasio Lancar

Rasio lancar yang tinggi menunjukkan kelebihan aktiva lancar


(likuiditas

tinggi

dan

risiko

rendah),

tetapi

mempunyai

pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan.


Aktiva lancar secara umum menghasilkan return atau tingkat
keuntungan yang lebih rendah dibandingkan aktiva tetap. Ada
trade-off antara risiko dengan return dalam hal ini.
Rasio

quick

(acid-test

ratio)

mengeluarkan

persediaan

dari

komponen aktiva lancar. Dari ketiga komponen aktiva lancar


(kas, piutang dagang, dan persediaan), persediaan biasanya
dianggap sebagai aset yang paling tidak likuid. Rasio quick
dihitung seperti berikut,

Rasio Quick

Aktiva Lancar Persediaan


= ----------------------------------- .....(2)
Hutang Lancar

Contoh :
Perhitungan current and quick ratios tahun 2004
CR04 = CA/CL
= 2.680
1.040

= 2,58x

QR04 = CA Inv
CL
= 2.680 1.716
1.040
= 0,93x
Komentar :
CR
QR

2004E
2.58 X
0.93x

2003
1.46x
0.5x

Ind
2.7x
1.0x

CR semakin lama, semakin meningkat, tetapi masih di bawah


rata-rata industri.

2002
2.3x
0.8x

Posisi likuiditas masih lemah.

Rasio Aktivitas
Rasio ini melihat seberapa besar efisiensi penggunaan aset oleh
perusahaan. Rasio ini melihat seberapa besar dana tertanam
pada aset perusahaan. Jika dana yang tertanam pada aset
tertentu cukup besar, sementara dana tersebut mestinya bisa
dipakai untuk investasi pada aset lain yang lebih produktif,
maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya.
Ada beberapa rasio aktivitas yang akan dibicarakan: (1) Rata-rata
umur piutang, (2) Perputaran persediaan, (3) Perputaran aktiva
tetap, dan (4) Perputaran total aktiva.
(1) Rata-rata umur piutang
Rata-rata umur piutang melihat berapa lama waktu yang diperlukan
untuk

melunasi

piutang

yang

dipunyai

oleh

perusahaan

(merubah piutang menjadi kas). Semakin lama rata-rata


piutang, berarti semakin besar dana yang tertanam pada
piutang.
Rata-rata piutang bisa dihitung melalui dua tahap seperti berikut ini.
Penjualan
= ----------------- (3)
Piutang

Perputaran Piutang

Rata-rata umur piutang = 365 / perputaran piutang


Alternatif lain adalah menghitung rata-rata umur piutang dengan
cara langsung, seperti berikut ini.
Piutang Dagang
Rata-rata umur piutang
= ----------------------- ......
(4)
Penjualan / 365
Untuk melihat baik tidaknya angka tersebut, perusahaan bisa
membandingkan dengan angka industri atau dengan kebijakan
kredit perusahaan. Angka rata-rata yang tinggi mengandung
risiko yang tinggi, tetapi perusahaan bisa mengharapkan
kenaikan keuntungan dari meningkatnya penjualan. Sebaliknya,
kebijakan kredit yang ketat akan memperkecil angka rata-rata
umur piutang, biaya dan risiko kredit macet menjadi berkurang,
tetapi potensi pendapatan juga menjadi berkurang. Manajer
keuangan harus memperhatikan trade-off antara risiko, biaya
dan tingkat keuntungan.

(2) Perputaran persediaan


Rasio aktivitas yang kedua adalah rasio perputaran persediaan,
yang bisa dihitung sebagai berikut ini.
Harga Pokok Penjualan
Perputaran Persediaan= -------------------------------Piutang
(5)
Rata-rata umur persediaan = 365 / perputaran
persediaan .......(6)
Semakin besar angka perputaran persediaan, semakin efektif
perusahaan mengelola persediaanya.

Sebaliknya, semakin

besar angka rata-rata umur persediaan, semakin jelek prestasi


perusahaan, karena semakin besar dana yang tertanam pada
aset persediaan tersebut.
(3) Perputaran aktiva tetap
Perputaran aktiva tetap bisa dihitung sebagai berikut ini.

Perputaran Aktiva Tetap

Penjualan
= -----------------Aktiva Tetap

.........(7)

Semakin tinggi angka perputaran aktiva tetap, semakin efektif


perusahaan mengelola asetnya. Rasio perputaran aktiva tetap
menunjukkan

sejauh

mana

kemampuan

perusahaan

menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki


oleh perusahaan.
(4) Perputaran total aktiva.
Rasio terakhir adalah perputaran total aktiva yang bisa dihitung
sebagai berikut ini.
Penjualan
Perputaran Total Aktiva = ----------------- ............... (8)
Total Aktiva

Interpretasi perputaran total aktiva sama dengan interpretasi


perputaran aktiva tetap.

Contoh :
Bagaimana dengan rasio perputaran persediaan,
jika dibandingkan dengan industri ?
Inv. turnover

=
=

Sales/Inventories

7.036
1.716

4.10x

Komentar tentang perputaran persediaan

Perputaran persediaan di bawah rata-rata industri.

Perusahaan mungkin menyimpan persediaan yang usang atau


mungkin kontrol persediaannya yang jelek.

Diperkirakan tidak ada perbaikan pada tingkat persediaannya.

DSO (day sales outstanding) adalah hari setelah dilakukan


penjualan sampai dengan saat penerimaan kas
DSO

= Receivables
Avarage sales per day
= Receivables
Sales/365
= $878
$7,036/365
=

45.5 days.

10

Penjelasan DSO
DSO

2004
45.5

2003
39.5

2002
37.4

Ind
32

Perusahaan mengumpulkan pitang terlalu lama dan situasi


menunjukkan semakin buruk.
Perusahaan memiliki kebijakan pitang yang buruk

Fixed Assets and Total Assets


Turnover Ratios

Fixed assets
Turnover

Sales
Aktiva Tetap

7,036

837
= 8,41x
Total assets
turnover

= Sales
Total Aktiva
= 7.036
3.517
= 2.00x

FAT
TATO

2004
8.4x
2.0x

2003
6.2x
2.0x

2002
10.0x
2.3x

Ind
7.0x
2.5x

Perputaran aktiva tetap melebihi rata-rata industri, perusahaan


dalam kondisi baik
11

Perputaran
disebabkan

total

aktiva,

karena

tidak

kelebihan

persediaan).

12

lebih
aktiva

dari

industri,

lancar

hal

(piutang

ini
dan

Rasio Hutang / Solvabilitas / Leverage


Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah
perusahaan yang total hutangnya lebih besar dibandingkan
dengan total asetnya. Rasio ini memfokuskan pada sisi kanan
atau kewajiban perusahaan. Ada beberapa macam rasio
leverage yang bisa dihitung, yaitu rasio hutang terhadap total
aset, rasio times interest earned, dan rasio fixed charge
coverage.
Rasio hutang terhadap total aset bisa dihitung sebagai berikut ini.

13

Rasio Total Hutang terhadap =


Total Aset

Total Hutang
------------------- ................(9)
Total Aktiva

Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan hutang/financial


leverage yang tinggi. Penggunaan hutang yang tinggi akan
meningkatkan profitabilitas, di lain pihak, hutang yang tinggi
juga akan meningkatkan risiko. Jika penjualan tinggi, maka
perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang tinggi (karena
hanya membayar bunga yang sifatnya tetap). Sebaliknya jika
penjualan turun, perusahaan bisa mengalami kerugian, karena
adanya beban bunga yang tetap harus dibayarkan.
Rasio times interest earned mengukur kemampuan perusahaan
membayar hutang dengan laba sebelum bunga dan pajak.
Rasio tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)
Times Interest = --------------------------------------------------- .........(10)
Earned (TIE)
Bunga
Rasio tersebut menghitung seberapa besar laba sebelum bunga dan
pajak yang tersedia untuk menutup beban bunga tetap. Rasio
yang tinggi menunjukkan situasi yang aman, karena tersedia
dana yang lebih besar untuk menutup pembayaran bunga.
Tetapi selalu ada trade-off antara risiko dengan return.
Kalau TIE hanya menggunakan beban bunga sebagai pembaginya,
rasio fixed charge coverage mengukur kemampuan perusahaan
membayar total beban tetap, yang biasanya mencakup biaya
bunga dan sewa. Rasio tersebut bisa dilihat sebagai berikut ini.
EBIT + Biaya sewa
Fixed Charge Coverage = ------------------------------- .............(11)
Bunga + Biaya sewa
Sama seperti rasio TIE, angka yang tinggi untuk rasio fixed charge
coverage menunjukkan situasi yang lebih aman (risiko rendah),
meskipun dengan profitabilitas yang juga lebih rendah.

14

Contoh :
Menghitung hutang, TIE, dan EBITDA coverage ratios.
Debt ratio =

Total liabilities

Total assets

1.040 + 500

3.517

TIE

43,8%.

EBIT
Biaya Bunga

502,6
80

6,3x

EBITDA
coverage = EC
= EBIT + Depr. & Amort. + Lease payments
Interest expense

Lease pmt.

= 502.6 + 120 + 40
;
80 + 40 + 0
= 5.5x.
Ketiga ratio tersebut merefleksikan penggunaan hutang, tetapi
memfokuskan pada aspek yang berbeda.

15

Bagaimana rasio manajemen hutang dibandingkan dengan rata-rata


industri?
D/A
TIE
EC
Rekapitalisasi

2004
43.8%
6.3x
5.5x

2003
80.7%
0.1x
0.8x

2002
54.8%
3.3x
2.6x

Ind
50.0%
6.2x
8.0x

terlihat memperbaiki situasi, tetapi pembayaran

leasing menurunkan EC.

16

Rasio Profitabilitas
Rasio

ini

mengukur

kemampuan

perusahaan

menghasilkan

keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan


modal saham tertentu. Ada tiga rasio yang sering digunakan,
yaitu profit margin, return to total asset (ROA), dan return to
equity (ROE).
Profit margin menghitung sejauh mana kemampuan

perusahaan

menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.


Rasio ini bisa dilihat secara langsung pada analisis commonsize (lihat bagian berikutnya) untuk laporan laba-rugi. Rasio ini
bisa juga diinterpretasikan sebagai kemampuan perusahaan
menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada
periode tertentu.
profit margin bisa dihitung sebagai berikut ini.
Laba bersih
Profit Margin = ---------------- .............(12)
Penjualan
Profit margin yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.
Secara

umum,

rasio

yang

rendah

menunjukkan

ketidakefisienan manajemen. Rasio ini cukup bervariasi dari


satu industri ke industri lainnya. Sebagai contoh, industri ritel
cenderung

mempunyai

profit

margin

yang

lebih

rendah

dibandingkan dengan industri manufaktur.


Return

On

Asset

(ROA)

mengukur

kemampuan

perusahaan

menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang


tertentu. ROA sering juga disebut sebagai ROI (Return on
Investment). Rasio tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.

Return On Asset

Laba bersih
= ----------------- ..........(13)
Total Aset

Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan


aset, yang berarti semakin baik.

17

Return

On

Equity

(ROE)

mengukur

kemampuan

perusahaan

menghasilkan laba bersih berdasarkan modal tertentu. Rasio ini


merupakan ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang
pemegang saham. Rasio ROE bisa dihitung sebagai berikut.
Laba bersih
Return On Equity = -------------------

............(14)

Modal Saham
Angka yang tinggi untuk menunjukkan tingkat profitabilitas yang
tinggi. ROE tidak memperhitungkan dividen maupun capital
gain untuk pemegang saham. ROE dipengaruhi oleh ROA dan
tingkat penggunaan hutang (leverage keuangan) perusahaan.
Rasio Pasar
Rasio pasar mengukur harga pasar saham perusahaan, relatif
terhadap nilai bukunya. Sudut pandang rasio ini lebih banyak
berdasar pada sudut pandang investor (atau calon investor),
meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap
rasio-rasio ini. Ada beberapa rasio yang bisa dihitung: PER
(Price Earning Ratio), dividend yield, dan pembayaran dividen
(dividend pay-out ratio).
PER melihat harga pasar saham relatif terhadap earningnya. PER
bisa dihitung sebagai berikut ini.

PER

Harga Pasar per-lembar


------------------------------ ........(15)
Earning per-lembar

Perusahaan yang diharapkan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan


tinggi (yang berarti mempunyai prospek yang baik), biasanya
mempunyai PER yang tinggi. Sebaliknya, perusahaan yang
diharapkan

mempunyai

pertumbuhan

yang

rendah,

akan

mempunyai PER yang rendah juga.


Rasio dividend yield bisa dihitung sebagai berikut.
Dividen per-lembar
Dividend Yield = --------------------------------------- ......(16)
Harga pasar saham per-lembar

18

Biasanya perusahaan yang mempunyai prospek pertumbuhan yang


tinggi akan mempunyai dividen yield yang rendah, karena
dividen sebagian besar akan diinvestasikan kembali. Kemudian,
karena

perusahaan

dengan

prospek

yang

tinggi

akan

mempunyai harga pasar saham yang tinggi, yang berarti


pembaginya tinggi, maka dividend yield untuk perusahaan
semacam itu akan cenderung lebih rendah (kecil).
Rasio pembayaran dividen melihat bagian earning (pendapatan)
yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor. Bagian lain
yang

tidak

perusahaan.

dibagikan
Rasio

akan

diinvestasikan

pembayaran

dividen

kembali

dihitung

ke

sebagai

berikut ini.
Rasio pembayaran dividen melihat bagian earning (pendapatan)
yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor. Bagian lain
yang

tidak

perusahaan.

dibagikan
Rasio

akan

diinvestasikan

pembayaran

dividen

kembali

dihitung

ke

sebagai

berikut ini.
Dividen per-lembar
Rasio pembayaran dividen= -------------------------- .....(17)
Earning per-lembar
Perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan tinggi akan
mempunyai

rasio

pembayaran

dividen

yang

rendah,

sebaliknya, perusahaan yang tingkat pertumbuhannya rendah


akan mempunyai rasio yang tinggi.
Contoh :
Profit Margin (PM)
PM

NI

253,6

Sales

7.036

19

3.6%.
2004E
3.6%

PM

2003
-1.6%

2002
2.6%

Ind
3.6%

Sangat buruk di tahun 2003, tetapi mendekati rata-rata industri


pada tahun 2004. Kelihatan bagus.
Basic Earning Power (BEP)
BEP

= EBIT
Total assets
= 502,6
3.517
= 14.3%.

BEP

2004E
14.3%

2003
0.6%

2002
14.2%

Ind
17.8%

BEP mengabaikan efek pajak dan financial leverage.

Kondisi

perusahaan berada di bawah rata-rata industri. Kondisi BEP


perusahaan menunjukkan perbaikan.
Return on Assets (ROA) dan and Return on Equity (ROE)
ROA

=Net income

Total assets
=253,6
3.517
= 7.2%.

20

ROE

= Net income

Common equity
=

253,6

1.977
= 12.8%.
2004E
12.8%
12.8%

ROA
ROE

2003
-3.3%
-17.1%

2002
6.0%
13.3%

Ind.
9.0%
18.0%

Kedua ratio perusahaan menunjukkan di bawah rata-rata industri,


tetapi menunjukkan perbaikan.

Efek hutang pada ROA and ROE


ROA menjadi lebih rendah, karena biaya bunga hutang yang
menjadikan laba bersih menjadi lebih rendah, yang akhirnya
menjadikan ROA lebih rendah. Penggunaan hutang memperkecil
penggunaan modal sendiri, ROE menjadi meningkat.
Menghitung ratio
P/E, P/CF, and M/B
Price
EPS

=
=

12,17

NI
Shares out

253.6

1,01

250

P/E

Price per share

21

EPS
= 12,17
1,01
= 12x

P/E Ratios Industri


Industry
Banking
Software
Drug
Electric Utilities
Semiconductors
Steel
Tobacco
Water Utilities
S&P

Ticker*
17.6
33.0
31.7
13.7
57.5
28.1
12.3
21.8
30.4

STI
MSFT
PFE
DUK
INTC
NUE
MO
CFT
500

P/E ratio adalah untuk industri.

Analisis Common Size


Analisis common size disusun dengan jalan menghitung tiap
rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi
dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total
aktiva (untuk neraca). Teknik common size memudahkan
membaca data-data keuangan, khususnya untuk membaca
data-data keuangan dalam beberapa periode untuk mencari
trend-trend tertentu.
Membagi semua item dengan total aktiva
Asset
Cash
ST Invest
AR

2004E
0.6%
3.3%
23.9%

2003
0.3%
0.7%
21.9%
22

2002
0.4%
2.0%
25.0%

Ind
0.3%
0.3%
22.4%

Invent.
Total CA
Net FA
TA

Total

48.7%
76.5%
23.5%
100.0%

44.6
67.4%
32.6%
100.0%

48.8%
76.2%
23.8%
100.0%

41.2%
64.1%
35.9%
100.0%

2004E

2003

2002

Ind

9.9%
13.6%
9.3%
32.8%
22.0%
45.2%

11.2%
24.9%
9.9%
46.0%
34.6%
19.3%

10.2%
8.5%
10.8%
29.6%
14.2%
56.2%

11.9%
2.4%
9.5%
23.7%
26.3%
50.0%

Liabilities &
Equity
P
Notes pay.
Accruals
Total CL
LT Debt
Total eq.

Membagi semua item, dengan total hutang dan total modal


sendiri

AP
Notes pay.
Accruals
Total CL

2002
9.9%
13.6%
9.3%
32.8%

2003
11.2%
24.9%
9.9%
46.0%

2004E
10.2%
8.5%
10.8%
29.6%

Ind
11.9%
2.4%
9.5%
23.7%

LT Debt

22.0%

34.6%

14.2%

26.3%

Total eq.
Total L&E

45.2%
100.0%

19.3%
100.0%

56.2%
100.0%

50.0%
100.0%

Analsa Common Size Neraca


1. Computron memiliki proporsi persediaan dan current assets
dibndingkan dengan industri.
2. Computron memiliki modal sendiri lebih besar yang berarti
menggunakan hutang lebih sedikit dari pada industri.
3. Computron

memiliki

hutang

jangka

pendek

lebih

besar

dibandingkan dengan industri, tapi hutang jangka penjangnya


lebih kecil dibandingkan dengan industri.
Analisa Common Size Laporan Rugi Laba:
Membagi semua item dengan penjualan

23

Sales
COGS
Other exp.
Depr.
EBIT
Int. Exp.
EBT
Taxes
NI

2002
100.0%
83.4%
9.9%
0.6%
6.1%
1.8%
4.3%
1.7%
2.6%

2003
100.0%
83.4%
12.3%
2.0%
0.3%
3.0%
-2.7%
-1.1%
-1.6%

2004
100.0%
84.5%
8.7%
1.7%
7.1%
1.1%
6.0%
2.4%
3.6%

Ind
100.0%
84.5%
4.4%
4.0%
7.1%
1.1%
5.9%
2.4%
3.6%

Analisis dari Laporan Rugi Laba Common Size


Computron memiliki Harga Pokok Penjualan lebih rendah (82.4) dari
pada harga pokok penjualan industri (84.5), but namun biaya
lainnya lebih tinggi dibandingkan dengan data industri. Hasil
akhirnya Computron memiliki EBIT (7.1) sama dengan indutri.
Analisa Perubahan Prosentase (Percentage Change Analysis)
:
Income St.
Penjualan
HPP
Biaya Lain
Depresiasi
EBIT
Biaya Bunga
EBT
Pajak
NI

2002
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%

24

2003
70.0%
73.9%
111.8%
518.8%
-91.7%
181.6%
-208.2%
-208.2%
-208.2%

2004
105.0%
102.5%
80.3%
534.9%
140.4%
28.0%
188.3%
188.3%
188.3%

Analysis dari Laporan Perubahan Prosentasi Rugi laba


Dari tabel di atas terlihat bahwa tahun 2004, penjualan tumbuh We
see that 2004 sales grew 105% dari tahun 2002, dan NI tumbuh
188% dari tahun 2002, Computron menjadi lebih profitable.
Percentage Change Balance Sheets
Income St.

2002
0.0%
0.0%

2003
-19.1%
-58.8%

2004
55.6%
47.4%

Piutang
Persediaan
Total Aktiva

0.0%
0.0%
0.0%

80.0%
80.0%
73.2%

150.0%
140.0%
138.4%

Lancar
Aktiva Tetap
Total Aktiva

0.0%
0.0%

172.6%
96.5%

142.7%
139.4%

Kas
Investasi Jk
Pendek

Hutang Dan

2002

2003

2004

MS
Hutang

0.0%

122.5%

147.1%

dagang
Hutang wesel
Akrual
Total Hutang

0.0%
0.0%
0.0%

260.0%
109.5%
175.9%

50.0%
179.4%
115.9%

Lancar
Hutang Jangka

0.0%

209.2%

54.6%

Panjang
Modal Sendiri
Total Htg & MS

0.0%
0.0%

-16.0%
96.5%

197.9%
139.4%

Analysis of Percent Change Balance Sheets


Dari tabel di atas terlihat bahwa total asset tumbuh pada
tingkat 139%, sementara penjualan tumbuh 105%. Dari
angka tersebut terlihat ada masalah pada penggunaan
aktiva.

25

Analisis Du Pont
Du Pont (Perusahaan kimia di Amerika Serikat) mengembangkan
analisis DuPont. Analisis bertujuan untuk memisahkan Return
On Asset ke dalam dua bagian: perputaran aset dan profit
margin.
Analisis

Du

Pont

memasukkan

bisa

dikembangkan

hutang/modal

untuk

lebih

lanjut

menghitung

dengan

Return

on

Equity.
ROA bisa dipecah ke dalam profit margin dan perputaran aktiva.
ROA=

Profit margin Perputaran aktiva

(5)

Dengan memasukkan hutang, ROE bisa dihitung sebagai berikut ini.

26

ROE =

ROA / (1 (Total hutang/Total Aset)) (6)

Dari formula di atas, terlihat bahwa untuk menaikkan ROE, manajer


keuangan bisa melakukan beberapa hal:
1. Menaikkan ROA, yang bisa dilakukan dengan menaikkan profit
margin, atau menaikkan perputaran aktiva, atau keduanya,
sambil mempertahankan tingkat hutang.
2. Menaikkan hutang (financial leverage) sambil mempertahankan
ROA. Dengan naiknya hutang, pembagi dalam persamaan di atas
menjadi lebih kecil, dan dengan demikian ROE akan meningkat.
3. Menaikkan ROA dan hutang bersamaan.

Keterbatasan dari analisa Ratio


1. Membandingkan dengan rata-rata industri seringkali menemui
kesulitan, terutama perusahaan yang mengoperasikan banyak
divisi yang berbeda.
2. Rata-rata industri belum tentu menunjukkan kinerja yang baik.
3. Faktor-faktor iklim dapat mempengaruhi ratio.
4. Praktek Window dressing techniques

dapat membuat

laporan keuangan dan ratio terlihat bagus.


5. Perbedaan sistem akuntansi dan operasi dapat membiaskan
perbandingan.
6. Kadang-kadang sulit mengatakan apakah ratio tersebut baik
atau buruk.
7. Ratio

yang

berbeda

memberikan

tanda

yang

berbeda,

sehingga sulit untuk mengatakan apakah perusahaan dalam


kondisi kuat atau lemah dalam posisi keuangannya.
SUMBER PEMBELAJARAN
Textbook :
Utama :
Horngren, Harrison, Bamber,.2005., Accounting., 6
Edition., Pearson Prentice Hall. Chapter 18.

27

th

28