You are on page 1of 121

ANALISISCORPORATEGOVERNANCE

TERHADAPINTEGRITASLAPORAN
KEUANGAN

SKRIPSI
Diajukansebagaisalahsatusyarat
untukmenyelesaikanProgramSarjana(S1)
padaProgramSarjanaFakultasEkonomi
UniversitasDiponegoro

Disusunoleh:

DEWANTIOKTADELLA
NIMC2C607042

FAKULTASEKONOMI
UNIVERSITASDIPONEGORO

2011
i

PERSETUJUANSKRIPSI

NamaPenyusun

DewantiOktadella

NomorIndukmahasiswa :

C2C607042

Fakultas/Jurusan

Ekonomi/Akuntansi

JudulSkripsi

ANALISIS
TERHADAP

CORPORATE
INTEGRITAS

KEUANGAN
DosenPembimbing

:Dra.Hj.Zulaikha,M.Si.,Akt.

Semarang,12April2011
DosenPembimbing

(Dra.Hj.Zulaikha,M.Si.,Akt.)
NIP.195805251991032001

ii

GOVERNANCE
LAPORAN

PENGESAHANKELULUSANUJIAN

NamaMahasiswa

NomorIndukMahasiswa
Fakultas/Jurusan

JudulSkripsi :

DewantiOktadella
C2C607042

Ekonomi/Akuntansi

ANALISISCORPORATEGOVERNANCE
TERHADAP

INTEGRITASLAPORAN

KEUANGAN

Telahdinyatakanlulusujianpadatanggal20April2011
TimPenguji
1. Dra.Hj.Zulaikha,M.Si.,Akt.

(................................................................)

2. TotokDewayanto,S.E.,M.Si.,Akt.

(................................................................)

3. ShiddiqNurRahardjo,S.E.,M.Si.,Akt.

(................................................................)

iii

PERNYATAANORISINALITASSKRIPSI

Yangbertandatangandibawahinisaya,DewantiOktadella,menyatakan
bahwaskripsidenganjudul:AnalisisCorporateGovernanceTerhadapIntegritas
LaporanKeuangan,adalahhasiltulisansayasendiri.Denganinisayamenyatakan
dengan sesungguhnya bahwadalam skripsiini tidak terdapat keseluruhan atau
sebagiantulisanoranglainyangsayaambildengancaramenyalinataumeniru
dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau
pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolaholah sebagai
tulisansayasendiri,dan/atautidakterdapatbagianataukeseluruhantulisanyang
sayasalinitu,atauyangsayaambildaritulisanoranglaintanpamemberikan
pengakuanpenulisaslinya.
Apabilasayamelakukantindakanyangbertentangandenganhaltersebutdi
atas,baikdisengajamaupuntidak,denganinisayamenyatakanmenarikskripsi
saya yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian
terbuktibahwasayamelakukantindakanmenyalinataumenirutulisanoranglain
seolaholah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah
diberikanolehuniversitasbatalsayaterima.

Semarang,12April2011
Yangmembuatpernyataan,

(DewantiOktadella)
NIM:C2C607042

iv

ABSTRAK
Penelitianinibertujuanuntukmenganalisispengaruhcorporategovernance
yang dapat mempengaruhi integritas laporan keuangan pada perusahaan
manufakturdiIndonesia.Integritaslaporankeuangandidefinisikansebagaisejauh
manalaporankeuanganyangdisajikanmenunjukkaninformasiyangbenardan
jujur.Faktorfaktor corporategovernance yangdianalisispengaruhnyaterhadap
integritas laporan keuangan antara lain kepemilikan institusional, kepemilikan
manajerial, komite audit, komisaris independen, kualitas audit, profitabilitas,
leveragedanukuranperusahaan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif terhadap laporan
keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia
selamaperiode20072009.Totalsampelpenelitianadalah83perusahaanyang
ditentukan melalui metode purposive sampling. Metode pengujian hipotesis
menggunakanregresilogistik.
Hasil penelitian menunjukkan tidak semua mekanisme corporate
governanceberpengaruhsignifikanterhadapintegritaslaporankeuangan.Namun
demikian, kepemilikan institusional, komite audit, kualitas audit, profitabilitas,
leverage, dan ukuran perusahaan terbukti mempunyai pengaruh signifikan
terhadapmeningkatnyaintegritaslaporankeuangan.

KataKunci:Integritaslaporankeuangan,CorporateGovernance.

ABSTRACT

This study aims to analize the effect of corporate governance that


influencing integrity of financial statement at the manufacturer companies in
Indonesia.Integrityoffinancialstatementdefineashowfarafinancialstatement
disclosure shows truth and honest informations. Corporate governance
mechanism that analized the effect to integrity of financial statement are
Institusional ownership, manajerial ownership, audit commettee, independent
commissioner,auditquality,profitability,leverage,andfirmsize.
Thisstudyusedquantitativemethodtofinancialstatementofmanufacturer
industrythatlistedinBursaEfekIndonesiaperiod20072009.Totalsamplesin
thisstudyare83companiesthatselectedwithpurposivesamplingmethod.The
examinationofhypothesismethodusinglogisticregretion.
Resultofthisstudyindicatethatnotallofcorporategovernancemechanism
effecttointegrityoffinancialstatement.However,institutionalownership,audit
commettee, audit quality, profitability, leverage, andfirm sizeprovided has a
significantinfluencetoincreasingintegrityoffinancialstatement.

KeyWords:Integrityoffinancialstatement,corporategovernance.

vi

MOTTODANPERSEMBAHAN

MOTTO
..SesungguhnyaAllahbesertaorangorangyangsabar(8:46)..
jadikanlahsabardanshalatsebagaipenolongmu(2:153)

..Sesungguhnyahanyaorangorangyangbersabarlahyangdicukupkanpahala
merekatanpabatas..(39:10)
..Karenasesungguhnyasesudahkesulitanituadakemudahan..(94:5)
Luapanemosidanrasamarahmembuatmanusiataklebihdarisebuahbatu
Jadilahdewasadanhanyaorangyangmampumengendalikanemosinyayang
bisadisebutdewasa

Skripsiinipenulispersembahkanuntuk:
MamadanPapatercintayangtelahmemberikansegalanya,
MamadanPapatercintayangselalumenuntunsayadisaatsayakehilanganarah,
DanMamaPapatercintayangtakpernahbosanmenghibursayadengandoadoa
yangindahdisetiapsaat.

vii

KATAPENGANTAR

AssalamualaikumWr.Wb.
Alhamdulillahirabbilalamin.SegalaPujiSyukurkepadaAllahSWT,atas
segalaRahmatdanHidayahNyayangmelimpah,sehinggapenulisdapat
menyelesaikanskripsi dengan judul ANALISIS CORPORATE
GOVERNANCE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN .
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi prasyarat untuk
menyelesaikanstudisarjanaS1FakultasEkonomiJurusanAkuntansiUniversitas
DiponegoroSemarang.
Skripsiinitidakmungkinterselesaikandenganbaiktanpaadanyadukungan,
bimbingan,bantuan,sertadoadariberbagaipihakselamapenyusunanskripsiini.
Olehkarenaitu,dalamkesempataninipenulismengucapkanterimakasihkepada:
1.

Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Msi., Akt., Ph.D selaku Dekan Fakultas
EkonomiUniversitasDiponegoro.

2.

Dra.ZulaikhaMsi.,Akt.SelakuDosenPembimbingyangtelahsangatsabar
membimbing,memberikansarandandukungandalampenulisanskripsiini
danmenjadimotivatordaninspiratorbagipenulis.

3.

Dr.H.AbdulRahmanSE,Msi.,Akt.selakuDosenWali.

4.

Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro yang telah


memberikanilmuyangbermanfaat.

5.

Mama dan Papa terkasih dan tersayang, tak akan pernah cukup ucapan
terimakasihmampuuntukpenulisucapkan.Perjuanganhidupkalianadalah
anugrahdanhadiahterindahbagipenulishidupdiduniaini.

6.

Danis dan Astabrata. Penghilang penat bagi penulis hanya dengan


mendengarceritadantawamereka.Janganpernahberhentiberjuanguntuk
meraihkebahagiaandanmenjadikebanggaanorangtua.

7.

ParaAyamGoreng:Rida,Anggi,Tia,Sawitri,Jeni,BundaNyta.Sahabat

yangtakakanpernahtergantikeistimewaannya.Terimakasihuntuksemua
viii

cerita,sukadandukayangkalianbagiselamalebihdari3tahunini.Kalian
adalahceritahidupsaya.Kangenkaliansetiaphari.
8.

ParaSiput:Tito,Ageng,Dhema,Trigu,Dwi,Simog.Banyakpelajaran
hidupyangsayadapatbersamakalian,termasuktrikngerjainorang.
Terimakasihjugasudahmengijinkanpenulismenumpangdikontrakan,
bahkansetelahinsidentetangga.Akansangatmerindukankekonyolan
danmenyiksakalian.Jangannyimokya.

9.

Bebi,Chibi,Putri,Biga,Teponk,Dading.Theresnowordstosay,cause
weareeverlasting.

10.

KuntiZahra,yangselalumemberikansaran,semangatdanmotivasibagi
penulis. Terima kasih untuk tetap sabar dan tidak pernah mengeluh
mendengar semua cerita membosankan saya. Mari kita kuliner sambil
nangisnangislagi.

11.

UntuksuamiDewaYodadanseluruhtemantemanAkuntansiangkatan
2007 kelas A dan B. Terima kasih untuk persahabatan, kekeluargaan,
kebersamaan, dan kekompakan selama di bangku kuliah. Jangan pernah
putussilaturahmikita.KalianISTIMEWA.

12.

TemantemanKKNSambirotokuyangselalusibukdanpurapurasibuk.

13.

MbakDeasyRinaWijayantiyangtelahmembantudanberbagiilmudengan
penulis.

14.

Semua pihak yang telah sangat membantu namun tidak bisa penulis
sebutkansatupersatu.Terimakasihuntuksekecilapapundoayangkalian
berikan.

WassalamualaikumWr.Wb
Semarang,12April2011

DewantiOktadella

ix

DAFTARTABEL

Tabel2.1

RingkasanPenelitianTerdahulu

27

Tabel3.1

KAPBigFourdanAfiliasinyadiIndonesia 42

Tabel4.1

PersentaseIntegritasLaporanKeuangan

Tabel4.2

StatistikDeskriptifVariabel 51

Tabel4.3

KorelasiAntarVariabelBebas

Tabel4.4

HosmerandLemeshowTest 56

Tabel4.5

Omnibustestofmodelcoefficient

Tabel4.6

NilaiPseudoR2

Tabel4.7

HasilUjiRegresiLogistik

Tabel4.8

TabelKlasifikasi

50

55

57

58

58

64

DAFTARGAMBAR
Gambar2.3SkemaKerangkaPemikiran

32

DAFTARLAMPIRAN
LampiranA

77

DaftarPerusahaanSampel

77

KepemilikanInstitusionaldanKepemilikanManajerial
KomiteAuditdanKomisarisIndependen
KantorAkuntanPublik

87

90

TotalAktivadanLabaBersih 94
TotalHutangdanEkuitas

98

Profitabilitas,RasioLaverage,UkuranPerusahaan 102
LampiranBHasilOutputSPSS

106

84

DAFTARISI

HALAMANJUDUL i
HALAMANPERSETUJUAN

ii

PENGESAHANKELULUSANUJIAN

iii

PERNYATAANORISINALITASSKRIPSI iv
ABSTRACT v
KATAPENGANTAR
DAFTARTABEL

viii

ix

DAFTARLAMPIRAN

ix

BABI PENDAHULUAN

1.1

LatarBelakangMasalah

1.2

RumusanMasalah

1.3

TujuanDanManfaat 10

1.4

SistematikaPenulisan 10

BABIITELAAHPUSTAKA 12
2.1

LandasanTeori

12

2.1.1

TeoriKeagenan

12

2.1.2

IntegritasLaporanKeuangan 14

2.1.2.1 Konservatisme

16

2.1.3

KepemilikanInstitusional

19

2.1.4

KepemilikanManajerial

20

2.1.5

KomiteAudit 22

2.1.6

KomisarisIndependen

2.1.7

KualitasAudit 24

2.2

Penelitianterdahulu 26

23

xi

2.3

KerangkaPemikiran 30

2.4

PengembanganHipotesis

BABIII

32

METODEPENELITIAN

38

3.1

VariabelPenelitiandandefinisiOperasional 38

3.1.1

VariabelTerikat(Dependen) 38

3.1.2

VariabelBebas(Independen) 39

3.1.2.1 PersentaseKepemilikanInstitusional 39
3.1.2.2 PersentaseKepemilikanManajerial 40
3.1.2.3 KomiteAudit 40
3.1.2.4 KomisarisIndependen

41

3.1.2.5 KualitasAudit 41
3.1.2.6 FirmSize

42

3.1.2.7 Profitabilitas 42
3.1.2.8 RasioLeverage

43

3.2

PopulasidanSampel 43

3.3

JenisdanSumberData

43

3.4

MetodePengumpulanData

44

3.5

MetodeAnalisis

3.5.1

UjiStatistikDeskriptif

3.5.2

UjiMultikolinieritas 45

3.5.3

PengujianHipotesis 45

3.5.4

MenilaiMetodeFit

3.5.5

MenilaiKelayakanModelRegresi

3.5.6

EstimasiParameterdanInterpretasinya

44
44

46
47
48

BABIVANALISADATADANPEMBAHASAN
4.1

StatistikDeskriptifVariabelPenelitian

50

49

xii

4.2

AnalisisData 54

4.2.1

MultikolinieritasvariabelIndependen

4.2.2

UjiKelayakanModel 55

4.2.3

OverallFitTest

4.2.4

KoefisienDeterminasi

57

4.2.5

ModelRegresiLogistik

58

4.2.6

PengujianHipotesis 61

4.2.7

TabelKlasifikasi

4.3

Pembahasan

BABV

56

64

65

PENUTUP

5.1

Kesimpulan

5.2

Keterbatasan 71

5.3

Saran 72

70

70

DAFTARPUSTAKA 74
LAMPIRANLAMPIRAN

77

54

xiii

BABI
PENDAHULUAN

1.1

LatarBelakangMasalah
Corporategovernancemerupakansuatusistemyangmengaturhubungan

antara dewan komisaris, direksi, dan manajemen agar tercipta keseimbangan


dalam pengelolaan perusahaan. Perusahaan yang telah menerapkan Corporate
Governance dengan baik seharusnya sudah memenuhi prinsipprinsip Good
CorporateGovernance (GCG)yaitu fairness,transparancy,accountability,dan
responsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip
prinsip GCG tersebut secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas
laporankeuangan(BeasleydalamArief&Bambang,2007).Laporankeuangan
yangberkualitasharusmampumenyediakaninformasiyangrelevandanberguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi maupun keputusan investasi bagi para
penggunanya.
Informasi dalam laporan kuangan juga harus memiliki kriteria andal
(reliable). Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004), informasi dapat
dikategorikan andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan, adanya
kesalahan material, dan dapat diandalkan oleh pengguna laporan keuangan
sebagaipenyajianyangtulusataujujurdariyangseharusnyadisajikanatauyang
secarawajardiharapkandapatdisajikansehinggadapatmengurangimunculnya
manipulasiakuntansi.

Dalameraglobalisasiekonomiinimanipulasiakuntansimungkinuntuk
dilakukan dalam beberapa praktikpraktik bisnis oleh perusahaan. Skandal
manipulasi melibatkan beberapa perusahaan besar yang dahulunya mempunyai
kualitasaudityangtinggidiAmerikasepertiEnron,Tyco,GlobalCrossing,dan
Worldcom (Susiana dan Herawaty, 2007). Beberapa kasus yang terjadi di
Indonesia, seperti PT. Lippo Tbk dan PT. Kimia Farma Tbk juga melibatkan
pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dari terdeteksi adanya
manipulasi(Gideon,2005).
Dalam kasus manipulasi tersebut, terbukti bahwa adanya keterlibatan
pihakpihak dalam, seperti Chief Executive Officer (CEO), komisaris, komite
audit, internal auditor, dalam melakukan kecurangan akuntansi. Hal ini
menurunkantingkatkepercayaanmasyarakatterhadapkinerjaperusahaanditandai
dengan turunnya harga saham perusahaan (Susiana dan Herawaty, 2007).
Munculnya kasuskasus serupa menimbulkan pertanyaan bagi berbagai pihak
terhadap corporate governance yang mengakibatkan terungkapnya kenyataan
bahwagoodcorporategovernancebelumditerapkandenganbaik.
Fenomenaskandalkeuanganyangterjadijugadapatmenunjukkansuatu
bentuk kegagalan integritas laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan
infomasi pengguna laporan keuangan. Penyajian laba dalam laporan keuangan
tidakmenunjukkankondisiekonomiperusahaanyangsebenarnya.Menurut
StatementofFinancialAccountingConcepts(SFAC)No.1,informasilaba
merupakanperhatianutamauntukmenaksirkinerjaataupertanggungjawaban
manajemen.Selainituinformasilabajugamembantupemilikataupihaklain2

dalammenaksirearningspowerperusahaandimasayangakandatang.Informasi
dalamlaporankeuanganharusbergunabagikreditor,investor,danpemakailain
yang potensial untuk dapat digunakan dalam pengambilan keputusan investasi
ataukredityangrasional.
Informasiakuntansiharusmemenuhitigakarakteristikkualitatifinformasi
akuntansiyaiturelevance,objectivity,danreability.Jamaan(2008)menyebutkan
bahwa informasi dikatakan relevance apabila dapat mempengaruhi keputusan
pengguna laporan keuangan dengan menguatkan atau mengubah pengharapan
penggunalaporankeuangan.Informasidikatakanreliableapabiladapatdipercaya
danmenyebabkanpemakailaporankeuanganbergantungpadainformasitersebut.
Sedangkandikatakanobjectiveapabilainformasitersebutterbebasdaripengaruh
hal lain yang dapat mempengaruhi independensi informasi. Integritas laporan
keuangandapatdicapaiapabilalaporankeuanganmampumemberikaninformasi
yangmemilikikarakteristikkarakteristiktersebut.
Mayangsari (2003) mendefinisikan integritas laporan keuangan sebagai
berikut:Integritaslaporankeuanganadalahsejauhmanalaporankeuanganyang
disajikanmenunjukkaninformasiyangbenardanjujur.Sedangkanmenurut
Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 2 kualitas informasi
yangmenjaminbahwainformasisecarawajarbebasdarikesalahandanbiasdan
secara jujur menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan. Ukuran
integritas laporan keuangan secara intuitif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
diukurdengankonservatismesertakeberadaanmanipulasilaporankeuanganyang

biasanyadiukurdenganmanajemenlaba(Mayangsari,2003).Beberapapeneliti
menyatakanbahwaauditorlebihmenyukaipelaporanyangkonservatif.
Dalam penelitian ini menganalisis pengaruh mekanisme corporate
governance, yang diukur dengan kepemilikan institusional, kepemilikan
manajerial, dan kualitas kantor akuntan publik, terhadap integritas laporan
keuangan.Pengukuranintegritaslaporankeuangandiukurdengankonservatisme
akuntansi yaitu ditentukan dengan menggunakan asumsiasumsi metode
perusahaan yang digunakan yaitu antara lain metode penyusutan, metode
depresiasidanamortisasi,danpengakuanbiayariset(Widya,2005).
Konsep penggunaan konservatisme akuntansi dalam laporan keuangan
bertujuanuntukmengakui,mengukurdanmelaporkannilaiaktivadanpendapatan
yangrendah,dannilaiyangtinggiuntukkewajibandanbeban(Jamaan,2008).
MayangsaridanWilopo(2002)dalamWidya(2005)menyatakanbahwasecara
intuitif prinsip konservatisme bermanfaat karena dapat digunakan untuk
memprediksi kondisi mendatang yang sesuai dengan tujuan laporan keuangan.
Karakteristikinformasidalamprinsipkonservatismeinidapatmenjadisalahsatu
faktoruntukmeningkatkanintegritasdalamlaporankeuangan.
Dalam beberapa literatur teori akuntansi, hal ini sering disebut konsep
pesimisme yang dianggap lebih baik dari pada optimisme yang berlebihan.
Konsep pesimisme mengharuskan beban harus diakui segera dan pendapatan
diakui setelah ada kepastian realisasi (recognition), sedangkan aktiva bersih
cenderungdinilaidibawahhargapertukaranatauhargapasarsekarangdaripada
hargaperolehan(HedriksenandVanBreda,2000).Implikasikonsep

konservatisme terhadap prinsip akuntansi yaitu akuntansi mengakui biaya atau


rugi yang kemungkinan akan terjadi, tetapi tidak segera mengakui pendapatan
ataulabayangakandatangwalaupunkemungkinanterjadinyabesar(Suwardjono,
1989). Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan alasan penggunaan
konservatisme sebagai proxi integritas laporan keuangan yaitu, konservatisme
sendiriidentikdenganlaporankeuanganyang understate yangresikonyalebih
kecil daripada laporan keuangan yang overstate. Jadi laporan keuangan yang
memenuhikarakteristiktersebutakanmenjadilebihreliablesehinggamemenuhi
syaratkualitasinformasidalamSFACNo.2.
Dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, sistem corporate
governance itusendirimemerlukanpengawasanpemegangsahamdantanggung
jawabmanajemen(Shkolnikov,2001)dalamVirginia&Eleni(2008).Mekanisme
pengawasanmanajemenbaikinternal(berdasarkanorganisasi)maupuneksternal
(berdasarkan pasar) diwajibkan. Dewan direksi atau komisaris, kepemilikan
manajerialdankompensasieksekutifmerupakanmekanismepengawasaninternal
untuk melindungi kepentingan pemegang saham dan pemilik. Disisi lain
kepemilikan pihak luar, monitoring debtholder, peraturan pemerintah
(perlindungankepemilikaninvestor)merupakanmekanismepengawasaneksternal
yangmembantuinternaluntukpengawasanefektifperusahaan.
Dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan operasional perusahaan,
good corporate governance (GCG) harus memiliki beberapa elemen (Griffin,
2002),antaralain:

1) KomiteAudit
2) KomisarisIndependen
3) SekretarisPerusahaan
PerusahaanyangmemilikistrukturGCGyangbaikdapatmempengaruhiprestasi
perusahaandanmengurangikecurangankecuranganyangmungkinterjadi.
Posisiakuntanpublikyangmemberikanopinikewajaranterhadaplaporan
keuangan serta auditor yang merupakan profesi kepercayaan masyarakat juga
mulai banyak dipertanyakan apalagi setelah didukung oleh bukti semakin
meningkatnya tuntutan hukum terhadap kantor akuntan (Mayangsari, 2003).
Posisiakuntanmempunyaiperananpentingdalampenyediaaninformasikeuangan
yang handal bagi pihakpihak yang berkepentingan sehingga Kantor Akuntan
Publik(KAP)harusdinilaisebagaipihakyangindependendankompetenbagi
penggunalaporankuangan.
IndependensidankompetensiKAPdapatmenjaditolokukurkualitasjasa
yang diberikan. Meningkatnya nilai audit atau kualitas audit ditentukan oleh
seberapabergunadanberharganyajasayangdiberikanolehKAP,sehinggaKAP
dituntutuntukbertindakdenganprofesionalismetinggi(SusianadanHerawaty,
2007).
Mekanisme corporategovernance eratkaitannyadenganteorikeagenan.
Dalamteorikeagenan(agencytheory),hubunganagensimunculketikasatuorang
ataulebih(principal)mempekerjakanoranglain(agent)untukmemberikansuatu
jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada
agenttersebut(JensendanMeckling,1976).Dalamperusahaan,manajersebagai

pengelola memiliki informasi internal dan prospek perusahaan di masa depan


yanglebihbanyakdibandingkanpemilik(pemegangsaham).Namunterkadang,
informasi yang disampaikan manajer dan diterima oleh pemilik tidak sesuai
dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Kondisi ini dikenal sebagai
informasiyangtidaksimetrisatauasimetriinformasi(informationasymmetric)
yangdapatmemberikankesempatanbagimanajeruntukmelakukanmanajemen
laba(earningsmanagement).
Terkaitdenganpenelitianterhadap corporategovernane,sudahterdapat
banyakstudiyangmenganalisismengenaimekanismecorporategovernancedan
faktorfaktor yang mempengaruhinya. Beberapa diantaranya menganalisis
mengenaiketepatanwaktupelaporankeuangan(timeliness)dankinerjakeuangan.
StudilaindilakukanolehArief&Bambang(2007)yangmemasukkanvariabel
earnings management terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini
menemukan bahwa terdapat pengaruh signifikan oleh earnings management
terhadapkinerjakeuangan.
SedangkanpenelitianyangdilakukanSusiana&Herawaty(2007)yang
menganalisis pengaruh independensi, mekanisme corporate governance, dan
kualitasaudit,menemukanbahwaIndependensiauditoryangdiukurdengan fee
audit tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap integritas laporan
keuangan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa mekanisme corporate
governance yangdiukurdengankeberadaankomiteaudit,keberadaankomisaris
independen,persentasekepemilikaninstitusionaldanpersentasekepemilikan

manajerialtidakmemilikipengaruhyangsignifikanterhadapintegritaslaporan
keuangan.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Jamaan (2008), yang
menganalisis mengenai mekanisme corporate governance dan kualitas kantor
akuntan publik terhadap integritas informasi laporan keuangan, menemukan
bahwaterdapatpengaruhsignifikanterhadapmekanisme corporategovernance
yangdiukurmelaluikeberadaankomiteaudit,keberadaankomisarisindependen,
persentasekepemilikaninstitusionaldanpersentasekepemilikanmanajerial.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini dilakukan untuk
menguji mekanisme corporate governance, yang terdiri atas persentase
kepemilikan manajerial, persentase kepemilikan institusional, komite audit,
komisaris independen dan kualitas audit, yang berpengaruh terhadap integritas
laporankeuangan.Dalampenelitianinimemasukkanbeberapavariabelkontrol
seperti ukuran perusahaan (firm size), profitabilitas, dan leverage. Pentingnya
varibel kontrol yang dimasukkan ke dalam model penelitian ini adalah untuk
memperoleh bukti empiris sejauh mana variabel kontrol tersebut ikut
mempengaruhi mekanisme corporate governance terhadap integritas laporan
keuangan. Rasio hutang terhadap modal (leverage) dan tingkat profitabilitas
adalah ukuran penting untuk menunjukkan apakah perusahaan tergolong sehat
secarafinancial(Press&Weintrop,1990;Holthousen,1990)dalamNaim(1999).
Dalam kaitan ini maka perlu dikaji bagaimana mekanisme corporate
governance dapat mempengaruhi integritas laporan keuangan perusahaan
manufakturyangterdaftardalamBursaEfekIndondesia.Olehkarenaitujudul

penelitianiniadalahANALISISCORPORATEGOVERNANCETERHADAP
INTEGRITASLAPORANKEUANGAN

1.2

RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangmasalahyangtelahdiuraikanmuncul

ketertarikanuntukmelakukanpengujiankembalimengenaianalisisCorporate
Governance terhadap integritas laporan keuangan dengan menggunakan data
perusahaan manufaktur di Indonesia. Rumusan masalah yang diajukan dalam
penelitianiniadalahsebagaiberikut:
1.

Apakah kepemilikan institusional dapat mempengaruhi integritas laporan


keuangan.

2.

Apakah kepemilikan manajerial dapat mempengaruhi integritas laporan


keuangan.

3.

Apakahkomiteauditdapatmempengaruhiintegritaslaporankeuangan.

4.

Apakah komisaris independen dapat mempengaruhi integritas laporan


keuangan.

5.

1.3
1.

Apakahauditdapatmempengaruhiintegritaslaporankeuangan.

TujuandanManfaatPenelitian
TujuanPenelitian
Penelitianinibertujuanuntukmengujidanmenganalisispengaruh

mekanismecorporategovernance,yangdiukurdarikepemilikanmanajerial,

kepemilikaninstitusional,komisarisindependen,komiteaudit,kualitasaudit,
terhadapintegritaslaporankeuanganpadaperusahaanmanufakturdiIndonesia.
2.

ManfaatPenelitian
Diharapkanpenelitianinimemberikanmanfaatsebagaiberikut:

1.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pemakai laporan


keuangan dan praktisi penyelenggara perusahaan dalam memahami
corporate governanve terkait dengan laporan keuangan sehingga dapat
meningkatkannilaidanpertumbuhanperusahaan.

2.

Penelitian ini diharapkan memberikan pertimbangan bagi perusahaan


untuklebihmemperhatikanpelaksanaangoodcorporategovernance.

3.

Penelitianinidiharapkanmemberikankontribusipadapengembanganteori
akuntansiterutamayangberkaitandengankonsepkonservatismeterkait
denganintegritaslaporankeuangan.

4.

Penelitianinijugadiharapkandapatmenjadimasukanbagipenelitilain
yangakanmelakukanpenelitiansejenis.

1.4

SistematikaPenulisan
Sistematikadalampenulisanskripsiinidijelaskansebagaiberikut:
BabI:PENDAHULUAN
Berisi penjelasan mengenai latar belakang pemilihan judul, perumusan
masalahsertatujuandankegunaanpenelitian.

10

BabII:TELAAHPUSTAKA
Berisi penjelasan mengenai landasan teori yang mendasari penelitian,
tinjauan umum mengenai variabel dalam penelitian, pengembangan
kerangkapemikiransertahipotesispenelitian.
BabIII:METODEPENELITIAN
Berisi penjelasan mengenai apa saja variabel yang digunakan dalam
penelitiansertadefinisioperasionalnya,apakahjenisdansumberdatayang
digunakan,kemudianmetodepengumpulandatadanmetodeanalisisdata
sepertiapayangdilakukan.
BabIV:HASILDANPEMBAHASAN
Berisi penjelasan setelah diadakan penelitian. Hal tersebut mencakup
gambaran umum objek penelitian, hasil analisis data dan hasil analisis
perhitunganstatistiksertapembahasan.
BabV:PENUTUP
Berisipenjelasanmengenaikesimpulandarihasilyangdiperolehsetelah
dilakukanpenelitian. Selainitu,disajikanketerbatasan sertasaran yang
dapatmenjadipertimbanganbagipenelitianselanjutnya.

11

BABII
TELAAHPUSTAKA
2.1

Landasanteori

2.1.1 TeoriKeagenan
AgencyTheoryatauteorikeagenanmenjelaskantentanghubunganantara
dua pihak yaitu prinsipal dan agen. Teori mengenai hubungan keagenan ini
digunakan dalam rangka untuk memahami corporate governance lebih dalam.
MenurutJensendanMeckling(1976),hubungankeagenanadalahsebuahkontrak
antaramanajer(agent)denganinvestor(principal).JensendanMeckling(1976)
jugamenyatakanbahwaterdapatduamacambentukhubungankeagenan,yaitu
antara manajer dan pemegang saham (shareholders) dan antara manajer dan
pemberipinjaman(bondholders).
Pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian perusahaan merupakan
salah satu faktor yang memicu timbulnya konflik kepentingan yang disebut
dengankonflikkeagenan.Konflikkeagenanyangtimbulantaraberbagaipihak
yang memiliki beragam kepentingan dapat menyulitkan dan menghambat
perusahaandidalammencapaikinerjayangpositifgunamenghasilkannilaibagi
perusahaanitusendiridanjugabagi shareholders.Zhuang(2000)menyatakan
bahwa konflik keagenan yang terjadi dalam perusahaan bukan saja antara
pemegang saham dengan manajer tetapi juga antara pemegang saham yang
mengendalikanmanajemendanpemegangsahamdalamjumlahkecilyangtidak
bisasecaraefektifmengendalikanmanajemen.

12

Eisenhardt (1989) menyatakan bahwa teori agensi menggunakan tiga


asumsisifatmanusiayaitu:(1)manusiapadaumumyamementingkandirisendiri
(selfinterest),(2)manusiamemilikidayapikirterbatasmengenaipersepsimasa
mendatang(boundedrationality),dan(3)manusiaselalumenghindariresiko(risk
averse).Berdasarkanasumsisifatdasarmanusiatersebutmanajersebagaimanusia
akanbertindakopportunistic,yaitumengutamakankepentinganpribadinya.
Manajer berkewajiban memberikan pengungkapan informasi melalui
laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut penting bagi para pengguna
eksternalterutamakarenakelompokiniberadadalamkondisiyangpalingbesar
ketidakpastiannya(Ali,2002).Adanyaketidakseimbanganpenguasaaninformasi
dapat menjadi pemicu munculnya suatu kondisi yang disebut sebagai asimetri
informasi(informationasymmetry).
Adanya asimetri informasi antara manajemen (agent) dengan pemilik
(principal) dapat membuka peluang bagi manajer untuk melakukan tindakan
earnings manajement dalam rangka mengelabuhi pemilik mengenai kinerja
ekonomi perusahaan. Dalam hal ini apabila manajer memiliki informasi yang
lebih banyak dibandingkan pemilik saham, maka manajer akan cenderung
melakukan kecurang dengan melakukan praktik manajemen laba untuk
meningkatkankeuntungannyasendiri.
Munculnya masalah agensi yang disebabkan konflik kepentingan dan
asimetri informasi tersebut dapat membuat perusahaan menanggung biaya
keagenan(agencycost).Teoriagensimenyatakanbahwakonfikkepentingandan
13

asimetriinformasiyangmunculdapatdikurangidenganmekanismepengawasan
yang tepat untuk menyelaraskan kepentingan berbagai pihak di perusahaan.
Mekanisme pengawasan yang dimaksud dalam teori agensi dapat dilakukan
denganmenggunakanmekanismecorporategovernance.
Corporate governance diharapkan bisa berfungsi sebagai alat untuk
memberikan keyakinan kepada para investor bahwa mereka akan menerima
returnatasdanayangtelahmerekainvestasikan.Penerapancorporategovernance
juga dapat memberikan kepercayaan terhadap kinerja manajemen dalam
mengelolakekayaanpemilik(pemegangsaham),sehinggadapatmeminimalkan
konflik kepentingan dan biaya keagenan (agency cost). Good corporate
governancemenghasilkanberbagaimekanismeyangbertujuanuntukmeyakinkan
bahwatindakanmanajemensudahselarasdengankepentinganpemegangsaham
(Susianadanherawaty,2007).

2.1.2 IntegritasLaporanKeuangan
Mulyadi(2004)mendefinisikanintegritassebagaiprinsipmoralyangtidak
memihak,jujur,seseorangyangberintegritastinggimemandangfaktasepertiapa
adanyadanmengemukakanfaktatersebutsepertiapaadanya.Dalampenelitian
Mayangsari (2003) integritas laporan keuangan didefinisikan sebagai berikut:
Integritas laporan keuangan adalah sejauh mana lap oran keuangan yang
disajikanmenunjukkaninformasiyangbenardanjujur.
Laporankeuanganmemilikiinformasiyangdibutuhkandannantinyaakan
digunakanolehberbagaipihak,termasukmanajemenperusahaanitusendiri.

14

Laporan keuangan menjadi alat utama bagi perusahaan untuk menyampaikan


informasi keuangan mengenai pertanggungjawaban pihak manajemen. Namun
pihakyangpalingberkepentingandenganlaporankeuangansebenarnyaadalah
parapenggunaeksternal(diluarmanajemen).Penggunaeksternalberadadalam
kondisi yang paling besar ketidakpastiannya sehingga membutuhkan laporan
keuangansebagaiuntukmengetahuikinerjaperusahaan(Ali,2002).
DalamkerangkakonseptualFinancialAccountingStandardsBoard
(FASB No. 2) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk
memberikan informasi yang berguna untuk keputusan bisnis. Sedangkan
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah
pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan
keuangan seharusnya memberikan informasi yang berguna untuk investor dan
kreditordanpotensialuntukmembuatkeputusaninvestasi,kreditdankeputusan
lainyangsejenissepertiyangdinyatakandalamStatementofFinancial
AccountingConcepts(SFAC)No.1.
Laporan keuangan dikatakan berintegritas apabila laporan keuangan
tersebutmemenuhikualitas reliability (Kieso,2001)dansesuaidenganprinsip
akuntansiyangberterimaumum.MenurutSchroeder(2001)Reliabilitymemiliki
kualitassebagaiberikut:

15

1.

Verifiability
Laporan keuangan suatu entitas yang mempunyai kondisi yang sama
denganlaporankeuanganentitaslain,akanmendapatopiniyangsamajika
diauditolehauditoryangberbeda.

2.

Representationalfaithfullness
Angka danketerangan yang disajikan sesuai dengan apa yang ada dan
benarbenarterjadi.

3.

Neutrality
Informasidarilaporankeuanganharusdiarahkanpadakebutuhanumum
pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak
tertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang
menguntungkanbeberapapihak,sementarahaltersebutakanmerugikan
pihaklainyangmempunyaikepentinganberlawanan.
Menurut Mayangsari (2005) laporan keuangan yang reliable atau

berintegritas dapat dinilai dengan cara penggunaan prinsip konservatisme dan


penggunaanearningmanagementkarenainformasidalamlaporankeuanganakan
lebihreliableapabilalaporankeuangantersebutkonservatifdanlaporankeuangan
tersebuttidak overstate supayatidakadapihakyangdirugikanakibatinformasi
dalamlaporankeuangantersebut.
2.1.2.1 Konservatisme
Konservatifmerupakanprinsippentingdalampelaporankeuanganyang
dimaksudkanagarpengakuandanpengukuranaktivasertalabadilakukandengan
penuhkehatihatianyangdisebabkanolehadanyaketidakpastiandalamaktivitas

16

ekonomidanbisnis(Widya,2005).BasusebagaimanadikutipolehAlmilia(2005)
mengatakan bahwa konservatime merupakan praktek akuntansi dengan
mengurangilaba(dan menurunkannilai aktiva bersih)ketikamenghadapi bad
news,akantetapimeningkatkanlaba(danmenaikannilaiaktivabersih)ketika
menghadapigoodnews.
Konservatismeindentikdenganlaporankeuanganyang understate yang
resikonya lebih kecil daripada laporan keuangan yang overstate. Laporan
keuangan yang memenuhi karakteristik di atas akan lebih reliable karena
informasiyangdisajikantersebuttidakmenyebabkanadapihakyangdirugikan,
jadidengandemikianlaporankeuanganituakanmemenuhisyaratSFACNo.2
tentangqualitativecharacteristicofaccountinginformation.
Konservatismejugaberartibahwaakuntanharusmencatatnilaialternatif
terendah untuk aset dan nilai alternatif tertinggi untuk kewajiban (Watts dan
Zimmerman, 1986). Di dalam prinsip konservatisme, ketika terdapat dua atau
lebih alternatif akuntansi yang memiliki kemampuan sama dalam memenuhi
objektivitas dari laporan keuangan, maka yang dipilih adalah alternatif yang
memilikidampakyangpalingtidakmenguntungkanterhadapekuitaspemegang
saham.
Munculnyapraktikkonservatismetersebutkarenastandarakuntansiyang
berlaku menginginkan perusahaan memilih salah satu metode akuntansi yang
dirasapalingtepat(Widya,2005).Setiapmetodeakuntansimempunyaitingkat
konservatismeyangberbeda.Jamaan(2008)berpendapatbahwaperbedaan

17

pemilihan metode akuntansi berpengaruh terhadap angkaangka yang disajikan


baikdalamneracamaupunlaporanlabarugiperusahaaan.
Pengukuran integritas laporan keuangan yang diproksikan dengan
konservatismedimanaditentukanmenggunakanasumsimetodeperusahaanyang
digunakan yaitu metode persediaan, penyusutan, metode amortisasi, dan
pengakuan biaya riset (Widya, 2005). Asumsi pertama yaitu perusahaan yang
menggunakanmetodepersediaanratarataakanlebihkonservatifdibandingkan
denganyangmenggunakanmetodeFIFO.Dalamneracafiskalhanyamengakui
duametodepenilaianpersediaan,yaituFIFO(FirstInFirstOut)danmetoderata
rata tertimbang. Diantara kedua metode tersebut, metode ratarata tertimbang
dinilai sebagai metode yang paling konservatif karena menghasilkan biaya
persediaanakhiryanglebihkecilsehinggahargapokokpenjualanmenjadilebih
besardanlabayangdihasilkanmenjadilebihkecil.
Asumsikeduayaituperusahaanyangmenggunakanmetode penyusutan
saldo menurun relatif lebih konservatif dibanding dengan perusahaan yang
menggunakanmetodegarislurus.Berdasarkanwaktunya,jikaperiodepenyusutan
suatuperusahaansemakinpendek,makaakanlebihkonservatif,dansebaliknya
(Dewi,2004).Haltersebutdikarenakanjikaperiodepenyusutansemakinpendek,
maka biaya penyusutan tiap periode menjadi lebih besar sehingga laba yang
dihasilkanmenjadilebihkecil.Metodepenyusutansaldomenurundinilailebih
konservatif dibanding garis lurus karena menghasilkan biaya penyusutan yang
lebihbesarsehinggamenghasilkanlabayanglebihkecil.

18

Asumsi yang ketiga yaitu perusahaan yang menggunakan metode


amortisasisaldomenurunrelatiflebihkonservatifdibandingdenganperusahaan
yangmenggunakanmetodegarislurus.Samahalnyadenganpenyusutan,semakin
pendek periode amortisasi maka akan semakin konservatif dan sebaliknya.
Metode amortisasi saldo menurun relatif lebih konservatif karena metode ini
menghasilkanbiayaamortisasiyanglebihbesarsehinggamenghasilkanlabayang
lebihkecil.
Asumsiyangkeempat yaitu perusahaanyangmengakui biayarisetdan
pengembangan sebagai biaya pada tahun berjalan akan cenderung lebih
konservatifdibandingperusahaanyangmengakuibiayarisetdanpengembangan
sebagaiaktiva.Biayarisetdanpengembanganmemungkinkanperusahaanuntuk
memilihmetodeyanglebihsesuaidengankeadaanperusahaan.Laporankeuangan
akanmenjadilebihkonservatifjikabiayarisetdanpengembangandiakuisebagai
bebandaripadasebagaiaktiva.Biayarisetdanpengembanganyangdiakuisebagai
bebanmengakibatkanlabayangdihasilkanmenjadilebihkecilsedangkanapabila
diakuisebagaiaktivaakanmemperbesarlabayangdihasilkan.

2.1.3 KepemilikanInstitusional
Persentasesahaminstitusidiperolehdaripenjumlahanataspersentase
sahamperusahaanyangdimilikiolehperusahaanlainbaikyangberadadidalam
maupundiluarnegeri(SusianadanHerawaty,2007).Melaluiprosesmonitoring
secaraefektif,kepemilikaninstitusionalmampuuntukmengendalikanpihak
manajemensehinggadapatmengurangitindakanmanajemenlaba.Persentase

19

saham tertentu yang dimiliki oleh institusi dapat mempengaruhi proses


penyusunan laporan keuangan yang tidak menutup kemungkinan terdapat
akrualisasisesuaikepentinganpihakmanajemen(Gideon,2005).
Keberadaan

investorinstitusionaldapatmenunjukkanCorporate

Governance yangkuatyangbisadigunakanuntukmemonitorperusahaanpada
umumnyadanmanajemenpadakhususnya.Tindakan monitoring tersebutdapat
menjaminkemakmuranuntukpemegangsaham.
Adanya monitoring yang efektif oleh pihak institusional menyebabkan
penggunaanutangmenurun.Halinikarenaperananutangsebagaisalahsatualat
monitoring sudah diambil alih oleh kepemilikan institusional. Tindakan
monitoring oleh pihak investor institusional dapat mengurangi perilaku
opportunistic atau mementingkan diri sendiri yang dilakukan oleh manajer
sehingga manajer dapat lebih memfokuskan perhatiannya terhadap kinerja
perusahaan.
Solomon&Solomon(dalamJama'an,2008)menyatakanbahwapengaruh
investor institusional terhadap manajemen perusahaan dapat menjadi sangat
penting serta dapat digunakan untuk menyelaraskan kepentingan manajemen
denganparapemegangsaham.Nesbitt(dalamJama'an,2008)menemukanadanya
buktiyangmenyatakanbahwatindakanpengawasanyangdilakukanolehsebuah
perusahaan dan pihak investor institusional dapat membatasi perilaku para
manajer. Penelitian yang dilakukan Jamaan (2008) menyimpulkan bahwa
terdapathubungansignifikanantarakepemilikaninstitusionaldenganintegritas
laporankeuangan.

20

2.1.4 KepemilikanManajemen
Midiastuty&Machfoedz(2003)dalamArief&Bambang(2007)
mendefinisikankepemilikanmanajerialsebagaipersentasesahamyangdimiliki
olehmanajemenyangsecaraaktifikutdalampengambilankeputusanperusahaan
yang meliputi komisaris dan direksi. Kepemilikan saham oleh perusahaan
merupakanmekanismeyangdapatdigunakanagarpengelolamelakukanaktivitas
sesuaidengankepentinganpemilikperusahaan.Persentasekepemilikansahamini
merupakanpersentasesahamyangdimilikiolehmanajementermasukdidalamnya
persentase saham yang dimiliki oleh manajemen secara pribadi (Susiana &
Herawaty,2007).
Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa kepemilikan saham
manajerial dapat membantu menyatukan kepentingan antara manajer dan
pemegangsaham,yangberartisemakinmeningkatproporsikepemilikansaham
manajerialmakasemakinbaikkinerjaperusahaantersebut.Adanyakepemilikan
manajerialdalamperusahaandapatmenjadisalahsatuupayadalammengurangi
masalah keagenan dengan manajer dan menyelaraskan kepentingan antara
manajerdenganpemegangsaham.
Semakin besar proporsi kepemilikan manajerial pada perusahaan, maka
manajemencenderunggiatuntukkepentinganpemegangsahamyangtidaklain
dirinyasendiri(Ross 1999)dalamTarjo(2002).Kepemilikanperusahaanjuga
terkaitdenganpengendalianoperasionalperusahaan.Dengansemakinbesarnya
kepimilikanmanajer,makamanajerdapatlebihleluasadalammengaturpemilihan

21

metode akuntansi, serta kebijakankebijakan akuntansi penting terkait dengan


masadepanperusahaan.
Stiglitz (1985), Shleiffer dan Vishny (1986) dalam Beiner (2003)
menegaskan bahwa untuk memperbaiki corporate governance adalah dengan
meyakinkanbahwaperusahaanmemilikisatuataulebihpemegangsahambesar.
PenelitianyangdilakukanolehSusiana&Herawati(2007)danJamaan(2008)
menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepemilikan manajerial
denganintegritaslaporankeuangan.

2.1.5 KomiteAudit
Komiteauditmerupakanbadanyangdibentukolehdewandireksiuntuk
mengauditoperasidankeadaan(SusianadanHerawaty,2007).Badaninibertugas
memilih dan menilai kinerja perusahaan kantor akuntan publik. Komite audit
adalahsuatubadanyangdibentukdidalamperusahaanklienyangbertugasuntuk
memelihara independensi akuntan pemeriksa terhadap manajemen (Supriyono,
1998).
Dalampedomanpembentukankomiteaudityangefektif(KNKG,2006)
dijelaskan bahwa komite audit yang dimiliki perusahaan paling sedikit
beranggotakantigaorang,yangdiketuaiolehkomisarisindependenperusahaan
dengan anggota lainnya merupakan orang eksternal yang independen terhadap
perusahaansertamenguasaidanmemilikilatarbelakangkeuangandanakuntansi.
Pengetahuanyangdimilikikomiteauditdiharapkanmampumemberikan

22

pandanganmengenaimasalahmasalahyangberhubungandengankebijakan
keuangan,akuntansidanpengendalianinternperusahaan.
Supriyono(dalamSusianadanHerawati,2007)menjelaskantujuan
pembentukankomiteauditantaralain:
1) Memastikan laporan keuangan yang dikeluarkan tidak menyesatkan dan
sesuaidenganpraktikakuntansiyangberlakuumum.
2) Memastikanbahwainternalkontrolnyamemadai.
3) Menindaklanjuti terhadap dugaan adanya penyimpangan yang meterial di
bidangkeuangandanimplikasihukumnya.
4) Merekomendasikanseleksiauditoreksternal.
Dalam hal pelaporan keuangan, peran dan tanggungjawab komite audit
adalahmemonitordanmengawasiauditlaporankeuangandanmemastikanagar
standar dan kebijaksanaan keuangan yang berlaku terpenuhi, memeriksa ulang
laporankeuanganapakahsudahsesuaidenganstandardankebijaksanaantersebut
danapakahsudahkonsistendenganinformasilainyangdiketahuiolehanggota
komiteaudit,sertamenilaimutupelayanandankewajaranbiayayangdiajukan
auditoreksternal(KomiteNasionalKebijakanCorporateGovernance,2002).
Pembentukankomiteauditdankomisarisindependensudahdiaturdalam
regulasiregulasi yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia dan Bapepam,
antaralainsebagaiberikut:
1. KeputusanNomorKep315/BEJ/06/2000perihalPeraturanPencatatanEfek
NomorIAyangantaralainmengaturtentangkewajibanmempunyai
KomisarisIndependen,KomiteAudit,memberikanperanaktifSekretaris

23

Perusahaandidalammemenuhikewajibanketerbukaaninformasiserta
mewajibkanperusahaantercatatuntukmenyampaikaninformasiyangmaterial
danrelevan.
2. Surat Edaran Ketua BapepamLK Nomor SE03/PM/2000 tentang Komite
AudityangberisihimbauanperlunyakomiteAuditdimilikiolehsetiapEmiten
3. Surat Edaran Ketua bapepamLK Nomor SE07/PM/2004 yang dijelaskan
dalam peraturan Nomor IX.I.5 tentang pembentukan dan pedoman
pelaksanaankerjakomiteAudit.
Dengan dibentuknya komite audit merupakan salah satu upaya auditor
dalam mempertahankan independensinya (Supriyono, 1998). Sesuai dengan
fungsi komite audit di atas, keberadaan komite audit dalam perusahaan dapat
mempengaruhikualitasdanintegritaslaporankeuanganyangdihasilkan.

2.1.6 KomisarisIndependen
Komisarisindependenmerupakansebuahbadandalamperusahaanyang
biasanyaberanggotakandewankomisarisyangindependenyangberasaldariluar
perusahaan yang berfungsi untuk menilai kinerja perusahaan secara luas dan
keseluruhan (Emirzon, 2007). Komisaris independen bertujuan untuk
menyeimbangkan dalam pengambilan keputusan khususnya dalam rangka
perlindungan terhadap pemegang saham minoritas dan pihakpihak lain yang
terkait.(Susiana&Herawati,2007).
Menurut Weisbach (1988) dalam Arifin (2005), komisaris independen
dalamsuatuperusahaanharusbenarbenarindependensehinggadapatmenolak

24

pengaruh, intervensi dan tekanan dari pemegang saham utama yang memiliki
kepentingan tertentu. Sebagai bagian dari organ pengawasan, komisaris
independen diharapkan memiliki perhatian dan komitmen penuh dalam
menjalankantugasdankewajibannya.Untukitukomisarisindependenperusahaan
merupakan orangorang yang memiliki pengetahuan, kemampuan, waktu dan
integritasyangtinggi(Emirzon,2007).
Adanya komisaris independen dalam suatu perusahaan dapat
menyeimbangkan dalam pengambilan keputusan khususnya dalam rangka
perlindungan terhadap pemegang saham minoritas dan pihakpihak lain yang
terkait.Halinimenunjukkanbahwakeberadaankomisarisindependenpadasuatu
perusahaandapatmempengaruhiintegitassuatulaporankeuanganyangdihasilkan
olehmanajemen.Jikaperusahaanmemilikikomisarisindependenmakalaporan
keuanganyangdisajikanolehmanajemencenderunglebihberintegritas,karena
didalamperusahaanterdapatbadanyangmengawasidanmelindungihakpihak
pihakdiluarmanajemenperusahaan(SusianadanHerawaty,2007).

2.1.7 KualitasAudit
Kualitasauditdidefinisikansebagaigabunganprobabilitaspendeteksian
danpelaporankesalahanlaporankeuanganyangmaterial(DeAngelo,1988dalam
Naim, 1999). Dopuch & Simunic (1982) dalam Naim (1999) memproksikan
kualitas audit berdasarkan reputasi kantor akuntan publik. Kualitas audit
merupakanelemendariefisiensiekuitaspasar,karenadapatmenekankredibilitas

25

dari informasi keuangan, mendukung praktek Corporate Governance melalui


pelaporankeuanganyangtransparan(Francis,etal.2003;Sloan,2001).
Penelitiankaliinimenilaikualitasauditorberdasarkanpengelompokkan
auditorbigfourdengannonbigfour,dikarenakansalahsatuKAPbigfiveyaitu
Arthur Andersen telah dinyatakan collapsed. Teori reputasi memprediksikan
adanya hubungan positif antara ukuran KAP dengan kualitas audit (Lennox,
2000).PenelitianDeAngelo(1981)yangdikutipdaripenelitianLennox(2000)
mengemukakan bahwa KAP yang besar memiliki insentif yang lebih untuk
menghindarihalhalyangdapatmerusakreputasinyadibandingkandenganKAP
yanglebihkecil.
Dalam menyampaikan suatu laporan atau informasi mengenai kinerja
perusahaankepadapenggunalaporankeuangan,setiapperusahaandimintauntuk
menggunakanjasaKAP.Untukmeningkatkankredibilitasdarilaporantersebut,
perusahaanbiasanyamenggunakanjasaKAPyangmempunyaireputasiataunama
baik. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan KAP yang berafiliasi dengan KAP
besaryangberlakuuniversalyangdikenaldenganBigFourWorldwide
AccountingFirm(Big4).
Beberapa alasan perusahaan dalam menggunakan jasa Kantor Akuntan
PublikTheBigFour,antaralain(Tuanakotta,2007):
1) ParapemegangsahammenginginkanBigFourfirm;
2) Perusahaan ingin mendapatkan kepercayaan dari para investor atau
dukungandaripasarmodal;

26

3) TheBigFour firm mempunyaisumberdayakeuanganyangkuatuntuk


mempertahankanpekerjaanmereka;
4) Perusahaan publik memang dituntut untuk menggunakan The Big Four
firmdankualitasjasaperusahaanTheBigFourfirm.
Dye(dalamHasan,Rahman,&Mahenthiran,2008)menyatakanbahwa
KAP besar dapat menawarkan kualitas lebih tinggi dibandingkan KAP kecil.
DalamhalmemberikanjasaauditsuatuKAPakanmenerimakerugianyangcukup
besarmelaluireputasiyangrusakapabilatidakmemberikankualitasaudityang
sesuaidenganstandar.KAPbesarmemilikikaryawandalamjumlahyangbesar,
dapatmengauditlebihefisiendanefektif,memilikijadwalyangfleksibelsehingga
memungkinkannya untuk menyelesaikan audit tepat waktu, dan memiliki
doronganyanglebihkuatuntukmenyelesaikanauditnyalebihcepatgunamenjaga
reputasinya.

2.2

PenelitianTerdahulu
Integritaslaporankeuangantelahmenjadiissueyangbanyakdidiskusikan

dandikajisecarailmiah.Penelitianyangmenganalisishubunganantaracorporate
governance dengan integritas laporan keuangan masih sedikit ditemukan.
Meskipun demikian, penelitian dengan fokus tersebut menumbuhkan gagasan
bahwa integritas laporan keuangan diharapkan mempengaruhi tingkat
kepercayaan masyarakat. Beberapa perbedaan penelitian tentang corporate
governancedisajikandalamtabeldibawahini:

27

Tabel2.1
RingkasanPenelitianTerdahulu
No

Nama
Peneliti

VariabelPenelitian

HasilPenelitian

Mayangsa
ri(2003)

VariabelDependen:Integritas
LaporanKeuangan
VariabelIndependen:
Independensi,KualitasAudit,
Kepemilikaninstitusional,
Kepemilikanmanajerial,komite
audit,dankomisarisindependen
SampeldanPopulasi:Perusahaan
Publikperiode19982002

Dalampenelitianinimenemukanadanya
hubungannegatifantarakomiteaudit
denganintegritaslaporankeuangan.
Keberadaankomiteauditdianggapkurang
efektifterkaitdalampeningkatankinerja
perusahaan.Penelitianinijuga
membuktikanbahwakomisarisindependen
berpengaruhnegatifterhadapintegritas
laporankeuangan.Halinimenunjukkan
bahwakeberadaankomisarisindependen
tidakmempengaruhikualitaslaporan
keuangan.

Widya
(2005)

VariabelDependen:
Konservatisme
VariabelIndependen:Struktur
Kepemilikan,Kontrakutang(debt
covenant),Kospolitis(Political
cost),Growth
Sampeldanpopulasi:Perusahaan
manufakturperiode19952002

Penelitianinimenemukanbahwasemakin
besarkonsentrasistrukturkepemilikan
perusahaanterhadapmodal,maka
perusahaantersebutcenderunguntuk
memilihstrategiakuntansikonservatif.
Penelitianinijugamembuktikanbahwa
padaperusahaanyangmenggunakan
prinsipkonservatismeterdapatcadangan
tersembunyiyangdigunakanuntuk
investasi,sehinggaperusahaanyang
konservatifidentikdenganperusahaan
yangtumbuh

Siallagan
dan
Machfoed
z(2006)

VariabelDependen:Manajemen
Laba
VariabelIndependen:
Kepemilikaninstitusional,
kepemilikanmanajerial,ukuran
dewandireksi

Penelitianinimenghasilkanhasilbahwa
corporategovernancemempengaruhi
kualitaslaba,kualitaslababerhubungan
positifdengannilaiperusahaandan
kualitaslababukanmerupakanvariabel
interveningantarastrukturcorporate
governancedengannilaiperusahaan.

Susiana
dan
herawaty
(2007)

VariabelDependen:Integritas
LaporanKeuangan
VariabelIndependen:
Independensi,Kepemilikan
Institusional,Kepemilikan
Manajerial,Komiteaudit,
KomisarisIndependen,Kualitas
Audit
SampeldanPopulasi:Perusahaan

Penelitianinimenghasilkanhasilbahwa
independensiauditor,goodcorporate
governancedankualitasauditmemiliki
pengaruhyangtidaksignifikanterhadap
laporankeuangan.

28

Publicperiode20002003

Jamaan
(2008)

VariabelDependen:Integritas
InformasiLaporanKeuangan
VariabelIndependen:
KepemilikanInstitusional,
komisarisindependen,komite
audit,KualitasKantorAkuntan
Publik.
Sampeldanpopulasi:Perusahaan
manufaktur20032006

Penelitianinimenemukanbahwa
mekanismecorporategovernance
(KepemilikanInstitusional,Komisaris
IndependendanKomiteAudit)mempunyai
hubunganyangsignifikanterhadap
integritaslaporankeuangan.

VariabelKontrol
Variabel kontrol ikut dimasukkan ke dalam model penelitian dengan
tujuanuntukmemperolehbuktiempirissejauhmanavariabelkontroltersebutikut
mempengaruhi antara corporate governance (kepemilikan institusional,
kepemilikan manajerial, keberadaan komite audit, keberadaan komisaris
independen,dankualitasauditterhadapintegritaslaporankeuangan.
Variabelkontrolyangdimasukkandalampenelitianiniadalahfirmsize
(ukuran perusahaan), profitabilitas, dan leverage. Firm size, profitabilitas, dan
leverageadalahukuranpentinguntukmenunjukkanapakahperusahaantergolong
sehatsecarafinansial(Press&Weintrop,1990;Holthousen,1990dalamNaim,
1999).
1.

FirmSize
Kim(2003)membagiukuranperusahaanmenjadi3yaitusmall(kecil),

medium(sedang)danlarge(besar)berdasarkanmarketvalueperusahaan.Moses
(1987)danAlbertch(1990)melihatukuranperusahaandarinilaitotalasetdan

29

kapitalisasi pasar yang dimilikinya, demikian pula Siregar dan Utama (2005)
menentukan ukuran perusahaan berdasarkan logaritma nilai pasar ekuitas
perusahaan,sedangkanGul(2003)menentukanukuranperusahaanberdasarkan
nilailogaritmatotalaset.
Ukuran perusahaan dapat menunjukkan seberapa besar informasi yang
terdapat di dalamnya, serta mencerminkan kesadaran dari pihak manajemen
mengenai pentingnya informasi, baik bagi pihak eksternal perusahaan maupun
pihakinternalperusahaan.SmithdanWatts,(1992)menyarankanbahwaukuran
perusahaan berhubungan positif dengan berbagai macam tipe corporate
governance control seperti debt covenant, kebijakan dividen, dan kompensasi
manajemen. Firm size dimasukkan sebagai variabel kontrol karena firm size
ditemukanberhubungandenganberbagaimacamkarakteristikperusahaan.
2.

Profitabilitas
Profitabilitassuatuperusahaanmencerminkantingkatefektivitasyang

dicapaiolehsuatuoperasionalperusahaan(Bandi&SantosodalamAlmilia&
Setiady,2006).Profitabilitasdapatmenunjukkankemampuanperusahaandalam
menghasilkanlabamasayangakandatangsehinggadapatmenjadipertimbangan
investordalammenanamkanmodalnya.
Profitabilitasyangsemakinbesarmenunjukkankinerjayangsemakinbaik,
sehingga perusahaan cenderung memberikan informasi tersebut kepada pihak
pihakyangberkepentingan.PenelitianyangdilakukanolehGede(2004)dalam
Almilia & Setiady (2006) menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki
pengaruhyangsignifikan,danmemilikihubunganpositifterhadaprentangwaktu

30

penyelesaianlaporankeuanganauditan.Halinimenunjukkanbahwaprofitabilitas
yangbaikdapatmenjadipemicuperusahaanuntukmemberikaninformasiyang
tepatdanmeningkatkanintegritaslaporankeuangan.
3.

Leverage
Leveragemenunjukkanpengunaanasetdansumberdanaperusahaanyang

memiliki biaya tetap dengan maksud meningkatkan keuntungan potensial


pemegangsaham.WestondanCoplan(1995)dalamSudarno&Pendriani(2008)
menyatakanrasio leverage mengukurtingkatinvestasi(aktiva)perusahaanyang
telahdibiayaiolehpenggunaanhutang.
Financial leverage menunjukkan resiko suatu perusahaan beserta
kemampuanperusahaandalammembayarhutangdenganequityyangdimilikinya.
Perusahaan dengan leverage yang tinggi berarti perusahaan memiliki resiko
keuangan yang tinggi karena mengalami kesulitan keuangan yang tinggi yang
disebabkanhutangyangtinggiuntukmembiayaiaktivitasnya.
Rasiohutangterhadapekuitasyangtinggimenunjukkantingginyaresiko
keuangan perusahaan. Kesulitan perusahaan dalam keuangan ini merupakan
kondisi yang dinilai buruk oleh masyarakat. Carslaw & Kaplan (1991) dalam
Rachmawati (2008) menyatakan perusahaan yang mengalami rugi cenderung
memerlukan auditor untuk memulai proses pengauditan lebih lambat dari
biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa resiko keuangan yang tinggi akan
memperlambat manajemen untuk menginformasikan kinerja perusahaan dan
meningkatkanupayakecuranganuntukmemanipulasilaporankeuangan.

31

2.3

KerangkaPemikiran
Dalampenelitianinivariabelyangditelitiadalahcorporategovernance

yangdiukurdarikepemilikaninstitusional,kepemilikanmanajerial,komiteaudit,
komisaris independen, dan kualitas audit sebagai variabel independen serta
profitabilitas,leverage,ukuranperusahaansebagaivariabelkontroldanintegritas
laporankeuangansebagaivariabeldependen.
Adanya kepemilikan institusional, sebagai salah satu pengukuran
mekanisme corporate governance, memiliki tujuan untuk menjaga agar tidak
terjadi konflik kepentingan. Konflik kepentingan terjadi dimana terdapat
kekuasaantunggalsuatuperusahaanyangdapatmempengaruhiintegritaslaporan
keuanganyangdisajikan.Sedangkankepemilikanmanajemenberfungsisebagai
penyeimbangdalamkepemilikansaham.Adanyakeikutsertaanmanajemendalam
pengambilan keputusan perusahaan dapat memotivasi manajemen dalam
meningkatkankinerjaperusahaansehinggadapattercapaikinerjaperusahaanyang
diharapkandanmeningkatkanintegritaslaporankeuangan.
Integritas laporan keuangan sebuah perusahaan juga dapat dipengaruhi
oleh adanya komite audit, komisaris independen, dan kualitas audit dalam
perusahaan.Komiteauditbertujuanagarlaporankeuanganyangdisajikanlebih
jujur sehingga integritas laporan keuangan perusahaan dapat dipercaya.
Sedangkankomisarisindependenbertujuanuntukmenyeimbangkanpengambilan
keputusanterutamauntukmelindungipemegangsahamminoritasdanpihakpihak
lain yang terkait. Perusahaan yang memiliki komisaris independen cenderung
akanmenyajikanlaporankeuanganyanglebihberintegritaskarenaterdapatbadan

32

yang mengawasi dan melindungi pihakpihak diluar manajemen perusahaan.


Sedangkan untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, perusahaan
diharapkanmenggunakanjasaKAPyangmempunyaireputasidananamayang
baiksehinggadapatmenghasilkanjasaaudityanglebihbaikdanmeningkatkan
integritaslaporankeuanganperusahaan.
Berdasarkanlandasanteoriyangtelahdiuraikandiatas,disusunhipotesis
yangmerupakanalurpikirandaripeneliti,kemudiandigambarkandalamkerangka
teoritisyangdisusunsebagaiberikut:

Gambar2.3
SkemaKerangkaPemikiran
VariabelIndependen
KepemilikanInstitusional
KepemilikanManajer

IntegritasLaporan

KomiteAudit

Keuangan

KomisarisIndependen
KualitasAudit

VariabelKontrol
UkuranPerusahaan
Profitabilitas
Leverage

33

2.4

PengembanganHipotesis
Berdasarkanlatarbelakangteoritisyangsudahdijelaskandiatas,hipotesis

daripenelitianinidapatdiuraikansebagaiberikut:
1)

Pengaruhinstitusionalterhadapintegritaslaporankeuangan
Kepemilikaninstitusionalmerupakankepemilikansahamperusahaanyang

dimilikiolehinstitusiataulembagasepertiperusahaanasuransi,bank,perusahaan
investasi dan kepemilikan institusi lain (Tarjo, 2008). Pengaruh investor
institusional terhadap manajemen perusahaan penting untuk menyelaraskan
kepentinganmanajemendenganparapemegangsaham.
Tindakanpengawasanperusahaanolehpihakinvestorinstitusionaldapat
mendorong manajer untuk lebih memfokuskan perhatiannya terhadap kinerja
perusahaansehinggaakanmengurangiperilakuopportunisticataumementingkan
dirisendiri.PenelitianyangdilakukanolehMitra(2002),Koh(2003),danPratana
danMasud(2003)menemukanbahwakehadirankepemilikaninstitusionalyang
tinggi membatasi manajer untuk melakukan pengelolaan laba dan dapat
meningkatkan integritas laporan keuangan. Hal ini berarti bahwa kepemilikan
institusionaldalamperusahaandapatmeningkatkanmonitoringterhadapperilaku
manajer dalam mengantisipasi manipulasi yang mungkin dilakukan sehingga
dapatmeningkatkanintegritaslaporankeuangan.Berdasarkanuraiandiatas,maka
hipotesispertamayangdiajukandalampenelitianiniadalahsebagaiberikut:
H1:Kepemilikaninstitusionalberpengaruhsignifikanterhadap
Integritaslaporankeuangan.

34

2)

Pengaruhkepemilikanmanajementerhadapintegritaslaporan
keuangan
Jensen dan Meckling (1976) dalam Jama'an (2008) menemukan bahwa

kepemilikanmanajerialberhasilmenjadimekanismeuntukmengurangimasalah
keagenan dari manajer dengan menyelaraskan kepentingan manajer dengan
pemegangsaham.Meningkatnyaproporsisahamyangdimilikiolehmanajerakan
mengurangiresikotindakanmanipulasi.
Kepemilikan saham yang besar akan mengikutsertakan manajer secara
langsung untuk merasakan manfaat dari keputusan yang telah diambil dan
menanggungkonsekuensipengambilankeputusanyangsalah.Kepemilikanoleh
manajerdapatmenentukankebijakandanpengambilkeputusanterhadapmetode
akuntansi yang diterapkan pada perusahaan yang mereka kelola. Dengan
demikian, manajer pada perusahaan yang memiliki persentase kepemilikan
manajerial akan cenderung memiliki tanggung jawab lebih besar dalam
menjalankan perusahaan, mengambil keputusan terbaik untuk kesejahteraan
perusahaan,danmelaporkanlaporankeuangandenganinformasiyangbenardan
jujur sehingga memiliki integritas laporan keuangan yang tinggi. Berdasarkan
penjelasantersebut,hipotesiskeduayangdiajukandalampenelitianiniadalah:
H2:Kepemilikanmanajerialberpengaruhsignifikanterhadap
integritaslaporankeuangan.

35

3)

Pengaruhkomiteauditdanintegritaslaporankeuangan.
Sebagaisalahsatubentukpenyelenggaraangoodcorporategovernance,

BursaEfekIndonesia(BEI)mewajibkanperusahaaantercatatmemilikikomisaris
independendankomiteaudit.Keanggotaankomiteauditsekurangkurangnyatiga
anggota dan seorang di antaranya komisaris independen perusahaan tercatat
sekaligusmenjadiketuakomite.Sebaliknya,pihaklainadalahpihakeksternyang
independen dan sekurangkurangnya salah seorang memiliki kemampuan di
bidangakuntansidankeuangan.
Komite audit bertugas membantu dewan komisaris untuk memonitor
proses pelaporan keuangan oleh manajemen untuk meningkatkan kredibilitas
laporankeuangan(Bradburyetal.,2004dalamSuaryana,2006).Komiteaudit
jugabertugasuntukmenyediakankomunikasiformalantaradewan,manajemen,
auditoreksternal,danauditorinternal.Adanyakomunikasiformaltersebutdapat
menjaminprosesauditinternaldaneksternalyangbaiksehinggameningkatkan
akurasi laporan keuangan dan kemudian meningkatkan kepercayaan terhadap
laporankeuangan.
Komite audit yang beranggotakan komisaris independen diharapkan
mampumelaksanakantugastugasnyaterutamayangberkaitandengankebijakan
akuntansi perusahaan, pengawasan internal, dan sistem pelaporan keuangan.
Komiteauditdalamperusahaandapatmenjadisalahsatuupayadalammengurangi
kecurangandalampenyajianlaporankeuangansehinggakomiteauditdiharapkan
dapat meningkatkan pengawasan terhadap tindakan manajemen yang
memungkinkanuntukmelakukanmanipulasiterhadaplaporankeuanganyang

36

mempengaruhiintegritaslaporankeuangan.Berdasarkanrangkaianpenjelasan
diatas,makahipotesisketigayangdiajukandalampenelitianadalah:
H3:KomiteAuditberpengaruhsignifikanterhadapintegritaslaporan

keuangan.

4)

Pengaruh komisaris independen terhadap integritas laporan


keuangan
Keberadaankomisarisindependendalamsuatuperusahaandapatmenjadi

penyeimbang dalam pengambilan keputusan khususnya dalam rangka


perlindungan terhadap pemegang saham minoritas dan pihakpihak lain yang
terkait.Dewankomisarisyangindependensecaraumummempunyaipengawasan
yang lebih baik terhadap manajemen, sehingga mengurangi kemungkinan
kecurangan dalam menyajikan laporan keuangan yang dilakukan manajemen
(Chtourou,etal.2001dalamArief&Bambang,2007).
Menurut Fama dan Jensen (1983) komisaris independen dapat menjadi
penengahapabilaterjadi perselisihandiantaramanajer internaldan mengawasi
kebijakankebijakan manajer sera memberikan nasihat kepada manajemen.
Komisaris independen merupakan posisi terbaik untuk melaksanakan fungsi
monitoringagarterciptaperusahaanyangmemenuhigoodcorporategovernance
dan mengurangi resiko kecurangan yang dapat dilakukan manajemen terhadap
laporankeuangansehinggadalamhalinikomisarisindependendalamperusahaan
dapatmeningkatkanintegritaslaporankeuangan.Berdasarkanuraianpenjelasan

37

diatas,makahipotesiskeempatyangdiajukandalampenelitianadalahsebagai
berikut:
H4

:Komisarisindipendenberpengaruhsignifikanterhadap

integritaslaporankeuangan.

5)

Kualitasauditdanintegritaslaporankeuangan
MenurutDye(1993)dalamRachmawati(2008)kantorakuntanbesar

disebutkanmemilikiakuntanyangberperilakulebihetikaldaripadaakuntandi
kantor akuntan kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kantor akuntan besar
mempunyaireputasiyanglebihbaikdalamopinipublik.
Naim(1999)menyimpulkanbahwaKantorAkuntanPublik(KAP)yang
lebih besar dapat diartikan kualitas audit yang dihasilkan juga lebih baik
dibandingkan kantor akuntan kecil. Ketidakpatuhan pelaporan keuangan lebih
seringdilakukanolehperusahaanyangmenggunakanauditorkecil(Naim,1999).
Penelitian Lennox (2000) mengemukakan bahwa KAP yang besar memiliki
insentifyanglebihuntukmenghindarihalhalyangdapatmerusakreputasinya
dibandingkandenganKAPyanglebihkecil.Halinimenunjukkanbahwakualitas
jasaaudityangdiberikanKAPyanglebihbesarakanmenghasilkanopiniyang
lebih baik sehingga meningkatkan integritas laporan keuangan. Berdasarkan
uraiantersebut,makahipotesiskelimayangdiajukandalampenelitianiniadalah:
H5:Kualitasauditberpengaruhsignifikanterhadapintegritas
laporankeuangan

38

BABIII
METODEPENELITIAN

3.1

VariabelPenelitiandanDefinisiOperasional

3.1.1 VariabelTerikat(Dependen)
Variabeldependendalampenelitianiniadalahintegritaslaporan
keuangan.Mayangsari(2003)mendefinisikanintegritaslaporankeuangansebagai
sejauhmanalaporankeuanganyangdisajikandapatmenunjukkaninformasiyang
benar dan jujur. Informasi yang ditampilkan menunjukkan kondisi suatu
perusahaan yang sebenarbenarnya tanpa ada yang ditutuptutupi atau
disembunyikan.
Dalam penelitian ini integritas laporan keuangan diukur dengan
menggunakankonservatisme.Alasanuntukmenggunakankonservatismesebagai
proxyintegritaslaporankeuanganadalahkonservatismeidentikdenganlaporan
keuangan yang understate yang memiliki resiko lebih kecil daripada laporan
keuanganyang overstate sehinggalaporankeuanganyangdihasilkanakanlebih
reliable, memenuhi kriteria karakteristik kualitatif informasi akuntansi sesuai
denganketentuanSFACNo.2(Widya,2005).Konservatismedalampenelitianini
diukurdenganmenggunakanskalanominalyaitu(1)konservatifdan(0)optimis.
Pengukuran konservatisme dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan
asumsi yang didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Widya (2005).
Asumsiyangdikemukakanantaralain:

39

1.

Perusahaan yang menggunakan metode persediaan ratarata akan lebih


konservatifdibandingkandenganyangmenggunakanmetodeFIFO.

2.

Perusahaanyangmenggunakanmetodepenyusutansaldomenurunrelatif
lebihkonservatifdibandingdenganperusahaanyangmenggunakanmetode
garislurus.

3.

Perusahaan yang menggunakan metode amortisasi saldo menurun relatif


lebihkonservatifdibandingdenganperusahaanyangmenggunakanmetode
garislurus.

4.

Perusahaanyangmengakuibiayarisetsebagaibiayapadatahunberjalan
akan cenderung lebih konservatif dibanding perusahaan yang mengakui
biayarisetsebagaiaktiva.
Darikeempatasumsidiatasdapatdisimpulkan,jikaperusahaanmemenuhi

empat, tiga, atau dua asumsi diatas, maka perusahaan tersebut digolongkan
konservatif(1).Jikaperusahaanhanyamemenuhisatuatautidakmemenuhisatu
pundariasumsidiatasmakaperusahaantersebutdigolongkanoptimis(0).

3.1.2 VariabelBebas(Independen)
3.1.2.1 KepemilikanInstitusional
Pengaruhinvestorinstitusionalterhadapmanajemenperusahaandapat
menjadisangatpentingkarenadapatdigunakanuntukmenyelaraskankepentingan
manajemendenganparapemegangsaham(Solomon&SolomondalamJamaan,
2008).Persentaseinstitusidapatdiperolehdaripenjumlahanataspersentase

40

sahamperusahaanyangdimilikiolehpihakinstitusionaldariseluruhjumlah
sahamperusahaanyangdikelolapadatahun20072009.

3.1.2.2 KepemilikanManajerial
Kepemilikanmanajerialmerupakanpersentasesahamyangdimilikioleh
manajemenyangsecaraaktifikutdalampengambilankeputusanperusahaanyang
meliputikomisarisdandireksi.Adanyakepemilikanmanajerialdalamperusahaan
dapatmenjadisalahsatuupayadalammengurangimasalalahkeagenandengan
manajerdanmenyelaraskankepentinganantaramanajerdenganpemegangsaham.
Persentasekepemilikanmanajemendiperolehdarijumlahpersentasesahamyang
dimilikimanajemensecarapribadi.

3.1.2.3 KomiteAudit
Komiteauditmerupakanbadanyangdibentukolehdewandireksiuntuk
mengaudit operasi dan keadaan (Susiana dan Herawaty, 2007). Tugas komite
audit yaitu membantu dewan komisaris dalam memonitor proses pelaporan
keuangan oleh manajemen dan memastikan pelaporan sudah sesuai dengan
standar yang berlaku umum. Biasanya pengukuran terhadap komite audit
berdasarkan keberadaan komite audit dalam perusahaan. Namun pengukuran
tersebut tidak dapat digunakan lagi karena berdasarkan keputusan BAPEPAM
NomorSE03/PM/2000danSE07/PM/2004menyatakanbahwasuatuperusahaan
yangtelahgopublicwajibmemilikikomiteaudit.Karenaalasantersebutmodel
pengukurankomiteauditdalampenelitianinimenjadijumlah

41

anggotakomiteaudit.Tujuannyaadalahuntukmelihatpengaruhjumlahanggota
komiteauditdalamsuatuperusahaan.

3.1.2.4 Komisarisindependen
Komisarisindependenmerupakansebuahbadandalamperusahaanyang
biasanyaberanggotakandewankomisarisyangindependenyangberasaldariluar
perusahaan yang berfungsi untuk menilai kinerja perusahaan secara luas dan
keseluruhan. Komisaris independen bertujuan untuk menyeimbangkan dalam
pengambilan keputusan khususnya dalam rangka perlindungan terhadap
pemegang saham minoritas dan pihakpihak lain yang terkait. (Susiana &
Herawaty, 2007). Komisaris independen diukur dengan jumlah komisaris
independendariseluruhtotalanggotadewankomisarisperusahaan

3.1.2.5 Kualitasaudit
UkuranKAPinidigunakanuntukmengukurproksikualitasaudit.Ukuran
KAPinidibedakanmenjadiduayaituuntukKAPbigfourdanKAPnonbigfour.
Variabel ni diukur dengan menggunakan variabel dummy dimana angka 1
diberikanjikaauditoryangmengauditperusahaanmerupakanauditordariKAP
bigfourdan0jikaternyataperusahaandiauditolehKAPnonbigfour.
AdapundaftarKAPbigfourdanafiliasinyadiIndonesiayangdigunakan
dalampenelitianinidisajikandalamtabel3.1:

42

Tabel3.1
KAPBigFordanAfiliasinyadiIndonesia
BIGFOUR

AFILIASIDIINDONESIA

PricewaterhouseCoopers(PWC)

KAPHaryantoSahari&Rekan

DeloitteToucheTohmatsu

KAPOsmanBingSatrio&Rekan

ErnstandYoung

KAPPurwantono,Sarwoko&Sanjaja

Klynveld
Peat
Goerdeler(KPMG)

Marwick KAPSiddhartaSiddharta&Widjaja

Sumber:KomisiPengawasPersainganUsahaIndonesia

3.1.3

VariabelKontrol

3.1.3.1 FirmSize
Ukuranperusahaanmenunjukkanseberapabesarinformasiyangterdapat
di dalam perusahaan tersebut. Ukuran suatu perusahaan dapat merefleksikan
kepedulian pihak manajemen mengenai pentingnya informasi, baik bagi pihak
eksternalperusahaanmaupunpihakinternalperusahaan.
Ukuran perusahaan diukur dengan log total aktiva, baik aktiva lancar
maupunaktivatidaklancaryangdimilikiperusahaanpadatahunpelaporan(dalam
Masodah,2009).

3.1.3.2 Profitabilitas
Profitabilitasmerupakankemampuanperusahaandalammenghasilkan
keuntunganpadatingkatpenjualan,asetdanmodalsahamtertentu(Mamduh,

43

2003:83).Rasioprofitabilityyangdigunakandalampenelitianiniadalahrasio
ROA(dalamRachmawati,2008),yangdiukurmenggunakanrumus:

LabaBersih

x100%

ROA=
TotalAktiva

3.1.3.3 Leverage
Rasioleverageyangdimaksuddalampenelitianiniadalahperbandingan
antara total hutang dengan modal sendiri (Taurigana dan Clark dalam Shaleh,
2004).Rasioleveragediukurdengantotalhutangdibagitotalekuitas(Taurigana
danClarkdalamShaleh,2004).

3.2

PopulasidanSampel
SampelyangdigunakanadalahperusahaanmanufakturdiIndonesiaselama

periode 1 Januari 2007 sampai dengan 31 Desember 2009. Pemilihan sampel


dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria
sebagaiberikut:
1)

TerdaftarsebagaiperusahaanmanufakturdiBursaEfekIndonesiaselama
periode20072009.

2)

Menerbitkanlaporankeuanganselamaperiode20072009.

3)

Perusahaanyangmemilikidatakeuanganyangberkaitandenganvariabel
penelitiansecaralengkap.

44

4)

Tidakmemilikiequitasnegatifkarenaequitasperusahaanyangnegatifdapat
menyebabkan rasio leverage menjadi bias, yaitu memberikan nilai rasio
leveragenegatif

3.3

Jenisdansumberdata
Datayangdigunakandalampenelitianiniberupadatasekunderyaitujenis

datayangdidapatmelaluiperantaraataudengankatalaintidaklangsungdidapat
darisumbernya(Sekaran,2003).Datasekunderdiperolehdarilaporankeuangan
perusahaanperusahaanyangdiperolehdaridatabaseyangtersediadisitusBursa
EfekIndonesia(www.idx.co.id),pojokBEIUniversitasDiponegoro,danICMD
(IndonesiaCapitalMarketDirectory)selamaperiode20072009.

3.4

MetodePengumpulanData
Metodepengumpulandatayangdigunakanadalahmetodedokumentasi,

yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan jurnaljurnal, buku


buku, serta melihat dan mengambil datadata yang diperoleh dari laporan
keuangan dan laporan tahunan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia dari
situsresmiBEI,pojokBEIUniversitasDiponegoro,danICMD(Indonesia
CapitalMarketDirectory)

3.5

MetodeAnalisis

3.5.1 UjiStatistikdeskriptif
Statistikdeskriptifmemberikangambaranataudeskripsisuatudatayang
dilihatdarinilairatarata(mean),standardeviasi,nilaimaxsimumdannilai

45

minimum (Ghozali, 2002). Analisis statistik deskriptif digunakan untuk


mengetahui tingkat integritas laporan keuangan, kepemilikan institusional,
kepimilikanmanajerial,komposisikomiteaudit,komposisikomisarisindependen,
dankualitasauditpadaperusahaanmanufakturperiode20072009.

3.5.2 UjiMultikolinieritas
Ujimultikolinieritasbertujuanuntukmelihatapakahadahubunganatau
korelasi antar variabel bebas, maka dari itu uji jenis ini hanya diperuntukkan
untukpenelitianyangmemilikivariabelbebaslebihdarisatu.Modelregresiyang
baikseharusnyatidakterjadikorelasidiantaravariabelbebasnya.

3.5.3 PengujianHipotesis
Pengujianhipotesisdalampenelitianinimenggunakanlogisticregresion
karenavariabeldependennyaberupavariabeldummy(nonmetrik)danvariabel
independennyaberupagabunganantaravariabelmetrikdannonmetriksehingga
tidak perlu lagi menggunakan uji normalitas dan uji asumsi klasik (Ghozali,
2007).Modelyangdigunakanadalah:

Lnp/1p=CONt=0+1INSTt+2MANJt+3KAt+4KIt+5KMt

+6SIZEt+7PROt+8LEVt+
Dimana:
CON =

Ukuranintegritaslaporankeuanganyangdiukurmenggunakan
variabeldummydariasumsikonservatisme.

46

INST

Persentasekepemilikansahamolehinstitusi.

MANJ

Persentasekepemilikansahamolehmanajemen.

KA

Jumlahanggotakomiteauditperusahaan.

KI

Persentasekomisarisindependenterhadapkeseluruhanjumlah
dewankomisarisperusahaan.

KM

Kualitasaudit,variabelinimenggunakanukuranKAPyang
diukurdenganmenggunakanvariabeldummydandiberinilai1
jikaKAPmerupakanKAPbigfourdannilai0jikasebaliknya

SIZE

Ukuranperusahaandiukurdarilogtotalasetperusahaan.

PRO

RasioProfitabilitasperusahaan.

LEV

RasioLeverageperusahaan.

error

3.5.4 MenilaiMetodeFit
Dalampenelitianinipertamakaliakandilakukanpenilaianterhadap
keseluruhan model fit terhadap data. Beberapa tes statistik digunakan untuk
menilaihalini.Hipotesisuntukmenilaimodeliniadalah(Ghozali,2007):
H0:Modelyangdihipotesiskanfitdengandata
H1:Modelyangdihipotesiskantidakfitdengandata.
Darihipotesistersebuthipotesisnolharusditolakagarmodelfitdengan
data.StatistikyangdigunakanmenggunakanstatistikLikelihood.LikelihoodL
darimodeladalahprobabilitasbahwamodelyangdihipotesiskanmenggambarkan
datainput.Untukmengujihipotesisnoldanalternatif,Lditransformasikan

47

menjadi2LogLikelihoodatau2LL.Statistik2LLdisebutjugaLikelihoodrasio
2

x statistik,dimanax didistribusikandengandegreeoffreedonnq.Qadalah
jumlahparameterdalammodel.Modelakanfitdengandatajika2LLyangkedua
tidaksignifikanpadaa=0,05.(Ghozali,2007).
DalampenelitianiniakanmenggunakanCoxandSnellRSquareserta
NagelkerkeRSquareuntukmenilaimodelfit.CoxandSnellRSquaredan
2

NagelkerkeRSquaremerupakanukuranyangmencobameniruukuranR dalam
multipleregressionyangdidasarkanpadateknikestimasiLikelihood.Nagelkerke
R Square lebih mudah diinterpretasikan daripada Cox and Snell R Square
sehinggauntukmengetahuiseberapabesarvariabilitas variabeldependenyang
dapatdijelaskanolehvariabelindependendapatdilihatdarinilai NagelkerkeR
Square.(Ghozali,2007).

3.5.5 MenilaiKelayakanModelRegresi(GoodnessofFitTest)
KelayakanmodelregresidinilaimenggunakanHosmerandLemeshows
GoodnessofFitTest.(Ghozali,2007).HosmerandLemeshowsGoodnessofFit
Testmengujihipotesisnolbahwadataempiriscocokatausesuaidenganmodel
(tidakadaperbedaanantaramodeldengandatasehinggamodeldapatdikatakan
fit).Keputusanmodelini,(Ghozali,2007):
1.

JikanilaiHosmerandLemeshowsGoodnessofFitsamadengan
atau kurang dari 0,05 maka hipotesis nol ditolak. Hal ini
menunjukkanbahwaterdapatperbedaanyangsignifikanantara

48

modeldengannilaiobservasinyasehinggagoodnessoffitmodel
tidakbaikkarenamodeltidakdapatmemprediksinilaiobservasi.
2.

JikanilaiHosmerandLemeshowsGoodnessofFitlebihbesardari
0,05makahipotesisnoltidakdapatditolak.Iniberartimodelmampu
memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat
diterima.

3.5.6 EstimasiParameterdanInterpretasinya.
Untukmenilaihasilanalisisregresipenelitianinimenggunakanmodel
persamaanyangmemasukkansemuakomponendarivariabelindependen,yang
dapatdilihatdariVariabelinTheEquation(Ghozali,2007)

49