You are on page 1of 5

AGROTEKNOLOGI? Why Not?

A. Pengertian AGROTEKNOLOGI
Agroteknologi berasal dari dua kata yaitu Agro dan Teknologi. Agro berarti
cabang ilmu pertanian yang berkenaan dengan teori dan praktik produksi
tanaman, dan pengelolaan tanah secara ilmiah. Teknologi yaitu kemampuan
teknik (metode atau sistem untuk mengerjakan sesuatu) yang berlandaskan
pengetahuan ilmu eksakta
Pada dasarnya, Agroteknologi berfokus pada objek tanaman. Hal hal yang
dipelajari di Agroteknologi ini seperti bagaimana cara mengelola suatu
komoditas dari berbentuk hasil dan selanjutnya produk. Istilah yang dikenal
dalam dunia pertanian adalah Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Penggunaan Bibit (Benih) Unggul
Upaya sebagai konsep dasar yang diharapkan akan menjamin hasil yang
melimpah di masa panen mendatang
2. Pengolahan Tanah Yang Baik
Sebagai media tanam, tanah harus mengandung unsur hara yang lengkap
agar semua tananaman bisa hidup maksimal
3. Pemilihan Pupuk Yang Lengkap dan Baik
System pemupukan yang baik ditujukan untuk mengganti unsur hara dari
tanah yang sudah hilang karena kegiatan pertanian yang lain (panen, fiksasi,
dll)
4. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mekanis, lingkungan atau
ekologi, dan kimiawi
5. Pengairan atau Irigasi Yang Baik
Air merupakan sumber kehidupan tanaman. Maka dari itu, usaha pengaturan
dan penyediaan air sangatlah penting melalui system irigasi yang
dimaksudkan untuk menunjang kegiatan pertanian.
B. Kenapa AGROTEKNOLOGI?
1. Karena di Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, yang digunakan
untuk kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, maka
diperlukan SDM yang potensial dalam mengembangkan SDA Indonesia
tersebut dengan cara yang baik

2. Prospek kerja yang luas. Sekarang ini, adanya perbandingan terbalik antara
populasi manusia yang tinggi dan rendahnya daerah pertanian. Maka
diperlukannya lulusan dalam bidang pertanian, khususnya Agroteknologi
untuk mempertahankan produksi pangan
C. Prospek Kerja Lulusan Agroteknologi
Indonesia Negara yang Agraris, sebagai generasi penerus bangsa kita wajib
bisa mempertahankan dan mengembangkan produksi pertanian melalui
teknik-teknik di lingkup yang kecil (daerah yang semakin sempit oleh sector
industry) bisa menghasilkan produksi maksimal melalui Agroteknologi.
Di lingkup pertanian, lulusan Agroteknologi dapat bekerja sebagai:
1. Dinas Pemerintahan.
Bergabung di Kementrian pada Pemerintah Pusat, dan badan-badannya, serta
pusat penelitiannya (Penelitian dan Pengembangan/Litbang). Pemerintah
Daerah dengan dinas-dinas teknisnya, lembaga pembiayaan seperti bankbank pemerintah dan swasta.
2. Akademisi dan Peneliti
Di Perguruan Tinggi ataupun lembaga riset, industry pakan, pangan, farmaka
dan biodiesel.
3. Konsultan
Menjadi konsultan profesional di sector pertanian/perkebunan, atau di
organisasi-organisasi besar seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), LIPI,
BUMN, hingga menjadi fasilisator pemberdaya masyarakat (LSM)
4. Pengusaha atau pelaku bisnis.
Komoditas perkebunan, pangan, holtikultura(tanaman kebun), dan
kehutanan. Bidang perbenihan, pupuk, pestisida, dan sarana peroduksi
pertanian lainnya

ORGANISASI KAMPUS
Organisasi merupakan kumpulan individu atau berbagai kelompok untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Sedangkan organisasi kampus berarti
organisasi yang bergerak dalam lingkup kampus/universitas.
Diadakannya organisasi kampus bertujuan untuk membentuk kepribadian
dan kepemimpinan, menumbuhkan/mengembangkan softskill, khususnya
untuk para mahasiswa. Keterampilan softskill itu meliputi bisa menjadi lebih
kritis dalam setiap menghadapi permasalahan, lebih peka terhadap
lingkungan sekitar, dan juga belajar berinteraksi untuk menyampaikan suatu
gagasan yang berbeda dengan yang lain.
Seharusnya para pelaku organisasi kampus mengenal dengan baik
bagaimana memanajemen waktu. Karena harus membagi antara
keikutsertaannya di organisasi dan kewajiban akademiknya.
Organisasi kampus ada BEM, HMJ, dan UKM.
1.

BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)


Adalah badan pelaksana senat (dewan mahasiswa tertinggi) yang
mempunyai fungsi
seperti Aspiratif (menampung dan penyalur
aspirasi), Advokasi (penasihat atau pembela hak-hak), dan koordinasi
(penjalin komunikasi antara mahasiswa dengan pihak rektorat dan
berbagai kepentingan UKM)

2. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)


Berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan
kemahasiswaan di tingkat jurusan, yang berkaitan dengan pengembangan
penalaran dan keilmuan, serta sikap profesi sesuai dengan bidang ilmu
dan program studi jurusan.
3. UKM adalah (Unit Kegiatan Mahasiswa)
Berfungsi sebagai wadah untuk lebih mengembangkan potensi berupa
minat, bakat, dan keahlian tertentu yang ada pada setiap mahasiswa

Pada Universitas Muhammadiyah Malang terdapat 4 Organisasi Kemahasiswaan,


yaitu
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
BEMU berkedudukan di tingkat Universitas
BEMU merupakan wadah kegiatan mahasiswa dalam bidang eksekutif dan
managerial/leadership

Senat Mahasiswa Universitas (SEMU)


SEMU berkedudukan ditingkat Universitas. SEMU merupakan representasi
mahasiswa ditingkat Universitas secara internal dan eksternal.
Kepengurusan SEMU sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara,
dan Ketua bidang sesuai kebutuhan.

Senat Mahasiswa Fakultas Akademik (SEFA)


SEFA berkedudukan di Fakultas atau Akademi
SEFA merupakan representasi mahasiswa ditingkat Fakultas atau Akademi

Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi (HMJ/HMPS)


HMJ/HMPS berkedudukan di tingkat Jurusan/Program Studi
HMJ/HMPS membina dan mengembangkan profesi dan bidang keilmuan mahasiswa
sesuai dengan jurusan/program studinya
Kepengurusan SEMU sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara,
dan Ketua bidang sesuai kebutuhan.

Lembaga Semi Otonom (LSO)


LSO berkedudukan di tingkat Fakultas atau Akademi

LSO membantu membina dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam


bidang tertentu

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Tapak Suci


IMM adalah organisasi mahasiswa otonom yang memiliki hubungan fungsional,
aspiratif dalam bidang kaderisasi ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan.
Tapak Suci adalah organisasi mahasiswa otonom yang memiliki hubungan
fungsional, aspiratif dalam bidang Bela Diri Keolahragaan